Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Sumedang, Hari Santri 2019

Sebanyak 54 siswa kelas 12 MA Plus Al-Hikam Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/4), mengikuti kegiatan sidang karya tulis. Kegiatan tersebut memang sengaja dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab siswa setelah diberikan tugas penelitian dalam bentuk karya tulis.

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Kegiatan yang dilaksanakan di aula MA Plus Al-Hikam ini berlangsung dengan sidang terbuka. Setiap peserta diuji hasil karya tulisnya oleh tiga orang penguji. Ketiga penguju tersebut berasal dari guru dan akan menguji materi tentang sistematika penulisan, isi karya tulis, dan teknik-teknik pengambilan data dalam menyelesaikan karya tulisnya.

Kepala MA Plus Al-Hikam Sumpena Saripudin mengatakan bahwa kegiatan sidang karya tulis ini sudah menjadi program tahunan. Malahan kegiatan ini dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan di MA Plus Al-Hikam.

Hari Santri 2019

Sumpena juga menuturkan bahwa banyak hal positif dari kegiatan pembuatan karya tulis ini. di antaranya menyiapkan karakter anak bangsa supaya selalu peka terhadap masalah di lingkungannya untuk dijadikan bahan penelitian dan dituangkan dalam bentuk karya tulis. Selain itu lulusan MA Plus Al-Hikam diharapkan mempunyai kelebihan tersendiri dalam bidang pembuatan karya tulis dan dapat belajar untuk mempertanggungjawabkan karya tulisnya.

Saat ini di MA Plus Al-Hikam ada dua program studi. Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Selama enam bulan siswa diberikan waktu untuk membuat karya tulis dengan masalah sesuai dengan program studi yang diampu. Jurusan IPA masalah yang diteliti seputar alam, dan jurusan IPS meneliti permasalahan sosial.

Hari Santri 2019

Salah seorang peserta sidang Chacha Azhar Koswara menyambut hangat kegiatan ini. Chacha dalam karya tulisnya meneliti pembuatan roket. Roket yang dibuat dan ditelitinya pun ikut dipamerkan dalam sidang karya tulis ini. Banyak yang terkagum-kagum dengan hasil penelitiannya  Chacha tersebut.

"Saya bangga dengan sesuatu yang ditulis dalam karya tulis ini. Kegiatan karya tulis ini membuat saya semakin dewasa. Banyak hal-hal baru yang saya temui selama membuat karya tulis. Semoga kegiatan ini selalu istiqomah," tutur Chacha. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Cerita, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Kamis, 22 Februari 2018

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menjelaskan, pembangunan yang dilakukan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di tanah Papua bukan saja pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menekankan kepada pembangunan manusia atau masyarakat Papua.

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Gus Dur Membangun Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Pria yang akrab disapa Cak Imin menegaskan, Gus Dur dalam pembangunan Papua juga memperhatikan konteks sejarah Papua.

"Membangun Papua tidak bisa lepas dari sejarah Papua," kata Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara diskusi “Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan di Graha Gus Dur” di Jakarta, Rabu (26/7).

Gus Dur, imbuh Cak Imin, berusaha untuk membangun kembali kepercayaan diri masyarakat Papua. Salah satu upaya yang dilakukan Gus Dur adalah dengan mengganti nama Irian dengan Papua.

Hari Santri 2019

"Ketika Gus Dur merubah Irian menjadi Papua banyak perdebatan," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, Gus Dur juga menekankan dialog dan menampung aspirasi masyarakat Papua seperti memperbolehkan masyarakat Papua untuk mengibarkan Bendera Bintang Kejora.

Hari Santri 2019

"Gus Dur membolehkan Bendera Bintang Kejora dikibarkan (di Papua) tetapi tingginya di bawah Bendera Merah Putih," terangnya.

"Ketika ditanya (soal kebolehan mengibarkan Bendera Bintang Kejora, Gus Dur menjawab dengan enteng: persatuan sepak bola saja boleh mengibarkan bendera klub," lanjut Cak Imin.

Cak Imin menilai, Gus Dur meletakkan manusia di atas segala-galanya. Oleh karena itu, Gus Dur membangun Papua dengan membangun manusianya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2019

Selasa, 20 Februari 2018

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat

Semarang, Hari Santri 2019. Setelah lama vakum kepengurusan, Ahad (2/9) tadi malam, dzurriyyah (keturunan) KH Sholeh Darat bersama ? kaum muslimin ? Kecamatan Semarang Utara dan sekitarnya berhasil menyusun kepengurusan baru dalam musyawarah.

Keberhasilan musyawarah ini diilhami kesuksesan menggelar rangkaian acara akbar dalam rangka Haul ke-112 Mbah Sholeh Darat pada 8-10 syawal 1433 H (26-28/8) lalu. ? Waktu itu yang hadir dan bermusyawarah adalah orang-orang yang aktif bekerja dalam kepanitiaan haul tersebut.

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat

Dari 9 nama panitia aktif yang diusulkan, terpilih tokoh yang dianggap tua di antara hadirin. Khomsin Bisri, pengusaha asal Madura yang telah tinggal di RW 01 Kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara sejak ? 1987, didukung oleh mayoritas peserta musyawarah.

Hari Santri 2019

Pembina paguyuban tukang cukur Madura di Semarang yang menikah dengan perempuan Semarang Utara dan tinggal di dekat masjid Kiai Sholeh Darat ini mendapat 18 suara. Sedangkan ketua RW 01, As’adi Sodiq, mendapat 8 suara. Keduanya didaulat sebagai ketua dan wakil ketua Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat.

Hari Santri 2019

Adapun sekretaris diamanahkan kepada aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Semarang Utara, Agung Slamet Triyono. ? Sedangkan Bendahara, dipercayakan kepada pegiat pengajian, Supriyanto.

Disepakati pula penyusunan pengurus Seksi Kepemudaan, Peribadatan dan ? Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Serta Seksi Pendidikan, Pemeliharaan dan Keamanan. Ada pula ? pembantu umum. Semuanya diisi para pemuda maupun orang tua yang semangat beribadah dan berhaluan ahlussunnah wal jamaah (aswaja).

Adapun keluarga dzurriyyah Mbah Sholeh Darat masuk dalam struktur Pembina. Sedangkan penasehat diisi para kiai dan tokoh masyarakat di Semarang Utara.

Selain menyepakati susunan kepengurusan, musyawirin juga mufakat periode khidmah (pengabdian) selama tiga tahun, 2012-2015, terhitung sejak 1 Oktober 2012. Mereka dibantu tenaga sukarela serbaguna dari dua orang mahasiswa baru Universitas Wahid Hasyim yang berkomitmen tinggal di masjid Kiai Sholeh Darat hingga lulus.

Keduanya adalah Hari Jumandhoni dan Arisyahbanna, berasal dari kudus, pernah mondok di pesantren Kiai Arwani Kudus dan alumni Madrasah Aliyah NU Kradenan Kudus. Dua ? mahasiswa ini siap mengumandangkan adzan, iqomat, membersihkan masjid dan mendidik para santri TPQ dan Madin yang nanti akan terbentuk. Jika darurat tidak ada imam sholat, keduanya ? juga siap.

Perwakilan Dzurriiyah Kiai Sholeh Darat, Agus Taufiq menyampaikan, yang perlu dilakukan ? pengurus takmir adalah memakmurkan masjid dan memberi pelayanan yang baik kepada seluruh umat Islam di Semarang. Hal itu dia sebutkan karena masjid tersebut bukan hanya milik warga kampung Darat atau Kelurahan Dadapsari, melainkan milik Kota Semarang. Terlebih KH Sholeh Darat adalah tokoh nasional yang di zaman dulu menjadi gurunya para ulama Tanah Jawa.

“Pengurus Takmir sekarang ini harus kompak dan fokus berkhidmah untuk memakmurkan masjid dan memberi pelayanan kepada umat Islam di Semarang,” ujar guru SMK swasta keagamaan di Semarang ini.

Berikutnya, salah satu imam masjid Kiai holeh Darat, Agus Tiyanto Hamzah berpesan, seksi pendidikan harus bekerja keras. Sebab masyarakat mengharapkan adanya Madrasah Diniyyah (Madin), dan pihaknya telah mempersiapkan pembukaan Madin sebagai penyambung Taman Pendidikan Al-Quir’an (TPQ) ? yang telah ada.

“Kita perlu menghidupkan Madrasah Diniyyah, agar para santri TPQ melanjutkan ngajinya. Seksi Pendidikan harus bekerja keras,” ? tuturnya.

Gelar Dzikir dan Sholawatan

Ketua terpilih Khomsin Bisri menyampaikan, ia bersama jajaran pengurus takmir akan berusaha maksimal memenuhi harapan-harapan tersebut serta harapan kaum muslimin yang ingin nguri-uri ajaran KH Sholeh Darat.

Pihaknya berjanji akan sering menggelar majlis dzikir bersama dengan membaca ? rotib (susunan wirid) maupun sholawatan, sebagaimana diajarkan Kiai Sholeh Darat. Kerjasama dengan pihak lain seperti jamaah Al-Khidmah maupun lainnya siap dia lakukan.

“Kami akan berusaha memenuhi semua harapan itu. Kami ingin masjid ini makmur ? dengan berbagai kegiatan dzikir dan sholawatan sebagaimana diajarkan Mbah Sholeh Darat. Mohon doa restu dan dukungannya,” tutur Khomsin seraya mengajak berdoa.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Ichwan DS

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan!

Jakarta, Hari Santri 2019. Pada momen hari santri 2017 ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan para santri untuk kian peka terhadap perkembangan zaman di sekitarnya, termasuk teknologi informasi. Ia mendorong mereka untuk aktif memberikan manfaat di dunia digital.

Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan!

“Hari ini santri juga hidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudarat yang sama-sama besar,” ujarnya saat menyampaikan pidato pada apel akbar hari santri yang digelar di pelataran Tugu Proklamasi, Jakarta, Ahad (22/10).

Ia mengatakan, internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks.

Santri, tambahnya, perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan lima filosofi syariat Islam.

Hari Santri 2019

“Yakni untuk menjaga agama (hifdhuddin), jiwa (hifdhun nafs), nalar (hifdhul aql), harta (hifdhul mal), keluarga (hifdhun nasl), dan martabat (hifdhul ‘aradl) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah,” papar Kiai Said.

Kiai asal Cirebon ini juga mengimbau para santri untuk mentransformasikan momentum Hari Santri sebagai ajang gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. “Spirit “nasionalisme bagian dari iman”, hubbul wathan minal iman, perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme,” katanya.

Apel diikuti ribuan santri dan pelajar dari berbagai daerah di Jabodetabek. Usai pembacaan teks Pancasila yang dipimpin Ketua PBNU Robikin Emhas, deklarasi ikrar santri diteriakkan secara serentak yang dipandu oleh Sekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz.

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan sejumlah pejabat tinggi negara. (Mahbib)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 AlaNu, Cerita Hari Santri 2019

Minggu, 28 Januari 2018

Guru Madrasah di Sumedang Berlatih Keterampilan Bahasa Indonesia

Sumedang, Hari Santri 2019 - Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menggelar penyuluhan Bahasa Indonesia yang diikuti guru Bahasa Indonesia tingkat MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Sumedang di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor. Penyuluhan yang berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis (23-24/3) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kebahasaan dan menunjang profesionalitas guru.

Penyuluhan ini dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H Hasen. Ia menyambut baik kegiatan yang diprakarsai oleh Balai Bahasa Jawa Barat ini. Sebelum membuka acara, ia menuturkan tentang pentingnya siswa di zaman sekarang menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Guru Madrasah di Sumedang Berlatih Keterampilan Bahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madrasah di Sumedang Berlatih Keterampilan Bahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madrasah di Sumedang Berlatih Keterampilan Bahasa Indonesia

"Saat ini kesadaran siswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar sudah mulai berkurang. Banyak siswa dalam berkomunikasi lebih suka menggunakan bahasa asing yang kurang jelas. Dengan adanya penyuluhan kebahasaan seperti ini diharapkan guru-guru di madrasah dapat termotivasi kembali untuk menerapkan disiplin ilmu Bahasa Indonesia kepada anak didiknya," kata H Hasen.

Penyuluhan ini dipandu oleh dua orang pemateri, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat Muhammad Abdul Khak dan staf di balai bahasa Umi Kulsum. Umi kulsum menjadi narasumber di hari pertama dengan materi ejaan Bahasa Indonesia dan bentuk pilihan kata. Sedangkan Muhammad Abdul Khak memberikan materi di hari kedua tentang kebijakan bahasa dan kalimat efektif.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Para peserta yang merupakan guru MI, MTs, dan MA merasa puas dengan adanya kegiatan tersebut. Sebagaimana dituturkan oleh salah seorang peserta yang bernama Lilis Lia Rosnia yang menjabat sebagai Ketua MGMP Bahasa Indonesia tingkat MTs.

"Kami sebagai peserta merasa puas dengan adanya kegiatan penyuluhan kebahasaan ini. Mengingat ilmu dalam berbahasa itu dinamis, kami mengharapkan kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkala dan continue," tutur Lilis. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar

Banyumas, Hari Santri 2019. Sekolah merupakan tempat strategis dalam mengenalkan dan menanamkan pola hidup bersih kepada anak. Guru berperan signifikan dalam menciptakan kebiasaan positif tersebut kepada peserta didiknya untuk disebarluaskan di lingkungan keluarga.

Cara pandang ini menjadi dasar Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Tengah menggelar Workshop Healthy Living di Hotel Queen Garden dan Moroseneng kawasan wisata Baturaden Banyumas, Jawa Tengah. Sejak Ahad sampai Selasa (5/11), sebanyak 85 guru MI dan MTs di bawah LP Maarif NU se-Kabupaten Banyumas dan Cilacap mengikuti pelatihan hidup bersih ini.

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar

Selama tiga hari guru-guru yang mengampu bidang studi olah raga dan kepala Unit Kesehatan Sekolah (UKS) tersebut menerima materi seputar pengelolaan UKS, pola makan sehat, sanitasi, penyakit menular dan berbahaya, imunisasi, narkoba, bahaya rokok, dan materi kesehatan lainnya.

Hari Santri 2019

Selain itu peserta juga memperoleh materi manajemen keterampilan membuat keputusan terkait kesehatan dan membangun komunikasi yang efektif untuk mendukung gaya hidup sehat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Australia’s Education Partership with Indonesia yang digagas LP Maarif NU Jateng dan Pemerintah Australia.

?

Salah seorang peserta, Yayuk Sulistiyowati, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru tentang kesehatan. “Materinya sangat bagus. Tutornya juga sangat berkompeten, menguasai materi, dan tidak membosankan,” kata guru Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Kroya ini.

Hari Santri 2019

“Di samping itu banyak praktiknya. Seperti tadi misalnya, kami guru-guru diminta praktik cara menggosok gigi yang benar. Kemudian ada materi penyakit menular dan cara penangannya.? Ini bekal bagi kami untuk mensosialisasikan kepada murid-murid di sekolah,” ungkapnya.

Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah H Agus Sofwan Hadi berharap para guru peserta workshop bisa menularkan semangat pola hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing. Suasana hidup sehat, lanjutnya, termasuk standar pelayanan minimal yang harus disediakan sekolah. Masih banyak madrasah-madrasah yang belum? menyadari pentingnya hal ini.

“Jumlah dan kondisi toiletnya tidak memenuhi standard, sanitasinya buruk,? dan ketersediaan air bersihnya minim. Padahal hidup sehat adalah modal awal terbentuknya generasi yang berkualitas. Jika? pola hidup sehat diterapkan di? madrasah-madrasa insyaallah sekolah kita juga sehat. Sekolah yang sehat dapat menghasilkan generasi yang? berkualitas,” ungkapnya.

Sebelum Banyumas dan Cilacap Workshop Healthy Living yang dimotori SNIP LP Ma’arif NU Jateng ini juga dilaksanakan di Kebumen pertengahan Oktober lalu. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Meminang Keberanian

Robiatul Adawiyah

Bahagia tak layak menjadi jaminan

Meminang Keberanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Meminang Keberanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Meminang Keberanian

Bila bahagia masih menjadi sebuah kemungkinan

Kemungkinan hidup yang saling bergantungan.

Hidup adalah keberanian.

Hari Santri 2019

Keberanian hujan dengan sejuta alasan

Tanpa tahu yang berada dalam gendongan

Yang berada ditepi jalan.

Hari Santri 2019

Seperti gula,

Manis

Larut

Dan mengendap dalam gelas.

Wujudnya tak lagi menarik

Namun rasa adalah penggoda

Darinya keberanian tercipta.

Sementara,

Memandu jalannya kenangan

Tak menuntutmu untuk memberi

Dan lekas tuk disudahi.

Sebab, lelaki separas apapun

Tak akan menarik jika terluka.

Menimang-nimang kenangan

Sungguh membuatku kerepotan

Kenangan menjadi tumpukan bergilir

Dan air mata hanya akan terus mengalir.

Kenangan menjadi sangat luber.

Semua orang sibuk merawat dan menghias kenangan.

Sayangnya, kenangan tak bisa diganti orangnya

Dan tak bisa diubah rasanya.

Jakarta, April 2017

Penulis adalah kader PMII Az-Ziyadah, peserta kelas menulis Hari Santri 2019. Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Ulama, Cerita, Habib Hari Santri 2019

Senin, 15 Januari 2018

Kiai Romly Tamim, Penyusun Doa Istighotsah

Kata "Istighotsah" (?) adalah bentuk masdar dari Fiil Madli Istaghotsa (?) yang berarti mohon pertolongan. Secara terminologis, istigotsah berarti beberapa bacaan wirid (awrad) tertentu yang dilakukan untuk mohon pertolongan kepada Allah SWT atas beberapa masalah hidup yang dihadapi.

Istighotsah ini mulai banyak dikenal oleh masyarakat khususnya kaum Nahdliyyin baru pada tahun 1990 an. Di Jawa Timur, ulama yang ikut mempopulerkan istighotsah adalah Almarhum KH Imron Hamzah (Rais Syuriyah PWNU Jatim waktu itu). Namun di kalangan murid Thariqah, khususnya Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, Isighotsah ini sudah lama dikenal dan diamalkan.

Bacaan istighotsah yang banyak diamalkan oleh warga Nahdliyyin ini, bahkan sekarang meluas ke seluruh penjuru negeri sebenarnya disusun oleh KH Muhammad Romly Tamim, seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah, dari Pondok Pesantren Rejoso, Peterongan, Jombang. Hal ini dibuktikan dengan kitab karangan beliau yang bernama Al-Istighatsah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah" (tahun 1951) kemudian pada tahun 1961 diterjemah ke dalam bahasa Jawa oleh putranya KH Mustain Romli.

KH Muhammad Romly Tamim adalah salah satu putra dari empat putra Kiai Tamim Irsyad (seorang Kiai asal Bangkalan Madura). Keempat putra Kiai Tamim itu ialah Muhammad Fadlil, Siti Fatimah, Muhammad Romly Tamim, dan Umar Tamim.

Kiai Romly Tamim, Penyusun Doa Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Romly Tamim, Penyusun Doa Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Romly Tamim, Penyusun Doa Istighotsah

KH Muhammad Romly Tamim lahir pada tahun 1888 H. di Bangkalan Madura. Sejak masih kecil, beliau diboyong oleh orang tuanya KH. Tamim Irsyad ke Jombang. Di masa kecilnya, selain belajar ilmu dasar-dasar agama dan Al-Quran kepada ayahnya sendiri juga belajar kepada kakak iparnya yaitu KH Kholil (pembawa Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Rejoso).

Setelah masuk usia dewasa, beliau dikirim orang tuanya belajar ke KH. Kholil di Bangkalan, sebagaimana orang tuanya dahulu dan juga kakak iparnya belajar ke beliau. Kemudian setelah dirasa cukup belajar ke Kiai Kholil Bangkalan, beliau mendapat tugas untuk membantu KH Hasyim Asyari mengajarkan ilmu agama di Pesantren Tebuireng, sehingga akhirnya beliau diambil sebagai menantu oleh Kiai Hasyim yaitu dinikahkan dengan putrinya yang bernama Izzah binti Hasyim pada tahun 1923 M. Namun pernikahan ini tidak berlangsung lama karena terjadi perceraian.

Hari Santri 2019

Setelah perceraian tersebut, Mbah Yai Romly, begitu biasa dipanggil, pulang ke rumah orang tuanya, Kiai Tamim di Rejoso Peterongan. Tak lama kemudian beliau menikahi seorang gadis dari desa Besuk, kecamatan Mojosongo. Gadis yang dinikahi tersebut bernama Maisaroh. Dari pernikahannya dengan Nyai Maisaroh ini, lahir dua orang putra yaitu Ishomuddin Romly (wafat tertembak oleh tentara Belanda, saat masih muda), dan Mustain Romly.

Putra kedua Kiai Romly yang tersebut? terakhir ini kemudian menjadi seorang Kiai besar yang berwawasan luas. Hal ini terbukti saat beliau menjadi pengasuh di Pondok Pesantren DarulUlum Rejoso, beliau mendirikan sekolah-sekolah umum di dalam pesantren disamping madrasah-madrasah diniyah yang sudah ada. Sekolah-sekolah umum itu di antaranya SMP, SMA, PGA, SPG, SMEA, bahkan juga memasukkan sekolah negeri di dalam pesantren yaitu MTs Negeri dan MA Negeri. Sekolah-sekolah tersebut masih berjalan hingga sekarang.

Di samping menjadi Ketua Umum Jamiyyah Ahli Thariqoh Mutabaroh dan Mursyid Thariqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah pada saat itu, Dr. KH. Mustain Romly yang kemudian menjadi menantu KH. Abdul Wahab Chasbullah Tambakberas ini juga merupakan satu-satunya Kiai pertama di Indonesia yang mendirikan sebuah Universitas Islam yang cukup ternama pada saat itu (tahun 1965), yaitu Universitas DarulUlum Jombang.

Hari Santri 2019

Kemudian setelah Nyai Maisaroh wafat, Mbah Yai Romly menikah lagi dengan seorang gadis putri KH. Luqman dari Swaru Mojowarno. Gadis itu bernama Khodijah. Dari pernikahannya dengan istri ketiga ini lahir putra-putra beliau yaitu: KH Ahmad Rifaiy Romli (wafat tahun 1994), beliau adalah menantu Kiai Mahrus Ali Lirboyo, KH A. Shonhaji Romli (wafat tahun 1992), beliau adalah menantu Kiai Ahmad Zaini Sampang, KH. Muhammad Damanhuri Romly (wafat tahun 2001), beliau adalah menantu Kiai Zainul Hasan Genggong, KH. Ahmad Dimyati Romly (menantu Kiai Marzuki Langitan), dan KH. A. Tamim Romly, M.Si. (menantu Kiai Shohib Bisri Denanyar).

KH. Muhammad Romly Tamim, adalah seorang Kiai yang sangat alim, sabar, sakhiy, wara, faqih, seorang sufi murni, seorang Mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, dan pengasuh Pondok Pesantren DarulUlum Rejoso, Peterongan, Jombang.

Di antara murid-murid beliau yang terkenal dan menjadi Kiai besar ialah KH. Muhammad Abbas (Buntet Cirebon), KH. Muhammad Utsman Ishaq (Sawahpuluh Surabaya), KH. Shonhaji (Kebumen), KH. Imron Hamzah (Sidoarjo).

KH. Muhammad Romly Tamim, disamping seorang mursyid, beliau juga kreatif dalam menulis kitab. Di antara kitab-kitab karangannya ialah: al-Istighotsah bi Hadrati Rabbil-Bariyyah, Tsamratul Fikriyah, Risalatul Waqiah, Risalatush Shalawat an-Nariyah. Beliau wafat di Rejoso Peterongan Jombang pada tanggal 16 Ramadlan 1377 H atau tanggal 6 April 1958 M.

Tata Cara Istighotsah

Melaksanakan istighotsah, boleh dilakukan secara bersama-sama (jamaah) dan boleh juga dilakukan secara sendiri-sendiri. Demikian juga waktunya, bebas dilakukan, boleh siang,? malam, pagi, atau sore. Seseorang yang akan melaksanakan? istighotsah, sayogianya ia sudah dalam keadaan suci, baik badannya, pakaian dan tempatnya,? dan suci dari hadats kecil dan besar.

Juga tidak kalah pentingnya, seseorang yang mengamalkan istighotsah menyesuaikan dengan bacaan dan urutan sebagaimana yang telah ditentukan oleh pemiliknya (Kiai Romly). Hal ini penting disampaikan, sebab tidak sedikit orang yang merubah bacaan dan urutan istighotsah? bahkan menambah bacaan sehingga tidak sama dengan aslinya. Padahal urutan bacaan istighotsah ini, menurut riwayat santri-santri senior Kiai Romli adalah atas petunjuk dari guru-guru beliau, baik secara langsung maupun lewat mimpi.

Diceritakan, sebelum membuat wirid istighotsah ini, beliau Kiai Romli melaksanakan riyaddloh dengan puasa selama 3 tahun. Dalam masa-masa riyadlohnya itulah beliau memperoleh ijazah wirid-wirid istighotsah dari para waliyulloh. Wirid pertama yang beliau terima adalah wirid berupa istighfar, dan karena itulah istighfar beliau letakkan di urutan pertama dalam istighosah. Demikian juga urutan berikutnya adalah sesuai dengan urutan beliau menerima ijazah dari para waliyyulloh lainnya. Oleh karena itu? ? sebaiknya dalam mengamalkan istighotsah seseorang menyesuaikan urutan wirid-wirid istighotsah sesuai dengan aslinya.

Setelah siap semuanya, barulah seseorang menghadap qiblat untuk memulai istighotsah dengan terlebih dahulu menghaturan hadiah pahala membaca surat al-Fatihah untuk Nabi, keluarga dan shahabatnya, tabiin, para wali dan ulama khususnya Shahibul Istighatsah Hadratusy Syaikh KH. Muhammad Romly Tamim. (Ishomuddin Ma’shum, dosen Universitas Darul Ulum Jombang)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita Hari Santri 2019

Sabtu, 13 Januari 2018

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech

Rembang, Hari Santri 2019

Pemerintah Kabupaten Rembang Jawa Tengah pekan depan mengagendakan gelaran shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Rencananya acara tersebut diselenggarakan pada 10 September 2017 di alun-alun kabupaten setempat.

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech

Bupati Rembang H Abdul Hafidz saat menghadiri acara Istighotsah dan Aksi Damai Tolak Five Days School (FDS) yang diselenggaran warga NU Rembang, Rabu (30/8), juga mengungkapkan tentang hal ini.

"Pemkab Rembang pada tanggal 10 September akan mengadakan shalawat bersama Habib Syech. Dan kami juga telah komunikasi dengan Pak Gubernur, insyaAllah akan hadir juga," terangnya.

Hari Santri 2019

Senada dengan Bupati Rembang, dalam halaman Facebook resmi Humas Setda Rembang juga dipaparkan tentang informasi ini.

Hari Santri 2019

"Rembang bersholawat, Minggu 10 September 2017 start pukul 19.00 WIB di Alun-alun Rembang bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dari Solo," tulis halaman Facebook tersebut.

Agenda ini mendapat sambutan positif dari warga Rembang. Hal ini tampak dari beberapa komentar dalam fanspage resmi Pemkab Rembang tersebut yang apresiatif terhadap kegiatan ini. (Aan Ainun Najib/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Internasional, Ubudiyah Hari Santri 2019

Selasa, 02 Januari 2018

MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran

Moskow, Hari Santri 2019

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-8 di Moskow, Rusia, telah ditutup pada Senin (8/10) kemarin dengan pemenang pertama dalam kategori tilawah adalah Mohammed Sajjad Jandami dari Iran, dan Abdullah Ali Akbar dari Kyrgyzstan pemenang pertama dalam kategori hafal Al-Qur’an.



MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran

MTQ yang diprakarsai oleh Dewan Fatwa Rusia diikuti sebanyak 60 qari’ dan qari’ah dari Rusia dan sejumlah negara seperti Iran, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, Ukraina, Turkey, Iran, India dan Azerbaijan ikut serta dalam lomba tersebut.

Para pemenang memperoleh hadiah uang tunai yang disediakan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi dan Kedubes Kesultanan Oman di Moskow.

Hari Santri 2019

Menurut Ketua Dewan Hakim MTQ, Ainuddin, kategori penilaian dalam perlombaan baca kitab suci umat Islam itu adalah kefasehan tajwid (cara membaca Al-Qur’an), hafalan, tartil (lagu), dan penampilan.(ant/nur/irna)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Pertandingan, RMI NU Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Kamis, 28 Desember 2017

Visi dan Misi, Pertimbangan Utama dalam Memilih Gubernur

Jakarta, Hari Santri 2019. Usep S Ahyar dari Populi Center, lembaga survey dan kebijakan Publik menyampaikan, hasil survey yang dilakukan pada September lalu menghasilkan temuan bahwa faktor yang paling dominan dalam memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada DKI Jakarta adalah kesukaan calon pemilih terhadap visi dan misi, serta program yang diusung pasangan calon.?

“Sedangkan faktor kesamaan agama hanya memberi kontribusi sebesar 5 persen,” kata Usep dalam diskusi Perspektif Jakarta yang digelar di Gedung PBNU, Rabu (12/10).

Visi dan Misi, Pertimbangan Utama dalam Memilih Gubernur (Sumber Gambar : Nu Online)
Visi dan Misi, Pertimbangan Utama dalam Memilih Gubernur (Sumber Gambar : Nu Online)

Visi dan Misi, Pertimbangan Utama dalam Memilih Gubernur

Dalam survey yang melibatkan 400 orang ini, juga ditemukan bahwa 48 persen pemilih berpendapat bahwa gubernur dan wakil gubernur boleh beragama apa saja. Yang menginginkan gubernur dan wakil gubernur harus satu agama mencapai 40 persen.

Temuan lain adalah, 49.8 persen pemilih di Jakarta tidak keberatan jika dipimpin oleh gubernur non-Muslim sedangkan yang keberatan mencapai 46 persen.?

Hari Santri 2019

Mengingat dalam Pilgub Jakarta ini ada bakal calon yang berasal dari etnis Tionghoa, yaitu Basuki Cahaya Purnama, Populi Center juga menanyakan kepada responden, apakah mereka keberatan jika dipimpin oleh gubernur beretnis Tionghoa, 53.2 persen tidak keberatan sedangkan yang keberatan mencapai 40.7 persen.?

30.2 persen publik Jakarta menginginkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur bebas dari korupsi. Karena itu, jika selama masa pilkada ini ada pasangan calon yang terbukti korupsi, maka 55.5 persen pemilih akan merubah pilihannya.?

Hal yang menjadi perhatian kami ini termasuk kampanye hitam. Usep menjelaskan kampanye hitam adalah kampanye untuk menjatuhkan lawan politik pada isu-isu yang tidak berdasar. Hal ini berbeda dengan kampanye negatif yang menyampaikan kelemahan-kelemahan lawan politik melalui isu-isu negatif, tetapi dengan fakta yang benar, baik itu track record atau kasus-kasus yang dilaluinya.

“Berbeda dengan kampanye hitam, kampanye negatif justru menghidupkan demokrasi dan pendidikan politik yang dikandungnya. Mengapa demikian? Dalam kampanye negatif, informasi yang dikemukakan adalah suatu kenyataan dan mampu dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dari temuannya dalam survey yang menunjukkan bahwa masyarakat lebih mengutamakan visi dan misi pasangan calon, ia mengambil kesimpulan bahwa masyarakat pemilih di Jakarta sudah menuju pada pemilih yang lebih rasional.?

Hari Santri 2019

Namun demikian, kampanye hitam juga akan memunculkan ketegangan politik dan kebencian yang tak berujung. “Stigma negatif terus disematkan pada kelompok tertentu dan pihak-pihak yang mendukung. Pada akhirnya aapriori masyarakat pada pemilu dan demokrasi,” imbuhnya. ?

Ia berharap agar ada penyikapan secara serius dari penyelenggara pemilu. “Celah-celah yang memungkinkan kampanye hitam ini muncul harus segera dicarikan solusinya, disertai dengan pengawasan yang lebih ketat,” tegasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, RMI NU, Humor Islam Hari Santri 2019

Minggu, 24 Desember 2017

Asad Said Ali: Pluralisme Indonesia Berbeda dengan Barat

Jakarta, Hari Santri 2019. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan pluralisme yang diterapkan di Indonesia berbeda nilai dengan pluralisme yang ada di dunia Barat. Jika diabaikan, perbedaan itu akan membawa bangsa ini ke arah yang bertentangan dengan khazanah budaya sendiri.

Asad Said Ali: Pluralisme Indonesia Berbeda dengan Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali: Pluralisme Indonesia Berbeda dengan Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali: Pluralisme Indonesia Berbeda dengan Barat

Hal itu disampaikan Asad saat menjadi pembicara kunci dalam dialog kebangsaan bertajuk “Menelisik Masa Depan Indonesia, Indonesia dalam Perspektif Sakralitas Budaya” di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (30/10)

Menurutnya, sejak awal kebhinekaan di Nusantara tidak terlepas dari nilai-nilai solidaritas, tujuan hidup dan persatuan bangsa. Sikap ini berbeda dengan pluralisme Barat yang cenderung didominasi unsur individualisme dalam pengejawantahannya.

Hari Santri 2019

Karena itu, As’ad mengingatkan segenap elemen bangsa untuk lebih memperhatikan kenyataan ini. Selain sebagai cermin kemandirian budaya, pluralitas jenis ini juga termasuk penghargaan pada tradisi yang dimiliki.

“Jadi bagaimana pluralitas diarahkan menjadi kebersamaan,” katanya.

Hari Santri 2019

Wakil Ketua Umum PBNU juga menyinggung beberapa kesalahan cara pandang sejumlah orang dalam melihat kelompok tradisional di Indonesia, seperti NU. “Masih banyak yang mengatakan NU itu antiBarat, menolak modernitas, padahal tidak,” ujarnya.

Dia menegaskan, NU merupakan kelompok yang menjunjung tinggi tradisi, namun tidak menutup diri dengan masukan luar yang relevan dan baik untuk bangsa ini. Prinsip ini selaras dengan kaidah fiqh al-muhafadhah alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara unsur lama yang masih baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik).

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Cerita Hari Santri 2019

Minggu, 10 Desember 2017

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan

Washington, Hari Santri 2019. Gedung Putih mengumumkan ringkasan dari rincian teknis pakta nuklir dengan Iran dan kemudian menjabarkan rencana penerapannya kepada anggota kongres Amerika Serikat (AS). Ini dilakukan di tengah adanya konflik dengan sejumlah anggota Kongres yang menentang pendekatan AS ke Teheran.

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan

Kepada Kongres di Capitol Hill, Kamis, pemerintah AS membagikan rencana implementasi pakta nuklir dengan Iran setebal 30 halaman dengan syarat hal ini tetap dirahasiakan dari publik, demikian keterangan sejumlah pejabat Kongres. Demikian dilansir oleh wall street journal.

Ringkasan kesepakatan nuklir ini berisi rencana mendetail penerapan pakta yang berjangka waktu enam bulan tersebut. Kesepakatan ini dibuat guna membatasi kemajuan program nuklir Iran untuk ditukar dengan kelonggaran sanksi ekonomi oleh Barat.

Hari Santri 2019

Sementara itu, sebuah koalisi Republik dan Demokrat ingin memberlakukan sanksi ekonomi baru untuk menjamin Teheran tidak membeli senjata nuklir.

Pemerintah AS mengatakan sanksi baru ini dapat merugikan upaya diplomasi penyusunan kesepakatan jangka panjang dengan Iran. Presiden AS Barack Obama telah mengatakan ia akan memveto setiap undang-undang sanksi baru.

Hari Santri 2019

“Hari ini kami memang membagikan dokumen yang berisi pemahaman teknis terkait penerapan Rencana Aksi Gabungan,” ujar kepala humas Gedung Putih, Jay Carney. “Jenis dokumen seperti ini tidak selalu dirilis ke publik.”

Sejumlah staf anggota Kongres mengatakan dirilisnya dokumen rahasia kepada Kongres –dan perilisan ringkasannya — tidak akan mampu membendung perdebatan mengenai kebijakan AS terhadap program nuklir Iran. Beberapa staf Kongres yang membaca dokumen rahasia yang lebih mendetail menyayangkan bagaimana dokumen ini tidak menjabarkan bagaimana komunitas internasional menyimpulkan bahwa Iran telah melanggar kesepakatan tersebut.

Mereka juga mengkhawatirkan bahwa, menurut dokumen itu, Iran akan meneruskan beberapa riset dan pengembangan nuklir dalam periode enam bulan tersebut. Kesepakatan ini akan mulai berlaku pada 20 Januari nanti.

Dokumen ini juga tidak menjabarkan cara pelucutan reaktor nuklir besar Iran di kota Arak. Jika diaktifkan, reaktor ini diyakini mampu menghasilkan plutonium, yang dapat digunakan dalam perakitan senjata nuklir.

Menurut ringkasan yang disusun Gedung Putih, sebuah “Komisi Gabungan” telah didirikan oleh Iran dan negara besar dunia guna mengawasi penerapan kesepakatan tersebut.

Komisi Gabungan akan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, “untuk menyusun sebuah resolusi bagi program nuklir Iran, dengan mempertimbangkan kecemasan di masa lalu dan masa sekarang.”

Dokumen ini juga menjabarkan periode pembayaran pendapatan minyak sebesar US$ 4,2 milyar untuk Iran, selama enam bulan, yang dibekukan di bank-bank luar negeri. Pembayaran ini tergantung pada komitmen Iran dalam membuang semua cadangan uraniumnya, dengan tingkat kemurnian 20%, yang menjadi bahan bakar senjata nuklir. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, Cerita, Berita Hari Santri 2019

Kamis, 07 Desember 2017

Sekjen PBNU Titip Pesan untuk Suu Kyi Lewat Menlu, Ini Isinya

Jakarta, Hari Santri 2019. Situasi yang semakin tidak kondusif di Rohingya memancing banyak pihak bereaksi keras. Reaksi itu antara lain berwujud pembentukan Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang dikoordinasi oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Sekjen PBNU Titip Pesan untuk Suu Kyi Lewat Menlu, Ini Isinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Titip Pesan untuk Suu Kyi Lewat Menlu, Ini Isinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Titip Pesan untuk Suu Kyi Lewat Menlu, Ini Isinya

Di sela-sela pembentukan AKIM tersebut, Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini menitipkan pesan khusus kepada Aun San Suu Kyi lewat Menlu Retno LP Marsudi.?

"Saya menitipkan pesan khusus untuk Aung San Suu Kyi lewat Bu Retno. Saya menuntut agar kekerasan yang terjadi dan menimpa rakyat rohingya segera dihentikan," jelas Helmy.

Pihaknya, lanjut Helmy, tidak tinggal diam dalam menyikapi kekerasan di Rohingya ini. Berbagai upaya terus dilakukan. Antara lain proaktif menggalang dukungan kepada sejumlah pihak untuk mencari solusi terbaik.

Hari Santri 2019

Selain itu, PBNU juga menggalang bantuan praktis melalui Lembaga Penanngulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU). Bantuan ini sebagai upaya konkret memebantu korban kemanusiaan Rohingya.?

Helmy juga menuntut komite Nobel untuk mencabut pengghargaan Nobel perdamaian yang telah diberikan kepada Aung San Suu Kyi Jika tidak segera meredam dan melakukan upaya resolusi dalam menyelesaikan tragedi kemanusiaan di Rohingya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Cerita Hari Santri 2019

Rabu, 06 Desember 2017

Hadapi Ideologi Garis Keras, Ansor Majalengka Jaga Kekompakan

Majalengka, Hari Santri 2019. Keluarga Besar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Majalengka, Jawa Barat, Ahad? (10/8) kemarin menggelar kegiatan Silaturrahim dan Halal Bihalal yang dihadiri oleh jajaran dewan penasihat, mantan ketua cabang,? pengurus cabang dan anak cabang se-Kabupaten Majalengka yang bertempat? di sekretariat PAC Ansor Sindangwangi.

Dalam sambutanya ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Majalengka Ahmad Khotib, S.Ag menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mantan ketua, para alumni Ansor dan jajaran penasehat atas perjuanganya selama ini sehingga? Ansor Banser Majalengka bisa eksis sampai sekarang.

Hadapi Ideologi Garis Keras, Ansor Majalengka Jaga Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Ideologi Garis Keras, Ansor Majalengka Jaga Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Ideologi Garis Keras, Ansor Majalengka Jaga Kekompakan

Disampaikan juga bahwa kepada seluruh kader Ansor dan Banser diwajibkan mengikuti kaderisasi baik pelatihan kader dasar (PKD) dan dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Hari Santri 2019

Acara silaturrahim sekaligus diisi dengan deklarasi penolakan terhadap faham dan gerakan? Islamic State Of Irak and Suriah (ISIS) karena jelas-jelas menodai Islam dan bisa merongrong keutuhan NKRI, dan diinstruksikan kepada seluruh kader dari jajaran pengurus cabang sampai tingkat ranting untuk mewaspadai gerakan ISIS dan bila menemukan gerakan yang mencurigakan untuk segera melaporkan kepada kepolisian setempat. Deklarasi disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor, Satkorcab Banser dan Dewan Penasehat? Ansor.

Hari Santri 2019

Selaku jajaran penasehat Drs. Arifin Muslim, MM.? dalam sambutanya berpesan kepada seluruh kader agar selalu menjaga kekompakan antar kader dan konsisten menjaga aqidah ahlusunnah waljama’ah annahdiyah dari rongrongan ideologi-ideologi? yang? menodai Islam dan ideologi-ideologi yang menngancam keutuhan NKRI.

Sebagai acara penutup dilakukan musofahah antar kader yang ditutup dengan do’a. (Aris Prayuda/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Cerita Hari Santri 2019

Kamis, 30 November 2017

Mengapa Perlu Pedoman Dakwah?

Oleh KH Cholil Nafis

Dakwah menjadi ujung tombak dari citra Islam. Sebab banyak orang mendengar ajaran Islam dan interaksi pemberdayaan umat melalui aktivitas dai baik dakwah secara lisan maupun dakwah yang langsung mengajak mesyarakat. Sedangkan fenomena yang marak di Indonesia masih didominasi arti dakwah secara lisan dalam acara-acara formal keagamaan atau tabligh pengajian.

Dakwah yang efektif membutuhkan panduan sebagai penentu arah untuk mencapai tujuan. Apalagi seperti di Indonesia yang terdiri atas berbagai  agama dan paham keislaman dibutuhkan pedoman dakwah dalam mengayomi dan melindungi umat dari akidah dan paham yang sesat (himayatul ummah), membangun persatuan umat (tauhidul ummah), menyatukan kerangka pemahaman agama Ahlussunah wal jamaah (taswiyatul afkar), dan membangun sinergi gerakan (tansiqul harakah) dalam bingkai Islam wasathi.

Mengapa Perlu Pedoman Dakwah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Perlu Pedoman Dakwah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Perlu Pedoman Dakwah?

Dalam rangka mengefektifkan peran dakwah sesuai dengan tujuan utamanya adalah mengajak masyarakat untuk bertauhid kepada Allah SWT, menjalankan syariah agama dan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, maka Majelis Ulama Indonesia menganggap penting untuk menetapkan pedoman dakwah untuk acuan oleh para dai.

Hari Santri 2019

Kerangka dakwah yang  efektif harus meliputi kompetensi dai, metode yang digunakan untuk mengajak umat, media yang digunakan harus sesuai dengan dinamika masyarakat, serta materi yang sesuai dengan kebutuhan umat (madu).

Dalam Pedoman dakwah yang disahkan oleh MUI pada September 2017 memuat beberapa ketentuan, di antaranya:

Hari Santri 2019

1. Menetapkan kriteria dan kompetensi pelaku dakwah.

2. Menetapkan konten dakwah Islam yang berwawasan Wasathiyah (moderat) dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.

3. Menetapkan model dan metode dakwah yang aktual, dinamis dan bertanggung jawab.

4. Menetapkan adanya Dewan Etik Dakwah Nasional yang mengarahkan konten, dan mengawasi perilaku para dai dan lembaga penyiaran dakwah agar sesuai dan senafas dengan wawasan dakwah wasathiyah, baik di tingkat nasional maupun lokal.

Integritas dan Kompetensi Dai

Semua orang bisa menjadi objek dakwah, umat Muslim maupun non-Muslim. Namun menjadi pelaku dakwah harus memiliki kriteria yang harus dipenuhi agar citra Islam tidak buruk dan malah dakwahnya menjadi  kontraproduktif. Dai harus memiliki integritas dan kompetensi yang memadai tergantung pada tingkat masyarakat sebagai objek dakwah. Seorang dai harus memiliki integritas qalbu, lisan, amal, dan sosial. Ia harus memiliki sifat ikhlas dan tekad untuk mengabdikan diri demi melayani kebaikan orang lain. Ia harus mempunyai sifat rela dirinya berkorban demi kebaikan orang banyak. Tutur kata seorang dai harus mencerminkan isi hatinya yang diimplementasikan dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat.

Kompetensi dai harus memiliki ilmu pengetahuan, kemampuan berkomunikasi, manajerial, dan pandai mengembangkan masyarakat. Sebab seorang dai harus memiliki ilmu yang bisa diberikan dan sekaligus memiliki keterampilan untuk menyampaikannya. Selanjutnya dai harus bisa mengelola dan mengembangkan masyarakat menuju kehidupan beragama dan bermasyarakat yang lebih baik.

Metode Dakwah

Keberhasilan sesuatu tak hanya ditentukan oleh konten dan materinya, tetapi juga metode yang tepat sasaran untuk mencapai tujuan. Karenanya, keberhasilan dakwah juga ditentukan dari optimalisasi dan sinkronisasi dakwah dengan metode yang digunakan. Sesuai objek dakwah, metode yang digunakan bisa dengan cara menampilkan perilaku dan akhlak yang mulia sehingga posisi dai bagaikan pilar bagi agama sehingga membuat orang lain meneladani, bahkan yang belum Muslim pun bisa tertarik untuk masuk Islam. Metode ceramah dan nasihat dapat digunakan sesuai dengan objek dakwah dan suasan masyarakat yang hendak diubah ke arah kehidupan yang lebih baik. Di kalangan akademisi dan ilmuwan, menggunakan metode diskusi bahkan debat dalam mencari format kebenaran dapat lebih efektif. Tetapi dalam debat tetap harus menjaga sopan santun dan niat baik untuk mencari dan memberi kebenaran.

Materi Dakwah

Materi adalah konten yang hendak disampaikan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kehidupannya. Ada beberapa hal yang menjadi prioritas dakwah, ialah penguatan akidah, peningkatan akhlak, pembinaan keluarga, membangun persatuan dan nasionalisme dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini penting agar masyarakat Indonesia tidak salah orientasi beragama, berkeluarga, dan bermasyarakat sehingga paripurna dalam menjalankan ajaran agama sekaligus menjadi pioner dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam berdakwah dai harus menghindari penyampaikan kebenaran dengan cara yang salah, tidak boleh menyampaikan kebaikan dengan cara menghina dan tidak boleh membangun masyarakat dengan cara menistakan. Karenanya, dalam dakwah tidak boleh ada unsur dan kata-kata benci kepada yang lain. Semua materi dakwah dalam rangka untuk mengajak pada kebaikan dengan penuh cinta kasih.

Kode Etik Dakwah

Suatu hal yang amat penting dalam menunjang keberhasilan dakwah adalah menyatukan diri dalam pikiran, ucapan, dan tindakan. Hati seorang dai harus lurus dan akidahnya harus benar. Kemudian yang ada di dalam itu implementasikan dalam bentuk ucapan yang lembut (layyinan), yang penuh makna dan berwibawa (tsaqila) dan mencerahkan kepada umat (sadida). Ucapan lebih bermakna dan lebih memberi kesan mendalam manakala ucapan baik itu telah dilakukan oleh dai sebelum materi itu disampaikan kepada masyarakat.

*) Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Ulama Hari Santri 2019

Rabu, 29 November 2017

Terkait Identitas Karyawan, Sarbumusi: Holcim Jangan Ganggu Keberagaman Buruh

Jakarta, Hari Santri 2019. Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (DPP K-Sarbumusi NU) meminta manajemen PT Holcim Indonesia menghormati keberagaman kepercayaan buruh sejalan dengan konstitusi yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Presiden DPP K-Sarbumusi NU, Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta, Selasa (16/5) menegaskan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan tegas menjamin keamanan dalam menjalankan kehidupan beragama dalam suatu negara yang bersifat non religus.

Terkait Identitas Karyawan, Sarbumusi: Holcim Jangan Ganggu Keberagaman Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Identitas Karyawan, Sarbumusi: Holcim Jangan Ganggu Keberagaman Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Identitas Karyawan, Sarbumusi: Holcim Jangan Ganggu Keberagaman Buruh

"Selain itu negara yang berlandaskan hukum tidak melarang dan mengatur-ngatur hubungan personal kepercayaan dan keberagamaan warga negaranya sendiri," kata dia lagi.?

Ia melanjutkan, Pasal 29 ayat 1 dan 2 menegaskan, negara berdasarkan atas ketuhanan yang Maha Esa dan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

"Saudara Cornelius Arianto Wibisono yang mempunyai riwayat berganti agama atas kesadaran dan kehendak sendiri wajib dihormati oleh siapapun dan oleh apapun. Dengan agama dan kepercayaan yang sekarang, tidak boleh dilanggar oleh siapapun termasuk oleh manajemen PT Holcim Indonesia. Ia bebas untuk menjalankan dan melaksanakan kewajiban agamanya," tegas Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal Eko Darwanto.

Hari Santri 2019

DPP K-Sarbumusi NU mengecam keras tindakan Direktur O & HR PT Holcim Indonesia memaksa Arianto untuk menikmati daging hewan yang menurut agama dan kepercayaannya sekarang haram hukumnya.

Hal itu, kata Syaiful menambahkan, menjadi bentuk pelanggaran serius dan pelanggaran HAM yang nyata atas Konstitusi Negara Republik Indonesia sebagai mana tercantum dalam Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Hari Santri 2019

"Yang bersangkutan selaku unsur pimpinan seharusnya tidak melontarkan pernyataan yang menyinggung cara beragama buruh di PT Holcim Indonesia. ? Jangan membuat agama menjadi bagian isu dan persoalan dalam hubungan industrial. Secara keseluruhan, keberagamaan buruh tidak bisa di intervensi oleh manajemen atau pihak manapun," kata dia lagi.

Berkaitan dengan hal tersebut, DPP K-Sarbumusi NU menuntut Presiden Direktur PT Holcim Indonesia untuk membuat tim investigasi terhadap Direktur O & HR atas penghinaan dan penistaan yang dilakukan terhadap saudara Cornelius Arianto Wibisono, dan ? bila terbukti melanggar agar diberhentikan dari perusahaan.

"Kami meminta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia untuk segera menurunkan pengawas terhadap manajemen PT Holcim Indonesia atas pelanggaran SARA dalam hubungan industrial," kata Syaiful lagi.

DPP K-Sarbumusi NU menuntut Presiden Direktur PT Holcim Indonesia agar mengembalikan nama baik dan posisi hubungan industrial saudara Cornelius Arianto Wibisono terkait pelanggaran hubungan industrial dengan dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja tanpa Perjanjian Kerja Bersama PT Holcim Indonesia dan prosedur kontitusi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Kami meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan investigasi dan penyelidikan terkait isu SARA yang dilontarkan Direktur O & HR PT Holcim Indonesia, apa itu ketidaksengajaan atau merupakan kebijakan yang terstruktur," demikian kata Syaiful Bahri Anshori. (Gatot Arifianto/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Doa, Cerita, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2019

Selasa, 21 November 2017

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik

Jepara, Hari Santri 2019. Jamiyyah Muji Rosul (Jamuro) Ar Robbaniyyin Unisnu Jepara mengadakan Forum Rembug Jamuro (Forjam) untuk anggotanya untuk memberikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus Jamuro dalam satu periodenya, sekaligus untuk rapat evaluasi bersama anggota untuk masa depan Jamuro menjadi tambah baik lagi.?

Forjam diadakan di basecamp Jamuro, Masjid Kampus Unisnu Jepara pada Senin 13 Juli 2015.?

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik

"Jamuro harus bisa menjadi inspirasi bagi anggotanya untuk lebih semangat dalam berjamiyyah dan bershalawat sehingga barokahi kepada mahasiswa serta masyarakat luas, sehingga Jamuro tidak hanya bisa memainkan hadrah/rebana saja tapi giat dalam segala kegiatan serta menginspirasi orang lain untuk berdakwah mensyiarkan,” tutur KH Noor Rohman Fauzan.

Jamuro merupakan jamiyyah sekaligus organisasi yang berada dibawah naungan Masjid Kampus Unisnu Jepara. Organisasi ini berusaha untuk terus berkembang menjadi tambah baik lagi dengan visi utama memasyarakatkan shalawat dan menshalawatkan masyarakat yang mengedepankan akhlakul karimah dan bercendekia untuk selangkah lebih maju dan bertambah baik, kata Muhammad MS, ketua Jamuro periode 2011 - 2014.

Hari Santri 2019

Forjam yang diikuti oleh seluruh anggota Jamuro sekaligus untuk memilih ketua periode mendatang, setelah melalui mekanisme voting dalam sidang pemilihan ketua Jamuro, maka forum sepakat menjadikan Udvi untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jamuro pada periode berikutnya yaitu 2015 - 2016.?

Hari Santri 2019

"Dengan bersama-sama dan komitmen yang kuat, insya Allah usaha kita untuk mensyiarkan shalawat melalui Jamuro pasti selalu diberikan keberkahan. Karena dengan bershalawat, kita selalu memuji kepada makhluk paling utama yaitu Nabi Muhammad Saw dan itu merupakan dinilai ibadah," kata Udvi ketua terpilih secara aklamasi untuk periode 2015-2016

Acara ditutup dengan pembagian reward dari Jamuro untuk anggotanya berupa bingkisan dan kostum baru.?

"Ini memberikan semangat kami untuk terus berjuang dan bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, serta bertambah gembira untuk meraih kemenangan di hari raya Idul Fitri 1436 H setelah puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh," tambah Nur Faid, wakil ketua Jamuro terpilih 2015 - 2016. (Miqdad Syaroni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Humor Islam Hari Santri 2019

Minggu, 19 November 2017

PBNU Minta PWNU Jatim Dekati Penyelenggara "Tarawih Superkilat"

Surabaya, Hari Santri 2019. Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar meminta PWNU Jawa Timur untuk segera melakukan pendekatan kepada pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Mambaul Hikam di Kabupaten Blitar yang menjadi penyelenggara Shalat Tarawih superkilat.

PBNU Minta PWNU Jatim Dekati Penyelenggara Tarawih Superkilat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta PWNU Jatim Dekati Penyelenggara Tarawih Superkilat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta PWNU Jatim Dekati Penyelenggara "Tarawih Superkilat"

"Praktik Shalat Tarawih superkilat yang dilaksanakan oleh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Blitar itu justru mengabaikan substansi dari tarawih itu sendiri," katanya di Surabaya, Jumat (10/6).

Hari Santri 2019

Secara bahasa, kata "tarawih" merupakan bentuk plural (jamak) dari kata "tarwihah" yang artinya "istirahat". Dalam praktik yang dicontohkan oleh "salafus shalih" (generasi terdahulu umat Islam), para jamaah mengambil jeda atau istirahat setiap empat rakaat (dua kali salam).?

Hari Santri 2019

"Waktu jeda tersebut diambil setelah mereka melakukan shalat yang cukup panjang dalam empat rakaat tersebut," kata Pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu.

Jeda tersebut diisi dengan beragam kegiatan, seperti shalat dan membaca Al-Quran, setelah para jamaah melaksanakan shalat dengan durasi yang cukup panjang.?

"Demikianlah tradisi Qiyamul Ramadhan atau Tarawih yg dipraktikkan Nabi dan para sahabat," katanya.

Menurut Kiai Miftah, tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah SWT (Quran Surah Thaha 14), karena itu shalat yang baik seharusnya tidak menghilangkan tumaninah (tenang) dalam setiap gerakannya. Tidak tergesa-gesa, apalagi "superkilat".

Bahkan, hadits At-Tirmidzi dan An-Nasai dari Al-Fadl bin Abbas menyebutkan shalat itu haruslah engkau (dalam keadaan) tenang, merendahkan diri, mendekatkan diri, meratap, menyesali dosa-dosa, dan engkau meletakkan kedua tanganmu lalu mengucapkan Wahai Allah, Wahai Allah. Barang siapa yang tidak melalukan (hal itu), maka shalatnya itu kurang.

Dalam hadits riwayat Muttafaq Alayh menyatakan jika shalat akan didirikan, janganlah kalian berdiri hingga melihatku dan hendaklah kalian melaksanakan shalat dengan tenang.

"Nah, tarawih superkilat di Blitar itu tidak ada ketenangan (tumaninah) sama sekali. Itu jauh dari tarawih secara definisi. Mereka salah memahami kitab rujukannya," katanya.

Sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Dliyauddin Azzamzammi mengatakan, tradisi salat tarawih cepat di pondoknya sudah berlangsung selama satu abad lebih, sejak kakeknya menjadi pengasuh Pondok Pesantren.

"Alasannya, saat itu banyak warga yang enggan ikut salat tarawih, karena siangnya bekerja sehingga badannya capek dan pena, sehingga dengan teraweh cepat ini, membuat para jamaah menjadi tertarik untuk datang ke masjid dan ikut melaksanakan Shalat Tarawih," katanya.

Meski cepat, namun shalat di Ponpes Mambaul Hikam itu dinilai tidak mengurangi rukun atau syarat salat atau keluar dari syariat hukum Islam, karena tumaninah itu ada waktu jeda untuk melafalkan Subhanallah, baik secara lisan maupun dalam hati.

Saat ini, Pondok Pesantren Salafiyah Mambaul Hikam mempunyai sekitar 1.000 lebih santri putra-putri dari berbagai daerah. Bahkan dari luar Jawa, seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Lampung juga banyak. (Antara/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita Hari Santri 2019

Jumat, 17 November 2017

Belajar dari Kisah Uwais Al-Qarni

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Belajar dari Kisah Uwais Al-Qarni (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kisah Uwais Al-Qarni (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kisah Uwais Al-Qarni

? ? ?

Hari Santri 2019

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Allah SWT berfirman dalan Surah Al-Hujurat, Ayat 13:

Hari Santri 2019

? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa.”

Dalam ayat di atas terdapat 3 (tiga) kata kunci. Pertama “mulia”, kedua “Allah”, dan ketiga “takwa”. Ayat ini mengandung maksud bahwa mulia tidaknya seseorang sesungguhnya bergantung pada ketakwaannya kepada Allah SWT dan bukan kepada hal-hal yang bersifat duniawi. Dengan kata lain, yang disebut orang mulia sesunguhnya adalah mereka yang senantiasa berbuat kemuliaan berupa ketakwaaan. Definisi ini bersifat teologis karena bersumber pada keyakinan akan kebenaran firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an.

Berdasar pada pandangan teologis tersebut, kita bisa membedakan antara orang mulia dengan orang yang dimuliakan. Orang mulia adalah mereka yang dimuliakan Allah karena senantiasa berbuat kemuliaan dengan melaksanakan hal-hal yang diperintahkan Allah SWT, dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Sedangkan orang yang dimuliakan adalah mereka yang secara sosiologis dihormati masyarakat karena memiliki latar belakang tertentu seperti: jabatan, keturunan, kekayaan, keilmuan atau keahlian, dan sebagainya.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Lewat khutbah ini, saya ingin mengajukan pertanyaan apakah orang mulia di sisi Allah itu sekaligus orang yang dimuliakan di dunia ini? Dengan kalimat lain, apakah orang-orang mulia karena ketakwaannya kepada Allah selalu dimuliakan juga oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya?

Jawabnya, “tidak selalu” karena secara faktual ada beberapa orang mulia di sisi Allah keberadaannya diremehkan oleh masyarakat disebabkan tidak memiliki latar belakang tertentu yang bersifat duniawi seperti jabatan penting, kekayaan melimpah, nasab tinggi, dan lain sebagainya. Tentu saja ada banyak orang mulia di sisi Allah yang juga dihormati dalam masyarakat karena memiliki kriteria-kriteria tertentu yang berlaku di masyarakat seperti tersebut di atas.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Salah satu contoh orang mulia di sisi Allah tetapi tidak dihormati oleh masyarakat adalah Uwais Al-Qarni - seorang pemuda miskin penduduk desa Qaran di Yaman. Dia menjalani kehidupan yang sulit bersama ibunya yang seorang janda. Ia pernah menderita penyakit kusta. Pakaiannya hanya ada dua helai. Uwais Al-Qarni bekerja hanya sebagai penggembala hewan ternak dengan upah tak seberapa. Dengan keadaan Uwais yang seperti itu ia sering ditertawakan, diolok-olok, dihina, dan dituduh mencuri ini mencuri itu. Tetapi semua perlakuan masyarakat seperti itu ia terima dengan sabar.

Ketika pada suatu hari ada seseorang yang bermaksud memberikan sedekah berupa dua helai pakaian, Uwais Al-Qarni menolaknya. Kepada orang tersebut, Uwais Al-Qarni mengatakan:

“Saya khawatir kalau pakaian ini saya terima, nanti orang-orang mengintrogasi saya dari mana saya mendapatkan pakaian ini. Mereka pasti tidak percaya dengan jawaban saya. Mereka akan menuduh saya kalau pakaian ini saya dapat kalau tidak dengan membujuk ya mencuri”.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Sungguhpun Uwais Al-Qarni hidup dalam kemiskinan, ia menjalani kehidupannya dengan penuh ketakwaan. Bahkan ketakwaannya diakui oleh Rasulullah SAW meskipun diantara mereka belum pernah saling bertemu. Hal yang sangat menonjol dari ketakwaan Uwais Al-Qarni sebagaimana diceritakan Rasulullah SAW adalah baktinya kepada sang ibu yang luar biasa. Sejak kecil Uwais Al-Qarni selalu taat dan hormat kepada ibunya. Ketika sang ibu telah tua dan lumpuh, bakti Uwais kepada sang ibu semakin bertambah.

Suatu hari sebenarnya ia sangat rindu untuk bertemu Rasulullah SAW, namun ia selalu mengurungkan niatnya karena tak tega meninggalkan sang ibu sendirian di rumah tanpa ada yang merawatnya. Ketika pada suatu hari ia melihat ibunya cukup sehat, ia mendekat padanya untuk menyampaikan isi hatinya, yakni ingin bertemu atau sowan kepada Rasululullah SAW di Madinah. Uwais Al-Qarni memohon ijin kepada ibunya agar diperkenankan. Sang Ibu sangat terharu dengan keinginan Uwais untuk bertemu Rasululllah SAW. Sang ibu menjawab:

“Pergilah wahai anakku! Temuilah Nabi Muhammad SAW di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”.

Akhirnya berangkatlah Uwais Al-Qarni ke Madinah yang jaraknya dari Yaman sekitar 400 kilometer. Tibalah Uwais Al-Qarni di kota Madinah dan segera menuju rumah Nabi Muhammad SAW. Diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Tak ada jawaban dari Rasulullah SAW. Ia hanya mendapat jawaban dari istri beliau Aisyah RA yang mengatakan Rasulullah SAW sedang berada di medan perang dan belum diketahui kapan beliau kembali. Uwais Al-Qarni teringat pesan ibunya untuk segera pulang. Maka segeralah ia pulang ke Yaman meski dengan hati yang hampa karena gagal bertemu Rasulullah SAW yang sangat dirindukannya. Namun sebelum pulang, Uwais Al-Qarni sempat menitipkan salam untuk Rasulullah SAW lewat Aisyah RA.

Ketika Rasulullah SAW pulang ke rumah, Aisyah RA memberitahukan tentang kedatangan seorang laki-laki tak dikenalnya beberapa waktu sebelumnya. Rasulullah SAW menjelaskan kepada Aisyah bahwa laki-laki itu bernama Uwais Al-Qarni meski beliau belum pernah bertemu secara langsung. Ia adalah anak yang sangat taat kepada ibunya. Ia tak populer di kalangan penduduk bumi karena miskin sekali, tetapi ia sangat terkernal di kalangan penduduk langit.

Sedemikian istimewa Uwais Al-Qarni hingga Rasulullah SAW menceritakannya kepada Umar bin Khattab RA dan Ali bin Abi Thalib RA:

? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kelak akan datang seorang laki-laki bernama Uwais. Ia memiliki belang putih. Ia berdoa agar Allah menghilangkan belang itu, maka Allah menghilangkannya (kecuali di lengannya). Barang siapa diantara kalian bertemu dia, maka termuilah dia dan mintalah padanya untuk memintakan ampunan kepada Allah.”

Pesan tersebut akhirnya benar-benar dilaksanakan oleh Ali bin Abi Thalib RA dan Umar bin Khattab RA ketika Rasulullah SAW telah wafat. Kepada Uwais Al-Qarni, kedua sahabat besar Rasulullah SAW tersebut mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Hai Uwais sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan kami agar engkau memintakan ampunan kepada Allah agar dosa-dosa kami diampuni-Nya.”

Mendengar apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab RA tersebut, Uwais Al-Qarni hanya bisa menangis, tetapi kemudian memberikan jawaban bisa jadi orang yang dimaksudkan Rasulullah SAW itu bukan dirinya. Tetapi Ali bin Abi Thalib RA terus mendesak agar ia mau mendoakan bagi Umar bin Khattab RA dan Ali bin Abi Thalib RA karena sangat menyakini bahwa dialah orang yang dimaksudkan Rasulullah SAW. Akhirnya Uwais Al-Qarni bersedia memenuhi permintaan tersebut dengan memanjatkan doa ampunan kepada Allah bagi keduanya.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Dari kisah Uwais Al-Qarni di atas, ada beberapa hal yang dapat kita petik sebagai pelajaran berharga. Pertama, orang mulia karena ketakwaannya kepada Allah SWT akan tetap mulia dan taat kepada-Nya meski seperti apapun kondisi sosial ekonominya. Ia akan tetap sabar dan istiqamah menjadi hamba-Nya yang saleh tanpa terpengaruh oleh hal-hal duniawi seperti tidak dihormati oleh masyarakat karena miskin.

Kedua, janganlah kita memandang seseorang dari sisi duniawinya, lalu merendahkannya karena bisa jadi ia memiliki sisi ukhrawi yang jauh lebih baik dari pada kita. Bisa jadi kita membutuhkan pertolongannya di akherat kelak berupa syafaat karena orang-orang mulia di sisi Allah seperti Uwais Al-Qarni dapat memberikan syafaat kepada orang-orang tertentu. Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa Uwais Al-Qani kelak ketika memasuki pintu surga diberhentikan langkah kakinya oleh Allah SWT. Allah menghendaki agar Uwais Al-Qarni berhenti sebentar untuk memberikan syafaat terlebih dahulu kepada orang-orang dari kabilah Rabiah dan Mudhar yang membutuhkan pertolongannya.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Semoga kita semua dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kisah Uwais Al-Qarni. Barangkali di sekitar kita, ada orang-orang yang keadaannya mirip dengan Uwais Al-Qarni meski tidak sama persis, yakni tidak populer di masyarakat karena status sosialnya yang rendah. Orang seperti ini bisa jadi sangat poluler di kalangan penduduk langit jika terbukti memang selalu hidup dalam ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT dan selalu istiqamah dalam kebaikan-kebaikannya. Tidak selayaknya kita meremehkan orang seperti ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Ahlussunnah, News Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock