Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan

Klaten, Hari Santri 2019 - Mentari pagi tampak masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya. Meski demikian, suasana di area bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) di jalanan seputar alun-alun daerah Klaten, Ahad (24/1) pagi, sudah terlihat ramai.

Lalu lalang para pengendara sepeda dan pejalan kaki membuat suasana pagi itu terasa begitu bergairah. Begitu juga dengan para pedagang kaki lima yang menawarkan aneka makanan dan minuman.

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan

Dari sebagian kerumunan warga tersebut, terdapat para bocah berpakaian hitam. Dengan berjalan kaki menyusuri jalanan area bebas kendaraan, sesekali mereka menampilkan berbagai jurus pencak silat dan atraksi yang menarik para pengunjung lainnya.

Hari Santri 2019

Rupannya puluhan bocah itu adalah para pendekar cilik Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama SDIT Ma’arif Babad, Trucuk, Klaten. Anak-anak ini memeragakan jurus-jurus yang membuat mereka tampak lucu dan menggemaskan di mata pengguna jalan.

Menurut keterangan koordinator lapangan Rifai, penampilan para siswa SDIT Ma’arif Babad Trucuk ini atas permintaan dari pihak UPTD Klaten.

“Dari anak-anak kali ini menampilkan berbagai atraksi pencak silat Pagar Nusa seperti koreografi flashmob, seni ganda, dan beregu,” kata Rifai.

Hari Santri 2019

Ditambahkan salah satu pelatih Pagar Nusa Klaten Ibnu Fajar, untuk penampilan di CFD ini, para siswa hanya berlatih selama 3 hari karena terbentur padatnya KBM.

“Meski demikian, alhamdulillah penampilan siswa-siswi ini terbilang sukses dan meriah, terlihat dari banyaknya ratusan masyarakat yang mengerumuni dan memberikan apresiasi kepada kami,” papar Ibnu Fajar. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Hikmah, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Minggu, 11 Februari 2018

PMII Desak Pemkab Bandung Optimalkan Bank Sampah

Bandung, Hari Santri 2019. Pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hanya sebatas wacana. Tindak lanjut dari Pemda belum tampak hasilnya. Demikian disampaikan Setiawan Maulani, Ketua 1 Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) Kabupaten Bandung.

Aktivis yang akrab disapa Setiawan ini mengatakan, seharusnya ada sinkronisasi antara bank sampah dan penertiban sampah di Kabupaten Bandung. “Saya pribadi merasa malu, serasa Kabupaten Bandung ini sebagai tempat pembuangan sampah,” ungkapnya saatnya ditemui Hari Santri 2019 di kantor PWNU Jabar, Sabtu malam (27/9).

PMII Desak Pemkab Bandung Optimalkan Bank Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Desak Pemkab Bandung Optimalkan Bank Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Desak Pemkab Bandung Optimalkan Bank Sampah

Menurutnya, perlu ada inisiatif dari Bupati Bandung untuk lebih menertibkan pasar-pasar yang ada di daerahnya. Ia mencontohkan beberapa pasar, misalnya, di Bandung Timur ada pasar Rancaekek, Cileunyi, Cicalengka; belum lagi di Bandung Selatan, misalnya Banjaran, Soreang, dan lain-lain.

Hari Santri 2019

“Apakah (persoalan sampah) memang harus diserahkan ke pasarnya masing-masing? Ya jelas, tapi nihil jika tanpa adanya instruksi dari Bupati,” ujar Setiawan.

Hari Santri 2019

Menurut info yang dihimpun oleh Hari Santri 2019, ada wacana bahwa pasar-pasar tradisional di Bandung akan dijadikan pasar dengan konsep modern atau istilah lainnya pasar sehat. Tetapi Setiawan mengamati yang terjadi di pasar Cileunyi misalnya, awal-awalnya memang baik, setiap hari sampah di pasar tersebut diangkut, namun sekarang seminggu sekali baru diangkut.

Optimalkan Bank Sampah

Untuk mengatasi permasalah sampah, menurutnya langkah awal Pemda seharusnya menertibkan bank sampah dari setiap kecamatan. Sebab ketika bank sampah sudah tertib, otomatis pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik.

Pihaknya meyakini bahwa Pemda sebenarnya tidak ada kendala jika membeli peralatan untuk mengelola sampah, misalnya memberikan bak penampungan sampah di setiap RW hingga menambahkan beberapa unit truk pengangkut sampah di setiap kecamatan.

“Terlepas dari tanggung jawab Pemerintah, semua masyarakat juga harus bertanggung jawab untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan,” tegasnya.

Sebagai pergerakan yang mempunyai tanggung jawab sosial, Setiawan menerangkan bahwa dalam PMII itu terdapat Lembaga Pengembangan Advokasi Masyarakat (LPAM) yang bertugas untuk mendidik dan bekerja sama dengan  masyarakat, baik itu masalah agama, pendidikan, sosial, budaya, politik dan sebagainya.

Ia mengungkapkan, PC PMII Kabupaten Bandung telah berkontribusi terhadap masyarakat, misalnya baru-baru ini mengadakan sosialisasi Pemilu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, lalu mengadakan Desa Binaan di dua desa di Kecamatan Cileunyi.

“Kita bersama untuk mencerdasakan masyarakat, ketika masyarakat sudah cerdas kita akan untuk membimbing dan bekerja sama dalam masalah apapun,” lanjut mahasiswa jurusan PAI UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Selain itu, Setiawan menganggap kepemimpinan Bupati Kabupaten Bandung Dadang Naser agak tertutup, sehingga sulit untuk mengadakan pertemuan khusus dengannya.

“Organisasi PMII itu sebagai jembatan antara pihak masyarakat dan dan birokrasi. Harapan kami, PMII bisa mengadakan audiensi dan mediasi kepada Bupati untuk bisa menyelesaikan masalah bersama, khususnya terkait kenyamanan bagi warga kabupaten bandung. Jadi,” pungkasnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Minggu, 04 Februari 2018

Pesantren Putri Seblak Hidupkan Tradisi Tulis Santri

Jombang, Hari Santri 2019. Pesantren melahirkan penulis-penulis handal semisal KH Ma’sum Ali pendiri Pesantren Seblak Jombang. Kiai tersebut menulis kitab Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah, sebuah kitab ilmu sharaf yang amat masyhur di Nusantara, bahkan di luar negeri.

Pesantren Putri Seblak Hidupkan Tradisi Tulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Putri Seblak Hidupkan Tradisi Tulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Putri Seblak Hidupkan Tradisi Tulis Santri

Untuk meneladani kepenulisan kiai-kiai pesantren, Pesantren Salafiyah Safi’iyyah Putri Seblak berkerja sama dengan Tebuireng Media Group mengadakan pelatihan menulis bagi para santri pada kamis (18/09).

“Ini adalah bentuk kesadaran untuk menghidupkan tradisi menulis di pesantren. Santri harus bisa menulis”, ungkap Ida Farida selaku penggagas pelatihan tersebut.

Hari Santri 2019

Nanti, kata mahasiswi Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng semester V tersebut, kalau sudah matang, kita juga ingin buat buletin atau bahkan majalah.

Salah satu pengajar di pelatihan tersebut, Ahmad Faozan, mengatakan, pelatihan diadakan setiap Kamis malam pukul 20.00-21.30 WIB dan diikuti oleh 80 santriwati yang terbagi dalam dua kelas. “Sementara untuk awal kita buat kelas besar, nanti kalau sudah ada tenaga pengajar yang cukup, akan kita bagi dalam kelompok-kelompok belajar kecil,” katanya.

Hari Santri 2019

Program ini juga adalah bagian dari gerakan santri menulis yang dilaksanakan oleh Tebuireng Media Group sebagai kelanjutan dari sekolah menulis untuk tingkatan SMA dan Mahasiswa yang telah diadakan tahun ini. “Setelah Seblak kita akan membidik Pondok Pesantren Walisongo dan beberapa pondok pesantren sekitar Tebuireng lainnya,” tambah pimpinan Redaksi Majalah Tebuireng? yang juga Pengelola Sanggar, Komunitas Penulis Muda Tebuireng.

“Saya bersyukur ada program ini, saya jadi punya temen untuk belajar tulis menulis,” ungkap Widya, salah satu peserta. (Abror/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Nusantara Hari Santri 2019

Sabtu, 03 Februari 2018

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

Jombang, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat sebagai cabang pemekaran baru sangat membutuhkan perhatian PBNU agar NU dapat berkembangan dengan baik. Tabrauw merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong.?

Katib PCNU Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat, ? Adam Yablow (42), kepada Hari Santri 2019, Senin (3/8/2015) di teras masjid ? Agung Baitul Mukminin mengatakan, PCNU Kabupaten Tabrauw kurang lebih berumur satu tahun. Sebelumnya bergabung dengan PCNU Sorong. Kabupaten Tabrauw ini dibentuk berdasarkan UU RI Tahun 2008 Nomor 56 ? dan diresmikan Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.?

"Tabrauw sendiri dari Sorong dapat ditempuh lewat laut selama 6-7 jam perjalanan dan 4 jam lewat darat. Sedangkan dari Sorong ke Surabaya lewat udara mencapai 3 jam perjalanan. Meski cukup berat tantangannya, kami tidak pernah berhenti mengembangkan Nadhlatul Ulama di tanah Papua ini. Sekalipun hingga kini belum memiliki apa-apa, baik kantor organisasi, sekolah maupun aset lainnya, tapi tetap optimis NU dapat berkembangan Tabrauw ini," kata Adam.? Adam Yeblow sendiri adalah muallaf yang masuk Islam di usia 30 tahun. Lahir di Tabrauw empat puluh dua tahun lalu, kini dikarunia dua putri. Satu masih belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan satu lagi di MTs yang berada di Kabupaten Sorong.?

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

Adam menceritakan, saat kembali memeluk Islam, sempat empat kali dipukuli badannya, diputar kepala ke bawah dan kaki ke atas. Mereka disiksa oleh aparat yang berbeda keyakinan. Selama satu bulan lamanya Adam wajib melaporkan ke kantor aparat keamanan untuk dimintai keterangan, kenapa masuk Islam.?

"Tahun 1993 saya sudah ada niat kembali menyakini Islam. Namun ? masih kuat ancaman dari pihak yang tidak senang saya kembali Islam. Selama hampir 20 tahun saya menjaga jarak dalam kegiatan keagamaan yang sebelumnya saya anut dan juga tidak terlihat aktif pada kegiatan keagamaan Islam. Tapi tahun 2002 sudah bertekad masuk Islam," kata Adam yang tahun 2010 diangkat menjadi PNS di Kabupaten Tabrauw di Satpol PP.

Hari Santri 2019

Adam sendiri menyelesaikan pendidikan di SMA ? Anu Beta Tuba (Mari Kita Membangun Bersama) tahun 1991. Ayahnya sudah wafat sejak kecil, sedangkan ibunya wafat ketika Adam berusia 20 tahun.

Menurut Adam, kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw selama ini berjalan baik dan saling menghormati. Dengan jumlah penduduk sekitar 12,5 ribu jiwa, populasi umat Islam sebesar 40 persen. Sisanya, 60 persen terdiri Katolik, Prostestan, Adven dan Pantekosta.?

"Bukti toleransi kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw, ketika pawai lebaran misalnya, yang ikut pawai bukan hanya umat Islam saja, tapi saudara-saudara kita non-muslim pun turut serta," kata Adam.?

Hari Santri 2019

Bagi masyarakat Papua sendiri, beda keyakinan (agama) tersebut tidak menjadi masalah. Seperti peristiwa yang terjadi di Tolikara, saya yakin karena adanya pihak dari luar Tolikara yang memicunya. Masyarakat Tolikara sendiri tidak mungkin melakukan itu, tambah Adam. ? (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Olahraga Hari Santri 2019

Selasa, 16 Januari 2018

Ini Tanda-tanda Waliyullah Menurut Ibnu Athaillah

Setiap rasul mengandung sifat kerasulan, kenabian, dan kewalian. Hanya saja setelah Nabi Muhammad SAW, sifat kenabian dan kerasulan tertutup. Pintu terbuka hingga kini ada kewalian. Sifat kewalian ini yang masih melekat pada beberapa orang di tengah-tengah kita.

Kalau para nabi dan rasul bersifat makshum (terjaga dari maksiat), maka para wali Allah bersifat mahfuzh (selalu dalam bimbingan Allah baik dalam taat maupun dalam khilaf).

Ini Tanda-tanda Waliyullah Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tanda-tanda Waliyullah Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tanda-tanda Waliyullah Menurut Ibnu Athaillah

Syekh Ibnu Athaillah mengatakan bahwa Allah menyatakan sebagian wali-Nya dan menyembunyikan sebagian lain di tengah masyarakat. Tetapi semua wali-Nya menjadi tanda bagi masyarakat atas kehadiran-Nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2019

Artinya, “Mahasuci Allah yang tidak menjadikan tanda bagi para wali-Nya selain tanda yang menunjukkan ada-Nya. Mahasuci Allah yang tidak ‘mempertemukan’ kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya.”

Hari Santri 2019

Lalu bagaimana kita dapat mengerti kehadiran wali Allah? Ini yang sulit. Pasalnya, para wali juga manusia biasa seperti hamba Allah lainnya. Hal ini tercantum pada keterangan Syekh Ibnu Abbad berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Aku (Syekh Ibnu Athaillah) mendengarnya (maksudnya adalah gurunya), Syekh Abul Abbas Al-Mursi berkata, ‘Mengenal wali lebih sulit dari mengenal Allah. Allah dapat dikenali dengan kesempurnaan dan keindahan-Nya. tetapi kapan kau bisa mengenali tanda wali, makhluk sepertimu. Ia makan sebagaimana kamu makan, ia minum sebagaimana kamu minum.’ Ibnu Athaillah berkata di Latha’iful Minan, ‘Kalau Allah menghendakimu kenal dengan salah satu walinya, Allah melipat unsur manusiawinya di matamu dan Allah memperlihatkanmu keistimewaannya,’” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 2).

Meskipun demikian, secara umum para wali dapat teridentifikasi. Minimal mereka mengandung tiga sifat berikut ini sebagaimana keterangan Syekh Zarruq.

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tetapi waliyullah itu dapat dikenali dengan tiga tanda: mengutamakan Allah, (hatinya) berpaling dari makhluk-Nya, dan berpegang pada syariat Nabi Muhammad SAW dengan benar,” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 133).

Meskipun Syekh Zarruq menyebutkan demikian, kita tetap sulit menunjuk hidung siapa wali Allah di tengah kita. Mereka beribadah sebagaimana kita. Mereka juga kadang berbuat khilaf seperti kita. Mereka berpakaian seperti kita. Mereka juga entah apa profesi kesehariannya. Hanya bedanya, mereka terjaga dari penyakit batin dan mereka menjaga adab kepada Allah saat berbuat taat maupun saat berbuat maksiat karena kuasa-Nya atas bimbingan-Nya.

Mereka sama sekali tak terduga. Karena sulitnya menentukan mereka, kita hanya bisa berlaku husnuzzhan (berbaik sangka) kepada setiap orang. Semoga dengan menghormati para kekasih Tuhan itu, kita dapat kelimpahan rahmat-Nya. Amiiin, ya Rabbal alamin. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Kamis, 11 Januari 2018

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP

Jombang, Hari Santri 2019. Romahurmuzy, putra pendiri IPNU, KH Tholhah Mansyur  siap menggantikan, Surya Darma Ali (SDA), Ketua DPP PPP pada Muktamar yang rencananya bakal digelar bulan Oktober 2014 mendatang. Cicit pendiri NU, KH Wahab Chasbullah ini sekarang  adalah Sekretaris Jendral Partai berlambang Kabah.

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Cicit Pendiri NU Siap Gantikan SDA Pimpin PPP

Rommy, demikian ia disapa, mengatakan pihaknya siap dicalonkan jika peserta Muktamar menghendaki dirinya untuk memimpin PPP ke depan.  "Kita mengalir saja, kita serahkan ke Muktamirin, jika mereka menghendaki, ya amanah harus diterima," ujarnya ditemui usai mengahadiri haul ke-43 KH Wahab Hasbullah, Sabtu (6/9) kemarin.

Darah politik cucu mantan Menteri Agama RI, KH Wahib Wahab, ini mengalir sejak kecil, sehingga saat bergabung dengan PPP dan lolos menjadi anggota DPR RI, Rommy di percaya menjadi sekretaris Fraksi PPP dan juga Ketua Komisi IV.

Hari Santri 2019

Menurut Romy, dunia politik adalah dunia permainan, namun jika sudah terjun dalam politik maka harus serius dan tidak boleh main main. "Kalau ikut bermain (politik) maka harus serius, seperti telah dicontohkan KH Wahab Chasbullah. Beliau adalah guru politik dan seorang negarawan," ujarnya saat memberikan sambutan mewakili keluarga.

Hari Santri 2019

Dukungan Rommy untuk maju sebagai ketua PPP ini dilontarkan salah satu ketua PBNU, Syaifullah Yusuf, yang ikut hadir dalam peringatan Haul KH Wahab Chasbullah. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan bahwa Rommy sangat pantas menggantikan SDA untuk memimpin PPP.

"Kemarin Muktamar PKB kembali dipegang Muhaimin Iskandar, jika PPP dalam Muktamar nanti dijabat Gus Rommy sudah pas. Kalau ada persoalan tinggal memanggil keduanya dan bisa diselesaikan di makam Mbah Wahab," ujar mantan Ketua Umum PP GP Ansor yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini menuturkan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Senin, 08 Januari 2018

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Bandar Lampung, Hari Santri 2019. LembagaTalif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU NU) menggelar pelatihan jurnalistik kepada PMII Universitas Lampung (Unila) di gedung PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Telukbetung Utara (TbU), Sabtu (7/10).

Selain kader PMII Unila, kegiatan itu juga dihadiri oleh kader PMII Darmajaya, PMII Universitas Bandar Lampung, dan lainnya. Pelatihan yang bertajuk Mahad Shohafiyah, Jurnalisme untuk Syiar Islam, diikuti oleh 25 peserta.

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Jurnalis senior Fadilasari mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar untuk menciptakan kader-kader PMII yang pandai mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang PWNU Lampung untuk menciptakan kader-kader dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bisa menulis, baik menulis berita, rilis, opini, bahkan menulis buku," kata Fadilasari yang kerap disapa Ila ini dalam sambutannya.

"Kita berharap semua kader lembaga dan badan otonom bisa menulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan kebetulan hari ini menjadi kesempatan dari PMII," tambah mantan jurnalis Metro TV ini.

Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing berharap kader PMII dapat menimba ilmu sebaik-baiknya dalam pelatihan ini.

Hari Santri 2019

"Siapa tahu nanti berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Karena jadi wartawan itu enak, bisa banyak ilmu dan banyak kawan. Saya karena (dulunya) jadi wartawan, bisa jadi wakil bupati dan sekarang menjadi anggota DPRD," kata pria yang karib disapa Nover ini saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, bercerita tentang bagaimana kekuatan seorang jurnalis - dengan tulisannya – dapat membuat sebuah perubahan  di dunia.

"Dulu wartawan sangat sedikit dan terbelenggu dengan larangan-larangan. Tapi sekarang, wartawan sangat banyak dan bebas menuangkan isi pikirannya," kata Bang Ary – panggilan akrabnya.

Hari Santri 2019

Sayangnya, kata Bang Ary, saat ini tidak semua wartawan  berdiri dalam pondasi yang benar. Bahkan, tak sedikit yang mengorbankan idealismenya dengan materi duniawi. (Safwanto/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Sholawat, Pertandingan Hari Santri 2019

Jumat, 22 Desember 2017

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara

Jakarta, Hari Santri 2019

Suasana hening ketika tiga pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa memasuki area panggung International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (9/5). Semua sorot mata tertuju ke depan.

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara

Di tengah kesunyian itu ketiganya memperagakan jurus-jurus, hingga tiga rekannya yang lain menyusul dengan membawa tiga butir kelapa hijau berikut nampan dan mejanya. Seorang dari mereka kemudian tampak seperti mengisikan kekuatan pada kelapa, lalu mendekati meja. Dan tiba-tiba... “Wushshsh...”

Meja kosong bekas tempat tiga butir kelapa itu melayang-layang seolah ada yang menggotongnya. Seorang pendekar yang bertugas memegangnya pun berlari terseret mengikuti ayunan meja bertaplak hitam itu. Sontak, ruangan ramai dengan gemuruh tepuk tangan hadirin dari kalangan ulama dalam negeri dan mancanegara.

Hari Santri 2019

Tamu undangan luar negeri dalam forum internasional yang diinisiasi PBNU ini antara lain datang dari? Sudan, Libia, Aljazair, India, Rusia, Maroko, Thailand, Inggris, Senegal, Lithuania, Spanyol, Yunani, Korea Selatan, Yordan, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Saudi Arabia, dan lain-lain.

Hari Santri 2019

Tak berhenti di situ, tiga pendekar menampilkan atraksi ekstremnya. Masing-masing menguliti kelapa hanya dengan gigi. Di sela pemandangan tak wajar itu, seorang dari keenam pesilat tersebut maju ke depan dengan membawa borgol.

Apakah borgol itu asli?

Borgol disodorkan kepada hadirin. Beberapa ulama luar negeri memeriksa keasliannya dan memastikan bahwa tiada rekayasa, sebelum akhirnya dua belenggu besi itu mengunci dua pergelangan tangan pendekar Pagar Nusa. Dengan berdiri setengah posisi kuda-kuda, sang pendekar berkomat-kamit sembari mempraktikkan beberapa jurus tangan. Sejenak kemudian ia berteriak, “Allaaaaahu akbar...”

“Prakkkk...” Borgol rangkap dua pun pecah berkeping-keping begitu kedua tangan direnggangkan. Gedung yang berada di kompleks Gelora Bung Karno itu kembali riuh dengan aplaus ratusan peserta Isomil. Beberapa orang terlihat mengabadikannya dengan foto dan video.

Suasana atraksi berakhir dengan kejutan saat ketiga pendekar yang dari awal unjuk kesaktian gigi memecah batok kelapa masing-masing. Di dalam tempurung kelapa ternyata terdapat bendera Indonesia, bendera Nahdlatul Ulama, dan bendera berlogo Isomil.

Entah bagaimana proses masuknya ketiga kain itu, yang jelas suara riuh tepuk tangan terdengar semakin keras. Semua tampak bahagia menyaksikan ketiga bendera tersebut dibentangkan. “Ini pemandangan yang keren,” ujar salah seorang peserta. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Kamis, 21 Desember 2017

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari

Brebes, Hari Santri 2019

Ranting IPNU-IPPNU Desa Kubangsari Kecamatan Ketanggungan Brebes, bekerja sama dengan GP Ansor menggelar bakti sosial, berupa santunan anak yatim piatu. Kegiatan berlangsung Ahad (16/10) di Mushola Babbusalam.

Pembina PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang pendidikan sosial secara dini. Kader-kader muda NU ditingkatakan terbawa, bisa menjadi pelopor kepedulian kepada kaum yang kurang beruntung. Setidaknya, lewat santunan ini bisa menjadi wahana syiar dan gerakan positif tentang anak-anak muda NU. “Karena menebar simpati, maka IPNU-IPPNU pun akan dicintai oleh generasi muda,” terangnya.

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari

Sekretaris PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Akbar Wibawa mengapresiasi PR IPNU IPPNU Kubangsari. Diharapkan kegiatan seperti ini bisa menular ke Ranting yang lain. “Semoga saja, Ranting-Ranting IPNU IPPNU di Kecamatan Ketanggungan bisa meniru kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Hari Santri 2019

Ketua Ranting IPNU Kubangsari Fahrurrozi menjelaskan, dana santunan didapat dari uang khas IPNU IPPNU, para donatur yang tidak mengikat sejumlah Rp 3 juta. Sebanyak 28 anak yatim piatu yang terdata, selain mendapatkan uang juga sembako.

Hari Santri 2019

Fahrurrozi mengagendakan bakti sosial ini akan menjadi kegiatan tahunan dengan dana yang lebih besar lagi, sehingga banyak pula anak yang yatim yang dilibatkan.

Kegiatan yang bertemakan "Jadilah Generasi Muda yang Bermanfaat Untuk Umat, Berguna Untuk Bangsa, Berbhakti Untuk Negeri" diisi cerama Rois Syuriyah Ranting Kubangsari KH Abdul Wahid.

Kiai Wahid mengajak agar anak-anak muda era kini belajar berbuat yang terbaik sesamanya, bisa bermanfaat. Sebab, manusia yang paling baik adalah khoirunas anfa uhum linnas manusia yang berguna untuk sesamanya. Termasuk di dalamnya menyantuni anak yatim.

“Barangsiapa di bulan Muharam bersedekah untuk anak yatin dan mengusap kepalanya, kelak diakherat dari sehelai rambut anak yatim tersebut terhitung pahala yang bisa menghindari dari siksa neraka,” ujar Kiai Wahid yang juga pengasuh Majlis Talim Miftahul Huda. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Sholawat Hari Santri 2019

Selasa, 19 Desember 2017

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan

Pringsewu, Hari Santri 2019

Fenomena munculnya beberapa orang yang tidak dikenal masyarakat dan secara tiba-memasang banner atau spanduk untuk berkompetisi dalam Pilkada mendapat perhatian dari kiai asal Pringsewu, Lampung, yang juga Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin.

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan

Fenomena ini juga terlihat di Kabupaten Pringsewu, Lampung yang pada 2017 akan menggelar pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk 5 tahun ke depan. Berdasarkan pengamatan di jalan raya di Kabupaten Pringsewu, sudah banyak para "kontestan" yang memasang banner bergambar wajah mereka.

Menurut Gus Ishom, sapaan akrabnya, setiap orang sebenarnya memerlukan kekuasaan, oleh karena itu kekuasaan selalu dicarinya, bahkan diperebutkan. Kompetisi dalam rangka perebutan kekuasaan di negeri ini terlihat jelas dari sebaran banner kampanye dari setiap bakal calon kepala daerah jauh-jauh hari sebelum pesta demokrasi itu sendiri dilangsungkan.

Hari Santri 2019

"Banyaknya orang yang menginginkan atau berebut jabatan itu tentulah karena kedahagaannya akan kekuasaan. Hanya dengan kekuasaan seseorang dapat melakukan perubahan dan bahkan mewujudkan cita-cita mulianya atau obsesi tersembunyinya," jelasnya, Rabu (30/3).

Dilihat dari sisi positif, katanya, semakin banyak mereka yang berkompetisi dalam perebutan kekuasaan, dapat berarti bahwa kita tidak akan pernah kehabisan kader-kader yang "mampu" memimpin dan membawa rakyat ke arah perubahan yang lebih baik.

Hari Santri 2019

Namun, tambahnya, dilihat dari sisi lainnya bisa berarti semakin banyak orang yang "sakit jiwa" karena terobsesi dan tertipu oleh perasaannya sendiri yang terjangkiti penyakit panjang angan-angan, yakni berkompetisi tanpa perhitungan yang matang alias bermodal banner dan nekad saja.

"Kekuasaan yang banyak diperebutkan itu merupakan sesuatu yang abstrak, tidak kasat mata, karena itu hanya dampaknya saja yang bisa dirasakan, misalnya berpengaruh positif atau tidak, apakah menyejahterakan atau tidak," terangnya.

Oleh karena itu, sarannya, setiap kompetisi perebutan kekuasaan itu idealnya hanya diikuti oleh orang-orang yang telah benar benar melakukan persiapan, punya kapasitas, kapabilitas dan sudah terbukti berpengaruh terhadap orang lain dalam hal yang tujuannya diinginkan atau tidak.

Selain itu, jelas wawasan dan etika politik sangatlah diperlukan. Bahkan bukan hanya itu saja, kompetisi tersebut sangat mungkin menguras modal finansial yang tidak sedikit dan modal sosial berupa jaringan yang kokoh demi merawat, meraih dan menjaga keutuhan suara dari para pendukungnya.

"Terjun ke dunia politik untuk tujuan meraih kekuasaan tanpa persiapan yang memadai alias bermodal nekat dengan hanya bermodal banner misalnya, hanyalah dilakukan oleh politisi gadungan, bukan politisi sungguhan. Perlu tekad yang kuat, perencanaan yang matang dan kalkulasi dukungan rill, bukannya klaim potensi dukungan, jika ingin menang dalam setiap kompetisi dan pertarungan meraih kekuasaan," ingatnya.

Menurutnya, meraih suara terbanyak adalah pekerjaan berat yang mustahil dikerjakan sendiri, tetapi untuk itu perlu jaringan berbasis massa yang solid dan kuat, memanfaatkan jaringan media massa dan meningkatkan intensitas komunikasi yang efektif dengan setiap orang yang nyata-nyata berpengaruh untuk konsolidasi dan menggalang dukungan.

"Terjun berkompetisi ke dunia politik tanpa persiapan untuk meraih kekuasaan hanyalah menimbulkan kegaduhan dan berujung pada penyesalan. Bukankah jika tidak kuat melawan, sebaiknya bergabung saja?," ajaknya kepada para politikus untuk instropeksi diri. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Quote, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Tingkatkan Kualitas SDM NU, Muktamar Rumuskan 3 Bidang Prioritas

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merancang program dengan memprioritaskan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Terbukti di dalam Sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang, Selasa (4/8) lalu, PBNU membentuk 3 badan khusus yang bergerak di bidang-bidang tersebut.

Tingkatkan Kualitas SDM NU, Muktamar Rumuskan 3 Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas SDM NU, Muktamar Rumuskan 3 Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas SDM NU, Muktamar Rumuskan 3 Bidang Prioritas

Tiga badan khusus yang dimaksud yaitu Badan Pelaksana Bidang Kesehatan NU (BPKB-NU), Badan Penyelenggara Pendidikan Ma’arif NU (BP2M-NU), dan Badan Perekonomian NU (BPNU).

Ketua Komisi Program, H Yahya Ma’shum saat itu menerangkan, bahwa kelembagaan Badan Khusus terdiri dari Dewan Pengurus dan dan Pelaksana (eksekutif). Dewan Pengurus ditunjuk (berdasarkan keahlian dibidangnya), disahkan PBNU, Tingkat Provinsi ditunjuk oleh PWNU, di Kabupaten/Kota oleh PCNU dan disahkan oleh Dewan Pengurus.

Hari Santri 2019

Tiga Badan Khusus ini merupakan upaya realisasi dari salah satu program dasar yang dirancang PBNU, yaitu Program Pengembangan Kualitas SDM NU. Adapun program dasar lain yang dirancang, yakni Program Penguatan dan Penyebaran Aswaja NU; Program Peningkatan Kesejahteraan dan Keadilan Warga (bergerak di sektor perekonomian, ketenagakerjaan, serta pendidikan dan perlindungan hukum), dan Program Penguatan Organisasi, Kelembagaan, dan Jaringan.

Hari Santri 2019

Dalam pemaparannya di hadapan sekitar 450 PCNU yang hadir dalam Sidang Komisi Program, Yahya Ma’shum menjelaskan, bahwa Badan Khusus bertanggung jawab langsung kepada PBNU, hubungan koordinatif dan konsultatif dalam menjalankan mandat yang diberikan oleh PBNU.

“Ruang lingkup tanggung jawab Badan Khusus meliputi penyelenggaraan, pengelolaan, pengembangan, dan atau pendirian masing-masing 3 bidang tersebut,” jelas Yahya yang juga Ketua PP Lakpesdam NU ini.

Adapun, lanjutnya, tanggung jawab 3 Badan Khusus tersebut adalah:

1. BPKB-NU: menangani Rumah Sakit, Klinik, Balai Pengobatan, Rumah Bersalin, pelayanan pencegahan, tindakan dan rehabilitasi, serta melakukan advokasi bidang kesehatan.

2. BP2M-NU: menangani Lembaga Pendidikan Formal dan Non-Formal yang terdiri dari bidang Pendidikan Madrasah/Sekolah, bidang Pendidikan Tinggi, dan bidang PAUD, TK, TPA.

3. BPNU: menangani lembaga ekonomi berbasis komunitas, Induk Koperasi NU, BMT-NU, Himpunan Saudagar NU, dan Asosiasi Perekonomian tertentu.

Dalam sidang yang juga dipimpin oleh Ketua PP LP Ma’arif NU, H Arifin Djunaidi dan salah satu Ketua PBNU, H Iqbal Sulam ini, Muktamirin banyak memberikan kritikan, usulan, pandangan, dan pendapatnya terhadap program-program yang telah dipaparkan. Namun demikian, suasana sidang berlangsung kondusif. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 News, Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Rabu, 06 Desember 2017

Kiai Yusuf Chudlori: Manfaatkan Media sebagai Sarana Dakwah Aswaja

Magelang, Hari Santri 2019. Kemajuan teknologi dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi begitu cepat. Sekarang ini ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam. Banyak media yang bisa digunakan untuk mendukung kelangsungan kegiatan dakwah, seperti, internet, radio, televisi, lagu, dan media cetak. Oleh sebab itu, manfaatkan media sebagai sarana dakwah Aswaja. 

Kiai Yusuf Chudlori: Manfaatkan Media sebagai Sarana Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Yusuf Chudlori: Manfaatkan Media sebagai Sarana Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Yusuf Chudlori: Manfaatkan Media sebagai Sarana Dakwah Aswaja

Demikian disampaikan oleh KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dalam acara Forum Silaturrahim Nasional (FORSILATNAS) IV Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja di Pondok Pesantren Entrepreneur (partner) Asrama Pendidikan Islam (API) Tempuran Magelang, Jawa Tengah, Jumat-Sabtu (20-21/2).

Kemajuan yang begitu dahsyat itu, lanjut Gus Yusuf, menuntut para ulama, dai dan umat Islam umumnya untuk pandai-pandai memanfaatkan media sebagai sarana dakwah, dengan begitu pesan yang akan disampaikan akan sampai kepada umat (audiens) dan jangkauanya bisa lebih luas, bisa menyasar ke jutaan orang. 

Hari Santri 2019

"Selain itu juga tidak terpatok pada ruang dan waktu, berbeda hanya dengan dakwah yang dilakukan secara face to face (berhadapan langsung) atau dalam forum-forum pengajian, paling hanya segelintir orang saja yang menerima pesan dakwah," katanya.

Gus Yusuf juga menekankan pentingnya penguasaan Informasi Teknologi (IT) dan dinamisasi dunia maya bagi para santri dan warga nahdliyin lainnya guna menyiarkan Islam rahmatan lil alamin ala ahlussunnah wal jamaah.

Hari Santri 2019

"Saya prihatin sekarang ini banyak ulama belum sadar media, dari perkumpulan dan gerakan media yang muncul dari anak-anak muda NU ini, saya berharap kesadaran media tumbuh di kalangan ulama, supaya dakwah tidak monoton dan bisa dinamis mengikuti tuntutan zaman," tandasnya.

Ketua PPM Aswaja, Hari Usmayadi mengatakan, kita senantiasa mendorong santri untuk melek media, bisa memanfaatkan IT sebaik mungkin untuk kepentingan dakwah, selain itu mendorong jiwa entreprenuer di kalangan santri, terlebih di wilayah Magelang dan sekitarnya.

"Jiwa entrepreneur harus kita tanamkan di kalangan pesantren supaya santri punya bekal keterampilan sehingga ketika keluar dari pesantren sudah siap untuk terjun di masyarakat, sudah saatnya harus muncul pengusaha muslim yang hebat," katanya.

Sementara itu, sekretaris PPM Aswaja yang juga sebagai panitia Mukhlisin Ahlis melaporkan, pertemuan kali ini merupakan yang keempat, yang sebelumnya telah di gelar di Universitas sains Al Quran (UNSIQ) Wonosobo, Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh Rembang asuhan KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus, dan Pondok Pesantren Salafiyah Assyafiyyah Situbondo Jawa Timur. 

Acara dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Hari Santri 2019, Savic Ali dan peserta utusan dari beberapa kota antara lain Situbondo, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Kudus, Jepara, Pati, Jabodetabek, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). (Ahsan Fauzi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Senin, 04 Desember 2017

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan

Pati, Hari Santri 2019. Sedikitnya 50 anggota komisariat IPPNU Madrasah Aliyah Sultan Agung mendaki gunung Kendeng di desa Sukolilo kecamatan Sukolilo. Mereka mencoba menindalanjuti laporan masyarakat terkait kerusakan tanaman di gunung Kendeng, Rabu (19/2).

Sampai di puncak, mereka kaget. Karena, pegunungan Kendeng yang tampak hijau dipandang dari jauh ternyata hampir semua area puncaknya gundul. Minimnya penyerapan air pada gunung terutama Kendeng menjadi penyebab utama banjir.

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online)
PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online)

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan

Masyarakat menengarai lahan-lahan di atas gunung yang dahulunya tumbuh subur dengan berbagai varian pohon mulai dari randu, mahoni, sampai jati telah berubah menjadi tanaman jagung. Mereka lalu bertemu dan berdiskusi langsung dengan para petani yang sedang membersihkan lahan pascapanen Jagung.

Hari Santri 2019

“Kami tanami jagung karena lebih menghasilkan daripada ditanami pohon jati atau mahoni,” ungkap Sudirjo, salah satu petani yang diajak diskusi.

“Pemerintah kesulitan untuk mengarahkan warga agar mengganti tanaman mereka. Pasalnya lahan yang ditanami merupakan milik mereka sendiri,” kata Mandor Hutan Sukolilo Abdul Rohman.

Hari Santri 2019

Dulu pernah diberi bantuan bibit pohon jati dan mahoni, tetapi warga tidak mau menanamnya. Karena lahannya hanya ditanami tanaman yang menghasilkan secara langsung agar bisa mengisi periuk-periuk mereka. Alhasil bibit-bibit bantuan itu pun sia-sia.

Dengan menjelajah pegunungan Kendeng pelajar IPPNU Komisariat MA Sultan Agung dapat melihat secara langsung kondisi pegunungannya dan dapat permasalahan yang dialami warga.

“saya sangat antusias melakukan pendakian ini karena bisa melihat secara langsung dan berdiskusi dengan warga mengapa mereka menanami lahannya dengan tanaman jagung,” kata Mega Sabrina selaku anggota IPPNU Komisariat MA Sultan Agung. (Masula/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Tegal Hari Santri 2019

Sabtu, 02 Desember 2017

PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah

Jakarta, Hari Santri 2019. Pimpinan Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU) melayani sedikitnya 300 pasien dari kalangan bawah. Mereka mendatangi stan pelayanan kesehatan yang digelar LKNU di Jalan Kayu Putih Selatan V Nomor 45, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (18/3).



PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah

Kegiatan layanan kesehatan itu dibuka dengan sambutan Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim dan Sekretaris Umum PP LKNU Anggia Ermarini.

Layanan kesehatan secara gratis ini merupakan bentuk pengabdian LKNU terhadap masyarakat umum. Layanan kesehatan itu merupakan bagian dari kegiatan awal harlah ke-67 yang akan diselenggarakan PW Muslimat NU DKI Jakarta.

Lokasi pelayanan kesehatan berdekatan dengan Puskesmas Kayu Putih, Pulogadung. Dalam pelayanan kesehatan, pihak puskesmas setempat turut berpartisipasi dengan menurunkan dua dokternya.

Hari Santri 2019

Layanan kesehatan itu berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00. Pasien datang silih berganti.Sejumlah 150 kursi pasien yang disediakan panitia tidak dapat menampung 300 jumlah pasien yang datang.

Tiga ratus pasien berasal dari jamaah majelis taklim dan kalangan umum. Mereka terdiri dari golongan ibu-ibu dan anak-anak. Semuanya berasal dari golongan masyarakat kelas bawah.

Di lokasi, mereka menerima layanan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan untuk anak. Selain itu, pasien juga mendapatkan obat secara cuma-cuma sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Mereka menyambut baik layanan kesehatan itu. "Kami sangat senang dan berharap program seperti ini sering diadakan di tengah masyarakat," kata salah seorang pasien Siti Aminah, Senin (18/3) siang.

Hari Santri 2019

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Tegal, Hadits Hari Santri 2019

Jumat, 17 November 2017

Gus Mus: Jadikan Budaya Sebagai Panglima

Jakarta, Hari Santri 2019. Politik dan ekonomi yang diangkat sebagai panglima bagi masyarakat Indonesia, terbukti gagal memberikan kemaslahatan bagi mereka. Kendati demikian, mereka tidak berani mengangkat budaya sebagai panglima.

Gus Mus: Jadikan Budaya Sebagai Panglima (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Budaya Sebagai Panglima (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Budaya Sebagai Panglima

Demikian dikatakan Wakil Rais Am PBNU KH A Musthofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus dalam pidato budaya pada malam Festival Budaya Pesantren di Balai Kartini Kavling 37, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) malam.

Bagi Gus Mus, budaya kesederhanaan, kebiasaan gotong royong, dan tingginya rasa persaudaraan sesama manusia, sanggup menyehatkan kembali mereka dari kemerosotan susila yang sangat meresahkan kini. Tetapi mereka mengabaikan aspek budaya.

Hari Santri 2019

Menurut Gus Mus, mereka masih berharap pada politik dan ekonomi. Padahal, politik sebagai panglima seperti di era Bung Karno telah mengantarkan masyarakat pada suatu keadaan yang mengkhawatirkan. Mereka terkotak-kotak dalam aneka warna partai. Antartetangga saling membunuh hanya karena perbedaan warna bendera partai.

Hari Santri 2019

“Kenyataan itu dikritik di zaman Suharto. Kalau politik tidak membuat perut kenyang, kenapa politik dijadikan panglima? Lalu Suharto menjadikan ekonomi sebagai panglima,” kata Gus Mus di hadapan sedikitnya 1500 kader Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor).

Ekonomi, lanjut Gus Mus, bukanlah panglima yang baik. Orde baru yang menilai pertumbuhan ekonomi sebagai capaian-capaian pembangunan, membuat erosi mental dan etika masyarakat. Perebutan sumber-sumber perekonomian, menghilangkan kesederhanaan mereka. Celakanya, materi membuat mereka sangat mencintai dunia.

Kesederhanaan sebagai harta termahal masyarakat Indonesia, didesak panglima ke pinggir. Harga diri manusia Indonesia diukur dari materi semata. Kecurigaan satu sama lain, sikap individualitas, dan kesenjangan kelas sosial yang menjurang menguat, tegas Gus Mus dalam festival yang menjadi awal rangkaian harlah ke-79 GP Ansor.

Sementara di era reformasi, mereka kembali menjadikan politik sebagai panglima. Panglima sekarang ini lebih kejam dari panglima di era Bung Karno. Karena, panglima politik era ini, memimpin setelah mereka melewati kejamnya 32 tahun ekonomi bercokol. Dengan demikian, mereka menstandarkan kemanusiaannya pada acuan materi dan kekuasaan sekaligus, tutup Gus Mus.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pertandingan, Halaqoh, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Senin, 30 Oktober 2017

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL

Sidoarjo, Hari Santri 2019. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) di Pondok Pesantren Darussyifa Asshomadiyah, Bebekan, Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo.

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL (Sumber Gambar : Nu Online)
95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL (Sumber Gambar : Nu Online)

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL

Di pesantren asuhan Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori itu, para peserta PKL yang terdiri dari jajaran pengurus Ansor Jatim ini akan mendapatkan materi tentang Aswaja, ke-Ansor-an, ke-NU-an dan kepemimpinan. PKL akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, 14-16 Nopember 2014.

"PKL ini sebagai salah satu bagian dari penguatan sistem kaderisasi di Ansor," kata Ketua PW GP Ansor Jatim, Rudi Triwahid saat memberi kata sambutan pembukaan PKL, Jumat malam, 14 Nopember 2014.

Hari Santri 2019

Menurut Rudi, seluruh pengurus Ansor di semua level tingkatan wajib mengikuti kaderisasi. Hal ini penting untuk memastikan semua pengurus Ansor benar-benar merupakan kader.

PKL kali ini merupakan program kaderisasi pertama di era kepemimpinan Rudi Triwahid setelah terpilih sebagai ketua PW GP Ansor Jatim pada Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jatim di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, 20-22 Desember 2013 lalu, dan hanya dikhususkan bagi internal pengurus Ansor Jatim.

Hari Santri 2019

"Ini sebagai pendisiplinan untuk pengurus wilayah, yang belum mengikuti PKL," ujar mantan ketua PC GP Ansor Ngawi ini.

Setelah itu, sambung Rudi, akan dilakukan akselerasi dan pendisiplinan kaderisasi untuk semua pengurus yang ada di level bawahnya. Yakni pengurus cabang, anak cabang, hingga ranting.

Acara PKL yang diikuti 95 peserta itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jatim KH Misbahul Munir. Turut hadir pada acara pembukan sekaligus berkenan memberi sambutan diantaranya pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor Alfa Isnaeni, KH Abdusshomad Bukhori sebagai tuan rumah, dan sejumlah undangan lainnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian, Doa Hari Santri 2019

Jumat, 06 Oktober 2017

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli

Jakarta, Hari Santri 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang lebaran kali ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) mengadakan program mudik gratis bagi para perantau di Jakarta dan sekitarnya. LTMNU juga akan membuka posko mudik berbasis masjid di sepanjang rute perjalanan pulang kampung ini.

Warga yang hendak mudik ke sekitar Pulau Jawa bisa mendaftarkan diri pada Rabu, 1 Juli 2015, mulai pukul 08.30 WIB, di Kantor LTMNU, Gedung PBNU Lantai 4, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Pendaftar diwajibkan membawa fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga).

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli

Setelah mendaftar, para calon peserta "Mudik Bareng NU 2015" akan menerima tiket pada Senin, 6 Juli 2015. Bus mudik dijadwalkan akan berangkat serentak pada hari Ahad siang, 12 Juli 2015.

Hari Santri 2019

Program tahunan ini dibuka untuk masyarakat umum tanpa membedakan latar belakang profesi, asal daerah, atau agama. Peserta diutamakan bagi warga yang kurang mampu.

Hari Santri 2019

Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menjelaskan, pihaknya ingin menjembatani para perantau agar bisa silaturahim ke kampung halaman masing-masing dengan mudah dan selamat. Ia mengaku prihatin dengan kecelakaan lalu lintas yang marak tiap musim arus mudik.

"Pemudik merasa aman dan nyaman daripada naik kendaraan sepeda motor. Bagi para calon pemudik tuna netra atau penyandang cacat mendapat pelayanan khusus," ujarnya, Jumat (26/6), di Jakarta.

Program mudik gratis tahun ini juga menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Muktamar ke-33 NU yang bakal dihelat di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang. (Mahbib Khoiron)

Foto: suasana pendaftaran "Mudik Gratis Bareng NU 2014"

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Santri, Pondok Pesantren Hari Santri 2019

Jumat, 30 Juni 2017

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

Jakarta, Hari Santri 2019. Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) resmi menutup perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (26/11) di Asrama haji Pondok Gede Jakarta. Memberikan sambutan setelah Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, JK memberikan ucapan selamat kepada Khofifah sekaligus bangga dengan kiprah Muslimat NU selama.

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

JK menilai, problem bangsa ini bukan hanya dalam hal kesejahteraan, tetapi juga keadilan sosial. Upaya ini menurutnya telah dilakukan oleh Muslimat NU sehingga peran organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini mempunyai peran strategis.

“Sesuai dengan semangat Islam Nusantara, kesejahteraan dan keadilan sosial harus dibangun seiring sehingga mewujudkan kedamaian,” ujar JK kepada sekitar 2200 kader Muslimat NU yang mengikuti sesi penutupan.

Pria asal Makassar ini menjabarkan, kedamaian hidup berbangsa dan bernegara akan damai jika kesejahteraan dan keadilan sosial terwujud. Menurutnya, Muslimat NU telah melakukan segala upaya untuk mewujudkan tujuan itu melalui berbagai bidang yang telah didirikan dan bekerja nyata.

Hari Santri 2019

JK juga memberikan harapan menjelang seabad Muslimat NU. Dia menginginkan kepada Muslimat agar mewujudkan berbagai capaian dan hasil untuk terus mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial umat.

“Selamat kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa. Dipilih secara aklamasi, berarti dia dicintai anggota dan kadernya,” tutur JK sebelum menutup sambutannya.

JK bersama KH Ma’ruf Amin, dan Khofifah resmi menutup kegiatan Kongres yang berlangsung sejak 23 November 2016 itu dengan menabuh rebana diiringi shalawat Nabi.

Dalam Kongres Ke-17 Muslimat NU ini, Khofifah dipilih secara aklamasi oleh 34 pengurus wilayah, 525 pengurus cabang, dan 4 pengurus cabang istimewa (Hongkong, Arab Saudi, Malaysia, dan Sudan) yang memiliki hak suara dalam kongres.?

Hari Santri 2019

Dengan demikian, perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini memegang pucuk pimpinan Muslimat NU selama 4 periode (2000-2021).?

Hadir dalam penutupan Kongres Muslimat NU ini Wantimpres KH Hasyim Muzadi, Founder Mustika Ratu Moeryati Soodibyo, KH Ahmad Bagja, dan para pejabat eselon 1 kementerian. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, Jadwal Kajian, Syariah Hari Santri 2019

Kamis, 29 Juni 2017

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes

Serang, Hari Santri 2019. Untuk mempercepat penyebaran Teknologi Informasi (IT) masuk ke wilayah-wilayah pedesaan, PT Telkom mencanangkan program Internet masuk pedesaan dengan menggratiskan pemasangan internet di pondok-pondok pesantren.

"Sampai saat ini sudah tersambung sekitar 457 ribu sambungan internet gratis di berbagai pondok pesantren di pelosok desa Jabar dan Banten dengan memakai modem ADSL atau modem nirkabel Telkom Fleksi," kata Eksekutif Genegal Manajer PT Telkom Divre II Jakarta-Banten Abdul Aziz, Sabtu.

Program tersebut, kata dia, sekaligus juga dimaksudkan untuk mengenalkan sumber-sumber informasi dan ilmu dari dunia maya kepada kalangan ustadz, para kiai dan para santri.

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes (Sumber Gambar : Nu Online)
Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes (Sumber Gambar : Nu Online)

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes

Selain program internet masuk Ponpes, katanya, PT Telkom juga telah memberi keringanan dalam pemasangan sambungan-sambungan internet di sekolah serta lembaga-lembaga sosial dan pemerintahan.

"Tentu saja kami juga harus mewaspadai efek negatif dari internet seperti adanya situs-situs porno, brutal atau hal-hal lain yang tidak ber-etika. Karenanya komputer yang dipasang juga dilengkapi software penyaring masuknya web site yang tidak bermanfaat seperti itu," kata Abdul Azis.

Hari Santri 2019

Sementara Ketua MUI Banten, KH Wahab Afif menyatakan, pihaknya menyambut baik program internet masuk Ponpes sejauh bisa mendatangkan manfaat yang optimal dan kalangan teknisi PT Telkom bisa menyaring pengaruh-pengaruh negatif dari internet.

"Tapi yang lebih penting lagi tentu saja pengawasan langsung dari para kiai dan pengasuh agar para santrinya bisa memilih pengambilan informasi yang bermanfaat dan menjauhkan pengaruh yang negatif," kata KH Wahab Afif. (ant/suh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Pendidikan, Tegal, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Sabtu, 17 Juni 2017

Terkait Teror di Mesir, PBNU: Dunia Harus Selalu Awas

Mataram, Hari Santri 2019. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad mengatakan, dunia harus selalu waspada dan tidak boleh lengah terhadap terorisme. Baginya, teror bom yang menghantam sebuah masjid di Sinai Mesir menjadi pelajaran bagi dunia untuk selalu awas. Meski Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sudah berhasil dikalahkan, namun mereka masih bisa melakukan serangkain teror.

“Dunia internasional tidak boleh lengah terhadap terorisme dan kelompok ISIS,” katanya usai menghadiri acara Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pesantren Darul Qur’an Bengkel Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/11).

Menurut dia, ke depan kelompok-kelompok terorisme akan semakin brutal dan sewaktu-sewaktu melakukan terorisme di tempat-tempat yang tidak terduga sebelumnya. Ia menilai, ISIS dan jaringan-jaringannya masih harus terus diwaspadai meski keberadaan mereka di Irak dan Suriah semakin terpinggirkan.

Terkait Teror di Mesir, PBNU: Dunia Harus Selalu Awas (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Teror di Mesir, PBNU: Dunia Harus Selalu Awas (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Teror di Mesir, PBNU: Dunia Harus Selalu Awas

Ia menyebutkan, apa yang dilakukan kelompok ISIS tersebut tidak bisa dicerna oleh akal sehat meski dilihat dari sisi manapun. 

“Itu juga tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Pada Jumat lalu (24/11), Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed Sinai diserang kelompok jihadis militan. Peristiwa yang terjadi pada saat salat Jumat itu menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai 109 lainnya. Meski sampai saat ini ISIS belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun dilaporkan pelaku bom Mesir itu membawa bendera ISIS ketika menjalankan aksinya tersebut. (Muchlishon Rochmat)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Tegal, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock