Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan

Probolinggo, Hari Santri 2019. Masih ingat tragedi penyanderaan gadis bernama Zahriyani Putri Agustin di Gresik beberapa waktu lalu? Siswi SDN Tlogopatut II Kota Gresik berusia 9 tahun ini akhirnya selamat setelah petugas berhasil melumpuhkan pelaku, Fuad Ahmad.

Kejadian pertengahan bulan Desember lalu berlangsung sangat dramatis. Pelaku yang berasal dari Nusa Tenggara Barat mengalami depresi setelah kalah judi bola. Nyawa Rani pun sempat terancam karena selama sekitar dua jam Fuad menodongkan pisau di leher siswa kelas IV SD itu.

Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan

Dan sejumlah kejadian di pengujung tahun ini menjadi perhatian dari LSM Tri Guna Bhakti. Meningkatnya perdagangan perempuan dalam bentuk trafficking dan kejahatan terhadap anak menjadi bahasan dalam kegiatan dialog interaktif dan testimoni korban trafficking dan perlindungan kejahatan terhadap anak, Ahad (28/12). ?

Hari Santri 2019

Kegiatan dilangsungkan di Auditorium SMA Nurul Jadid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur dengan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Dra. Hj. Hikmah Bafaqih selaku Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Hj. Khodijatul Qodriyah, S.Ag, MM.Pub, MSi yang juga Ketua Pusat Studi Wanita Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo serta Kapolres Probolinggo, AKBP Riky Haznul.

Hari Santri 2019

Sejumlah peserta dan narasumber dibuat terperengah dengan testimoni yang disampaikan salah seorang korban perdagangan perempuan. Korban yang tidak bersedia dicantumkan identitasnya ini menceritakan bahwa dirinya dibujuk seseorang untuk dicarikan pekerjaan sebagai pelayan toko. "Tak tahunya saya justru dijual ke penggemar gadis perawan," katanya.

Saat itu dia sempat menjerit dan meronta sebagai bentuk perlawanan tapi tidak kuasa. Akhirnya selama hampir 3 bulan lamanya dia disekap di salah satu ruangan yang dijaga sejumlah preman. Selanjutnya ia dan sejumlah perempuan belia dijual untuk digilirkan kepada para laki-laki pencari kenikmatan sesaat.

Lain lagi pengakuan Zahriyani Putri Agustin. Siswi kelas IV SD ini dengan lancar membuka cerita saat dibopong penyandera bernama Fuad Ahmad. Dalam pengakuannya, saat lehernya ditempeli pisau, tetap tenang dan terus membaca doa dan Alfatihah. Beruntung akhirnya Fuad ditembak jajaran Polisi Polres Gresik sehingga meninggal di tempat. Pengakuan ini kontan disambut aplaus dari peserta karena kagum akan keteguhan hatinya.

Pada acara yang dipandu Yorris M. Lato, selaku Direktur Yayasan Embun Surabaya ini, ketiga narasumber berpesan agar terus meningkatkan kewaspadaan. Bisa membekali diri dengan pengetahuan dan tidak mudah percaya kepada siapa saja yang mengajak untuk keluar rumah. Semua juga menyarankan agar para perempuan juga bisa berpartisipasi dalam menciptakan suasana aman dan nyaman di lingkungan masing-masing. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 27 Januari 2018

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) menggelar seminar nasional Tata Kelola Air bertajuk ‘Mencegah Mata Air Menjadi Air Mata, Rabu (20/5) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air

“Seminar ini juga sebagai rangkaian kegiatan Rakornas LPBINU di Bogor tanggal 20-23 Mei 2015. Ide-ide yang muncul dari kegiatan ini akan dijadikan rekomendasi pada saat Muktamar ke-33 NU mendatang,” ujar Ketua PP LPBINU, Avianto Muhtadi dalam sambutannya.

Menurut Avianto, isu tata kelola air adalah persoalan yang penting dan krusial. Karena, lanjutnya, pengelolaan sumber daya air yang sejatinya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, ternyata menjadi air mata bagi masyarakat yang bermukim di sekitar mata air dan berdampak kapada masyarakat luas.

Hari Santri 2019

“Persoalan ini membutuhkan solusi bersama antara pemangku kepentingan dalam tata kelola air, yaitu pemerintah dan perusahaan, serta masyarakat. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2015 mengingatkan pemangku kepentingan untuk kembali ke jalan yang benar secara konstitusidalam tata kelola air untuk kemakmuran rakyat banyak,” papar Avianto.

Hadir memberikan sambutan, Sekjen PBNU, H Marsudi Syuhud, Ketua MK RI, Prof Dr Arief Hidayat, dan para narasumber seminar sesi pertama, seperti KH Masdar Farid Mas’uadi (Rais Syuriyah PBNU), Rahmat Hidayat (Juru Bicara Lintas Asosiasi Pengguna Air/Wakil Ketua Umum GAPMMI), serta pejabat dari Kementerian PU dan PeRA, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan peserta seminar yang memadati lokasi.

Pada sesi kedua, hadir juga para pembicara, antara lain, Ir Basah Hernowo, MA (Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air) dan Ir B Wisnu Widjaja, MSc ((Deputi Pencegahan dan Kesiap-siagaan BNPB).? (Fathoni)?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Rabu, 24 Januari 2018

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas

Jakarta, Hari Santri 2019. Budayawan nasional asal Semarang, Jawa Tengah Prie GS menyampaikan orasi budaya di hadapan instruktur nasional Pendidikan Agama Islam (PAI), akhir pekan lalu di Jakarta. Pria yang juga motivator ini menjelaskan terkait ketepatan (presisi) menyusun kurikulum untuk membangun intelektualitas yang mantap secara budaya.

Di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan ini, Prie GS memberikan uraian presisi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dari perspektif tokoh dan model tidur seseorang. Dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat Dunia ini, menurut Prie penting memahami presisi dan ketenangan.

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat PAI Kemenag ini, dia memaparkan satu per satu model tidur yang selama ini diamatinya, mulai dari tidurnya seorang kepala kantor hingga anak-anak. Menurut Mas Prie, sapaan akrabnya, manusia bisa belajar dari kemurnian tidurnya anak-anak.

Anak-anak, menurutnya, bisa tidur dalam posisi apapun dan dimana pun. Kemurnian ini terkait dengan kehidupan manusia yang terkadang terlalu sibuk dengan kehidupan dunianya sehingga melupakan sisi kemanusiaan pada dirinya.

Hari Santri 2019

“Setingkat di bawah anak-anak adalah tidurnya seorang tunawisma. Bayangkan, mereka bisa tidur dengan tenang di atas jembatan tipis yang melintang di atas saluran air. Jika gerak dan miring sedikit saja, selesai itu,” ujar Prie menerangkan foto yang ditunjukkannya melalui slide presentasi diikuti riuh tawa ratusan peserta.

Hal ini, imbuhnya, terkait dengan ketepatan dan ketenangan. Sehingga dalam menyusun kurikulum dan materi pelajaran, para pendidik hendaknya tepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi anak-anak, khususnya di zaman modern seperti sekarang. Dia bukan tanpa alasan, karena generasi muda sering dijadikan sasaran agitasi bagi kepentingan kelompok tertentu.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Prie dengan memaparkan tokoh nasional dan internasional dari sisi budaya presisi dan ketenangan. Dia secara apik menjelaskan presisi yang dilakukan oleh pebalap MotoGP Valentino Rossi, pebalap Formula 1 Michael Schumacher, Aktor Holywood Tom Cruise, dan penyanyi internasional Maria Carey dalam menjalani profesinya.

Hari Santri 2019

Prie juga menjelaskan tentang Presisi budaya dan ketenangan dari seorang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang selama ini dia kagumi. Menurut Prie, Gus Dur mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain. Anehnya, kata dia, Gus Dur kerap hanya melempar joke atau humor dengan tenang. “Selesai masalah,” celetuk Prie diikuti gerrr peserta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 23 Desember 2017

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Muslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) dikenal sebagai teman yang sangat akrab. Banyak orang mengatakan beliau berdua adalah waliyullah (kekasihnya Allah).

Sekitar tahun 2007 akhir Mbah Liem mengutus langsung putri menantunya, Yayuk Madayani (yang dipersunting Gus Muh) untuk menyampaikan pesan penting kepada Gus Dur. Pesan tersebut ditulis tangan langsung oleh Mbah Liem dan dimasukan ke sebuah map.

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Mbah Liem kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur

Pesan tersebut tampaknya sangat sangat penting karena yang diutus putri beliau sendiri. Dawuh Mbah Liem, “Iki kudu langsung kowe kekno neng Gus Dur! (ini harus kamu berikan sendiri kepada Gus Du, tidak boleh lewat perantara). Saat itu Ning Yayuk posisinya di Pekalongan karena masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

Hari Santri 2019

Pesan tersebut sudah sampai di tangan Ning Yayuk saat Gus Dur punya program penghijauan di Pekalongan. Ning Yayuk pun menemui Pak Fuadi (korlap kegiatan). Yayuk diajak menemui Gus Dur di bandara Semarang karena waktu yang paling tepat, ya saat itu.

“Gus ini ada utusan Mbah Liem bade (hendak) menyampaikan pesan untuk Panjenengan,”? kata Pak Fuadi kepada Gus Dur.

“Oh yo, ono opo (Ada apa)?” Sahut? Gus Dur.

Hari Santri 2019

Ning Yayuk langsung duduk membuka isi map dan membacakan pesan Mbah Liem. Isi pesan tersebut demikian, “HAMANDITO HAMANDITO LUWEH APEK! REGENERASI REGENERASI!” Sesaat Gus Dur terdiam mendengar isi pesan tersebut kemudian berkata, “Nggih, Nggih, Insya Allah, amiin.”

Gus Dur mengucapkannya seolah berhadapan langsung dengan Mbah Liem. Dalam isi pesan itu Mbah Liem mengingatkan dan meminta Gus Dur untuk merelakan PKB, biar PKB diurus yang muda–muda karena waktu itu PKB sedang dilanda konflik berat. Lahumal Faatihah...

Ali Mahbub, Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng 2014-2018, asal Wonogiri

* Kisah ini ditulis berdasarkan cerita Ning Yayuk Madayani kepada penulis pada 24 maret 2014, pukul 09.40 pagi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Minggu, 17 Desember 2017

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat

Semarang, Hari Santri 2019. Kabar duka datang dari Kendal, Jawa Tengah. KH Wildan Abdul Hamid merupakan adik dari Abuya KH. Ahmad Abdul Hamid berpulang ke Rahmatullah, Kamis (9/6) pukul 03.00 WIB dini hari di rumah sakit Sardjito Yogyakarta. Kiai yang lahir tahun 1931 meninggal karena faktor usia yang sudah sangat sepuh.

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat

"Subuh ini mendengar berita: saudaraku dan murid kesayangan ayahku KH. Wildan Abdul Hamid Kendal telah dipanggil kehadirat Allah SWT. Semoga Allah menerima segala amal baiknya dan mengampuni segala kesalahannya", ? tulis KH Ahmad Mustofa Bisri di akun Facebook pribadinya.

Selain itu, Gus Mus juga mendoakan semoga keluarga dan para santrinya sabar dan ikhlas serta mampu melanjutkan ajaran dan perjuangannya. Pondok Pesantren Roudlotul Mutaallimin merupakan warisan untuk diteruskan para keluarganya.? Selain itu, Kiai Wildan memiliki pengajian rutin kitab Ihya Ulumuddin tiap Selasa pagi untuk kiai-kiai muda dan bapak-bapak, sedangkan untuk ibu-ibu dan remaja putri beliau mengaji Tafsir al-Ibriz? KH Bisri Mustofa dan Mujarrobat? Mbah Sholeh Darat.

Kiai Wildan juga masih tercatat sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah masa khidmah 2013-2018, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kendal, dan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kendal.

"Kesan yang bisa saya tanggap dari beliau adalah kesederhanaan dan sangat tadzim kepada kiai-kiai sepuh," ungkap KH. Asroi Thohir salah satu menantu.

Hari Santri 2019

Kiai Wildan meninggalkan Hj. Faizah (istri) dengan delapan putra-putri yaitu Wahidah Ghodif, Rohmah, Fauziyah, Robiatul Adawiyah, Nur Azizah, Atikah, Nihayah dan Muhammad Farid Fadh. Rencana pemakaman nanti bada Ashar awal di maqbarah Grabag Kendal. (M. Zulfa/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Amalan, Meme Islam, Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

RSIA Muslimat Beri Keringanan Pemegang Kartanu

Jombang, Hari Santri 2019. Muslimat NU Jombang memastikan bahwa para pemegang Kartanu akan mendapat keringanan biaya saat menggunakan fasilitas di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) “Muslimat” Jombang.?

RSIA Muslimat Beri Keringanan Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
RSIA Muslimat Beri Keringanan Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

RSIA Muslimat Beri Keringanan Pemegang Kartanu

Hal itu disampaikan Ketua PC Muslimat NU Jombang, Ny Hj Aisyah Muhammad pada Hari Santri 2019 (7/2).?

Bu Is, sapaan akrabnya, menandaskan bahwa kemudahan dan keringanan itu sebenarnya telah menjadi komitmen RSIA Muslimat kepada nahdliyin, khususnya warga muslimat.?

Hari Santri 2019

Bahkan sejak tahun 2006, rumah sakit ini telah memberikan potongan biaya kepada para pasien yang memiliki Kartu Tanda Anggota Muslimat (Kartamus).?

Kata Bu Is, semua itu dilakukan sebagai tanda terimakasih terhadap kepercayaan warga muslimat kepada rumah sakit yang susah payah didirikan. “Juga agar ada nilai lebih dan manfaat yang akan diterima warga saat mereka bangga sebagai warga muslimat,” kata cucu KH Abdul Wahab Chasbulla ini.

Hari Santri 2019

Kalau kemudian NU melakukan sosialisasi terhadap keberadaan warganya dengan menertibkan Kartanu, maka hal itu harus dipandang sebagai bentuk kepedulian jam’iyah ini kepada warga. “Namun kebanggaan sebagai warga yang kemudian berkenan memiliki kartu anggota, hendaknya ditindaklanjuti dengan berbagai kemudahan,” lanjutnya.

Dan yang bisa dioptimalkan manfaatnya adalah dengan memperoleh sejumlah potongan harga saat mereka berobat atau memerlukan layanan kesehatan di sejumlah rumas sakit yang berbasis NU. “PC Muslimat NU Jombang dengan RSIA Muslimat-nya siap memberikan discount kepada pemegang Kartanu,” tandas Bu Is.

Sekretaris Yayasan RSIA Muslimat Jombang ini juga berharap agar momentum Kartanu dapat dijadikan sarana untuk pemutaakhiran data warga dengan segala potensi yang dimiliki.?

Demikian juga warga yang telah berkenan hati mensukseskan kegiatan tersebut untuk bisa menerima manfaat. “Perlu ada ikhtiar dan terobosan yang sungguh-sungguh untuk memberikan manfaat lebih dari warga yang memiliki Kartanu,” harapnya.?

Apa yang selama ini dilakukan PC Muslimat NU Jombang dengan memberikan sejumlah keringanan kepada pemegang Kartamus saat memanfaatkan fasilitas RSIA Muslimat adalah diantara manfaat lebih bagi warganya.?

“Sudah saatnya, pemegang Kartanu juga bisa memperoleh keringanan di sejumlah rumah sakit dan layanan lain yang nyata-nyata didukung kemajuannya oleh warga NU,” katanya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Rabu, 06 Desember 2017

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Pati, Hari Santri 2019. Ada yang menarik menjelang Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dihelat di Masjid Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/5) malam. Pasalnya, sejak usai jamaah dzuhur terdengar nama ribuan arwah dibacakan oleh panitia.

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Menurut Ketua Panitia Isra’ Mi’raj M Anwar Syafi’i, pembacaan nama arwah dilakukan bergantian oleh sejumlah anggota panitia. “Nama-nama arwah tersebut sengaja kami bacakan pakai pengeras suara demi syiar. Paling tidak, ahli waris juga bahagia nama keluarganya yang telah wafat disebut dalam majlis tahlil ini,” ujarnya.

Tiap nama yang ditahlilkan, lanjut Anwar, keluarga menitipkan uang sebesar 2000 rupiah kepada panitia. “Hingga sore ini, dana yang masuk sudah 8 juta lebih. Kalau 2000 perorang, berarti ada empat ribuan arwah yang ditahlilkan. Seperti tahun lalu, menjelang Maghrib masih ada saja warga mengirim nama leluhurnya,” ungkap Anwar.

Hari Santri 2019

Anwar Syafii menambahkan, tahlil akbar ini telah dimulai sejak tiga tahun silam. “Ini tahun keempat. Tiap tahun selalu naik jumlahnya, baik arwah maupun keluarga yang mendaftarkannya,” ujar Anwar.

Selain tahlil akbar, lanjut Anwar, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan santunan kepada para yatim piatu yang dikemas dalam pengajian umum. “Pengajian malam ini akan dihadiri KH Mahrus Ali dari Jepara,” katanya.

Hari Santri 2019

Di tempat terpisah, Imam Masjid Darussalam KH Ali Makhtum Salam menyatakan, kegiatan Isra Mi’raj diinisiasi Majlis Ta’lim Al-Istiqomah yang beranggotakan jamaah masjid Darussalam.

“Majlis ta’lim ini merupakan organisasi pengajian kitab tiap malam Selasa yang dirintis oleh Bapak (KH Abdussalam-red). Lalu, diteruskan Kiai Suyuthi A Hannan, kakak sepupu saya. Setelah beliau sakit-sakitan, saya diminta melanjutkan,” ujar Kiai Makhtum.

Pengajian kitab kuning, lanjutnya, telah dimulai saat Almaghfurlah KH Abdussalam masih hidup. Mbah Salamun, sapaan akrab Kiai Abdussalam, biasa memimpin pengajian dengan berbagai macam kitab, antara lain Majmuah al-Syariah al-Kafiyah li al-Awam karya KH Sholeh Darat Semarang.

Sementara itu, Koordinator Majlis Ta’lim Al-Istiqomah Masjid Darussalam Ahmad Ahsin mengatakan, nanti malam ada 35 anak yatim piatu yang akan diberi santunan. “Dana santunan, diambil dari sumbangan para donatur. Bukan dari dana pemasukan tahlil akbar,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, Nahdlatul Ulama, Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 02 Desember 2017

PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah

Jakarta, Hari Santri 2019. Pimpinan Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU) melayani sedikitnya 300 pasien dari kalangan bawah. Mereka mendatangi stan pelayanan kesehatan yang digelar LKNU di Jalan Kayu Putih Selatan V Nomor 45, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (18/3).



PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LKNU Layani 300 Pasien Kelas Bawah

Kegiatan layanan kesehatan itu dibuka dengan sambutan Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim dan Sekretaris Umum PP LKNU Anggia Ermarini.

Layanan kesehatan secara gratis ini merupakan bentuk pengabdian LKNU terhadap masyarakat umum. Layanan kesehatan itu merupakan bagian dari kegiatan awal harlah ke-67 yang akan diselenggarakan PW Muslimat NU DKI Jakarta.

Lokasi pelayanan kesehatan berdekatan dengan Puskesmas Kayu Putih, Pulogadung. Dalam pelayanan kesehatan, pihak puskesmas setempat turut berpartisipasi dengan menurunkan dua dokternya.

Hari Santri 2019

Layanan kesehatan itu berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00. Pasien datang silih berganti.Sejumlah 150 kursi pasien yang disediakan panitia tidak dapat menampung 300 jumlah pasien yang datang.

Tiga ratus pasien berasal dari jamaah majelis taklim dan kalangan umum. Mereka terdiri dari golongan ibu-ibu dan anak-anak. Semuanya berasal dari golongan masyarakat kelas bawah.

Di lokasi, mereka menerima layanan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan untuk anak. Selain itu, pasien juga mendapatkan obat secara cuma-cuma sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Mereka menyambut baik layanan kesehatan itu. "Kami sangat senang dan berharap program seperti ini sering diadakan di tengah masyarakat," kata salah seorang pasien Siti Aminah, Senin (18/3) siang.

Hari Santri 2019

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Tegal, Hadits Hari Santri 2019

Kamis, 30 November 2017

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas

Jakarta, Hari Santri 2019. Sekitar 50.000 santri yang mengikuti apel akbar dan upacara memperingati Hari Santri Nasional 2016 berkomitmen untuk menjaga bangsa dan negara Indonesia. Untuk maksud ini, santri Indonesia berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sabtu (22/10) di Lapangan Monas Jakarta.

Ikrar dibacakan oleh perwakilan seluruh Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) sebagai rumah besar santri Indonesia dengan dipandu oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini.?

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas

Anggota LPOI antara lain: Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DAI Indonesia (Ikadi), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI), Himpunan Bina Mualaf.

Berikut isi ikrar kesetiaan NKRI dari santri Indonesia. Sebagai wujud dari semangat Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 kami santri Indonesia berikrar:

1. Setia mempertahankan Pancasila sebagai dasar bernegara dan berbangsa yang final di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hari Santri 2019

2. Setia menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menghormati keberagaman suku agama ras dan budaya. Menjunjung tinggi persatuan dalam kebhinekaan serta ikut menciptakan perdamaian dunia.

Hari Santri 2019

3. Menolak segala bentuk terorisme, radikalisme dan paham ekstrim lainnya. Dan senantiasa bersiap-siaga melawan segala bentuk ancaman yang berpotensi memecah belah bangsa.

Ikrar kesetiaan NKRI tersebut dipandang penting sebagai komitmen bersama mengingat radikalisme global terus berupaya memecah belah harmoniasi kehidupan bangsa.?

Sebab itu, santri Indonesia sebagai pewaris perjuangan para ulama mempunyai peran penting dalam mewujudkan kondisi masyarakat yang ramah, damai, toleran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Ubudiyah, Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 11 November 2017

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan

Dalam Al-Qur’an Surat Thâhâ diceritakan tentang kisah Nabi Musa ‘alaihissalam berhadapan dengan Fir’aun yang pernah mendaku sebagi Tuhan. Sepanjang menghadapi raja pongah nan lalim ini, Nabi Musa melalui berbagai macam rintangan. Saat itulah, Nabi Musa memanjatkan doa sebagaimana yang terekam dalam ayat 25-28:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan

Rabbisyrahlî shâdrî wayassyirlî amrI wahlul uqdatam mil-lisânî yafqahû qaulî.

Hari Santri 2019



Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thâhâ[ 20]: 25-28)

Doa ini setidaknya mengandung tiga permintaan. Pertama, memohon diangkatnya rasa susah yang menyesakkan dada. Kedua, memohon dilenyapkannya berbagai kesulitan. Dan ketiga, memohon kelancaran dalam bertutur kata sehingga mudah diserap dan dipahami para pendengarnya.

Hari Santri 2019

Atas jenis permohonan ini, tak heran apabila doa ini sering dibaca siapa saja yang hendak menghadapi hal-hal penting seperti ujian akhir bagi pelajar, pidato di depan khalayak, atau sejenisnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Hadits, Olahraga Hari Santri 2019

Minggu, 29 Oktober 2017

Rapimnas II LTMNU Regional Jatim Maksimalkan Peran Masjid

Malang, Hari Santri 2019. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama KH Abdul Manan A Ghani mendorong pengurus masjid NU untuk meningkatkan pelayanan publik. Pada Rapimas II Regional Jawa Timur, Kiai Manan menegaskan peran masjid yang memiliki banyak dimensi selain layanan peribadatan.

Rapimnas II LTMNU Regional Jatim Maksimalkan Peran Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapimnas II LTMNU Regional Jatim Maksimalkan Peran Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapimnas II LTMNU Regional Jatim Maksimalkan Peran Masjid

“Masjid yang ada di Indonesia ini 80% dibangun oleh warga NU, tugas kita merawat dan mengembangkan eksistensi masjid sebagai pusat perjuangan,” kata Kiai Manan pada pembukaan Rapimnas II LTMNU di Hotel Gajah Mada, Malang, Sabtu (20/9).

Selain itu, Kiai Manan juga mengingatkan warga NU untuk mempertahankan peribadatan cara Aswaja NU. “Jangan sampai masjid yang dibangun warga NU diisi dengan pengamalan ibadah cara Wahabi,” kata Kiai Manan di hadapan pengurus LTM PCNU seprovinsi Jawa Timur.

Hari Santri 2019

Sementara Mufidah Kholil yang diminta berbicara pada forum Rapimnas ini mengingatkan pentingnya posdaya di setiap masjid. Hadirnya posdaya membuka kesempatan bagi masjid untuk melakukan pemberdayaan keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat sekitar masjid.

“Posdaya yang ada itu akan kami sinergikan dengan lembaga-lembaga terkait agar fungsi masjid tidak terkesan hanya untuk ibadah ritual saja, tapi memperluas layanan masjid demi membina kehidupan masyarakat yang maslahat dunia dan akhirat,” harap Mufidah Kholil. (Misbahus Salam/Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Fragmen, Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 28 Oktober 2017

Gus Dur: Umat Beragama Perlu Teladani Perang Salib

Kediri, Hari Santri 2019. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, meminta umat beragama di Indonesia untuk bisa meneladani hal penting saat pecahnya perang salib ketiga di Eropa sekitar abad ke-13 masehi.

"Meskipun pada saat itu terjadi perang, namun tetap ada sikap toleransi antara pasukan Islam dan Kristen," katanya dalam sambutan pembukaan Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri di kantor DPC PKB Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa.

Gus Dur: Umat Beragama Perlu Teladani Perang Salib (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Umat Beragama Perlu Teladani Perang Salib (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Umat Beragama Perlu Teladani Perang Salib

Gus Dur menceritakan, pada saat perang berkecamuk, pahlawan Islam Salahuddin al-Ayoubi memberikan pertolongan pengobatan kepada panglima perang Nasrani, Richard The Lion Heart.

Dalam kemiliteran, Salahuddin dikagumi pasukan musuh. Ketika Richard cedera, Salahuddin menawarkan pengobatan karena saat itu ilmu kedokteran kaum muslim sudah maju dan dipercaya.

Pada tahun 1192 Salahuddin dan Richard sepakat dalam perjanjian Ramla, yang diantaranya berisi Jerusalem tetap dikuasai muslim namun tetap terbuka kepada para peziarah Kristen.

Setahun berikutnya Salahuddin meninggal dunia di Damaskus setelah Richard kembali ke Inggris. Bahkan ketika rakyat membuka peti hartanya, ternyata hartanya tak cukup untuk biaya pemakamannya. Hal itu karebna hartanya banyak dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Hari Santri 2019

Menurut Gus Dur, selain dikagumi muslim, Salahuddin atau Saladin mendapat reputasi besar di kaum Kristen Eropa, kisah perang dan kepemimpinannya banyak ditulis dalam karya puisi dan sastra Eropa, salah satunya adalah The Talisman (1825) karya Walter Scott.

"Sebenarnya pada saat itu umat Islam sudah memiliki rasa toleransi yang tinggi, tapi mengapa tanda-tanda ini sekarang sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Ia mengecam sikap fanatisme dan radikalisme berlebihan yang ditunjukkan kelompok-kelompok muslim di Indonesia dewasa ini. "Apa yang ditakutkan kelompok-kelompok ini semakin tidak jelas. Demikian pula apa yang mereka sebut sebagai musuh Islam juga tidak pernah jelas," katanya.

Hari Santri 2019

Oleh sebab itu Gus Dur kembali mengaskan bahwa dirinya tidak akan setuju dengan peraturan daerah yang mengandung unsur syariat Islam karena melanggar UUD 1945 dan justru akan menyusahkan rakyat Indonesia sendiri.

Sementara itu kehadiran Gus Dur di arena Muscab PKB Kabupaten Kediri sempat mengubah susunan acara karena Ketua Dewan Syura DPP PKB itu jauh lebih awal ketimbang waktu yang dijadwalkan sekitar pukul 13.00 WIB.

Ada tiga kandidat yang bersaing ketat untuk memperebutkan jabatan Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri periode 2007-2012. Selain Wakil Bupati Kediri Sulaiman Lubis dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri Muhaimin Hadi, juga muncul nama baru Lutfi Mahmudiono dalam bursa pencalonan ketua. (ant/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits, Kajian, Habib Hari Santri 2019

Sabtu, 21 Oktober 2017

Mantapkan Program Sambil Santuni Anak Yatim

Probolinggo, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo, Senin (27/10) melakukan pertemuan rutin untuk memantapkan program kerja sekaligus menyambut datangnya tahun Baru Islam 1436 Hijriyah. Pertemuan yang digelar di Desa Bladu Wetan Kecamatan Tegalsiwalan ini diikuti oleh seluruh pengurus tingkat cabang.

Mantapkan Program Sambil Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantapkan Program Sambil Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantapkan Program Sambil Santuni Anak Yatim

Dalam pertemuan tersebut, para pengurus Fatayat NU ini juga melakukan doa bersama untuk para ulama yang telah berjuang dalam sejarah pendirian NU yang sudah wafat. Tidak hanya itu, pengurus juga memberikan santunan kepada para anak yatim yang ada di Kecamatan Tegalsiwalan.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Candra Maya mengungkapkan bahwa pertemuan rutin antara pengurus cabang dan anak cabang ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan sebagai ajang turun ke bawah (turba) agar bisa menyerap aspirasi warga NU yang nantinya akan dijadikan acuan dalam penyusunan program kerja.

Hari Santri 2019

“Kami menginginkan agar program kerja yang kami buat benar-benar sesuai dengan harapan dan keinginan dari bawah. Sehingga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat kepada para warga NU,” ungkapnya.

Hari Santri 2019

Terkait dengan pemberian santunan, Lysa menjelaskan bahwa hal itu bertujuan untuk membantu meringankan beban orang yang kurang mampu. “Disamping juga memberikan motivasi dan menyenangkan anak yatim,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut Lysa berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi anak yatim dan mampu mempererat tali ukhuwah Islamiyah An-Nahdliyah. “Semoga tahun depan kami bisa lebih meningkatkan lagi kinerja demi kemaslahatan umat, khususnya warga NU,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Lysa menginstruksikan agar para Pengurus Anak Cabang (PAC) yang periodenya sudah habis agar segera menggelar konferensi untuk memilih pengurus yang baru. “Segera gelar konferensi agar roda organisasi bisa terus berjalan dan program-programnya bisa dirasakan oleh warga NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kiai, Ahlussunnah, Hadits Hari Santri 2019

Rabu, 18 Oktober 2017

60 Bus Siap Jemput Muktamirin dari Bandara Juanda Surabaya

Surabaya, Hari Santri 2019. Setidaknya ada 60 armada bus yang disiapkan Panitia Daerah (Panda) Jawa Timur pada perhelatan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama awal Agustus mendatang. Hal ini dilakukan untuk mempermudah bagi peserta agar bisa lebih cepat tiba di Jombang.

Kepastian ini sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Panda Muktamar, H Thoriqul Haq kepada Hari Santri 2019, Jumat (27/2) dalam rapat panitia muktamar. ?

60 Bus Siap Jemput Muktamirin dari Bandara Juanda Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
60 Bus Siap Jemput Muktamirin dari Bandara Juanda Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

60 Bus Siap Jemput Muktamirin dari Bandara Juanda Surabaya

"Ada 60 bus yang sudah disiapkan Panda Muktamar untuk menjemput muktamirin dari bandara Juanda Sidoarjo menuju Jombang," katanya. Proses penjemputan, lanjutnya, akan dilakukan selama dua hari sebelum acara pembukaan muktamar.

Hari Santri 2019

Tidak berhenti sampai di situ, untuk mengangkut para peserta dari penginapan juga telah disiapkan 100 kendaraan mini bus yang tersebar di masing-masing pesantren. "Asumsinya, setiap pesantren kita sediakan armada mini bus berjumlah 25 unit," kata Gus Thoriq, sapaan akabnya.

Hari Santri 2019

"Sengaja kami menggunakan kendaraan mini bus untuk kegiatan selama muktamar agar tidak mengganggu jalan raya yang nota bene digunakan masyarakat Jombang," terangnya.?

Sehingga, ucapnya, para peserta tidak perlu membawa kendaraan sendiri atau menyewa untuk bisa mengikuti sejumlah sidang komisi di 4 pesantren yang dijadikan sebagai lokasi sidang.

"Usai dari bandara, peserta akan diantar menuju Gedung Olah Raga (GOR) Jombang untuk melakukan registrasi dan menerima materi muktamar," kata Ketua Komisi C DPRD Jatim ini. Setelah itu, lanjutnya, mereka akan diantar menuju kamar atau penginapan di 4 pesantren sesuai kapasitas dan sidang komisi yang akan diikuti.

Gus Thoriq juga menandaskan, bahwa akan ada penambahan fasilitas bagi sejumlah pesantren agar kebutuhan peserta selama di penginapan dapat terpenuhi. "Seperti fasilitas kamar mandi, telah dianggarkan di masing-masing pesantren," tandas mantan Presiden BEM UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

"Untuk penginapan peserta, semua kamar yang disiapkan pesantren akan direnovasi dan ditambah fasilitas karpet dan bantal, setidaknya bantal yang dipersiapkan panitia berjumlah 4500," terangnya

Juga untuk melengkapi kelayakan penginapan 4 pesantren yakni Pesantren Tebuireng (Diwek), Bahrul Ulum (Tambakberas), Darul Ulum (Peterongan), serta Mambaul Maarif (Denanyar) masing-masing akan di bangun 100 kamar mandi atau toilet dan 15 kamar mandi toilet VIP untuk para kiai.

"Intinya, panitia daerah tengah mempersiapkan suksesnya pelaksanaan muktamar dengan maksimal," katanya. Karena itu, tambahnya, koordinasi hingga larut pagi, tidak ada rasa lelah. Seperti biasa, semua diselingi dengan guyonan khas NU.

Seperti diketahui, Muktamar ke-33 NU akan berlangsung di Jombang dari tanggal 1 hingga 5 Agustus mendatang. Ada 4 pesantren, yakni Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan yang dijadikan sebagai lokasi persidangan yakni organisasi, program dan rekomendasi. Pada kegiatan yang akan dihadiri 15.000 peserta utusan dari PCNU dan PWNU se Indonesia ? serta utusan dari PCI NU luar negeri juga terdapat komisi bahtsul masail yang dibagi menjadi 3 yakni waqiiyah, maudluiyah serta qanuniyah. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits, Cerita, Fragmen Hari Santri 2019

Selasa, 10 Oktober 2017

Mari Syukuri dan Jaga Berkah Kedamaian Indonesia

Cirebon, Hari Santri 2019 . Masyarakat Indonesia harus pandai-pandai menunjukkan rasa syukur atas berkah kedamaian yang dimiliki negara ini. Tidak banyak negara yang seperti Indonesia, yang selalu mengedepankan musyawarah, tak mudah diadu-domba, serta berperilaku santun.

Demikian disampaikan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatu Ulama (PBNU) saat memberikan ceramah keagamaan dalam peringatan 100 hari meninggalnya Buya KH Ja’far Aqil Siroj di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Rabu (16/7).

Mari Syukuri dan Jaga Berkah Kedamaian Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mari Syukuri dan Jaga Berkah Kedamaian Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mari Syukuri dan Jaga Berkah Kedamaian Indonesia

“Contohnya, kita hari ini bisa dengan tenang berkumpul dan membacakan tahlil serta mendoakan almarhum. Sementara di Gaza,? mereka terus menderita akibat tekanan dan serangan Israel dengan korban yang kebanyakan dari kaum wanita, ibu dan anak-anak,” jelas Kang Said.

Hari Santri 2019

Tidak hanya itu, lanjut Kang Said. Di daerah-daerah belahan dunia lainnya umat Islam juga tengah diuji dengan kehadiran fitnah besar. Fitnah yang dimaksud adalah gerakan kekerasan dan tidak berperikemanusiaan dengan mengatasnamakan agama Islam.

Hari Santri 2019

“Di Iraq, organisasi Islam ISIS (Islamic State in Iraq and al-Sham, red) memproklamirkan berdirinya negara Iraq-Syiria. Ini merupakan sebuah fitnah besar, karena mereka mendirikan negara Islam tanpa persetujuan dunia Islam sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Said juga menyebut fenomena fitnah terhadap Islam dengan mengaitkan gerakan Boqo Haram di Nigeria. Gerakan tersebut sangat dikecam mengingat sering melakukan penyanderaan terhadap warga sipil dan anak-anak sekolah dengan tebusan uang yang besar.

“Untuk itu, kita sebagai masyarakat pesantren dan warga Nahdliyin harus benar-benar menjaga kedamaian di negeri ini. Salah satunya ialah dengan tetap tenang dan bersikap santun dalam menghadapi pengumuman presiden terpilih 22 Juli mendatang. Yang kalah harus menerimanya dengan bijak,” kata Kang Said.

Selain amanat agar tetap tenang, Kang Said juga memohon doa kepada masyarakat Nahdliyin agar komitmen menjaga kesatuan NKRI tetap diemban oleh rakyat Indonesia. Ia menambahkan, terutama bagi masyarakat pesantren agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Hadits, Makam Hari Santri 2019

Rabu, 04 Oktober 2017

Kalau Mereka Bermusyawarah

Oleh Abdurrahman Wahid. Beberapa hari yang lalu penulis artikel ini kedatangan seorang tamu. Ia adalah Mohamed Cherif Ferjani yang mengajar di Universitas Lyon, Prancis. Disertai istrinya, ia sudah hampir dua bulan berkeliling seluruh Indonesia. Yang sangat menarik baginya di Indonesia adalah bagaimana Islam menghargai faham kebangsaan. Nah, dari perjalanan itu ia mengambil kesimpulan bahwa terjadi hubungan sangat dekat antara agama Islam dan faham kebangsaan. Ia melihat adanya Nahdltul Ulama (NU), perkumpulan agama yang mendukung faham itu. Oleh sebab itu ia meminta penulis artikel ini untuk menceritakan perkembangan NU.

Penulis menyatakan bahwa sikap NU itu bukan baru dikembangkan sejak tahun 1926, tahun berdirinya organisasi itu. Semangat melakukan dialog antara ajaran agama Islam dan semangat kebangsaan itu, justru dimulai pada tahun 1919. Pada waktu itu, tiga orang bersaudara sepupu yang memulainya. Mereka adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, seorang pemimpin Syarikat Islam (SI) lokal di kota Surabaya, melakukan diskusi dengan dua orang sepupunya. Mereka adalah KH. M. Hasjim Asy’ari dari Pesantren Tebu Ireng Jombang dan KH. A. Wahab Chasbullah dari Pesantren Tambak Beras, juga di Jombang. Dua pesantren itu terletak kira-kira 100 km dari Kota Surabaya. Sedangkan Tjokroaminoto mempunyai menantu yang bernama Soekarno. Di belakang hari dikenal dengan nama Bung Karno. Mereka berempat berdiskusi tiap hari Kamis membahas/ mendialogkan ajaran-ajaran Islam dan semangat kebangsaan. Dari pembahasan demi pembahasan itu, mereka sampai pada kesimpulan bahwa ajaran agama Islam dan semangat kebangsaan itu tidak dapat dilepaskan satu dari yang lain. Dengan sendirinya, pandangan seperti itu pada akhirnya menguasai NU.

Kalau Mereka Bermusyawarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Mereka Bermusyawarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Mereka Bermusyawarah

Seperti di negeri-negeri lain, peneliti tersebut melihat hal itu sebagai sesuatu yang khas Indonesia. Dengan kata lain, ia menganggap ajaran agama Islam di Indonesia sebagai sesuatu yang berbeda dari apa yang dilihatnya sehari-hari di Prancis. Penulis artikel ini mengatakan kepadanya bahwa pandangan yang melihat kesesuaian antara Islam dan faham kebangsaan di Indonesia ada Afrika Sub-Sahara (Afrika Selatan, Ghana, Nigeria, Mauritius, Tanzania) dan negeri lain-lain di kawasan Timur Afrika yang beradaptasi dengan perkembangan budaya setempat. Sementara Islam di Thailand dan kawasan Sulu di Selatan Filipina tidak termasuk kriteria negeri-negeri seperti di atas, karena semangatnya sudah ditundukan pada perkembangan politik di Timur Tengah lewat bantuan keuangan dan politik dari kawasan tersebut. Juga Malaysia, karena partai politik seperti UMNO yang berkuasa mengajukan nasionalisme dan ajaran Islam sekaligus sebagai entitas politik yang berkuasa. Dengan demikian, kalau dihitung secara teliti, kaum muslimin yang mengikuti Islam politik masih berjumlah minoritas. Mayoritasnya justru mengambil faham kebangsaan dan ajaran Islam secara bersama-sama.

Hari Santri 2019

***

Hari Santri 2019

Nasionalisme/paham kebangsaan perlu didialogkan, guna menampung hal-hal yang bersifat lokal. Tetapi ini tidak berarti ditinggalkannya ajaran Islam, atau dibiarkannya hal-hal yang bersifat lokal itu, melainkan untuk menjaga agar hubungan antara lokalitas dan ajaran Islam itu tidak sampai bertentangan.

Nah, NU memang piawai dalam hal ini. Pada tahun 1975, ketika Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta tujuh orang ulama untuk membahas pandangan Islam tentang keluarga berencana, KH. M. Bisri Syansuri (Ra’is Aam PBNU waktu itu) merumuskannya secara sederhana saja, yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama lain itu.

Ia menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Menikahlah dan perbanyak anak (Tanaakihu, tanasalu wa taksiru, fa inni ubahi bikum al-umam yawm al-qiyama). Dari hadist ini, menurut Kiai Bisri, sang ahli fiqih, Nabi menghendaki jumlah anak yang banyak. Tetapi banyak anak itu harus ditafsirkan dalam arti kuantitas atau kualitas? Kalau kualitas maka dengan sendirinya harus dipikirkan pendidikan mereka dan seterusnya. Artinya diperhitungkan benar hal itu. Ini berarti bahwa merencanakan jumlah anak adalah penting, tetapi tidak membatasi jumlah mereka. Dengan demikian, hal yang dipermasalahkan ratusan tahun lamanya pecah dengan sendirinya. Selama orang tidak melanggar ajaran agama seperti dengan menggugurkan kehamilan, ia bebas saja mengikuti Keluarga Berencana (KB).

Menggembangkan pandangan ini, berarti menganggap ajaran Islam itu komplementer terhadap ajaran-ajaran lain, bukan menjadi alternatif. Seperti juga ungkapan para ahli fiqih bahwa, tindakan dan pandangan seorang pemimpin atas rakyat yang dipimpinnya sangat erat terkait dengan kesejahteraan mereka. Ini berarti, sang pemimpin haruslah selalu mendasarkan tindakan-tindakannya dengan tujuan kesejahteraan dan keadilan para pengikutnya.

Kalau semua pemimpin Islam sanggup memimpin dalam kerangka mengikis kemiskinan sebuah negri, maka paling tidak itu menunjukkan bahwa ajaran Islam dapat mengatasi masalah kemiskinan dan kebodohan yang sekarang ini membelenggu perkembangan kaum muslimin sendiri. Kalau ini belum tercapai, berarti kita belum mencapai apa yang dituju oleh Islam. Bukankah demikian?

*) Tulisan ini pernah dimuat di Sindo, 27 November 2008.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Rabu, 27 September 2017

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat

Jember, Hari Santri 2019. Tak bisa dibantah bahwa pendidikan merupakan hal yang teramat penting dalam proses penyiapan generasi yang membanggakan. Bahkan pendidikan bisa diibaratkan sebagai pondasi bagi tegaknya generasi yang kuat, yakni generasi yang berperisai iman dan berbaju taqwa.?

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember, Moch. Eksan saat berceramah dalam acara Haflatul Imtihan dan Khotamul Quran Madrasah Diniyah Nuril Hidayah di Masjid Nurul Huda, Dusun Jeggung, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Selasa (28/3).

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat

Menurut Eksan, generasi yang kuat, ditandai antara lain dengan peran dan keterlibatannya dalam mendidik dan membangun masyarakat. Intinya, mereka selalu hadir dalam kehidupan masyarakat.?

"Generasi yang kuat senantiasa berupaya hadir menjadi manusia yang terbaik, manusia yang bermanfaat terhadap sesama," tukasnya.

Eksan mengakui bahwa tidaklah mudah menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sebab, itu butuh kesungguhan dan usaha lahir bathin. Lebih-lebih saat ini di mana tuntutan zaman cenderung ? memaksa manusia untuk hidup nafsi-nafsi.?

Hari Santri 2019

"Bermanfaat itu tidaklah mudah. Itu melampaui tahapan baik dan benar. Semua itu membutuhkan perjuangan lahir batin demi menjadi orang yang baik, orang yang benar, dan terlebih menjadi orang yang bermanfaat terhadap sesama," jelasnya.

Oleh karena itu, Eskan menyambut baik pelaksanaan acara Haflatul Imtihan tersebut, yang dinilainya sebagai tahapan dari ? penyiapan lahirnya generasi yang beriman dan bertaqwa.?

"Saya memberikan apresiasi terhadap ? acara ini. Menurut saya, ? ini ? menjadi modal dasar bagi tumbuhnya generasi yang kuat," urainya (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Internasional, Hadits Hari Santri 2019

Selasa, 05 September 2017

50 Perupa Ikuti Pameran “Matja” NU

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Menjelang Muktamar ke-33 NU, panitia akan menggelar pameran seni rupa bertema Matja: Seni Wali-wali Nusantara. Pameran yang digelar di Jogja National Museum, 27 Juli-30 Juli 2015 tersebut diikuti sekitar 50 perupa.

Panitia pameran, Hasan Basri, mengatakan pameran seni rupa yang pertama kali digelar diikuti perupa Nasirun, D. Zawawi Imron, KH Mustofa Bisri, Ahmad Tohari, Lucia Hartini, Ivan Sagita, Agus Suwage, Stefan Buana, Arahmaiani, S Teddy D, Bunga Jeruk, Jeihan, Tisna Sanjaya, Entang Wiharso, Heri Dono, dan lain-lain.

50 Perupa Ikuti Pameran “Matja” NU (Sumber Gambar : Nu Online)
50 Perupa Ikuti Pameran “Matja” NU (Sumber Gambar : Nu Online)

50 Perupa Ikuti Pameran “Matja” NU

Menurut Hasan, di antara tradisi Islam Nusantara adalah menempatkan kesenian pada posisi yang mulia. Kesenian menjadi lambang kematangan rohani manusia. Seni yang bersifat luhur, baik, dan ada rasa keadilannya.

Hari Santri 2019

Dalam konteks ini, kata Hasan, NU yang didirikan para ulama dibawah pimpinan KH Hasyim Asy’ari, tidak sekadar menempatkan kesenian secara fungsional, sebagai alat dakwah. Lebih dari itu, kesenian merupakan tanda dari pencapaian keber-islam-an seseorang atau masyarakat.

“Kesenian adalah perlambang kematangan ruhani umat manusia. Semakin rendah selera seni (art taste) sebuah masyarakat menunjukkan rendahnya tingkat spiritualitas masyarakat tersebut,” katanya pada jumpa pers Jogja National Museum, Yogyakarta, Jumat, (24/7). ?

Hari Santri 2019

Pandangan semacam ini, lanjut dia, khas pandangan, pedoman, dan keyakinan (i’tiqad) Ahlusunnah Waljama’ah? (ASWAJA) mengenai kesenian.

“Imam Ghazali misalnya dalam magnum opusnya, Ihya’ Ulumuddien, menyebut orang Islam yang tidak bisa menikmati kesenian sebagai kelompok “yang kurang akal” (naaqishul ‘aql). Tatah atau alas dari pencerahan ruhani adalah kesenian, dalam istilah lain hanya kesenian yang mampu menampung bahasa ruhani sehingga sampai pada tataran kemanusiaan,” lanjutnya.

Kurator pameran, A. Anzieb, mengatakan hal itu adalah sebuah upaya kecil untuk menghadirkan kehangatan hubungan antara Islam dan seni. Bahwa, Islam Nusantara yang bersendikan pada kedaulatan, berusaha membuka segala kemungkinan untuk mewujudkan perubahan sosial tanpa memutuskan pertautan dengan masa lalu. Tidak alergi dengan perubahan, tetapi tidak percaya pada impor gagasan dan tindakan dalam mengarungi semua tantangan kehidupan.

Menurut dia, pameran seni rupa “Matja” Seni Wali-wali Nusantara” dihadirkan sebagai ekspresi sekaligus impresi berkesenian yang? terkait? dengan tradisi berkesenian Islam di Nusantara yang menempatkan kesenian sebagai asas kemasyarakatan, di mana seni menyatu dalam ritme hidup keseharian masyarakat Indonesia.

“Dalam Pameran senirupa bertema “Matja” Seni Wali-wali Nusantara” ini, selain menghadirkan hubungan yang hangat antara Islam dan seni, juga merupakan sebuah refleksi kedewasaan masyarakat Islam Nusantara mengaktualisasi diri melalui seni dan budaya yang diilhami dari gerakan asimilasi warisan Wali Songo,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits, Khutbah, Sunnah Hari Santri 2019

Sabtu, 26 Agustus 2017

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara

Sukabumi, Hari Santri 2019 - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi menggelar Taushiyah Kebangsaan dan Musyawarah Kerja Cabang Ke-1, dengan tema "Telaah Paradigma Islam Nusantara dan Telisik Perspektif Ideologi Teroris" di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (27/2).

Menurut ketua panitia kegiatan tersebut, KH Ridwan Subagja, NU Kabupaten Sukabumi merespon fenomena yang sangat memprihatinkan terkait beban negara hari ini yang sangat rawan yaitu disintegrasi bangsa.

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara

“NU secara historis maupun ideologis sangat mutlak harus mencegah hal itu,” tegasnya.

Hari Santri 2019

Ia menambahkan, ketika PBNU meluncurkan konsep Islam Nusantara diharapkan menjadi kontribusi yang sangat positif dan signifikan untuk menjaga keutuhan bangsa.

Oleh karena itu, kata dia, dengan Mukercab ini PCNU mengajak agar pengurus NU mensosialisasikannya kepada warga NU Sukabumi karena memang belum terlalu dikenal di masyarakat.

Hari Santri 2019

“Konsep Islam Nusantara sangat penting untuk beriringan dengan program deradikalisasi pemerintah. Sekurang-kurangnya membentengi warga NU secara internal,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut mengundang 47 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan masing-masing mengirim 5 peserta. Dihadiri banom NU seperti GP Ansor dan Bansernya, IPNU, IPPNU, Muslimat, Fatayat, Lazisnu, LBHNU, LPPNU dan pengurus PCNU Kota Sukabumi.

Pada pembukaan hadir Ketua PBNU H. Eman Suryaman, Mustasyar PWNU Jawa Barat KH Nuh Addawami, Ketua Majelis Ulama Indonsia Kabupaten Sukabumi yang juga Wakil Rais PCNU KH M. Oman Komarudin, Mayjen TNI Kivlan Zen, dan Asda III Kabupaten Sukabumi Asep Abdulwasit. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits, Pesantren Hari Santri 2019

Sabtu, 19 Agustus 2017

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Jember, Hari Santri 2019. Ribuan warga nahdliyyin membanjiri halaman kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (1/11) malam.  Mereka mengikuti  sholawatan untuk memperingati haul masyayikh dan dies natalis ke-30 perguruan tinggi milik NU Jember.

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Sholawatan bertajuk "UIJ Bershalawat" itu dipandu puluhan jamaah sholawat  Al-Amin, Ambulu asuhan KH Imam Ghazali. Tampak hadir dalam sholawatn Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dan para kiai sepuh.

KH Abdullah yang biasa disapa Gus Aab itu menyatakan, pihaknya terharu atas hadirnya ribuan nahdliyin di kampus tersebut. Menurutnya, hal itu  sangat membanggakan karena menandakan bahwa warga NU mencintai dan merasa memilki UIJ.

Hari Santri 2019

"Kami ingin mengembalikan UIJ ke pangkuan warga NU. Kalau bukan warga NU, siapa lagi yang mau membesarkan UIJ," ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan NU Jember ini melanjutkan, seharusnya di usianya yang ke-30, UIJ lebih maju dari sekarang. Apalagi mayoritas penduduk Jember adalah warga NU, yang secara moral ikut bertanggung jawab untuk membesarkan NU.

Hari Santri 2019

"Namun faktanya, anak-anak NU masih relatif sedikit yang sekolah di UIJ," tukasnya seraya menghimbau agar segenap elemen NU ikut membesarkan UIJ.

Sementara itu, Rektor UIJ, Dodiek Sutikno mengaku gembira dan bangga dengan sambutan warga NU. "Baru kali ini saya melihat ribuan warga hadir di UIJ untuk syukuran dies natalis," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock