Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI

Jakarta, Hari Santri 2019. Taman Komik Nusantara mengadakan kegiatan “Mencipta Karya 70 Komik Bertema Hari Kemerdekaan RI ke-70” dengan bertutur tentang “Memaknai Bhinneka Tunggal Ika dan Hakikat Kemerdekaan” di Halaman Gedung Teater Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (15/8) pukul 15.00-17.30 WIB lalu.

Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI

Dengan disuguhkan atraksi Gambar Wayang Punakawan tentunya menambah antusias peserta yang hadir yakni para pelajar muda Kota Bekasi dan para remaja yang terbiasa melakukan kegiatan komunitas di jalanan sekitar wilayah Kali Pasir, Cikini, Jakarta Pusat.

“Dari kegiatan ini diharapkan para pelajar berlatih berimajinasi kreatif menggambar dan menemu kenali sejarah bangsa dengan baik, belajar mencintai dengan kesungguhan, merawat dan memelihara rasa kebangsaan. Mereka belajar untuk tidak mudah menebar kebencian namun saling menjaga persatuan di negeri Nusantara tercinta ini,” ujar Pendiri Taman Komik Nusantara, Endah Priyanti lewat rilis yang dikirimkan ke Hari Santri 2019, Senin (17/8).

Hari Santri 2019

Kegiatan diawali dengan pelatihan public speaking yang mengulas tentang sumbangan pemikiran dan perjuangan para tokoh pahlawan nasional seperti Tan Malaka, Soekarno, M Hatta, Sutan Sjahrir, dan sebagainya yang ditampilkan oleh para pelajar muda secara komunikatif di depan publik. Dengan demikian diharapkan para pelajar muda memiliki wawasan kebangsaan dan meneladani sikap positif para tokoh pemimpin bangsa di masa lampau yang telah berjasa bagi Republik ini. 

Kegiatan yang tak kalah menarik adalah apresiasi seni pertunjukan dan narasi kitab sastra klasik bersejarah seperti Arjunawiwaha, Bharatayuda, Gatotkacasraya, Sutasoma dan Negarakertagama. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan workshop pembuatan komik sejarah yang bertema tentang “Memaknai Bhinneka Tunggal Ika dan Hakikat Kemerdekaan”. 

Hari Santri 2019

“Kegiatan bersama Taman Komik Nusantara ini juga menjadi ajang silaturahmi anak-anak jalanan terutama memperkenalkan Budaya Wayang Nusantara melalui media komik. Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mereka tentang makna kebhinekaan yang sudah menjadi suatu keniscahyaan namun tetap menghormati antar pertemanan yang berbeda baik agama, suku maupun latar belakang budayanya,” terang Endah yang juga Guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi.

Merawat Budaya Nusantara

Gerakan kebudayaan berupa Taman Komik Nusantara ini sudah dimulai sejak awal Januari 2015 dan peluncurannya sudah dilakukan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2015 lalu. Menurut Endah, gerakan ini penting ketika makna pendidikan hadir dalam bentuk gerakan sadar budaya di akar rumput sehingga masyarakat memandang bahwa pendidikan berbasis kebudayaan juga bisa diciptakan di ruang-ruang publik yang sederhana. 

“Taman Komik Nusantara ini memiliki visi merawat Budaya Nusantara melalui komik kreatif anak bangsa. Dalam wahana ini, kami merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-70 dengan penuh suka-cita menciptakan taman belajar yang menyenangkan dan humanis sesuai Tut Wuri Handayani,” paparnya.

Melalui wadah ini, Endah mengajak para pelajar muda mengumpulkan serpihan peristiwa sejarah yang terbuang, terlupakan, tersimpan, tersembunyi dan terselip di belantara kekayaan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Mereka serasa diajak menelusuri mesin waktu ke tahun-tahun awal terbentuknya jaringan Nusantara. 

Dia mengungkapkan, penelusuran mesin waktu ini secara pribadi menghentak kesadarannya dan kesadaran para pelajar muda tentang hal yang paling hakiki akan makna bernegara dan berbangsa Indonesia yang selama ini mungkin perlahan mati suri karena melihat situasi dan kondisi bangsa dirusak oleh tercerabutnya akar budaya luhur di segala bidang kehidupan. 

“Kesadaran ini menggelitik nalar kita bahwa sebagai bangsa kita sebenarnya sudah berusia yang cukup untuk bisa menyebut diri sebagai bangsa merdeka jika kita mau menemukan bentuk kemerdekaan yang hakiki yaitu merdekalahir batin dalam pikiran, sikap dan perbuatan,” pungkasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Amalan Hari Santri 2019

Sabtu, 24 Februari 2018

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah

Tangerang,Hari Santri 2019

Pasca kejadian teror pos polisi Cikokol dengan terduga simpatisan Islamic State of Iraq an Syiria (ISIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar aksi cinta tanah air dan NKRI Harga mati. Aksi dimulai dari depan kampus, dilanjutkan dengan berjalan kaki ke tugu Akhlakul Karimah dan berakhir di depan Kantor Pemerintah Kota Tangerang. Pada aksi Jumat (21/10) tersebut, mereka menuntut Tangerang Raya bebas ideologi Khilafah Islamiyah.

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah

Koordinator aksi Aflahul Mumtaz mengatakan, aksi ini adalah bentuk keperihatinan mahasiswa NU Tangerang atas hilangnya rasa cinta tanah air, dan hilangnya rasa cinta terhadap falsafah bangsa Pancasila disebagian generasi muda. Mereka lupa, bahwa bangsa ini dibentuk dengan darah yang menginginkan Indonesia damai, nyaman dan sejahtera. Bukan malah melakukan teror, dan men thogut-kan hasil capaian Ulama dan founding father bangsa ini.

"Kita akan tuntut Pemerintah Kota Tangerang mendeklarasikan diri sebagai garda terdepan membebaskan Kota Tangerang dari ideologi Khilafah Islamiyah," ujar Ketua Komisariat PMII STISNU ini melalui siaran pers.

Hari Santri 2019

Mahasiswa Nahdlatul Ulama akan menjadi garda terdepan untuk mengawal pancasila dan UUD 1945. Dahulu 22 Oktober Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari menggelorakan jihad mengusir penjajah, puncaknya gerakan 10 November para santri berjuang mempertahankan bangsa dan negara.

Hari Santri 2019

“Maka pada momentum ini tugas kami melawan siapa saja yang akan merusak integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Hasanudin Petoy, koordinator aksi dari BEM STISNU mengkritik pemerintah daerah yang bungkam dan diam atas kejadian ini. Ia juga menyesalkan bahwa kampus NU Tangerang sudah memperingatkan tentang minimnya pemahaman pelajar atas pilar kebangsaan yang sejatinya sudah sesuai dengan ajaran agama. Sehingga banyak di antara pelajar yang tertipu pemahamannya dalam beragama, berbangsa dan negara, dengan formalisasi syariat.

"Kami hadir di sini, untuk mendorong pemerintah Kota Tangerang peka atas perubahan pemahaman keagamaan dan nasionalisme di kalangan pelajar. Sebab itu, kita menuntut Pemerintah membuat kurikulum muatan lokal wawasan kebangsaan dalam perspektif agama agama. Tujuannya, agar mereka diideologisasi bahwa Pancasila? dan NKRI sah dalam kacamata agama manapun," ujarnya.

Petoy menambahkan, kita sangat perihatin sekolah sekolah? dan kampus kampus tidak pernah mengajarkan atau menumbuhkan penanaman ideologi kebangsaan, mereka seakan diberikan kebebasan tanpa adanya pengarahan untuk berbuat dan berkehendak.

"Kami anak pesantren, oleh kiai kami sudah disumpah setia cinta tanah air dan NKRI adalah harga mati. Termasuk kampus NU Tangerang, membaiat kami sumpah setia pada bangsa dan negara. Kenapa di sekolah tidak...?" tanyanya menggebu gebu.

Kita ingin, semua tunduk dan mengamalkan nilai nilai luhur pancasila sebagai identitas bangsa. Siapa pun itu, mulai dari pejabat, rakyat jelata, orang kaya, orang miskin, muslim atau nonmuslim bersatu atas nama bangsa dan negara. Mengamalkan Pancasila, berati menjauhkan diri prilaku korup, hedon, acuh dan tak peduli. Mengamalkan Pancasila berarti mengajarkan semua peduli, berbhineka tunggal ika, dan saling menjaga serta menghormati satu sama lainnya. Tidak ada lagi yang dikafir-kafikan, tidak ada lagi yang thogut thoguthkan. (Red. Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Tegal Hari Santri 2019

Minggu, 18 Februari 2018

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar

Mataram, Hari Santri 2019



Ustadz Ilhamudin, penyandang tunanetra diminta panitia untuk membaca Al-Quran pada acara pembukaan Munas-Konbes NU 2017 di alun-alun Islamic Center, Kota Mataram, Kamis (23/11) siang. Pada pembukaan yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, ia membaca ayat yang menerangkan sifat-sifat ulama.

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar

Sebagaimana diketahui, Ustadz Ilhamudin adalah juara ketiga MTQ Nasional 2012. Ia dilahirkan di Lombok Tengah.

Ustadz Ilhamudin setelah membaca ayat Al-Quran mengajak para hadirin untuk bersama-sama membaca Shalawat Badar.

"Pembukaan acara kita menghadirkan qari tunanetra. Ini menunjukkan bahwa NU memang care dengan penyandang disabilitas, sejalan dengan pembahasan masalah disabilitas di forum Bahtsul Masail Munas Alim Ulama NU 2017 di Pesantren Darul Falah Lombok," kata panitia Munas-Konbes NU 2017 dalam jumpa pers, Kamis (23/11) pagi.

Hari Santri 2019

Menurut Robikin, penyandang disabilitas adalah juga karunia Allah. Disabilitas bukan keterbatasan. Penyandang disabilitas dapat menggali potensi diri dan dapat kesempatan yang sama dalam meraih prestasi.

Masalah disabilitas ini diangkat sebagai salah satu pembahasan di forum Munas NU 2017 dalam sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah al-Maudhuiyah. Masalah ini akan dibahas secara serius terutama terkait fasilitas peribadatan bagi penyandang disabilitas. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Tegal, Anti Hoax Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar

Banyumas, Hari Santri 2019. Sekolah merupakan tempat strategis dalam mengenalkan dan menanamkan pola hidup bersih kepada anak. Guru berperan signifikan dalam menciptakan kebiasaan positif tersebut kepada peserta didiknya untuk disebarluaskan di lingkungan keluarga.

Cara pandang ini menjadi dasar Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Tengah menggelar Workshop Healthy Living di Hotel Queen Garden dan Moroseneng kawasan wisata Baturaden Banyumas, Jawa Tengah. Sejak Ahad sampai Selasa (5/11), sebanyak 85 guru MI dan MTs di bawah LP Maarif NU se-Kabupaten Banyumas dan Cilacap mengikuti pelatihan hidup bersih ini.

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar

Selama tiga hari guru-guru yang mengampu bidang studi olah raga dan kepala Unit Kesehatan Sekolah (UKS) tersebut menerima materi seputar pengelolaan UKS, pola makan sehat, sanitasi, penyakit menular dan berbahaya, imunisasi, narkoba, bahaya rokok, dan materi kesehatan lainnya.

Hari Santri 2019

Selain itu peserta juga memperoleh materi manajemen keterampilan membuat keputusan terkait kesehatan dan membangun komunikasi yang efektif untuk mendukung gaya hidup sehat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Australia’s Education Partership with Indonesia yang digagas LP Maarif NU Jateng dan Pemerintah Australia.

?

Salah seorang peserta, Yayuk Sulistiyowati, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru tentang kesehatan. “Materinya sangat bagus. Tutornya juga sangat berkompeten, menguasai materi, dan tidak membosankan,” kata guru Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Kroya ini.

Hari Santri 2019

“Di samping itu banyak praktiknya. Seperti tadi misalnya, kami guru-guru diminta praktik cara menggosok gigi yang benar. Kemudian ada materi penyakit menular dan cara penangannya.? Ini bekal bagi kami untuk mensosialisasikan kepada murid-murid di sekolah,” ungkapnya.

Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah H Agus Sofwan Hadi berharap para guru peserta workshop bisa menularkan semangat pola hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing. Suasana hidup sehat, lanjutnya, termasuk standar pelayanan minimal yang harus disediakan sekolah. Masih banyak madrasah-madrasah yang belum? menyadari pentingnya hal ini.

“Jumlah dan kondisi toiletnya tidak memenuhi standard, sanitasinya buruk,? dan ketersediaan air bersihnya minim. Padahal hidup sehat adalah modal awal terbentuknya generasi yang berkualitas. Jika? pola hidup sehat diterapkan di? madrasah-madrasa insyaallah sekolah kita juga sehat. Sekolah yang sehat dapat menghasilkan generasi yang? berkualitas,” ungkapnya.

Sebelum Banyumas dan Cilacap Workshop Healthy Living yang dimotori SNIP LP Ma’arif NU Jateng ini juga dilaksanakan di Kebumen pertengahan Oktober lalu. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Buya Leter, Sosok Pemegang Teguh Agama dengan Adat

Tidak banyak ulama yang mampu memahami pertautan agama dengan adat Minangkabau di Sumatera Barat. Di tengah mencuatnya Islam Nusantara yang mengakar dan tumbuh di tengah masyarakat Indonesia, di Sumatera Barat dikenal ungkapan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK).?

Ungkapan ini menempatkan bagaimana adat Minangkabau yang sudah ada di tengah masyarakat Minangkabau dapat diselaraskan dengan nilai-nilai agama Islam. Adat yang sudah duluan ada di tengah masyarakat, tidak dipertentangkan dengan Islam. Namun bagaimana ? adat tersebut dapat dijiwai dengan nilai-nilai agama. Buya Leter adalah sosok pemegang teguh perpaduan tersebut.?

Buya Leter, Sosok Pemegang Teguh Agama dengan Adat (Sumber Gambar : Nu Online)
Buya Leter, Sosok Pemegang Teguh Agama dengan Adat (Sumber Gambar : Nu Online)

Buya Leter, Sosok Pemegang Teguh Agama dengan Adat

Sosok Awan PBNU Buya Drs. H. Tuanku Bagindo Mohammad Leter, yang masuk dalam daftar 39 ulama yang diusulkan sebagai calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi merupakan ulama Minang yang mampu memadukan adat Minang dengan nilai-nilai Islam yang ada di Sumatera Barat. ? Buya Leter kelahiran Pakandangan 16 April 1934, diangkat menjadi tuanku di Surau (Pesantren) Mato Aia, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat tahun 1971. Itu artinya ? Leter sudah diakui sebagai tamatan pesantren dan memiliki pengetahuan agama.

Sebelumnya, Buya Leter sudah belajar di Madrasah MIT Pakandangan tahun 1948. Melanjutkan pendidikan ke SMP Persatuan Guru Indonesia Bukittinggi (1948) dan menamatkannya di SMP IPP Bukittinggi tahun 1953. Masuk Sekolah Guru dan Hakim Agama (SGHA) Negeri tahun 1956 di Yogyakarta. Dari sana, Leter menamatkan sarjana muda IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1964 Fakultas Tarbiyah. Sedangkan sarjana lengkap diselesaikan tahun 1970 di tempat yang sama.

Hari Santri 2019

Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari kolonial Belanda, tahun 1947-1948 Leter bekerja di bengkel senjata Mobil Brigade (sekarang Brimob) di Bukittinggi. Dari sana, menjadi Tentara Pelajar (1948-1949) di Bukittinggi. Tamat SGHA, Leter diangkat menjadi PNS di Kabupaten Bengkalis, ditempatkan di Bagansiapi-api menjabat Kepala Sekolah Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP) Alwashliyah (1957-1961).

Hari Santri 2019

Ketika di Yogyakarta tahun 1954, Leter turut aktif dalam pendirian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bersama Prof.Dr. KH Chatibul Umam (sekarang salah seorang pengurus PBNU). Di tengah sibuk menyelesaikan kuliah tahun 1966, dipanggil mengikuti wajib militer untuk SEPACAD-AD di Bandung. Setelah mengikuit latihan 6 bulan, muncul kebimbingan antara ingin meneruskan karir militer, menyelesaikan sarjana lengkap IAIN dengan kembali ke PNS. Akhirnya, melalui SK Menteri Agama, 31 Agustus 1967 ditugaskan menjadi Penilik Pendidikan Agama di Kabupaten Padangpariaman. Hanya dua bulan kemudian, Bupati Padangpariaman Mohammad Noer memintanya jadi anggota DPRDGR Padangpariaman dari Partai Nahdlatul Ulama, terpilih menjadi Wakil Ketua I DPRDGR Padangpariaman hingga 1971.

Dari Padangpariaman, Leter pindah bertugas ke Departemen Agama Sumatera Barat. Sebagai ulama, dipercaya sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar (1975-1991). Tahun 1979 Leter diminta menjadi pengurus Golkar. Leter menolak karena semua orang tahu ia dari Partai NU dulunya.

"Kalau Buya tidak masuk, tidak ada ulama di Golkar. Siapa yang akan memberikan nasehat jika dibutuhkan. Jangan-jangan orang lain yang tidak jelas keulamaannya. Setelah berkonsultasi dan restu dari tokoh NU di Sumatera Barat, saya pun bersedia. Karena tujuannya juga untuk berdakwah, menegakkan Islam Ahlussunnah Waljamaah. Ternyata langsung ditempatkan di jajaran Wakil Ketua DPD Golkar Sumatera Barat," kenang Buya Leter, yang dua periode menjadi anggota DPRD Sumatera Barat, kepadaHari Santri 2019 Selasa (14/7/2015) di kediamannya, kawasan Ulakkarang Padang.

Setelah tidak di politik, aktifitas Leter tidak pernah sepi. Berdakwah ke berbagai masjid, surau, ? majelis taklim. Belum lagi berbagai pertemuan ilmiah, seminar, pelatihan, workshop dan diskusi. Sebagai Wakil Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) periode 2005-2010, Leter semakin memiliki ruang memadukan adat Minangkabau dengan agama Islam. Leter paham betul bagaimana perpaduan adat Minang ? dan Islam sebagaimana ? ungkapan ? Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK). Dengan jejak rekam itu, nyaris tidak ada masyarakat di Sumatera Barat yang tak kenal dengan Buya Leter ini. Banyak tokoh nasional yang datang ke Sumatera Barat, Buya Leter turut mendampinginya.

Penulis buku, Tuntutan Rumah Tangga Muslim dan Keluarga Berencana ini, belakangan sering mengisi dakwah di Stasiun TVRI. "Materi yang disampaikan Buya Leter menarik, simpel dan mudah dipahami. Saya senang dan sering nonton," tutur Pengurus PP Lesbumi M. Dinal kepada Hari Santri 2019 ? beberapa waktu lalu di Jakarta.

Aktivitas organisasi yang dilalui ? Leter diantaranya, Sekretaris ? Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia Bukittinggi (1950-1952), Ketua Umum Persatuan Pelajar Sekolah Guru (PPSG) Daerah Istimewa Yogyakarta (1955-1957), Pengurus Cabang PII (Pelajar Islam Indonesia) Cabang Yogyakarta ? (1954-1956), Sekretaris Dewan Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1964-1966), Wakil Ketua Presiden MMI (Majelis Mahasiswa Indonesia) Yogyakarta (1965-1967), Ketua Koordinator Dema/Sema Universitas dan Perguruan Tinggi Islam ? DI. Yogykarta ( 1965 - 1967), Pengurus Ex. Tentara Pelajar/ Pelajar Pejuang Sumatera Tengah Komisaris Daerah Sumatera Barat (1980), Anggota LAKSUSDA Penanggulangan Bahaya Komunis Kodam III/ 17 Agustus (1981-1983), Wakil Ketua PKBI Prop. Sumatera Barat (1981-1989), Wakil Sekretaris Panitia MTQ tingkat Nasional ke XIII ? di Sumatera Barat (Padang) (1982-1983), Wakil Ketua PDK Kosgoro Prop. Sumatera Barat (1986-1991), Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Propinsi Sumatera Barat (1988-1993), Ketua Satkar Ulama Prop. Sumatera Barat ? (1994-1999), Wakil Ketua I PMI ? (Palang Merah Indonesia) Prop. Sumatera Barat ? (1994-sek.), Wakil Ketua LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Prop. Sumatera Barat ( 1999-sek.), Ketua Umum Ikatan Mubaligh Sumatera Barat (2002-sek.), Musytasar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Barat (2003 – 2004), Wakil Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Barat (2005 – 2010) dan sekarang Awan PBNU (2010-2015). (armaidi tanjung)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Pertandingan Hari Santri 2019

Kamis, 18 Januari 2018

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur

Di antara doa-doa yang dibaca Rasulullah adalah lafal di bawah ini:

? ? ? ? ? ?

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur

Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka

Hari Santri 2019



Artinya: “Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari saat Engkau bangkitkan para hamba-Mu.”

Hari Santri 2019

Doa ini dapat dirujuk dalam hadits shahih riwayat At-Turmudzi dari Sayyidah Hafshah yang mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah apabila hendak tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya lalu mengucapkan Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka sampai tiga kali. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 PonPes, Tegal Hari Santri 2019

Kamis, 11 Januari 2018

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan

Oleh Achmad Sahri ?





Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan



Sebuah koran pada tanggal 7 Oktober 2016 memberitakan tujuh dari 25 santri Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di Bengawan Solo. Sebelumnya, sejak Januari 2016, koran Tempo telah memuat dua berita tentang santri tenggelam, yaitu: Hanyut Setelah Cuci Jeroan Kurban, 3 Santri Ditemukan Tewas (14 September 2016) dan Lima Santri Tewas Tenggelam di Sungai Waduk Cangklik (20 Januari 2016).

Kabar tentang kurangnya jaminan keamanan santri saat mereka beraktivitas di lingkungan luar pondok pesantren seperti ini bisa menjadi pertimbangan yang memberatkan di tengah gencarnya gerakan “Ayo-Mondok” yang digalakkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan diamini oleh Kementerian Agama agar orang tua mau mengirimkan anaknya untuk belajar di pondok pesantren.

Hari Santri 2019

Kurikulum pondok pesantren saat ini sebenarnya sudah jauh lebih variatif daripada pesantren zaman dulu. Selain ilmu agama, santri kontemporer juga dibekali dengan ilmu dunia yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masa depan mereka. Beberapa pesantren, sejak beberapa dekade terakhir juga membuka sekolah kejuruan atau memiliki kegiatan ekstra-kulikuler yang memungkinkan santri mereka belajar ilmu non-agama dan ketrampilan praktis lainnya seperti otomotif, tata boga, tata busana, bela diri dan sebagainya.?

Namun ketrampilan bertahan hidup di alam terbuka seperti renang dan search and rescue (SAR) di perairan (seperti bagaimana mencari dan menyelamatkan orang tenggelam) sangat minim diajarkan di pesantren, jika tidak boleh dikatakan tidak ada.

Hari Santri 2019

Anjuran tentang renang

Benarkah renang merupakan sunnah Nabi? Kalau kita telusuri, memang ada beberapa hadits Nabi SAW yang menyinggung perihal renang ini, salah satunya adalah hadits dari Jabir bin Abdillah r.a yang redaksionalnya kurang lebih: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah (mengingat Allah) merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang” (HR. An-Nasa’i).

Kalau kita perhatikan teks hadits tersebut, mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia. Hanya saja Rasulullah SAW tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan. Para ulama umumnya menyebut perintah belajar berenang merupakan perintah dari Umar bin Al-Khattab r.a yang berbunyi: “Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda", sehingga umumnya para ulama sampai kepada kesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah (dibolehkan).

Butuh praktik

Tidak seperti ilmu-ilmu agama yang umumnya dipelajari, dikaji dan didiskusikan dengan membedah kitab tertentu, renang apalagi search and rescue (SAR) di perairan, karena merupakan ketrampilan praktis, tidak hanya selesai pada tataran dipelajari atau dikaji di majelis atau ruang kelas. Renang dan SAR perairan memerlukan praktik dan latihan yang disiplin dan terjadwal untuk dapat dikuasai.?

Sebagai bagian dari kurikulum, jika ke depan akhirnya perlu diajarkan di pesantren, materi ajar seperti buku atau referensi juga perlu diformulasikan. Tentunya yang sejalan dengan lingkup lingkungan pesantren. Tak ketinggalan, guru ‘ngaji’ tentang renang dan SAR perairan ini juga perlu disiapkan. Guru ngaji ini selain harus memahami teknik praktis tentang renang dan SAR perairan, mereka juga harus memahami ketentuan syar’i agar berenang tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti misalnya bagaimana menyikapi aurat.

Sulitnya realisasi praktik renang islami

Memang agak sulit untuk menerapkan praktek renang islami, dimana laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur dalam satu tempat, apalagi jika proses pembelajaran renang dilakukan di kolam renang umum yang tidak membedakan pengunjung berdasarkan jenis kelamin, sebab konsepnya memang dibuat untuk umum, dimana laki-laki dan perempuan dibiarkan berenang dalam satu kolam renang. Kalaupun harus dipisah, pengadaan infrasutruktur kolam renang menjadi berlipat biayanya.

Saat ini, sebagian kalangan sudah mulai sepakat paling tidak sampai ke level memisahkan tempat antara laki-laki dan perempuan sebagai syarat kebolehan. Pengaturan waktu berenang antara laki-laki dan perempuan juga sempat menjadi usulan. Tujuannya bukan sekadar terjaganya aurat, tetapi juga agar tidak terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Satu hal lain yang juga penting adalah belajar berenang diutamakan dilakukan sejak usia dini. Setidaknya ada dua alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan saat usia kanak-kanak, sehingga nasehat Umar bin Al-Khattab r.a untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil menjadi sangat tepat. Kedua, anak yang masih kecil belum terikat dengan aturan membuka aurat dan keharusan menjaga pandangan.

Jadi, apakah sudah saatnya santri juga perlu ‘ngaji’ renang dan search and rescue perairan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.





Penulis adalah calon PhD Student di Marine Animal Ecology Wageningen University & Research Belanda, Alumnus Ponpes Kyai Galang Sewu, Jurang Blimbing, Tembalang, Kota Semarang, Jamaah PCI-NU Belanda, tinggal di Wageningen-Belanda

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Sunnah, Tegal Hari Santri 2019

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi

Brebes, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Fatayat NU Brebes mendirikan Baitul Mal wat Tamwil Syirkah Muawanah Fatayat Nahdlatul Ulama (BMT SM FNU). Kehadiran lembaga ini diharapkan menjawab tantangan ekonomi yang mendera sebagian warga NU di kabupaten Brebes.

“Fatayat NU senantiasa melakukan gerakan-gerakan ekonomi dengan mengembangkan sayap ekonomi, seperti BMT,” ujar Ketua Fatayat NU Brebes Mukminah usai peluncuran Koperasi Serba Usaha (KSU) BMT SM FNU di jalan raya Kluwut KM 03 Bulakamba, Brebes, Ahad (17/5).

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi

Pemberdayaan perempuan sebagai kader NU, menurutnya, berpotensi besar dalam pengaturan roda ekonomi keluarga. Kehadiran BMT menjadi jawaban kegelisahan perempuan Nahdliyin. Apalagi di daerah Kluwuat, mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani yang sangat memerlukan langkah penyejahteraan keluarganya.

Hari Santri 2019

“BMT SM berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dan petani Brebes pada umumnya,” terang Mukminah.

Hari Santri 2019

Direktur BMT SM FNU Hj Eva Trisnawati menjelaskan, BMT didirikan dengan modal awal sebesar Rp 100 juta dari investasi sejumlah orang. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang juga Wakil Ketua Fatayat NU berinvestasi sebesar Rp 10 juta. Bahrudin Nasori Rp 25 juta. H A Rafiq Abdillah Rp 10 Juta. H Toridin (Pengusaha Tambak) Rp 25 juta. Selain mereka, ada 20 orang pengurus masing-masing berinvestasi Rp 1 juta serta nasabah lainnya sehingga genap Rp 100 juta.

“Modal awal Rp 100 juta ini mudah-mudahan menjadi titik awal keberkahan usaha kami,” kata Eva.

Untuk sementara, bidang usaha yang dijalani masih berkutat di simpan pinjam. Mudah-mudahan sepanjang perjalanan waktu akan dikembangkan berbagai usaha untuk membantu kesejahteraan bersama.

Hadir dalam peluncuran ini Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Brebes Sutejo, Ketua KSU Windu Kencana Brebes Komar, Kasi Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UMKM Sunoto, beserta pimpinan cabang NU, Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU, Ketua anak cabang Fatayat NU sekabupaten Brebes, dan sejumlah undangan lainnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Fragmen Hari Santri 2019

Minggu, 31 Desember 2017

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik

Rembang, Hari Santri 2019. Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Abdul Rosyid menegaskan, pihaknya akan tetap menjaga netralitas menjelang hingga usai pemilihan legislatif 2014.

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik

Menurut dia, masih banyak yang perlu dibenahi di internal organisasi, termasuk penataan lembaga dan pengoptimalan program. Demikian ia sampaikan, Jumat (21/2) malam, dalam acara pengajian rutin GP Ansor PAC Kaliori.

Rapat kerja (Raker) GP Ansor PAC Kaliori yang digelar di kantor NU pada pertengahan 2013 lalu menghasilkan program kerja di empat belas lembaga pelaksana. Tetapi, kata Rosyid, beberapa lembaga dinilai belum berjalan maksimal dalam meralisasikan program-programnya.

Hari Santri 2019

Rosyid menjelaskan, meski demikian, lembaga yang membidangi dakwah dan keorganisasian tergolong berhasil menggait kader dari 24 Desa yang ada di kecamatan Kaliori. Pihaknya berencana akan menggelar rapat kerja kedua pertengahan Marert nanti yang dirangkai dengan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

Hari Santri 2019

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Nasuha mendorong GP Ansor setempat dapat melangkah lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun politik 2014 dinilai sebagai ujian besar warga NU untuk tidak terseret ke dalam kepentingan pragmatis. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Daerah, Habib Hari Santri 2019

Jumat, 29 Desember 2017

NU Gelar Halaqah, Bahas Pemanasan Global

Jakarta, Hari Santri 2019

Nahdlatul Ulama (NU) tampaknya juga prihatin atas kondisi alam yang seakan semakin tidak bersahabat. Hal itu ditandai dengan terjadinya berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, kebakaran hutan, gelombang pasang tsunami, dan lain-lain. Tak hanya itu, korban yang diakibatkan pun tak sedikit.

Karena itu, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu akan menggelar halaqah untuk membahas, salah satunya adalah fenomena pemanasan global (global warming) yang merupakan satu di antara bagian dari sebab terjadinya berbagai bencana alam.

NU Gelar Halaqah, Bahas Pemanasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Gelar Halaqah, Bahas Pemanasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Gelar Halaqah, Bahas Pemanasan Global

“Meningkatnya suhu permukaan bumi, di atas daratan, lautan atau kombinasi keduanya secara menyeluruh atau pemanasan global. Situasi ini ditandai dengan meningkatnya cuaca secara ekstrim seperti musim panas yang panjang dan pendeknya musim hujan,” terang Avianto Muhtadi, Project Manager Community Based Risk Disaster Risk Management(CBDRM) NU kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/7)

Kegiatan yang digagas CBDRM NU atau Tim Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat itu akan diselenggarakan di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta, pada 23-25 Juli mendatang. Sejumlah pakar lingkungan hidup dan para ulama NU itu akan dilibatkan dalam pembahasannya.

Secara umum, kata Avianto, halaqah tersebut dilakukan untuk membuat konsep penanggulangan dan pengurangan risiko bencana alam ala NU. Pasalnya, ujarnya, selama ini penanggulangan bencana, apalagi di kalangan NU, lebih bersifat umum.

“CBDRM NU ingin mengembangkan konsep penanggulangan bencana berbasis masyarakat dalam perspektif NU. Nuansa NU dan Islam ingin ditonjolkan dalam upaya mencari bentuk khusus, sehingga berbeda dengan kelembagaan dan konsep bencana yang dilakukan organisasi lain,” terang Avianto.

Hari Santri 2019

Ia menambahkan, target khusus yang ingin dicapai melalui halaqah tersebut adalah terciptanya rumusan-rumusan tentang penanganan bencana dengan pendekatan Islam dan NU. Rumusan itu kemudian akan diwujudkan dalam sebuah buku panduan yang dapat dijadikan sandaran pengetahuan, pemahaman, dan konsep dasar operasional penanggulangan bencana yang akan dilakukan masyarakat NU.

Perspektif Islam dan NU, lanjutnya, adalah dengan menjadikan teks suci agama (nash) sebagai sandaran utama, sekaligus menjadi kekuatan tradisi NU dan khazanah lokal sebagai sandaran operasional. “Penanggulangan bencana dalam perspektif Islam dan NU, selama ini belum ada. Kalau pun ada hanya bersifat konsep dan belum operasional,” tandasnya. (rif)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Fragmen, AlaNu, Tegal Hari Santri 2019

Rabu, 20 Desember 2017

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Tidak diragukan lagi bahwasanya dalam syariat Islam, selain puasa wajib di bulan Ramadhan, kaum muslim pun diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa sunah ini memiliki banyak keutamaan,sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Qudsi, Allah Swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?) ? ? ?

? "Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)." Kemudian, Rasulullah melanjutkan, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi .

Salah satu keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal - Puasa Enam hari di bulan Syawal memiliki dalil yang shahih.

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ?

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.?

Sebagian orang meragukan hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal, akan tetapi keraguan itu terbantahkan oleh bukti-bukti periwayatan hadits. Perhatikan ungkapan Syeikh Abdullah bin Abdulal- Bassam berikut.

Hari Santri 2019

“Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal merupakan hadits yang shahih, hadits ini memiliki periwayatan lain di luar hadits Muslim. Selain hadits Muslim yang meriwayatkan hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal antara lain; Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi.” Oleh karena itulah Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal ini tergolong hadits mutawatir.

Hukum berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah sunah yang boleh dilaksanakan mulai tanggal dua Syawal. Apabila melaksanakan puasa sunah Enam hari ini pada tanggal satu ? Syawal maka hukumnya tidak sah dan haram. Dalam hadits disebutkan, dari Abu Said al-Khudri, dia berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2019

? “Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua hari raya; idul fitri dan idul adha.(maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah . ?

Praktik berpuasa 6 hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa di bulan Ramadhan, boleh bersahur dan berhenti sahur saat waktu imsak. Perbedaannya, pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari yang penting masih di bulan Syawal. Namun apabila merujuk pada firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133, sebaiknya dilaksanakan sesegera mungkin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allah berfirman, “Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”.

Demikian saja sekilas tentang Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal. Ingat, tidak ada lagi hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha, jadi pembaca setelah melaksanakan puasa Enam hari di bulan Syawal tak usah lagi merayakannya dan mengucapkan selamat hari raya.

?

Guslik An-Namiri, Ketua Umum Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia Riyadh, aktivis NU Arab Saudi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Ahlussunnah, Tegal Hari Santri 2019

Senin, 18 Desember 2017

PKD Ansor se-Madura Cetak Kader Penggerak

Pamekasan, Hari Santri 2019 - Revitalisasi pengkaderan dalam mencetak pemimpin ideal. Itulah tema yang diangkat dan dikupas dalam pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) se-Madura oleh PAC GP Ansor Larangan Pamekasan, Jumat (24/11).

Kegiatan di Pesantren Sumber Nangka Larangan tersebut dihadiri Ketua PCNU Pamekasan KH Taufik Hasyim, Ketua PC GP Ansor Pamekasan Fathor Rahman beserta jajaran, ketua PAC GP Ansor dari 13 kecamatan di Pamekasan, dan sebagian pengurus GP Ansor se-Madura.

PKD Ansor se-Madura Cetak Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD Ansor se-Madura Cetak Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD Ansor se-Madura Cetak Kader Penggerak

Kegiatan yang dijadwalkan hingga Ahad (26/11) tersebut, diikuti oleh 50 kader. Jumlah tersebut sengaja dibatasi guna menjaga efektivitas pelaksanaan PKD.

Hari Santri 2019

"PKD ini tidak lepas dari misi terwujudnya kader penggerak GP Ansor tingkat anak cabang dan ranting yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang andal. Dengan begitu, mereka nantinha siap mengawal dan menjadi dinamisator organisasi GP Ansor," tegas Baisuni selaku Ketua PAC GP Ansor Larangan.

Hari Santri 2019

Untuk itu, tambahnya, peserta PKD selama pelatihan ditempa untuk meraih kompetensi pelatihan antara lain memiliki wawasan keilmuan yang luas dan bobot pengetahuan yang lebih memadai tentang ke-Aswajaan, ke-NUan, keindonesian, dan kebangsaan.

"Selain itu, juga berkenaan dengan ke-Ansor-an dan ke-Banseran, amaliyah dan tradisi keagamaan NU, manajemen keorganisasian, dan sebagainya," tandas Baisuni. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Tegal Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat

Mojokerto, Hari Santri 2019. Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Asep Kadarusman menilai pola pendidikan yang dikembangkan di pondok pesantren dan madrasah NU sangat sesuai dengan pola pendidikan yang dianjurkan.

Ia menyampaikan hal tersebut pada ajang Forum Silaturahim Kongres Pergunu II di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto, Kamis (27/10) pagi.

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat

Menurut Asep, ketepatan pada pola pendidikan pesantren adalah dengan dibiasakannya para santri untuk membaca. Ia mengatakan kemampuan membaca menunjukkan kemampuan aktual peserta didik yang bersangkutan.

Selanjutnya untuk menguji hasil dari kegiatan membaca, siswa dapat diajak berdiskusi. Hal ini bermanfaat untuk menguatkan konsep yang belum pahami.

Asep memandang positif pola pendidikan pesantren lainnya yang juga sangat sesuai adalah para santri diajarkan untuk berkomunikasi yang baik dan efektif. Ia mengatakan di era globalisasi saat ini di mana kerja manusia dimudahkan oleh adanya teknologi, potensi besar yang harus dikembangkan (dan bisa dijual) selain berpikir kritis, adalah kemampuan berkomunikasi.

Hari Santri 2019

“Saya mengamati sepanjang acara ini pembawa acara (yang merupakan santri atau orang NU) dapat berkomunikasi secara lancar dan sistematis. Ini komunikasi yang baik yang perlu diteruskan,” kata Asep.

Oleh karena itu, bila berpegangan pada ICT (Information and Communication Technology), kemampuan akan bahasa asing tidak bisa ditawar-tawar dalam menghadapi era ini. Apalagi bila dihadapkan pada tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sebelum menutup paparan, Asep memuji bahwa tradisi tahlilan yang dikembangkan NU, walau banyak yang tak sependapat, membuktikan bahwa tahlilan menarik hati kecil dan merupakan kebutuhan yang tak bisa dibohongi. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Nasional, Humor Islam, Tegal Hari Santri 2019

Jumat, 08 Desember 2017

LAZISNU Pekalongan Salurkan Beasiswa ke Pelajar Madrasah

Pekalongan, Hari Santri 2019. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan menyalurkan dana pendidikan dalam bentuk beasiswa senilai sekitar 100 juta rupiah kepada siswa madrasah di berbagai jenjang pendidikan.

LAZISNU Pekalongan Salurkan Beasiswa ke Pelajar Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Salurkan Beasiswa ke Pelajar Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Salurkan Beasiswa ke Pelajar Madrasah

Penyaluran beasiswa melalui program NUSmart, Sabtu (7/2), itu diberikan kepada perwakilan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di lingkungan Nahdlatul Ulama di acara “Halaqoh Pemberdayaan Masjid” yang dihelat PCNU Kota Pekalongan di Gedung Aswaja, Pekalongan, Jawa Tengah.

LAZISNU Kota Pekalongan sudah beberapa kali memberikan beasiswa pendidikan setahun penuh. Hal ini sesuai program utama LAZISNU yang terdiri dari NUCare (program bantuan langsung [immediate aid] dan tanggap bencana), NUSmart (bantuan pendidikan bagi keluarga tidak mampu), NUSkill (pembekalan ilmu-ilmu terapan yang diperuntukkan bagi anak-anak putus sekolah atau yang tidak melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi), dan NUPreneur (permodalan dan pendampingan usaha bagi pedagang kaki lima dan usaha rumahan).

Hari Santri 2019

Ketua LAZISNU Kota Pekalongan, Luqman Kamil mengatakan, dana beasiswa yang disalurkan pada siswa siswi di lingkungan NU Kota Pekalongan merupakan dana yang dihimpun LAZISNU dari masyarakat melalui zakat, infaq dan shadaqah.

Hari Santri 2019

"Alhamdulillah selama dua tahun kami berjalan, kepercayaan umat yang diberikan kepada LAZISNU semakin meningkat dan berbagai program telah kami laksanakan," tuturnya.

Luqman berharap beasiswa yang diberikan kepada siswa siswi di lingkungan pendidikan NU sebagai stimulan dan sekaligus dapat memberi motivasi untuk giat belajar untuk meraih prestasi tertinggi.

(Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ubudiyah, Tegal Hari Santri 2019

Senin, 04 Desember 2017

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan

Pati, Hari Santri 2019. Sedikitnya 50 anggota komisariat IPPNU Madrasah Aliyah Sultan Agung mendaki gunung Kendeng di desa Sukolilo kecamatan Sukolilo. Mereka mencoba menindalanjuti laporan masyarakat terkait kerusakan tanaman di gunung Kendeng, Rabu (19/2).

Sampai di puncak, mereka kaget. Karena, pegunungan Kendeng yang tampak hijau dipandang dari jauh ternyata hampir semua area puncaknya gundul. Minimnya penyerapan air pada gunung terutama Kendeng menjadi penyebab utama banjir.

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online)
PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online)

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan

Masyarakat menengarai lahan-lahan di atas gunung yang dahulunya tumbuh subur dengan berbagai varian pohon mulai dari randu, mahoni, sampai jati telah berubah menjadi tanaman jagung. Mereka lalu bertemu dan berdiskusi langsung dengan para petani yang sedang membersihkan lahan pascapanen Jagung.

Hari Santri 2019

“Kami tanami jagung karena lebih menghasilkan daripada ditanami pohon jati atau mahoni,” ungkap Sudirjo, salah satu petani yang diajak diskusi.

“Pemerintah kesulitan untuk mengarahkan warga agar mengganti tanaman mereka. Pasalnya lahan yang ditanami merupakan milik mereka sendiri,” kata Mandor Hutan Sukolilo Abdul Rohman.

Hari Santri 2019

Dulu pernah diberi bantuan bibit pohon jati dan mahoni, tetapi warga tidak mau menanamnya. Karena lahannya hanya ditanami tanaman yang menghasilkan secara langsung agar bisa mengisi periuk-periuk mereka. Alhasil bibit-bibit bantuan itu pun sia-sia.

Dengan menjelajah pegunungan Kendeng pelajar IPPNU Komisariat MA Sultan Agung dapat melihat secara langsung kondisi pegunungannya dan dapat permasalahan yang dialami warga.

“saya sangat antusias melakukan pendakian ini karena bisa melihat secara langsung dan berdiskusi dengan warga mengapa mereka menanami lahannya dengan tanaman jagung,” kata Mega Sabrina selaku anggota IPPNU Komisariat MA Sultan Agung. (Masula/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Tegal Hari Santri 2019

Minggu, 03 Desember 2017

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan

Jakarta, Hari Santri 2019?

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan ? Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jakarta Pusat menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan santunan anak yatim yang bertepatan dengan 10 Muharram 1434 H di Kec. Sawah Besar Jakarta Pusat.?

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting Kecamatan Sawah Besar, yaitu Sekretaris PCNU Jakarta Pusat, Ketua MWCNU Sawah Besar, Ketua FKPS Sawah Besar, Ketua MUI Sawah Besar, Ketua DMI Sawah Besar dan juga dihadiri oleh Pengurus Pimpinan Pusat IPNU rekan M Abdul Idris serta Pengurus PW IPNU dan IPPNU DKI Jakarta.

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan

Ketua MWCNU Sawah Besar KH Ahmad Ihsan membuka acara Makesta dan santunan tersebut sekaligus yang bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini, ia mengatakan “Pelajar Nahdlatul Ulama jangan mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas dan paham-paham ajaran Islam yang menyesatkan. Salah satunya tawuran yang sudah menjadi hal biasa bagi pelajar khususnya di jakarta,” ungkapnya.?

Ketua PC IPNU Jakpus, Friady Maulana mengatakan kegiatan Makesta Roadshow ini akan terus berlanjut dua kali dalam sebulan yang bergilir di setiap kecamatan se-Jakarta Pusat, pengkaderan terus kita tingkatkan untuk mencari bibit-bibit pelajar NU yang tangguh, kreatif dan bertaqwa.?

Hari Santri 2019

“PC IPNU dan IPPNU Jakarta Pusat telah memprogramkan bahwa di tahun 2013 akan mendirikan koperasi pelajar, yang bertujuan untuk memfasilitasi pelajar-pelajar NU yang mempunyai kemampuan untuk berwiraswasta dan mengembangkan usaha-usahanya serta untuk mensejahterakan para anggotanya,” tambahnya?

Kegiatan ? ini diharapkan dapat menciptakan kader-kader IPNU dan IPPNU yang tanggungjawab dan mampu menemukan relevansi nilai-nilai islam dengan realiatas yang berkembang di masyarakat.

Hari Santri 2019

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Ansory

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal Hari Santri 2019

Sabtu, 02 Desember 2017

Parade Hadrah Al Banjari Meriahkan Pasar Rakyat

Jombang, Hari Santri 2019. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia hasil kerjasama antara PBNU dengan PCNU Jombang terus mendapat perhatian masyarakat. Warga sekitar tidak semata mendapat sembako atau sembilan bahan pokok yang relatif terjangkau, juga bisa menikmati parade kesenian dan kebolehan dari warganya.

Parade Hadrah Al Banjari Meriahkan Pasar Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Parade Hadrah Al Banjari Meriahkan Pasar Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Parade Hadrah Al Banjari Meriahkan Pasar Rakyat

Hal itu seperti pelaksanaan Pasar Rakyat Indonesia di Jombang pada hari kedua, Ahad pagi hingga siang (10/2). Pengunjung bisa juga menikmati parade banjari sejak pagi hingga jelang shalat dhuhur. 

Penampilan  ini sengaja dibuat beda dan panjang lantaran sebagai media untuk menampilkan grup banjari kebanggaan kota santri. 

Hari Santri 2019

“Paling tidak, kita bisa menunjukkan dan memberi waktu kepada mereka untuk bisa memperkenalkan sekaligus menghibur masyarakat,” kata Ahmad Syamsul Rijal kepada Hari Santri 2019.

Ketua Panitia Pasar Rakyat ini menandaskan, disamping para pengunjung dapat memperoleh informasi dan memperoleh beberapa sembako dengan harga jauh di bawah pasar, pada saat yang sama bisa memperoleh hiburan berupa parade banjari. 

Hari Santri 2019

“Waktu pentas memang lama dan panjang,” kata Mas Rijal –sapaan akrabnya-. Hal ini karena parade yang dimaksud adalah kolaborasi dari sejumlah grup banjari dari seluruh Jombang. 

“Kita pilih personel terbaik, dan mereka dipersilahkan mengeksplorasi kemampuan terbaiknya,” kata Rijal.

Bisa jadi, arena Pasar Rakyat sejak pagi tadi bernuansa pasar islami. Pada saat para pengunjung berbelanja, mereka juga bisa merasakan dan mendengar serta menyaksikan tampilan grup banjari terbaik yang dimiliki PCNU Jombang. 

“Benar-benar nuansa baru,” kata salah Afhadi Junaidi, salah seorang pengunjung. 

Untuk sore, kegiatan pasar rakyat masih terus berlangsung. Dan sejak jam 16.00 WIB, pengunjung dihibur oleh penampilan grup musik dari Jakarta. Dan usai shalat Magrib sebagai puncak acara harlah NU, maulidurrasul serta pasar rakyat. 

“Dari PBNU yang akan hadir adalah Drs H Saifullah Yusuf,” kata Mas Rijal. 

Persiapan dalam rangka resepsi harlah tersebut sudah cukup siap. Malam ini ditampilkan seni calong, yakni alat musik angklung dari MTsN Bahrul Ulum Tambakberas. Ada juga parade band musik dengan syair dan lirik islami. 

“Doakan segalanya bisa berjalan sesuai harapan,” harap Mas Rijal. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Amalan Hari Santri 2019

PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah

Jakarta, Hari Santri 2019. Pimpinan Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU) melayani sedikitnya 300 pasien dari kalangan bawah. Mereka mendatangi stan pelayanan kesehatan yang digelar LKNU di Jalan Kayu Putih Selatan V Nomor 45, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (18/3).



PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah

Kegiatan layanan kesehatan itu dibuka dengan sambutan Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim dan Sekretaris Umum PP LKNU Anggia Ermarini.

Layanan kesehatan secara gratis ini merupakan bentuk pengabdian LKNU terhadap masyarakat umum. Layanan kesehatan itu merupakan bagian dari kegiatan awal harlah ke-67 yang akan diselenggarakan PW Muslimat NU DKI Jakarta.

Lokasi pelayanan kesehatan berdekatan dengan Puskesmas Kayu Putih, Pulogadung. Dalam pelayanan kesehatan, pihak puskesmas setempat turut berpartisipasi dengan menurunkan dua dokternya.

Hari Santri 2019

Layanan kesehatan itu berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00. Pasien datang silih berganti.Sejumlah 150 kursi pasien yang disediakan panitia tidak dapat menampung 300 jumlah pasien yang datang.

Tiga ratus pasien berasal dari jamaah majelis taklim dan kalangan umum. Mereka terdiri dari golongan ibu-ibu dan anak-anak. Semuanya berasal dari golongan masyarakat kelas bawah.

Di lokasi, mereka menerima layanan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan untuk anak. Selain itu, pasien juga mendapatkan obat secara cuma-cuma sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Mereka menyambut baik layanan kesehatan itu. "Kami sangat senang dan berharap program seperti ini sering diadakan di tengah masyarakat," kata salah seorang pasien Siti Aminah, Senin (18/3) siang.

Hari Santri 2019

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Tegal, Hadits Hari Santri 2019

Selasa, 28 November 2017

Menpora Buka Kejuaraan Dunia dan Festival Pencak Silat Ke-17

Jakarta, Hari Santri 2019 - Menpora Imam Nahrawi bersama Ketua PB IPSI Prabowo Subianto berupaya membawa pencak silat agar dapat dipertandingkan di Olimpiade. Imam Nahrawi secara jelas mengemukakan hal ini saat membuka Kejuaraan Dunia dan Festival Pencak Silat ke-17 sekaligus membuka Munas Ke-14 PB IPSI di Gelanggang Olahraga Lila Bhuana Denpasar, Bali, Sabtu (3/12) malam.

Menurut Menpora, memasukan pencak silat ke Olimpiade memerlukan proses panjang dan tidak mudah, salah satunya harus mendapatkan dukungan sedikitnya dari 70 negara anggota IOC yang memiliki federasi cabang pencak silat.

Menpora Buka Kejuaraan Dunia dan Festival Pencak Silat Ke-17 (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Buka Kejuaraan Dunia dan Festival Pencak Silat Ke-17 (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Buka Kejuaraan Dunia dan Festival Pencak Silat Ke-17

"Konsen Presiden Persilat Prabowo agar pencak silat road to UNESCO harus kita seriusi kembali agar jatidiri dan eksistensi pencak silat semakin jelas. Pencak silat bukan hanya urusan olahraga melainkan juga urusan kebudayaan. Pencak silat adalah olahraga asli Indonesia. mengampanyekan dan mengembangkannya adalah konsen kita semua tidak hanya IPSI dan pemerintah tetapi kita semua, melalui film salah satunya," tambahnya.

Kejuaraan yang digelar hingga 9 Desember mendatang ini akan mempertandingkan 24 nomor yang terdiri atas 18 nomor olahraga dan 6 nomor seni. Pertandingan ini diikuti ratusan atlet dari 40 negara di dunia, antara lain dari Perancis, Italia, Belanda, Jerman, Belgia, Australia, Arab Saudi, Palestina, Brasil, Kanada, dan Amerika Serikat.

Hari Santri 2019

Ketua Pelaksana Eddy Prabowo menyampaikan, dalam kejuaraan ini Indonesia menjadi tuan rumah kelima kalinya. "Pencak silat adalah budaya dan olahraga asli Indonesia yang semakin bertambah penggemarnya di seluruh dunia. Dalam kejuaraan ini sebanyak 40 negara akan ikut berpartisipasi dengan 533 atlet dan ofisial bersaing menjadi yang terbaik dari 24 cabang olahraga," kata Eddy.

Kontingen tuan rumah sendiri diperkuat sebanyak 30 atlet yang akan unjuk prestasi dan membela timnas Pencak Silat Indonesia dalam ajang yang bertajuk Pencak Silat Menembus Dunia, tambahnya.

Hari Santri 2019

Pembukaan ini berlangsung sangat menarik dengan memadukan unsur kebudayaan, kesenian, tari-tarian, dan olahraga-olahraga tradisional.

Hadir dalam pembukaan ini Asdep Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Bayu Rahadian, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, Ketua PB IPSI selaku Presiden Persilat Prabowo Subianto, Ketua Pelaksana Eddy Prabowo, dan Wakil Ketua KONI Pusat Suwarno. (Ben/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Hikmah, AlaNu Hari Santri 2019

PMII Tuntut Kapolres Jember Mundur

Jember, Hari Santri 2019. Dianggap propengusaha tambang besi, Kapolres Jember AKBP Awang Joko Rumitro, dituntut mundur. Tuntutan itu diserukan puluhan kader PMII yang menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Jember, Jawa Timur, Kamis (5/9).?

PMII Tuntut Kapolres Jember Mundur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Kapolres Jember Mundur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Kapolres Jember Mundur

Menurut salah seorang pendemo Amir Fattah, Kapolres Jember mengeluarkan pernyataan-pernyataan kotroversial. Pernyataan itu dilontarkan Kapolres dalam hearing dengan DPRD yang membahas penambangan di Paseban, Kencong, Jember beberapa hari lalu.

Di antaranya, Kapolres menyatakan siap “main keras” dalam mengamankan penambangan pasir besi. “Pernyataan Kapolres membuat warga tambah panas karena ia seperti berada di belakang pengusaha,” ucap Amir.

Hari Santri 2019

Pernyataan kontroversial itu mengesankan Kapolres Jember sebagai “pengawal” perusahaan tambang besi, sambung Amir.

Hari Santri 2019

Para pendemo itu akhirnya ditemui Kapolres. Saat dialog, Kapolres membantah pihaknya membela pengusaha. Dikatakannya, Polri menjalankan tugas dan bekerja sesuai dengan undang-undang. Dialog hanya berjalan sekitar 15 menit sebelum Kapolres meninggalkan pendemo.

Kepada wartawan, Kapolres menegaskan pihaknya telah meneliti semua perizinan yang dikantongi calon penambang PT Agtika Dwi Sejahtera. Perizinan, lanjut Kapolres, ternyata lengkap.

“Jadi kami hanya mengawal prosesnya, bukan berarti kami humas tambang,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua PCNU Jember Abdul Qodim Monembojo juga menyatakan heran dengan pernyataan Kapolres yang seolah-olah membela pengusaha tambang, bukan membela warga.

PCNU Jember dan Kencong juga menolak rencana penambangan pasir besi itu.

(Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock