Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Gunungkidul, Hari Santri 2019. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Semin menggelar konferensi di Komplek Pondok Pesantren Al-Jauhar Sunan Pandanaran Dusun Tlepok Desa Semin Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul, Ahad (22/4).?

Konferensi kali ini bertemakan “Menjalin Persaudaraan Untuk Membangun Kesadaran Bermasyarakat Berbangsa Dan Bernegara Yang Rohmatan Lil ‘ Alaminn.” Acara ini dibuka langsung oleh Camat semin.?

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Selain itu Pengurus Muhammadiyah serta berbagai kalangan pemerintahan Kecamatan Semin baik sipil maupun militer Juga ikut serta dalam acara pembukaan konferensi tersebut. Konferensi MWCNU Semin Ke 10 ini diikuti 150 peserta dari PRNU se-Kecamatan Semin, Pengurus MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2007-2012 dan dari PCNU Kabupaten Gunungkidul.

Hari Santri 2019

“Rencananya acara pelantikan pengurus terpilih ? MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2012-2017 akan dilaksanakan Pengajian Akbar yang Insyaallah akan dihadiri oleh Al-Habib Syeikh Bin Abdul Qodir Assegaf pada bulan Juni 2012,” tutur Mulyadi selaku Ketua panitia.

Dalam pemilihan Rais Syuriyah dilakukan dengan musyawarah yang memilih KH Mustajib Muhyi. Pemilihan Ketua Tanfidziyah juga dilakukan dengan musyawarah dan berhasil memilih Mulyadi ? sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Semin Periode 2012 – 2017.

Hari Santri 2019

Untuk penyempurnaan kepengurusan dibentuk Badan Formatur yang terdiri dari wakil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ Kabupaten Gunungkidul, KH Mustajib Muhyi Sebagai Rois Syuriah terpilih, Mulyadi dan dibantu oleh 11 anggota yang terdiri dari wakilPengurus MWCNU demisioner dan ranting NU se-Kecamatan Semin.

Redaktur ? ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor : ? Khairul Rasyid

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Budaya, Santri Hari Santri 2019

Selasa, 20 Februari 2018

Asad Said: Kaum Profesional NU Meningkat

Jakarta, Hari Santri 2019. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH As’ad Said Ali mengungkapkan, ada tiga pilar atau soko guru dalam pengembangan NU ke depan, yakni pesantren, perguruan tinggi dan kaum profesional NU. Demikian disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi NU, di kantor PBNU Jakarta, Kamis (9/8).

Dari tiga pilar tersebut, satu yang paling perlu mendapatkan perhatian adalah kaum profesional NU. Menurutnya, kaum profesional yang mempunyai banyak ide dan inovasi akan mampu menggerakkan roda organisasi.

Asad Said: Kaum Profesional NU Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said: Kaum Profesional NU Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said: Kaum Profesional NU Meningkat

“Dulu KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah menunjuk Hassan Gipo dari kalangan sebagai ketua tanfidziyah NU pertama,” katanya.

Hari Santri 2019

As’ad yang juga penanggung jawab program kaderisasi di lingkungan NU mengingatkan, jumlah kaum profesional NU perlu terus ditingkatkan.

“Profesional kita masih belum seimbang. Hampir semua sekolah agama sehingga untuk bersaing di luar bidang agama masih susah,” katanya.

Hari Santri 2019

“Saat Gus Dur menjadi presiden, beliau kesulitan mencari Dirjen dari kalangan orang NU. Sekarang kalangan profesional NU memang sudah semakin banyak, tapi masih  kalah dengan yang lain,” tambahnya.

Menurut As’ad, sebenarnya banyak kader NU atau anak-anak orang NU yang menggeluti dunia profesional, hanya saja mereka tidak aktif di jalur NU. “Maka kita akan merangkul semuanya,” katanya.

Ditambahkan, kaum profesional NU, antara lain, lahir dari perguruan tinggi. Maka program pengembangan perguruan tinggi NU semestinya tidak hanya fokus pada persoalan kualitas dan kuantitas, tetapi juga pada pilihan jurusan.

“Kita persiapkan jurusan-jurusan yang diperlukan masyarakat,” katanya dalam rapat koordinasi perguruan tinggi NU yang dihadiri para rektor, ketua, dan perwakilan perguruan tinggi NU se-Indonesia.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Kamis, 08 Februari 2018

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Solo, Hari Santri 2019. Nama Majelis Ahbabul Musthofa yang diasuh oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf cukup populer bagi masyarakat Aswaja pecinta lantunan shalawat di Indonesia, bahkan dunia. Majelis dzikir dan shalawat yang sudah berdiri puluhan tahun lalu ini menginspirasi orang untuk semakin mencintai Nabi Muhammad saw. melalui pujian shalawat.

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Ahbabul Musthofa sendiri bermakna para pecinta Al-Musthofa, Rasulullah saw. “Kenapa dinamakan Ahbabul Musthofa? Supaya kita diakui menjadi kekasihnya dan di akhirat bersama Rasulullah saw.” kata Habib Syech pada acara Harlah Ke-18 Ahbabul Mustofa di Masjid Agung Surakarta, Sabtu (9/1) malam.

Mustasyar PWNU Jateng itu menambahkan, majelis Ahbabul Musthofa dulu awalnya cuma lima sampai enam orang. “Sekarang alhamdulillah bertambah banyak,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Dalam kesempatan ini Habib Syech berpesan kepada ribuan jamaah yang hadir untuk senantiasa menguatkan keyakinan kepada Allah. “Kita kuatkan keyakinan kita, husnuzzhan kepada Allah. Insya Allah selamat di dunia dan akhirat,” ungkap dia.

Ia juga berdoa agar Allah menghentikan pertikaian umat Islam di seluruh dunia. “Pertikaian umat Islam di Syiria, Yaman, dan di manapun semoga Allah menghentikan pertikaian yang ada di sana,” harap dia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Rabu, 07 Februari 2018

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU

Subang, Hari Santri 2019. Hj Imas Aryumningsih, Bupati Subang, Jawa Barat meminta saran dan masukan dari ulama terkait kinerja pemerintah agar pemerintahannya yang akan segera berakhir bisa husnul khotimah. 

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU

Untuk itu, ia beserta rombongan kunjungi kantor PCNU Subang. Dalam kunjungan tersebut Bupati disambut oleh jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, Banom dan Panitia Hari Santri Nasional, Rabu (13/9).

"Kami sampaikan terima kasih karena selama ini NU turut berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Subang, pemerintah dan ulama harus bersinergi dalam keberlangsungan pemerintahan di Kabupaten Subang," ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini di wilayah pesisir Subang sedang berlangsung proses pembangunan pelabuhan internasional yang akan berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, budaya di masyarakat. 

Hari Santri 2019

Dalam menghadapi program tersebut para ulama diminta untuk terlibat dalam proses pembangunan psikis dan mental masyarakatnya.

Sementara itu, KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang menyampaikan beberapa saran dan pendapat diantaranya mengharapkan agar Subang menjadi daerah relijius dan mempunyai daya tarik masyarakat luar sehingga mampu mengundang wisatawan dan dapat meningkatkan Pendapatan Daerah.

"Kami juga bangga karena Subang dapat penghargaan adipura," tambahnya.

Selain itu, dalam pertemuan selama kurang lebih 1 jam tersebut disampaikan bahwa PCNU Subang akan mengadakan hajat besar yaitu peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

Diharapkan Pemerintah Daerah turut aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut karena HSN sudah menjadi hari nasional yang mesti diperingati oleh pemerintah. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Sabtu, 03 Februari 2018

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

Jombang, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat sebagai cabang pemekaran baru sangat membutuhkan perhatian PBNU agar NU dapat berkembangan dengan baik. Tabrauw merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong.?

Katib PCNU Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat, ? Adam Yablow (42), kepada Hari Santri 2019, Senin (3/8/2015) di teras masjid ? Agung Baitul Mukminin mengatakan, PCNU Kabupaten Tabrauw kurang lebih berumur satu tahun. Sebelumnya bergabung dengan PCNU Sorong. Kabupaten Tabrauw ini dibentuk berdasarkan UU RI Tahun 2008 Nomor 56 ? dan diresmikan Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.?

"Tabrauw sendiri dari Sorong dapat ditempuh lewat laut selama 6-7 jam perjalanan dan 4 jam lewat darat. Sedangkan dari Sorong ke Surabaya lewat udara mencapai 3 jam perjalanan. Meski cukup berat tantangannya, kami tidak pernah berhenti mengembangkan Nadhlatul Ulama di tanah Papua ini. Sekalipun hingga kini belum memiliki apa-apa, baik kantor organisasi, sekolah maupun aset lainnya, tapi tetap optimis NU dapat berkembangan Tabrauw ini," kata Adam.? Adam Yeblow sendiri adalah muallaf yang masuk Islam di usia 30 tahun. Lahir di Tabrauw empat puluh dua tahun lalu, kini dikarunia dua putri. Satu masih belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan satu lagi di MTs yang berada di Kabupaten Sorong.?

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

Adam menceritakan, saat kembali memeluk Islam, sempat empat kali dipukuli badannya, diputar kepala ke bawah dan kaki ke atas. Mereka disiksa oleh aparat yang berbeda keyakinan. Selama satu bulan lamanya Adam wajib melaporkan ke kantor aparat keamanan untuk dimintai keterangan, kenapa masuk Islam.?

"Tahun 1993 saya sudah ada niat kembali menyakini Islam. Namun ? masih kuat ancaman dari pihak yang tidak senang saya kembali Islam. Selama hampir 20 tahun saya menjaga jarak dalam kegiatan keagamaan yang sebelumnya saya anut dan juga tidak terlihat aktif pada kegiatan keagamaan Islam. Tapi tahun 2002 sudah bertekad masuk Islam," kata Adam yang tahun 2010 diangkat menjadi PNS di Kabupaten Tabrauw di Satpol PP.

Hari Santri 2019

Adam sendiri menyelesaikan pendidikan di SMA ? Anu Beta Tuba (Mari Kita Membangun Bersama) tahun 1991. Ayahnya sudah wafat sejak kecil, sedangkan ibunya wafat ketika Adam berusia 20 tahun.

Menurut Adam, kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw selama ini berjalan baik dan saling menghormati. Dengan jumlah penduduk sekitar 12,5 ribu jiwa, populasi umat Islam sebesar 40 persen. Sisanya, 60 persen terdiri Katolik, Prostestan, Adven dan Pantekosta.?

"Bukti toleransi kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw, ketika pawai lebaran misalnya, yang ikut pawai bukan hanya umat Islam saja, tapi saudara-saudara kita non-muslim pun turut serta," kata Adam.?

Hari Santri 2019

Bagi masyarakat Papua sendiri, beda keyakinan (agama) tersebut tidak menjadi masalah. Seperti peristiwa yang terjadi di Tolikara, saya yakin karena adanya pihak dari luar Tolikara yang memicunya. Masyarakat Tolikara sendiri tidak mungkin melakukan itu, tambah Adam. ? (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Olahraga Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Bandar Lampung, Hari Santri 2019. Setelah menyelenggarakan lomba penulisan opini bagi pelajar SMA atau sederajat se-Provinsi Lampung, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, kembali menggelar lomba sejenis bagi kalangan mahasiswa.

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Perlombaan hasil kerjasama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung ini mengusung tema "Perlunya APBN/APBD Terbuka untuk Publik". Ketua panitia lomba, Gatot Arifianto, mengatakan dengan kegiatan ini pihaknya mengajak generasi muda berpartisipasi dalam menciptakan transparansi publik terkait anggaran.

"Juara I lomba tersebut berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta, juara II uang pembinaan Rp 750 ribu, juara III uang pembinaan Rp 500 ribu, dan tujuh nominasi masing-masing mendapatkan uang Rp 100 ribu," ujar Gatot di Bandar Lampung, Kamis lalu.

Hari Santri 2019

Sepuluh penulis opini terbaik berhak juga atas sertifikat, paket buku terbitan Indepth Publishing, dan voucher analisa sidik jari gratis untuk mengetahui bakat dan potensi diri dari De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally) Fingerprint.

Selain itu, 10 karya terpilih tersebut akan ditampilkan pada portal teraslampung.com sebagai kampanye publik pentingnya mengetahui informasi penggunaan APBN/APBD. Naskah lomba bisa dikirim mulai 12 Februari hingga 24 Maret 2014. Lalu proses penjurian dilaksanakan pada 25 Maret sampai dengan 5 April 2014, dan pengumuman pemenang pada 7 April 2014.

Hari Santri 2019

"Pengumuman lomba tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan sedunia. Kami ingin dunia kecil bernama Indonesia bebas dari sakit berkepanjangan," kata Gatot lagi.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi didampingi Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan berharap lomba penulisan opini tersebut dapat menggugah generasi muda dalam membangun kesadaran anti terhadap korupsi dan ikut mencegah terjadinya korupsi dengan mengawasi anggaran dari pembahasan hingga realisasi.

"Korupsi menjadi isu hangat pemberitaan media massa dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di pusat, di daerah korupsi juga bermunculan seperti jamur di musim hujan, melibatkan dari pejabat tingkat bawah hingga pimpinan tertinggi baik oknum bupati maupun gubernur,” ujarnya.

Aturan Lomba

Supri lalu menambahkan, ketentuan umum lomba penulisan opini berbasis penggunaan APBD provinsi/kabupaten/kota di Lampung adalah karya berbentuk opini ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai ketentuan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) minimal tiga halaman dan maksimal lima halaman kuarto.

Karya opini dibuat dengan gaya ilmiah populer seperti layaknya opini di media massa (koran/majalah/media online). Karya opini tidak dibuat bab per bab seperti tata penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, atau disertasi.

Inti tulisan berupa pendapat/tesis dan analisis penulis seputar pengetahuan tentang APBN/APBD dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) berikut implementasi dan keharusannya di lapangan.

"Lomba ini terbuka untuk mahasiswa se-Lampung. Karya yang ditulis tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak dua lembar. Naskah opini telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 24 Maret 2014," kata Supri menjelaskan.

Adapun ketentuan khusus lomba penulisan opini tersebut ialah peserta diperkenankan mengirimkan maksimal tiga judul opini.

Karya tulis dikirim belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, termasuk melalui internet. Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain. Opini hasil googling atau mengambil lebih dari 30 persen bahan dari internet melalui mesin pencarian google dan sejenisnya akan langsung didiskualifikasi.

"Naskah diketik dengan page set up ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5," ujarnya.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran (transfer) Rp10.000 per judul opini ke nomor rekening Bank Mandiri 114-00-0943439-3 atas nama Yayasan Shuffah Blambanganumpu sebagai infak/sedekah bagi anak yatim piatu yang disalurkan melalui yayasan tersebut.

Bukti/foto kopi transfer pendaftaran wajib dilampirkan bersama naskah, biodata, surat pernyataan bahwa karya yang dikirimkan asli karyanya, serta scan/fotokopi tanda pengenal masih berlaku dikirim kepada panitia melalui email gpnsorwaykanan@gmail.com.

"Keseluruhan hasil pendaftaran peserta berikut pengunaannya akan dipublikasikan melalui mass media nasional dan lokal, cetak dan online. Panitia tidak mengambil keuntungan atas lomba tersebut. Sekretariat lomba Yayasan Shuffah Blambanganumpu (Galllery Faiz da Faiz), jalan Jenderal Sudirman No. 117 Km 2 Blambanganumpu, Waykanan, Lampung. CP 085769950346," kata Supri lagi.

Dewan juri lomba akan menilai semua karya yang masuk ke panitia berdasarkan, relevansi karya dengan tema lomba, pemakaian bahasa, kedalaman isi, kesatuan (unity).

Para juri tersebut antara lain Juwendra Ardiansyah, jurnalis senior yang juga Wakil Ketua PWNU Lampung masa khidmat 2012-2017; Juniardi (Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung), Yoso Muliawan (Ketua AJI Bandarlampung), Oki Hajiansyah Wahab (esais, penulis buku sekaligus kandidat Doktor Universitas Diponegoro), dan Neneng Rahmadini (Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu). (Syailendra Arif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Quote, Pertandingan Hari Santri 2019

Jumat, 19 Januari 2018

Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme

Dalam Islam, kata “amal” bertebaran dalam al-Qur’an. Etos kerja menjadi hal kunci yang cukup mendapat banyak perhatian. Tak hanya kerja untuk kehidupan akhirat kelak, tapi juga kerja untuk keberlangsungan hidup di dunia. Islam melarang umatnya berpangku tangan atau menunggu belas kasihan orang. Sebaliknya, agama samawi ini menekankan pentingnya kerja keras dan profesionalitas.



Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Bapak-bapak, saudara-saudara, para jamaah yang kami muliakan!  

Hari Santri 2019

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, umat Islam diarahkan oleh agamanya agar meningkatkan kualitas takwa dan keimanannya secara terus menerus dan berkesinambungan.

Meningkatkan kualitas taqwa, seorang muslim pasti akan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agamanya secara baik dan lebih sempurna. Islam mengarahkan umatnya agar memiliki etos kerja yang tinggi dan mengarah pada profesionalisme. Bila kita perhatikan ayat-ayat al-Qur’an yang menekankan tentang iman kepada Allah, selalu diikuti dengan amal yang saleh yaitu bekerja secara baik, dengan etos kerja yang tinggi, rencana yang telah disiapkan dan mengarah pada profesionalisme.

Hari Santri 2019

Dalam al-Qur’an banyak kita jumpai bimbingan dan pengarahan pada kegiatan seperti disebutkan di atas, misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Itulah kemenangan yang nyata.” (QS. al-Jatsiah, 45:30)

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia!

Manusia yang beriman dan bekerja dengan baik, sehingga melahirkan karya-karya besar yang bermanfaat bagi sesamanya, disebutkan al-Qur’an sebagai manusia yang paling baik dan terpuji. Sesungguhnya manusia yang paling mulia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya dan makhluk lain secara menyeluruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan pekerjaan yang baik, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. al-Bayyinah, 98:7)

Ayat lain dalam al-Qur’an menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman dan bekerja secara baik dan profesional akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dua kebahagiaan itu merupakan suatu kemenangan yang agung yang kita dambakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.” (QS. al-Buruj, 85:11)

Istilah bekerja dengan menggunakan kata amal dalam al-Qur’an, bukan saja dipakai dalam arti beramal atau bekerja untuk kehidupan akhirat, tapi digunakan juga untuk bekerja bagi kehidupan dunia. Sebagai contoh dapat dikemukakan ayat berikut ini:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (*)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba`, 34:10-11)

Hadits Rasulullah saw banyak yang mengarahkan umat manusia agar beretos kerja yang tinggi dan mengarah kepada profesionalisme sesuai dengan pengarahan dan bimbingan dari al-Qur’an seperti yang disebutkan di atas, diantaranya:



? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, diceritakan bahwa ada seorang sahabat yang meminta bantuan kepada Nabi. Nabi memberi bantuan kepada sahabat itu, tetapi kemudian ia meminta lagi. Nabi memperingatkan sahabat itu dan mengajarkannya supaya ia tidak selalu meminta, mencari belas kasihan orang lain. Karena sesungguhnya tangan di atas atau memberi adalah lebih baik dari tangan di bawah yang meminta.

Selanjutnya Nabi bertanya kepada sahabatnya itu, apakah ia masih memiliki sesuatu di rumahnya. Sahabat itu menjawab bahwa ia tidak memiliki suatu apapun, kecuali sebuah mangkok tua. Nabi berkata padanya, “Besok kamu bawa mangkok itu, akan aku lelangkan kepada sahabat yang lain.” Esok harinya sahabat itu membawa mangkok tersebut dan diserahkan kepada Nabi. Nabi mengumumkan pada para sahabat, siapa yang akan menolong temannya dengan jalan membeli mangkok miliknya. Beberapa sahabat berkenan membelinya, akhirnya diambillah harga yang paling tinggi senilai dua dirham.

Nabi menyerahkan kepada pemilik mangkok itu satu dirham untuk membeli makanan bagi keluarganya. Kata Nabi, yang satu dirham lagi kamu belikan kapak besar, lalu bawa kemari. Setelah diberikan kepada Nabi, Nabi memasangkan gagangnya lalu berkata, “Sekarang kamu pergi cari kayu dan jual ke pasar. Selama lima belas hari aku tidak mau melihatmu. ”Sahabat itu kemudian bekerja sesuai dengan yang disarankan Nabi. Setelah itu ia kembali kepada Nabi dengan membawa keuntungan sepuluh dirham. Nabi bersabda padanya, “Hal ini lebih baik bagimu daripada meminta belas kasihan orang lain yang akan menjadi noda pada wajahmu di hari kiamat.”

Betapa kerasnya Islam mengarahkan umatnya agar mau bekerja keras dan bekerja secara profesional serta mencela mereka yang besikap pemalas dan suka meminta belas kasihan orang lain. Hal itu tergambar dalam hadits berikut ini, Abu Abdirrahman Auf bin Malik al-Asyja’i berkata:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

Ketika kami sedang duduk bersama beberapa orang sahabat, jumlah kami kira-kira tujuh, delapan atau sembilah orang, datang pada kami Rasulullah saw seraya bersabda, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepadanya. Maka kami menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.” Kemudian Nabi saw bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami pun kembali menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.”  Lalu beliau bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami segera mengulurkan tangan untuk berbaiat sambil berkata, “Kami telah berbaiat, wahai Rasulullah, maka baiat apa lagi yang harus kami sampaikan?”. Nabi menjawab, “Berbaiat untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kemudian shalat lima waktu serta taat kepada Allah.” Kemudian Nabi saw merendahkan suaranya sambil bersabda, “Dan jangan meminta-minta suatu apapun kepada orang lain.” Betapa kesungguhan para sahabat menerima baiat Nabi tadi, perawi hadits meriwayatkan bahwa ia melihat sebagian dari mereka yang ada di situ, cambuk kendaraannya jatuh, dan ia tidak meminta pertolongan kepada siapa pun untuk mengembalikannya. (HR. Muslim: No.1729)

Sungguh amat tercela orang yang selalu meminta-minta belas kasihan orang lain, ia akan menghadap kepada Allah di hari kiamat dengan muka bagaikan tengkorak.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda, “Seorang tidak henti-hentinya meminta belas kasihan kepada orang lain, hingga nanti ia akan datang pada hari kiamat dengan bentuk muka yang tidak berdaging (seperti tengkorak).” (HR. Bukhari: No. 1381 dan Muslim: No. 1725)

Keterangan di atas menjelaskan kepada kita betapa besarnya bimbingan ajaran Islam agar manusia memiliki iman dan takwa yang sempurna, beretos kerja tinggi dan mengarah pada profesionalisme. Dengan demikian kehadirannya di dunia ini akan bermakna, memberikan andil yang baik bagi peradaban umat manusia dan dapat melahirkan karya-karya besar yang spektakuler bagi sesama makhluk-Nya.

Para jamaah yang berbahagia!

Memberi bantuan kepada sesama umat manusia yang membutuhkan dan sesuai dengan ajaran agama, adalah merupakan suatu perbuatan yang sangat baik dan terpuji. Islam menetapkan syarat-syarat bagi orang yang boleh meminta bantuan. Diantaranya; (1) orang yang memiliki tanggungan, bisa berupa denda atau tanggungan lainnya. (2) orang yang harta bendanya tertimpa musibah sehingga musnah. Dan (3) orang yang sangat membutuhkan. (HR. Muslim)

Pemberian bantuan seperti itu harus dilakukan oleh setiap umat yang memiliki kemampuan. Namun bantuan itu hendaknya tidak diberikan di jalan-jalan raya, di sekitar lampu pengatur lalu lintas, dan tempat-tempat keramaian lainnya, karena sangat mengganggu dan membahayakan. Pemberian bantuan sebaiknya disalurkan melalui lembaga-lembaga resmi yang banyak tersebar di berbagai wilayah. Dengan cara itu, maka ketertiban dan keselamatan para pengguna lalu lintas dapat terjaga dengan baik. Selain itu, para fuqara, masakin, dan kaum dhuafa hendaknya diperhatikan kehidupan mereka melalui lembaga-lembaga sosial yang resmi.

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia!

Kita semua berharap semoga umat Islam secara keseluruhan dapat memperbaiki kinerjanya secara baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM kita menuju SDM yang unggul dan dapat bersaing dengan dunia internasional. Dengan demikian, kita akan menjadi bangsa yang memiliki keunggulan setarap dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Semoga kita semua memperoleh bimbingan serta ridha dari Allah swt dalam segala kehidupan kita. Amin ya Rabbal ‘Alamin.    

        

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



***

Khutbah Kedua



? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?.

Oleh Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU. Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Kamis, 11 Januari 2018

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan

Oleh Achmad Sahri ?





Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan



Sebuah koran pada tanggal 7 Oktober 2016 memberitakan tujuh dari 25 santri Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di Bengawan Solo. Sebelumnya, sejak Januari 2016, koran Tempo telah memuat dua berita tentang santri tenggelam, yaitu: Hanyut Setelah Cuci Jeroan Kurban, 3 Santri Ditemukan Tewas (14 September 2016) dan Lima Santri Tewas Tenggelam di Sungai Waduk Cangklik (20 Januari 2016).

Kabar tentang kurangnya jaminan keamanan santri saat mereka beraktivitas di lingkungan luar pondok pesantren seperti ini bisa menjadi pertimbangan yang memberatkan di tengah gencarnya gerakan “Ayo-Mondok” yang digalakkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan diamini oleh Kementerian Agama agar orang tua mau mengirimkan anaknya untuk belajar di pondok pesantren.

Hari Santri 2019

Kurikulum pondok pesantren saat ini sebenarnya sudah jauh lebih variatif daripada pesantren zaman dulu. Selain ilmu agama, santri kontemporer juga dibekali dengan ilmu dunia yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masa depan mereka. Beberapa pesantren, sejak beberapa dekade terakhir juga membuka sekolah kejuruan atau memiliki kegiatan ekstra-kulikuler yang memungkinkan santri mereka belajar ilmu non-agama dan ketrampilan praktis lainnya seperti otomotif, tata boga, tata busana, bela diri dan sebagainya.?

Namun ketrampilan bertahan hidup di alam terbuka seperti renang dan search and rescue (SAR) di perairan (seperti bagaimana mencari dan menyelamatkan orang tenggelam) sangat minim diajarkan di pesantren, jika tidak boleh dikatakan tidak ada.

Hari Santri 2019

Anjuran tentang renang

Benarkah renang merupakan sunnah Nabi? Kalau kita telusuri, memang ada beberapa hadits Nabi SAW yang menyinggung perihal renang ini, salah satunya adalah hadits dari Jabir bin Abdillah r.a yang redaksionalnya kurang lebih: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah (mengingat Allah) merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang” (HR. An-Nasa’i).

Kalau kita perhatikan teks hadits tersebut, mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia. Hanya saja Rasulullah SAW tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan. Para ulama umumnya menyebut perintah belajar berenang merupakan perintah dari Umar bin Al-Khattab r.a yang berbunyi: “Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda", sehingga umumnya para ulama sampai kepada kesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah (dibolehkan).

Butuh praktik

Tidak seperti ilmu-ilmu agama yang umumnya dipelajari, dikaji dan didiskusikan dengan membedah kitab tertentu, renang apalagi search and rescue (SAR) di perairan, karena merupakan ketrampilan praktis, tidak hanya selesai pada tataran dipelajari atau dikaji di majelis atau ruang kelas. Renang dan SAR perairan memerlukan praktik dan latihan yang disiplin dan terjadwal untuk dapat dikuasai.?

Sebagai bagian dari kurikulum, jika ke depan akhirnya perlu diajarkan di pesantren, materi ajar seperti buku atau referensi juga perlu diformulasikan. Tentunya yang sejalan dengan lingkup lingkungan pesantren. Tak ketinggalan, guru ‘ngaji’ tentang renang dan SAR perairan ini juga perlu disiapkan. Guru ngaji ini selain harus memahami teknik praktis tentang renang dan SAR perairan, mereka juga harus memahami ketentuan syar’i agar berenang tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti misalnya bagaimana menyikapi aurat.

Sulitnya realisasi praktik renang islami

Memang agak sulit untuk menerapkan praktek renang islami, dimana laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur dalam satu tempat, apalagi jika proses pembelajaran renang dilakukan di kolam renang umum yang tidak membedakan pengunjung berdasarkan jenis kelamin, sebab konsepnya memang dibuat untuk umum, dimana laki-laki dan perempuan dibiarkan berenang dalam satu kolam renang. Kalaupun harus dipisah, pengadaan infrasutruktur kolam renang menjadi berlipat biayanya.

Saat ini, sebagian kalangan sudah mulai sepakat paling tidak sampai ke level memisahkan tempat antara laki-laki dan perempuan sebagai syarat kebolehan. Pengaturan waktu berenang antara laki-laki dan perempuan juga sempat menjadi usulan. Tujuannya bukan sekadar terjaganya aurat, tetapi juga agar tidak terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Satu hal lain yang juga penting adalah belajar berenang diutamakan dilakukan sejak usia dini. Setidaknya ada dua alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan saat usia kanak-kanak, sehingga nasehat Umar bin Al-Khattab r.a untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil menjadi sangat tepat. Kedua, anak yang masih kecil belum terikat dengan aturan membuka aurat dan keharusan menjaga pandangan.

Jadi, apakah sudah saatnya santri juga perlu ‘ngaji’ renang dan search and rescue perairan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.





Penulis adalah calon PhD Student di Marine Animal Ecology Wageningen University & Research Belanda, Alumnus Ponpes Kyai Galang Sewu, Jurang Blimbing, Tembalang, Kota Semarang, Jamaah PCI-NU Belanda, tinggal di Wageningen-Belanda

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Sunnah, Tegal Hari Santri 2019

Said Aqil : Saya tak Ingin NU Terjebak Liberalisme dan Ekstrimisme

Diantara para ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj kebagian tugas untuk pengembangan organisasi dan SDM. Untuk itu ia membidangi Lakpesdam, LTN NU, dan LKKNU. Berikut ini program yang akan dikembangkan dalam upaya untuk memberdayakan NU lewat lajnah dan lembaga tersebut. Dalam wawancara dengan reporter Hari Santri 2019 Mukafi Niam juga terungkap bagaimana upaya dalam reaktualisasi makna ahlusunnah wal jamaah yang menjadi warga NU, tentang isu Syiah yang pernah menghinggapinya dan juga mengapa dia demikian teguh untuk tetap berada di NU. Berikut ini hasil wawancaranya

Sebagai salah satu ketua yang dipercaya mengelola Lakpesdam, Lajnah Taklif wan Nasr (LTN NU) dan Lembaga Kesejahteraan Keluarga NU (LKKNU), apa yang akan Bapak lakukan untuk mengembangkannya?

Saya dipercaya untuk mengelola tiga lembaga tersebut, beberapa ide yang muncul dibenak saya adalah pertama, bagaimana kita ini memiliki kader nahdliyyin memiliki prinsip agama kuat dan memiliki keahlian serta ilmu pengetahuan. Dalam berorganisasi yang penting ikhas dulu, saya yakin tuhan tidak akan membiarkan orang yang aktif dalam masyarakat akan merana.

Kedua saya ingin program yang sudah dilaksanakan Lakpesdam berupa pelatihan calon kyai terus dilaksanakan agar kyai ke depan mampu menghadapi tantangan dengan tidak mengabaikan agama dan moral. Ada prinsip baku yang tak boleh kita geser, tetapi terdapat hal-hal yang harus diaktualisasikan secara terus menerus, kita harus melakukannya.

Kita menginginkan perpaduan seperti yang ada di Mesir atau Saudi. Seorang ulama yang mengerti ekonomi, bahasa Inggris, dan lainnya. Atau seorang dokter yang mengerti Qur’an walaupun dangkal saja, mengerti sejarah perjuangan nabi dan lainnya, walaupun dia berpendidikan umum atau aktifitas kesehariannya tidak dalam bidang agama.

Terdapat dua hal yang tidak kita diinginkan, satu liberal dan satu ekstrim. Dua-duanya tidak berguna dan tidak manfaat. Yang ekstrim akan menjadi bumerang karena Islam tidak mengajarkan kekerasan, tetapi mengajarkan sesuatu yang santun dan lemah lembut.

Yang liberal juga memberi mudharat. Revitalisasi penting, rekonstruksi penting tapi ada wilayahnya sendiri-sendiri dan itu sangat luas. Tolong ketentuan baku dalam Qur’an yang hanya lima persen jangan diungkit-ungkit, yang sudah qot’i yang sudah disepakati. Itu berarti kita taqlid kepada para ulama dahulu? Ya memang demikian, NU taklid kepada para ulama, harus menjaga orisinilitas dan mata rantai geonologi.

Kita ikut Imam Syafii atau Maliki, tapi bukan berarti taklid yang membabi buta, kita juga mengembangkannya, tetapi pada prinsipnya hidup ini mengikuti pendahulu kita, yang paling atas Nabi Muhammad, kemudian para sahabat, tabi’in dan seterusnya, termasuk imam empat.

Liberal, Islam rugi, ekstrim, jumud juga merugikan. Jadi Lakpesdam diharapkan dapat menindaklanjuti yang dulu yaitu PPWK (Program Pengembangan Wawasan Keulamaan). Potensi kyai muda NU luar biasa, tetapi masih terbatas dalam bidang fikih. Yang ada baru qoriul (membaca) qur’an, qoriul fikh, pembaca saja. Yang kita harapkan dia juga menjadi ahli, mampu mengaktualisasikan dirinya sehingga menjadi mufassir dengan ilmu yang sudah didapatinya itu, tentu saja dengan tidak ngawur.

Kita ingin menjadi mufassir kecil-kecilan setelah mengaji tafsir, kita ingin menjadi ahli fikih setelah mengaji fikih, pandai membaca, kita sudah berhenti disitu, hanya pembaca kitab, ini yang kita sayangkan.

Sebaliknya, di IAIN ada juga yang pandai, ngomongnya bagus, tulisannya bagus e… setelah ketemu minim sekali ilmunya. Kalau melihat tulisnnya kayak ilmunya luas. Saya sering ketemu orang seperti itu. Perbendaharaan ilmunya minim, padahal banyak diantara mereka yang bergelar profesor dan doctor.

Bagaimana kebijakan tentang LTN NU?

Antara lain, LTN minimal bisa menerbitkan 4 atau 6 buku, itu harus, baik terjemahan maupun karangan sendiri, kecil atau besar itu harus. Ini untuk mengawal pemikiran, kalau tidak waduh… yang muda liberal sedangkan yang tua ekstrim. Antara yang tua dan muda perlu ada jembatan.

Banyak aspek tentang keberhasilan seperti SDM, pendanaan, manajemen dan lainnya?

Kalau masalah pendanaan akan kita cari,…insyaallah dapat. Kalau SDM kita sudah siap, tinggal menindaklanjuti, tenaga tutor atau narasumber banyak sekali. KH Sahal Mahfudz, KH Makruf Amin, dan lainnya, mereka orang tua yang memiliki visi sosial. Yang muda-muda ada pak Masdar, banyaklah. Ada juga Amin Abdullah, Komaruddin Hidayat, walaupun bukan NU, dan kita beri batasan dan cakupan yang jelas, yang saya inginkan tidak liberal dan ekstrim.

Bagaimana mekanisme kontral terhadap program yang dijalankan?

Kan ada pertanggung jawaban di rapat pleno dan setiap bulan kitaDari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Said Aqil : Saya tak Ingin NU Terjebak Liberalisme dan Ekstrimisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil : Saya tak Ingin NU Terjebak Liberalisme dan Ekstrimisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil : Saya tak Ingin NU Terjebak Liberalisme dan Ekstrimisme

Kamis, 04 Januari 2018

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa

Sumedang, Hari Santri 2019?



Pengurus Syuriah PCNU Kabupaten Sumedang pada sabtu mengumpulkan seluruh Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Kegiatan yang bertempat di di Kantor PCNU Sumedang ini dipimpin langsung Rais Syuriah PCNU Sumedang Kiai A Furqon.

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa

Banyak hal yang dibahas pada pertemuan berlangsung pada Sabtu (3/12) tersebut. Salah satunya tentang strategi penguatan Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja) di kalangan warga NU Sumedang.

Kiai A Furqon mengatakan, saat ini ada beberapa paham bukan Aswaja sudah mulai masuk ke Sumedang. Hal ini harus cepat diantisipasi pengurus NU.?

“Jangan sampai ada warga NU yang tergerus pemahaman aqidahnya oleh paham bukan Aswaja,” katanya.?

Sebagai bentuk antisipasinya, disepakati bahwa jajaran syuriah NU baik yang ada di PCNU atau yang di MWCNU bakal mengadakan roadshow Aswaja ke tiap-tiap MWC dan Ranting.

Hari Santri 2019

Kiai A Furqon juga menyerukan kepada seluruh kiai, mubaligh, ustadz, ajengan, dan kader NU untuk terus istiqomah memberikan pencerahan kepada warga NU di daerahnya masing-masing tentang paham aswaja.

“Semoga NU di Sumedang semakin membumi,” tutup Kiai A Furqon. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Olahraga, Kajian Islam, Pendidikan Hari Santri 2019

Kamis, 28 Desember 2017

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal

Mojokerto, Hari Santri 2019. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Dr. Said Aqil Sirodj mengharapkan Pergunu dapat memahami agama dengan pendekatan rasional, kontekstual dan jangan liberal.

“Dalam pemahaman keagamaan kita harus memakai akal yang benar dan jelas, rasional, kontekstual sesuai koteks masa dan temapt tapi jangan liberal, jangan lepas kendali dari al-quran dan hadis.”

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal

“Pergunu juga jangan hanya ngajar saja, ngaji saja, tapi harus mewarnai seluruh segi kehidupan.” 

Hari Santri 2019

Dia juga mewanti-wanti Pergunu agar tidak ikut-ikut dalam hingar bingar perpolitikan. Pergunu diharap lebih berkonsentrasi dalam ranah keilmuan dan dakwah kemasyarakatan.

Hari Santri 2019

“Tidak boleh semua jadi politisi, menjadi DPR, dan sebagainya karena harus ada yang duduk manis untuk memahami, memperluas pemaknaan agama, mengubah masyarakat, mewarnai pola pikirnya” ujar Said dalam penutupan Rapat Kerja Nasional PERGUNU, Ahad malam (08/07) di Aula Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

“Kiai-kiai sepuh ndak usah di politik, hendaknya liyatafaqqahu fiddin dan liyundzira qawmahum, karena itu lebih terhormat dan itulah tugas para ulama.” Tegasnya lagi di hadapan para pengurus PERGUNU seluruh Indonesia.

Kontributor: Yusuf Suharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Olahraga, Doa Hari Santri 2019

Minggu, 24 Desember 2017

PBNU Serukan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Syuhada Haji

Jakarta,? Hari Santri 2019

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maruf Amin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas insiden jatuhnya crane di area Masjidil Haram Makkah al Mukarramah akibat badai dan hujan deras yang melanda yang mengakibatkan wafatnya puluhan? dluyufur rahman? yang akan menunaikan ibadah haji.

"PBNU bertakziah untuk para korban semoga mereka termasuk dalam syuhada yang menjadi? ahli jannah, keluarganya diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketegaran, untuk menerima ujian ini dengan senantiasa mengingat bahwa sesungguhnya kita milik Allah dan kepadanya kita kembali," kata Kiai Maruf Amin dalam pesan yang disampaikan keHari Santri 2019,? Sabtu.?

Kiai Maruf Amin juga mengingatkan bahwa hal ini merupakan upaya kita agar selalu ingat pada kematian, sehingga dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan amal kebajikan, baik yang bersifat vertikal dan horisontal.

PBNU Serukan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Syuhada Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Syuhada Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Syuhada Haji

Rais aam menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya warga NU untuk melakukan shalat ghaib di masjid-masjd dan mushalla. shalat janazah hukumnya? fardhu kifayah, yang diwajibkan kepada seluruh umat Islam dengan prinsip ketewakilan. Shalat ghaib hukumnya sah sebagaimana shalat janazah. Shalat ghaib ditujukan kepada? dluyufurrahmanyang wafat di tanah suci karena musibah jatuhnya crane proyek pembangunan masjidil haram.

Selanjutnya, Kiai Maruf yang juga ketua umum MUI ini menghimbau kepada seluruh pimpinan pondok pesantren, lembaga-lembaa di lingkungan NU, para pengurus masjid dan mushalla untuk mengajak seluruh jamaah melakukan shalat ghaib, tahlil, serta istighotsah untuk meminta pertolongan kepada Allah agar para hujjaj yang wafat diampuni oleh Allah SWT, para jamaah haji yang sedang persiapan manasik haji diberi kekuatan lahir batin, para pelayan tamu-tamu Allah diberikan kekuatan untuk menyiapkan, memfasilitasi, dan melayani segala kebutuhan hingga dapat telaksana dengan baik. (Red: Mukafi Niam)

Foto: CNN Indonesia

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 News, Olahraga Hari Santri 2019

Kamis, 14 Desember 2017

Apa Dampak Buruk Membaca Al-Qur’an Tidak Tartil?

Dalam Al-Qur’an surat Al Muzammil ayat 4 Allah berfirman “...dan bacalah Al-Qur’an secara tartil...”. Setelah bulan Ramadhan yang sudah banyak diisi dengan tadarus Al-Qur’an, tentu saja kita berharap bahwa di bulan-bulan setelah Ramadhan aktivitas tersebut bisa terus dilanggengkan, bahkan diperbaiki. Salah satu caranya adalah belajar membaca Al-Qur’an secara tartil sebagaimana ayat yang disebutkan di atas. Lantas bagaimanakah bacaan Al-Qur’an yang tartil itu?

Contoh penjelasan yang mudah tentang memahami pentingnya tartil Al-Qur’an adalah berdasarkan keterangan Gus. H. Kamal Fauzi Syifa’, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kota Malang. Kepada seluruh santri dan jamaah, secara turun-temurun dan konsisten, beliau jelaskan bahwa pada dasarnya membaca Al-Qur’an itu secara tartil sebagaimana perintah Al-Qur’an.

Apa Dampak Buruk Membaca Al-Qur’an Tidak Tartil? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Dampak Buruk Membaca Al-Qur’an Tidak Tartil? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Dampak Buruk Membaca Al-Qur’an Tidak Tartil?

Kiai alumnus Pesantren Sidogiri dan banyak pesantren di Jawa ini mengutip penjelasan Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa tartil adalah “tajwidul huruf, wa ma’rifatul wuquf (mengindahkan bacaan huruf, dan mengetahui tentang hukum waqaf-nya.”

“Tartil itu penting karena berperan besar ke makna bacaan. Keliru membaca Al-Qur’an itu, bisa karena sebab makharijul huruf-nya tidak terpenuhi, bacaan pendek yang dibaca panjang atau sebaliknya, juga cara berhenti memenggal bacaan ayat dan kalimat yang tidak pas,” ujar Gus Fauzi, begitu beliau biasa dipanggil.

Hari Santri 2019

“Contoh bacaan yang kurang tepat makhraj-nya: semisal Anda membaca di Surat Al Ghasyiyah,

? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2019

Artinya adalah: “Tidakkah mereka melihat kepada Unta, bagaimana ia diciptakan?”. Padahal ayat ini sangat hebat, yaitu perintah kepada manusia untuk memerhatikan unta yang diciptakan begitu hebat sebagai hewan yang tangguh di padang pasir. Tapi kalau membacanya seperti ini:

? ? ? ? ? ?

Bacaan kha’ pada khuliqat menjadi ha’, karena kurang tepat cara bacanya, bisa bermakna begini: “Tidakkah mereka melihat kepada Unta, bagaimana ia dicukur?”

Kemudian beliau mencontohkan bacaan pendek yang menjadi panjang, yang perlu diperhatikan. Seperti dalam lafal ? ?, huruf ba’ dibaca pendek, artinya Allah Maha Besar. Kalau dibaca panjang, maka menjadi ? ?, artinya ‘Allah adalah beberapa gendang’. ? adalah bentuk kata banyak dari ?, yang artinya gendang. Bacaan panjang dan pendek ini perlu diperhatikan saat membaca Al-Qur’an.

“Lalu yang terakhir, mengapa memahami letak berhenti dan memulai bacaan, al waqf wal ibtida’ itu penting? Ini seperti ketika Anda keliru memenggal kalimat. Saya beri contoh: ‘Tentara hijau bajunya membawa senapan’. Anda bisa tepat memahami kalimat ini jika tepat pemenggalannya: ‘Tentara/ hijau bajunya / membawa senapan’. Jika keliru memenggal kalimat ‘Tentara hijau/ bajunya membawa senapan’, jadi sulit dipahami kalimat ini. Nah, begitu pun dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini untuk menjaga makna Al-Qur’an,”. Demikianlah yang selalu beliau sampaikan dalam pelbagai forum pengajian bersama santri dan masyarakat sekitar, dari masa ke masa.

Hal yang beliau juga tekankan mengenai urgensi dan manfaat belajar Al-Qur’an secara tekun dan sabar dikutip dari sebuah hadis, bahwa orang yang membaca Al-Qur’an, akan selalu mendapat kebaikan. Begitu juga orang yang membaca dan belajar, meskipun terbata-bata, akan mendapat dua kebaikan: ganjaran atas bacaan Al-Qur’an-nya serta balasan kebajikan atas usahanya belajar membaca Al-Qur’an. Selagi masih ada kesempatan, mari kita selalu berusaha memperbaiki bacaan Al-Qur’an kita. Semoga ibadah kita semakin berkualitas selalu. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Aswaja, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Minggu, 03 Desember 2017

Muslim RI Minta Pemda New York Liburkan Sekolah pada Idul Fitri dan Idul Adha

New York, Hari Santri 2019. Masyarakat muslim Indonesia bekerja sama dengan masyarakat muslim dari berbagai negara lainnya di seantero New York tengah mengupayakan agar pemerintah daerah setempat meliburkan sekolah-sekolah di kota dan negara bagian New York pada saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

"Kita optimistis. Kalau misalnya kita tidak bisa mendapatkan dua hari itu, Idul Fitri dan Idul Adha, maka kita akan memprioritaskan Idul Fitri saja. Tapi kenyataannya, Idul Fitri dan Idul Adha sendiri oleh PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa, red) sudah dijadikan hari libur resmi," kata pemuka masyarakat muslim Indonesia, Syamsi Ali, di New York.

Syamsi, yang merupakan Ketua Dewan Masjid Al Hikmah --masjid Indonesia satu-satunya di New York, mengungkapkan bahwa upaya untuk mendapatkan dua hari libur itu telah dimulai sejak tahun 2005.

Muslim RI Minta Pemda New York Liburkan Sekolah pada Idul Fitri dan Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim RI Minta Pemda New York Liburkan Sekolah pada Idul Fitri dan Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim RI Minta Pemda New York Liburkan Sekolah pada Idul Fitri dan Idul Adha

"Ketika itu kita sedang melaksanakan Idul Adha dan pada saat yang sama, kota New York justru melaksanakan ujian (sekolah). Itu artinya seluruh anak-anak kita yang harusnya pergi shalat Idul Adha, harus masuk sekolah," ujarnya.

Bentrokan antara hari ujian dan pelaksanaan hari raya Islam tersebut kemudian menjadi masalah besar, yang antara lain disikapi oleh masyarakat muslim di New York dengan mengadakan demonstrasi.

Demonstrasi yang diikuti lebih dari 300 peserta --70 prosen di antara peserta unjuk rasa adalah non-muslim-- dilakukan di Balai Kota New York dan diikuti dengan jumpa pers oleh para pemuka agama, termasuk Syamsi Ali, di tangga gedung DPRD New York.

Hari Santri 2019

Syamsi mengatakan, tuntutan yang mereka sampaikan agar tidak terjadi lagi ujian sekolah pada saat Idul Fitri dan Idul Adha akhirnya dikabulkan oleh pemerintah setempat, yang melalui perundang-undangan menetapkan bahwa sekolah-sekolah dilarang mengadakan ujian atau tes pada perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

"Sekarang yang kita perjuangkan sebagai langkah kedua adalah menjadikan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur," ujar Syamsi.

Berbagai upaya terus dilakukan masyarakat muslim Indonesia dan negara-negara lain dalam rangka memperjuangkan libur Idul Fitri dan Idul Adha, antara lain dengan terus melobi pihak-pihak terkait.

Salah satu ajang lobi yang diselenggarakan adalah pertemuan antara masyarakat muslim Indonesia, Arab, Bosnia dan Bangladesh dengan Kapolda Kota New York, Raymond W Kelly, serta belasan anggota DPRD negara bagian New York maupun kota New York pekan lalu di daerah Astoria, New York.

Hari Santri 2019

"Kemarin hampir semua pejabat terpilih datang. Dari (DPRD) negara bagian New York ada 10 anggota dan dari Kota New York ada tujuh," kata Syamsi.

    

Dukungan

Menurutnya, sejauh ini sudah ada beberapa anggota DPRD negara bagian dan kota New York yang telah berusaha menjadikan libur Idul Fitri dan Idul Adha sebagai perundang-undangan.

"Mereka menyadari bahwa umat Islam semakin tumbuh dan mereka melihat potensi masa depan umat Islam di negara bagian New York, khususnya kota New York, sangat luar biasa sehingga di tahun-tahun mendatang, suara umat Islam harus mendapat perhatian," papar Syamsi.

Mengutip data yang disampaikan oleh Kapolda Raymond Kelly, Syamsi mengatakan saat ini penduduk New York berjumlah sekitar tujuh juta orang, dan satu juta di antaranya adalah mereka yang beragama Islam.

Dukungan bagi hari libur Idul Fitri dan Idul Adha, ungkap Syamsi, selain datang dari seluruh jajaran komunitas muslim dan beberapa organisasi nirlaba, juga datang dari para pemuka agama non-Islam, termasuk Katolik, Protestan, bahkan Yahudi.

Salah satu tantangan yang dihadapi Syamsi dan koalisi yang dibangunnya adalah meyakinkan beberapa anggota DPRD New York yang keberatan untuk menjadikan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur dengan alasan agama-agama lain akan menuntut hal yang sama.

"Kita sekarang ditantang untuk memberikan argumentasi bahwa itu tidak akan terjadi. Atau bagaimana kita memberikan pemahaman kepada komunitas (agama) lain bahwa tabiat libur kita dengan mereka memang berbeda," kata Syamsi.

"Seluruh perwakilan PBB di dunia libur pada saat Idul Fitri dan Idul Adha. Jadi itu salah satu argumentasi bahwa seperti di PBB, kita juga berhak mendapatkan liburan itu," tambahnya. (ant/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Selasa, 28 November 2017

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba

Sukoharjo, Hari Santri 2019. Pengajian dzikir dan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, selain menjadi wahana untuk menentramkan hati serta mendekatkan diri kepada Ilahi, rupanya juga menjadi sarana untuk memberi pendidikan kepada generasi pemuda akan bahaya Narkoba.

Habib Syech menyelipkan pesan-pesannya di sela syair shalawat kepada para pemuda untuk menjauhi Narkoba. Syair shalawat yang berjudul “Shalawat Anti-Narkoba” tersebut, kerap kali dilantunkan Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Shalawat, Habib Syech Ajak Pemuda Jauhi Narkoba

Salah satunya pada acara Pengajian Akbar Majelis Al-Hidayah di Solobaru Sukoharjo, Selasa (5/5) malam. “Shalatullah salamullah, ala toha rasulillah. Shalatullah salamullah, ala Yasin habibillah. Hidup nikmat tanpa Narkoba. Badan sehat sungguh terasa. Akal sehat tetap terjaga. Cita-cita pun jadi nyata,” tutur Habib Syech pada sebuah bait syairnya.

Hari Santri 2019

Putus sekolah karena narkoba. Perkelahian karena narkoba. Perceraian karena narkoba. Nyawa hilang karena narkoba// Insaflah hai para pemuda. Jangan buat Tuhanmu murka. Pintu taubat selalu terbuka. Ayo cepat jangan ditunda,” lanjut syair tersebut.

Dalam kesempatan ini, Mustasyar Syuriyah PWNU Jateng ini juga mengingatkan kepada para pemuda, khususnya mereka yang akan menerima surat kelulusan sekolah, hendaknya agar merayakan dengan santun.

Hari Santri 2019

“Jangan ikut gila-gilaan. Jadilah bangsa yang memiliki adab. Nanti kalau lulus, jangan kebut-kebutan, jangan pilok-pilokan, dan mabuk. Kaya gini kok mau jadi calon pemimpin bangsa,” tegas Habib Syech.

Di akhir kesempatan, Habib Syech ikut mendoakan kepada para siswa yang mengikuti ujian sekolah, agar diberikan kelancaran dan hasil yang baik. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 News, Olahraga, Quote Hari Santri 2019

Rabu, 15 November 2017

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan

Jombang, Hari Santri 2019

Pondok Pesantren Hamalatul Quran (PPHQ) Jogoroto, Jombang, Jawa Timur mengadakan acara wisuda bagi para penghafal Al-Qur’an (hafidh). Prosesi wisuda yang ke-3 ini diikuti 133 wisudawan Qiroah Masyhuroh dan 1 wisudawan Qiroah Sabah.

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan

Ustadz Ainul Yaqin, pengasuh PPHQ mengatakan, meskipun berusia relatif muda, PPHQ sudah menunjukkan eksistensinya di kancah nasional, sebagai lembaga yang mencetak kader penghafal Al-Qur’an dengan program unggulan "Tahfidz Cepat 6 Bulan". PPHQ juga tetap konsisten dengan program beasiswa tahfidz bagi santri yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan.

Acara yang berlangsung Senin (1/8) itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Dalam kesempatan itu, Gus Sholah berpesan agar para hafidh Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan semata tapi juga bisa memahami dan mengamalkan isinya.

Hari Santri 2019

Turut hadir pula KH Imam Suprayogo, mantan rektor UIN Maulana Malik Ibrahim. Ia mengaku sangat bangga dan terharu melihat 133 wisudawan yang mayoritas menyelesaikan setoran hafalan Al-Qurannya kurang dari satu tahun, bahkan ada yang hanya sekitar 3 bulan.

Ia lalu teringat ketika dahulu banyak mahasiswa hafidh yang tidak ia perhatikan, namun hal itu berakhir ketika Imam menemukan fakta bahwa selama ia menjabat sebagai rektor UIN Maulana Malik Ibrahim mahasiswa yang sering mendapat nilai cumlaude adalah mahasiswa penghafal Al-Quran. Sebagai bentuk pertobatan, Imam pun menggagas program beasiswa bagi mahasiswa yang hafal Al-Quran.

Hari Santri 2019

Sementara itu Kepala Seksi Kesantrian pada Subdit Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI H Ahmad Rusydi menekankan pentingnya memahami Islam yang lebih lanjut. Ia mendorong para santri menjadi duta Islam moderat, toleran, damai, dan mencerahkan.

Pada siang itu PPHQ juga mendapatkan Piagam Rekomendasi dari Lajnah Pentashih Mushaf Al-Quran untuk menggunakan Murottal Al-Quran dengan Qori Syekh Mahmud al-Khushori sebagai standar bacaan pembelajaran Al-Quran.

Ustadz Ainul Yaqin sebagai pengasuh PPHQ juga menandatangani nota kesepahaman dengan H Amirul Mukminin selaku ketua Yayasan Mahesa Institute dan Qomar selaku direktur Genta English Course untuk mewujudkan pendirian "Al-Quran Village’ atau Kampung Al-Quran" di kawasan Jogoroto, Jombang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Olahraga Hari Santri 2019

Minggu, 12 November 2017

PCINU Sudan Ikuti Konferensi Zakat Internasional

Khartoum, Hari Santri 2019

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulma (PCINU) Sudan, Senin (25/1) pagi waktu setempat, mengikuti Konferensi Pembentukan Persatuan Zakat Internasional yang dilaksanakan oleh Ma’had Ulum Zakat Sudan.

PCINU Sudan Ikuti Konferensi Zakat Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Ikuti Konferensi Zakat Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Ikuti Konferensi Zakat Internasional

PCINU Sudan diwakili H Sidik Ismanto (Rais Syuriah), Ahmad Luqman Fahmi (Ketua Tanfidziyah), dan Ribut Nur Huda (Ketua Lakpesdam NU). “Konferensi ini sangat bagus sekali jika dilihat dari visi dan misinya, dimana konferensi kali ini akan mengumpulkan instansi-instansi dari berbagai Negara,” tutur Kang Sidik, sapaan akrab Rais Syuriah PCINU Sudan.

Ia berharap terbentuknya Persatuan Zakat Internasional mampu mengatasi masalah di negara-negara Islam, khususnya dalam bidang ekonomi.

Hari Santri 2019

Konferensi ini juga menjadi langkah tindak lanjut kerja sama PCINU Sudan dengan pihak Mahad Ulum Zakat di Sudan melalui program kerja dari Lakpesdam. Melalui konferensi kali ini diharapkan program PCINU Sudan dalam kaitannya dengan zakat dan diplomasi kian berkembang, di samping akan mengenalkan PCINU Sudan ke dunia Internasional.

Hari Santri 2019

Konferensi yang berlangsung di Hotel Corinthia ini mengundang berbagai instansi yang ada di Sudan dan instansi dari berbagai negara termasuk di dalamnya PBNU.? Utusan PBNU yang berhalangan hadir kemudian diwakili oleh PCINU setempat. (Muhammad Luqman Hambali/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Doa, Olahraga Hari Santri 2019

Sabtu, 11 November 2017

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan

Dalam Al-Qur’an Surat Thâhâ diceritakan tentang kisah Nabi Musa ‘alaihissalam berhadapan dengan Fir’aun yang pernah mendaku sebagi Tuhan. Sepanjang menghadapi raja pongah nan lalim ini, Nabi Musa melalui berbagai macam rintangan. Saat itulah, Nabi Musa memanjatkan doa sebagaimana yang terekam dalam ayat 25-28:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan

Rabbisyrahlî shâdrî wayassyirlî amrI wahlul uqdatam mil-lisânî yafqahû qaulî.

Hari Santri 2019



Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thâhâ[ 20]: 25-28)

Doa ini setidaknya mengandung tiga permintaan. Pertama, memohon diangkatnya rasa susah yang menyesakkan dada. Kedua, memohon dilenyapkannya berbagai kesulitan. Dan ketiga, memohon kelancaran dalam bertutur kata sehingga mudah diserap dan dipahami para pendengarnya.

Hari Santri 2019

Atas jenis permohonan ini, tak heran apabila doa ini sering dibaca siapa saja yang hendak menghadapi hal-hal penting seperti ujian akhir bagi pelajar, pidato di depan khalayak, atau sejenisnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Hadits, Olahraga Hari Santri 2019

Selasa, 31 Oktober 2017

Shaf Belakang Shalat Jum’at

Oleh Isfandiari MD

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Surah Al-Jumu’ah, ayat 9).

Ayat ini mengandung esensi kedisiplinan, selain bekerja berusaha, ibadah tak boleh ditinggalkan. Mereka yang bekerja, sempatkan waktu ke masjid, begitu juga para pelajar dan anak-anak.

Shaf Belakang Shalat Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Shaf Belakang Shalat Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Shaf Belakang Shalat Jum’at

Miris jika melihat ibadah Jum’at anak-anak, ABG, juga remaja tanggung. Ibadah Juma’at dijadikan ritual kosong semata. Sebagai meeting point bercengkaran sebentar di sela rutinitas sekolah. Tak heran jika moment itu dimanfaatkan sebagai ajang senda gurau dan membuat kebisingan yang tak berarti.

Hari Santri 2019

Coba Anda tur keliling beberapa masjid di sekitar rumah, perhatikan shaf (barisan) belakang yang kebanyakan didominasi anak-anak dan pelajar, dan perhatikan tingkah mereka. Ini sangat jauh dari esensi perintah dalam surat Al-Jumu’ah dalam Al-Qur’an.

Menunggu waktu shalat Jum’at, ceramah sama sekali tak digubris. Anak-anak berlarian kian ke mari, membuat gaduh. Malah ada yang main games menunggu waktu shalat. Telinga kita dipaksa bertempur antara kegaduhan seperti serangan ribuan tawon dan pengkhotbah yang dengan tekun dan takzim menyampaikan risalahnya.

Hari Santri 2019

Terus terang, perjuangan mencari ridha Allah sangat berat dalam situasi ini. Hati kecil kadang ingin berontak, serta merta berdiri dan berteriak agar kebisingan itu usai, tapi apakah itu jalan yang terbaik?

Idealnya, peran orang tua, guru di sekolahlah yang mampu meredam itu semua. Anak ibarat kertas putih yang bisa kita tulis sesuka hati. Lewat pendekatan ideal, mereka harusnya mampu menjadikan ritual Juma’t sebagai salah satu kewajiban mendisiplinkan diri dan ajang menempa diri juga melatih setiap pribadi untuk mampu memanfaatkan momen dan menempa disiplin sejak usia dini.

Kalau dihayati lebih dalam, polah tingkah demikian adalah gambaran situasi yang lebih besar lagi. Disiplin memanfaatkan momen sesuai hakikatnya adalah modal dasar melahirkan generasi tangguh negeri ini. Jika sebuah generasi tak mampu menkondisikan sebuah situasi sesuai peruntukkannya, kita bakal menjadi pesimis, apakah mereka mampu menggantikan generasi sekarang yang sebenarnya juga sudah dalam ambang yang mengkhawatirkan?

Kita paling bisa mengimbau kepada orang tua, guru pengajar di sekolah-sekolah. Tanamkan pada jiwa-jiwa yang masih ‘polos’ itu sebauh latihan dasar berdisiplin dan cerdik memanfaatkan momentum.

Bagaimana mereka bisa mengerti jika di rumah Allah, adab dan etika wajib dijaga. Bagaimana mamatut-matutkan diri dalam situasi sakral minimal dalam ritual mingguan shalat Jum’at.

Untuk anak-anak dibawah 10 tahun, mereka biasanya diajak orang tua masing-masing. Jika mereka menganggap penting ritual ini, mereka wajib memberikan doktrin yang kokoh akan pentingnya menjaga adab di masjid saat ustad berceramah. Paling miris melihat kebanyakan remaja tanggung yang seharusnya tahu betul posisi rumah Allah bagi umat Islam. Jika prilakunya masih ‘liar’ sepanjang ceramah apalagi menjelang shalat, kita harusnya sedih, bagaimana nasib bangsa ini di masa depan!

Isfandiari Mahbub Djunaidi, warga NU, pegiat club motor Outsider

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Doa, Fragmen, Olahraga Hari Santri 2019

Senin, 30 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Banyuwangi, Hari Santri 2019. Interaksi sosial semakin dipermudah dengan adanya media online, terutama media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Line dan lain sebagainya.

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Media sosial tersebut banyak digemari oleh masyarakat terutama golongan pemuda atau pelajar, untuk sekadar menyampaikan informasi berupa pesan singkat, tulisan, atau sekedar memposting foto maupun keluh kesah di media tersebut.

Beranjak dari hal tersebut, IPNU-IPPNU Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy, Genteng, Banyuwangi mengadakan Ngobrol Pintar Pelajar Keren dengan mengangkat tema "Cerdas dalam Bersosmed" akhir pekan lalu.

Diskusi diadakan di ruang perkuliahan yang diikuti oleh IPNU IPPNU Ibrahimy dan para mahasiswa. Hairul, Ketua IPNU Ibrahimy, mengatakan bahwa media sosial sekarang cukup masif di kalangan anak muda, khususnya pelajar. "Kita harus bisa menggunakan media sosial dengan memanfaatkannya sebaik mungkin," kata Hairul

Hari Santri 2019

Turut hadir juga, Ahmad Sulhan Hadi, jurnalis Banyuwangi sebagai narasumber dalam diskusi tersebut. Kang Sulhan, nama sapaanya, menyampaikan bahwa selama ini masih banyak yang belum mengerti cara menggunakan sosmed dengan baik, bahkan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

"Pemuda atau pelajar tidak jarang mengalami ketergantungan dalam menggunakan media sosial. Selain menyebabkan ketergantungan, twett atau pesan yang ditulis di media sosial tidak jarang dapat menyeret seseorang di ranah hukum, akibat kesalahan dalam memposting atau tulisan-tulisan yang ia posting mencemarkan atau mengganggu orang lain," tutur Kang Sulhan

Kang Sulhan menyarankan, kita perlu tahu hal-hal positif dan negatif akibat dari penggunaan sosmed. "Jangan sampai dengan adanya sosmed, kita malah menjadi korban dari kesalahan kita sendiri," tegas jurnalis yang juga alumnus IPNU Banyuwangi tersebut.

Ulva, mahasiswa IAI Ibrahimy, mengaku bahwa setelah ikut dalam diskusi tersebut, merasa tergugah untuk menggunakan media sosial lebih bijak lagi. "Saya rasa, sosmed itu bisa mendukung bakat yang kita lakukan, seperti penulisan cerpen, puisi, meme, kata bijak dan lain-lain," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Olahraga, Nahdlatul Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock