Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Kontes Menggambar Kartun Nabi, PBNU: Itu Pelecehan terhadap Agama!

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam berlangsungnya kontes menggambar kartun Nabi Muhammad SAW di Curtis Culwell Center, Garland, Texas, Amerika Serikat, Ahad (3/5).?

"Jelas kami sangat menyesalkan adanya acara itu, karena itu bentuk pelecehan terhadap agama (Islam)," kata Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (4/5).

Kontes Menggambar Kartun Nabi, PBNU: Itu Pelecehan terhadap Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontes Menggambar Kartun Nabi, PBNU: Itu Pelecehan terhadap Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kontes Menggambar Kartun Nabi, PBNU: Itu Pelecehan terhadap Agama!

? Meski akhirnya dibubarkan oleh aparat keamanan setempat, Kiai Said mempertanyakan mekanisme pemberian izin berlangsungnya sebuah acara di Amerika Serikat, sehingga kegiatan yang bersifat sensitif terhadap kerukunan umat beragama tersebut bisa berlangsung.?

Hari Santri 2019

? "Saya mendengar sampai terjadi penembakan dan jatuh dua korban jiwa. Kejadian seperti itu seharusnya bisa dihindari jika pemerintah setempat lebih peka," kritik Kiai Said.

? Meski mengecam kegiatan dimaksud, Kiai Said meminta kepada umat Islam dunia, khususnya di Indonesia dan warga Nahdlatul Ulama, untuk tidak terpancing membalasnya dengan tindakan bersifat anarkis. "Jangan habiskan energi kita untuk membalas hal-hal seperti itu, apalagi dengan tindakan anarkis. Percaya, Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang melecehkan Islam," pesannya.

?

Hari Santri 2019

Lomba menggambar kartun Nabi Muhammad SAW diselenggarakan oleh American Freedom Defense Initiative, sebuah organisasi yang secara aktif terus menyebarkan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat. Presiden lembaga tersebut, Pamela Geller, mengatakan kegiatan yang diadakannya bertujuan kebebasan berpendapat sebagai respons dari kekerasan ketika menggambar Nabi Muhammad di Charlie Hebdo. Gambar terbaik dari loma tersebut diganjar hadiah sebesar 10 ribu US Dollar. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, PonPes Hari Santri 2019

GP Ansor Lubuklinggau Canangkan “Gerakan Berbuat”

Lubuklinggau, Hari Santri 2019. Untuk merealisasikan kepedulian terhadap kaum duafa atau mustadafin Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Lubuklinggau, Musirawas, Sumatera Selatan, mencanangkan “Gerakan Berbuat”.

Hal ini dikemukakan Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kota Lubuklinggau Noberta Irawan saat memberikan bantuan kepada kaum duafa di Kota Lubuulinggau, Selasa (17/4).  Pemberian bantuan ini bagian dari Gerakan Berbuat yang dicanangkan GP Ansor Lubuklinggau.

GP Ansor Lubuklinggau Canangkan “Gerakan Berbuat” (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lubuklinggau Canangkan “Gerakan Berbuat” (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lubuklinggau Canangkan “Gerakan Berbuat”

Dikatakannya, gerakan ini tidak hanya sebatas seremonial belaka. Lebih dari itu, bisa mengangkat kaum duafa dari jurang kemiskinan dan keterbelakangan di semua sektor.

Hari Santri 2019

"Gerakan berbuat ini dicetuskan untuk melatih kepedulian terhadap sesama," ujarnya.

Ia menambahkan, secara khusus Gerakan Berbuat ini ditujukan kepada kader-kader GP Ansor Kota Lubuklinggau agar memiliki kepekaan sosial, terutama kepada warga yang kurang mampu.Kegiatan ini sudah beberapa kali dilakukan GP Ansor Lubuklinggau.

Hari Santri 2019

Dia menghimbau, mereka yang memiliki kemampuan secara ekonomi, kiranya dapat bersama-sama GP Ansor membantu kaum duafa. "GP Ansor selalu membuka diri untuk semua pihak yang bergabung dalam kegiatan Gerakan Berbuat," ujar Noberta.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, Pahlawan Hari Santri 2019

Rabu, 07 Februari 2018

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

Surabaya, Hari Santri 2019. Menyampaikan ajaran agama harus memperhatikan kondisi masyarakat setempat dari banyak aspek. Juga jangan sampai menyampaikan hal yang menimbulkan perbedaan. Kebersamaan harus dijaga agar ukhuwah terus terawat dengan baik.

Muhammad Dawud mengingatkan hal ini pada acara Evaluasi Dengar Pendapat atau EDP yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Jumat (10/7).

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

"Menyeru pesan agama hendaknya harus dengan mengedepankan kesantunan, sebagaimana telah dipesankan dalam Islam," katanya di hadapan 4 pemohon ijin radio komunitas dan televisi kabel berlangganan.?

Hari Santri 2019

Apalagi, lanjutnya, bagi para pengelola lembaga penyiaran seperti televisi maupun radio untuk bisa memilih mata acara dan program yang tidak lagi menebarkan kebencian atau perbedaan saat bersiaran.

Hari Santri 2019

Salah sorang komisioner KPID Jatim ini juga berharap sekaligus menekankan bahwa masih banyak radio dan televisi yang gemar menyiarkan materi yang menyinggung perbedaan. "Padahal materi seperti ini tidak akan selesai diperdebatkan," ungkap Sekretaris PW ISNU Jatim ini.?

Dawud juga mengkritik sejumlah lembaga penyiaran yang gemar merelay siaran dari beberapa radio kenamaan dengan tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. "Bagaimana mungkin anda merelay berita maupun tayangan dari sumber yang jelas-jelas berseberangan dengan tradisi mayoritas masyarakat sekitar," katanya.

Karenanya sangat mendesak untuk memiliki kearifan dalam menayangkan serta menyampaikan materi siaran yang mampu menjaga kebersamaan dan menghargai keberagaman di masyarakat. "Kami sangat berharap para pemohon bisa menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing, apalagi telah memiliki media baik televisi maupun radio," ungkapnya.

Kegiatan EDP berlangsung sejak 8 hingga 10 Juli. Ada puluhan radio komunitas serta satu televisi kabel berlangganan yang mengajukan izin agar bisa bersiaran sesuai wilayahnya. Para pemohon harus mempresentasikan proposal yang telah diajukan di hadapan para tim penguji, pemberi masukan, serta dari komisioner KPID Jatim. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nasional, Nahdlatul, Anti Hoax Hari Santri 2019

Minggu, 04 Februari 2018

Kenalkan Idaman, Rhoma Irama Sowan ke PBNU

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) H. Rhoma Irama sowan ke PBNU pada Selasa (5/1). Ia diterima Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruangannya, lantai 3 gedung PBNU, Kramat Raya 164, Jakarta.

Kenalkan Idaman, Rhoma Irama Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Idaman, Rhoma Irama Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Idaman, Rhoma Irama Sowan ke PBNU

Pria yang dikenal sebagai raja dangdut tersebut memperkenalkan bahwa partainya berpaham Ahlussunah wal-Jamaah. Bahkan di AD/ART disebutkan Islam yang mengikuti mazhab empat. Dengan demikian, partai tersebut sesuai dengan NU.

Pada kesempatan itu, ia mengajak warga NU untuk membesarkan partai tersebut. “Saya tahu NU sudah punya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa, red). Kalau PKB anak emas, Partai Idaman anak peraknya,” ungkapnya sambil tersenyum. ?

Hari Santri 2019

Ia menyebutkan, partainya merangkul semua pihak. Ia mengistilahkannya dangan partai pelangi. Namun ia berharap, agar NU lebih dominan di partainya.

Hari Santri 2019

Lebih lanjut ia menyampaikan, sampai saat ini, Partai Idaman sudah memiliki Pengurus Wilayah di seluruh provinsi. Sementara di tingkat kabupaten dan kota sudah terbentukratusan Cabang.

Kiai Said menyebutkan, status NU adalah khittah 1926, tidak ikut partai mana pun. Tapi warga NU boleh iktu partai apa pun.

Menurut dia, meskipun bebas memilih partai, warga NU punya standar sendiri dalam memilih, yaitu partai yang Ahlussunah wal-Jamaah.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU H M Sulton Fatoni, Bendahara PBNU H Bina Suhendra, Rais Syuriyah PBNU KH Ishomuddin, Ketua Lembaga Ta’mir Masjid PBNU H Mansur Sayerozi, Wakil Sekretaris Jenderal Andi Najmi. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Hari Santri 2019

Selasa, 30 Januari 2018

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren

Pekalongan, Hari Santri 2019 - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar bakti sosial di Pondok Pesantren Fathul Huda Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen.

Menurut Ketua PAC GP Ansor Kajen Abdul Muid, bakti sosial ini merupakan realisasi dari program “Gerakan Peduli Pesantren” yang digalang oleh GP Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kajen.

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren

Jumat (21/10) kemarin, berlangsung serah terima sejumlah bantuan berupa buku, alat tulis, serta seperangkat alat dan bahan pengecatan. Pengecatan sendiri dikerjakan secara bersama-sama personel Banser dan santri pondok pesantren.

Ia menambahkan bahwa peringatan HSN diharapkan menjadi momentum untuk memberikan perhatian lebih kepada para santri dan pondok pesantren, juga mengingatkan Negara untuk peduli terhadap pengembangan pesantren dan para santri.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Sementara itu, KH Ahmad Minanul Aziz selaku pengasuh Pondok Pesantren Fathul Huda mengapresiasi program bakti sosial dari PAC GP Ansor Kajen sebagai wujud perhatian terhadap santri dan dunia pesantren. Atas nama Pesantren Fathul Huda, ia menyampaikan terima kasih. (Alim Mustofa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Banyuwangi Kompak Larang Keras Kelompok Ekstrem Masuk

Jakarta, Hari Santri 2019. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas secara tegas melarang kelompok garis keras Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masuk daerahnya. Ia mengatakan, pihak-pihak di Banyuwangi, baik aparat pemerintah daerah, kepolisian, TNI, organisasi keagamaan, maupun elemen masyarakat lainnya, akan kompak mencegah penyebaran ideologi radikal yang ingin masuk ke Banyuwangi.

"Posisi kami sebagai kepala daerah sangat jelas, yaitu melarang pendirian organisasi militan ISIS dan penyebaran ideologinya. Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar Anas yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut dalam siaran pers, Rabu (6/8).

Banyuwangi Kompak Larang Keras Kelompok Ekstrem Masuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyuwangi Kompak Larang Keras Kelompok Ekstrem Masuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyuwangi Kompak Larang Keras Kelompok Ekstrem Masuk

Di Banyuwangi, sambung Anas, pihaknya getol menyosialisasikan nilai-nilai keagamaan yang ramah dan toleran. Radikalisme bisa meretakkan bangunan kebangsaan dan menimbulkan kerugian bagi bangsa. "Karena itu, kami rutin menggelar pertemuan yang diikuti para tokoh lintas agama. Berbagai program pembangunan juga melibatkan umat lintas agama," ujarnya.

Hari Santri 2019

Anas mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan untuk mengidentifikasi adanya penyebaran radikalisme dan terorisme di Banyuwangi. Apalagi, posisi Banyuwangi cukup strategis sebagai pintu masuk maupun pintu keluar dari Bali yang selama ini kerap dijadikan lokasi sasaran aksi radikal.

Hari Santri 2019

"Alhamdulillah, sejauh ini situasi kondusif. Para tokoh agama selalu menyampaikan pesan yang sejuk dan menebarkan manfaat bagi semua umat. Kami akan merawat kebhinnekaan Indonesia dari Banyuwangi," katanya. (Mahbib Khoiron)

Foto: sebuah pertemuan lintas agama yang digelar rutin pemerintah Banyuwangi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, Sholawat, Sunnah Hari Santri 2019

Selasa, 09 Januari 2018

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

Probolinggo, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melakukan upgrading atau penyegaran pengurus sekaligus untuk memantapkan kepengurusan Kabupaten Probolinggo periode 2013-2015, Sabtu (10/1).

Wakil Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Yayuk Hasanah mengungkapkan pemantapan pengurus ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan profesionalitas para pengurus dalam memberikan pemahaman terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) jabatan masing-masing dalam kepengurusan.

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

“Kami berharap supaya kegiatan ini bisa menambah semangat juang para pengurus untuk menyusun dan menjalankan program kerja sesuai dengan kebutuhan para pelajar NU. Sebab pada dasarnya kita bergabung dengan IPPNU adalah untuk membesarkan dan menampung seluruh aspirasi pelajar NU,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Menurut Yayuk, penyegaran sekaligus pemantapan kembali kepengurusan ini sangat penting dilakukan. Sebab selain untuk bisa memperbaiki kualitas diri, pengurus juga harus lebih semangat dalam mengembangkan organisasi IPPNU di Kota Probolinggo.

Hari Santri 2019

“Perjuangan itu sangat penting dilakukan dibarengi dengan semangat dalam memperjuangkan dan melestarikan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo,” terangnya.

Demi tetap menjaga eksistensi organisasi jelas Yayuk, maka semua pengurus PC IPPNU Kota Probolinggo harus selalu menjaga kekompakan agar program kerja yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan harapan para pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo.

“Kekompakan ini penting agar apa yang sudah kita programkan bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Pemantapan ini merupakan salah satu upaya penguatan SDM di jajaran kepengurusan sebagai langkah mempertajam program kerja yang akan ditetapkan dalam Rakercab mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pesantren, Pendidikan, Nahdlatul Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock