Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Sumedang, Hari Santri 2019

Sebanyak 54 siswa kelas 12 MA Plus Al-Hikam Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/4), mengikuti kegiatan sidang karya tulis. Kegiatan tersebut memang sengaja dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab siswa setelah diberikan tugas penelitian dalam bentuk karya tulis.

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Kegiatan yang dilaksanakan di aula MA Plus Al-Hikam ini berlangsung dengan sidang terbuka. Setiap peserta diuji hasil karya tulisnya oleh tiga orang penguji. Ketiga penguju tersebut berasal dari guru dan akan menguji materi tentang sistematika penulisan, isi karya tulis, dan teknik-teknik pengambilan data dalam menyelesaikan karya tulisnya.

Kepala MA Plus Al-Hikam Sumpena Saripudin mengatakan bahwa kegiatan sidang karya tulis ini sudah menjadi program tahunan. Malahan kegiatan ini dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan di MA Plus Al-Hikam.

Hari Santri 2019

Sumpena juga menuturkan bahwa banyak hal positif dari kegiatan pembuatan karya tulis ini. di antaranya menyiapkan karakter anak bangsa supaya selalu peka terhadap masalah di lingkungannya untuk dijadikan bahan penelitian dan dituangkan dalam bentuk karya tulis. Selain itu lulusan MA Plus Al-Hikam diharapkan mempunyai kelebihan tersendiri dalam bidang pembuatan karya tulis dan dapat belajar untuk mempertanggungjawabkan karya tulisnya.

Saat ini di MA Plus Al-Hikam ada dua program studi. Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Selama enam bulan siswa diberikan waktu untuk membuat karya tulis dengan masalah sesuai dengan program studi yang diampu. Jurusan IPA masalah yang diteliti seputar alam, dan jurusan IPS meneliti permasalahan sosial.

Hari Santri 2019

Salah seorang peserta sidang Chacha Azhar Koswara menyambut hangat kegiatan ini. Chacha dalam karya tulisnya meneliti pembuatan roket. Roket yang dibuat dan ditelitinya pun ikut dipamerkan dalam sidang karya tulis ini. Banyak yang terkagum-kagum dengan hasil penelitiannya  Chacha tersebut.

"Saya bangga dengan sesuatu yang ditulis dalam karya tulis ini. Kegiatan karya tulis ini membuat saya semakin dewasa. Banyak hal-hal baru yang saya temui selama membuat karya tulis. Semoga kegiatan ini selalu istiqomah," tutur Chacha. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Cerita, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Sabtu, 10 Februari 2018

Dubes Aljazair: HIPSI Garda Depan Kebangkitan Ekonomi Santri

Algier,Hari Santri 2019. Sebelum pulang ke tanah air, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Aljazair secara resmi mengundang pengurus dan anggota Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI). Pertemuan kedua belah pihak berlangsung di kantor KBRI, Mourudia, Algeir pada Senin (28/11) pukul 17.00 waktu setempat.

Dubes Aljazair: HIPSI Garda Depan Kebangkitan Ekonomi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Aljazair: HIPSI Garda Depan Kebangkitan Ekonomi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Aljazair: HIPSI Garda Depan Kebangkitan Ekonomi Santri

Rombongan Hipsi yang berjumlah 25 oran diterima langsung Dubes RI untuk Aljazair Shafira Makhrusah beserta staf diplomat. Dalam sambutanya, Shafira mengapresiasi positif keikutsertaan Hipsi sebagai satu-satunya organisasi pengusaha santri yang mampu berperan di pameran internasional.

"Saya berterima kasih pada Hipsi jauh-jauh dari Indonesia tapi tetap semangat ikut serta pameran dalam upaya memajukan ekonomi di kalangan santri," katanya.

Hari Santri 2019

Menurutnya, pameran yang merupakan program kementerian PU Aljazair ini tersukses semenjak keikutsertaan KBRI. Pada pameran internasional kali ini, menurut dia, diikuti perwakilan 18 negara.

"Alhamdulillah pada pameran kemarin, pavilion KBRI dinobatkan menjadi yang terbaik mengalahkan Amerika dan Jerman. Karena stand kita paling indah dan elok." tambahnya.

Hari Santri 2019

Dubes juga berpesan agar Hipsi makin giat dan terus mendorong bangkitnya UKM di kalangan Pesantren. "Semoga ke depan, Hipsi menjadi garda depan bagi perekonomian kaum Santri," pungkasnya.

Sementara Sekjend Hipsi Muhammad Nurhayid mengungkapkan kegembiraanya dapat mengikuti event ini. sebab melalui kegiatan tersebut, peluang produk Indonesia menembus pasar Eropa makin terbuka.

"Dalam meeting bisnis dengan para pengusaha di sini, kita sepakat untuk suplay produk kopi, kelapa, terutama air santanya, juga minyak sawit," ujarnya.

Pertemuan yang ditutup dengan jamuan makan malam. Makan malam tersebut juga dihadiri? Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Aljazair KHMuhammad Toha. (Fatchurrahman/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat Hari Santri 2019

Kamis, 01 Februari 2018

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak

Subang, Hari Santri 2019. Setiap bulan Agustus masyarakat Indonesia biasanya merayakan peringatan kemerdekaan RI dengan berbagai kegiatan. Di antara kegiatan tersebut adalah aneka perlombaan yang diperuntukan bagi anak-anak hingga masyarakat dewasa.

Mengenai kegiatan perlombaan ini, Ketua PCNU Subang meminta kepada masyarakat yang akan mengadakan kegiatan lomba pada peringatan hari kemerdekaan agar diisi dengan perlombaan yang memiliki nilai-nilai positif dan edukatif serta tetap menjaga akhlakul karimah.

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak

"Di grup WA sudah beredar video lomba yang tidak senonoh antara laki-laki dan perempuan, video tersebut dikhawatirkan dijadikan sebagai inspirasi dalam membuat perlombaan pada Agustusan besok," ungkap KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang, Jawa Barat dalam rapat reboan di Kantor PCNU, Rabu (9/8).

Dikatakannya, sudah beredar video lomba tidak senonoh yang diikuti oleh beberapa perempuan yakni perlombaan memakan pisang di bagian tubuh lelaki, sebalikna ada video yang mempertunjukan perlombaan yang diikuti oleh para lelaki berupa lomba memecahkan balon yang ditempelkan di belakang tubuh perempuan.

"Perlombaan tersebut tidak layak dilombakan karena hanya mengundang tawa para penonton saja dan bisa merusak tatanan akhlakul karimah apalagi jika disaksikan oleh anak-anak di bawah umur, ini sudah masuk pornoaksi," papar pengasuh Pesantren Attawazun itu.

Hari Santri 2019

Pengasuh Pesantren Attawazun itu mengingatkan agar dalam kegiatan peringatan kemerdekaan jangan sampai melupakan jasa para pahlawan bangsa yang telah berkorban harta, jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

"Jangan sampai lupa untuk mendoakan para pahlawan dan kita sebagai generasi penerus bangsa sebisa mungkin terus berjuang mengharumkan nama Indonesia serta melawan paham yang ingin menghancurkan NKRI ini," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Ubudiyah, Sholawat, Syariah Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Banyuwangi Kompak Larang Keras Kelompok Ekstrem Masuk

Jakarta, Hari Santri 2019. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas secara tegas melarang kelompok garis keras Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masuk daerahnya. Ia mengatakan, pihak-pihak di Banyuwangi, baik aparat pemerintah daerah, kepolisian, TNI, organisasi keagamaan, maupun elemen masyarakat lainnya, akan kompak mencegah penyebaran ideologi radikal yang ingin masuk ke Banyuwangi.

"Posisi kami sebagai kepala daerah sangat jelas, yaitu melarang pendirian organisasi militan ISIS dan penyebaran ideologinya. Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar Anas yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut dalam siaran pers, Rabu (6/8).

Banyuwangi Kompak Larang Keras Kelompok Ekstrem Masuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyuwangi Kompak Larang Keras Kelompok Ekstrem Masuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyuwangi Kompak Larang Keras Kelompok Ekstrem Masuk

Di Banyuwangi, sambung Anas, pihaknya getol menyosialisasikan nilai-nilai keagamaan yang ramah dan toleran. Radikalisme bisa meretakkan bangunan kebangsaan dan menimbulkan kerugian bagi bangsa. "Karena itu, kami rutin menggelar pertemuan yang diikuti para tokoh lintas agama. Berbagai program pembangunan juga melibatkan umat lintas agama," ujarnya.

Hari Santri 2019

Anas mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan untuk mengidentifikasi adanya penyebaran radikalisme dan terorisme di Banyuwangi. Apalagi, posisi Banyuwangi cukup strategis sebagai pintu masuk maupun pintu keluar dari Bali yang selama ini kerap dijadikan lokasi sasaran aksi radikal.

Hari Santri 2019

"Alhamdulillah, sejauh ini situasi kondusif. Para tokoh agama selalu menyampaikan pesan yang sejuk dan menebarkan manfaat bagi semua umat. Kami akan merawat kebhinnekaan Indonesia dari Banyuwangi," katanya. (Mahbib Khoiron)

Foto: sebuah pertemuan lintas agama yang digelar rutin pemerintah Banyuwangi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, Sholawat, Sunnah Hari Santri 2019

Jumat, 19 Januari 2018

Perang Psikis di Dunia Maya, Savic: Ini Cara Menyikapinya

Semarang, Hari Santri 2019 - Savic Ali pendiri portal video online Nutizen dan media opini Islami.co ini menjelaskan, perang yang terjadi di internet bukanlah perang gagasan, tetapi perang psikis. Perang gagasan, kata dia, adalah adu argumen berpola ilmiah, plus didukung dalil untuk memperkuat sebuah gagasan.

Media radikal tidak melakukan itu. Mereka sudah menganggap pihaknya adalah yang benar, yang lain salah semua sehingga meski telah disanggah dengan argumen disertai bukti dan dalil yang kuat, mereka tidak akan menerima.

Perang Psikis di Dunia Maya, Savic: Ini Cara Menyikapinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Perang Psikis di Dunia Maya, Savic: Ini Cara Menyikapinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Perang Psikis di Dunia Maya, Savic: Ini Cara Menyikapinya

Jadi, sesungguhnya mereka berperang psikis. Intinya hanya menyerang, pokoknya ini, pokoknya begini. Persis seperti kirik (anak anjing). Kirik, kata Savic, badannya kecil tapi suaranya keras. Suka menggonggong dan gonggongannya sering membuat ciut nyali orang.

Hari Santri 2019

"Ibaratanya kirik, dia menggonggongi siapa saja. Jika orang yang digonggongi mengalah dengan menyingkir karena tidak mau ribut, maka ia akan semakin keras menggonggong dan semakin leluasa meneror. Apabila korbannya itu takut, dia mengejar. Semakin lari korbannya, semakin kencang ia mengejar," jelasnya.

Maka cara menghadapi situasi macam itu adalah menunjukkan kita tidak mau kalah. Tunjukkan keberanian. Hadapi anak anjing itu, berjongkoklah dan pelototi matanya, lalu ambil batu. Angkat batu sambil gertak dengan suara keras, maka dijamin ia akan diam lalu lari ketakutan.

"Ini bukan sungguh-sungguh mau melempar batu untuk melukai atau membunuhnya. Tapi hanya seolah-olah hendak melempar, sekadar menunjukkan respon yang setara atas kekurangajarannya meneror dengan gonggongan tersebut.? Inilah yang perlu kita lakukan di ranah media," tandas pria yang pernah nyantri di Kajen Pati ini. (Ichwan/Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nusantara, Sholawat Hari Santri 2019

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam

Rembang, Hari Santri 2019 - Aksi bom yang terjadi di Masjid Ar-Raudah di Sinai Utara, Mesir, yang menewaskan sedikitnya 305 jiwa menegaskan aksi teror sama sekali tidak terkait dengan Islam.

"Terang sekali bahwa korban dan segala kerugian berada di pihak Islam. Kelompok yang menjalankan aksi teror tersebut jelas tidak mewakili siapapun dalam Islam," jelas Arwani Thomafi saat menggelar silaturrahim dan sosialisasi 4 pilar di Pondok Pesantren Salafiyah Desa Jeruk Kecamatan Pancur, Rembang.

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam

Ia melanjutkan, aksi tersebut harus dilawan secara bersama-sama khususnya oleh negara-negara Islam karena secara nyata telah merugikan Islam secara keseluruhan.

Kita harus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan tindakan nyata dengan membuat formula untuk mengatasi aksi teror yang difokuskan memberi perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman teror yang sewaktu-waktu bisa muncul dan mengancam semua negara, tanpa pandang negara dan tempat.

Hari Santri 2019

"Mendorong negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) termasuk pemerintah Indonesoa untuk mengambil inisiatif konkret melawan gerakan kelompok teror yang mengatasnamakan Islam dengan menggalang kekuatan antarnegara karena gerakan teror ini nyatanya merupakan gerakan global," jelas anggota Komisi I DPR RI tersebut, Senin (28/11).

Hari Santri 2019

Mendorong aparat keamanan di Tanah Air untuk tetap wasapda dan melakukan deteksi dini atas potensi munculnya teror khususnya menjelang perayaan natal dan peringatan tahun baru yang kerap dijadikan momentum kelompok teror untuk melakukan aksinya.

"Mendorong ormas-ormas keagamaan di Tanah Air melakukan komunikasi intensif dengan kelompok sipil berbasis keagamaan di negara-negara Islam untuk menguatkan penyebaran paham keagamaan yang moderat dan mendorong dialog antaragama untuk meminimalisir gerakan teror yang dibalut dengan isu agama," harapnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Sholawat, IMNU Hari Santri 2019

Selasa, 16 Januari 2018

Menyikapi Harta secara Tepat

Khotbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Menyikapi Harta secara Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyikapi Harta secara Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyikapi Harta secara Tepat

Sebagian orang beranggapan bahwa tasawuf yang menganjurkan seseorang untuk bersikap zuhud sebagai sumber dari kemunduran Islam, terutama secara ekonomi. Tudingan ini tak hanya keluar dari orang-orang di luar Islam tapi juga para pemikir terpandang muslim masa kini. Zuhud dimaknai sebagai sikap menjauh dari dunia, terasing dari keramaian, terbelakang, dan tak selaras dengan gaya hidup modern. Benarkah demikian?

Dalam Surat al-Qashash ayat 77, Allah subhânahu wata‘âlâ berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2019

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-Qashash: 77)

Ayat di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam memerintahkan seseorang untuk mencurahkan segala pikiran dan tenaga demi kesuksesan kehidupan akhirat. Namun di sisi lain juga melarang seseorang untuk mengabaikan sama sekali urusan dunia, termasuk mencari harta. Perhatian terhadap perkara dunia dan akhirat ini menunjukkan proporsionalitas Islam. Ia tak menekan pemeluknya hanya mempedulikan akhirat sehingga kehidupan duniawi mereka terpuruk, juga tak menganjurkan mereka melulu terfokus pada dunia yang fana sehingga kehilangan tujuan hakiki sebagai seorang hamba.

Penilaian bahwa zuhud adalah sumber kemiskinan dan keterbelakangan sesungguhnya terletak pada cara memaknai istilah zuhud itu sendiri. Zuhud dalam pengertian yang sebenarnya adalah bukan anjuran untuk lepas dari aktivitas duniawi karena zuhud memang berurusan dengan hati. Zuhud juga bukan berarti meninggalkan pekerjaan dan usaha mencari harta, karena zuhud lebih fokus pada bagaimana sikap batin kita terhadap harta.?

Hari Santri 2019

Dalam kitab Raudlatuz Zâhidîn disebutkan, suatu kali Rabi’ah ibn ‘Abdirrahman ditanya,?

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ?

“Wahai Abu Utsman (panggilan lain dari Rabi’ah), apa pokok dari zuhud itu?” Beliau menjawab, “Menumpuk sesuatu dari tempatnya lalu meletakkannya di tempat seharusnya.”

Islam adalah agama fitrah. Artinya, segenap ketentuannya tak akan mengingkari sifat alami manusia. Islam memahami karakter dasar manusia yang membutuhkan harta, karenanya dihalalkan bagi mereka bekerja dan mencari harta. Islam tidak melarang seorang hamba untuk menjadi orang kaya asalkan diraih dengan cara benar. Rasulullah sendiri adalah saudagar yang sukses. Para sahabat di zaman beliau juga tak sedikit yang berlimpah harta. Dengan harta, umat Islam justru lebih mudah untuk bersedekah kepada saudaranya. Dengan kekayaan, umat Islam juga cenderung lebih gampang mengatasi permasalahan dunianya.

Kenyataan tersebut menjadi bukti bahwa mengumpulkan harta bukan perkara najis dalam Islam. Yang menjadi penekanan adalah, bagaimana harta itu disikapi? Di manakah kekayaan itu diletakkan, sebatas “di telapak tangan” atau sampai di lubuk hati?

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Itulah yang dimaksud dengan ? ? ? ? ? ? ?. Silakan bekerja keras menumpuk harta sebanyak-banyaknya untuk tujuan yang halal, tapi mesti diingat bahwa hati bukan tempat semestinya bagi harta. Islam melarang hubbud dunya (mencintai dunia), dan mendorong manusia untuk memprioritaskan akhirat. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Demi Allah, tidaklah dunia dibanding akhirat melainkan seperti jari salah seorang dari kalian yang dicelup di lautan, perhatikan seberapa banyak air yang menempel dijari.” (HR. Muslim)

Dengan demikian, zuhud tidak identik dengan menjauhi harta tapi menjauh dari rasa cinta terhadap kekayaan dunia (hubbud dunya). Dengan pengertian ini, zuhud tak berhubungan langsung dengan kaya atau miskinnya seseorang. Orang miskin bisa lebih zuhud dari orang kaya, tapi sebaliknya orang miskin juga bisa lebih serakah dari orang kaya. Tergantung mana yang lebih diperbudak oleh harta. Untuk cinta dunia, seseorang tak mesti menjadi kaya raya terlebih dahulu. Karena zuhud memang berurusan dengan hati, bukan secara langsung dengan alam bendawi.

Ciri orang yang tidak diperbudak oleh harta adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak (terlalu) senang dengan sesuatu yang ada, juga tak (terlalu) sedih dengan sesuatu yang hilang. Tidak sibuk memburu dan bersenang-senang dengannya melebihi sesuatu yang lebih baik baginya di sisi Allah.”

Mengapa seseorang dilarang gandrung terhadap harta? Karena hakikat harta sesungguhnya adalah sarana (washîlah), bukan tujuan (ghâyah). Sebagai kendaraan ia hanya berhak mengantarkan, bukan masuk ke dalam. Mengantarkan ke mana? Kepada usaha mendekatkan diri kepada Allah, muara dari segala tujuan dan kebahagiaan.

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Fragmen, Sholawat, Pondok Pesantren Hari Santri 2019

Senin, 08 Januari 2018

Pelajar Putri NU Jabar Harus Perkuat Imtak dan Iptek

Karawang, Hari Santri 2019 - Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan (Aher) mengajak segenap peserta konferensi wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat untuk menunjukkan perilaku sebagai santri yang taat beragama dan berakhlak mulia. Di samping itu Aher meminta para pelajar putri NU Jabar untuk meningkatkan prestasi di sekolah.

Demikian disampaikan Aher saat pembukaan Konferensi Wilayah IPPNU Jabar di Pesantren Assiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Sabtu (26/11) sore.

Pelajar Putri NU Jabar Harus Perkuat Imtak dan Iptek (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Putri NU Jabar Harus Perkuat Imtak dan Iptek (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Putri NU Jabar Harus Perkuat Imtak dan Iptek

“Seorang pemuda harus memiliki imtak dan juga iptek. Jika harus memilih salah satunya, lebih baik pilih 100% imtak. Tetapi lebih baik jika keduanya sinergi 100%,” kata Aher.

Hari Santri 2019

Menurutnya, generasi muda NU yang ideal adalah pelajar dan remaja yang menunjukkan akhlak yang baik. Idealnya, mereka juga menorehkan prestasi di pelbagai lapangan seseuai dengan bidangnya masing-masing.

Ia mengajak pelajar putri NU untuk melakukan sinergi dengan Pemda Jabar. “Kader IPPNU jika mengadakan acara yang berkaitan dengan kepemerintahan, pihak Gubernur siap membantu,” tandas Aher. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Sholawat Hari Santri 2019

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Bandar Lampung, Hari Santri 2019. LembagaTalif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU NU) menggelar pelatihan jurnalistik kepada PMII Universitas Lampung (Unila) di gedung PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Telukbetung Utara (TbU), Sabtu (7/10).

Selain kader PMII Unila, kegiatan itu juga dihadiri oleh kader PMII Darmajaya, PMII Universitas Bandar Lampung, dan lainnya. Pelatihan yang bertajuk Mahad Shohafiyah, Jurnalisme untuk Syiar Islam, diikuti oleh 25 peserta.

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Jurnalis senior Fadilasari mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar untuk menciptakan kader-kader PMII yang pandai mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang PWNU Lampung untuk menciptakan kader-kader dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bisa menulis, baik menulis berita, rilis, opini, bahkan menulis buku," kata Fadilasari yang kerap disapa Ila ini dalam sambutannya.

"Kita berharap semua kader lembaga dan badan otonom bisa menulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan kebetulan hari ini menjadi kesempatan dari PMII," tambah mantan jurnalis Metro TV ini.

Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing berharap kader PMII dapat menimba ilmu sebaik-baiknya dalam pelatihan ini.

Hari Santri 2019

"Siapa tahu nanti berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Karena jadi wartawan itu enak, bisa banyak ilmu dan banyak kawan. Saya karena (dulunya) jadi wartawan, bisa jadi wakil bupati dan sekarang menjadi anggota DPRD," kata pria yang karib disapa Nover ini saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, bercerita tentang bagaimana kekuatan seorang jurnalis - dengan tulisannya – dapat membuat sebuah perubahan  di dunia.

"Dulu wartawan sangat sedikit dan terbelenggu dengan larangan-larangan. Tapi sekarang, wartawan sangat banyak dan bebas menuangkan isi pikirannya," kata Bang Ary – panggilan akrabnya.

Hari Santri 2019

Sayangnya, kata Bang Ary, saat ini tidak semua wartawan  berdiri dalam pondasi yang benar. Bahkan, tak sedikit yang mengorbankan idealismenya dengan materi duniawi. (Safwanto/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Sholawat, Pertandingan Hari Santri 2019

Kamis, 04 Januari 2018

Akhirnya Jilbab Bisa Dikenakan di Gedung Parlemen Turki

Istambul, Hari Santri 2019. Empat anggota parlemen perempuan Turki menghadiri sidang dengan mengenakan jilbab untuk pertama kalinya sejak 1999 ketika seorang anggota disoraki di ruang sidang karena mengenakan jilbab.

Keempat anggota parlemen mengenakan jilbab setelah pihak berwenang mencabut sebagian larangan berjilbab untuk perempuan, termasuk mereka yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Akan tetapi larangan pemakaian jilbab masih tetap berlaku untuk tentara, polisi, hakim, dan jaksa.

Akhirnya Jilbab Bisa Dikenakan di Gedung Parlemen Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya Jilbab Bisa Dikenakan di Gedung Parlemen Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya Jilbab Bisa Dikenakan di Gedung Parlemen Turki

Dalam sidang 31 Oktober di Ankara, keempat anggota parlemen perempuan dari partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan, tidak mengalami penentangan, seperti dilansir oleh BBC Indonesia.

Hari Santri 2019

Bahkan rekan-rekan mereka mengabadikan peristiwa itu dengan mengambil gambar mereka.

Mereka adalah Sevde Beyazit Kacar, Gulay Samanci, Nurcan Dalbudak dan Gonul Bekin Sahkulubey.

Hari Santri 2019

Pencabutan larangan yang telah diterapkan sekitar 10 tahun itu merupakan bagian dari reformasi yang dilakukan pemerintah pimpinan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berlatar belakang Islam.

Ekspresi

Reformasi ini dikecam oleh pihak-pihak di Turki yang khawatir akan peningkatan pengaruh Islam dalam kehidupan sosial.

Para anggota parlemen dari partai sekuler yang beroposisi, CHP, menyatakan tidak menentang pemakaian jilbab oleh empat anggota parlemen dari AKP.

Beberapa politikus CHP sebelumnya menuduh partai berkuasa memanfaatkan masalah jilbab untuk kepentingan politik.

Wakil-wakil AKP di parlemen berpendapat larangan mengenakan jilbab merupakan masalah hak sipil yang mengekang perempuan mengekspresikan diri secara bebas di dunia politik Turki.

"Saya selalu mengatakan bahwa kita melupakan persoalan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, tetapi hari ini saya pikir kita akhirnya mengatasi masalah ini," kata Oznur Calik, anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan.

Pihak yang menentang pencabutan larangan berjilbab di lembaga negara melihat langkah ini sebagai upaya untuk memundurkan aturan-aturan sekuler dan mengedepankan nilai-nilai Islam.

Larangan pemakaian jilbab di lembaga-lembaga negara selama ini dianggap sebagai salah satu peraturan yang sangat peka di masyarakat, terutama bagi pendukung konstitusi sekuler dan mereka yang mendukung hak-hak Islam. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Amalan Hari Santri 2019

Bagaimana Seorang Menteri Diperkenalkan dan Memperkenalkan NU?

Banyak cara orang mengenal atau diperkenalkan kepada NU. Menteri Tenaga Kerja H Hanif Dhakiri mengenal NU secara langsung dari rumah, sejak ia lahir. Di rumahnya, di Salatiga, Jawa Tengah, terdapat logo dan foto tokoh-tokoh NU.

Pengalaman tersebut, ia tuturkan secara selintas kepada Abdullah Alawi dari Hari Santri 2019 selepas menjadi narasumber pada diskusi NU di “Tengah Gelombang Populisme” yang digelar Lakpesdam PBNU di Cianjur, (27/1). Berikut petikannya:

Bagaimana Seorang Menteri Diperkenalkan dan Memperkenalkan NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Seorang Menteri Diperkenalkan dan Memperkenalkan NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Seorang Menteri Diperkenalkan dan Memperkenalkan NU?

Apa pendapat Anda tentang peran NU yang kini telah berusia 91 tahun?

.

Hari Santri 2019

Di usia yang ke-91 tahun ini, NU harus tetap menjadi suluh bagi bangsa ini secara keseluruhan. Saya merasa NU sudah berada dalam track (jalan) yang benar. Bahkan dalam situasi sekarang ini. NU sudah berada pada track yang benar! NU harus tetap menjadi kelompok yang menggelorakan Islam rahmatan lil alamin yang moderat, toleran, bisa merangkul semua anak bangsa menjadi bagian yang bisa berkontribusi kepada Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.



Bagaimana Anda mengingat masa kecil terkait dengan N dan U?

Hari Santri 2019

Sejak kecil kan di rumah saya? ada logo NU, dalam figura selalu ada, dalam kalendar selalu ada. Kemudian gambar-gambar tokoh NU, seperti Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Sansoeri, dan lain-lain.

Bagaimana dengan orang tua Anda memperkenalkan NU? ?

. Orang tua menceritakan langsung soal pengalaman orang tua dulu, kakek-kakek saya dulu misalnya. Mereka mengenalkan pertama secara simbol. Ada di rumah. Komplit. Yang kedua, orang tua banyak bercerita? mengenai soal NU. Terus kemudian mereka mengajak saya ke kegiatan-kegiatan ke-NU-an.

Ada pesan orang tua untuk Anda bahwa suatu saat harus aktif di NU?

. Ya pastilah, pasti! Intinya harus mengabdi kepada NU-lah. Jadi, terjemahan orang kampung kayak abah dan ibu saya itu, mengabdi kepada bangsa dan kepada negara itu, ya mengabdi kepada NU karena di daerah basisnya di situ.

Sebagai orang tua, bagaimana Anda memperkenalkan NU kepada anak-anak?

. Saya melakukan hal yang sama dengan orang tua saya.

Bagaimana reaksi anak-anak?

. Kalau masih anak kecil kan lebih banyak bertanya apa kan? Lalu kita jelaskan. Jadi, apa yang dilakukan orang tua kepada saya, saya lakukan kepada anak saya. Satu, simbol. Kalau Anda ke rumah saya, ada logo NU, foto-foto tokoh NU, Mbah Hasyim, Gus Dur, Mbah Wahab, Mbah Bisri, ada semua di rumah saya. Kemudian buku-buku, karena saya suka buku, di rumah saya, hampir semua bacaan tentang NU semua ada. Saya kan punya banyak koleksi buku. Saya selalu ada perpustakaan, di rumah dinas, ada perpustakaan. Di rumah saya sendiri, ada perpustakaan. Di rumah orang tua saya di Salatiga, isinya banyak tentang NU, tokoh NU, dan ajaran NU, dan segala macam.

Saran untuk orang tua untuk memperkenalkan NU kepada anak-anaknya?

. Dari pengalaman pribadi, baik saya diasuh oleh orang tua, maupun saya mengasuh anak saya saat ini, menurut saya, itu tadi, di rumah anak harus diperkenalkan dengan simbol-simbol NU, dengan tokoh-tokoh NU, dengan pikiran-pikiran NU, lalu diajak terlibat di dalam kegiatan-kegiatan NU. Maka, salah satu yang suka adalah membawa anak ke kegiatan NU. Dia melihat orang dan dia akan bertanya. Jika saya mengajarkan tentang nasionalisme saya ajak nonton bola. Bukan bolanya yang penting, tapi teriakan penonton “Indonesia”, “Indonesia”itu sesuatu yang akan mudah diingat bagi anak.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Budaya, Warta Hari Santri 2019

Rabu, 27 Desember 2017

Abdurrahman Navis: Orientasi Perjuangan NU Ada di Kitab Kuning

Surabaya, Hari Santri 2019. Beberapa kalangan sudah banyak yang meninggalkan kitab kuning. Sebagian santri juga menempatkan kajian terhadap karangan para salafus shalih ini sebagai materi tambahan seiring kian terdesaknya dengan beban studi di sekolah formal.

Hal inilah antara lain yang ingin ditepis oleh Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur. Sebab bagaimanapun, perjuangan NU dan juga para ulama terdahulu dalam menanamkan Ahlus Sunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama termodivikasi dalam sejumlah kitab kuning.

Abdurrahman Navis: Orientasi Perjuangan NU Ada di Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdurrahman Navis: Orientasi Perjuangan NU Ada di Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Abdurrahman Navis: Orientasi Perjuangan NU Ada di Kitab Kuning

Bila minat terhadap kajian karya para ulama terdahulu kian menepis, maka dapat dipastikan akan terjadi kemerosotan dan kondisi yang tidak diharapkan baik dalam diri umat Islam, organisasi keagamaan serta kiprahnya di segala aspek kehidupan.

Hari Santri 2019

Sabtu (25/5) kemarin di lantai dua kantor PWNU Jatim, Surabaya, diselenggarakan kajian terhadap sejumlah kitab kuning yang sudah terbiasa dibaca dan diajarkan di sejumlah pesantren NU. 

"Kegiatan kajian kitab kuning sebagai mata rangkai dari acara pra Konferwil NU Jatim ini untuk menghidupkan kembali semangat mempelajari kitab kuning di tengah sebagian masyarakat yang sudah kian tidak peduli pada referensi ulama salaf," kata KH Abdurahman Navis.

Hari Santri 2019

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim ini menandaskan bahwa kegiatan yang diikuti sejumlah aktifis Aswaja NU Center, perwakilan pesantren, lembaga dan lajnah serta badan otonom  di lingkungan NU Jawa Timur ini nantinya akan melakukan sejumlah pembahasan. "Kita akan melakukan kajian dari sisi lafadz, makna murad yang akan dikontekstualisasiikan dengan kondisi kekinian," katanya.

Bagi Kiai Navis, sapaan akrabnya, kegiatan ini ingin memberikan pesan bahwa acara tertinggi dan terhormat lima tahunan dalam kiprah dan khidmat PWNU Jatim berupa Konferwil hendaknya jangan semata didominasi wacana tentang politik dan kekuasaan. "Kajian kitab kuning membawa pesan akan pentingnya kita kembali kepada pesantren, serta menanggalkan konsentrasi masalah politis seperti dihembuskan sejumlah media," tandasnya. 

"NU adalah pesantren raya  yang mana orientasi perjuangannya telah dituliskan para pendahulu dalam kitab kuning yang kini mulai banyak ditinggalkan," katanya prihatin. "Kami ingin tandaskan bahwa orientasi perjuangan besar NU ada dan terdeskripsikan secara gamblang dalam kitab kuning," lanjutnya.

Oleh karena itu adalah sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar bahwa bila ingin melakukan eksplorasi isi dan visi NU seperti keinginan para pendiri atau muassis NU yakni dengan melakukan pengkajian secara mendalam terhadap kitab kuning yang ada. 

Tanpa melakukan pengkajian secara menyeluruh terhadap sejumlah karya para ulama tersebut, dapat dipastikan mutiara dan nilai dari semangat NU tidak akan direngkuh. "Inilah pesan yang kami ingin sampaikan pada kegiatan kajian kitab kuning ini," pungkas dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat Hari Santri 2019

Minggu, 24 Desember 2017

Takbir Menggema, Takabur (Seharusnya) Sirna

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Takbir Menggema, Takabur (Seharusnya) Sirna (Sumber Gambar : Nu Online)
Takbir Menggema, Takabur (Seharusnya) Sirna (Sumber Gambar : Nu Online)

Takbir Menggema, Takabur (Seharusnya) Sirna

Di antara kalimat yang paling mencolok dan berkumandang di mana-mana begitu Ramadhan berakhir adalah takbir. Takbir secara bahasa berasal dari kata kabbara-yukabbiru yang berarti membesarkan atau mengagungkan. Siapa yang diagungkan? Tentu saja Dzat Yang Mahabesar, Allah subhanallah wataala.

Hari Santri 2019

Takbir betul-betul mewarnai peralihan masa dari Ramadhan menuju Syawal. Umat Islam di berbagai tempat menghidupkan malam hari raya dengan takbir. Ruas jalan di banyak daerah juga dipenuhi pawai takbir. Dalam shalat id pun kita dianjurkan menambah takbir tujuh kali usai takbiratul ihram dan lima kali saat memasuki rakaat kedua. Para khatib idul fitri disunnahkan memulai khutbah pertama dengan takbir sembilan kali dan tujuh kali pada khutbah kedua. Sementara dzikir yang paling dianjurkan bagi jamaah dalam momen-momen tersebut adalah melafalkan takbir.

Hari Santri 2019

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Takbir tentu lebih dari sekadar ucapan dan kata-kata. Di balik anjuran menggemakan takbir ada perintah untuk menganggap setara, kecil, rendah apa pun yang ada di alam fana ini karena yang Mahabesar hanya Allah. Dialah penguasa jagat raya ini. Tak ada satu urusan atau keberadaan pun yang luput dari genggaman-Nya. Ini pula makna dari rabbul alamin. Allah bukan saja Tuhan bagi manusia melainkan Tuhan bagi seluruh eksistensi selain diri-Nya, termasuk hewan, tumbuhan, jin, malaikat, planet-planet, atmosfer, bumi, langit, surga, neraka, dan lain sebagainya.

Konsekuensi dari keyakinan semacam itu adalah timbulnya sikap rendah hati. Mengecilkan segalanya, tak terkecuali kekayaan dan jabatan, untuk semata-mata mengagungkan-Nya. Sikap ini sangat sulit dilakukan karena musuh terberatnya bukan saja setan, melainkan juga nafsu diri sendiri. Orang mungkin saja terbebas dari keraguan mengimani keberadaan Allah seyakin-yakinnya tapi belum tentu ia berhasil membesarkan-Nya seagung-agungnya. Orang bisa saja sangat alim, rajin ibadah, mengklaim membela agama, namun apakah ia sudah benar-benar bersih dari menganggap lebih rendah orang lain--menganggap diri sendiri lebih selamat dari yang lain?

Kita tahu, Iblis terjerumus bukan karena ia ingkar atas keberadaan Allah. Iblis tidak ateis. Mungkin soal ini keimanan Iblis melebihi manusia biasa. Iblis terhempas ke neraka dan menjadi makhluk terkutuk selamanya sebab menolak menghormati Nabi Adam lantaran takabur. Sebagaimana terekam dalam Surat al-Baqarah ayat 34:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur/sombong dan adalah ia termasuk golongan makhluk yang kafir".

Takabur atau kesombongan telah menggelapkan Iblis untuk mengakui Adam sebagai makhluk Allah yang juga harus dihormati. Ketika Allah mengeluarkan perintah sujud penghormatan tersebut lalu Iblis menyambutnya dengan penolakan, maka saat itulah Iblis sedang mengingkari Kebesaran Allah. Iblis membesarkan diri di hadapan Dzat Yang Mahabesar. Ia hanya melihat kepada siapa ia hormat tapi tidak mempertimbangkan dari siapa perintah hormat itu keluar. Di ayat lain, Allah berfirman, "walaqad karramnâ banî âdam (dan sungguh telah kami muliakan Bani Adam [manusia])."

Dalam hadits Qudsi Rasulullah pernah menyampaikan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? . ? ? ? .

"Kemahabesaran adalah selendang-Ku dan Kemahagungan adalah Sarung-Ku. Siapa saja yang menandingi-Ku Aku masukkan dia ke dalam neraka".

Jamaah shalat jumat hadakumullah,

Apa yang diperbuat Iblis bisa juga menimpa kita meski dalam skala dan konteks yang berbeda. Allah, misalnya, telah memerintahkan kita memuliakan manusia (QS al-Isra: 70) dan tidak merusak lingkungan (QS al-Araf: 56). Saat kita berlaku sebaliknya maka sejatinya kita sedang meneladani jejak Iblis yang durhaka. Kita hanya percaya akan keberadaan Allah tapi "tidak percaya" akan kebesaran dan kekuasan-Nya. Atau mungkin percaya namun berhenti di mulut atau dalam kadar angan-angan belaka.

Buah dari takbir adalah mengecilkan diri sendiri untuk semata membesarkan Allah. Dampak lazim dari suasana batin ini adalah tidak menganggap remeh hal-hal di luar dirinya karena menyadari bahwa semua ini tak lain adalah hamba Allah rabbul alamin. Rasulullah pernah menegur sahabat yang mempermainkan anak burung hingga induknya merasa terganggu. Sikap mengasihi binatang seperti ini hanya bisa dilakukan ketika seseorang tak lagi sibuk membandingkan dirinya dengan binatang tapi memandang lebih dalam: siapa yang menciptakan binatang. Itu pula yang menjadi alasan mengapa Nabi begitu pemaaf dan murah hati terhadap orang-orang kafir yang pernah memusuhi, bahkan berupaya membunuh beliau; dan kisah-kisah teladan lainnya.

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Takbir Idul Fitri seyogianya mengantarkan kita pada introspeksi diri tentang sejauh mana kita membesarkan Allah, sejauh mana pula kita mengenal-Nya. Sebuah takbir yang melunakkan hati kita untuk senanriasa berbuat baik kepada siapa saja atau apa saja. Memandang orang lain dengan kacamata kasih sayang. Berhenti menghinakan pihak lain. Dan menolak perbuatan merusak di lingkungan kita.

Di Indonesia kita beruntung memiliki tradisi halal bihalal yang menjadi momen penguatan hubungan baik sesama manusia. Setelah tak hanya digembleng untuk memenuhi hak-hak Allah selama Ramadhan tapi juga menuntaskan berbagai persoalan hak-hak manusia (haq adami) dengan saling bermaaf-maafan. Dengan demikian semoga takbir kita tidak hanya menggaung ke angkasa tapi juga membumi dalam wujud cinta kepada sesama. Wallahu alam.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Humor Islam Hari Santri 2019

Sabtu, 23 Desember 2017

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak pemerintah Indonesia untuk mensikapi dengan serius atas pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford Inggris. PBNU meminta pemerintah Indonesia memprotes keras kepada pemerintah Inggris yang telah memfasilitasi pembukaan kantor tersebut.

Demikian dinyatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (9/5). Menurut Said, Papua telah final menjadi bagian NKRI. Karenanya Pemerintah harus menunjukkan sikap tegas terhadap upaya-upaya disintegrasi dan dan usaha-usaha yang merongrong kedaulatan dan keutuhan bangsa Indonesia.

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

"Sudah disepakati di PBB bahwa Papua menjadi bagian mutlak bangsa Indonesia. Dan dalam hal ini Inggris turut menandatangani kesepakatan tersebut. Bila Menteri Luar Negeri sudah melayangkan protes namun belum cukup, maka presiden patut untuk mengambil sikap lebih tegas," tandas Kyai Said. 

Hari Santri 2019

Sebelumnya, Pada Sabtu akhir pekan lalu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes keras dan keberatan atas pembukaan kantor OPM di Oxford Inggris.  

Hari Santri 2019

"Dubes RI di London telah menyampaikan posisi pemerintah tersebut kepada pemerintah Inggris dan hal yang sama akan kami sampaikan kepada Kedubes Inggris di Jakarta," kata Menlu Marty Natalegawa.

Penulis : Syaifullah Amin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Sholawat, Nahdlatul Hari Santri 2019

Jumat, 22 Desember 2017

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara

Jakarta, Hari Santri 2019

Suasana hening ketika tiga pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa memasuki area panggung International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (9/5). Semua sorot mata tertuju ke depan.

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Menakjubkan Pendekar NU di Depan Ulama Mancanegara

Di tengah kesunyian itu ketiganya memperagakan jurus-jurus, hingga tiga rekannya yang lain menyusul dengan membawa tiga butir kelapa hijau berikut nampan dan mejanya. Seorang dari mereka kemudian tampak seperti mengisikan kekuatan pada kelapa, lalu mendekati meja. Dan tiba-tiba... “Wushshsh...”

Meja kosong bekas tempat tiga butir kelapa itu melayang-layang seolah ada yang menggotongnya. Seorang pendekar yang bertugas memegangnya pun berlari terseret mengikuti ayunan meja bertaplak hitam itu. Sontak, ruangan ramai dengan gemuruh tepuk tangan hadirin dari kalangan ulama dalam negeri dan mancanegara.

Hari Santri 2019

Tamu undangan luar negeri dalam forum internasional yang diinisiasi PBNU ini antara lain datang dari? Sudan, Libia, Aljazair, India, Rusia, Maroko, Thailand, Inggris, Senegal, Lithuania, Spanyol, Yunani, Korea Selatan, Yordan, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Saudi Arabia, dan lain-lain.

Hari Santri 2019

Tak berhenti di situ, tiga pendekar menampilkan atraksi ekstremnya. Masing-masing menguliti kelapa hanya dengan gigi. Di sela pemandangan tak wajar itu, seorang dari keenam pesilat tersebut maju ke depan dengan membawa borgol.

Apakah borgol itu asli?

Borgol disodorkan kepada hadirin. Beberapa ulama luar negeri memeriksa keasliannya dan memastikan bahwa tiada rekayasa, sebelum akhirnya dua belenggu besi itu mengunci dua pergelangan tangan pendekar Pagar Nusa. Dengan berdiri setengah posisi kuda-kuda, sang pendekar berkomat-kamit sembari mempraktikkan beberapa jurus tangan. Sejenak kemudian ia berteriak, “Allaaaaahu akbar...”

“Prakkkk...” Borgol rangkap dua pun pecah berkeping-keping begitu kedua tangan direnggangkan. Gedung yang berada di kompleks Gelora Bung Karno itu kembali riuh dengan aplaus ratusan peserta Isomil. Beberapa orang terlihat mengabadikannya dengan foto dan video.

Suasana atraksi berakhir dengan kejutan saat ketiga pendekar yang dari awal unjuk kesaktian gigi memecah batok kelapa masing-masing. Di dalam tempurung kelapa ternyata terdapat bendera Indonesia, bendera Nahdlatul Ulama, dan bendera berlogo Isomil.

Entah bagaimana proses masuknya ketiga kain itu, yang jelas suara riuh tepuk tangan terdengar semakin keras. Semua tampak bahagia menyaksikan ketiga bendera tersebut dibentangkan. “Ini pemandangan yang keren,” ujar salah seorang peserta. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Kamis, 21 Desember 2017

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari

Brebes, Hari Santri 2019

Ranting IPNU-IPPNU Desa Kubangsari Kecamatan Ketanggungan Brebes, bekerja sama dengan GP Ansor menggelar bakti sosial, berupa santunan anak yatim piatu. Kegiatan berlangsung Ahad (16/10) di Mushola Babbusalam.

Pembina PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang pendidikan sosial secara dini. Kader-kader muda NU ditingkatakan terbawa, bisa menjadi pelopor kepedulian kepada kaum yang kurang beruntung. Setidaknya, lewat santunan ini bisa menjadi wahana syiar dan gerakan positif tentang anak-anak muda NU. “Karena menebar simpati, maka IPNU-IPPNU pun akan dicintai oleh generasi muda,” terangnya.

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari

Sekretaris PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Akbar Wibawa mengapresiasi PR IPNU IPPNU Kubangsari. Diharapkan kegiatan seperti ini bisa menular ke Ranting yang lain. “Semoga saja, Ranting-Ranting IPNU IPPNU di Kecamatan Ketanggungan bisa meniru kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Hari Santri 2019

Ketua Ranting IPNU Kubangsari Fahrurrozi menjelaskan, dana santunan didapat dari uang khas IPNU IPPNU, para donatur yang tidak mengikat sejumlah Rp 3 juta. Sebanyak 28 anak yatim piatu yang terdata, selain mendapatkan uang juga sembako.

Hari Santri 2019

Fahrurrozi mengagendakan bakti sosial ini akan menjadi kegiatan tahunan dengan dana yang lebih besar lagi, sehingga banyak pula anak yang yatim yang dilibatkan.

Kegiatan yang bertemakan "Jadilah Generasi Muda yang Bermanfaat Untuk Umat, Berguna Untuk Bangsa, Berbhakti Untuk Negeri" diisi cerama Rois Syuriyah Ranting Kubangsari KH Abdul Wahid.

Kiai Wahid mengajak agar anak-anak muda era kini belajar berbuat yang terbaik sesamanya, bisa bermanfaat. Sebab, manusia yang paling baik adalah khoirunas anfa uhum linnas manusia yang berguna untuk sesamanya. Termasuk di dalamnya menyantuni anak yatim.

“Barangsiapa di bulan Muharam bersedekah untuk anak yatin dan mengusap kepalanya, kelak diakherat dari sehelai rambut anak yatim tersebut terhitung pahala yang bisa menghindari dari siksa neraka,” ujar Kiai Wahid yang juga pengasuh Majlis Talim Miftahul Huda. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Sholawat Hari Santri 2019

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Pragaan Langsungkan Dzikir Maulid dan Haul Gus Dur

Sumenep, Hari Santri 2019. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pragaan, Sumenep Madura, Jawa Timur melangsungkan acara dzikir maulidurrasul Nabi Muhammad SAW dan haul almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rabu (30/12). Acara dimulai dengan tahlil khusus Gus Dur dan shalawat Nabi. Dalam kesempatan tersebut, GP Ansor Pragaan berkomitmen terus menghidupkan ibadah zikir.

Acara yang ditempatkan di lantai 2 gedung MWCNU Pragaan itu dihadiri Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep Muhri Zaen, ketua dan pengurus ranting GP Ansor se-kecamatan Pragaan.

GP Ansor Pragaan Langsungkan Dzikir Maulid dan Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pragaan Langsungkan Dzikir Maulid dan Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pragaan Langsungkan Dzikir Maulid dan Haul Gus Dur

Dalam sambutannya, Muhri Zaen menekankan supaya PAC GP Ansor dan ranting getol menghidupkan kegiatan majelis zikir dan shalawat rijalul Ansor.

Hari Santri 2019

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Pragaan Moh Qudsi menyatakan, dalam acara itu, pihaknya mendatangkan KH Moh Zuhri Abdul Mughni (Rais MWCNU Pragaan) dan Ust Abd Wasith (PC GP Ansor Sumenep) sebagai pemberi taushiyah.

"Melalui acara ini, kita harapkan bisa mendapat syafaat Nabi dan berkah keilmuan Gus Dur," tegasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, AlaSantri, Sholawat Hari Santri 2019

Minggu, 17 Desember 2017

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, terlebih lagi menuntut ilmu agama yang kerap disebut aktivitas “ngaji ilmu”. Sebelum dan sesudah mengaji, kita dianjurkan berdoa agar Allah SWT membuka dan memudahkan pemahaman kepada kita.

Kita juga berharap Allah SWT menjaga ingatan atas ilmu yang telah kita hafal dan pahami. Berikut ini doa yang dianjurkan dibaca usai mengaji ilmu.

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2019

Subhânallâh walhamdu lillâhi wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar ‘adada kulli harfin kutiba aw yuktabu abadal âbidîn wadahrad dâhirîn.

Artinya, “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang disembah selain Allah, Allah Tuhan Maha Besar sebilangan huruf dari huruf-huruf yang telah tertulis atau lagi akan tertulis selama-lamanya dan bertahun-tahun adanya,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Pesantren, Sholawat Hari Santri 2019

Sabtu, 16 Desember 2017

IPNU-IPPNU Teruskan Perjuangan NU

 Jepara, Hari Santri 2019. Usia Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kini sudah menginjak 59 dan 58 tahun. Di usia yang semakin dewasa tersebut IPNU-IPPNU diharapkan yang akan meneruskan perjuangan NU. 

Demikian diungkapkan ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Samsuri dalam Peringatan Maulid Nabi dan Harlah IPNU ke-59 dan IPPNU ke-58 di Gedung NU, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Sabtu (23/2).

IPNU-IPPNU Teruskan Perjuangan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Teruskan Perjuangan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Teruskan Perjuangan NU

 

Menurut kiai Asyhari dalam hymne pelajar NU tercantum bersemilah-bersemilah tunas-tunas NU. Lagu itu menurutnya kader-kader IPNU-IPPNU adalah penerus NU di masa yang akan datang. 

Hari Santri 2019

“IPNU-IPPNU adalah harapan masa depan NU,” katanya kepada ratusan hadirin yang memadati aula gedung NU.

Hari Santri 2019

Pemuda masih menurutnya adalah yang berani mengatakan dirinya sebagai pemuda tangguh bukan malah pamer sosok bapaknya. Karenanya sebagai pemuda harus tetap berkarya dan berinovasi sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.   

 

“Nabi Muhammad adalah sosok pekerja keras. Maka IPNU-IPPNU selain menjadi generasi yang siap dalam berbagai ilmu pengetahuan juga harus bekerja keras sebagaimana Nabi,” tambah Kiai Asyhari.

 

Hal senada juga disampaikan oleh KH Mustamir Wildan. Ketua pesantren “Roudlotul Mubtaiin” Balekambang, Nalumsari mengajak kader IPNU-IPPNU jangan sampai berhenti dalam menuntut ilmu.

 

Disamping itu, kiai Mustamir juga menanggapi perspektif masyarakat yang menyatakan IPNU-IPPNU adalah biro jodoh sebagai istilah positif. Menurutnya kader IPNU yang mendapatkan kader IPPNU menjadi kekuatan yang ideal. 

“Jika ada IPNU yang mendapatkan jodoh IPPNU adalah pasangan yang ideal. Sebab mereka kelak merupakan diantara yang akan meneruskan NU,” ungkapnya.

 

Kiai Mustamir pun menegaskan kelak jika pasangan tersebut sudah memiliki anak maka orang tua bergabung di Ansor dan Fatayat. Kemudian jika sudah memiliki cucu bergabungnya di Muslimat dan NU.  

 

Sementara itu, Haryono Wibowo, staf ahli Bupati yang mewakili Bupati Jepara mengatakan IPNU-IPPNU diharapkan memberikan kontribusi untuk daerah. Haryono menyampaikan semakin merebaknya penyakit masyarakat semisal penyalahgunaan narkoba kader IPNU-IPPNU diharapkan menjadi garda depan untuk meminimalisir perilaku negatif tersebut.

 

Berkenaan dengan semakin maraknya penyebaran nyamuk demam berdarah pemuda juga memiliki peran untuk memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Setidaknya dengan gerakan 3 M maupun Jumat atau Minggu bersih.  

 

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan peserta, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf yang didaulat memimpin jalannya pembacaan maulid sedangkan grup rebana Ahbabul Mustofa dan Tari Sufi Jepara sebagai pengiring pembacaan shalawat. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim  

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, Sholawat, Sunnah Hari Santri 2019

Sabtu, 25 November 2017

Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad

Cilacap, Hari Santri 2019. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengajak para warga NU di Cilacap untuk kembali mengamati cara beragama umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah di setiap zaman. Mereka, kata Kang Said, mengikuti pemegang otoritas agama di zamannya. Ini berlangsung sejak Rasulullah SAW hingga kini.

Demikian disampaikan Kang Said pada peringatan haul KH Syamsudin Sholeh di pondok pesantren Darul Ulum, Cipari, Cilacap, Selasa (17/11).

Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad

“Ketika Rasulullah masih hidup, maka standar kebenaran adalah beliau. Setelah Rasulullah wafat, maka standar kebenaran adalah semua sahabat. Setelah sahabat wafat, maka standar ? kebenaran adalah ilmunya ulama. Al-Quran menjelaskan secara tegas bahwa standar kebenaran setelah Rasulullah dan para sahabat wafat, adalah ilmunya ulama,” kata Kang Said tegas.

Hari Santri 2019

Sebagai contoh, Kang Said menyebutkan bahwa perintah sholat dalam Al-Quran disebutkan 64 kali. Namun, dari sekian banyak penyebutan itu, Al-Quran tidak menyebut jumlahnya, kapan, dan bagaimana tata cara pelaksanaannya.

Hari Santri 2019

“Ulama kemudian melakukan ijtihad yang didasarkan pada cara-cara yang sudah ditetapkan nabi dan para sahabat. Inilah yang kemudian dikenal Ilmu Fiqih,” kata Kang Said.

Kang Said membawa contoh lainnya. Ia mengatakan, Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW awalnya tidak bertitik, tidak berharakat. Kemudian muncul ulama bernama Imam Abul Aswad Ad-Duali melakukan upaya penyempurnaan kalimat-kalimat dalam Al-Quran soal harakat.

Kho, titik satu di atas. Jim, titik satu di bawah. Ha, non titik. Sudah ada titiknya, namun masih banyak orang salah membacanya. Datang kemudian Imam Kholil bin Ahmad Al-Farohidi meletakkan nuqoth alal huruf (bubuhkan titik),” ujar Kang Said.

Meski sudah ada titik dan harakat, tapi banyak orang yang masih sulit dalam Al-Quran. Maka Imam Abu Ubai Qasim bin Salam menyusun ilmu tajwidi qiroatil quran.

"Walhasil semua ilmu itu bidah, karena bukan ajaran Nabi, bukan ajaran sahabat tapi kreativitas ulama. Tapi, kalau baca Al-Quran tidak menyesuaikan dengan kaidah dalam ilmu tajwid, maka tidaklah benar,” tandas Kang Said. (Ajid Aziz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Sholawat Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock