Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Zikir Bisa Cegah Penyalahgunaan Kekuasaan

Gorontalo, Hari Santri 2019. Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi menyatakan, Zikir Tauhid Tasawuf bisa membersihkan batin kita dari hudud (mencari keuntungan diri). Zikir Tauhid Tasawuf juga dapat membersihkan hati dari merasa bangga dengan yang telah Allah titipkan pada kita seperti ilmu pengetahuan, harta, jabatan, kedudukan.

“Semua itu milik Allah SWT semata yang dilimpahkan kepada kita untuk dipergunakan sesuai dengan ridha-Nya dengan jalan mensyukuri dan mempergunakan untuk memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita sebagai hamba Allah di muka bumi ini,” ujar Abuya di hadapan ribuan jamaah yang menghadiri Kota Serambi Madinah Berzikir, Senin (13/11), di Gorontalo.  

Zikir Bisa Cegah Penyalahgunaan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Zikir Bisa Cegah Penyalahgunaan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Zikir Bisa Cegah Penyalahgunaan Kekuasaan

(Baca: Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo)

Hari Santri 2019

Lalu, zikir seperti apa yang bisa membuat kita sadar bahwa semua yang kita miliki adalah amanah Allah semata? Abuya memberikan petunjuk.

"Sebelum berzikir kita harus meyakini (itikad) bahwa diri kita adalah budak yang hina, banyak dosa dan kesalahan, mengharap keampunan fadhal Allah dan menyesali dosa-dosa yang telah kita lakukan serta tidak berkemauan untuk melakukannya lagi," katanya.

Selain itu, kita hendaknya merasa orang yang paling jelek dari sekalian makhluk, sekalipun dengan orang yang berbuat kesalahan, karena mereka ini kesalahannya dimaafkan oleh Allah, sementara untuk kita tidak ada maaf. 

“Kita juga hendaknya idhtirar yakni berhajat kepada Allah, tidak putus asa dari amalan pekerjaan yang telah kita lakukan, agar terlihat kelembutan kilat cahaya kasih sayang Allah SWT,” tutur Abuya.

Menurut Abuya, zikir merupakan kendaraan atau ibarat pesawat yang membawa kita terbang meninggalkan alam fana (khalqiyah) dunia ini serta diri kita, menuju kepada Alam Uluhiyah. 

Hari Santri 2019

Lebih lanjut Abuya menegaskan, jika kita sudah bisa berzikir seperti di atas, maka kita akan menjunjung tinggi perintah dan larangan Allah SWT dengan mudah, tidak ada rasa berat melakukannya. Kita juga akan memiliki akhlak mulia, karena percaya penuh dengan ketentuan (qadar) Allah SWT, sebab segala sesuatu tidak lepas dari qadar Allah SWT.

"Kita akan terbebas dari berpikir melakukan sesuatu yang bertentangan dengan qadar ketentuan Allah SWT, sehingga kita dapat bermakrifat, bertauhid yang benar, karena telah mendapat cahaya hakikat dan berhakikat untuk melepaskan syirik khafi dan batin kita," tandasnya.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Hikam, Cibinong, Bogor Syekh KH Zein Djarnuzi yang memimpin zikir dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa barang siapa yang berzikir dengan mengucap laillaha illallah maka 7 pintu langit akan terbuka. Juga keberkahan akan turun dari langit. Syaratnya, zikir yang kita lakukan penuh dengan khusyu dan ikhlas.

“Agar kita bisa berzikir dengan ikhlas, semata-mata hanya karena Allah, maka harus melatih zikir sebanyak-sebanyaknya," ungkap Syekh Zein.

Lebih lanjut, kalaupun zikir kita belum bisa khusyuk dan ikhlas, maka teruslah berzikir sampai suatu saat bisa zikir dengan ikhlas.

"Jangan tinggalan zikir, hanya karena belum bisa ikhlas,” ujarnya. 

Syekh Zein menyatakan bahwa kita sebagai manusia derajatnya lebih mulia daripada dunia beserta isinya, karena dunia tidak dituntut makrifat, sementara manusia bisa bermakrifat kepada Allah SWT.

"Karena itulah, dalam berzikir hendaknya lepaskan semua urusan dunia, lupakan pangkat, jabatan, kedudukan harta dan apapun agar kita bisa berangkat menuju Allah SWT," pungkas Syekh Zein.

Kota Serambi Madinah Berzikir merupakan rangkaian acara Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara I yang diselenggarakan di Masjid Al-Huda, Kota Gorontalo. Acara zikir ini dihadiri para ulama tasawuf dari berbagai negara di Asia Tenggara antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam dan lain sebagainya.

Muzakarah berlangsung selama tiga hari, yakni 14-16 November 2017. (Firmansyah Rohman/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam Hari Santri 2019

Rabu, 21 Februari 2018

Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan

Jombang, Hari Santri 2019

Alhamdulillah, di kampungku setiap malam likuran, yakni tanggal ganjil di 10 hari terakhir bulan puasa Ramadhan selalu ada kegiatan membaca shalawat bersama. Kegiatan rutin ni dilakukan bergiliran antarmushala dan masjid. Budaya ini sepengetahuanku sudah berjalan puluhan tahun.

Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan

Kebetulan di kampungku ada sebanyak 9 mushala dan satu masjid. Dulu waktu aku masih kecil, awalnya ada 4 mushala dan satu masjid. Hampir seluruh anak anak remaja, dewasa dan juga orang dewasa ikut kegiatan pembacaan shalaawat di malam ganjil. Mulai malam 21, malam 23, malam 25, malam 27 dan puncaknya malam 29 di Masjid Al Hasan Balongombo Tembelang.

Karena perkembangan, kini mushala bertambah hingga 9 bangunan. Meski bertambah kegiatan baca shalawat tetap berjalan. Di akhir pembacaan shalawat, ambengan makan nasi tumpeng yang dibuat oleh warga jamaah sekitar mushala selalu menyertai kegaiatan.

Hari Santri 2019

Dan tidak ketinggalan petasan juga selalu mewarnai saat pembacaan shalawat pada tahab srakal, ketika jamaah membaca shalawat dengan berdiri. "Mahalul Qiyam. Bunyi petasan bersahutan. Setiap rombongan remaja dari mushala-mushala selalu bersaing membawa petasan untuk ditampilkan. Hal itu berjalan sebelum ada larangan dari pihak berwajib.

Petasan asli produk Jombang sudah menjadi tradisi mewarnai bulan puasa, biasa dibunyikan saat berbuka, atau saat waktu sahur. Dan paling sering dan paling banyak dibunyikan saat malam ganjil pas menggelar shalawatan. Serta usai menggelar shalat Id yang digelar di masjid setempat.

Hari Santri 2019

Mereka membuat sendiri petasan tersebut. Bahkan tidak jarang remaja mushala yang ditempati membuat petasan dengan jumlah hingga ratusan. Puas, bangga jika melihat halaman mushala dan masjid penuh dengan percihan kertas.

Dengan pembacaan shawat, dan tradisi membunyikan petasan suasana bulan puasa dan hari Idul Fitri semakin terlihat. Dan masayrakat yang kebetulan pulang kampung bisa menikmati dan bernostalgia masa kecil saat di kampung halaman. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Halaqoh Hari Santri 2019

Senin, 05 Februari 2018

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Jepara, Hari Santri 2019 . Meski Madrasah Safinatul Huda berada di pulau terpencil, Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, namun lembaga pendidikan NU yang memiliki MTs, MA dan pesantren kelautan ini terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Terbukti dengan aktifnya lembaga ini menjalin kerja sama dengan Dejavato Foundation.

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Bersama Dejavato, lembaga yang inten memberikan relawan guru bahasa asing dari berbagai negara secara gratis sudah dirajut madrasah sejak tahun 2003-2014.

Kepala MA sekaligus pengasuh pesantren kelautan, H Hisyam Zamroni mengemukakan, di tahun 2003 itu, Ketut, perwakilan Dejavato di Semarang menemui dia di Karimunjawa.

Hari Santri 2019

“Dari pertemuan itu pihak Dejavato menawarkan program dan disepakatilah pihak madrasah. Alhasil, program berjalan dari 2003-sekarang,” jelasnya saat ditemui Hari Santri 2019 di sela-sela takziyah di kediaman almarhum KH Kholil, Jumat (5/8).

Hari Santri 2019

Ditambahkannya, program tersebut gratis. Dalam kurun waktu setahun para volunteer (relawan) memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada anak-anak. Volunteer, lanjut Hisyam, tinggal di pesantren kelautan Safinatul Huda. ?

Dari program itu imbuhnya direspon positif siswa dan santri karena mereka bisa belajar bahasa asing secara langsung dengan relawan asing yang hadir dari berbagai negara.

Disamping itu, lanjut Hisyam Karimunjawa merupakan destinasi wisata Internasional.

“Ini adalah bagian ikhtiar kami go international. Madrasah kami berada di destinasi wisata Internasional. Makanya dengan kerja sama ini anak-anak harapannya selalu siap menghadapi serbuan wisatawan internasional,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Doa, Sejarah, Kajian Islam Hari Santri 2019

Selasa, 30 Januari 2018

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang

Malang, Hari Santri 2019 - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Unibraw mermpungkan program pendidikan untuk anak jalanan dan anak usia dini di Kota Malang, Ahad (5/6). Program pendidikan anak jalanan dan usia dini tahap pertama ini resmi ditutup dengan pencapaian target sesuai dengan yang direncanakan.

Dalam program tahap awal ini pelajar NU Unibraw bekerja sama dengan LPAN Griya Baca Kota Malang. Dengan program ini, mereka berharap Kota Malang menjadi kota inklusif, kota layak anak, dan mencetak anak yang berkarakter bagi masa depan.

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang

Program dengan nama Dream for The Kidds ini dilaksanakan selama lima bulan dan mendapatkan respon positif. Hal ini ditandai dengan tingginya antusias masyarakat dan banyaknya relawan yang turut serta. Penutupan program tahap satu ini ditandai dengan penyerahan sealer (penyegel) kemasan produk kepada pengurus LPAN Griya Baca Kota Malang yang nantinya akan ditindaklanjuti pada program tahap dua dengan fokus pemberdayaan pembuatan produk.

Hari Santri 2019

Alhamdulillah tahap satu sudah selesai dan ditutup sesuai jadwal sebelum bulan Ramadhan, tahap satu kami masih berfokus pada perkenalan dan pendidikan dasar bagi anak. Pendidikan dasar ini adalah pondasi awal di mana nanti pada fase dua kami akan mencoba mengarahkan pada sektor pemberdayaan ekonomi supaya anak jalanan dan anak usia dini bisa mandiri dan jiwa kewirausahaanya terlatih,” ujar Koordinator Program Rekanita Kurnia Islami.

Selama lima bulan, program ini dijalankan oleh 14 relawan aktif dan diikuti oleh 32 anak di Kota Malang. “Harapanya program sosial seperti ini akan tetap berlanjut dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. IPNU-IPPNU harus mampu menjadi pelopor nasional gerakan sosial kemasyarakatan yang massif,” tambah seorang relawan Rekan A’inurrofiqin.

Hari Santri 2019

Pihak IPNU-IPPNU Unibraw dan LPAN Griya Baca Kota Malang berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya program tahap satu. Mereka membuka kesempatan bagi siapa saja untuk ikut terlibat dalam program ini dan memberikan kontribusi baik berupa materi, buku, atau sekedar waktu luang untuk datang ke program ini setiap hari Ahad di alun-alun Kota Malang. (Ikbar Sallim Al-Asyari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Pendidikan, Kiai Hari Santri 2019

Minggu, 28 Januari 2018

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Air yang dihirup ke dalam hidung saat berwudhu, dihembuskan kembali. Doa ini dibaca sesaat sebelum pengembusan air dari hidung. Doa ini dibaca dengan harapan air membawa kotoran, setan, dan penyakit yang bersarang di dalam hidung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika min rawâ’ihin nâri wa min sû’id dâri

Hari Santri 2019

Artinya, “Hai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan dari kejahatan neraka itu sendiri,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Tokoh Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri

Jakarta, Hari Santri 2019

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyambut peringatan Hari Santri Nasional dengan menggelar acara bertajuk “Bhakti Santri untuk Negeri”, Ahad (16/10), di Arena Car Free Day, Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan melalui media dongeng ini menjadi bagian dari sosialisasi pada masyarakat tentang perjuangan para ulama dan santri saat masa pra kemerdekaan hingga sekarang ini.

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri

Sosialisasi dengan model dongeng dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami? dan disenangi oleh anak-anak, dan masyarakat. Selain dongeng bhakti santri untuk negeri, juga dilakukan pawai simpatik di Arena Car Free Day Kawasan Sarinah Thamrin Jakarta, dengan membagikan stiker, bendera kecil NU, dan atribut lainnya yang bernuansa Hari Santri Nasional.

Koordinator kegiatan Bhakti Santri untuk Negeri, M. Wahib yang juga ketua LPBINU DKI Jakarta mengungkapkan, peran santri dalam sejarah republik Indonesia sangat banyak, sehingga harus ditulis dengan tinta emas dalam sejarah Indonesia.

Hari Santri 2019

“Santri harus mampu menjadi pelopor dalam segala bidang; bidang ekonomi, bidang politik, santri juga mampu dalam bidang kebencanaan, adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan hidup, kesemuanya harus terbingkai dengan akhlaqul karimah,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Husni Mubarok sekretaris Panitia Hari Santri Nasional PWNU DKI Jakarta tahun 2016, menyatakan, agenda-agenda dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, juga diisi dengan ziarah dan silaturrahim ke para ulama DKI Jakarta, berpartisipasi dalam acara pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah di Masjid Sunda Kelapa, dan pertunjukan seni dan budaya betawi di Setu Babakan. Pada tanggal 22 Oktober 2016, akan dilakukan Apel Akbar di Lapangan Banteng yang akan diikuti oleh puluhan ribu warga NU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Kajian Islam, Meme Islam Hari Santri 2019

Minggu, 07 Januari 2018

Hizib Kiai Dalhar Watucongol saat Hadapi Penjajah

Perjuangan melawan sekaligus mengusir penjajah pasca bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 nampaknya belum berakhir. Kemerdekaan yang sedianya dirasakan oleh rakyat Indonesia terus mendapat intimidasi kolonial yang seakan tidak rela melepas tanah dengan kekayaan alam melimpah seperti Indonesia.

Hal ini terjadi misalnya ketika tentara NICA (Belanda) membonceng Sekutu (Inggris-Gurkha) dan mendarat di Surabaya pada 10 November 1945. Seminggu setelah berkobarnya perang di Surabaya antara para santri dan rakyat Indonesia melawan Tentara Sekutu yang dipimpin Brigjen Mallaby, pertempuran kembali bergolak ke Semarang, Ambarawa, dan Magelang.

Tentara Sekutu mendarat di Semarang pada 20 Oktober 1945 dibawah pimpinan Brigjen Bethel. Awalnya rakyat Indonesia ikut membantu pergerakan Tentara Sekutu yang kedatangannya ingin menyisir sisa-sisa tentara Nippon (Jepang) di Indonesia pasca Sekutu mengalahkan Jepang lewat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Hizib Kiai Dalhar Watucongol saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hizib Kiai Dalhar Watucongol saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hizib Kiai Dalhar Watucongol saat Hadapi Penjajah

Tetapi seperti terjadi di daerah-daerah lain, serdadu NICA menyalakan obor fitnah dan mengadu domba sehingga terjadilah insiden antara rakyat Indonesia dengan tentara Sekutu. Insiden karena adu domba NICA ini menjalar ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, seperti Magelang. Bung Tomo, setelah secara perkasa membantu perjuangan santri di Surabaya, dia menuju ke Jawa Tengah karena situasi sama gentingnya seperti yang terjadi di Jawa Timur.

Namun demikian, kondisi ini juga mendapat perhatian serius dari para ulama Magelang. Diriwayatkan oleh KH Saifuddin Zuhri (1919-1986), ulama se-Magelang mengadakan pertemuan di rumah Pimpinan Hizbullah di belakang Masjid Besar Kota Magelang pada 21 November 1945. Pertemuan ini dilaksanakan pada tsulutsail-lail atau saat memasuki duapertiga malam (sekitar pukul 03.00 dini hari).

Hari Santri 2019

Ulama yang dipanggil sedianya hanya 70 orang, namun yang hadir melebih ekspektasi yaitu 200 orang ulama dalam pertemuan riyadhoh ruhaniyah itu. Para ulama menilai, gerakan batin atau gerakan rohani ini untuk menyikapi situasi genting yang terjadi di dalam Kota Magelang dan sekitarnya, terutama sepanjang garis Magelang-Ambarawa-Semarang. Karena di Pendopo rumah Suroso tidak cukup, sebagian ditempatkan di markas Sabilillah yang jaraknya 100 meter.

Disaat ratusan ulama sudah terkumpul, mayoritas hadirin berharap-harap cemas ketika menanti kedatangan sejumlah ulama khos yang belum hadir, di antaranya KH Dalhar (Pengasuh Pesantren Watucongol), KH Siroj Payaman, KH R. Tanoboyo, dan KH Mandhur Temanggung. Mereka adalah ulama “empat besar” untuk Magelang dan sekitarnya yang akan memimpin riyadhoh ruhaniyah tersebut.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Letkol M. Sarbini dan Letkol A. Yani dan satu regu pengawal siap tempur itu, para ulama dan rakyat dipimpin ulama “empat besar” itu membaca aurod yang sudah terkenal di kalangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah antara lain, Dalail Khoirot, Hizib Nashor li Abil Hasan Asy-Syadzili, Hizib al-Barri, dan Hizib al-Bahri, keduanya Li Abil Hasan Asy-Syadzili yang termasyhur.

Adapun KH Dalhar Watucongol (1870-1959) yang saat itu telah menginjak usia 75 tahun memunajatkan doa khusus. Kiai Dalhar memang dikenal sebagai ulama yang paling ‘alim di antara hadirin yang datang. Ulama yang amat rendah hati, tenang, dan tawadhu tersebut memanjatkan doa agar rakyat Indonesia diberi kesanggupan dalam berjuang mengenyahkan penjajah, khususnya Inggris yang bercokol di Magelang. Berikut munajat agung Kiai Dalhar Watucongol:

Hari Santri 2019

Anta yaa Robbi bika nastanshiru ‘alaa a’daainaa wa anfusinaa fanshurnaa wa ‘alaa fadhlika natawakkalu fii sholahinaa falaa takilnaa ilaa ghoirika ya Robbanaa. Wa bibaabika naqifu falaa tathrudnaa waiyyakaa nas’alu falaa tukhoyyibna. Allahumma irham tadhorru’anaa wa aamin khaufana wa taqobbal a’maalanaa wa ashlih ahwaalanaa wa ij’al bi thoo’atika isytighoolanaa wa akhtim bissa’adati aajaalanaa. Haadzaa dzulunaa la yakhfaa ‘alaika. Amartanaa fa tarokna wa nahaitanaa fartakabnaa walaa yasa’unaa illaa ‘afwika fa’fu ‘anaa ya khoiro ma’mulin wa akroma mas’uulin innaka ghofurur roufur rohiim ya Arhamar Rohimiin.

(Ya Allah, hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan untuk mengalahkan musuh-musuh kami, dan untuk keselamatan jiwa raga kami mohon pertolongan-Mu. Atas keunggulan kelebihan-Mu, ya Allah kami menyerahkan nasib baik kami, sebab itu tidak berserah diri kepada yang bukan Engkau ya Tuhan kami. Kami berdiri di depan pintu Rahmat-Mu, maka janganlah Engkau mengusir kami. Hanya kepada-Mulah kami mengajukan permohonan, maka janganlah Engkau gagalkan permohonan ini. Ya Allah belas kasihanilah sikap rendah diri kami ini dan lenyapkanlah ketakutan kami terhadap musuh. Mohon Engkau terima amal kami, dan keadaan kami mohon diperbaiki. Jadikanlah kami senantiasa rajin menjalankan perintah-perintah-MU dan menjauhi larangan-larangan-Mu. Jika telah datang ajal kami, mohon diakhiri dengan keadaaan yang berbahagia. Inilah sikap renah diri kami di hadapan-Mu, dan tentang hal ihwal kami Engkau pasti Maha Tahu. Engkau memerintahkan kami supaya mengerjakan tugas kewajiban tetapi telah kami abaikan. Sebaliknya, Engkau mencegah kami berbuat durhaka bahkan kami gemar melakukannya. Tapi semua itu tidak menghanyutkan kami untuk memohon Ampunan-Mu. Wahai Dzat yang menjadi tumpuan segala keinginan dan permohonan, yang paling dermawan untuk menjadi tempat meminta-minta. Engkaulah Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Wahai Dzat yang paling kasih sayang).

(Fathoni Ahmad)

Kisah ini disampaikan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam buku karyanya “Berangkat dari Pesantren”.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam Hari Santri 2019

Kamis, 04 Januari 2018

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa

Sumedang, Hari Santri 2019?



Pengurus Syuriah PCNU Kabupaten Sumedang pada sabtu mengumpulkan seluruh Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Kegiatan yang bertempat di di Kantor PCNU Sumedang ini dipimpin langsung Rais Syuriah PCNU Sumedang Kiai A Furqon.

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa

Banyak hal yang dibahas pada pertemuan berlangsung pada Sabtu (3/12) tersebut. Salah satunya tentang strategi penguatan Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja) di kalangan warga NU Sumedang.

Kiai A Furqon mengatakan, saat ini ada beberapa paham bukan Aswaja sudah mulai masuk ke Sumedang. Hal ini harus cepat diantisipasi pengurus NU.?

“Jangan sampai ada warga NU yang tergerus pemahaman aqidahnya oleh paham bukan Aswaja,” katanya.?

Sebagai bentuk antisipasinya, disepakati bahwa jajaran syuriah NU baik yang ada di PCNU atau yang di MWCNU bakal mengadakan roadshow Aswaja ke tiap-tiap MWC dan Ranting.

Hari Santri 2019

Kiai A Furqon juga menyerukan kepada seluruh kiai, mubaligh, ustadz, ajengan, dan kader NU untuk terus istiqomah memberikan pencerahan kepada warga NU di daerahnya masing-masing tentang paham aswaja.

“Semoga NU di Sumedang semakin membumi,” tutup Kiai A Furqon. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Olahraga, Kajian Islam, Pendidikan Hari Santri 2019

Minggu, 31 Desember 2017

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Jakarta, Hari Santri 2019. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Sutarman akhirnya mengizinkan polisi wanita (polwan)menggunakan jilbab pada saat bertugas. Apa alasan mantan ajudan Gus Dur itu mengizinkan polwan berjilbab?

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Menurut Jenderal Sutarman, penggunaan jilbab merupakan hak pribadi setiap warga negara, terkait keyakinan terhadap ajaran agamanya.

"Itu hak asasi seseorang, saya sudah sampaikan kepada anggota kalau misalnya ada anggota yang mau pakai, silakan!" katanya di sela-sela acara Silaturahmi Kapolri dengan Insan Pers di Ruang Rupatama Mabes Polri, Selasa (19/11) kemarin.

Hari Santri 2019

Ketentuan mengenai seragam polisi, termasuk di dalamnya polwan, diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005. Memang tidak tertulis larangan berjilbab dalam surat keputusan Kapolri lama itu. Namun, SK itu sudah dianggap mewajibkan semua anggota untuk mengenakan seragam yang telah ditentukan itu, dan tidak ada jilbab untuk polisi wanita.

Pernyataan Kapolri Sutarman yang belum lama dilantik itu mengakhiri polemik di kalangan pejabat kepolisian terkait boleh tidaknya polwan berjilbab. Meski demikian sampai saat ini belum ada aturan resmi baru yang dikeluarkan Kapolri terkait penggunaan jilbab, terkait anggaran dan model jilbab yang boleh dipakai.

Hari Santri 2019

Kata Kapolri, Polwan yang ingin menggunakan jilbab dipersilakan membeli sendiri. "Anggaran belum ada, kalau mau beli, silakan. Contohnya kan sudah ada. Mulai besok kalau ada yang mau pakai saat tugas tidak masalah," ujarnya enteng.? (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan, Kajian Islam, Sunnah Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand

Jember, Hari Santri 2019

Empat Siswa SMK Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember, Jawa Timur, Senin (22/5) bertolak ke Thailand untuk melakukan praktik kerja lapangan. Mereka adalah Ahmad Mawardi dan Ahmad Subairi dari jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Aji Arifur Rahmad dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Nur Imam Mafatih dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Pelepasan keempat siswa terpilih tersebut dilakukan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nuris di Masjid Baitun Nur, yang diramaikan oleh penampilan tim hadrah Ashabul Muhyid Nuris.

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand

Keempat siswa SMK Nuris tersebut akan melakukan praktik kerja di beberapa industri di Thailand hingga tanggal 14 Juni 2017. Misalnya siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) akan praktik di beberapa perusahaan jaringan, sedangkan siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor (TSM) akan praktik di beberapa bengkel otomotif yang ada di negeri gajah putih tersebut.

Menurut salah seorang pengasuh pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Gus Robith Qashidi, praktik kerja di Thailand tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan skill siswa sesuai dengan jurusannya masing-masing serta ? untuk memperluas wawasan mereka khususnya tentang budaya di Tahilnad. Dan tentu saja untuk menebar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Hari Santri 2019

"Kami ingin santri Nuris punya wawasan global, namun tetap mempunyai jatidiri sebagai santri ? Aswaja. Karena itu, kami terus berusaha untuk mengirimkan santri-sanri Nuris ke beberapa negara Timur Tengah dan kawasan Asia," tukas Gus Robit Qashidi (Aryudi A. Razaq/Mahbib)





?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, RMI NU, Pertandingan Hari Santri 2019

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas

Jakarta, Hari Santri 2019

Muktamar ke-33 NU yang dihelat di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015 bakal menyoroti berbagai persoalan dan mencarikan jawabannya dari sudut pandang agama. Salah satu pokok bahasan yang diangkat adalah tentang pasar bebas (free trade).

Persoalan seputar pasar bebas masuk dalam materi diskusi Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah. Komisi ini bertugas mengaji serangkaian problem dengan jawaban konseptual-tematik, tak sekadar halal-haram. Draf deskripsi masalah dan jawaban tentang hal ini telah rampung disusun melalui diskusi intensif para pakar yang terlibat dalam komisi yang diketuai Katib Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir tersebut.

Dalam draf itu dijelaskan, Indonesia yang tak bisa menghindar dari sistem perdagangan global dalam waktu dekat menghadapi salah satu mekanisme perdagangan global, yakni pasar bebas. Penjualan produk antar negara tidak lagi dikenakan pajak, bea masuk atau hambatan perdagangan lainnya. Peran pemerintah kurang lebih seperti wasit yang memastikan tidak ada kecurangan, sementara aturan mainnya ditentukan oleh regulasi internasional seperti GATT (General Agreement on Tariffs and Trade), WTO (World Trade Organisation), GATS (General Agreement on Trade in Services), TRIPs (Trade Related Intellectual Property Right), TRIMs (Trade Related Invesment Measures), AoA (Agreement on Agriculture) dan sebagainya.

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas

Dalam konteks lokal Asia Tenggara, Negara-negara yang tergabung didalam ASEAN telah sepakat untuk memberlakukan pasar bebas yang disebut AFTA (Asean Free Trade Area) pada bulan Desember 2015. Beberapa poin kesepakatan AFTA antara lain adalah penghapusan pembatasan komoditas dan penghapusan bea masuk impor komoditas yang berada dalam kategori General Exception (GE). Di luar GE, diberlakukan CEPT- AFTA (Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area), yakni tahapan penurunan tarif dan penghapusan hambatan non-tarif. Komoditas CEPT-AFTA umumnya adalah komoditas yang terkait dengan keamanan nasional, keselamatan, atau kesehatan manusia, binatang, dan tumbuhan, serta untuk melestarikan obyek-obyek arkeologi dan budaya.

Dengan diberlakukannya AFTA, arus barang, jasa, investasi, tenaga terampil dan modal akan berputar secara bebas di antara negara ASEAN. Mereka yang memiliki daya saing tinggi akan meraup keuntungan besar, sementara yang tidak memiliki daya saing akan menjadi pasar bagi pihak lain. Berdasarkan data, Indeks Daya Saing Global (Global Competitiveness Index/GCI) Indonesia tahun 2014 berada di peringkat 34, sementara Singapura berada di peringkat 2, Malaysia di peringkat 20, dan Thailand yang berada di peringkat ke-31. Sementara Filipina berada di peringkat 52, Vietnam di peringkat 68, Laos di peringkat 93, Kamboja di peringkat 95, dan Myanmar di peringkat 134.

Hari Santri 2019

Dengan posisi ini, dapat dikatakan bahwa posisi Indonesia belum terlalu siap. Namun sekarang bukan waktunya mempertanyakan kesiapan Indonesia, karena AFTA akan dimulai beberapa bulan lagi. Pada aras inilah NU perlu tampil ambil bagian. Sebagai ormas keagamaan terbesar, NU diharapkan mampu memberikan landasasan syar’i agar penanganan pasar bebas (free trade) tetap mengacu kepada fitrah kemanusiaan. Sementera di level praksis, NU diharapkan mampu menyodorkan konsep yang mampu mengayomi warga dari serangan modal yang kian masif. ?

Dengan gambaran ini, tim khusus yang tergabung dalam Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah Muktamar ke-33 NU bersepakat untuk merumuskan tiga pertanyaan, antara lain, (1) bagaimana pandangan Islam tentang pasar bebas?; (2) bagaimana keberpihakan Negara kepada rakyat dan ekonomi nasional?; dan (3) apa yang perlu dilakukan oleh NU sebagai jam’iyyah?

Selain soal pasar bebas, Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah juga akan mengupas lima masalah lainnya, di antaranya metode istinbath hukum (bayani – qiyasi-maqashidi), khashaish ahlus-sunnah wal-jamaah, hutang luar negeri, hukuman mati dalam perspektif HAM, serta asas praduga tak bersalah. (Mahbib)

?

Hari Santri 2019

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, RMI NU, Pertandingan Hari Santri 2019

Kamis, 19 Oktober 2017

Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Sabtu,(25/11) sore di Aula Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Kota Yogyakarta. 

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta Ahmad Yubaidi, berharap dengan adanya pergantian pengurus baru ini mampu bekerjasama dengan PCNU Kota Yogyakarta dalam membangun dan memberi kontribusi yang jelas bagi pembangunan umat, terkhusus bagi warga Nahdliyin di lingkungan kota Yogyakarta.

Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan

Ia juga memberikan beberapa paparan terkait keadaan dan kondisi internal pengurus, seperti kerja-kerja ke depan serta kondisi warga Nahdliyin di tingkat Kota Yogyakarta.

Ainul Yaqin, perwakilan PW Lakpesdam NU Daerah Istimewa Yogyakarta mengagendakan adanya perubahan besar terkait kerja-kerja pengurus.

Hari Santri 2019

"Tantangan pengurus NU di tingkat Kota Yogyakarta sangat berbeda dengan daerah-daerah yang lain, terkait kultur yang berbeda daripada di Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kulonprogo. NU di daerah yang disebut itu lumayan kuat dibanding di tingkat Kota Yogyakarta," katanya.

Pengurus Lakpesdam Yogyakarta yang sudah mendapat SK dan dilantik agar bekerja ekstra membangun, mengembangkan NU dengan kajian-kajian Islam Nusantara juga perlu dikaji lebih dalam dan meluas ke seluruh masyarakat. Islam sedang mengalami tantangan besar, terkait pemahaman Islam radikal dan beberapa negara mengalami teror seperti bom di tempat-tempat peribadatan.

"Sebagi pengurus NU, kita perlu membentengi masyarakat terhadap pemahaman yang menyeleweng dari ajaran Islam sesungguhnya atau di NU yang mengusung ahlusunnah waljamah (Aswaja)," tambah Ainul Yaqin.

Hari Santri 2019

Ainul Yaqin mengutip kata-kata motivasi yaitu dengan mengurus NU tanpa embel-embel, insyaalah menjadi murid KH. Hasyim Asyarie sebagai tokoh pendiri dan ulama nusantara. 

Ketua PC Lakpesdam NU Kota Yogyakarta, M. Jamil menambahkan program-program yang dibuat oleh jajaran pengurus akan mampu menjawab kebutuhan umat ataupun kebutuhan internal.

"Seperti contoh bidang media dapat menjadi komando untuk menangkal paham Islam radikal melalui media sosial, melakukan pelatihan jurnalistik. Begitupun dengan bidang-bidang yang lain untuk berpikir jauh dalam membuat program kerja dengan basis-basis kajian," katanya. (Hilful Fudhul/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Syariah Hari Santri 2019

Selasa, 12 September 2017

Bersepeda, Dua Warga NU Ini Telah Berada di India

Jakarta, Hari Santri 2019?



Dua warga NU asal Malang, Jawa Timur, Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiyah yang tengah melakukan perjalanan ke Timur Tengah dengan sepeda, kini telah sepuluh hari berada di India. Tepatnya di kota Varanasi, tak jauh dari sungai Gangga.?

“Alhamdulillah sehat,” katanya ketika dihubungi Hari Santri 2019 dari Jakarta, Jumat (30/6).

Bersepeda, Dua Warga NU Ini Telah Berada di India (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersepeda, Dua Warga NU Ini Telah Berada di India (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersepeda, Dua Warga NU Ini Telah Berada di India

Hakam menceritakan, sampai di negara itu, ia dan Rofingah, istrinya, tidak menggunakan jalur darat, tapi pesawat terbang, dari Thailand menuju Calcutta. Masih dalam keadaan berpuasa, mereka kemudian menuju kota Asansol.

Di Asansol itulah mereka tiba pada waktunya Idul Fitri. Semula mereka berencana mengikuti shalat Idul Fitri bersama penduduk Muslim di kota itu, tapi gagal mendapatkan informasi masjid atau lapangan yang menyelenggarakannya. Kemudian dia berangkat dengan bersepeda ke kota berikutnya sejauh 675 km.?

“Ini baru nyampe Varanasi, salah satu kota suci di India. Baru sampai di penginapan. Nanti mau lihat upacara-upacara di sini, tentang kebudayaan sungai Gangga,” kata pria yang tercatat sebagai anggota Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, sementara istrinya anggota Fatayat NU.?

Hari Santri 2019

Rencananya, mereka akan berada di India selama sebulan. Beberapa kota yang akan dituju dengan menggunakan sepeda di antaranya Agra sekitar 620 km dari Varanasi. Juga New Delhi, sekitar 800 km dari Varanasi. Kemudian akan berangkat lagi menuju Jordania.

Hari Santri 2019

Sebelumnya, beberapa negara yang telah dijelajahi adalah Malaysia, Thailand, Myanmar, kembali lagi ke Thailand, kemudian ke India. ?

Ia dan istrinya banyak menghabiskan bulan puasa di Thailand. Ia menjelajahi beberapa kota dengan sepeda. Karena kelelahan, ia mengaku beberapa kali batal puasa. Karena itu pula, mereka berdua ke India, tidak menggunakan jalur darat, melainkan pesawat terbang dan mendarat di Calcutta.?

Jika dihitung sejak keberangkatan dari tanah kelahirannya, berarti mereka telah tujuh bulan untuk mencapai kota itu. Mereka berangkat dari Malang sejak Desember tahun lalu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Kajian Islam, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Sabtu, 05 Agustus 2017

Sepotong Kisah Zuhudnya KH Zainal Abidin Munawir

Almarhum KH Zainal Abidin Munawir, sesepuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta merupakan sosok yang terkenal zuhud. Jika ada perbedaan pendapat ulama, ia lebih memilih menerapkan yang lebih berat untuk dirinya sendiri. Kehati-hatiannya terkenal hingga akhir hayat. Ia masyhur sebagai kiai wira’i.

Satu saat, ia pergi ke suatu tempat bersama sopir pribadinya untuk suatu keperluan. Di salah satu perempatan jalan, mobil yang mereka tumpangi berpapasan dengan lampu merah di traffic light yang kebetulan bersebelahan dengan SPBU di sebelah kirinya. Dengan sigap, tanpa menunggu lampu hijau, sopir kemudian menyerobot masuk ke kiri melintas di SPBU tanpa membeli bensin di sana. Ia hanya menumpang lewat saja.

Sepotong Kisah Zuhudnya KH Zainal Abidin Munawir (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepotong Kisah Zuhudnya KH Zainal Abidin Munawir (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepotong Kisah Zuhudnya KH Zainal Abidin Munawir

“Sebentar, Kang,” kata Mbah Zaenal.

“Saya kira ini tadi sampean belok ke pom bensin mau beli bensin, lha kok bablas (jalan terus) kenapa?”

Hari Santri 2019

“Biar cepat, Mbah Kiai”

“Wah, kalau hanya lewat saja tanpa beli (bensin-red) namanya ya ghashab. Ayo, sekarang balik lagi, kita beli bensin meski satu liter saja.”

Hari Santri 2019

Begitu model ketelitian orang-orang baik. Mereka selalu meyakini bahwa semua perilaku baik dan buruk sekecil apapun akan dimintai pertanggungjawaban. (KH M Shofi Al Mubarok/Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Pertandingan, Ulama Hari Santri 2019

Kamis, 03 Agustus 2017

Kader Ansor Siap Hadapi Kelompok Perongrong NKRI

Padang, Hari Santri 2019. Kader Gerakan Pemuda Ansor harus siap menghadapi tantangan dari pihak-pihak yang ingin merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gerakan yang muncul belakangan ini sudah terang-terangan ingin mengubah dasar negara Pancasila, termasuk mendirikan negara yang berlabel syariah.

 

Kader Ansor Siap Hadapi Kelompok Perongrong NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Siap Hadapi Kelompok Perongrong NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Siap Hadapi Kelompok Perongrong NKRI

Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Ruchman Basori mengungkapkan hal itu pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor, Jumat (1/5) di BLTP Padang. PKD berlangsung hingga Ahad (3/5), diikuti 80 peserta utusan dari berbagai PC GP Ansor di Sumatera Barat.

 

Menurut Ruchman Basori kader Ansor sebagai bagian dari kader Nahdlatul Ulama jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan pada 1945, sudah ikut berjuang mewujudkan menetapkan bentuk negara Indonesia adalah negara kesatuan. Bukan negara Islam, negara Syariat Islam. Yang penting bagaimana negara itu memberikan kebebasan bagi umat Islam untuk menjalankan kewajibannya sebagai umat beragama Islam. Nilai-nilai kebangsaan menjadi spirit dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Hari Santri 2019

"Pada Muktamar NU ke-11 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan tahun 1936, NU sudah bermaksud mendirikan negara berdasarkan prinsip kebangsaan, bukan berdasarkan syariat Islam. Tapi NU sendiri terus gigih melawan Belanda yang dianggap sebagai pemerintahan Ghoosob (tidak sah)," kata Ruchman Basori kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini.

 

Hari Santri 2019

Dikatakan, saat ini makin gencar serangan terhadap amalan dan tradisi NU yang diserang pihak tertentu. Mereka gencar membidahkan tradisi ziarah, yasinan, tahlilan, salawatan dan sebagainya. Bahkan gerakan ini cenderung mengimpor tradisi (sikap) dari luar Indonesia yang diklaim lebih Islami.

 

Sedangkan bagi kader Ansor, bagaimana terus mengawal tradisi-tradisi yang tumbuh di masyarakat yang selama ini mampu menjadi perekat kehidupan beragama dan bermasyarakat. Kekuatan tradisi yang menjadi kekuatan masyarakat itu, inilah yang selalu diserang agar masyarakat menjadi rapuh dan mudah dimasuki oleh pihak asing yang tidak ingin umat Islam di Indonesia kuat, kata Basori.

 

Basori juga menyebutkan, serangan terhadap tradisi NU di masyarakat melalui media informasi, baik media cetak, media elektronik, maupun media sosial makin gencar. "Ternyata media tersebut banyak langsung dijadikan rujukan bagi umat yang ingin menambah pengetahuan agama. Seolah-olah apa yang disampaikan media tersebut, dialah yang benar, yang lain salah," kata Basori.  

 

Selain Basori, tampil sebagai instruktur dari PP GP Ansor Khoirul Anwar dan Rahmat Hidayat Pulungan, Ketua PW GP Ansor Rusli Intan Sati dan Bendahara Ansor Sumbar Armaidi Tanjung.  

 

Ketua PW GP Ansor Rusli Intan Sati menyebutkan, PKD ini merupakan jenjang pertama dari jenjang pengkaderan Ansor. Semua peserta PKD disiapkan menjadi pengurus Pimpinan Cabang (PC). "Semua peserta langsung dibaiat sebagai kader Ansor di Sumatera Barat," kata Rusli Intan Sati. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Keterangan Foto:

Instruktur dari PP GP Ansor Khoirul Anwar, Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Ruchman Basori dan  Ketua PW GP Sumbar Ansor Rusli Intan Sati saat pembukaan, Jumat (1/5/2015).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Halaqoh, Kajian Islam Hari Santri 2019

Minggu, 16 Juli 2017

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk

Jombang, Hari Santri 2019. Para santri Husada bersama Ketua Unit Kebersihan Lingkungan Pesantren (UKLP) Imam Bukhari, berupaya membasmi jentik nyamuk, Jumat (19/12). Mereka mencampurkan obat ABATE (larvasida pembasmi larva/ jentik nyamuk) pada air tergenang di penampungan air, bak-bak mandi, dan selokan air di sekitar pondok putra, pondok putri dan di lima unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asyari.

Upaya ini sengaja dilakukan mengingat masuknya musim hujan yang dapat memicu peningkatan kembang biak jentik nyamuk penular demam berdarah. Dengan menekan naiknya populasi nyamuk, maka risiko terjadinya penularan juga semakin kecil.

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk

Pembina santri Husada Sumantri mengatakan, "Musim hujan tiba menyebabkan nyamuk berkembang biak di mana-mana. Ini pula yang mengakibatkan beberapa santri terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga harus dirawat di puskestren Tebuireng.”

Hari Santri 2019

Karena itu perlu adanya upaya pemberantasan jentik-jentik nyamuk khususnya yang berada di sekitar pondok pesantren, terang Sumantri.

“Selain memberantas jentik-jentik nyamuk kegiatan ini juga bertujuan memberi contoh kepada seluruh santri agar terbiasa peduli pada lingkungan dan sesama,” kata Sumantri.

Hari Santri 2019

Beberapa waktu lalu tim UKLP bekerja sama dengan Puskesmas Cukir dalam melakukan fogging (pengasapan), untuk memberantas nyamuk-nyamuk yang ada di lingkungan Tebuireng dan pondok madrasatul Qur’an, Bukhori menambahkan. (M Ali Ridho/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Ahlussunnah Hari Santri 2019

Rabu, 05 Juli 2017

Bungkam Al Kahfi 2-0, Darul Huda Maju Final Liga Santri 2017

Bandung, Hari Santri 2019 



Pesantren Darul Huda berhasil menancapkan kaki di laga final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 setelah melewati babak semi final yang dimainkan di Stadion Arcamanik, Bandung, Sabtu (28/10). Tim asal Ponorogo ini berhasil menundukkan perlawanan Pesantren Al Kahfi Kebumen dengan skor 2-0.

Bungkam Al Kahfi 2-0, Darul Huda Maju Final Liga Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bungkam Al Kahfi 2-0, Darul Huda Maju Final Liga Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bungkam Al Kahfi 2-0, Darul Huda Maju Final Liga Santri 2017

Sejak menit awal, Darul Huda sudah menekan pertahanan Al Kahfi, beberapa tendangan ada mengarah ke gawang, sayangnya kiper Al Kahfi Arif Purwanto masih sigap menghalau sepakan pemain-pemain Darul Huda.

Petaka buat Al Kahfi datang di menit 26 saat penyerang Darul Huda Wiranto menggiring bola dengan dihadang 3 bek Al Kahfi. Niat mereka ingin menghadang tapi ternyata Penyerang Darul Huda Wiranto harus dijatuhkan di kotak penalti. Menjadi eksekutor sendiri di titik putih, Wiranto sukses menggetarkan jala Al Kahfi. Ini sekaligus gol kelimanya selama kompetisi LSN 2017.

Setelah unggul 1 gol, Darul Huda malah semakin mengepung pertahanan Al Kahfi. Keunggulan bertambah di menit injury time, umpan lambung bek Dafa Kurnia dari sisi kanan sukses disundul oleh gelandang Endra. Lewat sundulan yang memantul ke tanah, bola tak mampu dihadang oleh kiper Al Kahfi.

Hari Santri 2019

Di menit-menit akhir babak kedua Al Kahfi menciptakan peluang emas melalui tendangan ke gawang Sahrul, namun sepakannya masih bisa diamankan oleh kiper Darul Huda Humaidi.

Hingga pluit panjang dibunyikan, keunggulan 2-0 Darul Huda tak mampu dibalas oleh Al Kahfi. Dengan hasil ini, Darul Huda akan menantang Darul Hikmah Cirebon di babak final yang akan berlangsung di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada pukul 19.00 WIB, Ahad (29/10).

Diwawancari selepas pertandingan, pelatih Darul Huda Agus Susanto mengungkapkan rasa senang sebab target timnya masuk ke final Liga Santri sudah tercapai. "Kunci kemenangan ini, kekompakan di dalam maupun di luar lapangan," ujar Agus dengan raut wajar gembira.

Agus akan mengintruksikan anak asuhannya untuk istirahat yang cukup demi persiapan laga final. "Untuk strategi akan kami rahasiakan sendiri. Siap juara, sesuai target dari awal," tegas Agus. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Ubudiyah Hari Santri 2019

Jumat, 19 Mei 2017

270 Pengurus Ranting NU Ikuti Workshop Managemen Organisasi

Probolinggo, Hari Santri 2019. Sedikitnya 270 orang pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari empat kecamatan yaitu Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kraksaan, MWCNU Pajarakan, MWC NU Krejengan dan MWC NU Besuk, Senin (7/1) mengikuti kegiatan workshop managemen organisasi dan pemahaman tentang Aswaja di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Kraksaan.

270 Pengurus Ranting NU Ikuti Workshop Managemen Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
270 Pengurus Ranting NU Ikuti Workshop Managemen Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

270 Pengurus Ranting NU Ikuti Workshop Managemen Organisasi

Kegiatan yang digagas oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kraksaan ini merupakan agenda rutin yang akan digelar di 13 MWC NU se PCNU Kraksaan selama bulan Januari 2013. Setiap Ahad, kegiatan ini diikuti oleh pengurus ranting NU dari 4 (empat ) MWC NU.

Dalam workshop ini, PC Lakpesdam NU Kraksaan mendatangkan dua orang pemateri. Mereka adalah Musafik selaku pengurus Aswaja Center Probolinggo dengan materi terkait keaswajaan dan Anas Naskhin yang menyampaikan materi terkait organisasi dan managemen ke-NU-an yakni mengupas seputar kontribusi NU dalam kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hari Santri 2019

Hadir dalam workshop ini Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H. Nasrullah Ahmad Suja’i beserta segenap pengurus dan Ketua PC Lakpesdam NU Kraksaan Drs. Bahar MM beserta segenap pengurus.

Koordinator Departemen Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) SDM pada PC Lakpesdam NU Kraksaan Muslimin Saba’ mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan tentang managemen organisasi NU terutama terkait administrasi dan surat menyurat oleh pengurus NU baik yang berada di tingkat MWC maupun ranting.

Hari Santri 2019

“Selama ini penyusunan administrasi maupun surat menyurat yang dilakukan pengurus NU sudah sangat bagus. Namun semua itu masih perlu ditingkatkan lagi. Oleh karenanya kami mencoba melakukan penguatan dan pemantapan agar lebih baik,” ungkapnya.

Muslimin yang memimpin langsung proses pelaksanaan pelatihan juga memberikan buku panduan administrasi (surat-menyurat) yang menjadi rujukan adminitrasi pengurus NU. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemahaman tentang keaswajaan yang merupakan ruh dari perjuangan para ulama NU.

Peserta workshop terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Hal ini dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan dengan sangat kritis kepada kedua pemateri.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Doa Hari Santri 2019

Minggu, 05 Maret 2017

25 Ustadz dari Pesantren NU Berangkat ke Inggris

Jakarta, Hari Santri 2019. Jika tak ada aral melintang, rombongan para ustadz dan ustadzah dari berbagai pesantren NU dari seluruh Indonesia akan berangkat Jum’at sore ke Inggris dengan menggunakan pesawal KLM. Mereka akan belajar manajemen sekolah selama sebulan di Universitas Leeds.

Program ini merupakan hasil kerjasama antara British Embassy, British Council dan PBNU dalam upaya peningkatan kualitas manajemen pesantren dan sekolah yang ada di bawah naungan NU.

25 Ustadz dari Pesantren NU Berangkat ke Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ustadz dari Pesantren NU Berangkat ke Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ustadz dari Pesantren NU Berangkat ke Inggris

Selama di Universitas Leeds, peserta akan belajar tentang kepemimpinan, jaminan kualitas, pengawasan dan evaluasi, rekrutmen, seleksi, pengembangan staf, pembiayaan sampai dengan pemasaran sekolah. Para pengajar merupakan dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Leeds. Mereka juga akan mengunjungi sekolah-sekolah di sana untuk mengenal proses pendidikan secara langsung.

Kesempatan selama di Inggris ini juga akan dimanfaatkan untuk bertemu dan berdialog dengan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU United Kingdom dan komunitas Islam dengan mengunjungi Leeds Grand Mosque serta mengadakan pengajian dengan Keluarga Islam Britania Raya (Kibar).

Tak lupa, dialog antaragama dengan Leeds Faiths Forum dan kunjungan ke sebuah sinogog (tempat suci umat Yahudi) akan menambah perspektif tentang hubungan antaragama di Inggris. Leeds merupakan daerah di Inggris yang memiliki komposisi pemeluk agama Islam yang cukup besar. Berbagai kebutuhan umat Islam seperti makanan halal tersedia dengan mudah.

Hari Santri 2019

Rombongan yang berangkat kali ini merupakan rombongan terbesar yang pernah berangkat. Mereka berasal dari Lombok, Tuban, Nganjuk, Manado, Aceh, Pontianak, Padang, Bone Sulawesi, Bengkulu, Jambi, dan daerah lainnya di Jawa. PBNU juga mempertimbangkan komposisi peserta laki-laki dan perempuan dengan melibatkan 8 orang peserta perempuan.

Direncanakan masih terdapat satu lagi rombongan yang akan berangkat tahun depan yang akan menggenapi 112 ustadz dan ustadzah yang berangkat ke Inggris mulai tahun 2003 lalu. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Rabu, 28 September 2016

IPNU-IPPNU Empat Kecamatan di Jombang Gelar Makesta

Jombang, Hari Santri 2019. Menjelang akhir tahun 2014, IPNU – IPPNU se-Jombang menyelenggarakan Makesta (masa kesetiaan anggota) di empat kecamatan di Kabupaten Jombang yang meliputi Kecamatan Jogoroto, Diwek, Jombang Kota, dan Ngoro. Kegiatan ini merupakan tahap paling awal jenjang kaderisasi.

Dengan mengambil tema “Menuju Generasi Muda yang Mandiri, Loyal, dan Militan dalam Beraswaja & Berbangsa”, IPNU-IPPNU Kecamatan Jogoroto sukses melatih 90 anggota baru dari berbagai ranting dan pimpinan komisariat setempat pada Selasa-Kamis, 23-25 Desember 2014 di MTs. Al-Hikmah Janti Jogoroto. Selain materi-materi Makesta peserta juga diberikan wawasan tentang Kewirausahaan.?

IPNU-IPPNU Empat Kecamatan di Jombang Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Empat Kecamatan di Jombang Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Empat Kecamatan di Jombang Gelar Makesta

“Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan kader IPNU-IPPNU dapat menjadi kader yang berjiwa militan dan loyal terhadap organisasi selain menjadikan mereka sebagai kader yang mandiri, berbekal pengetahuan dan pemahaman materi yang mereka dapatkan selama tiga hari ini,” ungkap ketua PAC IPPNU Jogoroto ketua Fathiyah Putri Ramadhani di sela acara.?

Lain halnya dengan Makesta gabungan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Diwek yang lebih fokus pada materi-materi dasar Makesta mulai Kamis-Jum’at, 26-27 Desember 2014. Bertempat di MI Miftahul Ulum Desa Jatipelem, puluhan kader IPNU-IPPNU se-Kec. Diwek khidmad mengikuti pelatihan kaderisasi yang mengambil tema “Menciptakan Kader Pelajar NU yang Berpegang Teguh pada Ahlussunnah wal Jama’ah”.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Sementara kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh PAC IPNU-IPPNU Ngoro pada 27-28 Desember 2014, menyusul PAC IPNU-IPPNU Jombang Kota pada 28-29 Desember 2014 dan PR IPNU-IPPNU Desa Gondek pada 3-4 Januari 2015 di tempat yang berbeda.?

Kegiatan lain yang akan berlangsung adalah Latihan kader muda (Lakmud) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU – IPPNU Mojoagung pada bulan pertama tahun mendatang. Lakmud merupakan jenjang kedua setelah Makesta. (aulia rohmah/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Aswaja, Habib, Kajian Islam Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock