Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan

Klaten, Hari Santri 2019 - Mentari pagi tampak masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya. Meski demikian, suasana di area bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) di jalanan seputar alun-alun daerah Klaten, Ahad (24/1) pagi, sudah terlihat ramai.

Lalu lalang para pengendara sepeda dan pejalan kaki membuat suasana pagi itu terasa begitu bergairah. Begitu juga dengan para pedagang kaki lima yang menawarkan aneka makanan dan minuman.

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan

Dari sebagian kerumunan warga tersebut, terdapat para bocah berpakaian hitam. Dengan berjalan kaki menyusuri jalanan area bebas kendaraan, sesekali mereka menampilkan berbagai jurus pencak silat dan atraksi yang menarik para pengunjung lainnya.

Hari Santri 2019

Rupannya puluhan bocah itu adalah para pendekar cilik Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama SDIT Ma’arif Babad, Trucuk, Klaten. Anak-anak ini memeragakan jurus-jurus yang membuat mereka tampak lucu dan menggemaskan di mata pengguna jalan.

Menurut keterangan koordinator lapangan Rifai, penampilan para siswa SDIT Ma’arif Babad Trucuk ini atas permintaan dari pihak UPTD Klaten.

“Dari anak-anak kali ini menampilkan berbagai atraksi pencak silat Pagar Nusa seperti koreografi flashmob, seni ganda, dan beregu,” kata Rifai.

Hari Santri 2019

Ditambahkan salah satu pelatih Pagar Nusa Klaten Ibnu Fajar, untuk penampilan di CFD ini, para siswa hanya berlatih selama 3 hari karena terbentur padatnya KBM.

“Meski demikian, alhamdulillah penampilan siswa-siswi ini terbilang sukses dan meriah, terlihat dari banyaknya ratusan masyarakat yang mengerumuni dan memberikan apresiasi kepada kami,” papar Ibnu Fajar. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Hikmah, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Sabtu, 03 Februari 2018

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih

Kita kini dihadapi pada sebuah kenyataan–sebagai anak kandung sejarah manusia–bahwa teks yang mati selamanya tidak akan mampu membendung arus perubahan kehidupan manusia yang terus-menerus bergerak.

Sementara ini kita hanya bisa mengamini bahwa an-nusush tatanaha wal waqa’i’ la tatanaha merupakan gambaran nyata yang tak bisa dielak, yang menunjukkan satu tantangan besar bagi seluruh doktrin keagamaan khususnya Islam dalam menghadapi ancaman stagnansi dan status quo. Dan sampai detik ini ancaman itu masih mewujud gelombang yang seringkali gagal dibendung lantas menimbulkan kekacauan.

Di sisi lain, fakta pertama yang harus kita terima adalah, bahwa seluruh doktrin keislaman bersumber pada teks. Al-Qur’an dan Hadis adalah teks dan keduanya tak bergerak. Teks, dengan sifatnya yang diam, secara tidak langsung memiliki kemampuan untuk menerima kemungkinan-kemungkinan penafsiran yang beragam dari para pembacanya. Selain itu, teks juga memungkinkan untuk ditekuk dan dipelintir menjadi alat legimitasi kekuasaan serta kepentingan sebuah kelompok, yang menyimpang dari maksud syariat sebagai visi awalnya.

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih

Untuk menutup penyelewengan tersebut, dirumuskanlah kaidah-kaidah yang menjadi pagar bagi segenap kerja penafsiran teks. Dalam tradisi pesantren, kaidah ushul dan kaidah fiqih, menjadi diskursus utama yang harus dipelajari sebagai metodologi pemahaman serta penafsiran dan hidup sebagai karakter berpikir kaum pesantren yang analitik dan kritis. 

Maka, dibandingkan dengan ayat al-Qur’an ataupun hadis Nabi, kaum santri lebih akrab dengan kaidah-kaidah fiqih. Keakraban yang lantas membentuk pola berpikir inilah yang kemudian melahirkan daya kontekstual yang begitu luar biasa dari kaum santri. Bukan hanya pada tataran ritual keagamaan, namun mereka juga mampu berpikir dan memberikan solusi atas berbagai problematika kehidupan umat atas dasar kaidah fiqih yang mereka pelajari dan hidupi tersebut.

Hari Santri 2019

Buku ini menunjukkan satu sisi ketika kaidah-kaidah fiqih, yang awalnya ditujukan hanya sebagai metode pengambilan hukum Islam, diimplementasikan ke dalam gerak perpolitikan dan dijadikan dasar pengambilan kebijakan. Dengan mengingatkan kembali akan patahan-patahan fakta sejarah dibangunnya republik ini, buku ini secara tidak langsung juga mengingatkan kita bahwa ia dibangun dari pola berpikir dan identitas yang berkarakter. 

Dengan mempertautkan antara subyektifitas dan tradisinya sebagai orang Nusantara, berikut konsep dan kaidah fikih yang menjadi warna berpikirnya, para kiai kita dengan canggih mampu membangun serta merumuskan format kebangsaan yang independen, berketuhanan dan mempu menopang keragaman.

Produk pemikiran seperti Indonesia sebagai Darul Islam, pengangkatan Presiden Soekarno sebagai waliyyu-l-amri ad-dharuri bis syaukah hingga pembentukan Trikora sebagai solusi Papua Barat, merupakan bukti bahwa para kiai memegang peranan penting sebagai aktornya dan kaidah fikih sebagai senjatanya. Al-ashlu baqa’u ma kana ‘ala ma kana, yang awalnya dirumuskan guna menyelesaikan problem praduga tak bersalah dalam hukum Islam, di tangan para kiai, menjadi cara pandang visioner yang melegitimasi Indonesia sebagai Darul Islam. 

Kaidah-kaidah fiqih ini pun bergerak, menyatu dan seringkali menjadi sarana pembentuk jalan tengah bagi persoalan-persoalan yang menyentuh isu kedaulatan, integritas politik dan kesatuan bangsa Indonesia.

Hari Santri 2019

Fakta sejarah yang paling jelas dari cara kerja kaidah fiqih dalam lokus perpolitikan di Indonesia juga bisa kita lihat dalam diri Gus Dur. Dalam tulisan-tulisannya, sulit atau bahkan mustahil menemukan langsung kutipan-kutipan ayat al-Qur’an ataupun hadis. Yang banyak ditemukan justru kaidah-kaidah fiqih. 

Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah adalah satu dari sekian banyak kaidah yang sering Gus Dur kutip. Melalui kaidah tersebut, Gus Dur mampu merumuskan relasi antara agama, negara dan kebudayaan. Melalui kaidah itu juga, Gus Dur rajin mengritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendiskriminasi kaum minor dan lain sebagainya.

Ketika duduk di kursi kepresidenan, jalan pedang perpolitikan Gus Dur banyak dinilai sebagai jalan politik kontroversial. Bagi kalangan yang tidak terbiasa dengan mekanisme kerja kaidah fiqih, sulit untuk memahami jalan pikiran dan strategi politik Gus Dur. Maka orang-orang ribut ketika di tahun 2000 Gus Dur setuju untuk menjadi anggota Simon Peres Foundation Israel di tengah konflik berkepanjangan Palestina-Israel. 

Karena bagi Gus Dur, percuma berusaha mendamaikan kedua negara yang sedang konflik jika juru damainya menjadi musuh bagi salah satu dari keduanya. Jalan pikiran Gus Dur ini tidak berbeda misalnya ketika Mbah Wahab Chasbullah dengan Partai NU-nya selalu berada dalam kabinet bentukan Soekarno. Bahkan, konon Mbah Wahab banyak disindir sebagai Kiai Nasakom karena apapun kebijakan Soekarno, NU dipastikan ada.

Dari sini muncul tunduhan-tunduhan oportunisme atau politik plin-plan yang dimainkan oleh para ulama, inkonsistensi dan lain sebagainya. Seluruhnya disematkan untuk ketidakpahaman kelompok lain atas jalan politik para kiai dan ulama yang didasarkan pada kaidah-kaidah fiqih. 

Dan sampai saat ini, mana generasi Islam yang belajar politik lalu mendapat matakuliah kaidah fiqih sebagai salah satu piranti politik paling menentukan dalam sejarah kebudayaan di Indonesia? Tidak ada! Ada sekat yang saat ini dibangun bahwa kaidah fikih harus dikembalikan, dipuritanisasi ke dalam tetek bengek masalah ritual peribadatan saja. Sehingga politik Islam, lagi-lagi, kehilangan tajinya dan kerangka epistemologisnya yang khas.

Sekali lagi, buku ini menjadi dokumen penting yang mengingatkan serta berusaha mengembalikan kaidah fiqih sebagai basis perpolitikan Islam dan pertimbangan dalam mengambil kebijakan. 

Buku ini juga memperlihatkan bagaimana kaidah fiqih menjadi landasan bagi sikap tegas sekaligus lentur sebagaimana yang diperlihatkan ulama kita, baik kaitannya dengan agama, budaya maupun kebangsaan. Kata Kiai Wahab Chasbullah, “pekih iku lek rupek yo diokeh-okeh!”… idza dhaqa ittasa’a wa idza-ttasa’a dhaqa. (*)

 

Identitas buku

Judul Buku: Kaidah Fikih Politik: Pergulatan Pemikiran Politik Kebangsaan Ulama

Penulis: Syaikhul Islam Ali

Editor: M. Khairul Huda dan Abdurro’uf

Jumlah: xxviii+260 halaman

Penerbit: Bumi Shalawat Progresif

Peresensi: Hilmy Firdausy, Dosen Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences Aktif di Komunitas Saung Jakarta dan al-Jabiri Institute Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang

Tangerang, Hari Santri 2019

Sebagai upaya meningkatkan semangat olahraga dan menggali potensi pemuda, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kompetisi futsal di Sport Club Citra Raya, Tangerang, Banten. Acara ini digelar dalam rangka menyambut hari lahir ke-82 GP Ansor.

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang

Kali ini GP Ansor Kabupaten Tangerang mengangkat tema “Mewujudkan Soliditas dengan Menjungjung Tinggi Sportivitas”. Tujuan utamanya adalah sebagai sarana konsolidasi dan koordinasi di antara kader GP Ansor Kabupaten Tangerang.

Acara tersebut dibuka Teguh Raharjo selaku Deputi 3 bidang Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora, Ahad (17/4), mewakili Menpora Imam Nahrawi yang berhalangan hadir.

Hari Santri 2019

Dalam sambutanya Teguh Raharjo memberikan apresiasi yang tinggi kepada GP Ansor yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap ke depan GP Ansor mampu membuat turnamen profesional dalam skala provinsi atau bahkan nasional.

“Kemenpora menyambut baik dan siap bekerjasama dengan GP Ansor untuk mengelar kompetisi-kompetisi olahraga dengan skala yang lebih besar,” tuturnya.

Hari Santri 2019

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menyampaikan bahwa turnamen futsal ini digelar dalam rangka mencari bibit-bibit kader yang memiliki keterampilan dalam olahraga futsal.

“Saya akan dorong agar ini bisa menjadi kegiatan rutin dan semoga kita dapat menggelar turnamen profesional,” imbuh pria yang pernah menjadi Direktur Sekolah Demokrasi ini.

Turnamen yang diikuti 32 tim futsal GP Ansor se-Kabupaten Tangerang berlangsung semarak. Selain ratusan kader GP Ansor dan Banser, turut hadir juga anggota DPRD Provinsi Banten H. Ade Awaludin, Ketua PW GP Ansor Banten H Imron, Ketua DPD KNPI Cucu Abdurrosyid, dan Kabid Olahraga Disporabudpar Kabupaten Tangerang Iratmoko.

Sementara anggota DPRD Banten Ade Awaludin menyampaikan, GP Ansor mesti menjadi organisasi pemuda yang dinamis, senantiasa hadir dalam setiap momentum pembangunan. “Saya kira turnamen futsal ini menjadi bagian ikhtiar GP Ansor menggali dan menyalurkan bakat anak-anak muda Tangerang,” ucapnya.

Senada dengan Ade, Ketua DPD KNPI Cucu Abdurrosid yang juga Kabid Pemuda Disporabudpar Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya menggali potensi dan mengarahkan pemuda Tangerang untuk menjadi pemuda-pemuda yang memiliki keahlian, karakter kedisiplinan, dan sportivitas yang tinggi. “Pemuda Tangerang harus memiliki daya saing dan skill yang andal agar dapat berkhidmat dan membawa nama baik Tangerang,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah, Sejarah, Lomba Hari Santri 2019

Sabtu, 13 Januari 2018

Tiga Hal Ini yang Perlu Diperkuat PMII

Sukabumi, Hari Santri 2019 - Di tengah arus globalisasi dan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus memperkuat tiga hal. Diantaranya, memperkuat karakter yang jelas yaitu Ahlusunnah wal-Jamaah (Aswaja).

“Jika karakter pondasi Aswaja kita tidak diperkuat maka kita akan mudah tergusur,” ungkap Sekretaris Pengurus Besar PMII Rizavan Shufi Thoriqi pada pelantikan Pengurus Cabang PMII Kabupaten Sukabumi di gedung Baznas Cisaat, Sukabumi,? Jawa Barat Rabu (27/4).

Tiga Hal Ini yang Perlu Diperkuat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Ini yang Perlu Diperkuat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Ini yang Perlu Diperkuat PMII

Supaya memiliki karakter yang jelas tersebut, kata dia, PMII melakukan penguatan kebijakan organisasi di bidang Aswaja. Diantaranya yaitu PMII mengisi ruang-ruang kegiatan keagamaan di kampus, masjid, mushala dan juga pesantren.

Hari Santri 2019

Sebagai upaya menghadapi MEA, lanjut dia, kader PMII harus berdaya saing, mampu menguasai teknologi dan informasi, serta harus mempunyai kreativitas yang tinggi.

Ketua Cabang PMII Sukabumi Ade Opa Mustopa mengatakan, PMII adalah organisasi yang konsisten dalam menjalankan Islam Ahlusunnah wal-Jama’ah yaitu ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW, diteruskan para sahabatnya, ulama-ulama yang terjaga sanadnya sampai sekarang.

Hari Santri 2019

“PMII menjadi generasi penerus para ulama, penerus untuk melestarikan ajaran Ahlusunnah wal-Jamaah,” tegasnya.

PMII, kata dia, akan selalu melakukan gerakan untuk perubahan dan mengkritik kebijakan pemerintah atas ketidakadilan, korupsi dan perusakan alam. “Maka dari itu PMII akan menjadi garda terdepan untuk memberikan spirit moralitas kepada bangsa ini,” tambahnya.

Pengurus Cabang dilantik Ketua Mabincab Kabupaten Sukabumi KH Hamdun Ahmad. Ia berpesan kepada kepengurusan yang baru supaya bekerja untuk menjalankan amanat dan bekerja yang lebih baik.

Selain pelantikan, dilanjutkan dengan rapat kerja cabang (Rakercab) dengan tema "Membangun keutuhan dan kekuatan elemen bangsa demi mewujudkan kehidupan yang berdaulat”.

Hadir pada kesempatan itu perwakilan dari PB PMII, PKC PMII Jawa Barat, PC Kabupaten Bogor, PC Kota Sukabumi, dan PC Kabupaten Cianjur. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Hikmah Hari Santri 2019

Jumat, 12 Januari 2018

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Mataram, Hari Santri 2019. Pondok Pesantren Abhariyah Jerneng ? Asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Barat TGH Ulul Azmi keluar sebagai juara Group A setelah mengungguli Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dengan skor 2-0 di Stadion Kediri Lombok Barat, Senin (21/9).

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Babak penyisihan Liga Santri Nusantara (LSN) Zona NTB sudah berjalan dua hari dengan jadwal tiga kali pertandingan setiap hari. Pagi satu kali pertandingan dan sore dua kali pertandingan.

Jalannya pertandingan

Hari Santri 2019

Kemenangan Abhariyah diraih setelah Hariadi, pemain dengan nomor punggung 6 menjebol gawang Qomarul Huda dari Bagu di babak pertama.

Hari Santri 2019

Kemudian di babak kedua, pemain lini tengah, Lalu Zainul Hafidz dari Abhariyah melepaskan tendangan dari luar kotak penalti hingga kembali menjebol gawang lawan. Kedudukan 2-0 bertahan hingga pluit panjang berbunyi tanda pertandingan telah selesai.

Suharto, Pelatih Abhariyah ? menargetkan, timnya bisa meraih kemenangan pada semi final yang akan dihelat Jum’at (25/9).

Guru senior Abhariyah ini juga berspesan kepada pemain asuhannya agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan bermain sportif. "Saya berpesan kepada semua pemain dan para suporter agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan tetap mejaga sportivitas," katanya. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Rabu, 03 Januari 2018

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah

Pringsewu, Hari Santri 2019. Kabar gembira bagi warga Pringsewu baik perorangan maupun lembaga dan instansi bahwasanya Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu sudah bisa dipakai untuk berbagai macam kegiatan umum seperti seminar, pertemuan, resepsi dan lain sebagainya.?

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah

Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Fathurrahman di Gedung NU, Rabu 18/03/15.

Menurutnya sampai dengan saat ini sudah banyak instansi dan lembaga yang sudah mulai mengadakan kegiatan di Gedung NU yang terletak di Jl. Lintas Barat Kecamatan Pagelaran ini.?

Hari Santri 2019

"Dua ? Minggu di bulan Maret ini saja sudah ada 4 kegiatan yang dilaksanakan di Gedung NU seperti Kegiatan HIMPAUDI Kabupaten Pringsewu, ? Musrenbang Kabupaten Pringsewu, ? Kegiatan PMII dan 2 hari ini MTQ KORPRI Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Fathurrahman menambahkan bahwa untuk menyikapi semakin tingginya minat masyarakat untuk menggunakan gedung, kepengurusan PCNU melalui Badan Pengembangan dan Pengelolaan Gedung NU sudah menambah beberapa fasilitas. Diantaranya pengadaan sound system, penambahan perlengkapan kursi dan meja, ? pemasangan LCD proyektor, penambahan dan renovasi toilet, serta pengadaan beberapa peralatan untuk memperlancar dan mendukung kegiatan.

Hari Santri 2019

Penambahan fasilitas di gedung yang berlantai 3 ini juga ditujukan untuk memperlancar kegiatan kegiatan intern NU dan badan otonom serta lembaga lembaga NU yang juga berkantor di gedung tersebut. Menurutnya kantor Banom seperti Muslimat, ? Ansor, IPNU dan IPPNU berada di lantai 2 dan 3 yang sekarang sudah aktif digunakan.

"Sesuai dengan peraturan penggunaan, kami mempersilahkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan gedung NU untuk kegiatan kegiatan positif dan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya warga sekitar," jelasnya. Fathurrahman juga menjelaskan bahwa gedung NU tidak diperkenankan digunakan bagi kegiatan kegiatan partai politik. Menurutnya, hal ini untuk menjaga netralitas NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang tidak berpolitik praktis. (m faizin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Quote, Hikmah Hari Santri 2019

Minggu, 24 Desember 2017

Gerakan 1000 Microfon, Ansor Jombang Peduli Musholla

Jombang, Hari Santri 2019

Hampir sepekan ini, Gerakan Pemud Ansor Jombang keliling musholla dan masjid. Banom NU tertua ini memberikan bantuan Microfon dan speaker melalui "Gerakan Berbagi 1000 Microfon untuk Musholla”.

Gerakan 1000 Microfon, Ansor Jombang Peduli Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan 1000 Microfon, Ansor Jombang Peduli Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan 1000 Microfon, Ansor Jombang Peduli Musholla

"Minggu ini kita sudah memberikan sebanyak 4 Microfon untuk musholla yang membutuhkan, ? dan masih ada 4 lagi akan kita bagi," ujar Hamid Hamdah Koordinator gerakan Sosial 1000 Michofon untuk musholla usai penyerahan bantuan, Ahad (17/1/2016) di Ngoro Jombang.

Hamid mengatakan, gerakan sosial berbagi Microfon ini sebagai upaya Ansor peduli terhadap syiar Islam yang lebih banyak dilakukan masyarakat di masjid dan Musholla. Karena setiap hari kita mendengar adzan dari musholla dan masjid untuk mengingatkan kita akan sholat.?

"Disamping itu banyak musholla yang menjadi kegiatan khotmil Quran. Jangan sampai seruan ibadah ini tidak menarik didengar, makanya alat pengerasnya harus bagus," ujarnya menambahkan.

Hari Santri 2019

Dari mana modalnya, Hamid mengatakan, modal untuk pengadaan Microfon ini awalnya murni dari bantuan pengurus Ansor. "Dan kini setelah banyak yang tahu, gerakan sosial 1000 Microfon untuk musholla ini akhirnya banyak yang datang sendiri, kami memang tidak menolak untuk menyalurkan, demi kepentingan umat," tandasnya.

Agus Mulyono salah satu Takmir Musholla Ngoro Jombang yang menerima bantuan Microfon mengatakan Ansor sangat peka tehadap kebutuhan umat di bawah yang tidak tersentuh berbagai kalangan.?

"Dan ini salah satu bentuk untuk menjaga masjid dan musholla dari paham di luar Aswaja NU. Karena gerakan ini nyata di lapangan," katanya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Habib, Nahdlatul, Hikmah Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock