Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko!

Dalam rangka menyemarakkan Konferensi Cabang Istimewa III NU Maroko yang akan dilaksanakan pada tanggal? 9 Agustus 2016 mendatang, pengurus NU setempat menggelar Sayembara Menulis Cerpen bagi siapa saja yang merupakan warga Negara Indonesia.

Lomba menulis bertema “"Santri Menulis: Sepenggal Cerita di Lorong Pesantren" ini sekaligus menjadi ajang untuk menuangkan bakat dalam dunia penulisan terutama bagi kalangan santri, demikian siaran pers yang diterima Hari Santri 2019.

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko!

Tema yang diusung adalah hal-hal yang terkait dengan kehidupan dunia pesantren, untuk memobilisasi kawan-kawan santri menorehkan bakatnya, sekaligus memperkenalkan dunia pesantren dalam kemasan cerita. Santri dan pesantren acapkali diberi stigma tak mengenal dunia sastra dan kepenulisan, dalam program ini setidaknya kami akan menepis anggapan tersebut. Bahwa para santri, pun memiliki potensi dalam dunia tulis menulis. Bahwa pesantren, pun memiliki beragam kisah yang tak kalah menarik dan seru.

Pesantren tidak melulu identik tentang kitab kuning, atau dzikir beriring. Di sana ada juga temu pisah, cinta tak sampai, juga kenangan para santri yang belum usai. Pesantren tidak hanya menyajikan Jurumiyyah atau Fathul Muin. Di sana tersaji juga amarah, senda gurau, dan gundah seorang santri yang juga parau. Pesantren adalah potret kecil dari dunia penuh warna, dengan banyak kisah di dalamnya, yang terlalu sayang jika mengalir begitu saja tanpa terekam pena.

Hari Santri 2019

Ketentuan Lomba

? Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang berdomisili diluar negeri maupun di dalam negeri, dan tidak dibatasi usia.

Hari Santri 2019

? Naskah ditulis dengan bahasa Indoensia yang baik dan benar, serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.

? Naskah diketik dalam format Ms. Word A4, Times New Roman font 12, spasi 1,5, margin normal, 5-7 halaman.

? Naskah merupakan karya asli bukan saduran, belum pernah dipublikasikan di media masa, dan tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.

? Peserta hanya diperbolehkan mengirim dua naskah terbaiknya.

? Share info sayembara ini di facebook dan meng-like fanspage Konfercab III NU Maroko.

? Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

? Naskah diterima paling lambat tanggal 5 Agustus 2016, pukul 00.00 WIB.

Tata Cara Pengiriman Naskah

? Naskah di kirim via e -mail ke: panitia.konfercab.3@gmail.com dengan subyek: Santri Menulis.

? Peserta melampirkan biodata meliputi: nama, alamat, TTL, alamat email dan facebook, nomor hp dan nomer rekening di halaman akhir naskah.

Dewan juri

? Aida Maslamah Ahmad ( Novelis dan Penulis buku Motivasi Islami. Founder Maslamah Foundation dan Batavia Publishing )

? Risma El Jundi (Novelis )

Apresiasi

? Juara I : Rp 2 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? Juara II : Rp 1.5 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? Juara III : Rp 1 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? 20 naskah terbaik akan dibukukan dan didistribusikan ke beberapa pesantren di Indonesia.

CP:

+212 627 254551 (Icha)

+212 621 575110 (Aniq)

(Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Warta Hari Santri 2019

Sabtu, 24 Februari 2018

Hoax, Literasi dan Pesan Islam

Oleh Syafiq Naqsyabandi

Kewarasan pikir manusia Indonesia diguncang dengan beredar luas-nya berita palsu (hoax). Kabar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya begitu mudah menyebar, terutama dengan perantara sosial media. Kondisi ini tentunya mengundang pertanyaan, mengapa semua ini bisa terjadi dan dalam skala yang begitu besar?

Netizen merupakan subjek sekaligus objek dari sosial media. Oleh karenanya netizen mempunyai pengaruh yang paling utama dalam arus informasi di dunia maya. Netizen di Indonesia pada tahun 2016, menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia), berjumlah 132,7 juta jiwa atau 51,1 persen dari total penduduk Indonesia. Adapun tiga besar sosial media yang paling banyak digunakan netizen Indonesia adalah facebook dengan 71,6 juta pengguna (54 persen), disusul instagram dengan 19,9 juta pengguna (15 persen), dan youtube dengan 14,5 juta pengguna (11 persen).?

Hoax, Literasi dan Pesan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hoax, Literasi dan Pesan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hoax, Literasi dan Pesan Islam

Sementara menurut situs statista.com, lima besar sosial media yang paling banyak digunakan netizen Indonesia berturut-turut adalah Facebook, Instagram, Twitter, Path, dan Google+. Besarnya netizen Indonesia yang menggunakan facebook, menempatkan Indonesia pada peringkat keempat negara dengan pengguna facebook terbanyak di dunia. Sementara tiga besar negara pengguna facebook di dunia adalah India dengan 195,16 juta pengguna, Amerika Serikat dengan 191,3 juta pengguna, dan Brazil dengan 90,11 juta pengguna.?

Data (APJII 2016) menunjukkan aktifitas yang paling banyak dilakukan oleh netizen adalah berbagi informasi dengan pelaku sebanyak 129,3 juta, diikuti dengan aktifitas berdagang dengan pelaku sebanyak 125,5 juta, dan aktiftas sosialisasi kebijakan pemerintah dengan pelaku sebanyak 119,9 juta. Demikian dapat dilihat bahwa netizen Indonesia adalah sebuah komunitas besar dengan jumlah lebih dari separuh populasi Indonesia yang selalu terhubung dan aktif berbagi informasi. Lantas, kenapa informasi hoax menjadi begitu dominan?

Hari Santri 2019

Kutipan terkenal David Kushner menyatakan bahwa berita bohong hanyalah gejala, penyakit sesungguhnya adalah kurangnya keinginan mencari bukti, bertanya, dan berpikir kritis. Secara implisit David Kushner menyampaikan bahwa penyebab menyebarnya hoax adalah kurangnya budaya literasi. Menurut UNESCO, literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menerjemahkan, menciptakan, mengkomunikasikan dan memperhitungkan, menggunakan bahan tertulis maupun tercetak yang berhubungan dengan berbagai konteks.?

Secara umum literasi biasa dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan terbaru menyatakan bahwa literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga mencakup bidang lain seperti matematika, sains, sosial, lingkungan, keuangan, bahkan moral (Campbell, Kirsch, Kolstad 1992; Gomez 2008). ? ? ?

Ternyata, kondisi literasi Indonesia berada dalam tahap yang memprihatinkan. Hasil penelitian Central Connecticut State University (CCSU) tahun 2016, Indonesia menempati rangking literasi ke 60 dari 61 negara dalam The World’s Most Literate Nations. Indonesia tertinggal dari negara pengguna facebook terbanyak lainnya, yakni Amerika Serikat (7) dan Brazil (43). Indonesia juga tertinggal dari sesama negara ASEAN, yakni Singapura (36), Malaysia (53) dan Thailand (59). Adapun lima besar urutan negara dengan rangking literasi tertinggi adalah Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia.Data minat baca sebagai unsur literasi juga tidak menggembirakan. UNESCO pada tahun 2012 menyatakan bahwa indeks minat baca Indonesia hanya 0,001 yang berarti hanya ada 1 orang yang membaca dari setiap 1000 penduduk. Sementara kajian Perpustakaan Nasional pada tahun 2015 menunjukkan minat baca masyarakat masih 25,1 atau masuk kategori rendah.?

Demikian dapat dilihat ternyata komunitas netizen Indonesia kurang mendapatkan suplai nutrisi untuk membuat konten maupun pembicaraan yang bermutu di sosial media. Wajar jika akhirnya informasi yang beredar di sosial media didominasi oleh hoax, karena netizen gagal mengidentifikasi kebenaran suatu informasi yang diterima.?

Netizen kemudian mempercayai hoax karena seringnya pengulangan, sesuai kata Plato bahwa kebenaran dapat dibuat dengan pengulangan kebohongan. Netizen menjadi begitu saja percaya bahwa ada lambang palu arit di uang rupiah. Netizen begitu mudah percaya bahwa desain uang rupiah baru dipengaruhi desain mata uang yuan/renmibi. Sampai yang paling parah adalah munculnya komunitas yang percaya bahwa bumi tidak bulat melainkan datar.

Hari Santri 2019

Kondisi ini dimanfaatkan oleh produsen hoax untuk mencari keuntungan. Produsen hoax mendapat keuntungan dengan banyaknya pengunjung website mereka. Tingginya trafik pengunjung akan mendatangkan iklan. Produsen hoax di Indonesia bisa meraup hingga Rp. 700 juta dalam satu tahun (Kompas.com; CNNIndonesia.com, 2/12/2016). Sebagai perbandingan, penulis berita palsu di Amerika Serikat dapat memperoleh keuntungan lebih dari 10 ribu USD atau setara Rp135 juta perbulan (washingtonpost.com, 18/11/2016).?

Motif lain produsen hoax selain keuntungan adalah untuk menguasai gagasan. Seperti yang dinyatakan Karl Marxbahwa mereka yang menguasai basis material akan menguasai gagasan dalam suatu zaman. Produsen hoax kemudian dapat mengarahkan pembicaraan pengguna sosial media kepada agenda-agenda tertentu, misalnya untuk mendelegitimasi pemerintahan atau menjatuhkan kredibilitas seorang tokoh dan organisasi masyarakat. Sayangnya, penyebar hoax tidak mempertimbangkan akibat dari aneka informasi yang disebarkan. Ancaman disintegrasi sosial sampai disintegrasi bangsa kini menjadi nyata gara-gara dominasi hoax dalam perbincangan netizen.

Sangat disayangkan bahwa para penyebar hoax yang dominan adalah situs-situs yang memakai label ‘Islam’ atau orang-orang dengan profil keislaman yang kuat. Padahal terdapat pesan untuk menjauhi menyebarkan hoax pada al-Quran yang berbunyi “... maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu, dan jauhilah perkataan dusta.” (Q.S al Hajj: 30). Tafsir Ibnu Katsir menceritakan bahwa Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu’awiyah al Fazzari, telah menceritakan kepada kami Sufyan Ibnu Ziyad, dari Fatik Ibnu Fudalah, dari Aiman Ibnu Karim yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW berdiri melakukan khotbah. Beliau bersabda “Hai manusia, kesaksian palsu sebanding dengan mempersekutukan Allah!”.?

Beliau mengucapkan sabdanya ini sebanyak tiga kali, kemudian membaca Firman Allah SWT: “Maka jauhilah oleh kalian berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta." (Q.S Al Hajj : 30). Adapun Imam Bukhari meriwayatkan suatu hadits nabi yang berbunyi, “Maukah kalian aku beritahu tentang sebesar-besar dosa besar? Yaitu mempersekutukan Alloh dan durhaka pada kedua orang tua. Ketahuilah juga termasuk perkataan/persaksian dusta/palsu.” (HR Bukhari). Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jalan Abi Bakrah Radhiyallohu‘anhu (no. 2654, 5976, 6273, 6274, 6919) dan dalam al-Adabul Mufrad (no. 15); Muslim (no. 87).

Hoax dapat dilawan setidaknya dengan tiga cara. Cara pertama adalah memverifikasi kebenaran suatu informasi yang diterima. Cara kedua memproduksi konten yang mengoreksi kabar hoax. Cara ketiga adalah meningkatkan minat baca, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.?

Walau sedikit terlambat, langkah pemerintah untuk mulai mengawasi dan meredam tersebarnya hoax patut diapresiasi dan didukung oleh segenap komponen bangsa. Meredam penyebaran hoax bukanlah kepentingan kelompok tertentu atau kepentingan politik penguasa, tapi harus menjadi kepentingan kita semua. Mengingat mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan luhur bagi kita semua dalam berbangsa dan bernegara.***

Penulis adalah Warga NU, tinggal di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Facebook: Syafiq Naqsyabandi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah

Tangerang,Hari Santri 2019

Pasca kejadian teror pos polisi Cikokol dengan terduga simpatisan Islamic State of Iraq an Syiria (ISIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar aksi cinta tanah air dan NKRI Harga mati. Aksi dimulai dari depan kampus, dilanjutkan dengan berjalan kaki ke tugu Akhlakul Karimah dan berakhir di depan Kantor Pemerintah Kota Tangerang. Pada aksi Jumat (21/10) tersebut, mereka menuntut Tangerang Raya bebas ideologi Khilafah Islamiyah.

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah

Koordinator aksi Aflahul Mumtaz mengatakan, aksi ini adalah bentuk keperihatinan mahasiswa NU Tangerang atas hilangnya rasa cinta tanah air, dan hilangnya rasa cinta terhadap falsafah bangsa Pancasila disebagian generasi muda. Mereka lupa, bahwa bangsa ini dibentuk dengan darah yang menginginkan Indonesia damai, nyaman dan sejahtera. Bukan malah melakukan teror, dan men thogut-kan hasil capaian Ulama dan founding father bangsa ini.

"Kita akan tuntut Pemerintah Kota Tangerang mendeklarasikan diri sebagai garda terdepan membebaskan Kota Tangerang dari ideologi Khilafah Islamiyah," ujar Ketua Komisariat PMII STISNU ini melalui siaran pers.

Hari Santri 2019

Mahasiswa Nahdlatul Ulama akan menjadi garda terdepan untuk mengawal pancasila dan UUD 1945. Dahulu 22 Oktober Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari menggelorakan jihad mengusir penjajah, puncaknya gerakan 10 November para santri berjuang mempertahankan bangsa dan negara.

Hari Santri 2019

“Maka pada momentum ini tugas kami melawan siapa saja yang akan merusak integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Hasanudin Petoy, koordinator aksi dari BEM STISNU mengkritik pemerintah daerah yang bungkam dan diam atas kejadian ini. Ia juga menyesalkan bahwa kampus NU Tangerang sudah memperingatkan tentang minimnya pemahaman pelajar atas pilar kebangsaan yang sejatinya sudah sesuai dengan ajaran agama. Sehingga banyak di antara pelajar yang tertipu pemahamannya dalam beragama, berbangsa dan negara, dengan formalisasi syariat.

"Kami hadir di sini, untuk mendorong pemerintah Kota Tangerang peka atas perubahan pemahaman keagamaan dan nasionalisme di kalangan pelajar. Sebab itu, kita menuntut Pemerintah membuat kurikulum muatan lokal wawasan kebangsaan dalam perspektif agama agama. Tujuannya, agar mereka diideologisasi bahwa Pancasila? dan NKRI sah dalam kacamata agama manapun," ujarnya.

Petoy menambahkan, kita sangat perihatin sekolah sekolah? dan kampus kampus tidak pernah mengajarkan atau menumbuhkan penanaman ideologi kebangsaan, mereka seakan diberikan kebebasan tanpa adanya pengarahan untuk berbuat dan berkehendak.

"Kami anak pesantren, oleh kiai kami sudah disumpah setia cinta tanah air dan NKRI adalah harga mati. Termasuk kampus NU Tangerang, membaiat kami sumpah setia pada bangsa dan negara. Kenapa di sekolah tidak...?" tanyanya menggebu gebu.

Kita ingin, semua tunduk dan mengamalkan nilai nilai luhur pancasila sebagai identitas bangsa. Siapa pun itu, mulai dari pejabat, rakyat jelata, orang kaya, orang miskin, muslim atau nonmuslim bersatu atas nama bangsa dan negara. Mengamalkan Pancasila, berati menjauhkan diri prilaku korup, hedon, acuh dan tak peduli. Mengamalkan Pancasila berarti mengajarkan semua peduli, berbhineka tunggal ika, dan saling menjaga serta menghormati satu sama lainnya. Tidak ada lagi yang dikafir-kafikan, tidak ada lagi yang thogut thoguthkan. (Red. Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Tegal Hari Santri 2019

KBIH Muslimat NU Brebes Berangkatkan 102 Calhaj

Brebes, Hari Santri 2019. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muslimat NU kabupaten Brebes melepas sebanyak 102 jamaah Calon Haji (Calhaj) binaannya. Keberangkatan jamaah ini mengikuti kelompok terbang 50 yang dilepas Bupati Brebes di Islamic Center Brebes, awal pekan lalu.

“Alhamdulillah, KBIH Muslimat NU memberangkatkan 102 pada musim haji 1436 Hijriyah,” kata Ketua KBIH Muslimat NU Hj Nok Jumaro, usai rapat persiapan pelantikan pengurus baru Muslimat NU periode 2015-2020 di gedung Muslimat NU jalan Kiai Kholid Barat Pasarbatang Brebes, Kamis (10/9) sore.

KBIH Muslimat NU Brebes Berangkatkan 102 Calhaj (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIH Muslimat NU Brebes Berangkatkan 102 Calhaj (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIH Muslimat NU Brebes Berangkatkan 102 Calhaj

Hj Nok menjelaskan, sebanyak 102 jamaah ini berasal dari Kantor Pusat KBIH di ketanggungan sebanyak 77 calhaj dan Kantor Perwakilan Jatibarang sebanyak 25 calhaj. “Pusat KBIH Muslimat NU Brebes berada di Ketanggungan,” ujar Nyai Nok.

Hari Santri 2019

Mereka, lanjutnya, sudah diterbangkan melalui bandara Adi Sumarmo Solo pada 8 September lalu bersama jamaah calhaj lainnya dari Brebes dan Batang. “Sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti bagi calhaj,” terangnya.

Menurut Nok, KBIH yang berdiri sejak 1998 ini selalu diminati warga Brebes terutama Nahdliyin. Tiap tahun mengalami perkembangan yang pesat, meskipun banyak sekali bermunculan KBIH. “Kami bersyukur KBIH Muslimat NU tetap bertahan membimbing para Calhaj yang hendak ziarah ke tanah suci, baik itu perjalanan Haji maupun Umrah,” tuturnya.

Hari Santri 2019

Dalam pengelolaannya, sambung Nok, pihak KBIH Muslimat Brebes ini menggunakan manajemen kekeluargaan. Sehingga pembimbing maupun calhaj saling melengkapi berbagai keperluan secara bergotong royong. “Dengan tenaga pembimbing yang sudah berpengalaman, para calhaj yang tergabung di KBIH Muslimat NU merasa nyaman,” ungkapnya.

Nok bertekad, pada kepengurusan Muslimat NU yang baru akan mengembangkan KBIH ini berada di berbagai tempat. Minimal ada di empat wilayah, sehingga bisa menjangkau warga Nahdliyin di 17 kecamtan sekabupaten Brebes. “Kami akan mengembangkan lagi di Brebes dan Bumiayu, sehingga ada empat perwakilan yang bisa menjangkau Nahdliyin di berbagai tempat,” tekadnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Minggu, 18 Februari 2018

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Purwakarta, Hari Santri 2019. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purwakarta, Jawa Barat, bersama para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta, menggelar buka bersama di Aula Gereja Yosudarso Purwakarta, Kamis (1/8) kemarin.

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Sambil menunggu jam berbuka untuk puasa, dua organisasi tersebut banyak membahas tentang beberapa program yang sudah disepakati untuk dilakukan secara bersama-sama. Karena, pertemuan antara GP Ansor dengan para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta bukan kali pertama dilaksanakan, melainkan pertemuan ketiga untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama, yang akan diselenggarakan di TPA Cikolotok, Kecamatan Pondoksalam.

“Sambil buka bersama, kami juga merumuskan tentang persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus mendatang. Adapun untuk kegiatannya, nanti akan banyak performance dari Ansor maupun dari Salib Suci. Ada organ tunggal, band, pentas seni, dan pada malam harinya ada penampilan marawis, dan pengajian islami,” terang Asep Saepudin, Wakil Sekretaris GP Ansor Purwakarta.

Hari Santri 2019

Selain mempersiapkan kegiatan agenda bersama, Ansor dan Salib Suci juga berdiskusi tentang sikap yang mesti diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Yaitu sikap toleran, saling menghormati antar umat beragama. Dengan menggunakan pendekatan, silaturahmi dan secara terus menerus berkomunikasi, maka masyarakat akan paham arti sebuah perbedaan sebuah keyakinan. 

Hari Santri 2019

“Di tengah FPI yang menggembor-gemborkan sikap arogan dan ektrimis. GP. Ansor melakukan pola komunikasi yang moderat dan kompromistis,” ujar Asep.

Di tempat yang sama, Pastur Mikael Adisiswanto, mengemukakan, pihaknya merasa senang dengan komunikasi yang terus dibangun Ansor Purwakarta. Karena pada dasarnya Gereja Yosudarso sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin datang. Karena semakin banyak pihak yang datang ke Gerejanya, maka akan memperbanyak saudara. “Kegiatan ini sangat positif, sangat perlu terus dilakukan untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Rabu, 14 Februari 2018

Pernyataan Sikap LP Ma’arif NU terhadap Wacana Full Day School

Jakarta, Hari Santri 2019 - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerapkan perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah atau yang biasa disebut sebagai full day school menuai banyak respon dari publik. Kritik pun mengalir deras dari berbagai kalangan, termasuk di dunia maya, meski akhirnya Muhadjir membuka kemungkinan akan menarik gagasan tersebut karena pihak banyak yang keberatan.

Dari wacana yang beredar, full day school akan diterapkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, tak terkecuali ribuan sekolah atau madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama. Berikut adalah surat pernyataan sikap bernomor 154/SU/PP/LPM-NU/VIII/2016 lembaga NU yang membidangi pendidikan formal tersebut:

Pernyataan Sikap LP Ma’arif NU terhadap Wacana Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap LP Ma’arif NU terhadap Wacana Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap LP Ma’arif NU terhadap Wacana Full Day School

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari Santri 2019

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) sebagai departementasi bidang pendidikan di Nahdlatul Ulama memiliki 12.780 (dua belas ribu tujuh ratus delapan puluh) sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Berkenaan dengan gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.Ap yang akan memberlakukan Full Day School (sekolah sehari penuh), setelah memperhatikan aspirasi warga Nahdlatul Ulama mulaitingkat Wilayah, Cabang, Majelis Wakil Cabang, dan satuan pendidikan, baik secara tertulis maupun lisan, Pengurus LP Ma’arif NU Pusat menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

Hari Santri 2019

1. Gagasan sekolah sehari penuh atau full day school (FDS) harus didahului dengan kajian yang matang dan utuh. Dalam kondisi satuan pendidikan yang masih di bawah standar dan sekolah ramah anak belum berjalan dengan baik, maka gagasan FDS tidak akan berjalan efektif. Selain itu, keragaman kondisi peserta didik, orang tua, dan masyarakat sudah terfasilitasi dengan model pembelajaran yang beragam, ada yang reguler/normal dan ada yang sehari penuh sehingga orang tua diberikan keleluasaan untuk memilih. Bahkan dalam kondisi tertentu anak tidakperlu berlama-lama di sekolah, agar cepat berinteraksi dengan orang tua dan lingkungan sekitar, apalagi yang masih di tingkat dasar.

2. Kurikulum 2013 telah mengedepankan nilai-nilai pendidikan karakter yang terintegrasi dalam semua mata pelajaran. Mestinya kurikulum 2013 ini yang dikembangkan dalam penguatan karakter peserta didik, bukan penambahan jam belajar. Selain itu, kurikulum 2013 tidak menganut dikotomi antara ilmu dan akhlak.Semua bidang ilmu yang diajarkan dari pagi hingga jam pulang sekolah dengan bobot nilai agama yang dikedepankan terlebih dahulu. Kalau ini didukung dan dimaksimalkan jauh lebih memberi nilai positif ketimbang FDSyang digagas oleh Mendikbud.

3. Alasan FDS karena anak-anak kota sehari penuh ditinggalkan oleh orang tuanya sehingga khawatir dengan pergaulan bebas yang bisa menjerumuskan peserta didik ke hal-hal negatif juga tidak sepenuhnya benar, karena kota-kota besar di Indonesia tidak sepenuhnya meninggalkan tradisi, nilai-nilai, dan pendidikan agama yang sudah berlangsung selama ini.

4. Tidak semua orang tua peserta didik bekerja sehari penuh, utamanya mereka yang dipelosok bekerja sebagai petani dan nelayan yang separuh waktu dalam sehari tetap bersama dengan putera-puteri mereka. Belajar tidak selalu identik dengan sekolah. Interaksi sosial peserta didik dengan lingkungan tempat tinggalnya juga bagian dari proses pendidikan karakter sehingga mereka tidak tercerabut dari nilai-nilai adat, tradisi, dan kebiasaan yang sudah berkembang selama ini.

Berdasarkan alasan-alasan dan pertimbangan di atas maka LP Ma’arif NU menyatakan menolak penerapan FDS.

Semoga Allah SWT meridhai usaha mulia kita dalam membangun dan mencerdaskan bangsa. Kepada Allah kita berserah diri. Amin.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 09 Agustus 2016/06 Dzulqa’dah 1437 H

Z. Arifin Junaidi (Ketua PP LP Ma’arif NU)


Muchsin Ibnu Djuhan (Sekretaris PP LP Ma’arif NU)

Tembusan yth:

1. PBNU di Jakarta

2. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan


(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Jepara,Hari Santri 2019

Gebyar budaya dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kabupaten Jepara tahun 2017 cukup memikat hati masyarakat. Buktinya gelar budaya yang dipusatkan di alun-alun Jepara, Ahad (22/10) dipadati ratusan pengunjung.

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Sebagaimana penuturan panitia HSN kabupaten Jepara, ada 11 grup yang tampil di antaranya rebana (MA Safinatul Huda Sowan Lor), tari (MTs Hasyim Asyari Bangsri), pop song (MTs Al Hidayah Langon), gerak dan lagu (MI Al Hidayah Langon), musikalisasi puisi (MTs-MA Mathalibul Huda Mlonggo), pagar nusa (MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan), perkusi (MA Darul Hikmah Menganti) serta jathilan (pesantren Mathaliul Anwar Tahunan).

Ketua Panitia M. Ainunniam melaporkan bahwa kegiatan diadakan untuk memunculkan kesenian santri, pelajar dan masyarakat yang tidak terekspos.

Hari Santri 2019

Dia menilai sebenarnya ada bakat-bakat terpendam santri-santri yang ada di Jepara. Konsepnya pesantren, sekolah dan masyarakat umum yang mempunyai grup kesenian diundang oleh panitia.

Hari Santri 2019

“Alhasil kali ini kami mengundang kumpulan remaja yang berjumlah 11 grup,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara.

Kegiatan ini menurut pantauan Hari Santri 2019 cukup menghibur masyarakat Jepara. Apalagi saat pentas-pentas yang menegangkan misalnya atraksi pagar nusa maupun jathilan tidak sedikit penonton yang mengabadikan pertunjukan tersebut baik lewat foto maupun video.

Sehingga papar lelaki yang kerap disapa Gus Aik itu gelar budaya bertujuan untuk menghibur masyarakat yang berada di sekitar alun-alun. Juga untuk semakin mengenalkan HSN kepada masyarakat.

“Ada sebagian masyarakat yang belum tahu tentang hari santri. Jadi ini momen yang tepat untuk lebih mengenalkannya,” tambahnya.

Harapannya ialah simbiosis mutualisme, saling menuai keuntungan antara panitia dan peserta pentas. Kesenian-kesenian yang mereka pentaskan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Lalu bagaimana selanjutnya, Gus Aik yang tinggal di Gemiring Kidul Nalumsari Jepara itu menandaskan tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya.

“Mau diuri-uri atau malah sebaliknya,” pungkas dia. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Habib Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock