Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

Jakarta, Hari Santri 2019. Ulama dan budayawan, KH Achmad Mustofa Bisri, mengingatkan masyarakat agar di tengah berbagai bencana yang melanda Tanah Air dewasa ini, tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

"Kepada semuanya-lah saya ingatkan lagi, jangan kita sibuk menyalahkan orang lain sehingga kita lupa dan tidak sempat untuk meneliti kesalahan diri sendiri," katanya usai memimpin zikir dan doa bersama usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

Gus Mus, panggilan akrab Mustofa Bisri, mengatakan, bencana dan musibah yang dialami bangsa Indonesia tidak perlu dikaitkan dengan siapa pemimpinnya. Tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menambahkan bahwa musibah beruntun yang melanda bangsa Indonesia merupakan cobaan dari Allah.

"Karena itu, kita mohon kepada Allah, kita tidak kuat kalau cobaan itu terlalu ’keras’. Kita sekarang ini kan tidak hanya diperingatkan saja tetapi sudah disentil," kata pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang, Jawa Timur.

Karena itu, selain melakukan instrospeksi, pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 itu, mengajak semua pihak untuk melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa, termasuk berdoa untuk keselamatan bangsa.

Ia juga berharap, langkah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet tersebut bisa menjadi langkah awal untuk melakukan tobat nasional.

Hari Santri 2019

"Mudah-mudahan, di daerah-daerah kan juga sudah mulai dilakukan," kata Gus Mus yang mengaku kehadirannya di Masjid Istiqlal itu karena diundang langsung oleh Presiden Yudhoyono.

Bukan azab

Sebelumnya di tempat yang sama, Dirjen Bimas Islam Depag, Prof Dr Nasaruddin Umar MA dalam khotbah Jumat-nya, menyatakan berbagai musibah yang dialami bangsa Indonesia belakangan ini bukanlah merupakan azab atau hukuman dari Allah SWT.

Hari Santri 2019

"Berbagai musibah itu merupakan cobaan dan pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menuju masa depan yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, musibah yang terjadi di Indonesia lebih bernuansa positif untuk menambah keimanan. "Hikmahnya bisa juga sebagai pencuci perbuatan dosa sehingga di akherat bisa lebih ’ringan’," katanya.

Dalam khutbahnya, Nasarudin juga mengajak umat untuk bersikap bijak dalam menghadapi setiap musibah serta senantiasa meminta pertolongan kepada Allah atas musibah yang terjadi.

"Hamba yang sejati tidak pernah berburuk sangka pada Allah dan tidak pernah mencari "kambing hitam", tapi belajar dan mengambil hikmah dibalik musibah itu," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Ulama, Santri Hari Santri 2019

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Gunungkidul, Hari Santri 2019. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Semin menggelar konferensi di Komplek Pondok Pesantren Al-Jauhar Sunan Pandanaran Dusun Tlepok Desa Semin Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul, Ahad (22/4).?

Konferensi kali ini bertemakan “Menjalin Persaudaraan Untuk Membangun Kesadaran Bermasyarakat Berbangsa Dan Bernegara Yang Rohmatan Lil ‘ Alaminn.” Acara ini dibuka langsung oleh Camat semin.?

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Selain itu Pengurus Muhammadiyah serta berbagai kalangan pemerintahan Kecamatan Semin baik sipil maupun militer Juga ikut serta dalam acara pembukaan konferensi tersebut. Konferensi MWCNU Semin Ke 10 ini diikuti 150 peserta dari PRNU se-Kecamatan Semin, Pengurus MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2007-2012 dan dari PCNU Kabupaten Gunungkidul.

Hari Santri 2019

“Rencananya acara pelantikan pengurus terpilih ? MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2012-2017 akan dilaksanakan Pengajian Akbar yang Insyaallah akan dihadiri oleh Al-Habib Syeikh Bin Abdul Qodir Assegaf pada bulan Juni 2012,” tutur Mulyadi selaku Ketua panitia.

Dalam pemilihan Rais Syuriyah dilakukan dengan musyawarah yang memilih KH Mustajib Muhyi. Pemilihan Ketua Tanfidziyah juga dilakukan dengan musyawarah dan berhasil memilih Mulyadi ? sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Semin Periode 2012 – 2017.

Hari Santri 2019

Untuk penyempurnaan kepengurusan dibentuk Badan Formatur yang terdiri dari wakil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ Kabupaten Gunungkidul, KH Mustajib Muhyi Sebagai Rois Syuriah terpilih, Mulyadi dan dibantu oleh 11 anggota yang terdiri dari wakilPengurus MWCNU demisioner dan ranting NU se-Kecamatan Semin.

Redaktur ? ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor : ? Khairul Rasyid

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Budaya, Santri Hari Santri 2019

Kamis, 22 Februari 2018

Lajnah Falakiyah Annuqayah Latih Masyarakat Belajar Kalibrasi

Hari Santri 2019, Pamekasan

Rombongan Lajnah Falakiyah Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, berkeliling ke sejumlah masjid di dua kabupaten yakni Sumenep dan Pamekasan, Jumat (12/1). Mereka melatih masyarakat dan takmir masjid setempat belajar kalibrasi atau pengecekan arah kiblat.

Lajnah Falakiyah Annuqayah Latih Masyarakat Belajar Kalibrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah Annuqayah Latih Masyarakat Belajar Kalibrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah Annuqayah Latih Masyarakat Belajar Kalibrasi

Setidaknya ada dua bus mini yang digunakan untuk membawa pengurus dan anggota lajnah falakiyah yang berjumlah 31 orang. Mereka berbaur belajar bersama masyarakat, takmir, dan siswa di sekitar masjid.

Ketua Lajnah Falakiyah Pesantren Annuqayah, Muhammad Affan Ridlallah, yang didampingi penasihat Ustadz M Rifaqi menegaskan, kegiatan dimaksudkan sebagai ajang silaturrahim pengurus dengan masyarakat umum.

"Juga sebagai tindak lanjut dari pelatihan arah kiblat lajnah falakiyah, Kamis (11/1) kemarin," ungkap Ustadz Affan di sela-sela praktik dan sosialisasi arah kiblat di Masjid Baiturrahman, Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan.

Hari Santri 2019

Sebelumnya, Ustadz Affan dan rombongan praktik dan sosialisasi di Masjid Al-Qoshas, Aeng Panas, Pragaan, Kabupaten Sumenep. Mereka dipandu Ustadz Fathur Rozi, alumnus Pesantren Annuqayah yang kini tercatat sebagai mahasiswa falakiyah pascasarjana Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. 

Alat-alat yang digunakan kalibrasi meliputi mizwala qiblat finder, istiwaaini, mizwala penggaris qiblat, i zun dial, dan kompas suunto.

"Manfaatnya bisa membantu masyarakat untuk lebih yakin dalam beribadah, karena arah kiblatnya sudah terjamin benar atau presisi," ungkap Ust M Rifaqi.

Diterangkan, kegiatan tersebut sedikit dihadapkan pada kendala. Yakni, sinar matahari yang terhalang mendung. Tapi, tetap bisa terlaksana karena sinar matahari sewaktu-waktu tidak terhalangi awan. (Hairul Anam/Ibnu Nawawi)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Kyai Hari Santri 2019

Rabu, 31 Januari 2018

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Kudus, Hari Santri 2019. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) bertemakan Refleksi Akhir Tahun (Membaca Masa Lalu Merancang Masa Depan) yang dilaksanakan Gedung YM3SK Jl. Menara Kudus No. 149 (Eks Manggala), Rabu (30/12).

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama PC GP Ansor Kabupaten Kudus, PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, PC IPNU Kabupaten Kudus, PC IPPNU Kabupaten Kudus, dan PC PMII Kabupaten Kudus. Kegiatan ini membicarakan kebijakan-kebijakan pemerintah. Antara lain sosial, pendidikan, politik, kesehatan, dan lain sebagainya yang belum sepenuhnya terealisasi di Kabupaten Kudu. Peserta yang hadir dalam acara tersebut berhak mengutarakan pendapat-pendapat untuk membenahi Kabupaten Kudus di tahun 2016 nanti.

Berbagai elemen masyarakat turut datang dalam acara tersebut. Diantaranya Rais Syuriah PCNU Kabupaten Kudus KH Ulil Albab Arwani, para kiai, tokoh masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Anggota DPRD Jawa Tengah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain sebagainya.

Hari Santri 2019

Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Kudus Drs H Asyrofi Masyitho mengatakan, dengan diadakan FGD ini masyarakat bisa mengeluarkan unek-unek terhadap kebijakan-kebijakan publik yang belum maksimal dan mereview kembali persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Kudus.

Hari Santri 2019

“Hal ini dilakukan agar di tahun 2016 nanti kita bisa merancang agar Kabupaten Kudus agar lebih baik lagi daripada tahun 2015, sehingga di tahun 2016 nanti Kabupaten Kudus agar lebih baik,” tuturnya. (Dedi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, Warta, Santri Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

Kader Muda NU Solo Siap Deklarasikan Masyarakat Antihoax

Solo,? Hari Santri 2019

Semakin maraknya kabar bohong dan informasi yang tidak sesuai dengan fakta, atau yang lebih populer dengan istilah hoax, membuat sebagian kader muda NU di Solo, merasa perlu untuk membuat gerakan melawan hoax.



Kader Muda NU Solo Siap Deklarasikan Masyarakat Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Solo Siap Deklarasikan Masyarakat Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Solo Siap Deklarasikan Masyarakat Antihoax



“Rencananya tanggal 8 Januari, bersama pegiat antihoax Solo, kita akan ikut mendeklarasikan masyarakat antihoax,” terang salah satu panitia acara Irfan Nuruddin, kepada Hari Santri 2019, Senin (2/1).

Hari Santri 2019

?

Acara tersebut, akan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Irfan Sutikno (praktisi branding), Solahudin Aly (Koordinator Tim Ansor Cyber Media Regional Jawa Tengah) dan Anas Syahirul Alim (Ketua PWI Surakarta).

?

Hari Santri 2019

Sementara itu, saat dihubungi Hari Santri 2019, Koordinator Tim Ansor Cyber Media Regional Jawa Tengah Solahudin Aly, jejaring antihoax ini perlu dibentuk untuk membendung peredaran kabar bohong, terutama yang mengandung konten radikalisme.?

“Basis pemikiran berinternet sehat dan menyadarkan digital literasi juga menjadi modal dalam mengurangi berita bohong atau? hoax? yang cepat tersebar,” terang Sholahudin.

Menurut Sekjen PW GP Ansor Jateng itu, tahun 2017 menjadi awal yang baik dalam menata konsolidasi melawan radikalisme yang sudah masuk ke dunia maya.


?

“Tantangan ke depan seperti apa? Kita sekarang hidup di dunia globalisasi, era masyarakat tanpa batas, tak bersekat,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri Hari Santri 2019

Rabu, 20 Desember 2017

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Tidak diragukan lagi bahwasanya dalam syariat Islam, selain puasa wajib di bulan Ramadhan, kaum muslim pun diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa sunah ini memiliki banyak keutamaan,sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Qudsi, Allah Swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?) ? ? ?

? "Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)." Kemudian, Rasulullah melanjutkan, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi .

Salah satu keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal - Puasa Enam hari di bulan Syawal memiliki dalil yang shahih.

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ?

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.?

Sebagian orang meragukan hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal, akan tetapi keraguan itu terbantahkan oleh bukti-bukti periwayatan hadits. Perhatikan ungkapan Syeikh Abdullah bin Abdulal- Bassam berikut.

Hari Santri 2019

“Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal merupakan hadits yang shahih, hadits ini memiliki periwayatan lain di luar hadits Muslim. Selain hadits Muslim yang meriwayatkan hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal antara lain; Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi.” Oleh karena itulah Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal ini tergolong hadits mutawatir.

Hukum berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah sunah yang boleh dilaksanakan mulai tanggal dua Syawal. Apabila melaksanakan puasa sunah Enam hari ini pada tanggal satu ? Syawal maka hukumnya tidak sah dan haram. Dalam hadits disebutkan, dari Abu Said al-Khudri, dia berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2019

? “Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua hari raya; idul fitri dan idul adha.(maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah . ?

Praktik berpuasa 6 hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa di bulan Ramadhan, boleh bersahur dan berhenti sahur saat waktu imsak. Perbedaannya, pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari yang penting masih di bulan Syawal. Namun apabila merujuk pada firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133, sebaiknya dilaksanakan sesegera mungkin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allah berfirman, “Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”.

Demikian saja sekilas tentang Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal. Ingat, tidak ada lagi hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha, jadi pembaca setelah melaksanakan puasa Enam hari di bulan Syawal tak usah lagi merayakannya dan mengucapkan selamat hari raya.

?

Guslik An-Namiri, Ketua Umum Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia Riyadh, aktivis NU Arab Saudi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Ahlussunnah, Tegal Hari Santri 2019

Kamis, 14 Desember 2017

Asosiasi Rumah Sakit Islam NU Se-Jateng Dikukuhkan

Demak, Hari Santri 2019. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah Abu Hafsin mengukuhkan Asosiasi Rumah Sakit Islam NU (Arsinu) seprovinsi Jateng di hotel Amantis jalan Lingkar Jogoloyo, Demak. Peresmian pada Rabu (29/7) pagi ini, dimaksudkan utnuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan mengonsolidasikan antarpengelola RS NU.

Asosiasi Rumah Sakit Islam NU Se-Jateng Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asosiasi Rumah Sakit Islam NU Se-Jateng Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asosiasi Rumah Sakit Islam NU Se-Jateng Dikukuhkan

Abu Hafsin mengapresiasi langkah positif pihak rumah sakit yang muaranya peningkatan khidmat bagi masyarakat.

“Kami ucapkan selamat pada pengurus menunjukkan kinerja dalam melayani umat. Perlu diketahui ini adalah organisasi NU terbaru,” kata Abu Hafsin.

Hari Santri 2019

Sementara Ketua Arsinu yang juga direktur RSI NU Demak dr H Abdul Azis menyebutkan tujuan dibentuknya asosiasi juga untuk mendorong kabupaten atau cabang lain mulai merintis dan mendirikan pelayanan kesehatan.

Hari Santri 2019

Pengukuhan ini diharapkan merangsang daerah lain untuk membangun Rumah Bersalin (RB), Balai Pengobatan (BP), klinik kesehatan bahkan terlebih lagi dengan pendirian Rumah Sakit.

“Kami membentuk asosiasi ini untuk mensosialisasikan program dan kinerja Rumah Sakit milik NU termasuk penguatan jaringan sehingga kiprah NU kelihatan khidmahnya di bidang kesehatan. Syukur-syukur daerah lain juga bikin rumah sakit,” tutur dr Azis.

Kepengurusan Arsinu, kata dr Azis, memprorioritaskan program dengan peningkatan pelayanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Nanti kita akan fokuskan JKN dalam pelayanan kesehatan ini dikarenakan bisa meringankan umat,” tegasnya.

Sebelum pelantikan, pengurus Arsinu melakukan deklarasi yang dipimpin Ketua LKNU Jateng dr H Mashudi yang dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman.

Anggota Arsinu yang ikut deklarasi selain RSI NU Demak ialah pengelola RS Kudus, Pati, Rembang, rumah sakit baru dari Sumpyuh Banyumas, RS Amanu Cilacap, dan RS NU Batang. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah, Santri Hari Santri 2019

Rabu, 13 Desember 2017

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat?

Mandi besar atau mandi junub adalah aktivitas membersihkan badan dari hadats besar. Biasanya mandi ini dilakukan setelah berhubungan seks antara suami-istri ataupun setelah mimpi basah, yakni mimpi yang ketika bangun didapati keluar mani.

Berbeda halnya dengan wudhu. Wudhu adalah sarana untuk membersihkan hadats kecil, seperti kentut, buang air besar atau kecil, menyentuh alat kelamin, dan lain sebagainya.

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat?

Namun bolehkan kita langsung melaksanakan shalat tanpa berwudhu setelah mandi jinabat?

Siti Aisyah radliyallâhu ‘anhâ  meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah melakukan shalat tanpa berwudhu setelah mandi junub.

Hari Santri 2019

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya: “Dari Aisyah radliyallâhu ‘anhâ berkata: Rasulullah sering mandi kemudian melakukan shalat dua rakaat dan shalat subuh. Dan aku tidak melihatnya memperbarui wudhunya setelah mandi.”

Hari Santri 2019

Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi. Redaksi “kâna” yang disusul dengan fi‘il mudlâri‘ sebagaimana yang digunakan Siti Aisyah dalam riwayat di atas menunjukkan arti kontinuitas atau sering Nabi melakukan hal tersebut. 

Bahkan Aisyah menambahi bahwa dia tidak pernah melihat Nabi berwudhu setelah mandi junub. Sehingga bisa disimpulkan bahwa selama dalam pengamatan Aisyah, Nabi selalu melakukan shalat tanpa berwudu setelah mandi junub.

Dalam redaksi hadits lain riwayat Ibnu Majah juga disebutkan dengan kata yang jazim:

? ? ? ? ?

Artinya: “Nabi tidak pernah berwudhu setelah mandi jinabat.”

Ibnu Umar pernah bercerita bahwa Nabi pernah ditanya terkait wudhu setelah mandi junub.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Ibnu Umar berkata: ketika Rasulullah Saw. ditanya terkait wudhu setelah mandi, (beliau menjawab) adakah wudhu yang lebih umum daripada mandi.” (HR Ibnu Abi Syaibah)

Dalam hadits riwayat Ibnu Umar tersebut secara langsung menjelaskan bahwa kedudukan mandi lebih umum daripada wudhu. Artinya, ketika seorang telah melakukan mandi junub, maka itu sekaligus mencakup wudhu.

Hal ini juga diperkuat dengan pendapat beberapa ulama’ seperti Abu Bakar bin Al-Araby yang dikutip oleh al-Mubarakfury dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Abu Bakar bin al-Araby berkata bahwa tidak ada ulama yang berbeda pendapat terkait permasalah wudhu yang telah termasuk dalam mandi. Dan sesungguhnya niat mensucikan jinabat itu menyempurnakan niat mensucikan hadats sekaligus menggugurkan mensucikan hadats (wudhu). Karena hal-hal yang mencegah jinabat itu lebih banyak daripada hal-hal yang mencegah hadats.”

Imam Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh Muhadzab mengatakan bahwa boleh tidak berwudhu setelah mandi jinabat karena sudah termasuk dalam mandi tersebut. Walaupun Imam Nawawi menyebutkan tiga pendapat lain, namun beliau mengatakan bahwa pendapat ini yang paling sahih. Wallahu A’lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Nahdlatul, Meme Islam Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun

Jombang, Hari Santri 2019. Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dalam perhelatan muktamar selalu menjadi salah satu tim pengaman yang tidak bisa ditinggalkan termasuk pada muktamar ke-33 NU di Jombang ini. Dalam tugasnya yang berat dan melelahkan itu ada beberapa anggota Banser mengalami gangguan kesehatan.  

Seperti yang dialami Musthofa anggota Banser asal Ngawi yang telah bertugas di arena muktamar sejak tanggal 28/7 ini memeriksakan kesehatannya setelah merasa badan kurang enak karena kesehatannya menurun sehingga mengharuskan dirinya menuju posko kesehatan.

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun

“Badan saya meriang Mas, disarankan komandan saya untuk periksa di posko kesehatan,” kata Musthofa pada Hari Santri 2019 usai diperiksa dokter jaga.  

Hari Santri 2019

Hal yang sama di alami Sabarudin, anggota Banser ini karena tugas di lapangan non stop sejak tibanya di Jombang yang mengalami pusing-pusing badannya lemas dan tenggorokan sakit,

Hari Santri 2019

“Saya dan teman hampir mengalami hal yang sama, badan meriang, flu dan tenggorokan serak,” tambah Sabaruddin.

dr Pratomo dokter jaga yang menangani anggota banser usai pemeriksaan menjelaskan, dari sejumlah pasien yang ditangani tim medis kasusnya hampir sama disebabkan faktor kelelahan karena kerja yang berat dan kurangnya istirahat.

“Peserta yang masuk ke sini kasusnya hampir sama karena faktor capek, namun bapak-bapak Banser ini selain capek, kurang tidur juga karena debu di jalanan yang mengakibatkan gangguan kesehatan di tenggorokannya,” jelas Pratomo. (A Shiddiq Sugiarto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, Pendidikan, Santri Hari Santri 2019

Jumat, 24 November 2017

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Ngaji Paham Kebangsaan

Lampung Tengah, Hari Santri 2019. Sedikitnya 80 pelajar sekabupaten Lampung Tengah mengikuti Dialog Kebangsaan yang diinisiasi IPNU dan IPPNU Lampung Tengah, Rabu (28/10). Forum diskusi yang berlangsung di Gedung PCNU Lampung Tengah lantai dua jalan Lintas Sumatera Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, dihadiri pengurus NU setempat.

Ketua IPNU Lampung Tengah Edi Hermawan kepada Hari Santri 2019 setempat menyampaikan, dialog kebangsaan dilaksanakan dalam rangka ikut memeriahkan peringatan Sumpah Pemuda.

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Ngaji Paham Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Tengah Ngaji Paham Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Ngaji Paham Kebangsaan

Narasumber dalam dialog kebangsaan ini antara lain pengasuh pesantren Nurul ‘Ulum Kotagajah Kiai Dr Andi Ali Akbar, pengasuh pesantren Walisongo Bumi Ratu Nuban Kiai Syaikhul Ulum Suhada, dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung Ahmad Sodiq, dan pengurus Pergunu Lampung Dody Syakrun Tanjung.

Hari Santri 2019

Kiai Andi mengungkapkan rasa bangga kepada pelajar NU Lampung Tengah yang masih mau menghidupi tradisi silaturahmi kepada para kiai-kiai dan tokoh-tokoh NU. “Pelajar NU jangan pernah bosan untuk menuntut ilmu di mana dan kapan saja. dan selama proses belajar, jauhilah maksiat,” pesan Kiai Andi.

Hari Santri 2019

Tampak tokoh NU setempat Rais Syuriyah MWCNU Terbanggi Besar Kiai Ahmadi, Pengawas PAI Kemenag Lampung Tengah Imam Kastolani, pengurus Lakpesdam NU Lampung Tengah, dan para pengurus IPNU-IPPNU Lampung Tengah. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Santri Hari Santri 2019

Rabu, 25 Oktober 2017

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak

Samadiyah berasal dari sifat Tuhan, yakni ash-Shomad, tempat bergantung. Secara istilah, Samadiyah digunakan masyarakat Aceh untuk menyebut tradisi doa bersama yang dikirimkan kepada orang yang telah meninggal dunia.?

Disebut Samadiyah karena dalam doa tersebut selalu ditonjolkan pembacaan surat al-Ikhlas, di mana surat itu menyebut Allahush Shomad, ayat kedua. Di Jawa dan tempat lain, Samadiyah sepadan dengan istilah Tahlilan. Isi Samadiyah relatif sama dengan di tempat lain, hanya saja pembacaan surat al-Ikhlas diperbanyak, biasanya 33 atau 100 kali.

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Samadiyah, Wujud Kesalehan Anak

Setelah upacara pemakaman jenazah, masyarakat Aceh ada doa pasca kematian sejak hari pertama hingga hari ketujuh. Di Aceh, tradisi berdoa untuk orang meninggal disebut Khanduri Matee (kenduri orang meninggal). Semua ritual itu diselenggarakan oleh ahli waris yang di tinggalkan. Juga dibantu oleh masyarakat gampong setempat. Berikut ini beberapa ritual kenduri pasca kematian yang dikenal dalam adat masyarakat Aceh.

Hari Santri 2019

Samadiyah malam pertama orang meninggal biasanya dilakukan di Meunasah (Mesjid, Mushalla, Surau). Para sanak keluarga ataupun tetangga datang dengan sendirinya, Samadiyah dilakukan setelah shalat Magrib berjamaah.?

Lalu ada Samadiyah malam ketiga disebut Khanduri Malam Lhee (Kenduri Malam Tiga), dimana saudara yang masih hidup dating ke rumah duka untuk mendoakan yang meninggal dunia. Para tamu yang datang membawa oleh-oleh ala kadarnya, semampunya. Sebelum berdoa, para tamu disuguhi makan malam bersama.

Hari Santri 2019

Seunujoeh adalah sebutan untuk Samadiyah hari ketujuh. Seuneujoh merupakan puncak daripada upacara kematian setelah jenazaha dikuburkan. Pada Samadiyah Seunujoeh lebih ramai dari samadiyah sebelumnya, orang lebih banyak berdatangan. Kerabat dan tetangga datang ke rumah duka membawa beras, gula, kopi, kue dan lain-lain.?

Ada juga yang membawa sedekah uang yang dimasukkan dalam amplop, ketika pamit pulang si tamu menyalami tuan rumah Seuneujoh itu. Kenduri Seuneujoh juga dilaksanakan untuk menunggu para pelayat dari jauh atau dekat yang belum bisa hadir ke rumah duka pada hari pertama dan seterusnya.?

Pada pagi harinya, masyarakat gampong di pimpin oleh Imam Gampong menjadi pemimpin Samadiyah. Adapun doa-doa yang dibacakan pada pelaksanaan Samadiyah adalah: Syahadat, Selawat Nabi, Tahlilan, surat-surat Pendek al-Akhlas, an-Naas, al-Falak, dan talkin.

Setelah itu ada Malam Lheeploh (malam ketiga puluh), Khanduri Peutploh(Malam keempat puluh, Khanduri Ppeutplohpeut atau malam keempat puluh empat, Khanduri Tujohploh atau ke tujuhpuluh, Khanduri sikureungplohatau hari kesembilan puluh, Khanduri reuthoh atau hari keseratus.

Samadiyah juga dilakukan saat pernikahan, pindahan rumah, khitanan.Pada acara khitanan, samadiyah juga dibaca, selain al-Barjanzi. Samadiyah adalah salah satu perwujudan kesalehan, yakni anak mendoakan orang tua dan para leluhurnya. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ubudiyah, Santri, Aswaja Hari Santri 2019

Kamis, 19 Oktober 2017

NU Serang Ngaji Kitab Kuning Keliling

Serang, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, Banten, mengagendakan pengajian kitab kuning keliling ke pengurus NU tingkat kecamatan (MWC), Ranting, dan pesantren-pesantren di Kota Serang.

NU Serang Ngaji Kitab Kuning Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Serang Ngaji Kitab Kuning Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Serang Ngaji Kitab Kuning Keliling

Menurut Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Sarqowi, kegiatan tersebut adalah menimba dari semangat Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang ulama besar, guru-guru kiai Nusantara yang juga pengarang mumpuni kitab kitab kuning.

Di samping itu, sambung kiai pengasuh Pesantren Al-Fathaniyah dengan 350 santri putra-putri tersebut, Kota Serang dengan luas  ilayah 266,74 km persegi, didukung sekitar 3000 pesantren salaf yang berkultur NU.

Hari Santri 2019

“Jadi, sangat mungkin dilakukan,” katanya, ketika dihubungi Hari Santri 2019 selepas dilantik menjadi Ketua PCNU Kota Serang periode 2012-2017, di Serang, Sabtu (22/12).

Hari Santri 2019

Kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari NU sebagai organisi dakwah kepada masyarakat luas. “Serang itu sangat kental NU, tapi kultur.”

Dengan kegiatan tersebut, kiai berusia 41 tahuu tersebut berharap pesantren-pesantren yang berkultur NU, juga paham NU secara organisasi.

Selain itu, Kiai Matin akan melakukan konsolidasi internal di organisasi dengan memperbaiki administrasi dan menajemen; membuka jaringan untuk kader-kader NU Kota Serang. Juga akan membidik bidang ekonomi sebagai pemberdayaan warga Nahdliyin.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Nahdlatul Ulama, Pahlawan Hari Santri 2019

Selasa, 10 Oktober 2017

GP Ansor Pekalongan Rancang Program Menuju Kemandirian

Pekalongan, Hari Santri 2019

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar Rapat Kerja Cabang I pada Ahad (4/9) di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan. Raker I ini diagendakan untuk menggodok program kerja PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan masa khidmah 2016-2020.

GP Ansor Pekalongan Rancang Program Menuju Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pekalongan Rancang Program Menuju Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pekalongan Rancang Program Menuju Kemandirian

Raker ini dihadiri oleh jajaran dewan penasihat, dewan instruktur, pengurus harian, pengurus departemen, dan jajaran Satkorcab Banser Kabupaten Pekalongan serta para Pimpinan Anak Cabang GP Ansor se-Kabupaten Pekalongan.

M. Syaikhul Alim selaku ketua panitia raker mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam raker ini adalah "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Menuju Kemandirian Kader dan Organisasi". Tema ini diangkat sebagai pengejawantahan visi besar GP Ansor yang mendorong gerakan kemandirian.

Hari Santri 2019

Ia menambahkan, raker diawali dengan pembahasan program kerja pada masing-masing departemen dalam forum FGD (Focus Group Discussion) yang telah berlangsung beberapa waktu yang lalu. Raker ini dimaksudkan untuk mengkritisi paparan program kerja masing-masing departemen dan melakukan sinkronisasi program antardepartemen.

Sementara itu, M. Azmi Fahmi selaku ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan mengingatkan pentingnya membumikan empat visi besar GP Ansor sebagai landasan dalam berkhidmah, yaitu revitalisasi nilai dan tradisi Islam Aswaja, penguatan sistem kaderisasi, pemberdayaan potensi kader dan kemandirian kader dan organisasi.

Hari Santri 2019

"Kemandirian kader dan organisasi menjadi fokus dan prioritas program GP Ansor saat ini. Untuk itu, semua program diupayakan mendorong terwujudnya kemandirian tersebut. Namun kemandirian organisasi ini jangan lantas diartikan Ansor berhenti menjalin kerja sama dengan pihak lain. Justru untuk bisa mandiri Ansor harus bersinergi dan menjalin kemitraan dengan segenap stakeholders baik pemerintah, instansi/lembaga lain, pihak swasta termasuk dengan partai politik. Dengan upaya tersebut kemandirian kader dan organisasi diharapkan benar-benar dapat terwujud," ujar Azmi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ulama, Santri, AlaSantri Hari Santri 2019

Jumat, 06 Oktober 2017

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli

Jakarta, Hari Santri 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang lebaran kali ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) mengadakan program mudik gratis bagi para perantau di Jakarta dan sekitarnya. LTMNU juga akan membuka posko mudik berbasis masjid di sepanjang rute perjalanan pulang kampung ini.

Warga yang hendak mudik ke sekitar Pulau Jawa bisa mendaftarkan diri pada Rabu, 1 Juli 2015, mulai pukul 08.30 WIB, di Kantor LTMNU, Gedung PBNU Lantai 4, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Pendaftar diwajibkan membawa fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga).

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli

Setelah mendaftar, para calon peserta "Mudik Bareng NU 2015" akan menerima tiket pada Senin, 6 Juli 2015. Bus mudik dijadwalkan akan berangkat serentak pada hari Ahad siang, 12 Juli 2015.

Hari Santri 2019

Program tahunan ini dibuka untuk masyarakat umum tanpa membedakan latar belakang profesi, asal daerah, atau agama. Peserta diutamakan bagi warga yang kurang mampu.

Hari Santri 2019

Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menjelaskan, pihaknya ingin menjembatani para perantau agar bisa silaturahim ke kampung halaman masing-masing dengan mudah dan selamat. Ia mengaku prihatin dengan kecelakaan lalu lintas yang marak tiap musim arus mudik.

"Pemudik merasa aman dan nyaman daripada naik kendaraan sepeda motor. Bagi para calon pemudik tuna netra atau penyandang cacat mendapat pelayanan khusus," ujarnya, Jumat (26/6), di Jakarta.

Program mudik gratis tahun ini juga menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Muktamar ke-33 NU yang bakal dihelat di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang. (Mahbib Khoiron)

Foto: suasana pendaftaran "Mudik Gratis Bareng NU 2014"

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Santri, Pondok Pesantren Hari Santri 2019

Sabtu, 16 September 2017

MUI Ajak Umat Gelar Aksi Damai Tolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

 Jakarta, Hari Santri 2019 

Majelis Ulama Indonesia mengajak umat Islam dan umat agama lain untuk melakukan demonstrasi atau aksi damai secara besar-besaran terhadap keputusan Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. 

Demikian disampaikan Ketua MUI KH Maruf Amin pada Konferensi Pers di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Demonstrasi sendiri akan dilakukan pada Minggu (17/12) di Monumen Nasional (Monas) dengan melibatkan berbagai organisasi sosial keagamaan Islam, majelis taklim, majelis dzikir, dan tokoh-tokoh dari agama lain. Selain itu, MUI juga akan mengundang perwakilan Duta Besar (Dubes) dari negara-negara luar. 

MUI Ajak Umat Gelar Aksi Damai Tolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Ajak Umat Gelar Aksi Damai Tolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Ajak Umat Gelar Aksi Damai Tolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

"Dan kita menganggap ini bukan semata-mata soal agama tapi soal politik, soal zionis, soal penjajahan. Karena Yerusalem itu sebenarnya tempat ibadah orang Islam, orang Kristen, orang Yahudi. Dan mereka selama ini melaksanakan ibadah tidak terjadi apa-apa," terang Kiai Maruf. 

Menurut Kiai Maruf, demonstrasi ini akan menyampaikan beberapa hal, terutama upaya mendapatkan dukungan seluruh dunia terhadap keabsahan terhadap negara Palestina. Selain itu, demonstrasi ini sebagai langkah menolak klaim sepihak Donald Trump yang menjadikan Yerusalem itu sebagai ibukota Israel.

Hari Santri 2019

Mengingat sikap klaim Donald Trump yang membuat berang umat Islam dan juga umat agama lain, Kiai Makruf pun akan mengusulkan kepada bangsa-bangsa di dunia untuk melakukan berbagai langkah, baik melakukan pemboikotan atau langkah lain yang berupa sanksi jika Donald Trump tidak mau menarik keputusannya. 

"(Ini) Sebagai rasa solidaritas dan keutuhan bangsa Indonesia, umat Islam dan juga agama-agama lain," pungkasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Bahtsul Masail, Nasional Hari Santri 2019

Rabu, 28 Juni 2017

IPPNU Putuskan Delapan Rekomendasi Bagi Pemerintah

Palembang, Hari Santri 2019. Sidang komisi C Kongres IPPNU XVI memutuskan delapan rekomendasi yang akan ditujukan kepada pemerintah dan lembaga negara. Delapan rekomendasi hasil sidang komisi berbunyi antara lain:

IPPNU Putuskan Delapan Rekomendasi Bagi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Putuskan Delapan Rekomendasi Bagi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Putuskan Delapan Rekomendasi Bagi Pemerintah

1.Peninjauan kembali terhadap sistem standardisasi kelulusan.

2.Pemerataan program beasiswa Kementrian Agama.

Hari Santri 2019

3.Implementasi nilai karakter dalam kurikulum sekolah.

4.Penolakan terhadap tayangan televise yang tidak mendidik.

Hari Santri 2019

5.Pemberantasan NAFZA dan pornoaksi/pornografi.

6.Pro-kontra teknologi informasi dalam menunjang pendidikan dan kepelajaran.

7.Deradikalisasi pelajar dengan memperteguh ahlusunah wal jamaah dan wawasan kebangsaan.

8.Pendidikan politik bagi para pelajar sebagai pemilih pemula.

Sidang komisi C ini diikuti oleh sedikitnya seratus delapan puluh peserta sidang dari cabang IPPNU se-Indonesia. Sidang komisi C berlokasi di aula Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Palembang, jalan H. Barlian KM. 9, Palembang, Ahad (2/12) malam.

“Sidang dimulai agak larut malam. Sekitar setengah sepuluh Ahad malam, sidang baru berjalan,” kata Najhah Barnamij, bendahara PC IPPNU Kabupaten Cirebon kepada Hari Santri 2019, di lobi Gedung Mekkah, kompleks Asrama Haji Palembang, Senin (3/12) siang.

Menurutnya, sidang komisi C berlangsung hingga pukul setengah satu. Suasana sidang cukup hangat. Peserta sidang membahas satu per satu draft rekomendasi dengan cermat. Mereka mengerahkan segala kekuatan intelektualitas mereka dalam menggodok rancangan rekomendasi.

“Saya sendiri mengusulkan penyisipan isu seks bebas di dalam klausul butir kelima. Tetapi usulan itu dimentahkan oleh forum sidang,” kata Najhah yang mewakili cabang IPPNU kab. Cirebon untuk sidang komisi C.

Penolakan forum terhadap usulan saya, tidak disertai argumentasi. Saya menghendaki usulan tersebut untuk dikaji lebih jauh. Karena, seks bebas di kalangan pelajar juga berhubungan dengan isu kekinian, tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 AlaNu, Santri, Internasional Hari Santri 2019

Jumat, 19 Mei 2017

Gus Mus: Umat Lebih Butuh Dokter Kemasyarakatan

Jakarta, Hari Santri 2019

Banyak orang tua yang menitipkan pendidikan anaknya ke sekolah kedokteran agar mampu mengobati raga yang sakit. Tapi sungguh jarang sekali mereka yang menitipkannya ke sekolah akhlak dan kemasyarakatan, supaya sanggup menyembuhkan akhlak umat dan menata sistem kemasyarakatannya.

Demikian dinyatakan KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus saat mendaras kitab “Idhatun Nasyiin” bersama santri dan masyarakat umum di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, sebagaimana disiarkan langsung oleh Radio NU, Senin (22/6).

Gus Mus: Umat Lebih Butuh Dokter Kemasyarakatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Umat Lebih Butuh Dokter Kemasyarakatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Umat Lebih Butuh Dokter Kemasyarakatan

Mengutip kandungan kitab, Gus Mus mengatakan, kenyataan tersebut terjadi lantaran adanya kerusakan jiwa yang mengunggulkan hal-hal yang bersifat material daripada yang moral. “Di sini sekolah akhlak ya pesantren,” jelas Pejabat Rais Aam PBNU ini.

Umat, kata Gus Mus, memang membutuhkan para lulusan sekolah kedokteran dan sekolah akhlak. Namun, para dokter kemasyarakatan (athibba’ul ijtima’) dan ahli budi pekerti lebih diperlukan ketimbang orang-orang yang sekadar bisa mengobati penyakit jasmani.

Menurutnya, masyarakat kini telah dilenakan oleh berbagai godaan yang serbaduniawi. Mereka banyak yang terjerat oleh budaya konsumsi. Gus Mus juga menyinggung soal media dan pers yang ditunggangi kepentingan tertentu, rendahnya budaya baca, dan maraknya politik uang.

Untuk memperbaiki masyarakat yang “sakit” ini, para reformis mesti melakukan usaha yang tertata dan terkondisikan. Mereka harus mampu membangun kesadaran di masyarakat karena sesakit apapun mereka pasti memiliki nilai-nilai baik yang terpendam. “Ini (kebaikan yang terpendam) harus ada yang membangkitkan. Ya dokter masyarakat tadi,” tuturnya.

Hari Santri 2019

Dalam pembahasan “Ats-Tsaurah al-Adabiyah” (revolusi akhlak) itu, Gus Mus mengingatkan, umat tidak akan bangkit kecuali dengan pendidikan budi luhur, menjebol akhlak yang rusak, dan menata sistem kemasyarkaatan.

“Entah namanya revolusi mental, revolusi moral, atau apapun, yang jelas kelakukuan-kelakuan buruk itu harus dikikis secara serentak dengan gerakan yang massal,” ujarnya.

Pada Ramadhan tahun ini pengajian online bersama Gus Mus disiarkan rutin oleh Radio NU selepas shalat tarawih atau sekitar pukul 20.00 WIB. Pendengar bisa menyimak dari mana saja yang terkoneksi dengan internet.

Hari Santri 2019

Pengajian bersama Gus Mus berlangsung dalam suasana santai dan akrab dengan bahasa campuran antara Jawa dan Indonesia. Kitab “Idhatun Nasyiin” merupakan karya Syekh Musthofa al-Ghulaini.

Radio NU juga menyiarkan langsung pengajian bersama Katib Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur; dan Gus Yusuf Chudlori dari Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Hadits Hari Santri 2019

Minggu, 16 April 2017

Pilgub Jateng, NU Sragen Tegaskan Netral

Sragen, Hari Santri 2019. PCNU Kabupaten Sragen memilih bersikap netral dalam menghadapi pesta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa tengah mendatang.?

Pernyataan sikap itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen KH Agus Budiharto, di sela-sela peluncuran 100.000 Kartanu (Kartu Tanda Anggota NU) di Kantor PCNU Sragen, belum lama ini.

Pilgub Jateng, NU Sragen Tegaskan Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilgub Jateng, NU Sragen Tegaskan Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilgub Jateng, NU Sragen Tegaskan Netral

Ki Agus Budiharto menjelaskan, NU bukan lembaga yang mengurusi secara langsung kegiatan politik praktis. Karena itu, pihaknya memilih bersikap netral agar warga Nahdliyin tidak terjebak dalam politik praktis secara langsung.?

Hari Santri 2019

“NU akan bersikap netral, sehingga pada saat Pilgub mendatang warga NU diberi kebebasan untuk menentukan pilihan mereka masing-masing,” tegasnya.

Hari Santri 2019

Mengenai adanya kabar bahwa salah satu kader terbaik NU di tingkat wilayah Jawa Tengah yang bakal berjuang dalam bursa Pilgub, Agus Budiharto menyatakan hal itu sah-sah saja. Sebab secara pribadi, warga NU memang diperbolehkan dan memiliki hak untuk terlibat aktif terjun dalam politik praktis. Hanya, pihaknya tetap menggaris bawahi bahwa sikap itu merupakan keputusan pribadi dan tidak boleh disangkut pautkan dengan lembaga.

“Kami hargai, kami juga tidak boleh memaksakan kehendak, tetapi sekali lagi, kami tetap akan memberikan bebaskan bagi warga Nahdliyin untuk ? menentukan pilihan. Secara tegas, sikap NU tetap netral,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua PCNU Sragen, Muhammad Fadlan menambahkan, NU sebagai organisasi sosial keagamaan memang bukan organisasi politik praktis. Di mana dalam setiap gerakannya NU selalu mengedepankan upaya membangun kemaslahatan dan kesejahteraan umat, menghargai perbedaan, serta memberikan perlindungan dan hak yang sama bagi setiap warga negara dalam bingkai ke-Indonesiaan.

Muhammad Amin, ketua panitia pengadaan Kartanu mengungkapkan, pengadaan Kartanu sendiri tidak ada kaitannya dengan persiapan Pilgub. Melainkan murni agenda dan program untuk mendata warga NU, khususunya di Sragen.? “Kegiatan ini, dilaksanakan secara bertahap selama empat bulan ke depan,” terangnya

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nusantara, Santri, Halaqoh Hari Santri 2019

Jumat, 17 Maret 2017

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif

Jepara, Hari Santri 2019

Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang tergabung dalam Sanggar Seni Eling PMII Cabang Jepara mempunyai kegiatan yang lumayan unik, yakni menggelar kegiatan bertajuk Pelatihan Seni Kreatif dari Sampah.?

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif

Kegiatan yang dipusatkan di Kampus Unisnu, Jalan Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara, Ahad (20/3) ini diikuti sekitar 20 peserta. Mereka terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.?

Hari Santri 2019

Kegiatan kreatif ini menjadi rangkaian menyambut Harlah Sanggar Seni Eling ke-14 yang bekerjasama dengan Kampung Pintar Jepara.?

Hari Santri 2019

Menurut ketua panitia, Khusnul Khamidiyah dalam pelatihan ini peserta membuat kerajinan dari bahan koran, kardus, kantong plastik dan botol plastik. Bahan-bahan bekas ini kemudian dibuat pot dan tas dari koran. Rangkaian bunga dari koran, kardus dan plastik. Sedangkan botol plastik untuk miniatur minion.?

“Karena hanya ditempuh dalam 2 jam karya yang baru bisa dibuat ialah pot bunga dan bunga,” paparnya.?

Pihaknya mengagendakan kegiatan ini dijalankan rutin sepekan sekali. Sehingga nantinya akan menghasilakan berbagai produk. Namun, lanjut Khusnul, pada pertemuan pertama ini baru tahap dasar melipat untuk pembuatan tas. Pada tahap ini latihan dengan menggunakan kertas origami dan kardus bekas. Pertemuan berikutnya sudah menggunakan bahan dari plastik.?

Beragam produk yang dihasilkan nantinya akan dipamerkan dalam Pagelaran Seni Budaya 2016 yang dihelat pada 15-16 April mendatang. “Hasil produk yang dibuat juga akan dipamerkan bersamaan dengan kegiatan yang diikuti Kampung Pintar Jepara,” katanya menambahkan.

?

Penanggung jawab kegiatan, Dziyaul Anwar menegaskan bahwa permasalahan sampah tidak sekadar tugas petugas kebersihan. Namun keberadaan sampah menjadi tugas bersama.?

“Bagaimana kita mampu menjaga kebersihan lingkungan kita sendiri. Dengan begitu berarti secara tidak langsung kita telah menyumbang kebersihan untuk kota kita,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Pendidikan, Lomba Hari Santri 2019

Minggu, 05 Maret 2017

PBNU Tindaklanjuti Program Pemberdayaan Masjid di NTB

Sumbawa, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Takmir Masjid Indonesia (LTM) menindaklanjuti program pemberdayaan takmir masjid NU tahun 2012 dengan menggelar acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LTM untuk PWNU se Indonesia. 

PBNU Tindaklanjuti Program Pemberdayaan Masjid di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tindaklanjuti Program Pemberdayaan Masjid di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tindaklanjuti Program Pemberdayaan Masjid di NTB

"Rapimnas region 8 kali ini diadakan di kantor PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB)," ujar Ketua PP LTMNU, KH Abdul Manan A Ghani di Hotel Gran Royal, Taliwang, Sumbawa Barat, NTB, Sabtu, (19/1).

Acara resmi dibuka Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, didampingi Ketua LTMNU, KH Abdul Manan,  Ketua LAZISNU KH Malik Masyhuri, dan Ketua JQHNU KH Soleh Qosim. Hadir sebagai tuan rumah, Bupati Sumbawa Barat Julkifli Muhadri, Ketua PWNU NTB M. Taqiyuddin Mansur, dan 12 Ketua PCNU se-NTB.

Hari Santri 2019

Dalam tausiyahnya, KH Said Aqil Siraj sangat apresiatif terhadap kegiatan yang dilakukan LTM PBNU dalam membangkitkan semangat kepengurusan para takmir masjid dan LTM di seluruh Indonesia. “Karenanya, semangat tinggi inilah yang harus di ikuti oleh lembaga lain, untuk terus mengembangkan peran organisasi NU di masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta rapimnas region VIII. 

Hari Santri 2019

Selain itu, Kiai Said juga berpesan, warga NU harus mempunyai semangat tinggi, untuk terus berkarya, membangun peradaban Islam yang tamadun, dan berprestasi, bersama-sama membangun umat.  "Melalui wadah NU, ada lembaga Zakat, JQH, LTM dan lain sebagainya, ayo bersama-sama membangun Islam," ajaknya. 

Coba, lanjutnya, yang pertama kali membangun IAIN siapa? "Ya orang-orang NU (Kiai Wahid Hasyim dan lainnya). Makanya, sebagai orang NU,  kita harus bangga, dan menjaga kemurnian ajaran Islam dalam berbangsa dan  bernegara," pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Huda S.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Budaya, Aswaja Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock