Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh meluncurkan Gerakan Nasional Berwakaf untuk Kesejahteraan dan Kemartabatan, Kamis (25/1) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Melalui gerakan ini, Nuh ingin semua pihak menyadari empat peran wakaf.

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan

Pertama, wakaf adalah aktivitas transenden. Artinya wakaf berdimensi ibadah sehingga setiap aktivitas yang terkait dengan wakaf harus diniatkan dengan lurus dan benar.

Kedua, wakaf untuk kesejahteraan. Artinya, wakaf strategis diharapkan bisa dikelola secara produktif untuk menghasilkan keuntungan optimal yang hasilnya disalurkan untuk program-program kesejahteraan masyarakat.

Hari Santri 2019

Ketiga, wakaf untuk mengembangkan dakwah. Wakaf yang produktif diharapkan bisa membuat gerak dakwah kebaikan menjadi lebih semarak dan lebih baik.

Keempat, wakaf menjaga harkat dan martabat. Dengan wakaf yang dikelola produktif dan menghasilkan keuntungan optimal, ia ingin wakaf membuat umat menjadi mandiri dan menjadi pihak tangan di atas.

Implementasi awal dari gerakan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman BWI dan UNDP Indonesia mengenai Wakaf untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Amalan, Halaqoh, Anti Hoax Hari Santri 2019

Selasa, 27 Februari 2018

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran

Jakarta, Hari Santri 2019 - Menjelang keberangkatan menimba ilmu di Jepang, Medina Janneta El-Rahman (18) khusyuk mengikuti khataman Al-Qur’an. Khataman oleh para penghafal Al-Qur’an dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) ini digelar di rumah dinas orang tuanya, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud di kompleks MAN 4 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (8/9).

Sebelum pembacaan doa khatmil Quran, Medina membaca sepuluh surat di juz 30 secara bil ghaib (hafalan). Usai khataman, Mas’ud selaku shahibul hajat mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka selametan sekaligus syukuran menyambut keberangkatan putrinya melanjutkan studi ke Universitas Hokkaido, Jepang, 17 September 2017. Sebelumnya, Medina dinyatakan lolos seleksi di perguruan tinggi ternama di Negeri Sakura ini Maret 2017 silam.

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran

Mas’ud mengaku bangga prestasi Medina melampaui dirinya. Sebab, pria kelahiran Kudus Jawa Tengah ini berkesempatan kuliah di luar negeri ketika S2 dan S3. Sementara anak ketiganya ini berhasil ke mancanegara ketika masih S1 dengan beasiswa. Apalagi persyaratannya lebih rumit dan complicated, harus lolos tes Bahasa Inggris internasional, tes potensi SAT, wawancara, dan hanya 16 peserta sedunia yang lolos kelas baru di Hokkaido University itu. Atas nama keluarga, ia berterima kasih kepada para guru yang telah mendidik putri satu-satunya tersebut.

Hari Santri 2019

“Tentu yang saya cintai dan hormati adalah para guru Medina, itu yang paling utama dan pertama. Karena para guru lah yang sebetulnya membentuk karakter Medina saat ini. Oleh karenanya, sambutan saya nanti akan saya share, tidak saya monopoli sendiri. Saya mohon sambutan sebagian guru yang isinya kesan dan pesan untuk Medina,” ujar guru besar UIN Walisongo ini kepada para guru dari MAN IC Serpong, MTsN 7 Jakarta, SDIT At-Taufik Cempaka Putih, dan beberapa teman akrab Medina.

Hari Santri 2019

Guru pertama yang didaulat menyampaikan kesan dan pesan adalah Deni Syamsudin Permana. Suatu ketika, Guru Kimia MAN IC Serpong ini pernah diskusi dengan Medina dan teman-teman tentang sebuah capaian sesuatu. Menurut Deni, ada dua pilihan untuk mencapainya. Ada yang mudah, ada pula yang tak mudah. Jalannya terjal dan banyak rintangan.  

“Saya terkejut ketika Medina justru ingin meraih sesuatu dengan tak mudah. Dan ini sangat berharga. Karena, jika kita memperolehnya tak mudah maka membuat seseorang menjadi ramah dan mengapresiasi orang lain. tidak mudah underestimate terhadap proses. Di luar dugaan saya Medina bahkan sekarang sedang tahfiz Al-Quran. Pesan saya ke Medina, jika suatu saat berhasil maka anggap itu bukan keberhasilan individu. Tapi juga keberhasilan orang tua, teman-teman, juga para guru,” ujarnya.

Guru kedua, Wakil Kepala MTsN 7 Jakarta Melda Yohana Anwar. Beberapa saat lamanya Guru Bahasa Inggris ini tak mampu berkata-kata. Hanya linangan air mata yang keluar deras saat dirinya memegang mikrofon. Setelah Medina datang bersimpuh di hadapannya, ibu guru ini kemudian memeluk erat murid kesayangannya itu. Sejurus kemudian, Melda baru memulai kata-katanya.

“Menurut saya, Medina sudah kelihatan prestasinya sejak awal di MTs. Saya melihat potensi yang dimilikinya sejak ia aktif di Paskibra. Saya kira, anak ini aktif sekali. Saya hanya berpesan, di luar negeri tantangan dan godaannya lebih besar. Ingat, untuk meraih prestasi tidak cukup dengan berpangku tangan. Tapi harus kerja keras. Saya doakan Medina sukses di sana,” ujarnya berurai air mata.

Sementara itu, guru SDIT At-Taufik Cempaka Putih, Arum, menceritakan saat Medina baru pindah dari SD NU  Nasima Semarang. “Sebagai anak baru, Medina sering menangis karena di-bully teman-temannya. Saya bilang, kamu kalau terus nangis, mereka tambah senang. Cuekin aja  biar mereka kapok,” ujarnya disambut tawa hadirin. Bu guru Arum secara khusus mendoakan Medina berhasil dalam belajar. Ia berpesan, jika sudah lulus agar kembali ke Indonesia untuk mengamalkan ilmunya.

Hadir dalam acara tersebut keluarga besar Balitbang Diklat Kemenag, antara lain Sekretaris Balitbang Diklat Dr H Rohmat Mulyana Sapdi, Kepala Puslitbang Penda H Amsal Bakhtiar, Kabag Umum dan Perpustakaan H Anshori, Kabag Keuangan Hj Sunarini. Hadir pula Komisioner KPAI Susianah Affandi, Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam, dan beberapa mantan pejabat.

Di akhir acara, pengurus Nusantara Mengaji, KH Ahmad Khatib didampingi Ust Bagus Purnomo, Guru Medina untuk Tahfidz Al-Qur’an memberi hadiah mushaf Al-Qur’an per juz untuk Medina agar dijadikan bekal untuk terus mencintai dan melanjutkan hafalan Al-Qur’an. “Semoga dengan hadiah ini Medina menggenapi utang nadzar hafalan Qurannya kalau diterima kuliah di Jepang,” pungkas Mas’ud. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Doa, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin

Jember, Hari Santri 2019



Tabligh Akbar yang digelar Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafii Jember, yang digelar hari ini, Senin (22/5), ternyata mencatut nama NU. Bahkan di pamflet yang sudah beredar luas, posisi NU (dengan logonya) adalah sebagai pihak yang "turut mengundang".?

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)
STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin

Padahal, PCNU Jember hanya pihak yang diundang untuk memberikan sambutan. Tidak hanya soal logo, dalam susunan acara yang juga sudah beredar, panitia Tabligh Akbar secara pasti mencantumkan sambutan Ketua PCNU Jember.

Selain NU, pihak yang diposisikan sebagai "turut mengundang" adalah MUI, Muhammadiyah, Kemenag Jember, DPRD Jember dan Bupati Faida.?

"Yang jelas pemasangan logo (NU) itu tidak ada koordinasi dengan kita. Bisa jadi, dengan yang lain, yang logonya dipasang, juga tidak ada koordinasi. Di Jawa Timur pun, nama PWNU juga mereka catut," jelas Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, Ahad (20/5) malam.?

Gus Aab –sapaan akrabnya— memastikan tak akan hadir ataupun mengirimkan utusannya di acara itu.

Hari Santri 2019

Ia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolres Jember terkait dengan pemasangan logo NU itu.?

"Kapolres telah mengirim tim ke sana. Kalau logo NU juga dipasang di banner panggung, kami berharap itu segera diturunkan," tambahnya.

Terkait hal tersebut, PCNU Jember telah mengirim surat keberatan atas pemasangan logo NU yang tanpa izin itu. Surat yang ditandatangani oleh Rais, Katib Syuriyah, dan Ketua, Sekretaris PCNU Jember itu intinya menyatakan, pertama, NU Jember tidak tahu menahu tentang acara tersebut.?

Kedua, NU Jember menyatakan keberatan atas terteranya logo NU di pamflet acara. Ketiga, meminta pertanggungjawaban kepada panitia Tabligh Akbar yang telah mencantumkan NU karena telah melakukan kebohongan publik.?

Hari Santri 2019

"Surat tersebut sudah kami antar, dan ternyata di panggung acara, tidak ada pencantuman logo NU. Hanya di pamflet, dan itu sudah merugikan kami," ucap Wakil Bendahara NU Jember, Taufiq Hidayat kepada Hari Santri 2019.

Sekadar diketahui, STDI Imam Syafii di Jember adalah lembaga yang yang kerap memecah- belah umat dengan dakwahnya yang penuh caci-maki. Masyarakat sekitarnya sejak awal menentang keberadaan lembaga tersebut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Syariah Hari Santri 2019

Minggu, 25 Februari 2018

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16

Khartoum, Hari Santri 2019



Konferensi Cabang (Konfercab) Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan telah terlaksana pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017 di auditorium Ittihad ‘Am Lil Mar’ah Khartoum, Sudan. Acara dimulai pukul 8 pagi dengan penampilan tim rebana PCINU Sudan Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ).

Setelah acara seremonial selesai, dilanjutkan dengan sidang pleno konfercab yang diikuti oleh seluruh anggota PCINU Sudan yang berjumlah 127 orang. Mereka merupakan peserta penuh, ditambah dua peserta peninjau, yaitu Rasikin dan Yusri (Staf KBRI Khartoum). Sidang pleno dipimpin oleh ketua sidang Budi Sutardi (Steering Committee), wakil sidang Muthiullah, sekretaris sidang Faridhatun Nisa’ dengan pembahasan tata tertib sidang pleno, laporan pertanggungjawaban kepengurusan PCINU Sudan 2016-2017 dan pemilihan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah PCINU Sudan masa khidmah 2017-2018.

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16

Pemilihan rais syuriyah dilaksanakan dengan sistem Ahlul Hali wal Aqdi (AHWA) yang menetapkan Ribut Nur Huda sebagai Rais Syuriyah 2017. Pemilihan ketua tanfidziyah dilaksanakan dengan pemilihan secara langsung dan terpilihlah Muhammad Luqman Hambali.?

Hadir dalam acara seremonial Burhanuddin Badruzzaman (Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea), Muhammad Afifullah RIfa’i (Staf KBRI Khartoum & Mustasyar PCINU Sudan), Rasikin (Staf KBRI Khartoum), Yusri (Staf KBRI Khartoum), Syekh Abdullah Makki (Direktur Utama Organisasi Perlindungan Pelajar Asing Wafidin & Mustasyar PCINU Sudan), Muhammad Sulaiman Muhammad Ali (Direktur Utama Dewan Dakwah Kementerian Agama Sudan & Mustasyar PCINU Sudan), Thoriq Muhammad Nur (Dewan Hubungan Internasional Kementerian Penddikan Sudan & Mustasyar PCINU Sudan), Sayyidah Hasanat Awad Sati (Mustasyaroh PCI Muslimat NU Sudan), Syekh Idris bin Hasasn bin Muhammad Abu Qurun (Kholifah Thoriqoh Qodiriyah), Syek Sa’ad Thayyib Abu Qurun (CEO Lizatien Co. Sudan), Syekh Muhadis Azhari Muhammad Said Syathut An Najar (Ketua Umum Hizb Barakah, pemikir dan penulis buku).

Dalam sambutannya, Dr. Sulaiman sangat mendukung dengan ditambahnya mahasiswa dari Indonesia ke Sudan. Ia juga berusaha untuk mempermudah semua hal yang berhubungan dengan pendaftaran administrasi mereka. ? Selain itu, dr Thoriq Muhammad juga menambahkan bahwasanya ia sangat senang dengan para mahasiswa Indonesia karena mereka terkenal dengan akhlak baiknya. (Ayik/Mukafi Niam)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pondok Pesantren, Anti Hoax, Syariah Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Minggu, 18 Februari 2018

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar

Mataram, Hari Santri 2019



Ustadz Ilhamudin, penyandang tunanetra diminta panitia untuk membaca Al-Quran pada acara pembukaan Munas-Konbes NU 2017 di alun-alun Islamic Center, Kota Mataram, Kamis (23/11) siang. Pada pembukaan yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, ia membaca ayat yang menerangkan sifat-sifat ulama.

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar

Sebagaimana diketahui, Ustadz Ilhamudin adalah juara ketiga MTQ Nasional 2012. Ia dilahirkan di Lombok Tengah.

Ustadz Ilhamudin setelah membaca ayat Al-Quran mengajak para hadirin untuk bersama-sama membaca Shalawat Badar.

"Pembukaan acara kita menghadirkan qari tunanetra. Ini menunjukkan bahwa NU memang care dengan penyandang disabilitas, sejalan dengan pembahasan masalah disabilitas di forum Bahtsul Masail Munas Alim Ulama NU 2017 di Pesantren Darul Falah Lombok," kata panitia Munas-Konbes NU 2017 dalam jumpa pers, Kamis (23/11) pagi.

Hari Santri 2019

Menurut Robikin, penyandang disabilitas adalah juga karunia Allah. Disabilitas bukan keterbatasan. Penyandang disabilitas dapat menggali potensi diri dan dapat kesempatan yang sama dalam meraih prestasi.

Masalah disabilitas ini diangkat sebagai salah satu pembahasan di forum Munas NU 2017 dalam sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah al-Maudhuiyah. Masalah ini akan dibahas secara serius terutama terkait fasilitas peribadatan bagi penyandang disabilitas. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Tegal, Anti Hoax Hari Santri 2019

Rabu, 07 Februari 2018

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

Surabaya, Hari Santri 2019. Menyampaikan ajaran agama harus memperhatikan kondisi masyarakat setempat dari banyak aspek. Juga jangan sampai menyampaikan hal yang menimbulkan perbedaan. Kebersamaan harus dijaga agar ukhuwah terus terawat dengan baik.

Muhammad Dawud mengingatkan hal ini pada acara Evaluasi Dengar Pendapat atau EDP yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Jumat (10/7).

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

"Menyeru pesan agama hendaknya harus dengan mengedepankan kesantunan, sebagaimana telah dipesankan dalam Islam," katanya di hadapan 4 pemohon ijin radio komunitas dan televisi kabel berlangganan.?

Hari Santri 2019

Apalagi, lanjutnya, bagi para pengelola lembaga penyiaran seperti televisi maupun radio untuk bisa memilih mata acara dan program yang tidak lagi menebarkan kebencian atau perbedaan saat bersiaran.

Hari Santri 2019

Salah sorang komisioner KPID Jatim ini juga berharap sekaligus menekankan bahwa masih banyak radio dan televisi yang gemar menyiarkan materi yang menyinggung perbedaan. "Padahal materi seperti ini tidak akan selesai diperdebatkan," ungkap Sekretaris PW ISNU Jatim ini.?

Dawud juga mengkritik sejumlah lembaga penyiaran yang gemar merelay siaran dari beberapa radio kenamaan dengan tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. "Bagaimana mungkin anda merelay berita maupun tayangan dari sumber yang jelas-jelas berseberangan dengan tradisi mayoritas masyarakat sekitar," katanya.

Karenanya sangat mendesak untuk memiliki kearifan dalam menayangkan serta menyampaikan materi siaran yang mampu menjaga kebersamaan dan menghargai keberagaman di masyarakat. "Kami sangat berharap para pemohon bisa menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing, apalagi telah memiliki media baik televisi maupun radio," ungkapnya.

Kegiatan EDP berlangsung sejak 8 hingga 10 Juli. Ada puluhan radio komunitas serta satu televisi kabel berlangganan yang mengajukan izin agar bisa bersiaran sesuai wilayahnya. Para pemohon harus mempresentasikan proposal yang telah diajukan di hadapan para tim penguji, pemberi masukan, serta dari komisioner KPID Jatim. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nasional, Nahdlatul, Anti Hoax Hari Santri 2019

Senin, 22 Januari 2018

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara

Jakarta, Hari Santri 2019. Pemandangan agak berbeda tampak pada acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, Rabu (27/2) malam. Jika biasanya kiai NU yang mengaji kitab, kini ulama asal Lebanon yang tampil fasih menerangkan isi kitab.

Syaikh Khalil ad-Dabbagh, ulama asal lebanon itu, membawa sedikitnya tiga kitab karangan ulama Nusantara, antara lain, at-Tanbihat al-Wajibat karya pendiri NU, Hadaratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Sirajuth Thalibin (Syaikh Muhammad Ihsan Jampes dari Kediri), dan Qathrul Ghaits (Syaikh Imam Nawawi dari Banten).

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara

Dosen Universitas Global Lebanon ini menjelaskan konsep tauhid menurut paham ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja). Allah, katanya, bersifat suci dari seluruh kriteria kemakhlukan, seperti bentuk dan arah sebagaimana pandangan mutajassim (antropomorfis).

Hari Santri 2019

”Allah tidak dapat dikonseptualisasikan atau dibayangkan. Lantas, kenapa kita menengadah ke atas saat berdoa? Itu bukan karena Allah bertempat di atas, melainkan langit merupakan kiblat untuk doa. Kita dapat temukan keterangan tersebut dari kitab ini,” kata Syaikh Khalil dalam bahasa Arab sambil memperlihatkan kitab Sirajuth Thalibin.

Hari Santri 2019

Menurut dia, pandangan ini ditemukan dasarnya pada ayat suci al-Qur’an yang mengatakan bahwa tak ada satupun yang menyerupai Allah. Dia mahasempurna dalam segala hal, tidak membutuhkan apapun atau siapapun.

Syaikh Khalil menambahkan, sebagaimana manusia, arah dan bentuk juga termasuk makhluk Allah. Tuhan terlalu luas untuk digambarkan oleh indra dan pikiran manusia yang terbatas. ”Dan kita tidak akan dapat mengetahui hakikat Allah,” ujarnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Ahlussunnah, Ubudiyah Hari Santri 2019

Jumat, 19 Januari 2018

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam

Rembang, Hari Santri 2019 - Aksi bom yang terjadi di Masjid Ar-Raudah di Sinai Utara, Mesir, yang menewaskan sedikitnya 305 jiwa menegaskan aksi teror sama sekali tidak terkait dengan Islam.

"Terang sekali bahwa korban dan segala kerugian berada di pihak Islam. Kelompok yang menjalankan aksi teror tersebut jelas tidak mewakili siapapun dalam Islam," jelas Arwani Thomafi saat menggelar silaturrahim dan sosialisasi 4 pilar di Pondok Pesantren Salafiyah Desa Jeruk Kecamatan Pancur, Rembang.

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam

Ia melanjutkan, aksi tersebut harus dilawan secara bersama-sama khususnya oleh negara-negara Islam karena secara nyata telah merugikan Islam secara keseluruhan.

Kita harus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan tindakan nyata dengan membuat formula untuk mengatasi aksi teror yang difokuskan memberi perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman teror yang sewaktu-waktu bisa muncul dan mengancam semua negara, tanpa pandang negara dan tempat.

Hari Santri 2019

"Mendorong negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) termasuk pemerintah Indonesoa untuk mengambil inisiatif konkret melawan gerakan kelompok teror yang mengatasnamakan Islam dengan menggalang kekuatan antarnegara karena gerakan teror ini nyatanya merupakan gerakan global," jelas anggota Komisi I DPR RI tersebut, Senin (28/11).

Hari Santri 2019

Mendorong aparat keamanan di Tanah Air untuk tetap wasapda dan melakukan deteksi dini atas potensi munculnya teror khususnya menjelang perayaan natal dan peringatan tahun baru yang kerap dijadikan momentum kelompok teror untuk melakukan aksinya.

"Mendorong ormas-ormas keagamaan di Tanah Air melakukan komunikasi intensif dengan kelompok sipil berbasis keagamaan di negara-negara Islam untuk menguatkan penyebaran paham keagamaan yang moderat dan mendorong dialog antaragama untuk meminimalisir gerakan teror yang dibalut dengan isu agama," harapnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Sholawat, IMNU Hari Santri 2019

Kamis, 28 Desember 2017

Gus Mus: Masih Timpang antara Pendidikan dan Pengajaran

Magelang, Hari Santri 2019. Ada dua model pendidikan di Indonesia yang selama ini masih timpang, yakni pendidikan di pondok pesantren yang banyak menekankan sisi pendidikan (tarbiyah) dan sekolah-sekolah umum yang lebih banyak menggarap sisi pengajaran (ta’lim).

Menurut KH Musthofa Bisri (Gus Mus), pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Rembang, dalam model tarbiyah penerapan akhlak menjadi prioritas, sedangkan penguasaan ilmu tidak terlalu dipentingkan. Sebaliknya, dalam model ta’lim, yang penting anak pintar dan masa bodoh dengan akhlak.

Gus Mus: Masih Timpang antara Pendidikan dan Pengajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Masih Timpang antara Pendidikan dan Pengajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Masih Timpang antara Pendidikan dan Pengajaran

“Akibatnya jelas, banyak murid pintar tapi kelakuannya bejat. Oleh karena itu, usul saya, pendidikan nasional itu dipadukan antara pendidikan pesantren dengan sekolah formal, agar bisa saling melengkapi, ya pintar, ya baik akhlaknya,” kata Gus Mus di sela acara haul di Pondok Pesantren Raudlatut Thullab, Wonosari, Tempuran, Magelang, pada Rabu (22/8) malam lalu.

Gus Mus juga mengajak semua pihak untuk tidak lagi melihat pendidikan di pesantren dengan sebelah mata. Sebab bagaimanapun, model pendidikan di Indonesia sudah terbukti efektif dan telah berjalan ratusan tahun. Selain kuat dalam sisi tarbiyah, pesantren juga memiliki kelebihan, yaitu bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Salah satunya dengan adanya pemberian ijazah (mata rantai keilmuan) yang tidak ditemukan di model pendidikan lain.

Dalam pandangan kiai yang juga seorang penyair itu, semakin menurunnya daya saing bangsa Indonesia di depan bangsa lain, menjadi bukti bahwa pendidikan di negeri ini masih belum seperti yang diharapkan. “Belum lagi kalau kita bicara moral, malah lebih jauh lagi,” kata Mustasyar PBNU itu.

Hari Santri 2019

Gus Mus yang malam itu hadir bersama Ketua PBNU Said Agil dan Rais Aam Mudir Jam’iyah Ahlit Thariqah An-Nahdliyah Habib Lutfi, lebih banyak menyoroti pendidikan di Indonesia yang dinilai masih melenceng dari harapan.

Dirinya mengaku prihatin dengan pendidikan akhlak di sekolah-sekolah yang semakin banyak dikesampingkan. Salah satu indikasinya, penilaian akhlak biasanya ditaruh di bagian bawah raport siswa, terpisah dari nilai akademik. Itu pun masig dibedakan.

Jika nilai pelajaran diberikan dengan angka, nilai akhlak diberikan dengan huruf. "Akibatnya, Saya yakin, semua nilai akhlak murid di Indonesia itu B, sebab mau dikasih A tidak mungkin, mau dikasih C kasihan,” kata Gus Mus, yang disambut tawa ribuan warga NU Magelang.(sbh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Amalan Hari Santri 2019

Selasa, 26 Desember 2017

Galang Dana Baksos, Siswa Ta’mirul Adakan Pasar Anak

Solo, Hari Santri 2019. Pemandangan berbeda terlihat di Kompleks halaman Masjid Tegalsari, Rabu (19/3). Sedari pagi, meja-meja telah ditata sedemikian rupa. Selang beberapa saat, muncul beberapa anak-anak yang membawa nampan berisi aneka jajanan.

Semakin lama, halaman masjid semakin bertambah ramai oleh anak-anak. Pagi itu, rupanya tengah diadakan kegiatan ‘pasar anak’ SD Ta’mirul Islam Surakarta Jawa Tengah.

Galang Dana Baksos, Siswa Ta’mirul Adakan Pasar Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Galang Dana Baksos, Siswa Ta’mirul Adakan Pasar Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Galang Dana Baksos, Siswa Ta’mirul Adakan Pasar Anak

Agus Syaikhuna, salah satu guru yang ikut mendampingi para siswa, menjelaskan acara ini dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada para siswa. “Selain itu kami juga ingin menanamkan jiwa sosial kepada anak,” terangnya.

Hari Santri 2019

Hal tersebut dikarenakan, hasil keuntungan dari penjualan para siswa akan digunakan sebagai dana bakti sosial, yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak bersemangat menawarkan jualannya kepada para pembeli. Filza Reza salah satunya. Siswi kelas IV itu mengaku senang mengikuti kegiatan ‘pasar anak’.

Hari Santri 2019

“Ini tadi jualan es dan sate buah. Alhamdulillah, sudah laku semua dapat Rp. 97.000,” ungkapnya.

Filza dan kawan-kawannya tampak menikmati pengalaman barunya itu. Sebagian dari mereka bahkan ada yang mengalami kerugian, karena salah memberikan harga yang murah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax Hari Santri 2019

Selasa, 19 Desember 2017

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi

Jepara, Hari Santri 2019. Pertemuan pelajar NU untuk bermusyawarah di musholla Nahdlatus Shubban dukuh Gerjen desa Nalumsari kabupaten Jepara, Jumat (20/6) sore, dihadiri banyak peserta. Forum silaturahmi ini diadakan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menyambut bulan Ramadhan.

“Sesuai dengan ajaran Islam, setiap manusia diharuskan selalu menyambung tali silaturrahmi dan mengukuhkan solidaritas dalam ukuwah Islamiyah,” ujar Ketua IPNU Nalumsari Ahmad Maksun.

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi

Forum silaturahmi ini, memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbicara atau bertanya. “Kita maksudkan untuk saling berbagi ilmu satu sama lain,” tandas Maksun.

Hari Santri 2019

Sementara Wakil Ketua IPPNU Nalumsari Novia Kullu Faqin menegaskan pentingnya silaturahmi para pelajar dalam rangka menambah wawasan. “Acara ini bertujuan melatih para pelajar untuk tampil di depan umum,” katanya.

Hari Santri 2019

Pertemuan positif seperti ini, tambah sekretaris IPPNU Nalumsari Umi Fatihah, merupakan upaya agar para remaja tidak menghabiskan waktu sia-sia terlebih lagi tindakan negatif. “Para pelajar NU agar punya kegiatan jelas dan positif sehingga terhindar dari kelakuan yang kurang baik,” tandasnya. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Anti Hoax, Khutbah Hari Santri 2019

Jumat, 15 Desember 2017

Konsep Ahwa Menurut Anak Muda NU

Sleman, Hari Santri 2019

Sekumpulan anak muda NU yang difasilitasi Jamaah Nahdliyin Yogyakarta (JNY) menggelar Musyawaroh Kubro 2015 di Masjid Pathok Negara, Dusun Mlangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman, Jum’at-Sabtu (22-23/5).

Mereka sepakat mendesak Muktamar ke-33 NU menerapkan konsep Ahlul Halli wal Aqdi dalam pemilihan pemimpin baru di Nahdlatul Ulama. Lalu, bagaimana konsep Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) menurut anak muda NU?

Menurut forum Musyawaroh Kubro itu, struktur Kepemimpinan NU saat ini terdiri dari Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziyah. Mustasyar adalah badan penasihat yang dipilih oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah bersama tim formatur.

Konsep Ahwa Menurut Anak Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Ahwa Menurut Anak Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Ahwa Menurut Anak Muda NU

Syuriyah sebagai pemimpin tertinggi dipilih langsung oleh muktamirin atau peserta konferensi. Ketua tanfidziyah selaku pelaksana NU, juga dipilih langsung dengan persetujuan Rais Syuriyah terpilih.

Dalam praktiknya, Mustasyar yang berisi para ulama mumpuni, bertindak sebagai penasihat yang diperankan sebagai simbol semata. Mereka menyebut “seperti menempatkan ulama sepuh di parkiran”.

Mustasyar tidak memiliki fungsi sebagai mahkamah di internal jam’iyyah, karena fungsinya hanya penasihat. Nasihatnya bisa dipakai bisa tidak. Sementara organisasi NU berkembang sedemikian rupa di tengah situasi sosial dan politik, memerlukan kontrol dan dorongan dari para ulama. Namun ini tidak diperankan dan tidak terakomodasi dalam badan Mustasyar.

Hari Santri 2019

Adapun Rais Aam Syuriyah yang merupakan pemimpin tertinggi dengan legitimasi kuat hasil muktamar, juga tidak penah menjalankan fungsi mahkamah ketika ada pelanggaran khittah nahdliyah yang dilakukan oleh pengurus NU. Yang ada hanya teguran atau nasihat saja yang tidak membawa efek jera.

Akibat tidak pernah mendapat sanksi, kesalahan itu terus terulang, dan terulang. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan.

“Atas identifikasi masalah inilah diperlukan Ahlul Halli wal Aqdi,” tutur Muhammad Ali Usman, sekrataris tim perumus dokumen Musyawaroh Kubro.

Hari Santri 2019

Dia paparkan, Ahwa yang diharapkan dibentuk di Muktamar ke-33 NU Tahun 2015 nanti, berfungsi sebagai mahkamah organisasi, sekaligus menjadi ahul ihtiyar untuk memilih pengurus harian. Yaitu ketua dan wakil ketua tanfidziyah, katib syuriyah, dan pengurus harian lainnya. Pengurus harian yang telah dipilih tersebut, menyusun kepengurusan lengkap, termasuk di lembaga dan lajnah.

Siapa yang memilih anggota Ahwa?

Yaitu peserta muktamar (muktamirin) yang memilih dari usulan pengurus cabang NU. Ahwa ini pula yang bermusyawarah untuk memilih Rais Am. Dan bersama Rais Am terpilih, Ahwa menyodorkan calon Ketua Umum PBNU untuk dipilih langsung oleh muktamirin.

“Ada dua alternatif bentuk Ahwa,” lanjut Usman.

Alternatif pertama, jelasnya, Ahwa adalah wadah berkumpul orang-orang terpilih yang keanggotaanya bersifat tetap di struktur NU. Sebagai badan informal namun dilegalkan dalam AD/ART NU. Boleh juga sebagai lembaga ad hoc untuk keperluan muktamar.

Kedua, Ahwa adalah lembaga syuriyah yang diberi kewenangan tambahan sebagai mahkamah organisasi. Juga memiliki hak veto untuk membatalkan struktur pengurus NU maupun badan otonom NU yang tidak sesuai dengan khittah NU.

Hak veto meliputi hak membatalkan program kerja lembaga, lajnah maupun banom yang tidak sejalan dengan khittah NU. Dalam penjatuhan sanksi tersebut harus melalui musyawarah Ahwa dan memberi kesempatan kepada pihak yang diduga melanggar untuk memberi klarifikasi dalam suatu sidang mahkamah.

Jadi nantinya diharapkan tidak lagi ada cerita banom NU menjalankan “proyek” dari lembaga donor luar negeri yang programnya tidak sesuai syariat Islam atau melanggar khittah nahdliyah.

Berapa orang yang duduk di lembaga Ahwa?

Diusulkan 9 atau 21 orang, terdiri para ulama punya kehormatan (karomah) tinggi dengan legitimasi moral yang sangat kuat. Atau dalam bahasa sederhana adalah ulama kredibel.

“Nah, syarat untuk diusulkan dan dipilih menjadi anggota Ahwa ada lima,” tulisnya.

Lebih lanjut dia jelaskan, lima syarat tersebut adalah 1). pengikut ahlussunnah wal jamaah, 2). Tidak pernah melanggar khittah NU, 3). Zuhud, 4). Alimun bi ulumid-dunya wal akhiroh, 5). Tidak pernah terlibat dalam kejahatan perdata atau pidana. (Ichwan/Mahbib)

 

Foto: Gambar wajah Rais Akbar Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asyari dan enam ulama kharismatik lain yang pernah menjadi pemimpin tertinggi NU sebagai rais aam.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Halaqoh Hari Santri 2019

Rabu, 13 Desember 2017

Peringati Hari Santri, GMNU Ajibarang Bakal Gelar Perkemahan Santri

Banyumas, Hari Santri 2019 

Untuk memperingati hari santri nasional, 22 Oktober 2017. Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas akan menggelar perkemahan santri Nahdlatul Ulama. 

Kegiatan tersebut rencananya akan digelar pada tanggal 20 - 22 Oktober 2017, bertempat di Lapangan Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

Peringati Hari Santri, GMNU Ajibarang Bakal Gelar Perkemahan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Santri, GMNU Ajibarang Bakal Gelar Perkemahan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Santri, GMNU Ajibarang Bakal Gelar Perkemahan Santri

Slamet Ibnu Ansori, Kordinator Generasi Muda NU Ajibarang mengatakan, selain perkemahan santri NU, pada kesempatan tersebut juga akan diadakan bakti sosial, pengajian akbar serta apel hari santri. 

"Lazimnya pramuka atau perkemahan pasti ada lomba-lomba, namun untuk sedikit membedakan dengan perkemahan yang biasa, kita akan mengadakan pengajian akbar, bakti sosial, festival hadrah, dan apel hari santri," katanya ketika ditemui usai rapat pembentukan panitia kegiatan, Rabu (20/9). 

Pada rapat yang digelar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif NU Kulon tersebut, turut hadir pula Ketua MWCNU Ajibarang Kiai Amrudin Maruf, Ketua badan otonom serta Kepala Sekolah NU se-Kecamatan Ajibarang. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Hikmah, Anti Hoax, Ubudiyah Hari Santri 2019

Senin, 11 Desember 2017

Menag Harapkan KPK Jamin Kebebasan Beribadah di Rutan

Jakarta, Hari Santri 2019. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat menjamin kebebasan para tahanan KPK untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya. Jika ada keluhan terkait itu, Menag berharap KPK bisa segera mengatasinya.

"Terkait dengan adanya berita bahwa Pak SDA (Suryadharma Ali) dan beberapa tahanan lainnya di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur mengeluh karena dibatasi bershalat di dalam masjid di sana, saya amat prihatin. Saya berharap KPK segera mengatasi keluhan tersebut," kata Menag di Jakarta, Sabtu (20/6)

Menag Harapkan KPK Jamin Kebebasan Beribadah di Rutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Harapkan KPK Jamin Kebebasan Beribadah di Rutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Harapkan KPK Jamin Kebebasan Beribadah di Rutan

Menurut Menag, semestinya setiap tahanan tetap terjamin kebebasannya dalam menjalankan ibadah sesuai agamanya. Menunaikan shalat lima waktu bagi muslim adalah kewajiban. Bila para tahanan diizinkan melaksanakan Shalat Dzuhur, Asyar dan Maghrib, semestinya demikian pula dengan Shalat Isya dan Subuh. "Apalagi kini bulan Ramadan, bulan istimewa bagi umat Islam meningkatkan ibadahnya untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya," tegasnya.

Hari Santri 2019

Sebelumnya diinformasikan bahwa ada keluhan atas sikap penjaga Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur yang membatasi tahanan dalam menjalankan ibadahnya.? Akan hal ini, mantan Menteri Agama SDA membuat surat pengaduan "penistaan agama" ke Pimpinan DPR.

Surat tersebut ditandatangani 10 tahanan KPK yang beragama Islam. Selain SDA, ikut tandatangan juga Didik Purnomo, Heru Sulaksono, Moh. Tafsir Nurchamid, Romi Herton, Rizal Abdullah, Waryono Karyo, Adriansyah, Abdul Rouf, dan M Bihar Sakti Wibowo.

Hari Santri 2019

Selain itu, lima tahanan lainnya yang non muslim juga ikut menandatangani, yaitu: Raja Bonaran Situmeang, A. Bambang Djatmiko, Jannes Jhon Karababa, Willy Sebastian Liem, dan Sherman Rana Krishna.

"Siapapun, bahkan seorang tersangka yang notabene belum tentu salah di muka hukum juga punya hak untuk beribadah sesuai yang dilindungi UUD 1945. Sesuatu yang ironis, menghalangi orang beribadah ini terjadi di sebuah lembaga terhormat dalam penegakan hukum, yakni KPK," tulis SDA dalam suratnya, Jumat (19/06).

Mengenai hal ini, Menag menyatakan amat prihatin dan berharap KPK bisa segera mengatasi keluhan tersebut. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Warta, Nahdlatul Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN

Jember, Hari Santri 2019 - Striker Tim Nasional Indonesia U-18 Muhammad Ralfi Mursalim ternyata sosok yang rendah hati. Jebolan Liga Santri Nusantara (LSN) itu mengaku dirinya bukan siapa-siapa. Menurutnya, masih banyak pemain lain dari LSN yang pantas masuk skuad tim nasional, namun belum hokinya. Banyak alumni LSN yang bertalenta, namun tidak terpantau oleh pemerintah.

"Sebetulnya bukan hanya saya yang dari pesantren, banyak juga pemain bintang lain, tapi belum rezekinya," tukas Rafli kepada Hari Santri 2019 di sela-sela Jumpa Pers di hotel Aston, Jember, Kamis (19/10).

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN

Rafli menambahkan, LSN cukup bagus meski perlu pembenahan di sana-sini. Sebagai ajang untuk menggali pemain-pemain bertalenta di pesantren, LSN cukup prospektif dan perlu didukung oleh semua pihak.

LSN di mata Rafli mempunyai kelebihan dibanding ajang lain, yaitu dukungan spritualitas dari kiai. Di tengah kompetisi yang sengit, masih ada doa dan petuah kiai yang bisa menyejukkan hati. Secara pribadi, ia merasa dukungan yang diberikan kiainya di Pondok Pesantren Al-Asyariyah, Banten cukup membesarkan jiwanya.

Hari Santri 2019

"Kiai mendukung olahraga. Kiai bilang, tidak lupa agama, dan tidak lupa sepakbola, dan olahraga lain juga boleh," ungkapnya.

Rafli bersama pemain PSSI U-19 akan menghadapi Persid Jember dalam laga uji coba di stadion Jember Sport Garden, Jember, Sabtu (21/10) sore.

Hari Santri 2019

Pelatih Indra Syafri membawa seluruh pemain terbaiknya dalam uji coba kali ini, termasuk bintang masa depan Indonesia, Egy Maulana Vikri, tandem Rafli di lini depan. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Aswaja Hari Santri 2019

Sabtu, 02 Desember 2017

Pembacaan Hizib, Doa Penolak FDS Secara Santun

Kudus, Hari Santri 2019?

Penolakan terhadap kebijakan Menteri Pendidikan tentang five day school (FDS) kian meIuas hingga pelosok desa. Demikian itu tampak dari berbagai upaya yang dilakukan GP Ansor Kecamatan Dawe yang kompak akan melakukan doa bersama masyarakat.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dawe, Mohammad Sahlan, menyampaikan dirinya telah menginstruksikan kepada para pengurus ranting agar menggelar pembacaan hizib dan Shalawat Nariyah di daerahnya masing-masing. Hal itu dilakukan sebagaimana anjuran yang disampaikan oleh Pengurus RMI NU Pusat.?

Pembacaan Hizib, Doa Penolak FDS Secara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembacaan Hizib, Doa Penolak FDS Secara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembacaan Hizib, Doa Penolak FDS Secara Santun

“Iya akan dibaca serentak di waktu yang sama, tapi di tempat yang berbeda-beda karena kami telah intruksikan untuk membacanya baik di rumah, masjid, mushalla atau di manapun berada,” katanya, Rabu (12/7).

Menurut Sahlan, langkah itu sangat penting mengingat dampak yang ditimbulkan bisa saja membahayakan generasi Islam di masa mendatang. Alasannya, jika FDS dijalankan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) yang merupakan pusatnya pendidikan dasar Islam yang akan tergerus.

Hari Santri 2019

“Ini sangat membahayakan kader generasi penerus Islam yang nantinya dikhawatirkan akan mudah terjerumus ke dalam paham radikalisme Islam,” ungkap pengasuh madrasah Tasywiqul Qur’an Kudus itu.

Disamping itu, lanjut Sahlan, membaca hizb/dzikir adalah salah satu cara yang dianggap mujarab untuk berdoa pada Allah SWT. Tujuannya yaitu agar negeri ini diberi keselamatan dan diberikan jalan yang benar dan baik. Pembacaan hizb dan doa bersama itu juga dianggapnya sebagai penolakan dengan cara yang santun terhadap kebijakan FDS.

“ITU sekaligus bentuk santun penolakan FDS dari pada berdemontrasi memacetkan jalan sambil berteriak,” bebernya.

Senada dengan dia, anggota IPPNU Komisariat MA NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus, Tsania Laila Maghfiroh, mengatakan dengan cara itu NU teguh memegang prinsip menjaga sikap santun.

“Bagus sih, itu upaya NU untuk menolak FDS tpi secara halus, lewat doa-doa,” katanya.

Hari Santri 2019

Menurut Tsania, porsi belajar anak tidak bisa dipaksakan sama. Ia menilai FDS bukanlah solusi terakhir dari kebijakan pendidikan yang tepat. “Pasti ada metode pembelajaran yang lebih baik dari FDS,” katanya. (M. Farid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax Hari Santri 2019

Jumat, 24 November 2017

Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah

Di balik riuh gemuruh kegiatan yang menebar spanduk “Muktamar Khilafah”, ternyata menyisakan kisah tentang kebohongan publik. Para pengumpul massa menghalalkan segala cara untuk menunjukkan kepada pihak-pihak tertentu bahwa upaya mereka seakan mendapatkan dukungan masyarakat.

Ahad, 26 Mei 2013 lalu, di Gelora 10 Nopember Tambaksari Subaya, ribuan manusia memeriahkan pembukaan Muktamar Khilafah (MK) yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Jawa Timur. Sebagaimana dilansir di situs berita HTI, acara tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari 31 kota/ Kabupaten se-Jawa Timur.

Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah

Mereka melaporkan bahwa beragam latar belakang peserta ikut serta dalam acara tersebut, mulai dari ulama, kiai, dosen, pelajar, pengusaha, mubalighah, kelompok pengajian, dan berbagai elemen masyarakat. Beberapa media massa juga ikut memberitakan kemeriahan dari kegiatan tersebut.

Hari Santri 2019

Lain daripada itu, ternyata warga NU yang selama ini getol membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), malah kecolongan. Hal ini terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. 4 bus Muslimat NU dari Kabupaten Nganjuk mengikuti acara di Tambaksari tersebut.

Astagfifullah, kemana orang NU, umatnya dicolong di siang hari tidak tahu. Konon katanya pengajian, ternyata ..

Hari Santri 2019

Ternyata, modus yang digunakan adalah pertama, melalui iming-iming gratis kendaraan. Ada pengajian akbar, tanpa menyebutkan pengajian apa, kelompok siapa, asal mau ya gratis kendaraan dan makan. Karena memang orang NU biasa ngaji, ada informasi sedemikian itu ya ikut saja, tanpa melihat siapa mereka.

Kedua, pengurus HTI menugaskan juru masak atau apalah, pokoknya anak buahnya, untuk mencari massa dan diajak pengajian. Kemudian mereka menugaskan istri si-HTI untuk menguatkan lagi. Mungkin biar kelihatan banyak, nyuri jamaah dianggap sah bagi mereka.

Segala cara ditempuh. Dimana-mana selalu begitu…

Ini merupakan hal yang sangat memilukan, bagi warga Nahdliyin. Ini warning bagi pengurus NU utamanya, dan warga NU pada umumnya. NKRI harga mati…!

Toha Mahsun

Warga NU Nganjuk, Jawa Timur

 

Foto lustrasi: Pengajian Muslimat NU (Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Internasional, Pendidikan Hari Santri 2019

Sabtu, 04 November 2017

Syuriyah PBNU: Jangan Ikut-Ikutan Mendukung ISIS!

Jakarta, Hari Santri 2019. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menyerukan kepada warga nahdliyin dan umat Islam Indonesia agar tidak ikut-ikutan mendukung gerakan Negara Islam di Irak dan Syuriah (ISIS) dan sekaligus tidak membuat perpecahan di kalangan kaum muslimin.

Syuriyah PBNU: Jangan Ikut-Ikutan Mendukung ISIS! (Sumber Gambar : Nu Online)
Syuriyah PBNU: Jangan Ikut-Ikutan Mendukung ISIS! (Sumber Gambar : Nu Online)

Syuriyah PBNU: Jangan Ikut-Ikutan Mendukung ISIS!

"Sebagai sesama muslim saya mengimbau akar kaum muslimin indonesia tidak termakan dan terprovokasi terhadap isu isis di Iraq dan Syria of Islamic State (ISIS) yang belakangan ini masuk di indonesia," katanya di Jakarta, Senin (4/8/2014).

Menurutnya, ISIS adalah fenomena Islam di Timur Tengah yang kondisinya tidak sama dengan Indonesia. "Kehati-hatian ini perlu karena selama musim reformasi ini telah terbentuk embrio-embrio kekuatan garis keras radikal baik yang bergerak melalui gerakan massa, melalui gerakan yang masuk ke sistem keindonesiaan maupun yang menggunakan cara teror," terang Mantan Ketua Umum PBNU.

Hari Santri 2019

Menurutnya, apabila embrio radikalitas ini diolah dengan bumbu isu ISIS atau perpecahan pasca pilpres, pasti meningkatkan kadar radikalitas dan kekerasan dalam gerakan transnasional yang membahayakan keselamatan kaum muslimin Indonesia dan sekaligus membayakan keutuhan NKRI .

Hari Santri 2019

"Lebih baik kita sebagai kaum muslimin berbuat melakukan strategi yang islami dan yang indonesiawi dari pada kita mengaku "kelompok paling Islam", namun menghalalkan "segala cara" karena merasa untuk kepentingan kelompoknya yang "paling islami" itu. Padahal yang demikian itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah," jelasnya.

Menghalalkan segala cara, kata Hasyim, bukanlah ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah. "Yang pernah ada dalam sejarah adalah kelompok Khawarij yang boleh merusak apa saja yang bertentangan dengan kemauannya. Sekarang ini, ajaran tersebut menjelma dalam berbagai bentuk gerakan pengrusakan dengan segala manifentasinya," papar pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini.

"Dan apabila antar-kelompok kaum muslimin sampai bentrok, itulah saatnya kekuatan asing akan masuk dan merusak Islam dan Indonesia . Waspadalah," tambahnya. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nasional, Anti Hoax, Ahlussunnah Hari Santri 2019

Kamis, 02 November 2017

PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa?

Jepara, Hari Santri 2019 - Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq menyanyakan kepada pengurus Muslimat. “Setelah dilantik lalu berbuat apa?” pertanyaan itu disampaikannya dalam Pengajian dan Pelantikan PAC Muslimat NU Kecamatan Tahunan masa khidmah 2016-2021 yang berlangsung di Gedung Haji MWCNU Tahunan, Kompleks Unisnu Jepara, Senin (11/4).

Jawabannya tidak lain tentu berbuat sesuatu untuk masyarakat. Sebelum itu kiai yang kerap disapa Mbah Yatun ini menekankan agar mereka merapatkan barisan kepengurusan organisasi.

PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa?

“Jangan sampai ingin ikut Muslimat hanya ingin dilantik. Terus selesai. Ikut Muslimat terus jadi tim sukses. Itu naif,” tegasnya.

Kelemahan-kelemahan organisasi di masa sebelumnya harus dijadikan muhasabah. Di samping itu, ketua organisasi dituntut untuk tegas. Jika tidak organisasi yang diikuti akan memble (lemah, red).

Hari Santri 2019

Apalagi NU Jepara mempunyai tanggung jawab yang berat. Ia meyakini bahwa organisasi mayoritas saja melempem apalagi dengan organisasi yang minoritas.

Hari Santri 2019

Tak hanya menata pengurus, program kerja yang akan dijalankan juga perlu ditata dengan solid. Jangan sampai hanya diurus oleh beberapa gelintir orang. Sebab baginya aktivis organisasi ialah contoh untuk masyarakat secara luas.

Ketua Muslimat NU Jepara Hj Noor Aini menambahkan pihaknya mengajak seluruh elemen Muslimat yang ada untuk saling bersinergi dengan keberadaan NU.

Ke depan pihaknya mengagendakan pelaporan kegiatan rutin. Ranting melaporkan kepada anak cabang. Anak cabang melaporkan kegiatan kepada cabang dan seterusnya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Meme Islam, Aswaja Hari Santri 2019

Senin, 30 Oktober 2017

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

Semarang, Hari Santri 2019. KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengisi Dialog Budaya Kebangsaan dalam rangka Closing Dies Natalis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Ahad (8/11). Gus Mus menjelaskan bagaimana bersikap sebagai muslim Indonesia yang teguh mempertahankan tradisi dan budayanya.

"Sering saya katakan dimanapun, bahwa kita ini adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia," terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah ini.

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

Gus Mus menuturkan, masyarakat Indonesia tidak membutuhkan dalil, tetapi tingkah laku mereka sudah mencerminkan kehidupan yang dianjurkan oleh Rasulullah. "Saat ini banyak orang yang sedikit-sedikit menggunakan dalil, sedikit-sedikit tanya dalilnya apa, itu orang yang baru mengenal dalil," ungkapnya.

Hari Santri 2019

Kiai yang juga dikenal sebagai Budayawan ini menggambarkan kehidupan masyarakat desa yang dengan rukun saling tolong menolong dengan tetangganya. "Orang desa tidak membutuhkan dalil, tetapi tingkah laku yang meraka lakukan telah membudaya. Dan itu semua merupakan implementasi dalil-dalil," tegasnya lagi.

Hari Santri 2019

Sehingga konsep tersebut merupakan Islam Indonesia, lanjutnya, adalah ajaran Islam yang senantiasa telah membudaya dalam kehidupan bermasyarakat.?

"Islam Indonesia pada zaman Soekarno sangat dihargai dimata dunia karena dengan bangganya Soekarno menyuarakan tentang Islam di Indonesia hingga pada sidang PBB pun beliau menggunakan dalil untuk meyakinkan bahwa Islam di Indonesia besar, sehingga saya sangat bangga memakai peci Soekarno ini," ungkap Gus Mus sambil menunjuk peci hitam yang beliau kenakan.

Gus Mus menandaskan, selain harus bangga dengan identitas, tradisi, dan budayanya, bangsa Indonesia juga harus sadar akan tantangan-tantangan besar ke depannya. (Mazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Sholawat, Doa Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock