Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo

Gunung Kidul, Hari Santri 2019. Untuk manambah asupan pengetahuan soal keagamaan, masyarakat dusun Jatiayu, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung kidul mengadakan pertemuan setiap malam Ahad. Pada pertemuan yang berlangsung Sabtu (29/8) malam, masyarakat Jatiayu ini mengundang beberapa Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) untuk berdiskusi dan ngaji bersama.

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo

Salah satu Mahasiswa STAISPA Danang Tri Atmojo mengatakan, pada mulanya mahasiswa Pandanaran diminta untuk ceramah keagamaan. Namun, mengingat majelis ini terhitung tidak sedikit anak muda yang hadir, maka kami diminta untuk mengisi majelis ini dengan ngaji dan diskusi bersama.

"Pada pertemuan kali ini, kami dan masyarakat setempat membicarakan soal ‘Doa dan Optimisme.’ Sebagai pembuka, kami mencoba memaparkan perihal keteguhan, keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dalam bermunajat kepada Allah sehingga dikaruniai seorang anak yang saleh," tutur salah satu santri pesantren Pandanaran ini.

Hari Santri 2019

Kami, kata Danang, mencoba menyuguhkan kisah Nabi Ibrahim lantaran momennya pas dengan pelaksanaan Haji. Sementara, dalam kisah Nabi Ibrahim, selain perihal doa juga terdapat banyak hal yang menarik untuk didiskusian.

Hari Santri 2019

"Dari kisah Nabi Ibrahim, kita juga dapat memetik beberapa pelajaran. Di antaranya, relasi suami-istri dalam membangun keluarga yang indah dan baik, serta soal Ismail putra Ibrahim tentang kesalehan dan jiwa mudanya yang patut diteladani, dan lain sebagainya," kata Danang.

Dalam kesempatan ini, dikutip pula beberapa hal dari hikmahnhya Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitabnya al-Hikam terkait "Doa". (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Kajian Sunnah, Berita Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Jepara,Hari Santri 2019

Gebyar budaya dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kabupaten Jepara tahun 2017 cukup memikat hati masyarakat. Buktinya gelar budaya yang dipusatkan di alun-alun Jepara, Ahad (22/10) dipadati ratusan pengunjung.

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Sebagaimana penuturan panitia HSN kabupaten Jepara, ada 11 grup yang tampil di antaranya rebana (MA Safinatul Huda Sowan Lor), tari (MTs Hasyim Asyari Bangsri), pop song (MTs Al Hidayah Langon), gerak dan lagu (MI Al Hidayah Langon), musikalisasi puisi (MTs-MA Mathalibul Huda Mlonggo), pagar nusa (MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan), perkusi (MA Darul Hikmah Menganti) serta jathilan (pesantren Mathaliul Anwar Tahunan).

Ketua Panitia M. Ainunniam melaporkan bahwa kegiatan diadakan untuk memunculkan kesenian santri, pelajar dan masyarakat yang tidak terekspos.

Hari Santri 2019

Dia menilai sebenarnya ada bakat-bakat terpendam santri-santri yang ada di Jepara. Konsepnya pesantren, sekolah dan masyarakat umum yang mempunyai grup kesenian diundang oleh panitia.

Hari Santri 2019

“Alhasil kali ini kami mengundang kumpulan remaja yang berjumlah 11 grup,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara.

Kegiatan ini menurut pantauan Hari Santri 2019 cukup menghibur masyarakat Jepara. Apalagi saat pentas-pentas yang menegangkan misalnya atraksi pagar nusa maupun jathilan tidak sedikit penonton yang mengabadikan pertunjukan tersebut baik lewat foto maupun video.

Sehingga papar lelaki yang kerap disapa Gus Aik itu gelar budaya bertujuan untuk menghibur masyarakat yang berada di sekitar alun-alun. Juga untuk semakin mengenalkan HSN kepada masyarakat.

“Ada sebagian masyarakat yang belum tahu tentang hari santri. Jadi ini momen yang tepat untuk lebih mengenalkannya,” tambahnya.

Harapannya ialah simbiosis mutualisme, saling menuai keuntungan antara panitia dan peserta pentas. Kesenian-kesenian yang mereka pentaskan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Lalu bagaimana selanjutnya, Gus Aik yang tinggal di Gemiring Kidul Nalumsari Jepara itu menandaskan tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya.

“Mau diuri-uri atau malah sebaliknya,” pungkas dia. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Habib Hari Santri 2019

Minggu, 11 Februari 2018

Novelisasi Sejarah, antara Sastra dan Pelecehan Sejarah

Setelah genre fiksi islami hampir ‘habis’, dunia sastra kita belakangan sedang kebanjiran sastra sejarah, juga sastra biografi. Sampai-sampai helatan sastra genre ini secara khusus digelar secara akbar; Borobudor Writers % Cultural Festival di Magelang, belum lama.

Sebenarnya, menulis cerita rekaan atau fiksi yang gagasan dasarnya diambil dari catatan sejarah, bukanlah barang baru di negeri ini, setidaknya itu bisa ditelisik dalam hampir semua karya-karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, sebutlah salah satu karya besarnya; Arus balik. Tetapi genre penulisan sastra sejarah tidaklah berjubal dan semencolok akhir-akhir ini.

Novelisasi Sejarah, antara Sastra dan Pelecehan Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Novelisasi Sejarah, antara Sastra dan Pelecehan Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Novelisasi Sejarah, antara Sastra dan Pelecehan Sejarah

Dan, problem yang masih ditinggalkan dalam perhelatan akbar itu adalah; sejauh mana seorang penulis bisa  mengeksplorasi sejarah itu ke dalam dunia fiksi? Atau sejauh mana batas-etik antara penuturan ulang fakta sejarah itu, sehingga tidak berdampak pada kemungkinan pelecehan pada fakta sejarah? 

Hari Santri 2019

Pertanyaan tersebut penting diajukan. Sebab, kebanyakan penulis masih meyakini bahwa dunia novel-sejarah adalah dunia bebas berimajinasi dan suka-suka dalam menuangkan idenya. Tetapi dampak dari sikap gegebah ini sungguh tidak sepele, yaitu hak anak bangsa mendapatkan fakta sejarah tercidrai, dan sebaliknya mereka akan mendapatkan sejarah palsu dan menyesatkan.

Kegelisahan ini patut disebut disini, jika misalnya kita menelisik novel sejarah Wali Songo, karya Damar Shasangka, sang penulis mendedahkan sejarah versi baru dengan berkesimpulan. Misalnya, Sunan Giri menitahkan pembakaran lontar-lontar agama leluhur, Siwa Budha, yang masih banyak disimpan penduduk Jawa. Kemudian oleh penerbit dibuatlah atas sinopsis yang mencengangkan kesadaran ilmiah ini dikatakan secara besar-besaran sebagai Novel Sejarah Terbaik tahun Ini! Tetapi, benarkah demikian?

Sejarawan Thomas Stamford Raflles, dalam bukunya The History of Java, menuturkan bahwa drama penyebaran Islam di tanah Jawa oleh Wali Songo misalnya, sama sekali tidak seperti yang dituturkan penulis novel tersebut. Tetapi prosesnya dilakukan dengan cara damai dan inkulturasi, dan itu sama sekali tidak menghakimi sesat atau bid’ah tradisi masyarakat Jawa, apalagi sampai membakar khazanah intelektual, sekalipun tradisi tersebut berbau animistik-Hinduistik. 

Hari Santri 2019

Misalnya, mereka tidak menghancurkan candi-candi, tidak pula menganjurkan pribumi untuk memakai gamis, memelihara jenggot dan lain sebagainya. Tapi, Wali Songo malah mengarifi budaya lokal setempat dengan menjadikannya sebagai instrumen penyebaran Islam, disinilah peran pesantren sangat siginifikan. Misalnya pesantren yang didirikan oleh Raden Rahmat di Ampel Denta Surabaya dan Sunan Giri di Giri yang terus mengajarkan ajaran guru bhakti sebagai etika islam-Jawa, padahal guru bhakti berasal dari kearifan lokal (hindu).

Selanjutnya, keluaran pesantren Giri ini banyak yang diundang ke Maluku Untuk mengajarkan agama Islam. Pada saat itu Pesantren (bisa disebut Padepokan) tidak saja digunakan untuk mengaji dalam pengertian an-sich, akan tetapi juga  dipergunakan sebagai alat kebudayaan, sebagaimana telah dipraktikkan oleh Sunan Kalijaga yang memanfaatkan wayang dan tembang untuk menarik masa agar masuk Islam. 

Sunan Kalijaga adalah pencipta wayang kulit dan tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang, dan kini kesenian itu menjadi kesenian tradisional Jawa yang paling popular hingga saat ini. 

Sunan Kalijaga tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari cerita Mahabharata dan Ramayana, namun telah dipangkasi akar-akar hinduisme di dalamnya. Di dalam cerita itu disisipkan ajaran dan nama-nama pahlawan Islam. 

Kesenian-kesinian lain juga dijadikan alat Islamisasi, seperti sastra (hikayat, babad, dan sebagainya), seni bangunan dan seni ukir. Masih terawatnya candi-candi bangunan hindu-budha hinga kini (bahkan masjid yang berarsitektur candi seperti di Masjid Kudus, Masjid Giri dan lain sebagainya), juga populernya cerita Ramayana di kalangan Islam-Jawa, sebagai bukti, bahwa para Wali Songo, sungguh begitu merawat khazanah lokal.

Selain Raflles, masih banyak sejarawan ahli yang berpendapat serupa, beberapa bisa disinggung disini: PA van der Lith, dalam ‘Ajaib al-Hind, (Leiden, Brill, 1883), WP. Groeneveld, dalam “Notes on The Malay Archipelogo and  Malacca Compiled from Chines Sources”, (VBG, 39, 1880), Syed M. Naquib Al-Attas dalam Historical Fact and Fiction,  UTM-CASIS, (Kuala Lumpur, 2011), Marshal Hodgson dalam The Venture of Islam, (The University of Chicago Press, 1974), Nikii Keddie dalam Islam and Society in Minangkabau and in the Middle East: Coparative Reflections, dalam Sojourn,  Volume 2, No. 1 Tahun 1987). Sartono Kartodirdjo, Protest Movement in Rural Java, (Kuala Lumpur: Oxford University  Press, 1978) dan lain sebagainya. 

Tidak hanya itu, novel Wali Songo juga menyebutkan data kontroversial yang belum bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah dan banyak cela yang bisa kita perdebatkan; katanya Nyo Lay Wa, adalah seorang muslim China yang ditahbiskan menjadi raja Majapahit. 

Kembali ke genre sastra sejarah. Perbincangan sastra jenis ini semakin kuat sejak munculnya buku The Mirror and The Lamp karya M.H. Abrams. Buku Abrams ini kemudian menjadi induk teori pendekatan terhadap kajian karya sastra yang menjadi pegangan utama para kritikus dan pencipta. 

Abrams menyebutkan ada empat pendekatan terhadap karya sastra, satu di antaranya adalah cermin sejarah, atau yang biasa disebutnya sebagai teori mimesis. Artinya dalam teori ini fakta sejarah ditulis ulang dengan pendekatan sastra. Tetapi bagi Abrahams, jika penulis memilih jalan ini, secara etika haruslah ia berpedoman pada data-data ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena dalam genre ini mengikutkan refrensi sebagai sumber cerita atau mendahuluinya dengan penelitian adalah keharusan secara etik. 

Oleh karena itu layak bagi kita kemudian mengajukan sebuah pertanyaan, ada misi apa dengan penulisan novel sejarah Wali Songo versi Damar itu? Benarkah penulisnya hanya sekadar cari sensasi, dan memosisikan dirinya hanya sebagai pabrik cerita yang asal saja tulis, karena kehidupan ekonominya benar-benar sulit, sebagaimana yang disinyalir oleh Yudhi Aw (salah seorang peserta festival itu), penulis novel Diponegoro, bahwa seorang penulis baru seperti Damar mungkin hanya mendapatkan honor 3 sampai 4 juta perjudul buku, dan untuk hidup selanjutnya ia harus menulis lagi, karenanya tak mungkin melakukan riset secara serius. 

Kalau demikian adanya, celaka benar nasib generasi muda yang mewarisi karya asal jadi seperti ini? Wallahu Alam Bishawab. (Penulis adalah aktivis Lesbumi D.I.Y dan Dosen Filsafat di STAIS Al-Muhsin Yogyakarta)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tokoh, Ubudiyah, Quote Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Bandar Lampung, Hari Santri 2019. Setelah menyelenggarakan lomba penulisan opini bagi pelajar SMA atau sederajat se-Provinsi Lampung, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, kembali menggelar lomba sejenis bagi kalangan mahasiswa.

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Perlombaan hasil kerjasama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung ini mengusung tema "Perlunya APBN/APBD Terbuka untuk Publik". Ketua panitia lomba, Gatot Arifianto, mengatakan dengan kegiatan ini pihaknya mengajak generasi muda berpartisipasi dalam menciptakan transparansi publik terkait anggaran.

"Juara I lomba tersebut berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta, juara II uang pembinaan Rp 750 ribu, juara III uang pembinaan Rp 500 ribu, dan tujuh nominasi masing-masing mendapatkan uang Rp 100 ribu," ujar Gatot di Bandar Lampung, Kamis lalu.

Hari Santri 2019

Sepuluh penulis opini terbaik berhak juga atas sertifikat, paket buku terbitan Indepth Publishing, dan voucher analisa sidik jari gratis untuk mengetahui bakat dan potensi diri dari De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally) Fingerprint.

Selain itu, 10 karya terpilih tersebut akan ditampilkan pada portal teraslampung.com sebagai kampanye publik pentingnya mengetahui informasi penggunaan APBN/APBD. Naskah lomba bisa dikirim mulai 12 Februari hingga 24 Maret 2014. Lalu proses penjurian dilaksanakan pada 25 Maret sampai dengan 5 April 2014, dan pengumuman pemenang pada 7 April 2014.

Hari Santri 2019

"Pengumuman lomba tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan sedunia. Kami ingin dunia kecil bernama Indonesia bebas dari sakit berkepanjangan," kata Gatot lagi.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi didampingi Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan berharap lomba penulisan opini tersebut dapat menggugah generasi muda dalam membangun kesadaran anti terhadap korupsi dan ikut mencegah terjadinya korupsi dengan mengawasi anggaran dari pembahasan hingga realisasi.

"Korupsi menjadi isu hangat pemberitaan media massa dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di pusat, di daerah korupsi juga bermunculan seperti jamur di musim hujan, melibatkan dari pejabat tingkat bawah hingga pimpinan tertinggi baik oknum bupati maupun gubernur,” ujarnya.

Aturan Lomba

Supri lalu menambahkan, ketentuan umum lomba penulisan opini berbasis penggunaan APBD provinsi/kabupaten/kota di Lampung adalah karya berbentuk opini ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai ketentuan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) minimal tiga halaman dan maksimal lima halaman kuarto.

Karya opini dibuat dengan gaya ilmiah populer seperti layaknya opini di media massa (koran/majalah/media online). Karya opini tidak dibuat bab per bab seperti tata penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, atau disertasi.

Inti tulisan berupa pendapat/tesis dan analisis penulis seputar pengetahuan tentang APBN/APBD dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) berikut implementasi dan keharusannya di lapangan.

"Lomba ini terbuka untuk mahasiswa se-Lampung. Karya yang ditulis tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak dua lembar. Naskah opini telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 24 Maret 2014," kata Supri menjelaskan.

Adapun ketentuan khusus lomba penulisan opini tersebut ialah peserta diperkenankan mengirimkan maksimal tiga judul opini.

Karya tulis dikirim belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, termasuk melalui internet. Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain. Opini hasil googling atau mengambil lebih dari 30 persen bahan dari internet melalui mesin pencarian google dan sejenisnya akan langsung didiskualifikasi.

"Naskah diketik dengan page set up ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5," ujarnya.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran (transfer) Rp10.000 per judul opini ke nomor rekening Bank Mandiri 114-00-0943439-3 atas nama Yayasan Shuffah Blambanganumpu sebagai infak/sedekah bagi anak yatim piatu yang disalurkan melalui yayasan tersebut.

Bukti/foto kopi transfer pendaftaran wajib dilampirkan bersama naskah, biodata, surat pernyataan bahwa karya yang dikirimkan asli karyanya, serta scan/fotokopi tanda pengenal masih berlaku dikirim kepada panitia melalui email gpnsorwaykanan@gmail.com.

"Keseluruhan hasil pendaftaran peserta berikut pengunaannya akan dipublikasikan melalui mass media nasional dan lokal, cetak dan online. Panitia tidak mengambil keuntungan atas lomba tersebut. Sekretariat lomba Yayasan Shuffah Blambanganumpu (Galllery Faiz da Faiz), jalan Jenderal Sudirman No. 117 Km 2 Blambanganumpu, Waykanan, Lampung. CP 085769950346," kata Supri lagi.

Dewan juri lomba akan menilai semua karya yang masuk ke panitia berdasarkan, relevansi karya dengan tema lomba, pemakaian bahasa, kedalaman isi, kesatuan (unity).

Para juri tersebut antara lain Juwendra Ardiansyah, jurnalis senior yang juga Wakil Ketua PWNU Lampung masa khidmat 2012-2017; Juniardi (Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung), Yoso Muliawan (Ketua AJI Bandarlampung), Oki Hajiansyah Wahab (esais, penulis buku sekaligus kandidat Doktor Universitas Diponegoro), dan Neneng Rahmadini (Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu). (Syailendra Arif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Quote, Pertandingan Hari Santri 2019

Rabu, 03 Januari 2018

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah

Pringsewu, Hari Santri 2019. Kabar gembira bagi warga Pringsewu baik perorangan maupun lembaga dan instansi bahwasanya Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu sudah bisa dipakai untuk berbagai macam kegiatan umum seperti seminar, pertemuan, resepsi dan lain sebagainya.?

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah

Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Fathurrahman di Gedung NU, Rabu 18/03/15.

Menurutnya sampai dengan saat ini sudah banyak instansi dan lembaga yang sudah mulai mengadakan kegiatan di Gedung NU yang terletak di Jl. Lintas Barat Kecamatan Pagelaran ini.?

Hari Santri 2019

"Dua ? Minggu di bulan Maret ini saja sudah ada 4 kegiatan yang dilaksanakan di Gedung NU seperti Kegiatan HIMPAUDI Kabupaten Pringsewu, ? Musrenbang Kabupaten Pringsewu, ? Kegiatan PMII dan 2 hari ini MTQ KORPRI Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Fathurrahman menambahkan bahwa untuk menyikapi semakin tingginya minat masyarakat untuk menggunakan gedung, kepengurusan PCNU melalui Badan Pengembangan dan Pengelolaan Gedung NU sudah menambah beberapa fasilitas. Diantaranya pengadaan sound system, penambahan perlengkapan kursi dan meja, ? pemasangan LCD proyektor, penambahan dan renovasi toilet, serta pengadaan beberapa peralatan untuk memperlancar dan mendukung kegiatan.

Hari Santri 2019

Penambahan fasilitas di gedung yang berlantai 3 ini juga ditujukan untuk memperlancar kegiatan kegiatan intern NU dan badan otonom serta lembaga lembaga NU yang juga berkantor di gedung tersebut. Menurutnya kantor Banom seperti Muslimat, ? Ansor, IPNU dan IPPNU berada di lantai 2 dan 3 yang sekarang sudah aktif digunakan.

"Sesuai dengan peraturan penggunaan, kami mempersilahkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan gedung NU untuk kegiatan kegiatan positif dan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya warga sekitar," jelasnya. Fathurrahman juga menjelaskan bahwa gedung NU tidak diperkenankan digunakan bagi kegiatan kegiatan partai politik. Menurutnya, hal ini untuk menjaga netralitas NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang tidak berpolitik praktis. (m faizin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Quote, Hikmah Hari Santri 2019

Sabtu, 30 Desember 2017

Ketua Baru IPNU Ponorogo Janji Tambah Anak Cabang dan Komisariat

Ponorogo, Hari Santri 2019

Ketua baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Roni Yudianto mengatakan, pihaknya akan segera bekerja dengan merumuskan? konsep pengembangan IPNU Ponorogo ke depan.? Rumusan tersebut akan ditindaklanjuti dengan langkah nyata, di antaranya pendirian PAC baru di beberapa kecamatan yang belum terbentuk.

Ketua Baru IPNU Ponorogo Janji Tambah Anak Cabang dan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru IPNU Ponorogo Janji Tambah Anak Cabang dan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru IPNU Ponorogo Janji Tambah Anak Cabang dan Komisariat

“IPNU Ponorogo akan segera melakukan silaturahmi dan menjalin kerja sama dengan LP Ma’arif NU Ponorogo dalam usaha mendirikan komisariat di sekolah-sekolah yang berbasis NU,” katanya.

Selain itu, hal krusial yang mendapat perhatian serius dari pengurus IPNU Ponorogo baru adalah terkait peningkatan sumber daya manusia pengurus dan anggota IPNU. Penataan kembali pola kaderisasi dalam tubuh IPNU juga dianggap perlu.

Hari Santri 2019

Roni terpilih sebagai ketua IPNU Ponorogo masa khidmah 2016-2018, menggantikan ketua IPNU Ponorogo domisioner, Muhammad Dardiri, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XXVI IPNU yang dirangkai dengan peringatan hari lahir (Harah) IPNU ke-62 di MTs MA Ma’arif Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Hari Santri 2019

Dalam forum musyawarah tertinggi pelajar NU Kota Reog yang berangsung 26-28 Februari 2016 tersebut Roni memperoleh suara terbanyak, yakni 22 suara. Ia mengungguli rekanya Eko Triono yang memperoleh 11 suara. Sedangkan 1 suara tidak sah. Peserta Konfercab yang memberikan suara terdiri dari Pengurus Anak Cabang (PAC), Pengurus Komisariat, dan Pengurus Ranting IPNU se-Kabupaten Ponorogo.

Konfercab bertema “Loyalitas dan Integritas Pelajar Islam untuk Ulama dan Bangsa” ini juga diisi dengan kegiatan seminar Extreme Motivation menyongsong generasi emas dengan pemateri Mufarrihul Hazin.

Selain dihadiri oleh puluhan kader, Konfercab juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Balong, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, Perwakilan Badan Otonom serta pengurus cabang IPNU Ponorogo. (Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote Hari Santri 2019

Sabtu, 23 Desember 2017

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak pemerintah Indonesia untuk mensikapi dengan serius atas pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford Inggris. PBNU meminta pemerintah Indonesia memprotes keras kepada pemerintah Inggris yang telah memfasilitasi pembukaan kantor tersebut.

Demikian dinyatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (9/5). Menurut Said, Papua telah final menjadi bagian NKRI. Karenanya Pemerintah harus menunjukkan sikap tegas terhadap upaya-upaya disintegrasi dan dan usaha-usaha yang merongrong kedaulatan dan keutuhan bangsa Indonesia.

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

"Sudah disepakati di PBB bahwa Papua menjadi bagian mutlak bangsa Indonesia. Dan dalam hal ini Inggris turut menandatangani kesepakatan tersebut. Bila Menteri Luar Negeri sudah melayangkan protes namun belum cukup, maka presiden patut untuk mengambil sikap lebih tegas," tandas Kyai Said. 

Hari Santri 2019

Sebelumnya, Pada Sabtu akhir pekan lalu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes keras dan keberatan atas pembukaan kantor OPM di Oxford Inggris.  

Hari Santri 2019

"Dubes RI di London telah menyampaikan posisi pemerintah tersebut kepada pemerintah Inggris dan hal yang sama akan kami sampaikan kepada Kedubes Inggris di Jakarta," kata Menlu Marty Natalegawa.

Penulis : Syaifullah Amin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Sholawat, Nahdlatul Hari Santri 2019

Selasa, 19 Desember 2017

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan

Pringsewu, Hari Santri 2019

Fenomena munculnya beberapa orang yang tidak dikenal masyarakat dan secara tiba-memasang banner atau spanduk untuk berkompetisi dalam Pilkada mendapat perhatian dari kiai asal Pringsewu, Lampung, yang juga Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin.

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan

Fenomena ini juga terlihat di Kabupaten Pringsewu, Lampung yang pada 2017 akan menggelar pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk 5 tahun ke depan. Berdasarkan pengamatan di jalan raya di Kabupaten Pringsewu, sudah banyak para "kontestan" yang memasang banner bergambar wajah mereka.

Menurut Gus Ishom, sapaan akrabnya, setiap orang sebenarnya memerlukan kekuasaan, oleh karena itu kekuasaan selalu dicarinya, bahkan diperebutkan. Kompetisi dalam rangka perebutan kekuasaan di negeri ini terlihat jelas dari sebaran banner kampanye dari setiap bakal calon kepala daerah jauh-jauh hari sebelum pesta demokrasi itu sendiri dilangsungkan.

Hari Santri 2019

"Banyaknya orang yang menginginkan atau berebut jabatan itu tentulah karena kedahagaannya akan kekuasaan. Hanya dengan kekuasaan seseorang dapat melakukan perubahan dan bahkan mewujudkan cita-cita mulianya atau obsesi tersembunyinya," jelasnya, Rabu (30/3).

Dilihat dari sisi positif, katanya, semakin banyak mereka yang berkompetisi dalam perebutan kekuasaan, dapat berarti bahwa kita tidak akan pernah kehabisan kader-kader yang "mampu" memimpin dan membawa rakyat ke arah perubahan yang lebih baik.

Hari Santri 2019

Namun, tambahnya, dilihat dari sisi lainnya bisa berarti semakin banyak orang yang "sakit jiwa" karena terobsesi dan tertipu oleh perasaannya sendiri yang terjangkiti penyakit panjang angan-angan, yakni berkompetisi tanpa perhitungan yang matang alias bermodal banner dan nekad saja.

"Kekuasaan yang banyak diperebutkan itu merupakan sesuatu yang abstrak, tidak kasat mata, karena itu hanya dampaknya saja yang bisa dirasakan, misalnya berpengaruh positif atau tidak, apakah menyejahterakan atau tidak," terangnya.

Oleh karena itu, sarannya, setiap kompetisi perebutan kekuasaan itu idealnya hanya diikuti oleh orang-orang yang telah benar benar melakukan persiapan, punya kapasitas, kapabilitas dan sudah terbukti berpengaruh terhadap orang lain dalam hal yang tujuannya diinginkan atau tidak.

Selain itu, jelas wawasan dan etika politik sangatlah diperlukan. Bahkan bukan hanya itu saja, kompetisi tersebut sangat mungkin menguras modal finansial yang tidak sedikit dan modal sosial berupa jaringan yang kokoh demi merawat, meraih dan menjaga keutuhan suara dari para pendukungnya.

"Terjun ke dunia politik untuk tujuan meraih kekuasaan tanpa persiapan yang memadai alias bermodal nekat dengan hanya bermodal banner misalnya, hanyalah dilakukan oleh politisi gadungan, bukan politisi sungguhan. Perlu tekad yang kuat, perencanaan yang matang dan kalkulasi dukungan rill, bukannya klaim potensi dukungan, jika ingin menang dalam setiap kompetisi dan pertarungan meraih kekuasaan," ingatnya.

Menurutnya, meraih suara terbanyak adalah pekerjaan berat yang mustahil dikerjakan sendiri, tetapi untuk itu perlu jaringan berbasis massa yang solid dan kuat, memanfaatkan jaringan media massa dan meningkatkan intensitas komunikasi yang efektif dengan setiap orang yang nyata-nyata berpengaruh untuk konsolidasi dan menggalang dukungan.

"Terjun berkompetisi ke dunia politik tanpa persiapan untuk meraih kekuasaan hanyalah menimbulkan kegaduhan dan berujung pada penyesalan. Bukankah jika tidak kuat melawan, sebaiknya bergabung saja?," ajaknya kepada para politikus untuk instropeksi diri. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Quote, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi

Jepara, Hari Santri 2019. Pertemuan pelajar NU untuk bermusyawarah di musholla Nahdlatus Shubban dukuh Gerjen desa Nalumsari kabupaten Jepara, Jumat (20/6) sore, dihadiri banyak peserta. Forum silaturahmi ini diadakan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menyambut bulan Ramadhan.

“Sesuai dengan ajaran Islam, setiap manusia diharuskan selalu menyambung tali silaturrahmi dan mengukuhkan solidaritas dalam ukuwah Islamiyah,” ujar Ketua IPNU Nalumsari Ahmad Maksun.

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi

Forum silaturahmi ini, memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbicara atau bertanya. “Kita maksudkan untuk saling berbagi ilmu satu sama lain,” tandas Maksun.

Hari Santri 2019

Sementara Wakil Ketua IPPNU Nalumsari Novia Kullu Faqin menegaskan pentingnya silaturahmi para pelajar dalam rangka menambah wawasan. “Acara ini bertujuan melatih para pelajar untuk tampil di depan umum,” katanya.

Hari Santri 2019

Pertemuan positif seperti ini, tambah sekretaris IPPNU Nalumsari Umi Fatihah, merupakan upaya agar para remaja tidak menghabiskan waktu sia-sia terlebih lagi tindakan negatif. “Para pelajar NU agar punya kegiatan jelas dan positif sehingga terhindar dari kelakuan yang kurang baik,” tandasnya. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Anti Hoax, Khutbah Hari Santri 2019

Senin, 11 Desember 2017

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

Blitar, Hari Santri 2019. Kabar beredarnya bakso bercampur daging babi di beberapa daerah, mendapat respon NU dan MUI di Blitar dan Tulungagung, meski di dua daerah itu belum secara nyata ditemukan bakso bercampur babi.

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

“Kami minta pemerintah Blitar mengambil langkah antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi di Blitar," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai, pada Hari Santri 2019Blitar Imam Kusnin, Selasa (18/12).

Pasalnya, beredarnya rumor tersebut memicu keresahan masyarakat. “Pemkab atau dinas instansi terkait harus pro aktif kelapangan, yakni untuk memastikan indikasi terjadinya pencampuran daging babi kemakanan seperti bakso jangan sampai terjadi," jelas Kiai Dain.

Hari Santri 2019

“Apalagi, sebagian besar masyarakat Blitar dan Tulungagung merupakan warga muslim. Umat Islam harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan," tambah Gus Dain panggilan akrab Kiai KH Masdain Rifai. 

Hari Santri 2019

Hal senada juga dinyatakan oleh Ketua MUI Tulungagung, KH Mohammad Hadi Mahfudz. Menurutnya, masalah ini harus disikapi sejak dini oleh pemerintah. Dan jangan sampai memicu keresahan masyarakat.

Pada kesempatan itu Gus Dain maupun Kiai Hadi, meminta kepada pedagang daging atau makanan yang mengandung unsur daging sapi bersedia bekerjasama dengan pemerintah. Pasalnya, jika ketahuan masyarakat yang rugi adalah pedagang itu sendiri. 

“Kami meminta kepada pedagang tidak asal menjual produk daging–daging haram, khususnya kepada masyarakan muslim," tambah Kiai Hadi. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote Hari Santri 2019

Minggu, 10 Desember 2017

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri

Probolinggo, Hari Santri 2019



Peringatan Nuzulul Qur’an pada hakekatnya adalah ingin mengajak untuk introspeksi bersama-sama. Apakah ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an masih menghiasi dalam kesibukan kesehariannya di dunia ini.

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri

Hal tersebut ditegaskan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin dalam peringatan Nuzulul Qur’an 1438 H yang digelar oleh Polres Probolinggo di Masjid Amaanullah Mapolres Probolinggo, Selasa (20/6) malam.

“Pernahkah kita dengan alat komunikasi yang canggih mengisi Al-Qur’an dalam handphone. Pernahkah dalam sholat satu ayat dibaca. Kegiatan ini mengajak kita yang lupa dan lalai tatlala disibukkan oleh tugas masing-masing. Meskipun satu ayat setidaknya bisa mengamalkan di lingkungannva,” katanya

Dengan kegiatan ini jelas Hasan, setidaknya polisi ini mampu mengamalkan ayat Al-Qur’an sesuai tupoksinya. Kalau tidak mampu secara finansial setidaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Di tengah-tengah fragmatisme yang sulit ini, saya ingin memberikan solusi. Cukup dengan tersenyum, seorang polisi sudha memberikan manfaat,” jelasnya.

Hari Santri 2019

Hasan menegaskan bahwa peran dan tugas ibu-ibu selaku istri polisi memang dibutuhkan. “Belailah kasih sayang suaminya dengan doa. Karena doa itu Insya Allah tugas suami masing-masing cukup berat. Sebab kamtibmas menjadi indikator keberhasilan polisi,” tegasnya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan bahwa sesuai dengan kewenangan polisi, banyak lahan yang dapat dilakukan untuk berbuat baik kepada masyarakat di Kabupaten Probolinggo. “Terima kasih karena situasi kamtinmas di ? Kabupaten Probolinggo cukup kondusif,” ungkapnya.

Hasan menambahkan bahwa tantangan ke depan bagaimana seorang polisi mampu beramar makruf nahi mungkar. Yang jelas untuk meniadakan sama sekali tidak mungkin. “Setelah saya melihat secara seksama, kemungkaran di zaman ini banyak dilakukan oleh anak muda. Berbeda dengan dulu yang banyak dilakukan oleh orang tua karena alasan ekonomi. Mengurai kemungkanan bukan hanya tugas polisi tetapi juga semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Hari Santri 2019

Peringatan Nuzulul Qur’an ini dihadiri oleh Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin beserta segenap jajaran, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Zuhri Zaini, Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote Hari Santri 2019

Kamis, 30 November 2017

Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karya Syekh Khatib Minangkabau

Ini adalah halaman terakhir dari manuskrip kitab “Raudhah al-Hussâb fî ‘Ilm al-Hisâb” karangan seorang ulama Nusantara asal Minangkabau (Sumatera Barat) yang berkarir sebagai guru besar, imam, dan khatib di Masjidil Haram Makkah, yaitu Syekh Ahmad ibn ‘Abd al-Lathîf ibn ‘Abdullâh al-Mankabâwî al-Jâwî tsumma al-Makkî (dikenal dengan Ahmad Khatib Minangkabau, w. 1916).

“Raudhah al-Hussâb” memuat kajian ilmu hitung atau matematika. Kitab ini ditulis dalam bahasa Arab. Keberadaan kitab ini menjadi istimewa, karena terbilang sebagai khazanah intelektual Islam Nusantara yang mengkaji ilmu sains, dalam hal ini adalah matematika, yang sangat langka ditemui, karena rata-rata literatur karya ulama Nusantara kebanyakan mengkaji bidang agama.

Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karya Syekh Khatib Minangkabau (Sumber Gambar : Nu Online)
Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karya Syekh Khatib Minangkabau (Sumber Gambar : Nu Online)

Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karya Syekh Khatib Minangkabau

Dalam “Raudhah al-Hussâb”, kepakaran Syekh Ahmad Khatib Minangkabau di bidang ilmu sains tampak dengan sangat jelas. Hal ini sekaligus menegaskan kapasitas intelektual beliau yang ensiklopedis dan lintas disiplin ilmu, yang mampu memadukan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu sains. Dalam bidang sains, selain menulis dalam bidang matematika, Syekh Ahmad Khatib juga menulis dalam bidang astronomi (‘ilm al-falak).

Hari Santri 2019

Syekh Ahmad Khatib juga menulis karya lain dalam bidang ilmu matematika, selain kitab “Raudhah al-Hussâb” ini, yaitu “Ma’âlim al-Hussâb fî ‘Ilm al-Hisâb”, yang ditulis dalam bahasa Melayu beraksara Arab (Jawi).

Manuskrip kitab “Raudhah al-Hussâb” tersimpan di Perpustakaan Makkah al-Mukarramah, KSA, dengan nomor kode (?). Syekh Ahmad Khatib Minangkabau menyelesaikan karya ini pada hari Ahad, 19 Zulkaedah 1307 Hijri (bertepatan dengan 8 Juli 1890 M). Manuskrip tersebut adalah manuskrip salinan, yang ditulis oleh murid Syekh Ahmad Khatib, yaitu Syekh Jâdullâh ibn Muhammad Badawî. Jâdullâh menyalin karya gurunya itu di Makkah pada 15 Shafar 1308 Hijri (25 September 1890 M), atau sekitar dua bulan dari masa pengarangannya.

Hari Santri 2019

Kondisi manuskrip secara umum bagus dan teks (tulisan) di dalamnya dapat dibaca dengan baik. Bahasa pada naskah adalah bahasa Arab yang ditulis dengan aksara model “naskhî”. Tinta yang digunakan berwarna hitam dan merah. Jumlah keseluruhan naskah 134 halaman, minus halaman pertama.

Dalam katalog Perpustakaan Nasional King Fahd, KSA, disebutkan bahwa “Raudhah al-Hussâb” karya Syekh Ahmad Khatib Minangkabau telah dicetak pada tahun 1310 Hijri (1892 M). Kemungkinan karya ini dicetak oleh Maktabah al-Taraqqî al-Mâjidiyyah yang berbasis di Makkah. Teks “Raudhah al-Hussâb” dicetak bersama teks-teks ilmu matematika berbahasa Arab lainnya, yaitu “Syarh Fath al-Rabb al-Bariyyah ‘alâ Matn al-Sakhâwiyyah” karangan Husain Muhammad al-Mahallî (w. 1757 M).

Saya tidak bisa mengutip pembukaan kitab “Raudhah al-Hussâb” dikarenakan halaman pertama manuskrip ini hilang. Yang bisa dilacak dari keterangan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau dalam karyanya ini pada manuskrip ini hanya pada kata penutup. Beliau menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1307 ? ? ? ? ?

(Aku berkata, aku seorang hamba yang faqir kepada Allah Ta’ala, Ahmad Khatib anak Abdul Lathif Khatib dari Jawi [Nusantara], salah satu pengajar di Masjidil Haram di Makkah, juga salah satu murid dari seorang yang alim allamah dan bahr fahhamah Syekh Sayyid Abu Bakar Syatha, semoga Allah memanjangkan usianya dan memberikan kita manfaat dengan keberkahannya. Bahwa aku telah selesai menulis karya ini, yang dinamakan “Raudhah al-Hussâb fî A’mâl al-Hisâb” pada hari Ahad, tanggal Sembilan belas bulan Zulkaedah tahun 1307 Hijri).

Syekh Ahmad Khatib lalu melanjutkan;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(Saya berharap dari orang-orang yang menemukan kesalahan di dalam karya ini, atau mendapati keluputan di sana, agar sudi kiranya ia membetulkannya setalah menelitinya dengan seksama, dan agar ia sudi memaklumi uzurku atas kesalahan itu. Karena akupun mengakui akan kedangkalan pemahamanku dan sedikitnya penguasaanku dalam bidang ini, juga dalam bidang-bidang keilmuan lainnya. Sesungguhnya yang memberanikan diriku untuk menulis dalam bidang yang agung ini, meskipun aku bukan seorang yang ahli di dalamnya, adalah harapanku yang besar akan pengampunan dan pemaafan dari Tuhanku, seraya aku terus berjalan di atas jalur para ahli keutamaan dan ilmu pengetahuan).

Bidang keilmuan sains (matematika dan astronomi) yang dikuasai oleh Syekh Ahmad Khatib pun “menurun” kepada beberapa muridnya dari Nusantara, di antaranya adalah Syekh Ahmad Dahlan Falak (Tremas lalu Semarang, adik kandung Syekh Mahfuzh Tremas dan menantu Kiai Soleh Darat Semarang), Syekh Ahmad Dahlan Darwis (pendiri Muhammadiyyah), Syekh Thahir Jalaluddin Falak (Minangkabau lalu Singapura), Haji Rosul (Abdul Karim Amrullah, ayah HAMKA), dan lain-lain. (A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Makam, Ubudiyah Hari Santri 2019

Selasa, 28 November 2017

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba

Sukoharjo, Hari Santri 2019. Pengajian dzikir dan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, selain menjadi wahana untuk menentramkan hati serta mendekatkan diri kepada Ilahi, rupanya juga menjadi sarana untuk memberi pendidikan kepada generasi pemuda akan bahaya Narkoba.

Habib Syech menyelipkan pesan-pesannya di sela syair shalawat kepada para pemuda untuk menjauhi Narkoba. Syair shalawat yang berjudul “Shalawat Anti-Narkoba” tersebut, kerap kali dilantunkan Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba

Salah satunya pada acara Pengajian Akbar Majelis Al-Hidayah di Solobaru Sukoharjo, Selasa (5/5) malam. “Shalatullah salamullah, ala toha rasulillah. Shalatullah salamullah, ala Yasin habibillah. Hidup nikmat tanpa Narkoba. Badan sehat sungguh terasa. Akal sehat tetap terjaga. Cita-cita pun jadi nyata,” tutur Habib Syech pada sebuah bait syairnya.

Hari Santri 2019

Putus sekolah karena narkoba. Perkelahian karena narkoba. Perceraian karena narkoba. Nyawa hilang karena narkoba// Insaflah hai para pemuda. Jangan buat Tuhanmu murka. Pintu taubat selalu terbuka. Ayo cepat jangan ditunda,” lanjut syair tersebut.

Dalam kesempatan ini, Mustasyar Syuriyah PWNU Jateng ini juga mengingatkan kepada para pemuda, khususnya mereka yang akan menerima surat kelulusan sekolah, hendaknya agar merayakan dengan santun.

Hari Santri 2019

“Jangan ikut gila-gilaan. Jadilah bangsa yang memiliki adab. Nanti kalau lulus, jangan kebut-kebutan, jangan pilok-pilokan, dan mabuk. Kaya gini kok mau jadi calon pemimpin bangsa,” tegas Habib Syech.

Di akhir kesempatan, Habib Syech ikut mendoakan kepada para siswa yang mengikuti ujian sekolah, agar diberikan kelancaran dan hasil yang baik. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 News, Olahraga, Quote Hari Santri 2019

Senin, 27 November 2017

“Kiswah” KMNU UGM Adakan Talkshow Islam Kontemporer

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Tim Kajian Islam Ahlusunnah wal Jama’ah (Kiswah) Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Gadjah Mada mengadakan acara Talkshow Islam Kontemporer, Sabtu (21/2). Talkshow kali ini membahas bagaimana cara seorang Muslim tinggal dan hidup dalam negara yang sebagian non-Muslim.?

“Kiswah” KMNU UGM Adakan Talkshow Islam Kontemporer (Sumber Gambar : Nu Online)
“Kiswah” KMNU UGM Adakan Talkshow Islam Kontemporer (Sumber Gambar : Nu Online)

“Kiswah” KMNU UGM Adakan Talkshow Islam Kontemporer

Acara tersebut diadakan di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya dan dihadiri sedikitnya 141 peserta. Tema talkshow yang diusung yaitu “Life and Live in Different Countries” dengan pembicara Rangga Almahendra (Penulis novel 99 Cahaya di Langit Eropa) dan Dini Astika Sari (Mahasiswi exchange Nanyang Technological University, Singapore).?

Rangga Almahendra yang juga penulis novel 99 Cahaya di Langit Eropa ini mengatakan, “Islam kontemporer itu Islam yang dapat bertahan di dalam kondisi saat ini. Maka, jadilah Muslim yang peka dengan kondisi Islam pada zaman sekarang. Seperti apa yang telah Allah perintahkan, iqro ‘bacalah’, sudah selayaknya kita membaca tanda-tanda zaman dan alam, dan jangan terjebak dalam simbol belaka, tetapi lihatlah maknanya”.

Hari Santri 2019

Selain itu, Dini Artika Sari juga menambahkan “Dengan toleransi, kita akan mampu survive dengan keislaman kita. Percaya diri dan yakin teman-teman non-Muslim disana justru akan respek”.

Hari Santri 2019

Talkshow Islam Kontemporer ini dimeriahkan oleh penampilan Ahmad Dhani music school, stand Bulan Terbelah di Langit Amerika, stand Al-Batul KMNU UGM, stand Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan stand Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB) UGM.

Sementara itu ketua KMNU UGM, Ahmad Musyaddad berharap “Pemuda tidak hanya intelektual, tetapi dapat mensinergikan akal dan hati. Mengangkat Islam kontemporer, menjadikan Islam baik di setiap zaman, waktu dan tempat.” (sofwatul ulya/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ahlussunnah, Lomba, Quote Hari Santri 2019

Selasa, 21 November 2017

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Tangerang Selatan, Hari Santri 2019. Menyambut dan memperingati Hari Pahlawan 10 November, NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan menggelar acara “Santunan dan Makan Bersama dengan Anak Yatim”. Kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Ahad, 13 November 2016 di Restauran McD Perempatan Duren, Tangerang Selatan.

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa dan peran para pahlawan dengan semangat berbagi, beramal dan berbahagia bersama anak yatim,” tutur Ketua Panitia Rizky Subagia, saat dihubungi Hari Santri 2019, Selasa (2/11) malam.

Rizky menambahkan sasaran peserta kegiatan ini adalah anak yatim berusia di bawah 12 tahun atau mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Rizky menyampaikan, untuk para Donatur yang ingin ikut berbagi kebahagian bersama dalam kegiatan tersebut, Panitia menyediakan Paket Infaq sekaligus undangan menghadiri kegiatan.?

“Ada tiga Paket Infaq yang disediakan Panitia. Para Donatur dapat memilih salah satu dari Paket-paket Infaq yang kami sediakan,” lanjut Rizky.

Hari Santri 2019

Ada pun Paket Infaq yang dapat dipilih adalah:

Paket Infaq 1 dengan menyumbang senilai Rp. 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah). Dengan mengambil paket ini, donatur dapat mengikuti kegiatan makan bersama dengan anak yatim di lokasi kegiatan.

Paket Infaq 2 senilai Rp. 125. 000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah), yang akan memungkinkan para Donatur makan bersama dengan anak yatim, dan pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis untuk anak yatim.?

Hari Santri 2019

Paket Infaq 3 senilai Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah). Donatur akan makan bersama dengan anak yatim, pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis, dan pemberian uang santunan.

Sebanyak minimal 100 anak yatim ditargetkan akan terlibat dalam kegiatan ini. Paniti membuka layanan informasi dan pendaftaran Donatur melalui Kantor NU-Care Tangerang Selatan di nomor 081313165757 dan Rizky Subagia di nomor kontak 085730449167. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Bahtsul Masail, Quote Hari Santri 2019

Senin, 20 November 2017

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai

Probolinggo, Hari Santri 2019. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) memberikan ijazah atau penyampaian sanad (sambungan) keilmuan kepada para kiai saat menghadiri sebuah halaqah di Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Gus Mus memberikan ijazah ‘ammah surat al-Fatihah yang ia dapatkan dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogyakarta, almarhum KH Zainal Abidin, juga terusan dari KH Munawwir.

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai

Dalam forum halaqah bertajuk “Akhlakul Karimah Sebagai Puncak Keberagamaan” itu hadir para pengurus PCNU, pengasuh pesantren, dan aktivis NU se-Tapal Kuda (Probolinggi, Pasuruan, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi).

Hari Santri 2019

Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang turut hadir pada kesempatan itu berpandangan, sanad menjadi penting karena menjadi salah satu pertimbangan dalam ikhtiar meraih keselamatan dunia dan akhirat. Dengan demikian, menjadi pengurus NU tidak hanya mengurus organisasi dan anggota, tetapi juga menyangkut tanggung jawab atas keselamatan anggotanya saat hisab di akhirat kelak.

“Mata rantai keguruan (sanad) dalam tradisi NU menjadi penting karena melalui sanad inilah tanggung jawab keilmuan dijaga, bersambung dari para masyayikh ke generasi sebelumnya, hingga bersambung ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Tampak hadir dalam majelis yang digelar Kamis (16/4) ini Katib Syuriah PWNU Jatim  KH Syafruddin Achmad, Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng KH M Dian Nafi’, Ketua  Pimpinn Pusat Rijalul Anshar GP Anshor KH. Abdul Ghafur Maimun, dan Ketua MBN KH Ahmad Mu’adz Tohir.

Hari Santri 2019

Halaqah tersebut diselenggarakan oleh Majma’ al-Buhuts al-Nahdliyyah (MBN) bekerja sama Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Tema tentang akhlak diangkat atas dasar keprihatinan para kiai terhadap perkembangan akhlak bangsa Indonesia yang dinilai semakin menurun.

Di hadapan para peserta halaqah, Gus Mus juga mengajak warga NU untuk berbenah. “Ibda’ binafsik. Kita mulai dari diri kita masing-masing,” pintanya. Menurutnya, tanpa memulai dari diri sendiri, setiap orang hanya akan pandai pengkritik yang lain, dan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote Hari Santri 2019

Kamis, 16 November 2017

PC PMII Purwokerto Buka Sayembara Esai Tingkat Nasional

Purwokerto, Hari Santri 2019. Untuk lebih merangsang pemikiran kaum muda terutama para mahasiswa, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Purwokerto, Jawa Tengah mengadakan lomba menulis esai tingkat nasional dengan tema “Gerakan Kader NU dalam Dinamika Kebangsaan”.

PC PMII Purwokerto Buka Sayembara Esai Tingkat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PC PMII Purwokerto Buka Sayembara Esai Tingkat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PC PMII Purwokerto Buka Sayembara Esai Tingkat Nasional

Menurut Ketua PC PMII Purwokerto Ilhamudin, lomba ini diselenggarakan untuk memacu para kader mahasiswa NU yang dinilai saat ini cenderung statis.

“Kami juga ingin mengumpulkan berbagai gagasan dan pemikiran para kader, yang selama ini mungkin belum terakomodir,” terangnya kepada Hari Santri 2019, saat dihubungi via telepon, Kamis (28/11).

Hari Santri 2019

Ilham menambahkan, hasil tulisan dari 28 yang terbaik dalam lomba itu akan dikumpulkan menjadi sebuah antologi esai yang dicetak menjadi buku. Rencananya antologi itu akan diluncurkan pada harlah ke-54 PMII tahun depan.

Tidak hanya itu, lebih lanjut ia menjelaskan kumpulan pemikiran itu juga diharapkan dapat menjadi representasi pemikiran untuk 5-10 tahun ke depan.

Hari Santri 2019

Beberapa subtema yang diangkat dalam lomba penulisan ini meliputi bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, iptek dan seni.

Syarat lomba ini cukup mudah. Di antaranya peserta harus mahasiswa, minimal S2. Selain itu, karyanya harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan atau diikutkan lomba sejenis. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote Hari Santri 2019

Sabtu, 14 Oktober 2017

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Tarim, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menerapkan sistem Ahlul Halli pada pemilihan pemimpin baru dalam Konferensi Cabang Istimewa Ke-3. Penentuan rais syuriah dan ketua tanfidhiyah dilakukan oleh tim formatur yang terdiri dari utusan beberapa organisasi di Yaman.

Tim formatur terdiri dari para ketua organisasi seperti PPI, AMI Al Ahgaff, FLP Yaman, dan organisasi kedaerahan seperti OPISI (Sumatera), Pajajaran (Jawa Barat & Banten), PPJJ (Jawa Tengah), Keramat Jatim, Fosmaya (Madura), dan Roudlotul Banjariyyin.

Sidang pleno yang dipimpin Rais Syuriah PCINU Yaman Nuril Izza Muzakki ini sebelumnya memunculkan dua kandidat rais Syuriah, yaitu Hasan Bashri Hayy dan Muhammad Gufron, dan dua kandidat ketua tanfidhiyah, yakni H M Thohir Uzt dan Abdul Rahman Malik.

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Pemilihan yang diagendakan hanya 15 menit berjalan alot hingga molor sampai satu jam. Namun forum akhirnya memutuskan dan menetapkan Hasan Bashri Hayyi sebagai Rais Syuriah PCINU Yaman dan Abdul Rahman Malik sebagai Ketua Tanfidhiyah PCINU Yaman masa khidmah 2015-2016.

Hari Santri 2019

Pemilihan ketua yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Al Ahgaff, Tarim, Rabu malam (11/15) waktu setempat itu berlangsung dalam sidang pleno ketiga. Sebelumnya telah dilaksanakan sidang laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus demisioner dan sidang soal program PCINU ke depan.

Hari Santri 2019

"Laporan pertanggungjawaban merupakan hasil realisasi program selama satu periode berdasarkan lajnah dan lembaga yang ada di PCINU Yaman," tutur Nuril. Lajnah dan lembaga itu meliputi Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengemembangan Sumber Daya Manusia), LDNU (Lembaga Dakwah NU), LMI-NU (Lembaga Media dan Informasi NU), LTNNU (Lanjah Talif wa Nasyr NU) dan LBMNU (Lajnah Bahtsul Masail NU).

Acara pada malam itu disambung dengan peluncuran buku karya aktivis NU Yaman "Membumikan Maqashid Syariah" dan kitab "Mighnathisul Afrah fi Adiyatin Nikah". Acara semakin meriah dengan pengumuman pemenang Lomba Menulis Artikel Islam (LMAI) PCINU Yaman yang digelar sejak 30 Desember 2014. Hadiah berupa uang tunai, piagam penghargaan, dan buku “Wisata Religi di Negeri Para Wali” karya LTN-NU diberikan kepada tiga juara terbaik.

Rangkaian acara Konferensi Cabang Istimewa ini dimulai sejak Ahad (8/2) dengan agenda seminar tentang ISIS, bahtsul masail, diskusi panel, dan kuliah umum bersama KH Yunus Roichan. (Arman Malieky/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Nasional Hari Santri 2019

Rabu, 11 Oktober 2017

PCINU Jerman Kaji Konsep Politik Quraish Shihab

Berlin, Hari Santri 2019. Di Minggu kedua Ramadhan 1434 H, Sabtu, 20 Juli 2013, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman kembali menggelar acara pengkajian. Acara bertempat di kediaman Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Berlin Agus Rubiyanto.?

Topik yang diangkat kali ini adalah Konsep Politik dalam Perspektif Islam: Kajian Pemikiran Prof. Quraish Shihab. Pembicara pengkajian adalah Munirul Ikhwan Lc MA, Alumni Universitas Al-Azhar Kairo dan Universitas Leiden yang sekarang menjadi kandidat doktor Studi Islam di Freie Universität Berlin.?

PCINU Jerman Kaji Konsep Politik Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kaji Konsep Politik Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kaji Konsep Politik Quraish Shihab

Acara pengkajian selain dimaksudkan untuk mendiskusikan topik-topik keislaman dan keindonesiaan, juga untuk mempererat silaturrahim warga Indonesia di Berlin dan sekitarnya.?

Hari Santri 2019

Acara dimulai pada puku 20.10 waktu Berlin dan dihadiri oleh sekitar 40 orang warga Indonesia di Berlin, baik dari kalangan mahasiswa maupun unsur masyarakat lainnya. Acara ini juga terhubung dengan jaringan online (www.nujerman.de) yang tangani oleh Anggit Prashida selaku koordinator IT PCINU Jerman. Tujuannya agar bisa diikuti peserta dari luar Berlin, bahkan dari negara-negara lain di luar Jerman.?

Hari Santri 2019

Dalam pemaparannya, Munir menjelaskan bahwa Prof Quraish Shihab merupakan mufassir (ahli tafsir) Al-Qur’an terkenal asal Indonesia. Ia menulis banyak buku, salah satunya yang kemudian menjadi karya monumental adalah Tafsir al-Misbah. ? Quraish Shihab berpendapat bahwa Al-Qur’an hanya mengatur secara detil dan tegas urusan aqidah dan hal-hal yang tidak mengalami perubahan atau perkembangan. Sementara itu, dalam hal-hal yang mengalami perubahan dan perkembangan, Al-Qur’an hanya memberikan garis-garis besar sebagai petunjuk bagi keberlangsungan perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, Qurasih Shihab menekankan perlunya memahami wahyu ilahi Al-Qur’an secara kontekstual dan tidak semata-mata terpukau pada makna tekstual agar pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.?

Menurut Munir, Quraish Shihab mendiskusikan politik berangkat dari kata hukm dalam Al-Qur’an yang pada mulanya berarti “menghalangi atau melarang dalam rangka kebaikan.” Ayat seperti “inil hukmu illa lillahi” (hukum, putusan, itu hanya milik Allah) yang sering dijadikan dalil oleh kelompok Islam tertentu untuk menegaskan agenda mereka tentang kewajiban untuk mendirikan negara khilafah, menurut Quraish Shihab, tidak senada dengan konteks ayat tersebut berbicara. Penggunaan kata itu dalam surat al-An’am ayat 56-57, misalnya, berbicara dalam konteks ibadah. Sedangkan kata yang sama pada surat Yusuf ayat 40 tentang mengesakan Allah dan Surat Yusuf ayat 67 tentang kewajiban berusaha dan menyerahkan putusan hanya kepada Allah.?

Lebih lanjut menurut Munir, Quraish Shihab cenderung memasukkan urusan politik pada urusan shura (permufakatan). Khilafah adalah salah satu bentuk sistem pemerintahan yang pernah dikenal sejarah kaum Muslim, namun bukan satu-satunya sistem yang wajib diadopsi oleh umat Islam di generasi selanjutnya. Quraish Shihab menegaskan argumennya dengan tidak adanya petunjuk yang pasti dari teks agama, dan bukti historis proses suksesi yang berbeda pada 4 khalifah (Abu Bakar, Umar Ibn Khathab, Usman Ibn Affan dan Ali Ibn Abi Thalib) setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Setelah pemaparan dilanjutkan dengan tanya-jawab, baik dengan peserta yang datang langsung ke acara pengkajian maupun peserta yang terhubung dengan jaringan online. Hamzah Ritchi, kandidat doktor bidang Sistem Informasi dari Humbolt Universität Berlin menanyakan bahwa ada kelompok Islam tertentu yang menganggap agama (Islam) itu mengatur setiap detail permasalahan. Munir menjawab bahwa menurut Quraish Shihab dalam masalah aqidah dan ibadah mahdhah (langsung) agama mengatur secara langsung, sedangkan untuk masalah mu’amalah yang bervariasi dan selalu mengalami perubahan, agama memberikan prinsip-prinsip umum dengan menghormati praktek dan tradisi dalam masyarakat, selama hal-hal tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip umum agama.

Acara Pengkajian ditutup pada pukul 21.21 waktu Berlin dan dilanjutkan dengan buka-puasa bersama, sholat Maghrib dan diskusi informal seputar pengalaman riset, publikasi dan pengalaman sehari-hari hidup jauh dari tanah air.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2019

Rabu, 02 Agustus 2017

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa

Blitar, Hari Santri 2019. Heee.... gembrot, kamu kesini? Panggil salah satu instruktur pendamping pada Masa Orentasi Siswa (MOS) Baru di Madrasah Aliyah Ma’arif, salah satu sekolahan di Blitar tahun lalu. Setelah Gembrot menghadap, ia ditanya mengapa kamu tidak pakai baju kresek biru seperti teman-temanmu yang lain. Selain itu mengapa kamu tidak pakai jilbab hitam?

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa

Ditanya begitu, Gembrot langsung menjawab “Lupa Kak...tadi tergesa-gesa,’’ jawabnya.

Tahu keselahan kamu? gertak instruktur.

Hari Santri 2019

“Tidak tahu kak,’’ jawabnya. “Kalau gitu kamu pus up 10 kali,’’perintah? instruktur tadi dengan ketus.

Hari Santri 2019

Model ploncoaan dalam MOS? siswa baru seperti itu pada tahun ini di Madrasah Aliyah Ma’arif Udanawu sudah tidak ada lagi. Sekarang pola itu diganti dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan berbagai peraturan yang lebih mendidik.

“Kita sudah tidak menggunakan MOS. Kita laksanakan MPLS,’’ ungkap Edi Basuki, kepala Aliyah Ma’arif kepada Hari Santri 2019, Selasa siang (19/7).

Mengingat, lanjut Edi Basuki, sesuai evaluasi Mendiknas pola seperti itu tidak ada korelasinya dengan dunia pendidikan. Bahkan cenderung merugikan siswa.

”Tidak jarang pola orientasi seperti itu menjadikan siswa sakit. Bahkan ada yang meninggal meski di Ma’arif tidak ada yang pernah meninggal karena MOS,’’ katanya.

Untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan baru yakni Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, maka mulai pada tahun pelajaran 2016 – 2017 Masa Orientasi Siswa Baru berubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah dilakukan maksimal 3 hari oleh penyelenggara yaitu guru,’’ tambahnya.

Sementara Plt Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Suhartono mengatakan Pengenalan Lingkungan Sekolah dilakukan pada hari dan jam sekolah dan tidak boleh melibatkan alumni atau senior. Mereka hanya untuk membantu guru sebagai penyelenggara.

“Pada Pengenalan Lingkungan Sekolah dihari pertama, kami memastikan tidak ada perpeloncoan di lembaga sekolah di Kabupaten Blitar. Selain itu untuk wali murid dapat mengantarkan anak didik hingga masuk kesekolah. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan orang tua murid dengan guru maupun mengenal lingkungan sekolah,’’ ujar? Suhartono.

Masih menurut Suhartono, total Lembaga yang melakukan Pengenalan Lingkungan Sekolah di Kabupaten Blitar berjumlah 7 Lembaga untuk SMA Negeri, SMK 6 Lembaga dan SMP Negeri 48 Lembaga dengan total 61 Lembaga.

Begitu juga di lingkungan pendidikan agama dibawah kementerian agama di Kabupaten Blitar. Menurut salah satu guru Aliyah Negeri di wilayah Kabupaten Blitar Moh Syaikoni, mulai ajaran baru tahun ini sudah tidak ada lagi model peloncoaan. Karena sudah menerapkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

”Semua sekolah di Blitar sudah melaksanakan Permendikbud No 18tahun 2016,’’ ungkap Syaikoni. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock