Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris

Jakarta, Hari Santri 2019. Rais Aam PBNU yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin mengaku merasa kehilangan dengan meninggalnya Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Slamet Effendy Yusuf yang dikenal sebagai sosok organisatoris.

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris

"Slamet adalah seorang organisatoris dengan pengalamannya di organisasi," kata Kiai Ma’ruf saat dihubungi dari Jakarta, Kamis, (3/12)

Menurut Maruf, Slamet banyak bergerak di berbagai organisasi seperti pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor. Selain itu, masih kata Maruf, Slamet juga menjadi Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI).

Hari Santri 2019

Almarhum Slamet Effendy Yusuf sebelumnya juga pernah lama berkecimpung di dunia politik sebagai kader dan pengurus Partai Golkar.

Dia pernah menjabat Ketua MPR-RI periode 1988-1993 dan anggota DPR-RI periode 1992-2009 dari Partai Golkar.

Hari Santri 2019

Slamet juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar dan sempat pula menjabat Ketua PBNU periode 2010-2015, Ketua MUI pada periode 2009-2014 dan Waketum MUI 2015-2020.

"Jadi pengabdian almarhum begitu besar kepada bangsa dan negara serta agama," kata Kiai Ma’ruf.

Slamet Effendy Yusuf meninggal dunia pada Rabu (2/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB di Bandung, Jawa Barat, dalam usia 67 tahun. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Makassar, Hari Santri 2019. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Sulawesi menolak tegas rencana pembuatan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Penolakan tersebut ditunjukkan dengan berunjuk rasa serentak di beberapa kota yaitu Makassar, Mamuju, Minahasa, dan Manado, pada Senin, (4/6).

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Dalam pers liris yang diterima Hari Santri 2019, PMII berpendapat, akhir-akhir ini aktivitas politik-militer di kawasan ASEAN meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan rencana pembuatan pangkalan militer AS di kepulauan Cocos, 3000 kilometer baratdaya Jakarta.  Sebelumnya, AS telah mengerahkan ribuan mariner di pangkalan militer Darwin, Guam, dan Singapura.

AS juga telah menjalin kerjasama militer dengan Indonesia. Hal itu ditandai dengan hadirnya USNS Mercy di teluk Manado dan rencana latihan bersama Koarmatim dengan sandi CARAT 2012 di Surabaya pada awal Juli ini. 

Hari Santri 2019

Di saat bersamaan, kekuatan China-Rusia semakin terjalin. Anggaran belanja militer meningkat, latihan perang China-Rusia dan uji coba persenjataan Korea Utara menambah fakta bahwa kawasan Pasifik rentan “gesekan”. Khawatirnya berujung menjadi zona pertempuran.

Hari Santri 2019

“Kami tidak mau ASEAN dijadikan zona pertempuran. Kami ingin ASEAN sebagai kawasan damai sesuai deklarasi 27 November 1971, yaitu ASEAN ZOPFAN, Zone Of Peace, Freedom And Neutrality. Deklarasi tersebut menetapkan bahwa ASEAN Sebagai Kawasan Damai, Merdeka Dan Netral,” ujar Iezha, seorang pengunjuk rasa. 

Deklarasi tersebut, sambung Iezha, seharusnya jadi pegangan teguh negara-negara ASEAN guna mencegah dan menghindari kawasan ini menjadi kancah pertempuran serta kepentingan politik-militer. 

Secara serentak, PMII Sulawesi menuntut hal serupa, yaitu menolak hadirnya pangkalan militer AS di seluruh wilayah ASEAN. Menuntut dan mendesak negara-negara ASEAN agar berpegang teguh pada deklarasi ASEAN ZOPFAN. 

Selain itu, PMII juga mendesak pemerintah pusat agar memperkuat secara maksimal sistem dan kekuatan armada pertahanan laut Indonesia terutama di lini strategis seperti Sabang, Selat Malaka, Selat Lombok, Nunukan, Miangas, Morotai,  Biak Numfor, dan Arafuru.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Berita, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Jumat, 09 Februari 2018

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Denpasar,? Hari Santri 2019?

Apel Kebangsaan yang diadakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali di Lapangan Lumintang Denpasar, Ahad (14/5) dihadiri Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaini. Di hadapan seribu kader Ansor dan Banser dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali itu, Alfa merasa bangga karena banom NU itu bisa eksis di pulau dewata, pulau dengan Muslim minoritas. ?

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Meski demikian, ia berpesan agar GP Ansor dan Banser terus menjunjung tinggi keharmonisan, kedamaian dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Dengan cara seperti itu, rajutan kebinekaan di negeri ini, termasuk di Bali, bisa seiring sejalan dengan cita cita pendiri bangsa.

"Para perumus negeri ini sepakat untuk menjadikan negeri ini sebagai negara kesatuan yang mengakui perbedaan, menggapai kesejahteraan bersama berdasarkan Pancasila. Ini sudah final, karena yang menyepakatinya juga adalah para kiai-kiai NU," tegasnya.

Jadi, lanjutnya dengan suara lantang, siapa pun yang ingin mengutak-atik NKRI dan Pancasila, maka GP Ansor dan Banser siap berhadap-hadapan dengan mereka.

“Apakah kalian siap?” tanya Alfa.

Hari Santri 2019

"Siap!" seru peserta apel menjawab serentak.

Menyoal kelompok yang anti-Pancasila, ia terang-terangan menyebut HTI sebagai organisasi gerakan politik, bukan gerakan dakwah keagamaan. Mereka jelas ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

"Kebebasan berpendapat boleh, tapi kalau sudah ingin mengubah dasar dan bentuk negara, maka langkah pemerintah sudah tepat untuk membubarkan HTI yang kerap mempropagandakan pemerintahan model khilafah Islamiyah," paparnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan keputusan politik, jadi ini belum cukup. Ansor Banser menginginkan yang lebih dari itu.

Hari Santri 2019

"Kita ingin semua gerakan pemahaman dan ajaran HTI, harus dilarang di seluruh tumpah darah Nusantara ini. Jika masih mereka ada, maka selama itu juga Banser dan Ansor akan tetap melakukan perlawanan," paparnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta apel.

Terakhir, ia berpesan agar kader Ansor dan Banser agar tidak gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan terpecahnya kesolidan Nahdlatul Ulama. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ahlussunnah, Kyai, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Rabu, 31 Januari 2018

Ia Menangis Mengisahkan Muslimat

Ciamis, Hari Santri 2019. Mulanya pipi memerah, lalu sudut matanya meneteskan air mata. Ia menyeka dengan ujung kerudung. Tapi menetes lagi. Padahal ia tidak sedang bercerita atau mendengar tragedi pilu menyayat. Ia cerita ibu-ibu Muslimat!

Ia Menangis Mengisahkan Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ia Menangis Mengisahkan Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ia Menangis Mengisahkan Muslimat

Suaranya tersendat-sendat. Nafasnya berat, karena ceurik dareuda (sesenggukan). Ia terkesan akan kehebatam ibu-ibu Muslimat yang dipimpinnya. Di zaman seperti ini, ibu-ibu Muslimat Ciamis masih mau ikut pengajian hingga ribuan orang. Dan yang paling membuatnya terharu, mereka datang dengan ongkos sendiri.

Satu contoh, pada Harlah ke-87 NU 2013 di Islamic Center, Ciamis, Muslimat menghadirkan 6400 orang. Padahal mereka diinformasikan hanya melalui pesan singkat. Kapasitas gedung hanya 3500 orang, jelas tak mampu menampungnya.

Hari Santri 2019

Ibu-ibu itu tidak merepotkan panitia. Mereka membawa makanan sendiri, datang dengan menggunakan kolbak (pick-uap), truk, dan elf, dengan biaya sendiri. “Saya suka nangis jika ibu-ibu Muslimat ada yang membawa ke arah ideologi non-NU. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan,” tuturnya kepada Hari Santri 2019, di gedung PCNU Ciamis, Sabtu, (9/2).

Ia mengatakan, faktor kegairahan mereka adalah karena Ciamis umumnya berhaluan Ahlu Sunah wal-Jamaah. Di samping pengajian, sering juga diadakan lomba mars Muslimat. Juga mereka bangga dengan kepemimpinan Khofifah Indarparawansa di tingkat pusat, dan Ela Giri Komala di tingkat Wilayah. Keduanya sangat populer.

Hari Santri 2019

Aktif Muslimat sejak lulus SMA

Ia bernama Hj. Lismayati, akrab dipanggil Lilis. Ibu kelahiran 1958 tersebut aktif di Muslimat NU sejak lulus SMA. Tentunya Nahdliyin sekarang menganggap aneh karena tidak melalui jenjang Fatayat. Tapi itulah yang dijalaninya.

Lilis masuk ke dalam dunia ibu-ibu NU itu berawal dari sebuah pengajian Muslimatan. Pada tahun 1976, Ajengan Sofyan, tokoh NU Ciamis waktu itu, berceramah. Ia mengatakan, “Jika anak-anak ibu ada enam, coba tolong, aclengkeun (lemparkan, red.) satu ke pesantren.”

Ajengan Sofyan menambahkan, anak yang dikirim ke pesantren itu kelak akan menjadi tongkat keluarga. “Kakek saya orang pesantren dan tokoh NU, tapi bapak saya birokrat dan mendidik anak-anaknya menjadi birokrat,” terangnya.

Karena penjelasan Ajengan Sofyan, Lismayati tersentuh. Ia anak keenam di keluarganya. Semua kakaknya tak ada satu pun mengenyam pesantren. Sejak itulah dia bertekad bulat nyantri. Pilihannya tertambat ke Pesantren Cijantung. Sejak itu, rutin mengikuti pengajian-pengajian Muslimat.

Ia yang bertubuh mungil, lincah? dan energik, langsung dipinang ibu-ibu masuk ke dalam organisasi Muslimat. “Waktu itu saya tak mendengar IPPNU dan Fatayat,” katanya.

Baru tahun 1986, ia dipercaya menjadi skeretaris PC Muslimat Ciamis. Hingga tahun 2006, empat ketua berganti, ia tetap menyandangnya. Baru kemudian dia dipercaya jadi Ketua Muslimat. Kini memasuki periode kedua, dan akan habis tahun 2016.

Beragam prestasi dibawah kepemimpinannya. Yang terdekat, 22 Januari lalu, Muslimat Ciamis juara II lomba mars Muslimat tingkat Jawa Barat. Juara I penyuluhan cakupan imunisasi sepuluh persen di Jawa Barat. Salah seorang kadernya, Ibu Lala, juara I pidato tingkat Jawa Barat.

Izin suami itu nikmat

Lilis selalu hadir pada kegiatan rutin Muslimat, yaitu pengajian di tiap PAC. Pertemuan itu, ia gunakan untuk pertemuan ketua-ketua Muslimat dari 37 kecamatan. “Jadi acaranya pengajian dan rapat PAC. Mereka harus bertanggung jawab mengawal ahlu sunah. Tak boleh lengah,” terangnya.

Karena cintanya kepada Muslimat, ia mengaku jadi sugesti kesembuhan manakali sakit. “Kalau sakit saja, kalau ada undangan Muslimat di kecamatan, bisa sembuh. Bu aya pangaosan (pengajian), terasa pagi-pagi itu sehat. Ini kehebatan berjuang di Muslimat NU. Berjuang untuk mempertahankan ahlu sunah dengan para ajengan.”

Menurutnya, kunci berjuang di Muslimat adalah kemauan untuk hadir di acara Muslimat meskipun di daerah terpencil. Karrenanya, ia pernah menumpang naik truk kayu untuk menghadiri pengajian Muslimatan. Pulangnya diberi sekarung kacang tanah tanpa diminta. Kadang juga naik ojeg.

Kedua, mau tidak mau harus banyak waktu untuk Muslimat. Sekarang di Muslimat itu banyak yang pintar dan birokrat, tapi mereka tak punya banyak waktu. Itu jadi persoalan. ?

Juga izin suami. “Izin suami itu mahal, sering banyak ibu-ibu ingin berjuang, tapi izin suami yang susah. Jika diizinkan itu nikmat,” katanya. Utungnya Lilis memiliki suami yang sevisi, yaitu KH Oni Sya’roni, Wakil Rais Syuriyah PCNU Ciamis. Kiai Oni selalu percaya kepada istrinya, kendati pulang malam.

Di ujung ceritanya, Lilis agak risau akan kepemimpinan mendatang. Karenanya ia ingin pelatihan kader, juga pendidikan da’iyah untuk Muslimat. “Saya jamin seribu orang pun bisa datang, tapi sayang Muslimat tak punya uang,” katanya. Kalau ada yang mendanai, sambungnya, seribu orang pun bisa bisa dihadirkan.

Pada kesempatan berbeda, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi berpendapat, ibu-ibu Muslimat adalah ujung tombak NU. Ke depan mereka harus dilibatkan dalam mengurusi masjid-masjid NU. ?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Jumat, 26 Januari 2018

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita

Cilacap, Hari Santri 2019?



Mustasyar PBNU KH Chasbullah Badawi bagaikan sebuah obor terang, yang selalu menerangi, memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita. Sedangkan kita bukanlah apa-apa. Kita hanyalah lampu yang menyala hanya 5 watt saja.?

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita

Demikian diungkapkan KH Zuhud Muchson saat mewakili keluarga pada pemakaman jenazah KH Chasbullah Badawi, Selasa (6/6) di Komplek Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah.?

"Beliau adalah obor penerang bagi keluarga, yang selalu memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita semua. Beliau juga perekat persaudaraan keluarga. Beliau juga guru dan panutan bagi keluarga," ungkapnya di hadapan ribuan pelayat.?

Setelah itu, di hadapan ribuan pelayat, Kiai Zuhud menjelaskan uraian singkat mengenai biografi dan sejarah KH Chasbullah Badawi semasa hidup hinga wafatnya.?

Hari Santri 2019

KH Chasbullah Badawi atau yang akrab disapa Mbah Chasbullah memiliki 12 saudara. Ia adalah putra keenam dari pendiri Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin KH Badawi Khanafi.

KH Chasbullah Badawi diberikan umur oleh Allah lebih panjang daripada umur Abahnya. "Beliau wafat diusia tepat 79 tahun, sedangkan abahnya wafat di usia 73 tahun," lanjut Gus Zuhud

KH Chasbullah selalu berpesan, berjuanglah, tetapi jangan mengharapkan manfaat di dunia. “Sehingga beliau dikenal sebagai pejuang yang tidak pernah memanfaatkan untuk kepentingan harta dunia sehingga beliau menjadi ulama yang selalu hidup dengan kesederhanaan," jelasnya ? disambut tetesan air mata para hadirin. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Daerah Hari Santri 2019

Rabu, 24 Januari 2018

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan

Jombang, Hari Santri 2019 - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jombang menggelar doa bersama di kantor PCNU setempat, Sabtu (20/8). Mereka mendoakan bangsa Indonesia yang berdaulat, bermartabat dan berintegritas untuk membangun persatuan.

Tak lupa, mereka juga mendoakan para pahlawan yang gugur sebab merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada zaman penjajahan. Bagi mereka, kemerdekaan Indonesia yang dirasakan oleh bangsa saat ini adalah hasil perjuangan berdarah para pahlawan saat mengusir penjajah dari tanah air ini.

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan

Abdul Haris, Ketua PC IPNU Jombang berharap kader IPNU-IPPNU dapat berkontemplasi dari sejumlah perjuangan yang telah ditorehkan para pahlawan kemerdekaan, termasuk para kiai yang juga berkontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia ini.

Hari Santri 2019

"Kami berharap setelah memperingati kemerdekaan ini, para kader IPNU-IPPNU se-Jombang dapat menghayati makna kemerdekaan yang kemudian dapat berprestasi untuk mengharumkan Indonesia," katanya.

Haris menambahkan, perjuangan para pahlawan saat itu tak bisa diganti dengan apapun oleh bangsa Indonesia saat ini, kecuali hanya bisa mendoakan agar perjuangan mereka dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat dan tergolong para syuhada. Di samping berdoa, katanya, penting juga memberikan yang terbaik untuk Indonesia dengan segala potensi yang dimiliki bangsa saat ini.

Hari Santri 2019

Pada saat yang sama, pihaknya juga menggelar berbagai lomba untuk meriahkan HUT RI. Di antaranya lomba makan pisang, cari koin dalam tepung, dan juga sepak bola contong.

Acara ini diawali apel sekaligus menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars organisasi IPNU-IPPNU serta lagu "Ya Ahlal Wathan" karya KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai penutupnya. Mereka menyanyikan lagu-lagu itu dengan khidmat. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Doa Hari Santri 2019

Jumat, 05 Januari 2018

Kiai Said: LSN untuk Perkuat Karakter Bangsa

Jakarta, Hari Santri 2019



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalami krisis kebersamaan. Antar satu elemen dengan yang lainnya saling curiga dan tidak percaya.

Kiai Said: LSN untuk Perkuat Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: LSN untuk Perkuat Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: LSN untuk Perkuat Karakter Bangsa

“Satu sama lain curiga, satu sama lain tidak percaya, ingin mengancam kesatuan dan persatuan Indonesia,” kata Kiai Said dalam acara Peluncuran Liga Santri Nusantara (LSN) di Lantai 8 Gedung PBNU, Kamis (27/7).

Ia sangat mengapresiasi Liga Santri Nusantara (LSN) yang terselenggara atas kerja sama antara RMI NU dan Kemenpora RI. Menurutnya, olah raga sepak bola merupakan pilar kebersamaan dan pemersatu di bawah bendera NKRI.

Oleh sebab itu, ia mengaku sedih kalau ada sebuah pertandingan sepakbola yang menyebabkan korban hingga meninggal dunia. Ia meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam LSN, baik pemain, pendukung, wasit, dan pemangku kepentingan, untuk menunjukkan bahwa LSN diselenggarakan berdasarkan akhlak, adab, dan juga profesionalisme.

Bahkan, lanjut Kiai Said, LSN adalah upaya untuk memperkuat karakter jatidiri bangsa Indonesia, terutama dalam bidang kejujuran dan sportifitas. Ia menerangkan, karakter adalah kunci dari berdirinya suatu bangsa. Kalau karakter suatu bangsa hancur, maka bangsa itu akan hancur pula.

Hari Santri 2019

“Tunjukkan melalui sepakbola, kita Islam yang damai, berakhlak, dan berbudaya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Nusantara Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock