Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko!

Dalam rangka menyemarakkan Konferensi Cabang Istimewa III NU Maroko yang akan dilaksanakan pada tanggal? 9 Agustus 2016 mendatang, pengurus NU setempat menggelar Sayembara Menulis Cerpen bagi siapa saja yang merupakan warga Negara Indonesia.

Lomba menulis bertema “"Santri Menulis: Sepenggal Cerita di Lorong Pesantren" ini sekaligus menjadi ajang untuk menuangkan bakat dalam dunia penulisan terutama bagi kalangan santri, demikian siaran pers yang diterima Hari Santri 2019.

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko!

Tema yang diusung adalah hal-hal yang terkait dengan kehidupan dunia pesantren, untuk memobilisasi kawan-kawan santri menorehkan bakatnya, sekaligus memperkenalkan dunia pesantren dalam kemasan cerita. Santri dan pesantren acapkali diberi stigma tak mengenal dunia sastra dan kepenulisan, dalam program ini setidaknya kami akan menepis anggapan tersebut. Bahwa para santri, pun memiliki potensi dalam dunia tulis menulis. Bahwa pesantren, pun memiliki beragam kisah yang tak kalah menarik dan seru.

Pesantren tidak melulu identik tentang kitab kuning, atau dzikir beriring. Di sana ada juga temu pisah, cinta tak sampai, juga kenangan para santri yang belum usai. Pesantren tidak hanya menyajikan Jurumiyyah atau Fathul Muin. Di sana tersaji juga amarah, senda gurau, dan gundah seorang santri yang juga parau. Pesantren adalah potret kecil dari dunia penuh warna, dengan banyak kisah di dalamnya, yang terlalu sayang jika mengalir begitu saja tanpa terekam pena.

Hari Santri 2019

Ketentuan Lomba

? Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang berdomisili diluar negeri maupun di dalam negeri, dan tidak dibatasi usia.

Hari Santri 2019

? Naskah ditulis dengan bahasa Indoensia yang baik dan benar, serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.

? Naskah diketik dalam format Ms. Word A4, Times New Roman font 12, spasi 1,5, margin normal, 5-7 halaman.

? Naskah merupakan karya asli bukan saduran, belum pernah dipublikasikan di media masa, dan tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.

? Peserta hanya diperbolehkan mengirim dua naskah terbaiknya.

? Share info sayembara ini di facebook dan meng-like fanspage Konfercab III NU Maroko.

? Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

? Naskah diterima paling lambat tanggal 5 Agustus 2016, pukul 00.00 WIB.

Tata Cara Pengiriman Naskah

? Naskah di kirim via e -mail ke: panitia.konfercab.3@gmail.com dengan subyek: Santri Menulis.

? Peserta melampirkan biodata meliputi: nama, alamat, TTL, alamat email dan facebook, nomor hp dan nomer rekening di halaman akhir naskah.

Dewan juri

? Aida Maslamah Ahmad ( Novelis dan Penulis buku Motivasi Islami. Founder Maslamah Foundation dan Batavia Publishing )

? Risma El Jundi (Novelis )

Apresiasi

? Juara I : Rp 2 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? Juara II : Rp 1.5 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? Juara III : Rp 1 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? 20 naskah terbaik akan dibukukan dan didistribusikan ke beberapa pesantren di Indonesia.

CP:

+212 627 254551 (Icha)

+212 621 575110 (Aniq)

(Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Warta Hari Santri 2019

Sabtu, 24 Februari 2018

Hoax, Literasi dan Pesan Islam

Oleh Syafiq Naqsyabandi

Kewarasan pikir manusia Indonesia diguncang dengan beredar luas-nya berita palsu (hoax). Kabar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya begitu mudah menyebar, terutama dengan perantara sosial media. Kondisi ini tentunya mengundang pertanyaan, mengapa semua ini bisa terjadi dan dalam skala yang begitu besar?

Netizen merupakan subjek sekaligus objek dari sosial media. Oleh karenanya netizen mempunyai pengaruh yang paling utama dalam arus informasi di dunia maya. Netizen di Indonesia pada tahun 2016, menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia), berjumlah 132,7 juta jiwa atau 51,1 persen dari total penduduk Indonesia. Adapun tiga besar sosial media yang paling banyak digunakan netizen Indonesia adalah facebook dengan 71,6 juta pengguna (54 persen), disusul instagram dengan 19,9 juta pengguna (15 persen), dan youtube dengan 14,5 juta pengguna (11 persen).?

Hoax, Literasi dan Pesan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hoax, Literasi dan Pesan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hoax, Literasi dan Pesan Islam

Sementara menurut situs statista.com, lima besar sosial media yang paling banyak digunakan netizen Indonesia berturut-turut adalah Facebook, Instagram, Twitter, Path, dan Google+. Besarnya netizen Indonesia yang menggunakan facebook, menempatkan Indonesia pada peringkat keempat negara dengan pengguna facebook terbanyak di dunia. Sementara tiga besar negara pengguna facebook di dunia adalah India dengan 195,16 juta pengguna, Amerika Serikat dengan 191,3 juta pengguna, dan Brazil dengan 90,11 juta pengguna.?

Data (APJII 2016) menunjukkan aktifitas yang paling banyak dilakukan oleh netizen adalah berbagi informasi dengan pelaku sebanyak 129,3 juta, diikuti dengan aktifitas berdagang dengan pelaku sebanyak 125,5 juta, dan aktiftas sosialisasi kebijakan pemerintah dengan pelaku sebanyak 119,9 juta. Demikian dapat dilihat bahwa netizen Indonesia adalah sebuah komunitas besar dengan jumlah lebih dari separuh populasi Indonesia yang selalu terhubung dan aktif berbagi informasi. Lantas, kenapa informasi hoax menjadi begitu dominan?

Hari Santri 2019

Kutipan terkenal David Kushner menyatakan bahwa berita bohong hanyalah gejala, penyakit sesungguhnya adalah kurangnya keinginan mencari bukti, bertanya, dan berpikir kritis. Secara implisit David Kushner menyampaikan bahwa penyebab menyebarnya hoax adalah kurangnya budaya literasi. Menurut UNESCO, literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menerjemahkan, menciptakan, mengkomunikasikan dan memperhitungkan, menggunakan bahan tertulis maupun tercetak yang berhubungan dengan berbagai konteks.?

Secara umum literasi biasa dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan terbaru menyatakan bahwa literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga mencakup bidang lain seperti matematika, sains, sosial, lingkungan, keuangan, bahkan moral (Campbell, Kirsch, Kolstad 1992; Gomez 2008). ? ? ?

Ternyata, kondisi literasi Indonesia berada dalam tahap yang memprihatinkan. Hasil penelitian Central Connecticut State University (CCSU) tahun 2016, Indonesia menempati rangking literasi ke 60 dari 61 negara dalam The World’s Most Literate Nations. Indonesia tertinggal dari negara pengguna facebook terbanyak lainnya, yakni Amerika Serikat (7) dan Brazil (43). Indonesia juga tertinggal dari sesama negara ASEAN, yakni Singapura (36), Malaysia (53) dan Thailand (59). Adapun lima besar urutan negara dengan rangking literasi tertinggi adalah Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia.Data minat baca sebagai unsur literasi juga tidak menggembirakan. UNESCO pada tahun 2012 menyatakan bahwa indeks minat baca Indonesia hanya 0,001 yang berarti hanya ada 1 orang yang membaca dari setiap 1000 penduduk. Sementara kajian Perpustakaan Nasional pada tahun 2015 menunjukkan minat baca masyarakat masih 25,1 atau masuk kategori rendah.?

Demikian dapat dilihat ternyata komunitas netizen Indonesia kurang mendapatkan suplai nutrisi untuk membuat konten maupun pembicaraan yang bermutu di sosial media. Wajar jika akhirnya informasi yang beredar di sosial media didominasi oleh hoax, karena netizen gagal mengidentifikasi kebenaran suatu informasi yang diterima.?

Netizen kemudian mempercayai hoax karena seringnya pengulangan, sesuai kata Plato bahwa kebenaran dapat dibuat dengan pengulangan kebohongan. Netizen menjadi begitu saja percaya bahwa ada lambang palu arit di uang rupiah. Netizen begitu mudah percaya bahwa desain uang rupiah baru dipengaruhi desain mata uang yuan/renmibi. Sampai yang paling parah adalah munculnya komunitas yang percaya bahwa bumi tidak bulat melainkan datar.

Hari Santri 2019

Kondisi ini dimanfaatkan oleh produsen hoax untuk mencari keuntungan. Produsen hoax mendapat keuntungan dengan banyaknya pengunjung website mereka. Tingginya trafik pengunjung akan mendatangkan iklan. Produsen hoax di Indonesia bisa meraup hingga Rp. 700 juta dalam satu tahun (Kompas.com; CNNIndonesia.com, 2/12/2016). Sebagai perbandingan, penulis berita palsu di Amerika Serikat dapat memperoleh keuntungan lebih dari 10 ribu USD atau setara Rp135 juta perbulan (washingtonpost.com, 18/11/2016).?

Motif lain produsen hoax selain keuntungan adalah untuk menguasai gagasan. Seperti yang dinyatakan Karl Marxbahwa mereka yang menguasai basis material akan menguasai gagasan dalam suatu zaman. Produsen hoax kemudian dapat mengarahkan pembicaraan pengguna sosial media kepada agenda-agenda tertentu, misalnya untuk mendelegitimasi pemerintahan atau menjatuhkan kredibilitas seorang tokoh dan organisasi masyarakat. Sayangnya, penyebar hoax tidak mempertimbangkan akibat dari aneka informasi yang disebarkan. Ancaman disintegrasi sosial sampai disintegrasi bangsa kini menjadi nyata gara-gara dominasi hoax dalam perbincangan netizen.

Sangat disayangkan bahwa para penyebar hoax yang dominan adalah situs-situs yang memakai label ‘Islam’ atau orang-orang dengan profil keislaman yang kuat. Padahal terdapat pesan untuk menjauhi menyebarkan hoax pada al-Quran yang berbunyi “... maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu, dan jauhilah perkataan dusta.” (Q.S al Hajj: 30). Tafsir Ibnu Katsir menceritakan bahwa Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu’awiyah al Fazzari, telah menceritakan kepada kami Sufyan Ibnu Ziyad, dari Fatik Ibnu Fudalah, dari Aiman Ibnu Karim yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW berdiri melakukan khotbah. Beliau bersabda “Hai manusia, kesaksian palsu sebanding dengan mempersekutukan Allah!”.?

Beliau mengucapkan sabdanya ini sebanyak tiga kali, kemudian membaca Firman Allah SWT: “Maka jauhilah oleh kalian berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta." (Q.S Al Hajj : 30). Adapun Imam Bukhari meriwayatkan suatu hadits nabi yang berbunyi, “Maukah kalian aku beritahu tentang sebesar-besar dosa besar? Yaitu mempersekutukan Alloh dan durhaka pada kedua orang tua. Ketahuilah juga termasuk perkataan/persaksian dusta/palsu.” (HR Bukhari). Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jalan Abi Bakrah Radhiyallohu‘anhu (no. 2654, 5976, 6273, 6274, 6919) dan dalam al-Adabul Mufrad (no. 15); Muslim (no. 87).

Hoax dapat dilawan setidaknya dengan tiga cara. Cara pertama adalah memverifikasi kebenaran suatu informasi yang diterima. Cara kedua memproduksi konten yang mengoreksi kabar hoax. Cara ketiga adalah meningkatkan minat baca, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.?

Walau sedikit terlambat, langkah pemerintah untuk mulai mengawasi dan meredam tersebarnya hoax patut diapresiasi dan didukung oleh segenap komponen bangsa. Meredam penyebaran hoax bukanlah kepentingan kelompok tertentu atau kepentingan politik penguasa, tapi harus menjadi kepentingan kita semua. Mengingat mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan luhur bagi kita semua dalam berbangsa dan bernegara.***

Penulis adalah Warga NU, tinggal di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Facebook: Syafiq Naqsyabandi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah

Tangerang,Hari Santri 2019

Pasca kejadian teror pos polisi Cikokol dengan terduga simpatisan Islamic State of Iraq an Syiria (ISIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar aksi cinta tanah air dan NKRI Harga mati. Aksi dimulai dari depan kampus, dilanjutkan dengan berjalan kaki ke tugu Akhlakul Karimah dan berakhir di depan Kantor Pemerintah Kota Tangerang. Pada aksi Jumat (21/10) tersebut, mereka menuntut Tangerang Raya bebas ideologi Khilafah Islamiyah.

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah

Koordinator aksi Aflahul Mumtaz mengatakan, aksi ini adalah bentuk keperihatinan mahasiswa NU Tangerang atas hilangnya rasa cinta tanah air, dan hilangnya rasa cinta terhadap falsafah bangsa Pancasila disebagian generasi muda. Mereka lupa, bahwa bangsa ini dibentuk dengan darah yang menginginkan Indonesia damai, nyaman dan sejahtera. Bukan malah melakukan teror, dan men thogut-kan hasil capaian Ulama dan founding father bangsa ini.

"Kita akan tuntut Pemerintah Kota Tangerang mendeklarasikan diri sebagai garda terdepan membebaskan Kota Tangerang dari ideologi Khilafah Islamiyah," ujar Ketua Komisariat PMII STISNU ini melalui siaran pers.

Hari Santri 2019

Mahasiswa Nahdlatul Ulama akan menjadi garda terdepan untuk mengawal pancasila dan UUD 1945. Dahulu 22 Oktober Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari menggelorakan jihad mengusir penjajah, puncaknya gerakan 10 November para santri berjuang mempertahankan bangsa dan negara.

Hari Santri 2019

“Maka pada momentum ini tugas kami melawan siapa saja yang akan merusak integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Hasanudin Petoy, koordinator aksi dari BEM STISNU mengkritik pemerintah daerah yang bungkam dan diam atas kejadian ini. Ia juga menyesalkan bahwa kampus NU Tangerang sudah memperingatkan tentang minimnya pemahaman pelajar atas pilar kebangsaan yang sejatinya sudah sesuai dengan ajaran agama. Sehingga banyak di antara pelajar yang tertipu pemahamannya dalam beragama, berbangsa dan negara, dengan formalisasi syariat.

"Kami hadir di sini, untuk mendorong pemerintah Kota Tangerang peka atas perubahan pemahaman keagamaan dan nasionalisme di kalangan pelajar. Sebab itu, kita menuntut Pemerintah membuat kurikulum muatan lokal wawasan kebangsaan dalam perspektif agama agama. Tujuannya, agar mereka diideologisasi bahwa Pancasila? dan NKRI sah dalam kacamata agama manapun," ujarnya.

Petoy menambahkan, kita sangat perihatin sekolah sekolah? dan kampus kampus tidak pernah mengajarkan atau menumbuhkan penanaman ideologi kebangsaan, mereka seakan diberikan kebebasan tanpa adanya pengarahan untuk berbuat dan berkehendak.

"Kami anak pesantren, oleh kiai kami sudah disumpah setia cinta tanah air dan NKRI adalah harga mati. Termasuk kampus NU Tangerang, membaiat kami sumpah setia pada bangsa dan negara. Kenapa di sekolah tidak...?" tanyanya menggebu gebu.

Kita ingin, semua tunduk dan mengamalkan nilai nilai luhur pancasila sebagai identitas bangsa. Siapa pun itu, mulai dari pejabat, rakyat jelata, orang kaya, orang miskin, muslim atau nonmuslim bersatu atas nama bangsa dan negara. Mengamalkan Pancasila, berati menjauhkan diri prilaku korup, hedon, acuh dan tak peduli. Mengamalkan Pancasila berarti mengajarkan semua peduli, berbhineka tunggal ika, dan saling menjaga serta menghormati satu sama lainnya. Tidak ada lagi yang dikafir-kafikan, tidak ada lagi yang thogut thoguthkan. (Red. Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Tegal Hari Santri 2019

KBIH Muslimat NU Brebes Berangkatkan 102 Calhaj

Brebes, Hari Santri 2019. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muslimat NU kabupaten Brebes melepas sebanyak 102 jamaah Calon Haji (Calhaj) binaannya. Keberangkatan jamaah ini mengikuti kelompok terbang 50 yang dilepas Bupati Brebes di Islamic Center Brebes, awal pekan lalu.

“Alhamdulillah, KBIH Muslimat NU memberangkatkan 102 pada musim haji 1436 Hijriyah,” kata Ketua KBIH Muslimat NU Hj Nok Jumaro, usai rapat persiapan pelantikan pengurus baru Muslimat NU periode 2015-2020 di gedung Muslimat NU jalan Kiai Kholid Barat Pasarbatang Brebes, Kamis (10/9) sore.

KBIH Muslimat NU Brebes Berangkatkan 102 Calhaj (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIH Muslimat NU Brebes Berangkatkan 102 Calhaj (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIH Muslimat NU Brebes Berangkatkan 102 Calhaj

Hj Nok menjelaskan, sebanyak 102 jamaah ini berasal dari Kantor Pusat KBIH di ketanggungan sebanyak 77 calhaj dan Kantor Perwakilan Jatibarang sebanyak 25 calhaj. “Pusat KBIH Muslimat NU Brebes berada di Ketanggungan,” ujar Nyai Nok.

Hari Santri 2019

Mereka, lanjutnya, sudah diterbangkan melalui bandara Adi Sumarmo Solo pada 8 September lalu bersama jamaah calhaj lainnya dari Brebes dan Batang. “Sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti bagi calhaj,” terangnya.

Menurut Nok, KBIH yang berdiri sejak 1998 ini selalu diminati warga Brebes terutama Nahdliyin. Tiap tahun mengalami perkembangan yang pesat, meskipun banyak sekali bermunculan KBIH. “Kami bersyukur KBIH Muslimat NU tetap bertahan membimbing para Calhaj yang hendak ziarah ke tanah suci, baik itu perjalanan Haji maupun Umrah,” tuturnya.

Hari Santri 2019

Dalam pengelolaannya, sambung Nok, pihak KBIH Muslimat Brebes ini menggunakan manajemen kekeluargaan. Sehingga pembimbing maupun calhaj saling melengkapi berbagai keperluan secara bergotong royong. “Dengan tenaga pembimbing yang sudah berpengalaman, para calhaj yang tergabung di KBIH Muslimat NU merasa nyaman,” ungkapnya.

Nok bertekad, pada kepengurusan Muslimat NU yang baru akan mengembangkan KBIH ini berada di berbagai tempat. Minimal ada di empat wilayah, sehingga bisa menjangkau warga Nahdliyin di 17 kecamtan sekabupaten Brebes. “Kami akan mengembangkan lagi di Brebes dan Bumiayu, sehingga ada empat perwakilan yang bisa menjangkau Nahdliyin di berbagai tempat,” tekadnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Minggu, 18 Februari 2018

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Purwakarta, Hari Santri 2019. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purwakarta, Jawa Barat, bersama para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta, menggelar buka bersama di Aula Gereja Yosudarso Purwakarta, Kamis (1/8) kemarin.

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Sambil menunggu jam berbuka untuk puasa, dua organisasi tersebut banyak membahas tentang beberapa program yang sudah disepakati untuk dilakukan secara bersama-sama. Karena, pertemuan antara GP Ansor dengan para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta bukan kali pertama dilaksanakan, melainkan pertemuan ketiga untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama, yang akan diselenggarakan di TPA Cikolotok, Kecamatan Pondoksalam.

“Sambil buka bersama, kami juga merumuskan tentang persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus mendatang. Adapun untuk kegiatannya, nanti akan banyak performance dari Ansor maupun dari Salib Suci. Ada organ tunggal, band, pentas seni, dan pada malam harinya ada penampilan marawis, dan pengajian islami,” terang Asep Saepudin, Wakil Sekretaris GP Ansor Purwakarta.

Hari Santri 2019

Selain mempersiapkan kegiatan agenda bersama, Ansor dan Salib Suci juga berdiskusi tentang sikap yang mesti diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Yaitu sikap toleran, saling menghormati antar umat beragama. Dengan menggunakan pendekatan, silaturahmi dan secara terus menerus berkomunikasi, maka masyarakat akan paham arti sebuah perbedaan sebuah keyakinan. 

Hari Santri 2019

“Di tengah FPI yang menggembor-gemborkan sikap arogan dan ektrimis. GP. Ansor melakukan pola komunikasi yang moderat dan kompromistis,” ujar Asep.

Di tempat yang sama, Pastur Mikael Adisiswanto, mengemukakan, pihaknya merasa senang dengan komunikasi yang terus dibangun Ansor Purwakarta. Karena pada dasarnya Gereja Yosudarso sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin datang. Karena semakin banyak pihak yang datang ke Gerejanya, maka akan memperbanyak saudara. “Kegiatan ini sangat positif, sangat perlu terus dilakukan untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Rabu, 14 Februari 2018

Pernyataan Sikap LP Ma’arif NU terhadap Wacana Full Day School

Jakarta, Hari Santri 2019 - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerapkan perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah atau yang biasa disebut sebagai full day school menuai banyak respon dari publik. Kritik pun mengalir deras dari berbagai kalangan, termasuk di dunia maya, meski akhirnya Muhadjir membuka kemungkinan akan menarik gagasan tersebut karena pihak banyak yang keberatan.

Dari wacana yang beredar, full day school akan diterapkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, tak terkecuali ribuan sekolah atau madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama. Berikut adalah surat pernyataan sikap bernomor 154/SU/PP/LPM-NU/VIII/2016 lembaga NU yang membidangi pendidikan formal tersebut:

Pernyataan Sikap LP Ma’arif NU terhadap Wacana Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap LP Ma’arif NU terhadap Wacana Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap LP Ma’arif NU terhadap Wacana Full Day School

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari Santri 2019

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) sebagai departementasi bidang pendidikan di Nahdlatul Ulama memiliki 12.780 (dua belas ribu tujuh ratus delapan puluh) sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Berkenaan dengan gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.Ap yang akan memberlakukan Full Day School (sekolah sehari penuh), setelah memperhatikan aspirasi warga Nahdlatul Ulama mulaitingkat Wilayah, Cabang, Majelis Wakil Cabang, dan satuan pendidikan, baik secara tertulis maupun lisan, Pengurus LP Ma’arif NU Pusat menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

Hari Santri 2019

1. Gagasan sekolah sehari penuh atau full day school (FDS) harus didahului dengan kajian yang matang dan utuh. Dalam kondisi satuan pendidikan yang masih di bawah standar dan sekolah ramah anak belum berjalan dengan baik, maka gagasan FDS tidak akan berjalan efektif. Selain itu, keragaman kondisi peserta didik, orang tua, dan masyarakat sudah terfasilitasi dengan model pembelajaran yang beragam, ada yang reguler/normal dan ada yang sehari penuh sehingga orang tua diberikan keleluasaan untuk memilih. Bahkan dalam kondisi tertentu anak tidakperlu berlama-lama di sekolah, agar cepat berinteraksi dengan orang tua dan lingkungan sekitar, apalagi yang masih di tingkat dasar.

2. Kurikulum 2013 telah mengedepankan nilai-nilai pendidikan karakter yang terintegrasi dalam semua mata pelajaran. Mestinya kurikulum 2013 ini yang dikembangkan dalam penguatan karakter peserta didik, bukan penambahan jam belajar. Selain itu, kurikulum 2013 tidak menganut dikotomi antara ilmu dan akhlak.Semua bidang ilmu yang diajarkan dari pagi hingga jam pulang sekolah dengan bobot nilai agama yang dikedepankan terlebih dahulu. Kalau ini didukung dan dimaksimalkan jauh lebih memberi nilai positif ketimbang FDSyang digagas oleh Mendikbud.

3. Alasan FDS karena anak-anak kota sehari penuh ditinggalkan oleh orang tuanya sehingga khawatir dengan pergaulan bebas yang bisa menjerumuskan peserta didik ke hal-hal negatif juga tidak sepenuhnya benar, karena kota-kota besar di Indonesia tidak sepenuhnya meninggalkan tradisi, nilai-nilai, dan pendidikan agama yang sudah berlangsung selama ini.

4. Tidak semua orang tua peserta didik bekerja sehari penuh, utamanya mereka yang dipelosok bekerja sebagai petani dan nelayan yang separuh waktu dalam sehari tetap bersama dengan putera-puteri mereka. Belajar tidak selalu identik dengan sekolah. Interaksi sosial peserta didik dengan lingkungan tempat tinggalnya juga bagian dari proses pendidikan karakter sehingga mereka tidak tercerabut dari nilai-nilai adat, tradisi, dan kebiasaan yang sudah berkembang selama ini.

Berdasarkan alasan-alasan dan pertimbangan di atas maka LP Ma’arif NU menyatakan menolak penerapan FDS.

Semoga Allah SWT meridhai usaha mulia kita dalam membangun dan mencerdaskan bangsa. Kepada Allah kita berserah diri. Amin.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 09 Agustus 2016/06 Dzulqa’dah 1437 H

Z. Arifin Junaidi (Ketua PP LP Ma’arif NU)


Muchsin Ibnu Djuhan (Sekretaris PP LP Ma’arif NU)

Tembusan yth:

1. PBNU di Jakarta

2. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan


(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Jepara,Hari Santri 2019

Gebyar budaya dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kabupaten Jepara tahun 2017 cukup memikat hati masyarakat. Buktinya gelar budaya yang dipusatkan di alun-alun Jepara, Ahad (22/10) dipadati ratusan pengunjung.

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Sebagaimana penuturan panitia HSN kabupaten Jepara, ada 11 grup yang tampil di antaranya rebana (MA Safinatul Huda Sowan Lor), tari (MTs Hasyim Asyari Bangsri), pop song (MTs Al Hidayah Langon), gerak dan lagu (MI Al Hidayah Langon), musikalisasi puisi (MTs-MA Mathalibul Huda Mlonggo), pagar nusa (MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan), perkusi (MA Darul Hikmah Menganti) serta jathilan (pesantren Mathaliul Anwar Tahunan).

Ketua Panitia M. Ainunniam melaporkan bahwa kegiatan diadakan untuk memunculkan kesenian santri, pelajar dan masyarakat yang tidak terekspos.

Hari Santri 2019

Dia menilai sebenarnya ada bakat-bakat terpendam santri-santri yang ada di Jepara. Konsepnya pesantren, sekolah dan masyarakat umum yang mempunyai grup kesenian diundang oleh panitia.

Hari Santri 2019

“Alhasil kali ini kami mengundang kumpulan remaja yang berjumlah 11 grup,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara.

Kegiatan ini menurut pantauan Hari Santri 2019 cukup menghibur masyarakat Jepara. Apalagi saat pentas-pentas yang menegangkan misalnya atraksi pagar nusa maupun jathilan tidak sedikit penonton yang mengabadikan pertunjukan tersebut baik lewat foto maupun video.

Sehingga papar lelaki yang kerap disapa Gus Aik itu gelar budaya bertujuan untuk menghibur masyarakat yang berada di sekitar alun-alun. Juga untuk semakin mengenalkan HSN kepada masyarakat.

“Ada sebagian masyarakat yang belum tahu tentang hari santri. Jadi ini momen yang tepat untuk lebih mengenalkannya,” tambahnya.

Harapannya ialah simbiosis mutualisme, saling menuai keuntungan antara panitia dan peserta pentas. Kesenian-kesenian yang mereka pentaskan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Lalu bagaimana selanjutnya, Gus Aik yang tinggal di Gemiring Kidul Nalumsari Jepara itu menandaskan tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya.

“Mau diuri-uri atau malah sebaliknya,” pungkas dia. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Habib Hari Santri 2019

Jumat, 02 Februari 2018

Lakmud Pelajar Garut Ciptakan Generasi Cerdas

Garut, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten (PC IPNU IPPNU) Garut kembali gelar Latihan Kader Muda (Lakmud).

Lakmud Pelajar Garut Ciptakan Generasi Cerdas (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakmud Pelajar Garut Ciptakan Generasi Cerdas (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakmud Pelajar Garut Ciptakan Generasi Cerdas

Pelaksanaan Lakmud yang kali ini merupakan angkatan ketiga berlangsung di Kecamatan Cibiuk dengan perolehan peserta yang teregistrasi sebanyak 38 IPNU dan 32 IPPNU. Lakmud ini bertemakan Transformasi Anggota Menuju Kader yang Militan dan Profesional. 

Ketua Pelaksana, Ahmad Zakaria menyampaikan laporan persiapan yang dilakukan menghadapi tantangan tidak mudah.

"Tapi alhamdulillah bisa terlaksanakan tepatnya selama 3 hari. Panitia tidak kenal lelah. Kami rela korbankan tenaga, pikiran, waktu, dan materi untuk menyukseskan acara ini," tutur Ahmad Zakaria dalam pembukaan Lakmud di kantor MWCNU Cibiuk (24/11).

Hari Santri 2019

Turut hadir pula Ketua PW IPNU Jawa Barat, Ziyad Ahmad.

"Garut ini sudah masuk di grade A. Pimpinan Cabang yang sudah sangat baik dalam berorganisasi dan sangat serius dalam pengkaderannya. Garut luar biasa sampai bisa terlaksana Lakmud yang ketiga. Apresiasi besar buat PC IPNU Garut," ungkap Ziyad Ahmad. 

Hari Santri 2019

Latihan Kader Muda kali ini diikuti oleh banyak peserta dari setiap zona baik Utara maupun Selatan, diantaranya PAC Malangbong, Selaawi, Limbangan, Cibiuk, Banyuresmi, Karangpawitan, Sukaresmi, Cisurupan, Singajaya, Pendeuy, dan Bungbulang, bahkan ada yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat.

Peserta dari berbagai daerah tersebut merupakan wujud semangat mereka dalam ber-IPNU dan ber-IPPNU.

"Perlu diketahui bahwa NU tetap mengedepankan kesederhanaan, maka ini sudah cukup maksimal, cukup aja sudah segini apalagi sangat," kata Ketua PCNU Garut KH. Aceng Wahid.

Ia berpesan IPNU IPPNU haruslah menjadi generasi NU yang cerdas, berwawasan, dan beradab. 

Lakmud juga diharapkan menjadi mesin penggerak kader-kader muda yang militan dan profesional.

"Tujuan Lakmud ini yang pertama untuk menerapkan teori yang telah dibekali yakni pengejawantahannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai ajaran aswaja dan NU baik dalam amaliyah, fikr, ghirah, dan harakah-nya. Kedua sebagai wujud generasi agar berkompeten dalam masuk ke jenjang kepengurusan yang lebih atasnya," ujar Ketua IPNU Garut Ridwan Pamungkas. (Salim/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Halaqoh, Ahlussunnah Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Sarjana NU Teruskan Visi-Misi Kebangsaan

Jepara, Hari Santri 2019. Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Dr Akhmad Arif Junaidi M.Ag mengungkapkan sarjana NU diharapkan meneruskan visi misi kebangsaan. Disamping itu juga menentukan arah kebijakan pembangunan.?

Sarjana NU Teruskan Visi-Misi Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana NU Teruskan Visi-Misi Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana NU Teruskan Visi-Misi Kebangsaan

Demikian diungkapkannya dalam Wisuda Sarjana XVIII Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara bertempat di Gedung Wanita, Jalan Hos Cokroaminoto, Sabtu (9/2).?

Harapan itu menurutnya cukup beralasan lantaran bangsa Indonesia saat ini sedang dilanda beragam kasus korupsi. Pemimpin-pemimpin yang cerdas dan amanah jelas-jelas sangat kurang.?

Hari Santri 2019

“Anda sekalian merupakan calon pemimpin yang cerdas dan amanah. Ingat saat sudah menjadi pemimpin jangan sampai sombong,” lontarnya.?

Di Jepang sambung Arif setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom atom menjadi luluh lantak. Peradaban pun hancur. Alhasil Jepang pun bertekuk lutut kepada sekutu. Meski 2 kota sudah diluluh lantakkan Kaisar tidak patah semangat. Kaisar mencari sisa-sisa guru dan sarjana yang masih hidup.?

Hari Santri 2019

“Mengapa kaisar mencari guru dan sarjana yang masih hidup karena merekalah agent transfer of knowledge,” terangnya.?

Mereka adalah agen yang mentransfer ilmu pengetahuan. Nyatanya, selang 30 tahun kini Jepang pun bangkit dan menjadi Macan Asia.?

H Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara dalam sambutannya menyampaikan sarjana INISNU diharapkan mengimplementasikan ilmunya ditengah-tengah masyarakat. Marzuqi menjelaskan ditengah-tengah masyarakat peluang semakin minim sedangkan persaingan ? tambah ketat. Meski demikian sarjana INISNU harus tetap bermartabat.?

Ia pun bangga kepada alumni yang sudah sukses. “Ada yang menjadi dosen, anggota DPRD provinsi Jateng, KPUD, PNS dan masih banyak lagi. Semoga kesuksesan ini bisa ditiru oleh wisudawan,” harapnya.?

Rektor INISNU Jepara, KH MA Sahal Mahfudz berharap wisudawan bisa memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk pribadi masing-masing maupun masyarakat.?

Dalam wisuda ke XVIII Inisnu mewisuda 369 mahasiswa. 14 mahasiswa fakultas Dakwah (FD), 42 mahasiswa fakultas Syari’ah (FS) dan 313 mahasiswa fakultas Tarbiyah (FT). Sebagai wisudawan terbaik FD Ahmad Anis Syaifuddin dengan IPK 3.54, Siti Fitriyani dari FS IPK 3.70 dan dari FT atas nama Darnoto dengan IPK 3.69.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Meminang Keberanian

Robiatul Adawiyah

Bahagia tak layak menjadi jaminan

Meminang Keberanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Meminang Keberanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Meminang Keberanian

Bila bahagia masih menjadi sebuah kemungkinan

Kemungkinan hidup yang saling bergantungan.

Hidup adalah keberanian.

Hari Santri 2019

Keberanian hujan dengan sejuta alasan

Tanpa tahu yang berada dalam gendongan

Yang berada ditepi jalan.

Hari Santri 2019

Seperti gula,

Manis

Larut

Dan mengendap dalam gelas.

Wujudnya tak lagi menarik

Namun rasa adalah penggoda

Darinya keberanian tercipta.

Sementara,

Memandu jalannya kenangan

Tak menuntutmu untuk memberi

Dan lekas tuk disudahi.

Sebab, lelaki separas apapun

Tak akan menarik jika terluka.

Menimang-nimang kenangan

Sungguh membuatku kerepotan

Kenangan menjadi tumpukan bergilir

Dan air mata hanya akan terus mengalir.

Kenangan menjadi sangat luber.

Semua orang sibuk merawat dan menghias kenangan.

Sayangnya, kenangan tak bisa diganti orangnya

Dan tak bisa diubah rasanya.

Jakarta, April 2017

Penulis adalah kader PMII Az-Ziyadah, peserta kelas menulis Hari Santri 2019. Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Ulama, Cerita, Habib Hari Santri 2019

Rabu, 17 Januari 2018

Orang Gila dan Krisis Multidimensional

Orang gila, yaitu orang yang sudah tidak mempunyai pikiran normal layaknya manusia pada umumnya terdapat di seluruh negara di dunia. Bahkan persoalan orang gila ini menjadi perhatian pemerintah dan sebagian elemen masyarakat.

Saat itu santri bernama Kartono telah menyelesaikan ujian di pondok pesantrennya. Ia pun hendak pulang ke kampung halamannya karena aktivitas pondok sementara diliburkan beberapa hari usai menggelar ujian.

Orang Gila dan Krisis Multidimensional (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Gila dan Krisis Multidimensional (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Gila dan Krisis Multidimensional

Ia pulang bersama teman santri sekampungnya bernama Muhtarom. Di sepanjang perjalanan mereka bercerita apa saja terkait pengalaman mereka, termasuk fenomena orang gila yang sering mereka jumpai di daerah sekitar pondok pesantren.

Dalam hitungan Kartono, ada sebanyak 59 orang gila sepanjang jalan di daerah sekitar pondok. 

“Kamu menghitung apa dari tadi?” tanya Muhtarom.

Hari Santri 2019

“Ini Rom, saya sedang menghitung orang gila yang mungkin merupakan dampak dari krisis multidimensional yang terjadi di negeri kita, jumlahnya yang saya hitung ada 59 orang,” jawab Kartono.

“Kok beda, dalam hitungan saya jumlah orang gila mencapai 70,” sergah Muhtarom.

“Masa? Selisih satu orang. Lah terus satu orang itu siapa Rom?” 

“Ya, kamu.....!” jawab Muhtarom sambil ngakak. (Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Doa, Habib Hari Santri 2019

Minggu, 07 Januari 2018

Kebrobrokan Bathin Merusak Urusan Dhahir

Rasulullah saw pernah bersabda قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ شُحٌّ مُطَاعٌ ØŒ وَهَوًى مُتَّبَعٌ ØŒ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بÙ? فْسِهِ? ? “Tiga perkara yang merusak yaitu, menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri”. Sesungguhnya ketiga perkara itu adalah urusan bathiniyah tetapi jika dibiarkan ketiganya dapat merusak urusan lahiriyah, mulai dari merusak tatanan keluarga, budaya hingga tataran ekonomi.

Ø¥Ù? الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودÙ? Ù? الحق Ù„Ù? ظهره على الدÙ? Ù? كله. أرسله بشÙ? را ÙˆÙ? ذÙ? را وداعÙ? ا الى الله باذÙ? Ù‡ وسراجا Ù…Ù? Ù? را. أشهد اÙ? لا اله الا الله وحده لا شرÙ? Ùƒ له. شهادة اعدها للقائه ذخرأ. واشهد اÙ? محمدا عبده Ùˆ رسوله. ارفع البرÙ? Ø© قدرا. اللهم صل وسلم وبارك على سÙ? دÙ? ا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسلÙ? ما كثÙ? را. أما بعد. فÙ? اأÙ? ها الÙ? اس اتقوالله حق تقاته ولاتموتÙ? الا وأÙ? تم مسلموÙ? . Pada kesempatan ini pertama-tama khatib ingin mengajak diri sendiri dan jama’ah semua untuk meningkatkan taqwa. Sesungguhnya taqwa itu Bermuda dari mengihdar larang-larangannya. Seperti halnya menghindar berbagai keburukan yang yang dijabarkan dalam salah satu hadits pendek:

Kebrobrokan Bathin Merusak Urusan Dhahir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebrobrokan Bathin Merusak Urusan Dhahir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebrobrokan Bathin Merusak Urusan Dhahir

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ شُحٌّ مُطَاعٌ ØŒ وَهَوًى مُتَّبَعٌ ØŒ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بÙ? فْسِهِ?

Tiga perkara yang dapat merusak yaitu, menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Hari Santri 2019

Jika kita baca sekilas saja, hadits ini seolah hanya berfungsi sebagai hadits motifasi, semacam golden ways, yang memebri tips bagaimana tata cara hidup yang sukses dan benar. Padahal tidak demikian, karena sesungguhnya teks ini adalah hadits Rasulullah saw yang kadar kebenarannya seratus persen. Hadits Rasulullah saw bukan sekedar motifasi yang member janji, tetapi hadits itu berbicara bukti.

Marilah kita ungkap bersama, bahwa ada tiga hal yang merusak hidup manusia yaitu menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri. Memang ketiga hal ini sangatlah bersifat bathiniah, karena ketiganya beroperasi dalam hati. Sehingga ketiganya sangat bersifat individualis dan sangat pribadi sekali.

Tetapi jika dibiarkan, ketiga masalah tersebut yang bathiniah dan privasi itu akan merusak tatanan dhahir dan social. Kita akan melihat bagaimana penyakit hati yang tersimpan rapat dan sangat rahasia ini dapat merusak kehidupan nyata, kehidupan bermasyarakat, bahkan juga berbangsa dan bernegara. Jika ketiga penyakit itu menjalar kesebagian besar bangsa ini, maka hadits ini akan berlaku bagi bangsa Indonesia.

Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Hari Santri 2019

Perkara pertama yang dapat merusak adalah شخ مطاع syukkhun mutha’un (kikir yang dituruti). Kata syukkun, meskipun memiliki padanan dalam bahasa Arab bakhil, tetapi kata syukhkhun menunjukkan tingkat kebakhilan yang lebih tinggi, tidak sekedar pelit atau kikir biasa. Karena jika bakhil itu bermakna orang yang mempertahankan miliknya jangan sampai kepada orang lain. Namun sykhkhun lebih dari itu, ia adalah orang yang memepertahakan dan tidak rela, kalau ada kenikmatan Allah swt yang diberikan kepada orang lain. Walaupun ia sadari bahwa rahmat dan nikmat itu milik Allah swt dan bukan miliknya.

Secara tidak langsung, sifat inilah akar dari sifat madzmumah yang terkenal dan berbahaya yaitu hasud. Hasud adalah perasaan iri dan dengki dengan kenikmatan dan rahmat yang diterima orang lain serta menginginkan rahmati itu berpindah kepadanya. Sungguh inilah karakter terburuk manusia. Kebrobrokan moral yang paling tinggi, dibandingkan dengan kenakalan remaja dan praktik kekerasan dimanapun juga. Karena tindak kekerasan hanyalah kembangan dari sifat hasud ini.

Karena itu pantaslah jika Rasulullah saw berpesan dengan sangat ‘mewanti-wanti’ dalam haditsnya:

Ø£Ù? الÙ? بÙ? صلى الله علÙ? Ù‡ وسلم قال ? Ø¥Ù? اكم والحسد فإÙ? الحسد Ù? أكل الحسÙ? ات كما تأكل الÙ? ار الحطب?

Jagalah dirimu dari hasud, akan hasud akan meruntuhkan amal kebajikan sebagaimana api membakar kayu bakar’

Meski demikian para Jama’ah yang berbahagia, karena begitu seringnya kita mendengar dan membaca hadits ini, sehingga telinga terasa familier dan hatipun tidak tergugah. Akibatnya seringkali kita menganggap hadits ini sebagai intimidasi tak berkelanjutan, atau sekedar surat peringatan yang tidak pernah ditindak lanjuti. Na’udzubillah min dzalik, sungguh itu bisikan syaitan yang terkutuk.

Andaikata syukhkhun yang mengembang menjadi hasud itu berdampak pada hilangnya amal baik, dan perkara amal itu urusan nanti diakhirat, terus dimanakah bahaya syukhkhun muthoun ? dalam kehidupan nyata ini? ada sebuah hadits tentang kekikiran? yang ? sangat beroreintasi pada kehidupan bermasyarakat ijtimaiyyah yaitu

قال رسول الله صلى الله علÙ? Ù‡ وآله : السخÙ? قرÙ? ب Ù…Ù? الله قرÙ? ب Ù…Ù? الÙ? اس ØŒ قرÙ? ب Ù…Ù? الجÙ? Ø© ØŒ والبخÙ? Ù„ بعÙ? د Ù…Ù? الله بعÙ? د Ù…Ù? الÙ? اس قرÙ? ب Ù…Ù? الÙ? ار? . Bahwasannya Rasulullah saw bersabda: orang yang dermawan dekat dengan Allah swt, dekat dengan manusia dan dekat dengan surga. Sedangkan orang kikri itu jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dekat dengan neraka.

Pemahaman yang baik atas hadits ini adalah betapa ragam dalam kehidupan merupakan sunnatullah maka kaya-miskin, ada-tiada, adalah kenyataan. Dan semua itu dapat berjalan saling harmoni jika mereka yang kaya dan ada suka berbagi. Begitu pula sebaliknya, jika mereka kelompok yang kaya, yang mampu malah melakukan monopoli dan dominasi. Maka perputaran ekonomi tidak akan normal dan sehat lagi. Karena yang kaya akan makin kaya dan yang melarat akan tambah sekarat. Bukankah itu namanya sykhiyyun jika dia berekonomi dengan kaedah ‘memperoleh untung sebesar-besanya dengan modal sedikit-dikitnya?’

Bukankah ini yang terjadi dengan perekonomian di Negara kita. Ketika modal asing yang sangat kuat menggempur ekonomi mandiri masyarakat kecil dan menengah. Maka pemilik modal itulah yang sekarang menguasai pasar ekonomi negeri ini. Dengan berkedok investasi mereka ingin menguasai perdagangan dalam negeri dan anehnya mereka diberi jalan oleh penguasa atau pemerintah dengan dalih mengatur hajat-hidup bangsa ini.

Pertanyaannya kemuddian, bagaimanakah bisa para pejabat, penguasa dan pemerintah itu member jalan kepada para investor/pemilik modal dan para syakhiyyun itu?

Saudara-saudara Jama’ah Jum’ah yang dilindungi Allah swt. jawabnya ada dalam penyakit keduaوهوى متبع ? wa hawan muttaba’ (nafsu yang selalu dituruti). Nafsu atau kesenangan memang urusan pribadi, daftar keinginan dan kesenanga itu berderet dalam hati. Mungkin jika dituliskan dalam kertas akan menghabiskan berlembar-lembar.

Jika seseorang telah bertekad untuk menuruti segala keinginan memenuhi kesenangannya, maka apapun akan dilakukan. Tidak perduli kelakuannya akan mengorbankan masyarakat yang di dalam masyarakat itu ada keluarganya, ada orang-orang yang berjasa padanya. Inilah yang dalam Negara ini tergambar dalam tindakan korupsi.

Korupsi adalah contoh termudah dari penurutan hawa nafsu, nafsu memiliki rumah yang mewah-mewah, mobil baru-baru, dan perempuan canti-cantik. Maka ketika para syakhiyyun itu menawarkan kerja sama dengan keuntungan yang memikat dan para pemilik kebijakan menuruti hawa nafsunya, maka terjadilah tindak korupsi. Membeli Sapi dari luar negeri, membeli buah dari luar negeri, membeli kedelai dari luar negeri, member songkong dari luar negeri, membeli gula dari luar negeri. Semua dilakukan demi keuntungan pribadi, demi memenuhi keinginan pribadi tanpa merasa iba kepada petani sapi, petani bauah, petani singkong dan petani tebu. Bukankah ini merusak tatanankehidupan berbangsa dan bernegara.

Sekali lagi memang syakhiyy dan nafsu adalah masalah bathin adanya terselubung jauh dalam hati, tapi jika ia telah bergerak dan menguasai badan ini, ia mampu merusak tatanan kehidupan nyata, mengotak-ngoyak tatanan ekonomi riil dan mempercuram jenjang social kehidupan. Na’udzubillah min dzalik

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Katiga, adalah إعجاب المرء بÙ? فسه ? I’jabul mar’I binafsih mengagumi diri sendiri yang terkenal dengan ‘ujub. ‘ujub adalah satu penyakit hati paling akut yang susah sekali mengobatinya. Dokter sekaliber apapun tidak sanggup mengobati. Pada praktiknya penyakit ini akan membawa penderita menganggap dirinya paling baik, paling pintar, paling cantik, paling berwibawa dan lain seterusnya.

Ingatkah kita dengan perkataan Iblis ketika diperintah untuk tunduk kepada Nabi Adam as. dalam al-A’raf 12 disebutkan:

قَالَ Ø£ÙŽÙ? َا خَÙ? ْرٌ مِÙ? ْهُ خَلَقْتَÙ? ِÙ? مِÙ? Ù’ Ù? َارٍ وَخَلَقْتَهُ مِÙ? Ù’ طِÙ? Ù? ٍ

Saya lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan saya dari api sedangkan ia, Engkau ciptakan dari tanah

Biasanya ‘ujub akan melahirkan penyakit laian yaitu ‘thulul amal’ angan-angan yang panjang. Mereka yang merasa diri lebih dari orang lain selanjutnya akan mengangan-angan dalam lamuanan. “Karena aku orang paling berwibawa di kampung ini, maka jika ada pejabat datang pastilah nanti akan menemuiku, jika menemuiku pastilah aku jadi banyak relasi, jika banyak relasi, maka aku akan…” dan terus tidak ada ujungnya. Jika penyakit ini telah menyergap pada diri seseorang, maka ia akan menjadi serang penghayal yang malas untuk bertindak dan berkreasi, karena lamunan yang panjang. Seperti malasnya pemasang lotre menunggu nasib.

Maka sudah seharusnya, jika kita ingin menyelamatkan diri, keluarga, lingkungan bahkan juga bangsa tercinta ini, marilah kita bersama-sama berusaha dan melatih diri menghindari ketiga penyakit itu. Dan tidak lupa berdo’a kepada Allah swt agar memberikan petunjukNya mempermudah jalan kita menghindari dari penyakit tersebut. Bukankah sesungguhnya iman dan taqwa yang ada dalam diri kita merupakan anugrah dari-Nya?

Demikianlah khotbah Jum’ah kali ini, meskipun sekelumit semoga bermanfaat.

? بَارَكَ اللهُ لِÙ? Ù’ وَلَكُمْ فِÙ? Ù’ اْلقُرْآÙ? ِ اْلعَظِÙ? ْمِ ÙˆÙŽÙ? َفَعَÙ? ِÙ? ÙˆÙŽØ¥Ù? َّاكُمْ ِبمَا ِفÙ? ْهِ مِÙ? ÙŽ اْلآÙ? اَتِ وَالذكْر ِالْحَكِÙ? ْمِ وَتَقَبَّلَ مِÙ? ِّÙ? وَمِÙ? ْكُمْ تِلاَوَتَهُ Ø¥Ù? َّهُ هُوَ السَّمِÙ? ْعُ اْلعَلِÙ? ْمُ

Khutbah II

? اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَاÙ? ِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِÙ? ْقِهِ وَاِمْتِÙ? َاÙ? ِهِ. وَاَشْهَدُ اَÙ? Ù’ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَÙ? ÙŽÙ‘ سَÙ? ِّدَÙ? َا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَاÙ? ِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِÙ? ْمًا كِثÙ? ْرًا

اَمَّا بَعْدُ فَÙ? اَ اَÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِÙ? ْمَا اَمَرَ وَاÙ? ْتَهُوْا عَمَّا Ù? ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمُوْا اَÙ? ÙŽÙ‘ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِÙ? ْهِ بِÙ? َفْسِهِ وَثَـÙ? ÙŽÙ‰ بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ Ù? ُصَلُّوْÙ? ÙŽ عَلىَ الÙ? َّبِى Ù? Ø¢ اَÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ آمَÙ? ُوْا صَلُّوْا عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِÙ? ْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَÙ? ِّدِÙ? اَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَÙ? ْبِÙ? آئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَارْضَ اللّهُمَّ عَÙ? ِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِÙ? Ù’Ù? ÙŽ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَاÙ? وَعَلِى وَعَÙ? Ù’ بَقِÙ? َّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَتَابِعِÙ? التَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ لَهُمْ بِاِحْسَاÙ? ٍ اِلَىÙ? َوْمِ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَارْضَ عَÙ? َّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ Ù? َا اَرْحَمَ الرَّاحِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِÙ? ِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُؤْمِÙ? َاتِ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْÙ? آءُ مِÙ? ْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاÙ? ْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِÙ? َّةَ وَاÙ? ْصُرْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َصَرَ الدِّÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاخْذُلْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ خَذَلَ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ÙˆÙŽ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى Ù? َوْمَ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَÙ? َّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ وَسُوْءَ اْلفِتْÙ? َةِ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ مَا ظَهَرَ مِÙ? ْهَا وَمَا بَطَÙ? ÙŽ عَÙ? Ù’ بَلَدِÙ? َا اِÙ? ْدُوÙ? ِÙ? ْسِÙ? َّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَاÙ? ِ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ عآمَّةً Ù? َا رَبَّ اْلعَالَمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. رَبَّÙ? َا آتِÙ? اَ فِى الدُّÙ? Ù’Ù? َا حَسَÙ? َةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَÙ? َةً وَقِÙ? َا عَذَابَ الÙ? َّارِ. رَبَّÙ? َا ظَلَمْÙ? َا اَÙ? ْفُسَÙ? َاوَاِÙ? Ù’ لَمْ تَغْفِرْ Ù„ÙŽÙ? َا وَتَرْحَمْÙ? َا Ù„ÙŽÙ? َكُوْÙ? ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مِÙ? ÙŽ اْلخَاسِرِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. عِبَادَاللهِ ! اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ Ù? َأْمُرُÙ? َا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَاÙ? ِ وَإِÙ? ْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ ÙˆÙŽÙ? ÙŽÙ? ْهَى عَÙ? ِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُÙ? ْكَرِ وَاْلبَغْÙ? Ù? َعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْÙ? ÙŽ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِÙ? ْمَ Ù? َذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ Ù? ِعَمِهِ Ù? َزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

?

Red: Ulil Hadrawy

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Pesantren, Aswaja Hari Santri 2019

Minggu, 31 Desember 2017

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik

Rembang, Hari Santri 2019. Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Abdul Rosyid menegaskan, pihaknya akan tetap menjaga netralitas menjelang hingga usai pemilihan legislatif 2014.

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik

Menurut dia, masih banyak yang perlu dibenahi di internal organisasi, termasuk penataan lembaga dan pengoptimalan program. Demikian ia sampaikan, Jumat (21/2) malam, dalam acara pengajian rutin GP Ansor PAC Kaliori.

Rapat kerja (Raker) GP Ansor PAC Kaliori yang digelar di kantor NU pada pertengahan 2013 lalu menghasilkan program kerja di empat belas lembaga pelaksana. Tetapi, kata Rosyid, beberapa lembaga dinilai belum berjalan maksimal dalam meralisasikan program-programnya.

Hari Santri 2019

Rosyid menjelaskan, meski demikian, lembaga yang membidangi dakwah dan keorganisasian tergolong berhasil menggait kader dari 24 Desa yang ada di kecamatan Kaliori. Pihaknya berencana akan menggelar rapat kerja kedua pertengahan Marert nanti yang dirangkai dengan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

Hari Santri 2019

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Nasuha mendorong GP Ansor setempat dapat melangkah lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun politik 2014 dinilai sebagai ujian besar warga NU untuk tidak terseret ke dalam kepentingan pragmatis. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Daerah, Habib Hari Santri 2019

Sabtu, 30 Desember 2017

PMII Aceh Jadi Wadah Menempa Diri

Banda Aceh, Hari Santri 2019. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Aceh diharapkan menjadi wadah untuk menempa diri. Di sini mahasiswa melatih nalar berfikir dan menjadi penyampai aspirasi masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Aceh Teuku Musliadi Buceh, di sela kegiatan Mapaba (Masa penerimaan anggota baru) untuk regional I, Sabtu (16/3), di Aula Kopri Aceh, jalan Daod Beureueh Banda Aceh.

PMII Aceh Jadi Wadah Menempa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Aceh Jadi Wadah Menempa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Aceh Jadi Wadah Menempa Diri

Menurut Buceh, organisasi kepemudaan di Aceh masih lemah dalam hal pengkaderan. Karena itu PKC PMII berinisiatif untuk melakukan pengkaderan di seluruh wilayah provinsi Aceh.

Hari Santri 2019

“Antara mahasiswa yang berorganisasi dengan yang tidak berorganisasi harus beda, harus aktif di ruang kuliah dan dapat menyampaikan aspirasi masyarakat,” katanya.

Hari Santri 2019

“Hal itu akan terjadi jika mahasiswa yang aktif diorganisasi serius menggalakkan diskusi mingguan atau bulanan yang membahas persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat dan sekeliling kita,” ujar Alumni IAIN Ar-Raniry. 

Menurutnya, kegiatan Mapaba regional I ini merupakan perdana dilakukan di Aceh.  PKC PMII Aceh berinisiatif melaksanakan Mapaba yang dibagi 4 regional, regional I wilayah Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie dan Pidie Jaya, yang dipusatkan di Banda Aceh.

“Tahap selanjutnya akan dilaksanakan Mapaba regional II dengan wilayah barat selatan, regional III wilayah tengah dan regionakl IV akan dilaksanakan di wilayah timur,” ujar Buceh

Ketua Pelaksana Mapaba Regoinal Juara A. Beguh menyebutkan, acara dilaksanakan selama dua hari sampai malam, jumlah pendaftar mencapai seratusan orang, namun yang lulus seleksi 38 peserta dan yang sah menjadi kader PMII Aceh hanya 20 orang.

Setiap peserta harus mengikuti berbagai proses yang telah ditetapkan oleh panitia dan sesuai dengan kontrak belajar peserta sendiri.

“Selama Mapaba berlangsung, peserta dibekali dengan beberapa teori baik menyangkut internal PMII, manajemen organisasi serta teori-teori lainnya, pada intinya peserta juga dilatih aktif di dalam forum,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nazarullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta, Habib Hari Santri 2019

Jumat, 29 Desember 2017

Pemerintah Bubarkan HTI, IPNU Banyuwangi Kirim Karangan Bunga

Banyuwangi, Hari Santri 2019



Langkah tegas pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebagaimana yang diumumkan oleh Menteri Koordinator Politik dan HAM Wiranto segera disambut antusias oleh warga Indonesia yang mencintai NKRI dan Pancasila sepenuh hati. Salah satunya Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi.

Pemerintah Bubarkan HTI, IPNU Banyuwangi Kirim Karangan Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Bubarkan HTI, IPNU Banyuwangi Kirim Karangan Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Bubarkan HTI, IPNU Banyuwangi Kirim Karangan Bunga

IPNU Banyuwangi yang dengan tegas menganggap NKRI dan Pancasila sebagai bentuk final bagi bangsa Indonesia, mengirimkan rangkaian karangan bunga kepada beberapa kantor instansi pemerintahan. "Ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap langkah tegas pemerintah terhadap Ormas yang mengancam keutuhan NKRI dan tegaknya Pancasila," tutur Ketua PC IPNU Banyuwangi Yahya Muzakki, Senin (8/5).

Lebih lanjut, Yahya mengatakan, keberadaan ormas anti Pancasila selama ini, cukup meresahkan karena telah memprovokasi anak-anak usia sekolah.?

"Kami yang bergerak di sekolah, kerap menemukan kader-kader HTI yang tidak segan membenarkan tindak terorisme yang terjadi di Indonesia karena menganggap negara ini, adalah negara thogut (penyembah syetan). Hanya karena bukan khilafah. Jelas ini bahaya," terangnya.

Selama ini, IPNU sendiri terus melakukan pendampingan kepada para pelajar dalam memperkuat nasionalismenya. "Kami aktif menggelar kelas kebangsaan di beberapa sekolah untuk memberikan penjelasan tentang nasionalisme dan Pancasila sebagai sesuatu yang Islami. Tidak harus khilafah, tapi dengan Pancasila pun, Indonesia bisa disebut negara islami," tambahnya.

Hari Santri 2019

Dengan adanya pelarangan aktivitas HTI di Indonesia, Yahya menghimbau kepada para pelajar yang telah terlanjur bergabung ke HTI untuk segera kembali ke cara beragama yang mengakui Pancasila sebagai ideologi negara yang tak bertentangan dengan Islam.

Hari Santri 2019

"Untuk bisa menjadi umat Islam yang kaffah, tidak harus dengan khilafah. Jika kita mau belajar agama yang benar seperti halnya di pesantren atau bisa bergabung di IPNU," ajaknya.

Beberapa instansi pemerintahan yang mendapatkan karangan bunga adalah Kantor Polres Banyuwangi, Kodim 0825 Banyawungi, dan Lanal Banyuwangi. "Kami sengaja memilih instansi militer, karena ini simbol penjaga NKRI," pungkasnya (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Lomba Hari Santri 2019

Selasa, 26 Desember 2017

Mahasiswa Pascasarjana NU UGM Manfaatkan Jamur Edible untuk Makanan Sehat

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Forum Silaturahim Mahasiswa Pascasarjana NU UGM kembali mengadakan diskusi bulanan kelima Kamis (16/11).

Diskusi ini mengangkat tema Pemanfaatan Jamur-jamur Edible sebagai Alternatif Makanan Sehat bagi Masyarakat bertempat di laboratorium Integrated of Plant Disease Science Fakultas Pertanian UGM. 

Bahru Rohmah, pembicara dalam acara tersebut mengatakan jamur edibel adalah jamur yang dapat dikonsumsi, sebagai salah satu alternatif sumber makanan sehat bagi masyarakat. 

Mahasiswa Pascasarjana NU UGM Manfaatkan Jamur Edible untuk Makanan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pascasarjana NU UGM Manfaatkan Jamur Edible untuk Makanan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pascasarjana NU UGM Manfaatkan Jamur Edible untuk Makanan Sehat

Beberapa jenis jamur edible yang dapat dikonsumsi, seperti jamur tiram, jamur merang, jamur kancing, dan beberapa jamur konsumsi lainnya.

Terdapat 35 jenis jamur edibel, namun yang sudah dibudidayakan sebanyak 20 jenis. 

“Dari berbagai jenis jamur tersebut, jamur tiram memiliki presentase budidaya terbesar, yaitu sebesar 25 persen. Hal dini didukung karena meningkatnya pengetahuan masyarakat akan konsumsi jamur serta kebradaan jamur yang mudah didapatkan,” kata mahasiswa pascasarjana pada program studi Fitopatologi Fakultas Pertanian UGM.

Hari Santri 2019

Selain menjelaskan jamur edibel, Bahru juga menjelaskan mengenai jamur yang beracun dan jamur yang dapat dijadikan sebagai obat. 

“Jamur genoderma lucidum, adalah salah satu jamur yang banyak digunakan sebagai obat pada beberapa penyakit,” jelas Bahru.  

Forum diskusi ini merupakan wadah bagi mahasiswa pascasarjana, baik S2 maupun S3 UGM untuk sharing tentang keilmua mereka. Forum juga membahas lintas disiplin ilmu. 

Hari Santri 2019

Kekuatan forum ini adalah karena masing-masing peserta diskusi datang dari latar belakang keilmuan yang bebeda, baik dari rumpun keilmuan sosial-humaniora, maupun dari rumpun keilmuan eksakta.

Selain itu kekuatan forum ini adalah mengintegarsikan masing-masing bidang keilmuan untuk memperkuat dan membahas suatu masalah agar lebih komprehensif. (Irsyadul Ibad/Kendi Setiawan)

  

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Habib Hari Santri 2019

Minggu, 24 Desember 2017

Gerakan 1000 Microfon, Ansor Jombang Peduli Musholla

Jombang, Hari Santri 2019

Hampir sepekan ini, Gerakan Pemud Ansor Jombang keliling musholla dan masjid. Banom NU tertua ini memberikan bantuan Microfon dan speaker melalui "Gerakan Berbagi 1000 Microfon untuk Musholla”.

Gerakan 1000 Microfon, Ansor Jombang Peduli Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan 1000 Microfon, Ansor Jombang Peduli Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan 1000 Microfon, Ansor Jombang Peduli Musholla

"Minggu ini kita sudah memberikan sebanyak 4 Microfon untuk musholla yang membutuhkan, ? dan masih ada 4 lagi akan kita bagi," ujar Hamid Hamdah Koordinator gerakan Sosial 1000 Michofon untuk musholla usai penyerahan bantuan, Ahad (17/1/2016) di Ngoro Jombang.

Hamid mengatakan, gerakan sosial berbagi Microfon ini sebagai upaya Ansor peduli terhadap syiar Islam yang lebih banyak dilakukan masyarakat di masjid dan Musholla. Karena setiap hari kita mendengar adzan dari musholla dan masjid untuk mengingatkan kita akan sholat.?

"Disamping itu banyak musholla yang menjadi kegiatan khotmil Quran. Jangan sampai seruan ibadah ini tidak menarik didengar, makanya alat pengerasnya harus bagus," ujarnya menambahkan.

Hari Santri 2019

Dari mana modalnya, Hamid mengatakan, modal untuk pengadaan Microfon ini awalnya murni dari bantuan pengurus Ansor. "Dan kini setelah banyak yang tahu, gerakan sosial 1000 Microfon untuk musholla ini akhirnya banyak yang datang sendiri, kami memang tidak menolak untuk menyalurkan, demi kepentingan umat," tandasnya.

Agus Mulyono salah satu Takmir Musholla Ngoro Jombang yang menerima bantuan Microfon mengatakan Ansor sangat peka tehadap kebutuhan umat di bawah yang tidak tersentuh berbagai kalangan.?

"Dan ini salah satu bentuk untuk menjaga masjid dan musholla dari paham di luar Aswaja NU. Karena gerakan ini nyata di lapangan," katanya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Habib, Nahdlatul, Hikmah Hari Santri 2019

Sabtu, 16 Desember 2017

Wabup Jombang Ajak PMII Berantas Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

Jombang, Hari Santri 2019?

Wakil Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab berpesan kepada segenap aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setempat untuk turut berpartisipasi dalam melawan pengedaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing.?

Hal itu diungkapkan Munjidah saat menghadiri undangan seminar terbuka terkait pemberantasan kasus narkoba oleh Pengurus Cabang (PC) Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Jombang, Kamis (10/11) di aula Universitas Darul Ulum (Undar).?

Wabup Jombang Ajak PMII Berantas Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Jombang Ajak PMII Berantas Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Jombang Ajak PMII Berantas Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

"Saya berharap kepada kader PMII supaya peduli terhadap lingkungannya, (penyalahgunaan narkoba, red), dan berhati-hatilah dengan pergaulan di lingkungannya, sebab lingkungan sangat mempengaruhi sikap seseorang," katanya.?

Mengacu pada data Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Timur, Kabupaten Jombang ditetapkan sebagai daerah dengan kasus narkoba tertinggi kelima tingkat Jawa Timur. Posisi tersebut menurut Ketua Muslimat NU Jombang ini memerlukan penanganan yang serius baik dari pemerintah, sejumlah elemen masyarakat juga berbagai organisasi, termasuk PMII.

Hari Santri 2019

"Pengedaran dan penyalahgunaan narkoba adalah penyakit yang paling marak di Jombang, seperti di tempat hiburan, permainan judi di pelosok-pelosok juga semakin marak," tegasnya.

Kondisi demikian, lanjut putri KH Wahab Hasbullah itu, masih sangat jauh dari label Jombang yang dikenal sebagai kota santri ataupun kota beriman.?

"Ini sangat memprihatinkan, Jombang yang selama ini dikenal kota santri, kota beriman, namun fakta di dalamnya sangat luar biasa," ucap Munjidah sembari tersenyum. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Selasa, 05 Desember 2017

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI

Jakarta, Hari Santri 2019. Usulan relokasi terhadap warga yang berkonflik di Sampang bukan jalan keluar yang baik. Pikiran tersebut hanya muncul dari orang yang pikirannya pendek, maunya jalan pintas.

Demikian diungkapkan Direktur Program The Wahid Institute Rumadi, menanggai usulan kepolisian RI yang disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR.

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI

"Gagasan relokasi harus ditolak karena bertentangan dengan Undang-undang di mana setiap warga negara berhak untuk memilih tempat tinggal di seluruh Indonesia," jelas Rumadi lewat suratnya yang dikirim ke Hari Santri 2019 kemarin sore (5/9).

Hari Santri 2019

Alasan lainnya, kata Rumadi, warga Syiah di sampang adalah orang yang sudah turun-temurun tinggal di daerah itu. "Mereka punya keterikatan kuat dengan tanah tumpah darahnya," tegas Rumadi.

Hari Santri 2019

Dia menjelaskan, pola relokasi akan menjadi preseden buruk penyelesaian konflik sosial. "Kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu karena warganya yang bhineka, tapi bersedia hidup berdampingan, rukun, gotong royong. Kalau dipisah-pisah malah mengancam NKRI," ungkapnya.

"Kita mesti sabar, tekun dalam membangun bangsa ini. Bahaya sekali kalau ide relokasi dilaksanakan. Saya juga usul pada NU agar berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan konflik sosial. Ini penting buat NU sebagai penopang NKRI," pungkas Rumadi yang juga aktivis Lakpesdam NU.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Pondok Pesantren Hari Santri 2019

Sabtu, 25 November 2017

PC Muslimat NU Jombang Tetapkan Empat Program Prioritas

Jombang, Hari Santri 2019. Dalam pelaksanaan program kerjanya, Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jombang memprioritaskan program kerja sektor pendidikan, kesehatan, ketenagaan kerja dan dakwah. Hal itu sebagaimana disampaikan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang digelar di Kantor Muslimat NU Jombang.

Ketua PC Muslimat NU Jombang, Hj. Aisyah Muhammad mengatakan, untukmendukung program tersebut, PC Muslimat NU Jombang akan bersinergi dengan DinasPendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama dan Balai Latihan Kerja dibawahkoordinasi Dinas Tenaga Kerja dan Transformasi Sosial (Disnekertransos).?

“Bidang-bidang lain memang tidak kalah pentingnya, namun empat bidang ini menjadi program prioritas muslimat, dimana kami telah bersinergi dengan dinas dan Instansiterkait," ujarnya.

PC Muslimat NU Jombang Tetapkan Empat Program Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PC Muslimat NU Jombang Tetapkan Empat Program Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PC Muslimat NU Jombang Tetapkan Empat Program Prioritas

Komitmen untuk memprioritas empat program tersebut langsung disaksikan oleh ? seluruh pengurus harian anak cabang dari 21 Kecamatan di Jombang. Mereka terdiri dariketua, sekretaris, bendahara dan pengurus 4 bidang, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, tenaga kerja dan bidang dakwah. Diharapkan, dengan komitmen bersama pelaksanaan program prioritas bisa maksimal.?

Selaras dengan hal itu, Bupati Jombang Nyono Suharli berharap, Muslimat NU ? bisa bersinergi dengan program SKPD dalam melaksanakan program, termasuk Tim Penggerak PKK. ? Salah satunya mengawal Kabupaten Jombang yang berhasil menjadijuara nasional untuk kelompok pendukung ASI sebagai salah satu prioritas di bidang kesehatan.?

“Untuk menjadikan Jombang sebagai Kabupaten ASI tolong ibu-ibu Muslimat juga turut mengawal dan menjadi kader motivator ASI dilingkungannya, termasuk program posyandu, lansia dan yang lainnya," tuturnya. (Syaifullah/Mahbib)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Habib Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock