Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Haid secara etimologi berarti mengalir. Sedangkan haid secara terminologi adalah darah yang keluar dari farji/kemaluan seorang wanita setelah umur 9 tahun, dengan sehat (tidak karena sakit), tetapi memang kodrat wanita, dan tidak setelah melahirkan anak. Dasar haid di dalam Al-Qur’an adalah sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 222.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (222

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Hari Santri 2019

Ayat ini turun–sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim di dalam kitab shahihnya–sebagai respon atas fenomena kaum Yahudi yang memperlakukan wanitanya yang sedang haid dengan tidak manusiawi. Mereka akan mengusirnya, tidak mau tinggal seatap dan enggan makan bersama-sama seoalah-olah wanita ketika haid adalah manusia yang menjijikan. Allah menurunkan ayat ini yang menjelaskan bahwa haid memang darah kotor sehingga dilarang bagi suami untuk melakukan hubungan badan dengannya selama ia haid sampai datang masa suci. Nabi SAW juga menegaskan kembali di dalam sabdanya, “Lakukan apa saja kecuali jimak,” yaitu boleh bagi suami untuk tetap tinggal seatap dengan istrinya, makan bersama dan melakukan aktivitas bersama-sama dengan istrinya seperti biasa ketika suci kecuali berhubungan badan.

Sedangkan dasar haid dari hadits Nabi SAW adalah sebagaimana tergambar dalam hadits Nabi SAW riwayat Aisyah RA di dalam Shahih Al-Bukhari berikut ini:

Hari Santri 2019

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadits di atas menyebutkan bahwa Aisyah RA saat berhaji dengan Rasulullah SAW dan ketika sampai di Kota Sarf ia menangis karena haid sehingga ia tidak dapat melanjutkan ibadah hajinya. Rasulullah SAW mencoba menenangkannya dengan mengatakan, “Sungguh ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah untuk anak-anak prempuan keturunan Adam, maka selesaikanlah rangkaian ibadah haji yang harus diselesaikan selain Thawaf.” Aisyah berkata, “Dan (setelah itu) Rasulullah SAW menyembelih sapi untuk para istrinya.”

Cerita Aisyah RA ini mengajarkan kepada seluruh wanita agar tidak perlu bersedih ketika mengalami menstruasi karena hal ini sudah ketentuan Allah SWT yang diberikan kepada setiap wanita dan tentunya ada hikmah dan manfaat di baliknya. Beberapa hikmah dan  manfaat adanya darah haid adalah:

1. Latihan bagi wanita menghadapi cairan sperma yang menjijikkan untuk sebagian wanita. Karena ketika seorang wanita menikah, maka ia harus siap menghadapi cairan suaminya berupa cairan sperma sehingga wanita harus melatih dan membiasakan dirinya menghadapi dan membersihkan darahnya sendiri yakni darah haid sebelum ia akan menghadapi cairan yang lebih menjijikkan lagi yakni sperma.

2. Melatih wanita lebih rajin, tidak jijik dan cekatan. Selain mengurus suami ia juga akan mengurus dan merawat anak-anaknya, membersihkan kotoran-kotorannya dan najis-najisnya. Allah SWT memberikannya latihan stimulasi berupa haid agar ia rajin, tidak merasa jijik dengan najis-najis, cekatan dalam merawat bayi serta mengerti cara mencuci yang baik.

3. Makanan bagi janin di dalam rahim wanita. Karena janin yang ada di dalam rahim seorang wanita tidak dapat makan sebagaimana yang dimakan oleh anak di luar rahim. Tidak mungkin bagi si ibu untuk menyampaikan sesuatu makanan untuknya. Allah SWT telah menjadikan pada diri kaum wanita proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dicerna. Oleh karena itu, apabila seorang wanita tidak sedang dalam keadaan hamil, maka darah yang seharusnya dicerna oleh janin itu akan keluar dan menjadi darah haid atau menstruasi. Sementara bagi ibu yang sedang hamil, maka jarang sekali akan mengeluarkan darah haid karena telah dicerna oleh sang janin di dalam kandungannya.

Uraian ini disarikan dari kitab I’anatun Nisa’, Risalatul Mahidh dan Risalah fid Dima’it Thabi‘iyyah lin Nisa’, Shahihul Bukhari, dan Shahih Muslim, At-Tafsirul Munir. Wallahu a‘lam. (Annisa Hasanah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Pahlawan Hari Santri 2019

Jumat, 26 Januari 2018

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita

Cilacap, Hari Santri 2019?



Mustasyar PBNU KH Chasbullah Badawi bagaikan sebuah obor terang, yang selalu menerangi, memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita. Sedangkan kita bukanlah apa-apa. Kita hanyalah lampu yang menyala hanya 5 watt saja.?

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita

Demikian diungkapkan KH Zuhud Muchson saat mewakili keluarga pada pemakaman jenazah KH Chasbullah Badawi, Selasa (6/6) di Komplek Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah.?

"Beliau adalah obor penerang bagi keluarga, yang selalu memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita semua. Beliau juga perekat persaudaraan keluarga. Beliau juga guru dan panutan bagi keluarga," ungkapnya di hadapan ribuan pelayat.?

Setelah itu, di hadapan ribuan pelayat, Kiai Zuhud menjelaskan uraian singkat mengenai biografi dan sejarah KH Chasbullah Badawi semasa hidup hinga wafatnya.?

Hari Santri 2019

KH Chasbullah Badawi atau yang akrab disapa Mbah Chasbullah memiliki 12 saudara. Ia adalah putra keenam dari pendiri Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin KH Badawi Khanafi.

KH Chasbullah Badawi diberikan umur oleh Allah lebih panjang daripada umur Abahnya. "Beliau wafat diusia tepat 79 tahun, sedangkan abahnya wafat di usia 73 tahun," lanjut Gus Zuhud

KH Chasbullah selalu berpesan, berjuanglah, tetapi jangan mengharapkan manfaat di dunia. “Sehingga beliau dikenal sebagai pejuang yang tidak pernah memanfaatkan untuk kepentingan harta dunia sehingga beliau menjadi ulama yang selalu hidup dengan kesederhanaan," jelasnya ? disambut tetesan air mata para hadirin. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Daerah Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Sebuah Kejutan dari Siswa Tsanawiyah Kami

Ada saja sikap dan potensi anak didik yang terkadang tidak disadari oleh gurunya. Salah satunya apa yang dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo, Karangploso, Malang, Jawa Timur, Senin (24/2) kemarin.

Pada hari itu mereka yang baru berusia belasan tahun ini telah memberikan kejutan kepada guru-gurunya dengan merayakan Hari Lahir IPNU di madrasah mereka. Kegiatannya berupa perlombaan-perlombaan dan kuliah umum (sebagian dari kami para guru menyebutnya ‘seminar kecil-kecilan’), yang diadakan mulai 24 pebruari sampai dengan 2 Maret 2014.

Sebuah Kejutan dari Siswa Tsanawiyah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebuah Kejutan dari Siswa Tsanawiyah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebuah Kejutan dari Siswa Tsanawiyah Kami

Mereka memang ingin membuat sebuah kejutan dengan acara ini. Guru-guru tidak mengerti dan juga tidak menyadari hal ini. Bahkan saat mengajukan surat permohonan izin melaksanakan kegiatan pun pada hari sebelumnya, panitia sempat dimarahi oleh kepala madrasah karena acaranya tidak jelas. Namun acara tetap diperbolehkan dan ketidakjelasan acara dimaklumi mengingat mereka masih dalam taraf belajar berorganisasi. Dengan diberikan peringatan supaya tidak diulangi lagi.

Hari Santri 2019

Saya sendiripun juga bertanya-tanya dalam hati, ada apa gerangan? Malam harinya, sebelum hari-H tiba, saya terus bertanya dalam hati. Apa yang akan mereka lakukan? Apa mereka ingin memberi kejutan? Apa kejutannya dan siapa yang diberi kejutan? Akhirnya saya berkesimpulan. Pasti ada yang berulang tahun. Dan... langsung saja saya teringat bahwa pada 24 Februari itu adalah hari lahir IPNU. Wah, hebat juga murid-murid itu. Mereka mengingat apa yang guru-guru lupakan.

Pujiono, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum di MTs Nahdlatul Ulama, juga menyatakan hal yang sama dengan saya.

“Ini adalah suatu kejutan bagi kami para guru, karena kalian semua mampu mengingat dan mau merayakan sebuah hal yang oleh guru-guru di sini agak diabaikan. Ini adalah bukti nyata kecintaan kalian pada almamater yang kita cintai yaitu (MTs) Nahdlatul Ulama,” kata Pujiono pada saat sesi pembukaan acara dengan disambut tepuk tangan para siswa yang hadir.

Hari Santri 2019

“Mohon maaf kami lupa. Bahkan mungkin Pak Kholis yang sudah lama mengajar Ke-NU-an pun juga lupa. Ini peringatan bagi kami,” tambahnya sambil menyebut nama guru yang pernah mengajar Ke-NU-an di Madrasahnya.

Saya ikut senang bercampur bangga memiliki murid-murid seperti mereka. Dengan segala kepolosan, kejujuran dan semangatnya mencintai IPNU. Yang sangat menarik lagi adalah tema acara itu yang berjudul “Internalisasi Nilai-nilai Aswaja dalam Membentuk Pelajar NU yang Unggul.” 

Wah-wah-wah. Keren sekali temanya! Saya tidak tahu siapa yang membuatkannya. Dan di antara kami para guru juga ada yang bertanya-tanya, siapa yang merumuskan tema tersebut?

Selain itu sangat membanggakan pula apa yang disampaikan Ketua Pimpinan Komisariat IPPNU-nya. Itsna Mazro’atun Nadhifah.

“Jika biasanya Arema atau yang lain merayakan ulang tahun dengan hura-hura, maka pelajar NU tidak. Kita rayakan ulang tahun IPNU dengan belajar dan kegiatan keagamaan. Dengan kegiatan yang lebih berakhlaq,” kata Itsna saat sambutan.

Al-Hamdulillah. Bahagia rasanya punya murid dan generasi Pelajar NU seperti itu. Putranya Ulama (NU) harus berakhlaq seperti Ulama. Amin. ‘Bersemilah-bersemilah, tunas-tunas NU.’

Pengirim: Ahmad Nur Kholis, Guru MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo, Karangploso, Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah Hari Santri 2019

Jumat, 19 Januari 2018

Mathali’ul Falah Terbitkan Buku “Belajar dari Kiai Sahal”

Pati, Hari Santri 2019. Dalam memperingati seratus hari wafatnya Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, Pengurus Pusat Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) bekerja sama dengan KMF Yogyakarta menerbitkan buku berjudul “Belajar dari Kiai Sahal”. Buku tersebut diluncurkan dan dibedah di kampus STAI Mathali’ul Falah Purworejo Margoyoso Pati, Sabtu (03/05).

Mathali’ul Falah Terbitkan Buku “Belajar dari Kiai Sahal” (Sumber Gambar : Nu Online)
Mathali’ul Falah Terbitkan Buku “Belajar dari Kiai Sahal” (Sumber Gambar : Nu Online)

Mathali’ul Falah Terbitkan Buku “Belajar dari Kiai Sahal”

Selain di Pati, bedah buku akan diadakan di berbagai kota-kota seperti Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan lainnya. Putra Kiai Sahal H Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PP KMF yang sudah menerbitkan buku tersebut. Menurutnya, buku “Belajar Kiai Sahal” bisa menjadi salah satu referensi pandangan terhadap sosok dan pemikiran Kiai Sahal.

Pria yang akrab disapa Gus Rozin ini juga bercerita bahwa seminggu sebelum wafat, Kiai Sahal menitipkan pesan yang sangat dalam kepadanya. “Ijtihad o (berijtihadlah)!” kenang Gus Rozin.

Hari Santri 2019

Hadir dalam acara tersebut KH Husein Muhammad, pengasuh pesantren Dar Al-Tauhid Arjawinangun Cirebon dan Ketua PBNU M Imam Aziz. Keduanya memaparkan sosok Kiai Sahal dari perspektif masing-masing.

Hari Santri 2019

Kiai Husein lebih banyak mengomentari kefaqihan Kiai Sahal, sementara M Imam Aziz lebih menekankan aspek ke-NU-an tokoh kharismatik yang memimpin NU selama tiga periode tersebut.

“Banyak hal yang telah dilakukan oleh Kiai Sahal, di antaranya adalah beralih dari fiqih qauliy ke fiqih manhaji,” komentar Kiai Husein. Menurutnya, fiqih manhaji inilah yang mendasari gagasan fiqih sosial Kiai Sahal.

Di NU ada sebuah kalimat yang dijadikan selogan “al-muhafadhah ‘ala al-qadimi as-shalih, wal akhdu bi al-jadidi al-ashlah”. Menurut Kiai Husein, Kiai Sahal tidak lagi berkutat pada “al-muhafadhah alal-qadimis-shalih”, tapi sudah di tahapan “al-akhdu bil-jadidil-ashlah”. Ia menilai bahwa pemikiran Kiai Sahal sangat progresif, berbeda dengan kiai salaf lainnya.

Buku berjudul “Belajar dari Kiai Sahal” berisi kisah-kisah inspiratif yang dialami orang di sekitar Kiai Sahal. Selain itu, buku ini memuat tulisan tentang Kiai Sahal yang tersebar di berbagai media massa pasca wafatnya (24/01).

Analta Inala selaku marketing buku mengatakan antusiasme masyarakat mencari buku tersebut sangat tinggi. Buku setebal 374 halaman tersebut ludes terjual di hari pertama peluncuran. “Insya Allah akan segera dicetak ulang,” katanya. (Sarjoko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah Hari Santri 2019

Senin, 08 Januari 2018

Forum Advokat Ingin Bersama NU Jamin Keutuhan NKRI

Jakarta, Hari Santri 2019?

Sejumlah advokat yang mengatasnamakan Forum Advokat Pengawal Pancasila berkunjung ke PBNU, Jakarta, Kamis (15/3). Mereka menyatakan dukungannya kepada NU yang selalu tegas menjaga NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mereka ditemui Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini.?

Salah seorang anggoata forum tersebut, Wayan Sudirta, mengatakan, ia bersama 13 temannya mewakili sekitar 250 hingga 300 advokat di Indonesia. Forum tersebut terdiri dari beragam suku, agam, dan daerah.?

Forum Advokat Ingin Bersama NU Jamin Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Advokat Ingin Bersama NU Jamin Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Advokat Ingin Bersama NU Jamin Keutuhan NKRI

Para advokat tersebut, menurut dia, saat ini merasa cemas dengan merebaknya kekerasan dan upaya memecah belah keutuhan NKRI. “Kami memiliki kecemasan yang sama karena banyak terjadinya pihak yang mencederai negera berdasarkan Pancasila,” katanya.?

Menurut forum tersebut, NU saat ini adalah ormas paling depan dalam menjaga pilar-pilar bangsa. “Forum ini ingin menjadi bagian dari posisi NU. Makanya kami melakukan silaturahim, memperkenalkan diri,” lanjutnya. ?

Hari Santri 2019

Forum tersebut memandang, posisi NU yang tegas dalam membela NKRI, membutuhkan masyarakat di bidang hukum. “Kita bisa diajak kerja sama dalam bidang itu.”

NU, tambahnya memiliki peran besar menjaga pluralisme. Dengan demikian, forum tersebut bisa menjagai pihak yang bisa diajak berurun rembuk agar NU tidak sendirian. “Bisa bersama agar NKRI terjamin.”

Helmy Faishal menyambut baik kunjungan forum tersebut karena NU selalu tegas dan terdepan dalam membela NKRI. Dari namanya saja, PBNU membela NKRI yaitu P artinya Pancasila, B, Bhineka Tunggal Ika, N, NKRI, dan U, Undang-Undang Dasar 1945.

Hari Santri 2019

“Kami dari awal beruapaya mengajarkan Islam damai. Islam ramah, bukan Islam marah. Islam yang merangkul, bukan memuku. Islam yang mengajak, bukan mengejek. Dan itu berdarkan Al-Qur’an,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah Hari Santri 2019

Jumat, 05 Januari 2018

Darurat Kejahatan Seksual, PMII Trenggalek Desak Pemerintah Sahkan Segera Perppu

Trenggalek, Hari Santri 2019 - Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Trenggalek menggelar aksi di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek. Mereka meminta pemerintah untuk segera mensahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) perihal kejahatan seksual.

"Indonesia darurat kejahatan seksual. Kasus Yuyun, Eno, dan kasus predator perempuan di Kediri hanyalah segelintir dari maraknya kasus kejahatan seksual akhir-akhir ini,” kata Ketua PMII Trenggalek Mustain.

Darurat Kejahatan Seksual, PMII Trenggalek Desak Pemerintah Sahkan Segera Perppu (Sumber Gambar : Nu Online)
Darurat Kejahatan Seksual, PMII Trenggalek Desak Pemerintah Sahkan Segera Perppu (Sumber Gambar : Nu Online)

Darurat Kejahatan Seksual, PMII Trenggalek Desak Pemerintah Sahkan Segera Perppu

Celakanya, kata Musta‘in, banyak dari korban yang masih di bawah umur. Karenanya, menurut kami, hukuman kebiri sangat layak bagi pelaku kejahatan seksual.

Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak yang menemui massa PMII di depan pendopo menyatakan dukungannya agar pengadilan menghukum seberat-beratnya pelaku kejahatan seksual. Ia membubuhkan tanda tangan di atas spanduk besar yang telah disiapkan sebagai bentuk dukungannya.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Setelah memperoleh dukungan dari Bupati, mereka meneruskan aksi menuju gedung dewan setempat. Sempat terjadi dialog alot di gedung wakil rakyat ini sebelum akhirnya beberapa perwakilan dari PMII diterima oleh Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek yang menangani bidang hukum. Senada dengan bupati, Komisi I DPRD Trenggalek menyampaikan dukungannya secara tertulis.

Aksi mahasiswa PMII ini diawali dengan jalan panjang sambil membentangkan spanduk dan poster tentang kejahatan seksual. Selain orasi, mereka mewarnai unjuk rasanya dengan aksi teatrikal. (Abid Dzulfikar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ubudiyah, Doa, Daerah Hari Santri 2019

Minggu, 31 Desember 2017

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik

Rembang, Hari Santri 2019. Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Abdul Rosyid menegaskan, pihaknya akan tetap menjaga netralitas menjelang hingga usai pemilihan legislatif 2014.

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik

Menurut dia, masih banyak yang perlu dibenahi di internal organisasi, termasuk penataan lembaga dan pengoptimalan program. Demikian ia sampaikan, Jumat (21/2) malam, dalam acara pengajian rutin GP Ansor PAC Kaliori.

Rapat kerja (Raker) GP Ansor PAC Kaliori yang digelar di kantor NU pada pertengahan 2013 lalu menghasilkan program kerja di empat belas lembaga pelaksana. Tetapi, kata Rosyid, beberapa lembaga dinilai belum berjalan maksimal dalam meralisasikan program-programnya.

Hari Santri 2019

Rosyid menjelaskan, meski demikian, lembaga yang membidangi dakwah dan keorganisasian tergolong berhasil menggait kader dari 24 Desa yang ada di kecamatan Kaliori. Pihaknya berencana akan menggelar rapat kerja kedua pertengahan Marert nanti yang dirangkai dengan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

Hari Santri 2019

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Nasuha mendorong GP Ansor setempat dapat melangkah lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun politik 2014 dinilai sebagai ujian besar warga NU untuk tidak terseret ke dalam kepentingan pragmatis. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Daerah, Habib Hari Santri 2019

Selasa, 26 Desember 2017

Mahasiswa Pascasarjana NU UGM Manfaatkan Jamur Edible untuk Makanan Sehat

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Forum Silaturahim Mahasiswa Pascasarjana NU UGM kembali mengadakan diskusi bulanan kelima Kamis (16/11).

Diskusi ini mengangkat tema Pemanfaatan Jamur-jamur Edible sebagai Alternatif Makanan Sehat bagi Masyarakat bertempat di laboratorium Integrated of Plant Disease Science Fakultas Pertanian UGM. 

Bahru Rohmah, pembicara dalam acara tersebut mengatakan jamur edibel adalah jamur yang dapat dikonsumsi, sebagai salah satu alternatif sumber makanan sehat bagi masyarakat. 

Mahasiswa Pascasarjana NU UGM Manfaatkan Jamur Edible untuk Makanan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pascasarjana NU UGM Manfaatkan Jamur Edible untuk Makanan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pascasarjana NU UGM Manfaatkan Jamur Edible untuk Makanan Sehat

Beberapa jenis jamur edible yang dapat dikonsumsi, seperti jamur tiram, jamur merang, jamur kancing, dan beberapa jamur konsumsi lainnya.

Terdapat 35 jenis jamur edibel, namun yang sudah dibudidayakan sebanyak 20 jenis. 

“Dari berbagai jenis jamur tersebut, jamur tiram memiliki presentase budidaya terbesar, yaitu sebesar 25 persen. Hal dini didukung karena meningkatnya pengetahuan masyarakat akan konsumsi jamur serta kebradaan jamur yang mudah didapatkan,” kata mahasiswa pascasarjana pada program studi Fitopatologi Fakultas Pertanian UGM.

Hari Santri 2019

Selain menjelaskan jamur edibel, Bahru juga menjelaskan mengenai jamur yang beracun dan jamur yang dapat dijadikan sebagai obat. 

“Jamur genoderma lucidum, adalah salah satu jamur yang banyak digunakan sebagai obat pada beberapa penyakit,” jelas Bahru.  

Forum diskusi ini merupakan wadah bagi mahasiswa pascasarjana, baik S2 maupun S3 UGM untuk sharing tentang keilmua mereka. Forum juga membahas lintas disiplin ilmu. 

Hari Santri 2019

Kekuatan forum ini adalah karena masing-masing peserta diskusi datang dari latar belakang keilmuan yang bebeda, baik dari rumpun keilmuan sosial-humaniora, maupun dari rumpun keilmuan eksakta.

Selain itu kekuatan forum ini adalah mengintegarsikan masing-masing bidang keilmuan untuk memperkuat dan membahas suatu masalah agar lebih komprehensif. (Irsyadul Ibad/Kendi Setiawan)

  

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Habib Hari Santri 2019

Selasa, 12 Desember 2017

Shinta Nuriyah Ulang Tahun

Jakarta, Hari Santri 2019. Mantan Ibu Negara Nyai Hj. Shinta Nuriyah hari ini, Sabtu (9/3) merayakan hari ulang tahun yang ke-65. Dalam acara ulang tahun ini beberapa acara digelar di Pesantren untuk Pemberdayaan Perempuan atau Puan Amal Hayati, seperti Atraksi Egrang dan perkusi, pengobatan gratis dan pembagian sembako untuk masyarakat sekitar.

Puan Amal Hayati menggandeng Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) untuk memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada Masyarakat. Sementara atraksi egrang dan perkusi ditampilkan oleh komunitas Tanoker dari Jember Jawa Timur.

Shinta Nuriyah Ulang Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Shinta Nuriyah Ulang Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Shinta Nuriyah Ulang Tahun

Kepada masyarakat yang hadir, Shinta Nuriyah menyampaikan terima kasihnya dan meminta doakan agar keberkahan dan manfaat dapat dilimpahkan Allah khususnya kepada bangsa Indonesia. Shinta berharap perjalanan bangsa Indonesia ke depan dapat lebih baik dan lebih bermartabat.

Hari Santri 2019

"Saya berterima kasih kepada Allah SWT atas nikmat yang dikaruniakan, khususnya kepada saya pribadi. semoga Allah juga senantiasa memberkati kita semua dan seluruh bangsa Indonesia," tutur Shinta yang lahir pada tanggal 8 Maret 1948 di Jombang ini.

Hari Santri 2019

Sementara itu, koordinator Pelayanan Masyarakat LKNU dr. Makky menyatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh LKNU dalam rangka pengabdian masyarakat. Pengobatan gratis seperti ini juga sering dilakukan LKNU di berbagai tempat.

"LKNU sebagai bagian tak terpisahkan dari NU berusaha terus mengabdi untuk bangsa, khususnya warga NU. Kami berharap pengabdian kami, sesedikit apa pun dapat bermanfaat dan terus berlanjut demi tegaknya bangsa yang lebih baik," tutur Makky.

Acara yang digelar dari pagi hingga sore hari ini diikuti oleh saratusan warga sekitar Ciganjur dan kolega Shinta Nuriyah dari dalam dan luar negeri.

Penulis : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Lomba, Fragmen Hari Santri 2019

Rabu, 06 Desember 2017

Kiai Yusuf Chudlori: Manfaatkan Media sebagai Sarana Dakwah Aswaja

Magelang, Hari Santri 2019. Kemajuan teknologi dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi begitu cepat. Sekarang ini ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam. Banyak media yang bisa digunakan untuk mendukung kelangsungan kegiatan dakwah, seperti, internet, radio, televisi, lagu, dan media cetak. Oleh sebab itu, manfaatkan media sebagai sarana dakwah Aswaja. 

Kiai Yusuf Chudlori: Manfaatkan Media sebagai Sarana Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Yusuf Chudlori: Manfaatkan Media sebagai Sarana Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Yusuf Chudlori: Manfaatkan Media sebagai Sarana Dakwah Aswaja

Demikian disampaikan oleh KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dalam acara Forum Silaturrahim Nasional (FORSILATNAS) IV Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja di Pondok Pesantren Entrepreneur (partner) Asrama Pendidikan Islam (API) Tempuran Magelang, Jawa Tengah, Jumat-Sabtu (20-21/2).

Kemajuan yang begitu dahsyat itu, lanjut Gus Yusuf, menuntut para ulama, dai dan umat Islam umumnya untuk pandai-pandai memanfaatkan media sebagai sarana dakwah, dengan begitu pesan yang akan disampaikan akan sampai kepada umat (audiens) dan jangkauanya bisa lebih luas, bisa menyasar ke jutaan orang. 

Hari Santri 2019

"Selain itu juga tidak terpatok pada ruang dan waktu, berbeda hanya dengan dakwah yang dilakukan secara face to face (berhadapan langsung) atau dalam forum-forum pengajian, paling hanya segelintir orang saja yang menerima pesan dakwah," katanya.

Gus Yusuf juga menekankan pentingnya penguasaan Informasi Teknologi (IT) dan dinamisasi dunia maya bagi para santri dan warga nahdliyin lainnya guna menyiarkan Islam rahmatan lil alamin ala ahlussunnah wal jamaah.

Hari Santri 2019

"Saya prihatin sekarang ini banyak ulama belum sadar media, dari perkumpulan dan gerakan media yang muncul dari anak-anak muda NU ini, saya berharap kesadaran media tumbuh di kalangan ulama, supaya dakwah tidak monoton dan bisa dinamis mengikuti tuntutan zaman," tandasnya.

Ketua PPM Aswaja, Hari Usmayadi mengatakan, kita senantiasa mendorong santri untuk melek media, bisa memanfaatkan IT sebaik mungkin untuk kepentingan dakwah, selain itu mendorong jiwa entreprenuer di kalangan santri, terlebih di wilayah Magelang dan sekitarnya.

"Jiwa entrepreneur harus kita tanamkan di kalangan pesantren supaya santri punya bekal keterampilan sehingga ketika keluar dari pesantren sudah siap untuk terjun di masyarakat, sudah saatnya harus muncul pengusaha muslim yang hebat," katanya.

Sementara itu, sekretaris PPM Aswaja yang juga sebagai panitia Mukhlisin Ahlis melaporkan, pertemuan kali ini merupakan yang keempat, yang sebelumnya telah di gelar di Universitas sains Al Quran (UNSIQ) Wonosobo, Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh Rembang asuhan KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus, dan Pondok Pesantren Salafiyah Assyafiyyah Situbondo Jawa Timur. 

Acara dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Hari Santri 2019, Savic Ali dan peserta utusan dari beberapa kota antara lain Situbondo, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Kudus, Jepara, Pati, Jabodetabek, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). (Ahsan Fauzi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Kamis, 30 November 2017

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas

Jakarta, Hari Santri 2019. Sekitar 50.000 santri yang mengikuti apel akbar dan upacara memperingati Hari Santri Nasional 2016 berkomitmen untuk menjaga bangsa dan negara Indonesia. Untuk maksud ini, santri Indonesia berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sabtu (22/10) di Lapangan Monas Jakarta.

Ikrar dibacakan oleh perwakilan seluruh Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) sebagai rumah besar santri Indonesia dengan dipandu oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini.?

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas

Anggota LPOI antara lain: Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DAI Indonesia (Ikadi), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI), Himpunan Bina Mualaf.

Berikut isi ikrar kesetiaan NKRI dari santri Indonesia. Sebagai wujud dari semangat Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 kami santri Indonesia berikrar:

1. Setia mempertahankan Pancasila sebagai dasar bernegara dan berbangsa yang final di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hari Santri 2019

2. Setia menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menghormati keberagaman suku agama ras dan budaya. Menjunjung tinggi persatuan dalam kebhinekaan serta ikut menciptakan perdamaian dunia.

Hari Santri 2019

3. Menolak segala bentuk terorisme, radikalisme dan paham ekstrim lainnya. Dan senantiasa bersiap-siaga melawan segala bentuk ancaman yang berpotensi memecah belah bangsa.

Ikrar kesetiaan NKRI tersebut dipandang penting sebagai komitmen bersama mengingat radikalisme global terus berupaya memecah belah harmoniasi kehidupan bangsa.?

Sebab itu, santri Indonesia sebagai pewaris perjuangan para ulama mempunyai peran penting dalam mewujudkan kondisi masyarakat yang ramah, damai, toleran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Ubudiyah, Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 25 November 2017

Aliansi Warga Tangerang Deklarasi Dukung Perppu Ormas

Tangerang, Hari Santri 2019 - Dalam rangka menindaklanjuti komitmen perguruan bebas radikalisme, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang bersama sejumlah ormas di Tangerang menyatakan dukungan terhadap keberadaan PERPPU ormas No. 02 Tahun 2017.

Menurut H Muhammad Qustulani, seharusnya negara membentengi anak-anak muda sebagai generasi bangsa. Pemikiran ideologi yang bertolakbelakang dengan Pancasila menjadi penghalang terciptanya generasi emas.

Aliansi Warga Tangerang Deklarasi Dukung Perppu Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliansi Warga Tangerang Deklarasi Dukung Perppu Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliansi Warga Tangerang Deklarasi Dukung Perppu Ormas

Demikian disampaikan Wakil Ketua I Bid Akademik STISNU Nusantara Tangerang H Muhammad Qustulani saat memberikan orasi Deklarasi dan Dukungan Perppu Ormas di Aula Hasyim Asyari STISNU Nusantara Tangerang, Kamis (28/9) Pagi.

Hari Santri 2019

“Sikap anti terhadap demokrasi, Pancasila, dan UUD 1945 yang dibingkai dalam idealisme keagamaan menjadi pekerjaan khusus negara untuk menghentikannya, atau memutus mata rantai organisasi yang bertolak belakang dengan Pancasila, apapun latar belakangnya,” tegasnya.

Sebab itu, kegiatan Deklarasi dan Dukungan Terhadap Perppu Ormas bertujuan sebagai berikut.

Hari Santri 2019

1. Memutus matarantai pemahaman anti Pancasila dan UUD 1945, yang didungunhkan oleh sebagian ormas yang secara ideology dan tindakan termasuk radikal;

2. Memberikan penjelasan bahwa Pancasila dan UUD 1945 sejatinya sudah? sesuai dengan ajaran luhur semua agama termasuk Islam;

3. Menjelaskan bahwa pemerintahan saat ini adalah sah di mata hukum dan agama, serta tidak termasuk dalam bagian pemerintah yang anti terhadap Islam. Sebab, pemerintah (negara) menjamin kebebasan beragama dan melaksanakan kepercayaan serta syariat setiap pemeluk agama. Bahkan pemerintah sering hadir dan ikut andil atau bahkan menjadi bagian dalam kegiatan keagamaan di masyarakat. Maka keliru besar jika sebagian golongan mentasbihkan pemerintahan saat ini anti-Islam, atau anti-agama. Maka dari itu, pemahaman salah seperti itu harus dihilangkan untuk rasa persatuan dan kesatuan banga;

4. Mendukung keberadaan Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang ormas untuk diaplikasikan dan diterapkan sebab Perppu tersebut merupakan solusi memutus matarantai pemikiran dan ideologi yang dapat merusak kebersamaan dan kesatuan NKRI.

Atas dasar hal tersebut, kegiatan Deklarasi dan Dukung PERPPU ormas di STISNU Nusantara dilaksanakan demi kemaslahatan bangsa Indonesia di masa depan. Peserta deklarasi terdiri dari perwakilan pelajar, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, Dewan mahasiswa dan dosen se-Kota Tangerang. (Suhendra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Budaya, Lomba Hari Santri 2019

Sabtu, 11 November 2017

Ingin Makmur, Indonesia Jangan Lupakan 1717

Jember, Hari Santri 2019



Jika bangsa Indoneia ingin makmur dan sejahtera, maka pemerintah dan masyarakat tak boleh melalaikan yang satu ini, yaitu tujuh belas-tujuh belas (1717). Itulah kunci untuk membuka jalan tergapainya kehidupan yang makmur dan sejahtera bagi bangsa Indonesia.?

Hal tersebut disampaikan oleh KH Saiful saat memberikan taushiyah pada pengajian di Dusun Kebonlangsep, Desa/Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (25/8) malam.

Ingin Makmur, Indonesia Jangan Lupakan 1717 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Makmur, Indonesia Jangan Lupakan 1717 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Makmur, Indonesia Jangan Lupakan 1717

Menurutnya, yang dimaksud dengan tujuh belas-tujuh belas adalah, tujuh belas pertama merujuk pada kewajiban umat Islam untuk melaksanakan shalat sebanyak tujuh belas rakaat, yang terdiri dari shalat Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar dan Maghrib.?

"Itulah tujuh belas yang pertama yang wajib kita jaga," ucapnya.

Hari Santri 2019

Dikatakannya, bahwa jika seseorang melaksanakan shalat dengan sungguh-sungguh, maka akan berimpilkasi pada perilakunya. Sehingga perbuatan-perbuatan yang merusak, bisa dihindari, misalnya korupsi, mencuri dan sebagainya.?

"Kalau shalatnya bagus, pasti tak akan akan korupsi. Sebab, Allah sudah menjamin bahwa shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan korupsi itulah yang telah memelaratkan Indonesia," jelasnya.

Di sisi lain, shalat juga simbol keagamaan. Artinya, jika pembangunan Indonesia ingin sukses, maka unsur keagamaan harus menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri.?

"Jadi, kebijakan apa pun dari pemerintah, maka napas keagamaan tak boleh dilupakan," urainya.

Hari Santri 2019

Sedangkan tujuh belas yang kedua adalah mengacu kepada peringatan Kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Perayaan kemerdekaan, kata KH Saiful, selain untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, juga harus dijadikan momentum untuk meningkatkan semangat dan kemampuan bangsa di segala bidang.?

"Kita harus punya semangat yang lebih untuk mengisi kemerdekaan. Kita tinggal menikamti hasilnya, hasil perjuangan para ulama dan pejuang bangsa. Sekarang kita tinggal mengisinya," ungkapnya (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Warta, Meme Islam Hari Santri 2019

Kamis, 09 November 2017

500 Warga Ikuti Buka Bersama Sinta Nuriyah

Bandung, Hari Santri 2019 

Lebih dari 500 orang dari berbagai kelompok agama dan sosial mengikuti acara Dialog Kemanusiaan dan Buka Bersama Dra. Sinta Nuriyah Wahid, M. Hum. di halaman SD Santo Yusup Jln. Jawa Bandung, Selasa (16/7) sore. 

Dalam dialog bertema "Puasa: Sekolah untuk Kesabaran dan Kejujuran", Sinta mengatakan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan yang terdiri dari berbagai suku, agama, golongan, dan kelompok. 

500 Warga Ikuti Buka Bersama Sinta Nuriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Warga Ikuti Buka Bersama Sinta Nuriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Warga Ikuti Buka Bersama Sinta Nuriyah

Sebagai saudara sebangsa dan setanah air, kata istri KH Abdurrahman Wahid tersebut, segala perbedaan itu seharusnya tidak menjadi alasan bangsa Indonesia untuk saling menyakiti satu sama lain. Sebaliknya, sebagai saudara seharusnya bangsa Indonesia hidup rukun dan saling menghargai.

Hari Santri 2019

"Ramadhan merupakan momen tepat untuk menunjukkan toleransi kita terhadap umat beragama lain. Terbukti sekarang kita bisa berkumpul di sini, dengan perbedaan kita masing-masing, untuk mendukung saudara kita muslim yang sedang beribadah puasa," ungkapnya.

Pastor Yohanes Surono, OSC dari Tim Pastores Gereja Katedral – Bandung mengaku sangat bersyukur atas berlangsungnya acara ini. Ini merupakan acara kumpul "keluarga" dalam bentuk yang lebih luas. Tim pastoris pastor suwono berharap kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan antarumat beragama, sehingga tercipta kedamaian bagi semua di manapun mereka berada.

Hari Santri 2019

Sekretaris GP Ansor Kota Bandung yang menjadi salah seorang panitia, Ujang Miftahudin mengutarakan, kegiatan yang digelar secara rutin di berbagai daerah di Bandung ini dihadiri oleh perwakilan dari lintas agama, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu, serta penganut aliran kepercayaan. 

Lintas statuta sosial kelompok masyarakat yang datang juga sangat beragam, dari mulai anak jalanan, tukang parkir, pemulung, pejabat publik, akademisi, aktifis lintas agama, komunitas otomotif, hingga perwakilan kampung adat. 

“Acara ini diharapkan terciptanya toleransi, humanisasi, ini sebagai wujud pengamalan nilai-nilai ajaran Aswaja seperti tasammuh (toleransi), tawasuth (moderat), tawazun (seimbang) dan i’tidal (keadilan). Mari kita ciptakan Bandung yang damai, bandung yang plural,” pungkasnya. 

Redaktur: Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah, Daerah, Kajian Hari Santri 2019

Sabtu, 04 November 2017

Strategi Dakwah Sunan Ampel Dibahas Mahasiswa Thoriqoh

Surabaya, Hari Santri 2019. Sejumlah narasumber akan dihadirkan pada seminar nasional dengan tema metode dan strategi dakwah Sunan Ampel sebagai pondasi Islam Indonesia. Mereka adalah KH Ghofur Maimoen dari Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, KH Agus Sunyoto yang juga Ketua PP Lesbumi, serta Zainul Milal Bizawie selaku penulis buku Masterpiece Islam Nusantara.

Seminar ini diselenggarakan oleh PW Mahasiswa Thoriqoh al-Mutabaroh an-Nahdliyah atau Matan Jawa Timur yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah Masjid Sunan Ampel atau Staibada Masa Surabaya.

Strategi Dakwah Sunan Ampel Dibahas Mahasiswa Thoriqoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Strategi Dakwah Sunan Ampel Dibahas Mahasiswa Thoriqoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Strategi Dakwah Sunan Ampel Dibahas Mahasiswa Thoriqoh

Menurut Ahmad Farih Sulaiman, seminar bertujuan mendalami sekaligus belajar dari dakwah para pendahulu khususnya Sunan Ampel ketika menyebarkan Islam di Indonesia. "Bagaimana metode serta strategi dakwah yang dilakukan mereka sehingga islamisasi di negeri ini tanpa pertumpahan darah," kata Ketua PW Matan Jatim tersebut, Jumat (28/4).

Demikian pula, apa saja strategi yang dapat dilakukan oleh para dai dan penceramah saat ini agar materi kegamaan bisa diterima masyarakat secara baik. "Yang pasti, tidak menimbulkan pertentangan di akar rumput dan menimbulkan simpatik dari berbagai pihak," terangnya.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan berlangsung Ahad (30/4) pagi di Hotel Pesonna, Jalan Benteng kawasan Nyamplungan Surabaya. Calon peserta dapat konfirmasi ke saudara Miftah di 081330221999 atau Fuad (08563138986) untuk mendapatkan seminar kit, snack dan sertifikat. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Ahlussunnah, Warta, Daerah Hari Santri 2019

Minggu, 29 Oktober 2017

PBNU: Indonesia Kehilangan Tokoh Sentral Ulama Hadits

Jakarta, Hari Santri 2019

Almaghfurlah KH Ali Mustafa Ya’qub merupakan tokoh sentral keagamaan di bidang Ilmu Hadits. Umat muslim di Indonesia kehilangan sosok yang telah banyak mencetak para ilmuwan Hadits berkaliber internasional.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH M. Maksoem Mahfoedz saat diwawancarai Hari Santri 2019 di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis (28/4). 

PBNU: Indonesia Kehilangan Tokoh Sentral Ulama Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Indonesia Kehilangan Tokoh Sentral Ulama Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Indonesia Kehilangan Tokoh Sentral Ulama Hadits

Guru Besar UGM ini menjelaskan, Kiai Ali Mustafa Ya’qub tidak hanya berwacana untuk menegakkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga konsisten dalam menerapkannya. 

“Semasa menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, Beliau sangat menjaga atmosfir masjid agar tetap pada rel Aswaja sehingga Istiqlal menjelma bukan hanya besar secara bangunan tetapi juga menjadi rujukan masjid nasional bahkan internasional,” terang Prof Maksoem.

Hari Santri 2019

Suksesor almarhum KH Slamet Effendi Yusuf ini juga menerangkan bahwa Kiai Ali Mustofa adalah ulama yang tegas dan konsisten dengan ajaran Aswaja. Dia mengungkapkan, Kiai Ali Mustafa juga selalu mengingatkan rel yang baik dan benar dalam stiap rapat PBNU saat dirinya menjabat sebagai Rais Syuriyah PBNU di periode 2010-2015.

“Selama ini kami berterima kasih kepada beliau sudah menjadi pondasi ubudiyah Nahdliyah dan konsisten dengan internal keyakinan (internal faith) kita,” tandas Maksoem.

KH Ali Mustafa Ya’qub menghembuskan nafas terkahirnya pada Kamis (28/4) pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Jakarta.

Semasa hidup, ulama ahli hadits ini telah banyak menelurkan karya monumental, baik dalam bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia. Keahliannya dalam bidang ilmu hadits ini ia wujudkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darussunnah di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Ahlussunnah, Daerah, Kajian Hari Santri 2019

Minggu, 22 Oktober 2017

PBNU Minta Bangsa Indonesia Tak Ikuti Ideologi Transnasional

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta kepada bangsa Indonesia agar tak mengikuti gerakan keagamaan yang berideologi transnasional (antar-negara). Pasalnya, kebanyakan gerakan dari ideologi tersebut tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dan budaya setempat.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim menjelaskan, banyak di antara kelompok-kelompok Islam yang berideologi transnasional itu, di negara asalnya sendiri kerap terjadi konflik. Sehingga, jika bangsa Indonesia mengikutinya, maka akan ikut menjadi bagian dari masalah mereka, selain pula karena memang tidak sesuai dengan budaya setempat.

“Seperti Jaulah, Hizbut Tahrir, Al-Qaeda, Ikhwanul Muslimin, Mujahidin, dan lain-lain, mereka itu, menurut saya adalah gerakan politik dengan ideologi tertentu, bukan gerakan agama,” terang Hasyim saat menjadi pembicara utama pada Sosialisasi Peraturan Bersama Menag-Mendagri No 9 dan 8 Tahun 2006, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (15/5)

PBNU Minta Bangsa Indonesia Tak Ikuti Ideologi Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Bangsa Indonesia Tak Ikuti Ideologi Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Bangsa Indonesia Tak Ikuti Ideologi Transnasional

Presiden World Conference of Religions for Peace itu menambahkan, kelompok-kelompok politik yang ‘berbungkus’ agama itu lahir dari situasi politik, sistem pemerintahan dan sistem kenegaraan yang berbeda dengan Indonesia. Maka, jelas akan ada perbedaan jika diterapkan di Indonesia.

Pada acara yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah NU bekerja sama dengan Departemen Agama itu, ia juga mengatakan, kelompok Islam dengan ideologi transnasional itu umumnya menolak toleransi atau sikap saling menghormati. Hal itulah yang kemudian bisa memicu terjadinya konflik antar-umat beragama.

Hari Santri 2019

“Tolakan-tolakan toleransi itulah yang kemudian kerap menjadi masalah. Maka, muncullah pelecehan terhadap Islam seperti di Batu (Malang), penyisipan Injil di dalam Al-Quran di Jombang, beredar gambar-gambar Nabi Muhammad di Cirebon,” terang Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars.

Gerakan kelompok berideologi transnasional itu, tambah Hasyim, tidak hanya terjadi pada agama Islam saja, melainkan juga pada agama lain, termasuk Kristen. Ia menceritakan saat dirinya diundang pada forum World Council of Churches (Dewan Gereja se-Dunia - WCC), di Porto Alegre, Brazil, pada Februari 2006 silam.

Hari Santri 2019

Dalam pertemuan besar para pemuka agama Kristen sedunia itu, ditemui beberapa delegasi yang berusaha mendesakkan kepada forum untuk membuat keputusan agar Papua lepas dari negara Indonsia. “Nah, itu berarti sudah bukan lagi gerakan agama, tapi gerakan politik, sekalipun berbungkus agama,” tandasnya.

Fenomena tersebut, lanjut Hasyim, menunjukkan bahwa gerakan berideologi transnasional itu tidak hanya dimonopoli agama Islam saja, tapi juga agama lain. Oleh karena itu, tegasnya, bangsa Indonesia, apapun agamanya, harus meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan tersebut. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, Daerah Hari Santri 2019

Kamis, 19 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang

Gunung Sugih, Hari Santri 2019. Para kader NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU Lampung Tengah siap menyukseskan pelaksanaan Kongres dua organisasi pelajar NU ini yang akan berlangsung di Palembang, akhir November ini.

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang

Ketua IPNU Lampung Tengah, Dedi Kurniawan kepada kontributor Hari Santri 2019 di Gunung Sugih menyampaikan akan mengirimkan 40 peserta CBP dalam rangka Jambore Pelajar dan Santri Nusantara. CBP Lampung Tengah akan bergabung dengan peserta CBP se - Indonesia di Palembang. 

”Sedangkan ketika kongres nanti akan berangkat beberapa pengurus IPNU dan IPPNU Lampung Tengah ,” tambah alumni Jurusan Syari’ah STAIN Jurai Siwo Metro – Lampung ini, Ahad (25/11). 

Hari Santri 2019

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Akhmad Syarief Kurniawan 

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Makam, Daerah Hari Santri 2019

Minggu, 24 September 2017

PWNU dan LDII Sumut Jalin Kerjasama

Medan, Hari Santri 2019. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyambut baik tawaran kerjasama Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Sumut, di antaranya dalam bidang dakwah, sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

Hal itu ditegaskan Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus DPW LDII Sumut, di kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batanghari Medan, Jumat (21/12) sore lalu.

PWNU dan LDII Sumut Jalin Kerjasama (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan LDII Sumut Jalin Kerjasama (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan LDII Sumut Jalin Kerjasama

Kunjungan silaturahmi DPW LDII Sumut dipimpin Ir H Agus Purwanto (ketua), bersama Pembina H Mardi, Sekretaris Sofyan ST, Bendahara Hasoloan Simanjuntak, ST, Wakil Ketua Syamsul Nasution SE, dan Ketua Hubungan Antarlembaga H Abdullah Mubarak ST.

Hari Santri 2019

Sedangkan dari PWNU Sumut hadir Wakil Rais Syuriyah H Imron Hasibuan, Drs H Nasrun Jami’ Daulay MA, Katib Syuriyah Drs H Musaddad Lubis MA, Mustasyar Ir H Usman Lubis, Wakil Ketua Tanfdziyah Upar Pulungan SH, Drs H Adlin Damanik MAP, Wakil Sekretaris Drs H Khairuddin Hutasuhut dan Emir El-Zuhdi Batubara SH. ? ?

Ashari menyatakan, masalah pembinaan dan pemberdayaan ekonomi umat harus ditanggulangi bersama. Sebab, kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran. “Kemiskinan adalah probelma bersama. Mari kita bergandeng tangan untuk menggiring umat ke arah kesejahteraan agar mereka tidak terperangkap dalam kekufuran,” ujar Ashari.?

Hari Santri 2019

Sebelumnya, Ketua DPW LDII Sumut H Agus Purwanto mengatakan, kunjungan pihaknya ke PWNU Sumut dalam rangka melanjutkan Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah dilakukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII dan Pengurus Besar NU di Jakarta, di antaranya dalam bidang dakwah dan sosial.?

“Jadi kami merasa berdosa jika tidak bekerja sama dengan NU Sumut, meneruskan kerjasa kedua organisasi ini di pusat. Ini amanah yang harus kami laksanakan di Sumut,” kata Agus.

Dalam silaturahmi ini, Agus menyatakan NU adalah saudara tua LDII. Karenanya, mereka datang untuk bersilturahmi dengan memperkenalkan pengurus, sekaligus membicarakan kerjasama dalam bidang dakwah dan sosial. ?

“Kita harapkan kunjungan ini bukan yang pertama, tapi jadi jadi tonggak bersejarah untuk bekerjasama melakukan program-program berikutnya. Kami berharap, NU-LDII bisa bersinergi, agar Islam di Sumut ke depan makin besar,” harapnya.

Katib Syuriyah PWNU Sumut H Musaddad Lubis dalam kesempatan itu mengajak LDII untuk melaksanakan paradigma baru berorganisasi, yakni organisasi yang tidak ekslusif, dengan membuka diri pada dunia luar. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hamdani Nasution

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah Hari Santri 2019

Selasa, 29 Agustus 2017

Gus Aiz: Awali Kegiatan PN dengan Shalawat Nariyah

Jombang, Hari Santri 2019. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat NU atau  Pagar Nusa (PN) Aizzuddin Abdurrahman meminta setiap kegiatan organisasi diawali dengan pembacaan Shalawat Nariyah.

Hal ini disampaikan cucu pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari saat Halal Bi Halal dalam rangka konsolidasi dengan Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Jombang, Sabtu (25/8).

Bacaan sholawat Nariyah dikatakan Gus Aiz, panggilan akrab Aizzudin ini, diharapkan menjadi ciri khas setiap kegiatan badan otonom NU yang mebidangi Kanuragan ini. 

Gus Aiz: Awali Kegiatan PN dengan Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Aiz: Awali Kegiatan PN dengan Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Aiz: Awali Kegiatan PN dengan Shalawat Nariyah

"Ini pesan dari salah satu kyai yang juga sesepuh Pagar Nusa. Beliau meminta amalan ini (Shalawat Nariyah ) menjadi rutinitas kita memulai kegiatan organisasi,"ujarnya menceritakan.

Hari Santri 2019

Pagar Nusa, lanjut Gus Aiz menambahkan, paska kongres Lamongan beberpa waktu lalu memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah penataan tertib administrasi untuk membangun organisasi dan juga pembinaan atlet. 

Hari Santri 2019

"Disamping tertib administrasi kita harus terus melakukan pembinaan atlet. Dan ini butuh energi ganda baik moril maupun materiil,"ujar Ketua Umum Pagar Nusa periode 2012-2017 ini.

Tidak hanya dua PR di atas yang harus diselesaikan, namun  lanjut pria berkumis tipis ini, Pagar Nusa juga harus memikirkan pengembangan ekonomi organisasi melalui kepemilikan badan usaha. 

"Banyak dari anggota yang memiliki usaha salah satunya untuk kelengkapan atau kebutuhan silat dan pencak, dan kedepan kita harapkan kebutuhan ini bisa kita penuhi sendiri. Bahkan kalau bisa kita patenkan produk–produk yang dihasilkan temen temen pengurus PN sendiri," imbuhnya seraya mengatakan salah satu produksi yang telah dimiliki pengurus di Sidoarjo adalah pembuatan Matras untuk kelengkapan siat dan body protektor.

Kepengurusan Pagar Nusa di Kota santri Jombang sendiri kini telah memiliki sebanyak 17 Pimpinan Anak cabang dengan puluhan rayon di sekolah dan pondok pesantren. Bahkan atlet PN Jombang beberpa kali menjuarai lomba tingkat Nasional.

”Dua atlet kita kemarin merebut Juara satu dan dua saat lomba di Bangil Pasuruan,”ujar Abd Rokhim sekretaris PN Jombang. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Internasional, Daerah, PonPes Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock