Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Ribuan Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Pawai Santri Sidoarjo

Sidoarjo, Hari Santri 2019 - Ribuan Nahdliyin dari unsur siswa-siswi di bawah naungan LP Maarif NU Sidoarjo dari tingkat MI, MTs, MA, perguruan tinggi mengikuti pawai santri yang digelar oleh Pemkab Sidoarjo di alun-alun setempat, Ahad (23/10). Pawai ini juga diikuti oleh seluruh banom dan lembaga NU Sidoarjo.

Dengan antusias mereka mengikuti kegiatan tersebut. Meski hujan deras sempat mengguyur wilayah Sidoarjo, namun itu tak menyurutkan semangat warga kota udang untuk menyukseskan peringatan Hari Santri 2016.

Ribuan Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Pawai Santri Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Pawai Santri Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Pawai Santri Sidoarjo

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah mengatakan, acara pawai santri ini terselenggara atas peran serta umat Islam di Sidoarjo dalam rangka membangun Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik. Pawai santri ini merupakan rangkaian acara untuk memperingati Hari Santri.

"Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Mudah-mudahan Sidoarjo menjadi kabupaten yang mandiri, inovatif, sejahtera, dan berkelanjutan," kata pria yang akrab disapa Abah Ipul itu.

Hari Santri 2019

Ia berpesan kepada para santri agar senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan. Pasalnya, santri memiliki peran serta dan kontribusi dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

Hari Santri 2019

Abah Ipul juga mengajak warga Sidoarjo khususnya umat Islam untuk bersama-sama membangun Sidoarjo menjadi kabupaten yang lebih baik lagi.

"Santri harus terus meningkatkan ilmu pengetahuan, olah kerja, dan memperkokoh ekonomi dengan baik untuk meningkatkan produktivitas di Sidoarjo," pesan Abah Ipul. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 PonPes, Nahdlatul Ulama, Nusantara Hari Santri 2019

Senin, 26 Februari 2018

Kontes Menggambar Kartun Nabi, PBNU: Itu Pelecehan terhadap Agama!

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam berlangsungnya kontes menggambar kartun Nabi Muhammad SAW di Curtis Culwell Center, Garland, Texas, Amerika Serikat, Ahad (3/5).?

"Jelas kami sangat menyesalkan adanya acara itu, karena itu bentuk pelecehan terhadap agama (Islam)," kata Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (4/5).

Kontes Menggambar Kartun Nabi, PBNU: Itu Pelecehan terhadap Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontes Menggambar Kartun Nabi, PBNU: Itu Pelecehan terhadap Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kontes Menggambar Kartun Nabi, PBNU: Itu Pelecehan terhadap Agama!

? Meski akhirnya dibubarkan oleh aparat keamanan setempat, Kiai Said mempertanyakan mekanisme pemberian izin berlangsungnya sebuah acara di Amerika Serikat, sehingga kegiatan yang bersifat sensitif terhadap kerukunan umat beragama tersebut bisa berlangsung.?

Hari Santri 2019

? "Saya mendengar sampai terjadi penembakan dan jatuh dua korban jiwa. Kejadian seperti itu seharusnya bisa dihindari jika pemerintah setempat lebih peka," kritik Kiai Said.

? Meski mengecam kegiatan dimaksud, Kiai Said meminta kepada umat Islam dunia, khususnya di Indonesia dan warga Nahdlatul Ulama, untuk tidak terpancing membalasnya dengan tindakan bersifat anarkis. "Jangan habiskan energi kita untuk membalas hal-hal seperti itu, apalagi dengan tindakan anarkis. Percaya, Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang melecehkan Islam," pesannya.

?

Hari Santri 2019

Lomba menggambar kartun Nabi Muhammad SAW diselenggarakan oleh American Freedom Defense Initiative, sebuah organisasi yang secara aktif terus menyebarkan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat. Presiden lembaga tersebut, Pamela Geller, mengatakan kegiatan yang diadakannya bertujuan kebebasan berpendapat sebagai respons dari kekerasan ketika menggambar Nabi Muhammad di Charlie Hebdo. Gambar terbaik dari loma tersebut diganjar hadiah sebesar 10 ribu US Dollar. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, PonPes Hari Santri 2019

Jumat, 09 Februari 2018

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat

Jakarta, Hari Santri 2019

Muslim di Indonesia merupakan jumlah terbanyak di dunia dalam sebuah negara. Kenyataan ini diikuti oleh jumlah lembaga pendidikan Islam yang angkanya juga mencapai jumlah terbanyak dibanding dengan negara-negara dengan mayoritas penduduk Islam di seluruh dunia.?

“Namun kenyataan yang terjadi, hingga saat ini lembaga Pendidikan Islam di Indonesia belum menjadi tujuan utama bagi masyarakat dunia,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin saat memberikan materi dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat Dunia di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam ini, Kamaruddin juga menerangkan karakter moderatisme Islam Indonesia harus menjadi perhatian serius para guru agama Islam dengan mengembangkan pemikiran moderat kepada generasi muda.

“Cita-cita menjadi rujukan pendidikan moderat untuk warga dunia harus diikuti oleh peningkatan kualitas, baik sumber daya maupun infrastruktur,” tutur Kamaruddin di depan sekitar 400 stakeholder Pendidikan Agama Islam (PAI), meliputi guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Menurutnya, potensi sumber daya dan infarastruktur bangsa Indonesia sangat besar. Bangsa Indonesia saat ini sudah mempunyai kesadaran kolektif untuk mewujudkan Islam yang ramah dan toleran. Selai itu, lanjut Kamaruddin, Indonesia juga mempunyai infrastruktur sosial dengan hadirnya ormas-ormas Islam yang mempunyai visi sama terhadap tujuan bangsa dan negara.

Hari Santri 2019

Lebih jauh, Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menegaskan kepada para stakeholder Pendidikan Agama Islam untuk merawat generasi muda dari penetrasi paham agama yang ekstrem dan radikal.?

“Sebab, kantong-kantong kegiatan siswa di bidang keagamaan seperti Rohis di sekolah menjadi sasaran empuk paham ekstrem. Hal ini menjadi perhatian serius agar pemahaman Islam yang baik, ramah, toleran, dan damai dapat terus terawat,” tegas Kamaruddin. (Fathoni) ? ?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, PonPes Hari Santri 2019

Senin, 29 Januari 2018

Pesantren Al-Qur’aniyy Peringati Haul Pendiri

Solo, Hari Santri 2019. Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy Mangkuyudan Solo mengadakan peringatan haul pendiri pesantren, KH Ahmad Mustofa, Ahad (2/3). Acara yang digelar di kompleks pondok tersebut, dihadiri ribuan jamaah.

Usai pembacaan doa dan tahlil, Habib Syech bin Abdul Qadir as-Segaf bersama sejumlah ulama lain, memimpin para jamaah untuk membaca shalawat al-Barzanjiy.

Pesantren Al-Qur’aniyy Peringati Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Qur’aniyy Peringati Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Qur’aniyy Peringati Haul Pendiri

Dalam acara tersebut juga dibacakan manaqib KH Ahmad Musthofa. Diterangkan bahwa ulama yang biasa dipanggil dengan nama Mbah Daris ini merupakan seorang tokoh yang tekun dalam menekuni bidang agama, khususnya al-Qur’an.

Hari Santri 2019

Sebelum mendirikan pesantren, Mbah Daris pernah nyantri kepada sejumlah ulama, di antaranya KH Dimyathi Termas, KH Munawwir Krapyak, KH Manshur Popongan, KH Siraj, dan KH Muhammad Sulaiman.

Hari Santri 2019

Setelah wafatnya, pesantren Al-Qur’aniyy kini diteruskan oleh puteranya, KH Abdul Karim Ahmad.

Salah satu panitia, Imamul Faizin, menerangkan rangkaian acara haul ke-17 Mbah Daris ini sudah digelar sejak dua hari sebelumnya.“Kemarin sudah diawali dengan khataman al-Qur’an dan ziarah ke makam Mbah Daris,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 PonPes Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Janganlah Engkau Menodai Agama!

Dalam kitab suci Al-Quran, istilah pelecehan agama memang tidak ada. Namun dalam konteks yang sama, ada istilah-istilah tertentu yang bisa dipahami sebagai padanan dari pelecehan. Adapun bahaya tindakan melecehkan itu bukan cuma mengancam mereka yang melecehkan, namun juga merugikan objek, pihak, atau orang yang dilecehkan.

Dalam buku ini, Imanuddin dan Zaenal mengidentifikasi adanya tiga kata atau istilah dalam Al-Quran yang bisa dipadankan dengan kata pelecehan. Tiga kata itu bukan cuma berkaitan dengan ajaran agama Islam secara langsung. Namun juga kisah-kisah dari berbagai zaman yang mengeksplorasi tindakan pelecehan berikut bahaya dan bencana yang mengiringinya.

Ketiga kata itu meliputi Huzuw, Laib, dan Sakhira (hlm.71). Kata Huzuw bisa dipadankan dengan kata mengolok-olok. Namun bisa juga diartikan sebagai gurauan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan dengan tujuan melecehkan.

Janganlah Engkau Menodai Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)
Janganlah Engkau Menodai Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)

Janganlah Engkau Menodai Agama!

Kata Laib bisa diartikan dengan kata bermain atau bermain-main. Namun dalam konteks pelecehan, kata ini bisa diartikan segala aktifitas yang dilakukan bukan pada tempatnya atau untuk tujuan yang tidak benar. Sementara Sakhira adalah mengejek ? (hlm.78-86). Yaitu, menjadikan suatu agama berikut ajaran dan pemeluknya sebagai bahan ejekan yang berorientasi merendahkan atau meremehkan.

Bentuk-bentuk pelecehan agama memang banyak ragamnya. Ada pelecehan yang dinyatakan secara verbal, ada pula yang non-verbal. Pelecehan yang berbentuk verbal, cenderung mudah diketahui oleh pihak yang menjadi korban pelecehan secara langsung. Namun tidak demikian pada pelecehan berbentuk non-verbal. Terkadang, malah pihak atau orang ketigalah yang justru mengetahui lebih dahulu adanya tindak pelecehan agama.

Buku ini bukan hanya menyajikan bahasan seputar pelecehan agama secara langsung. Namun juga membahas pelecehan agama yang bermula dari pelecehan terhadap ajaran, pemeluk, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan suatu agama. Karena buku ini berangkat dari wawasan Al-Quran, maka secara tidak langsung, buku ini menitik-tekankan bahasan pada larangan keras bagi umat Islam yang ingin melecehkan agama Islam maupun agama lain.

Hari Santri 2019

Sebagai bangsa Indonesia yang di dalamnya terdapat berbagai pemeluk agama dan keyakinan, sudah semestinya bagi kita untuk tetap saling menghormati dan tenggang-rasa. Khususnya seputar keberagamaan dan keberagaman. Sebab dengan menahan diri dan minat dari melecehkan agama lain, kedamaian akan mudah terbentuk dan terjaga dengan sendirinya. Selanjutnya, kita bisa beribadah dengan tenang dan nyaman sesuai agama dan keyakinan masing-masing.?





Hari Santri 2019

Info Buku

Judul ? ? ? ? ? ? ? : Jangan Nodai Agama: Wawasan Al-Quran tentang Pelecehan Agama

Penulis ? ? ? ? ? : Imanuddin bin Syamsuri, Lc. MA dan M. Zaenal Arifin, MA

Penerbit ? ? ? ? : Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Cetakan ? ? ? ? : I (pertama), 2015

Tebal ? ? ? ? ? ? ? : xviii+190 halaman

ISBN ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-229-457-3





Peresensi

Muhammad Ghannoe

Aktif di komunitas Nandha, Bantul.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, PonPes, Pertandingan Hari Santri 2019

Kamis, 18 Januari 2018

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur

Di antara doa-doa yang dibaca Rasulullah adalah lafal di bawah ini:

? ? ? ? ? ?

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur

Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka

Hari Santri 2019



Artinya: “Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari saat Engkau bangkitkan para hamba-Mu.”

Hari Santri 2019

Doa ini dapat dirujuk dalam hadits shahih riwayat At-Turmudzi dari Sayyidah Hafshah yang mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah apabila hendak tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya lalu mengucapkan Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka sampai tiga kali. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 PonPes, Tegal Hari Santri 2019

Kamis, 11 Januari 2018

Kalangan Akademisi Indonesia Idap Penyakit Minder

Jakarta, Hari Santri 2019. Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin ? Indonesia (Lesbumi) H Agus Sunyoto mengatakan, kalangan akademisi Indonesia kerap merasa kurang percaya diri di dalam mengembangkan pengetahuan. Rasa rendah diri akut itu hadir dalam bentuk pembenaran final atas eksperimen pengetahuan Barat.

Dalam kursus singkat bertajuk Tasawuf Sebagai Etika Sosial di Pesantren Al-Tsaqafah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (19/12), Agus menambahkan, “Kalangan akademisi pun seolah ‘kurang afdhal’ jika tidak mengutip pernyataan orang Barat.”

Kalangan Akademisi Indonesia Idap Penyakit Minder (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalangan Akademisi Indonesia Idap Penyakit Minder (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalangan Akademisi Indonesia Idap Penyakit Minder

Kelakuan akademisi itu sering membuatnya jengkel. Terlampau jengkel, Agus dengan kawannya dalam sebuah diskusi berseloroh kepada orang yang selalu mengutip pendapat orang Barat.

Hari Santri 2019

Agus mencontohkan, akademisi yang menjadi narasumber mengatakan, “Menurut Ben Parker, bahwa politik itu adalah ini, ini, ini.” Ketika salah seorang peserta diskusi bertanya Ben Parker itu siapa? Saya jawab, “Ben Parker itu pamannya Spiderman."

Bahkan, lanjut Agus, dalam benak kita sudah tertanam bahwa bangsa Indonesia adalah inferior, bangsa yang di bawah. Sedangkan orang bule adalah superior, bangsa yang ada di atas kita.

Hari Santri 2019

Jika keadaan ini tidak segera dibenahi, maka diprediksi 30 tahun lagi Bangsa Indonesia akan hilang ditelan bumi, tegas Agus. Untuk itu ia mendesak agar ada pembenahan secara serius dalam menghadapi salah satu persoalan bangsa ini. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta, PonPes, Pahlawan Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock