Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Jepara, Hari Santri 2019 . Meski Madrasah Safinatul Huda berada di pulau terpencil, Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, namun lembaga pendidikan NU yang memiliki MTs, MA dan pesantren kelautan ini terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Terbukti dengan aktifnya lembaga ini menjalin kerja sama dengan Dejavato Foundation.

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Bersama Dejavato, lembaga yang inten memberikan relawan guru bahasa asing dari berbagai negara secara gratis sudah dirajut madrasah sejak tahun 2003-2014.

Kepala MA sekaligus pengasuh pesantren kelautan, H Hisyam Zamroni mengemukakan, di tahun 2003 itu, Ketut, perwakilan Dejavato di Semarang menemui dia di Karimunjawa.

Hari Santri 2019

“Dari pertemuan itu pihak Dejavato menawarkan program dan disepakatilah pihak madrasah. Alhasil, program berjalan dari 2003-sekarang,” jelasnya saat ditemui Hari Santri 2019 di sela-sela takziyah di kediaman almarhum KH Kholil, Jumat (5/8).

Hari Santri 2019

Ditambahkannya, program tersebut gratis. Dalam kurun waktu setahun para volunteer (relawan) memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada anak-anak. Volunteer, lanjut Hisyam, tinggal di pesantren kelautan Safinatul Huda. ?

Dari program itu imbuhnya direspon positif siswa dan santri karena mereka bisa belajar bahasa asing secara langsung dengan relawan asing yang hadir dari berbagai negara.

Disamping itu, lanjut Hisyam Karimunjawa merupakan destinasi wisata Internasional.

“Ini adalah bagian ikhtiar kami go international. Madrasah kami berada di destinasi wisata Internasional. Makanya dengan kerja sama ini anak-anak harapannya selalu siap menghadapi serbuan wisatawan internasional,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Doa, Sejarah, Kajian Islam Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang

Tangerang, Hari Santri 2019

Sebagai upaya meningkatkan semangat olahraga dan menggali potensi pemuda, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kompetisi futsal di Sport Club Citra Raya, Tangerang, Banten. Acara ini digelar dalam rangka menyambut hari lahir ke-82 GP Ansor.

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang

Kali ini GP Ansor Kabupaten Tangerang mengangkat tema “Mewujudkan Soliditas dengan Menjungjung Tinggi Sportivitas”. Tujuan utamanya adalah sebagai sarana konsolidasi dan koordinasi di antara kader GP Ansor Kabupaten Tangerang.

Acara tersebut dibuka Teguh Raharjo selaku Deputi 3 bidang Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora, Ahad (17/4), mewakili Menpora Imam Nahrawi yang berhalangan hadir.

Hari Santri 2019

Dalam sambutanya Teguh Raharjo memberikan apresiasi yang tinggi kepada GP Ansor yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap ke depan GP Ansor mampu membuat turnamen profesional dalam skala provinsi atau bahkan nasional.

“Kemenpora menyambut baik dan siap bekerjasama dengan GP Ansor untuk mengelar kompetisi-kompetisi olahraga dengan skala yang lebih besar,” tuturnya.

Hari Santri 2019

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menyampaikan bahwa turnamen futsal ini digelar dalam rangka mencari bibit-bibit kader yang memiliki keterampilan dalam olahraga futsal.

“Saya akan dorong agar ini bisa menjadi kegiatan rutin dan semoga kita dapat menggelar turnamen profesional,” imbuh pria yang pernah menjadi Direktur Sekolah Demokrasi ini.

Turnamen yang diikuti 32 tim futsal GP Ansor se-Kabupaten Tangerang berlangsung semarak. Selain ratusan kader GP Ansor dan Banser, turut hadir juga anggota DPRD Provinsi Banten H. Ade Awaludin, Ketua PW GP Ansor Banten H Imron, Ketua DPD KNPI Cucu Abdurrosyid, dan Kabid Olahraga Disporabudpar Kabupaten Tangerang Iratmoko.

Sementara anggota DPRD Banten Ade Awaludin menyampaikan, GP Ansor mesti menjadi organisasi pemuda yang dinamis, senantiasa hadir dalam setiap momentum pembangunan. “Saya kira turnamen futsal ini menjadi bagian ikhtiar GP Ansor menggali dan menyalurkan bakat anak-anak muda Tangerang,” ucapnya.

Senada dengan Ade, Ketua DPD KNPI Cucu Abdurrosid yang juga Kabid Pemuda Disporabudpar Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya menggali potensi dan mengarahkan pemuda Tangerang untuk menjadi pemuda-pemuda yang memiliki keahlian, karakter kedisiplinan, dan sportivitas yang tinggi. “Pemuda Tangerang harus memiliki daya saing dan skill yang andal agar dapat berkhidmat dan membawa nama baik Tangerang,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah, Sejarah, Lomba Hari Santri 2019

Rabu, 24 Januari 2018

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas

Jakarta, Hari Santri 2019. Budayawan nasional asal Semarang, Jawa Tengah Prie GS menyampaikan orasi budaya di hadapan instruktur nasional Pendidikan Agama Islam (PAI), akhir pekan lalu di Jakarta. Pria yang juga motivator ini menjelaskan terkait ketepatan (presisi) menyusun kurikulum untuk membangun intelektualitas yang mantap secara budaya.

Di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan ini, Prie GS memberikan uraian presisi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dari perspektif tokoh dan model tidur seseorang. Dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat Dunia ini, menurut Prie penting memahami presisi dan ketenangan.

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat PAI Kemenag ini, dia memaparkan satu per satu model tidur yang selama ini diamatinya, mulai dari tidurnya seorang kepala kantor hingga anak-anak. Menurut Mas Prie, sapaan akrabnya, manusia bisa belajar dari kemurnian tidurnya anak-anak.

Anak-anak, menurutnya, bisa tidur dalam posisi apapun dan dimana pun. Kemurnian ini terkait dengan kehidupan manusia yang terkadang terlalu sibuk dengan kehidupan dunianya sehingga melupakan sisi kemanusiaan pada dirinya.

Hari Santri 2019

“Setingkat di bawah anak-anak adalah tidurnya seorang tunawisma. Bayangkan, mereka bisa tidur dengan tenang di atas jembatan tipis yang melintang di atas saluran air. Jika gerak dan miring sedikit saja, selesai itu,” ujar Prie menerangkan foto yang ditunjukkannya melalui slide presentasi diikuti riuh tawa ratusan peserta.

Hal ini, imbuhnya, terkait dengan ketepatan dan ketenangan. Sehingga dalam menyusun kurikulum dan materi pelajaran, para pendidik hendaknya tepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi anak-anak, khususnya di zaman modern seperti sekarang. Dia bukan tanpa alasan, karena generasi muda sering dijadikan sasaran agitasi bagi kepentingan kelompok tertentu.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Prie dengan memaparkan tokoh nasional dan internasional dari sisi budaya presisi dan ketenangan. Dia secara apik menjelaskan presisi yang dilakukan oleh pebalap MotoGP Valentino Rossi, pebalap Formula 1 Michael Schumacher, Aktor Holywood Tom Cruise, dan penyanyi internasional Maria Carey dalam menjalani profesinya.

Hari Santri 2019

Prie juga menjelaskan tentang Presisi budaya dan ketenangan dari seorang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang selama ini dia kagumi. Menurut Prie, Gus Dur mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain. Anehnya, kata dia, Gus Dur kerap hanya melempar joke atau humor dengan tenang. “Selesai masalah,” celetuk Prie diikuti gerrr peserta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Hadits Hari Santri 2019

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha

Jakarta, Hari Santri 2019 - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) menggelar bahtsul masail dan diskusi terbatas terkait taqrir jamai dan metode ilahaqul masail bi nazhairiha di Lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (31/10) siang. Pengurus harian PBNU melakukan penguatan materi untuk dibawa di forum Munas dan Konbes NU 2017 akhir November mendatang.

“Semoga pertemuan ini memberikan manfaat dan membuahkan hasil sebagai bahan Munas NU 2017,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj membuka forum diskusi.

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha

Forum ini dihadiri oleh pengasuh pesantren dan sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Hadir pada pertemuan ini Rais Syuriyah PBNU 2010-2015 KH Afifuddin Muhajir yang memberikan pengantar diskusi.

Hari Santri 2019

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Munas NU 1992 di Lampung terkait taqrir jamai dan ilhaq. Kita ingin mencari formula yang lebih rinci dan operasional kedua materi tersebut,” kata Wakil Ketua LBM PBNU Komisi Maudhuiyyah KH Abdul Moqsith Ghazali yang memandu forum.

Kiai Afif membuka forum dengan penjelasan terkait taqrir. Taqrir, menurutnya, adalah sebutan lain dari istilah tarjih.

Hari Santri 2019

“Kalau tarjih itu menyeleksi dalil, taqrir adalah memilih salah satu pendapat ulama yang beragam. Taqrir merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menyelesaikan pendapat ulama yang tampak ta’arud,” kata Kiai Afif.

Diskusi berlangsung dinamis. Peserta menanggapi dan memberikan masukan kepada panitia Munas NU 2017 terkait penguatan materi taqrir jamai dan ilhaqul masail bi nazhairiha. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nusantara, Sejarah Hari Santri 2019

Sabtu, 30 Desember 2017

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Pringsewu, Hari Santri 2019. Ratusan pelajar MAN Pringsewu sejak awal menyatakan penolakannya atas kunci jawaban gelap dengan acara istighotsah di masjid Jabal Nur Kompleks MAN Pringsewu, Jumat (11/4). Untuk kepercayaan diri, mereka berdoa bersama, bersembahyang sunah hajat, dan persiapan belajar intensif sebelumnya.

Dalam menghadapi UN, pelajar tidak boleh mencukupkan pada persiapan fisik semata. Persiapan mental, kata Kepsek MAN Pringsewu Samsurizal, juga sangat perlu.

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Samsurizal mengimbau seluruh siswa-siswi peserta UN 2014 untuk tidak percaya kepada kunci jawaban dan menyesatkan. Karena, kunci jawaban disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan motif mengambil keuntungan pribadi.

Hari Santri 2019

"Yakinlah kepada kemampuan sendiri. Yakinlah Allah akan menolong kalian. Yakinkan di hati bahwa kita mampu karena Allah menolong kita," tegas Samsurizal dalam sambutannya.

Hari Santri 2019

Di akhir sambutan, Samsurizal tidak lupa berpesan kepada siswa-siswi MAN Pringsewu untuk meminta doa dan restu semua pihak terutama kedua orang tua dan seluruh dewan guru agar diberi kemudahan dalam UN dengan hasil maksimal.

Istighotsah ini diawali dengan sembahyang sunah hajat dan ditutup dengan doa pendek yang dipimpin seorang guru Sofwan. Sebelum bubar, mereka berjabat tangan dengan dewan guru MAN Pringsewu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kiai, Sejarah Hari Santri 2019

Jumat, 22 Desember 2017

Mendes Fasilitasi Pelaku Bisnis Indonesia dan Malaysia

Jakarta, Hari Santri 2019?



Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Sandjojo memfasilitasi pertemuan pelaku bisnis Indonesia dan Malaysia di Hotel Gran Melia, Jakarta, (23/5). Pada kesempatan itu, ia mempertemukan lebih dari 20 perusahaan Malaysia dari sektor listrik, infrastruktur, jalan tol, properti, dengan 40 perusahaan swasta dalam negeri termasuk BUMN.?

Mendes Fasilitasi Pelaku Bisnis Indonesia dan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Fasilitasi Pelaku Bisnis Indonesia dan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Fasilitasi Pelaku Bisnis Indonesia dan Malaysia

Eko yang diamanati Presiden Joko Widodo Pejabat Penghubung Investasi untuk Malaysia, mendorong pengusaha kedua negara untuk menggali potensi investasi Malaysia sebesar Rp 61, 1 triliun. Selain itu, peluang potensi investasi Malaysia dengan proyek-proyek yang ditawarkan BUMN dari Indonesia sebesar Rp 65,6 triliun.

Dalam pertemuan tersebut, EKo memaparkan isu-isu terkini mengenai bagaimana meningkatkan iklim investasi, khususnya investor Malaysia melalui reformasi kebijakan investasi dan tata laksana penanaman modal dan industri yang ditawarkan. Kemudian upaya deregulassi terhadap kemudahan berinvestasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan tujuan membantu meningkatkan iklim investasi Malaysia di Indonesia.?

Menteri Eko memastikan akan terus membantu mencari peluang investasi dari Malaysia. Upaya tersebut akan dilakukan dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana.?

Hari Santri 2019

“Tim akan terus mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat investasi di Indonesia sesuai masukan dari pelaku bisnis di Malaysia dan di Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Indonesia-Malaysia akan terus mengawal kelancaran proses realisasi investasi berkoordinasi dengan kementerian terkait,” katanya pada pertemuan bertajuk Indonesia Malaysia Business Networking itu.

Komitmen dan upaya untuk mendorong investasi dari Malaysia ke Indonesia akan dilakukan secara berkesinambungan dengan meningkatkan komunikasi, termasuk peningkatan pertemuan bisnis.?

Hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Dubes RI untuk Malaysia Rusd Kirana, Dubes Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim. (Abdullah Alawi) ?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kiai, Berita, Sejarah Hari Santri 2019

Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir

Sidoarjo, Hari Santri 2019 - Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Progresif Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri mengatakan, doa adalah tiang agama, penerang langit dan bumi. Jika umat ini mempunyai khazanah spiritual yang diwujudkan dengan doa, insyaallah solusi dari Allah akan turun, bencana akan diangkat. Karena senjata orang mukmin adalah doa.

Apabila seseorang mau berdoa, lanjut kiai yang akrab disapa Gus Ali ini, hal itu menunjukkan bahwa tiang-tiang agama yang di ada hati orang tersebut masih berdiri tegak. Semakin kuat keimanan seseorang, semakin kuat istiqamah dalam berdoa. Itulah kekayaan bangsa Indonesia yang sulit ditandingi bangsa-bangsa lain.

?

Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir

"Kita banyak mengalami ketimpangan, bencana melanda di mana-mana, tapi di sisi lain, manusia mempunyai hubungan vertikal yang kuat kepada Allah, sehingga di sana banyak rentetan jalan keluar dan keberkahan senantiasa diberikan kepada manusia," kata Gus Ali saat memberikan keterangan kepada awak media usai istighotsah kubro, di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (9/4).

?

Gus Ali berharap, melalui momen istighotsah ini mampu menjadi sebuah langkah cerdas dan positif bagi siapa pun yang hadir dan menyaksikan bahwa kekuatan doa dan kekuatan umat Islam tidak bisa dipandang sebelah mata. Jaya dan tidaknya Republik Indonesia, katanya, sangat ditentukan dengan jaya dan tidaknya Islam di Indonesia. Jaya dan tidaknya Islam di Indonesia sangat ditentukan dengan jaya atau tidaknya Nahdlatul Ulama.

Hari Santri 2019

?

Hari Santri 2019

"Kalau di Indonesia ini saya contohkan seperti bus, penumpang terbesar adalah umat Islam. Bila bus ini berjalan lancar dan aman, yang menikmati adalah umat Islam. Apabila bus ini jalannya oleng sampai nabrak dan terbakar, korban terbesar adalah umat Islam dan korban kedua adalah jamiyah Nahdlatul Ulama," katanya.

?

Gus Ali menyatakan bahwa kegiatan istighotsah ini jangan dipandang sekadar wirid dan dzikir. Akan tetapi sebuah upaya merangkul umat, menyatukan umat dalam satu barisan mengawal NKRI agar tetap utuh, mengawal ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), basyariyah (persaudaraan kemanusiaan), nahdlyiyah (persaudaraan ke-NU-an), dan Islamiyah (persaudaraan keislaman). Semuanya itu tetap dikawal dengan semangat, gairah dan kesadaran baru. (Moh Kholidun/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tokoh, Sejarah Hari Santri 2019

Kamis, 21 Desember 2017

Ansor dan Banser Aset Masa Depan NU dan Bangsa

Tulungagung, Hari Santri 2019 - Intruktur Banser Nasional H Imam Kusnin Ahmad mengatakan, Gerakan Pemuda Ansor beserta Bansernya,merupakan aset yang sangat berharga,untuk masa depan NU dan NKRI. Karena, NU dan NKRI sangat bertumpu pada kualitas mereka. Karena Ansor beserta Bansernya merupakan kader NU dan Kader Bangsa.

Ia mengungkapkan hal itu pada Diklat Terpadu Dasar (DTD) III yang diselenggarakan? Pimpinan Cabang? GP Ansor Kabupaten Tulungagung di Madrasah Aliyah Darussalam,Ngentrong Campur Darat, 28 Februari. Acara diklat diikuti 85 peserta dari sebagain kecamatan di wilayah selatan Tulungagung muulai dari Besuki, Campur Darat dan Boyolangu.

Ansor dan Banser Aset Masa Depan NU dan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan Banser Aset Masa Depan NU dan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan Banser Aset Masa Depan NU dan Bangsa

Menurut Kusnin, Ansor dan Banser beserta komponen pemuda lainnya yang bernaung di bawah panji NU harus sejak awal dipersiapakan dan bekali dengan paham yang benar dalam agama maupun kenegaraan. “Paham agama harus sesuai yang selama ini dianut oleh NU, yakni? paham Islam Ahlussunah wal-Jamaah ala NU,’’ katanya.

Hari Santri 2019

Pemahaman semacam itu, lanjut dia, salah satunya muncul melalui pelatihan seperti Diklat Terpadu Dasar (DTD), Diklat Terpadu Lanjutan (DTL) dan Diklat Terpadu Nasional (DTN). Atau melalui LKD (Latihan Kader Dasar), LKL (Latihan Kadar Lanjutan) dan PKN ( Pelatiha Kader Nasional).

“Itu untuk Ansor. Untuk Banser bisa melalui Diklatsar, Susbalan dan Susbanpim. Ini harus dilakukan agar anggota kita bisa memahamai dan mengamalkan ajaran yang benar. Tidak terkecoh dengan pandangan agama yang sempit yang mengarah pada radikalisme,’ ’ungkap mantan Komandan Banser Jatim ini.

Hari Santri 2019

Selain paham keaagamaan, ungkapnya, Ansor dan Bansernya juga harus diperkuat dengan pendidikan kewarganegaraan (civic education) yang mendalam terhadap empat pilar kebangsaan ysitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Melalui pendidikan kewarganegaraan dan bela negara ini, Ansor dan Banser didorong untuk terus menjunjung tinggi dan menginternalisasikan nilai-nilai luhur yang sejalan dengan kearifan lokal seperti toleransi antarumat beragama, kebebasan yang bertanggung jawab, gotong royong, kejujuran, dan cinta tanah air serta kepedulian antar-warga masyarakat,’’ katanya.

Ansor dan Banser harus berkualitas baik di bidang akademis, sosial, keagamaan, seni, budaya, maupun olahraga. “Supaya apa? Ansor dan Banser menjadi kader yang unggul dalam bidang akademis, sosial,agama, seni budaya maupun olahraga. Karena apa? Kita semua ini kader ulama dan dan kader bangsa,’’ tandasnya.

Sebagai kader ulama, menurut Kusnin, Ansor dan Banser memiliki tanggung jawab yang besar atas berlangsungnya ajaran Islam Ahlussunah wal-Jamaah ala NU dan pertahanan NKRI.

Selain Imam Kusnin, materi dalam pelatihan itu adalah Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni, KH Najib dan Abdul Azis. Ketiganya juga sebagai instruktur nasional Ansor dan Banser. (Yoyok Mubarok/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah Hari Santri 2019

Selasa, 19 Desember 2017

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan

Pringsewu, Hari Santri 2019

Fenomena munculnya beberapa orang yang tidak dikenal masyarakat dan secara tiba-memasang banner atau spanduk untuk berkompetisi dalam Pilkada mendapat perhatian dari kiai asal Pringsewu, Lampung, yang juga Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin.

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan

Fenomena ini juga terlihat di Kabupaten Pringsewu, Lampung yang pada 2017 akan menggelar pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk 5 tahun ke depan. Berdasarkan pengamatan di jalan raya di Kabupaten Pringsewu, sudah banyak para "kontestan" yang memasang banner bergambar wajah mereka.

Menurut Gus Ishom, sapaan akrabnya, setiap orang sebenarnya memerlukan kekuasaan, oleh karena itu kekuasaan selalu dicarinya, bahkan diperebutkan. Kompetisi dalam rangka perebutan kekuasaan di negeri ini terlihat jelas dari sebaran banner kampanye dari setiap bakal calon kepala daerah jauh-jauh hari sebelum pesta demokrasi itu sendiri dilangsungkan.

Hari Santri 2019

"Banyaknya orang yang menginginkan atau berebut jabatan itu tentulah karena kedahagaannya akan kekuasaan. Hanya dengan kekuasaan seseorang dapat melakukan perubahan dan bahkan mewujudkan cita-cita mulianya atau obsesi tersembunyinya," jelasnya, Rabu (30/3).

Dilihat dari sisi positif, katanya, semakin banyak mereka yang berkompetisi dalam perebutan kekuasaan, dapat berarti bahwa kita tidak akan pernah kehabisan kader-kader yang "mampu" memimpin dan membawa rakyat ke arah perubahan yang lebih baik.

Hari Santri 2019

Namun, tambahnya, dilihat dari sisi lainnya bisa berarti semakin banyak orang yang "sakit jiwa" karena terobsesi dan tertipu oleh perasaannya sendiri yang terjangkiti penyakit panjang angan-angan, yakni berkompetisi tanpa perhitungan yang matang alias bermodal banner dan nekad saja.

"Kekuasaan yang banyak diperebutkan itu merupakan sesuatu yang abstrak, tidak kasat mata, karena itu hanya dampaknya saja yang bisa dirasakan, misalnya berpengaruh positif atau tidak, apakah menyejahterakan atau tidak," terangnya.

Oleh karena itu, sarannya, setiap kompetisi perebutan kekuasaan itu idealnya hanya diikuti oleh orang-orang yang telah benar benar melakukan persiapan, punya kapasitas, kapabilitas dan sudah terbukti berpengaruh terhadap orang lain dalam hal yang tujuannya diinginkan atau tidak.

Selain itu, jelas wawasan dan etika politik sangatlah diperlukan. Bahkan bukan hanya itu saja, kompetisi tersebut sangat mungkin menguras modal finansial yang tidak sedikit dan modal sosial berupa jaringan yang kokoh demi merawat, meraih dan menjaga keutuhan suara dari para pendukungnya.

"Terjun ke dunia politik untuk tujuan meraih kekuasaan tanpa persiapan yang memadai alias bermodal nekat dengan hanya bermodal banner misalnya, hanyalah dilakukan oleh politisi gadungan, bukan politisi sungguhan. Perlu tekad yang kuat, perencanaan yang matang dan kalkulasi dukungan rill, bukannya klaim potensi dukungan, jika ingin menang dalam setiap kompetisi dan pertarungan meraih kekuasaan," ingatnya.

Menurutnya, meraih suara terbanyak adalah pekerjaan berat yang mustahil dikerjakan sendiri, tetapi untuk itu perlu jaringan berbasis massa yang solid dan kuat, memanfaatkan jaringan media massa dan meningkatkan intensitas komunikasi yang efektif dengan setiap orang yang nyata-nyata berpengaruh untuk konsolidasi dan menggalang dukungan.

"Terjun berkompetisi ke dunia politik tanpa persiapan untuk meraih kekuasaan hanyalah menimbulkan kegaduhan dan berujung pada penyesalan. Bukankah jika tidak kuat melawan, sebaiknya bergabung saja?," ajaknya kepada para politikus untuk instropeksi diri. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Quote, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Jumat, 08 Desember 2017

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Jepara, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk bershalawat. Kegiatan yang dilaksanakan kali ketiga itu ditempatkan di Alun-alun RS Kelet, Keling, Jepara, Ahad (17/11) siang. Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di kecamatan Nalumsari dan Mlonggo.?

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Ketua PC GP Ansor Jepara, M Kholil mengatakan shalawat merupakan sarana yang mampu merekatkan ukhuwwah dan menyejukkan hati pada orang yang menghayatinya. Suasana itu terkadang merasuk jauh di relung hati sehingga membawa suasana yang indah melalui kebersamaan dengan mengumandangan shalawat secara bersama-sama.

“Dengan menyanjung kebesaran Nabi Muhammad, meneladani sifat-sifatnya dan memegang teguh sunnah-sunnahnya,” sebutnya. ?

Hari Santri 2019

Harapan dari kesejukan itu, terang Kholil, juga membawa kesejukan suasana di lingkungan masyarakat sehingga kondusifitas masyarakat Jepara selalu terjaga. “Di samping itu untuk mengembalikan ruh Ansor menolong masyarakat atas berbagai permasalahan sosial yang dihadapi,” tambahnya.

Pada putaran ketiga Ansor Bershalawat itu dibarengkan dengan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-kecamatan Keling juga santunan yatim piatu bersama Muslimat dan Fatayat NU kecamatan Keling. Jamaah pun membludak. Ditaksir sekitar 6000 jamaah yang turut hadir.

Hari Santri 2019

Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Jepara, Arif Mustofa mengungkapkan dengan membludaknya jamaah pihaknya berkoordinasi mengenai keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Karenanya, pihak Satkorcab didukung sepenuhnya Satkorcam Keling dan pasukan turun ke jalan untuk membantu keamanan lalu lintas, keamanaan pelaksanaan dan ketertiban pengunjung acara.?

Sementara itu, H Jajeri Amin selaku sekretaris PC GP Ansor mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara tersebut. Khususnya kepada PW GP Ansor Jawa Tengah dan Djarum 76. “Harapan kami acara ini tidak hanya berhenti sampai disini. Ini adalah awal dari keinginan kami untuk mengajak masyarakat mencintai Rasul melalui shalawat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, hadir para kyai, ulama dan habaib diantaranya Habib Farid Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin, Habib Ali Al-Habsyi, Habib Luthfi (Demak) dan Habib Abu Bakar Assegaf. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian, Sejarah Hari Santri 2019

Selasa, 05 Desember 2017

Perpustakaan Muttamakin Gelar Pameran Buku

Pati, Hari Santri 2019. Para pengurus perpustakaan Mutamakkin di desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati menyambut haul Syekh Ahmad Mutamakkin dan tahun baru hijriyah. Mereka menggelar festival buku murah di gedung Lembaga Pendidikan Bahasa Arab (LPBA) desa Kajen, Ahad (18/10).

Perpustakaan Muttamakin Gelar Pameran Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan Muttamakin Gelar Pameran Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpustakaan Muttamakin Gelar Pameran Buku

Kegiatan yang sudah berjalan sejak Rabu 14 Oktober ini berjalan baik dengan rangkain bedah buku, pemutaran film dokumenter serta memberikan wahana belajar dan  membaca bagi para pelajar baik SD, SMP, SMA, Santri, Mahasiswa maupun masyarakat luas.

Pameran buku murah yang berlangsung di Desa Kajen ini, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pada perlehatan tahun ini setidaknya ada 32.000 item buku yang dipamerkan.

Hari Santri 2019

“Setiap item rata-rata ada sekitar 5 ekslempar buku. Jadi secara keseluruhan ada sekitar 32.000 ekslempar buku yang dipamerkan,” kata ketua panitia pameran Farid Abbad.

Semua buku yang dipamerkan pun bervariasi mulai dari buku-buku mewarnai dan buku gambar, buku fiksi, buku non fiksi, kamus bahasa Arab, Inggris, buku ilmu pengetahuan, buku pelajaran, buku motivasi, dan jenis buku lainnya.

Hari Santri 2019

“Harganya pun terjangkau mulai dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribuan. Kami pun memberikan diskon bagi para pengunjung yang membeli buku, mulai dari 10% sampai 50% sesuai harga asli yang diberikan oleh Perpustakaan Muttamakin,” tambahnya.

Ia menegaskan, selama menggelar pameran buku murah pihaknya juga melakukan kegiatan gerakan ayo membaca dengan harapan menambah wawasan pengetahuan serta memberikan manfaat  yang positif bagi pengujung baik lokal maupun luar daerah.

Pameran ini rencananya akan berlangsung sampai 3 November 2015 mendatang.

Perpustakaan yang terbentuk belum genap satu tahun ini sudah bisa memberikan manfaat oleh khalayak umum akan program kegiatan dan aksi yang digencarkan oleh segenap pengurus Perpustakaan Muttamakin.

Ke depan Perpustakaan Muttamakin diharapkan semakin lebih berkembang dan selalu hadir dalam menyelenggarakan even kegiatan dan memberikan manfaat bagi masyarakatan pada umumnya. (Siswanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah Hari Santri 2019

Rabu, 29 November 2017

Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan

Solo, Hari Santri 2019. Siapa tidak mengenal Syaikh Ibnu Hajar Al-Asqalani? Ulama asal daerah Asqolan ini begitu besar jasanya bagi perkembangan keilmuan Islam, khususnya di bidang ilmu Hadist, melalui beberapa karyanya, antara lain kitab Fathul Bari, Bulughul Maram dan lainnya.

Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan

Namun, baru-baru ini terdengar kabar memprihatinkan yang datang dari Mesir, tempat Ibnu Hajar dimakamkan. Diberitakan, kondisi makam penulis kitab Al-Isabah fi Tamyizis Shahabah, ensiklopedi para sahabat, ini dalam kondisi rusak tak terawat.

Menurut penuturan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Agus Maftuh, yang kini tengah berada di Kairo, kondisi atap makam Syaikh Ibnu Hajar sudah hancur dan di luar makam banyak dipenuhi kotoran hewan.

Hari Santri 2019

“Sedih dan trenyuh ketika melihat peristirahatan terakhir (Ibnu Hajar) yang hampir runtuh. Tahun 2005 ketika saya ziarah kondisinya masih bagus, tapi sekarang atapnya sudah hancur dan di depan pintu penuh kotoran hewan karena dijadikan pasar hewan,” ungkap Agus Maftuh dalam akun facebook-nya, Jumat (22/8).

Hari Santri 2019

Menurut Agus, kondisi ini diperparah dengan ulah yang dilakukan oleh beberapa oknum yang meletakkan tumpukan tanah di depan pintu makam. “Tumpukan tanah, sengaja ditempatkan di depan pintu agar orang tidak meziarahi ulama besar ini karena Wahabi menganggapnya ‘ulama sesat’ dan makamnya pernah akan mereka hancurkan,” terang Agus.

Penulis pengantar dalam buku Islam Kosmopolitan karya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menambahkan, saat ini kota asal Ibnu Hajar, Asqolan atau Asqelon yang kini masuk wilayah Israel, tengah diliput banyak media Internasional. “Semoga barokahe Ibnu Hajar, para kaum Yahudi, Islam, dan Kristen dapat rukun,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 AlaSantri, Sejarah, Amalan Hari Santri 2019

Senin, 27 November 2017

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

Solo, Hari Santri 2019. Habib Novel bin Muhammad Alaidrus secara resmi menyatakan masuk anggota Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh majelis Ar-Raudah ini juga mengajak jamaah turut serta masuk jam’iyah yang didirikan para ulama di Surabaya tahun1926 tersebut.

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

“Malam ini saya resmi menjadi anggota NU. Saya mengajak seluruh jamaah untuk masuk menjadi anggota NU,” kata Habib Novel saat didaulat sebagai pembicara pada acara ‘Ansor Bersolawat’ yang diselenggarakan di depan kantor PCNU Surakarta, Selasa malam (23/4).

Dalam kesempatan tersebut, Habib Novel juga mewanti-wanti warga Nahdliyyin agar jangan mau bila digiring ke ranah politik, “Acara Rijalul Ansor untuk majelis ta’lim, dzikir dan sholawat, bukan untuk menggiring ke partai politik tertentu,“ tegas Habib, yang juga penasihat GP Ansor Solo ini.

Hari Santri 2019

Pengaruh Habib yang produktif menulis ini, bagi warga Solo dan sekitar, cukup besar. Terbukti di setiap majelis yang diadakan di Markas Ar-Raudah, dipadati ribuan jamaah. Pengaruhnya ini diharapkan nantinya akan bagus bagi perkembangan NU di Solo dan sekitar.

Hari Santri 2019

Apa yang diungkapkan Habib Novel terkait menggiring NU ke politik, diamini Ketua GP Ansor Solo, M Anwar, “Khittah harus dijaga betul. Jangan sampai terbawa ke politik,” tuturnya.

Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-79 di Solo ini mengusung tema Perkuat Aqidah Ahlussunah wal Jama’ah dan Dakwah Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Beberapa hari sebelumnya juga diadakan berbagai rangkaian kegiatan guna menyambut momentum harlah ini.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Sejarah, Ubudiyah Hari Santri 2019

Selasa, 21 November 2017

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Tangerang Selatan, Hari Santri 2019. Menyambut dan memperingati Hari Pahlawan 10 November, NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan menggelar acara “Santunan dan Makan Bersama dengan Anak Yatim”. Kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Ahad, 13 November 2016 di Restauran McD Perempatan Duren, Tangerang Selatan.

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa dan peran para pahlawan dengan semangat berbagi, beramal dan berbahagia bersama anak yatim,” tutur Ketua Panitia Rizky Subagia, saat dihubungi Hari Santri 2019, Selasa (2/11) malam.

Rizky menambahkan sasaran peserta kegiatan ini adalah anak yatim berusia di bawah 12 tahun atau mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Rizky menyampaikan, untuk para Donatur yang ingin ikut berbagi kebahagian bersama dalam kegiatan tersebut, Panitia menyediakan Paket Infaq sekaligus undangan menghadiri kegiatan.?

“Ada tiga Paket Infaq yang disediakan Panitia. Para Donatur dapat memilih salah satu dari Paket-paket Infaq yang kami sediakan,” lanjut Rizky.

Hari Santri 2019

Ada pun Paket Infaq yang dapat dipilih adalah:

Paket Infaq 1 dengan menyumbang senilai Rp. 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah). Dengan mengambil paket ini, donatur dapat mengikuti kegiatan makan bersama dengan anak yatim di lokasi kegiatan.

Paket Infaq 2 senilai Rp. 125. 000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah), yang akan memungkinkan para Donatur makan bersama dengan anak yatim, dan pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis untuk anak yatim.?

Hari Santri 2019

Paket Infaq 3 senilai Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah). Donatur akan makan bersama dengan anak yatim, pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis, dan pemberian uang santunan.

Sebanyak minimal 100 anak yatim ditargetkan akan terlibat dalam kegiatan ini. Paniti membuka layanan informasi dan pendaftaran Donatur melalui Kantor NU-Care Tangerang Selatan di nomor 081313165757 dan Rizky Subagia di nomor kontak 085730449167. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Bahtsul Masail, Quote Hari Santri 2019

Selasa, 07 November 2017

Andik Vermansyah Anak NU Senang Bersosialisasi

Jember, Hari Santri 2019 - Nama Andik Vermansyah belakangan? kian meroket seiring penampilannya yang impressif di piala AFF 2016. Tapi siapakah lelaki bertubuh mungil itu? Ternyata anak dari pasangan Saman dan Jumiati tersebut adalah orang Jember. Rumahnya terletak di Desa Semboro, Kecamatan Semboro, 50 kilometer ke arah barat daya kota Jember.

“Ibunya cukup aktif di pengajian muslimat NU. Bu Jum selalu datang di pengajian atau acara muslimat NU,” ujar Sekretaris Ranting Muslimat NU Semboro, Sri Mustofiah kepada Hari Santri 2019 melalui sambungan telepon seluler, Jumat (16/12).

Menurut Mustofiah, dari sisi ekonomi, orang tua Andik tergolong sederhana. Pekerjaannya adalah buruh tani. Namun beberapa tahun terakhir ini, keluarga Andik tinggal di Surabaya. Sedangkan rumahnya di Semboro ditempati mbah-nya. Meski tinggal di Surabaya, namun dalam moment-moment tertentu, Andik pulang ke Semboro dan bersosialiasi dengan masyarakat sebagaimana biasa.

Andik Vermansyah Anak NU Senang Bersosialisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Andik Vermansyah Anak NU Senang Bersosialisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Andik Vermansyah Anak NU Senang Bersosialisasi

“Kalau pulang, Andik selalu main-main ke teman-temannya dan masyarakat. Sekarang bapaknya sudah dihajikan oleh Andik,” lanjutnya.

Selain Andik, punggawa tim nasional (timnas) Indonesia di piala AFF asal Jember adalah Bayu Gatra Sanggiawan. Lajang ini memang belum pernah diturunkan selama piala AFF berlangsung. Namun jam terbangnya sebagai pemain tim nasional sudah cukup tinggi. Bayu adalah anak dari pasangan Untung dan Khofifah, warga Ledokombo, sekitar 20 kilometer ke arah timur laut kota Jember.

“Ibu dan bapaknya sama-sama aktif di NU. Bahkan sering kalau Bayu mau tanding di event tertentu, ayahnya minta ia didoakan,” tukas Ketua Ranting Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Nur Fadilah kepada Hari Santri 2019 melalui sambungan telepon seluler.

Hari Santri 2019

Andik dipastikan absen di leg 2 final piala AFF karena cedera otot. Namun capaian timnas Indonesia hingga mencapai final, tak lepas dari kontribusi Andik. Gerakannya lincah dengan kecepatan lari yang mumpuni, dan tak jarang tiba-tiba merangsek ke kotak pinalti lawan, itulah ciri khas Andik. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, Sejarah Hari Santri 2019

Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo Gelar Shalawat dari Rumah ke Rumah

Sidoarjo, Hari Santri 2019. Pondok Pesantren Roudlotul Ulum desa Pilang Timur, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar acara pembacaan shalawat Al-Habsyi Simthud Durar, Ahad (27/12) malam.

Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo Gelar Shalawat dari Rumah ke Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo Gelar Shalawat dari Rumah ke Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo Gelar Shalawat dari Rumah ke Rumah

Acara yang digelar di Desa Banjarbendo RT 05 RW 03 Kecamatan Sidoarjo kota itu berjalan penuh khidmat. Hujan yang sempat mengguyur daerah setempat tak menyurutkan semangat Nahdliyin untuk berbondong-bondong hadir di acara tersebut.

"Jamiyah shalawat ini tidak lain adalah untuk menanamkan kebaikan, berdakwah, dan belajar min riyadil jannah (dari taman surga alias majelis ilmu, red). Jamiyah shalawat ini kali pertamanya diadakan di luar pesantren (dari rumah ke rumah)," kata pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Ustadz Moch Mukhlis Daim.

Hari Santri 2019

Pesantren Roudlotul Ulum setiap hari mengadakan shalawat dan diikuti oleh para santri. Namun, shalawat Al-Habsyi Simthud Durar kali ini juga dihadiri para alumni Pesantren Roudlotul Ulum serta diadakan di luar pesantren alias dari rumah ke rumah.

Ustadz Mukhlis menjelaskan, dalam satu bulan, jumlah kegiatan yang diadakan Pesantren Roudlotul Ulum terhitung ada 17 macam, baik itu kegiatan yang diadakan di area pesantren maupun di luar pesantren.

Hari Santri 2019

"Kegiatan yang diadakan di dalam pesantren seperti istighotsah rutin setiap hari badha Subuh, setiap minggunya kami menggelar jamiyah shalawat, di luar pesantren seperti jamiyah thariqah dan kegiatan islami lainnya," jelas Ustadz Mukhlis.

M Toib (30) alumni santri Roudlotul Ulum mengapersiasi terselenggaranya jamiyah shalawat Al-Habsyi Simthud Durar. Dirinya mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut. "Semoga ke depannya yang hadir semakin banyak. Karena ini jamiyah juga termasuk mensyiarkan shalawat agar masyarakat mengetahui akan pentingnya bershalawat," ucap Toib. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ubudiyah, Sejarah Hari Santri 2019

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam

Jakarta, Hari Santri 2019 - Puslitbang Lektur dan Khazanah Keislaman yang bernaung di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama berencana menindaklanjuti hasil inventarisasi karya ulama Nusantara. Pihak Puslitbang mengusulkan sejumlah instansi dan lembaga terkait untuk membahas kemungkinan karya ulama Nusantara itu sebagai bahan ajar di madrasah-madarasah dan perguruan tinggi Islam.

Demikian disampaikan Kabid Lektur dan Keagamaan Fakhriati dalam seminar inventarisasi karya pemuka dan tokoh agama Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Bekasi sejak Rabu-Jumat (23-25/11).

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam

Puslitbang Lektur dan Khazanah Keislaman Kemenag RI menggelar sosialisasi hasil inventarisasi karya ulama di Banda Aceh,Tapak Tuan dan Padang, Purwakarta, Cirebon, dan Madura.

Ketika ditanya perihal tindak lanjut inventarisasi ini, Fakhriati mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi lebih massif atas karya ulama yang telah didigitalisasi di lembaga pendidikan seperti madrasah dan perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Hari Santri 2019

“Kami akan mendorong dirjen lain yang menangani langsung madrasah dan perguruan tinggi Islam untuk menjadikan karya-karya itu sebagai bahan ajar. Memang pertanyaan selanjutnya adalah apa tindakan ke depan setelah inventarisasi,” kata Fakhriati.

Menurutnya, digitalisasi ini tidak akan bermakna banyak ketika tidak ada masyarakat atau pelajar yang membacanya. Ia juga menganjurkan kepada segenap akademisi untuk melakukan pengembangan pemikiran ulama melalui karya-karya ulama untuk pemikiran Islam ke depan. (Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Berita, Sejarah Hari Santri 2019

Selasa, 31 Oktober 2017

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2)

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Saya mau tanya terkait permasalahan qunut subuh. Saya Amrullah tinggal di Yogyakarta yang mayoritas masjid tidak qunut subuh. Setiap shalat jamaah subuh di masjid dekat saya tinggal. Imam berhenti agak lama ketika bangun dari rukuk pada rakaat kedua, tujuannya memberi kesempatan pada orang yang mau baca qunut.

Pertanyaannya (1) apakah yang dilakukan imam itu benar dan ada dasarnya? (2) Jika saya baca qunut sedang imam tidak membaca qunut, apakah shalat saya sah? (3) Ketika suatu saat saya menjadi imam, apa yang harus saya lakukan, qunut atau tidak? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdul Kafi Amrullah/Yogyakarta)

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Hari Santri 2019

Dalam kesempatan ini kami akan melanjutkan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan saudara Abdul Kafi Amrullah dari Yogyakarta. Dua pertanyaan sudah kami jawab pada tulisan yang lalu. Sekarang, tinggal pertanyaan ketiga terkait bagaimana jika kita menjadi imam shalat Subuh di mana mayoritas makmumnya tidak mengakui legalitas syar’i doa qunut.

Hari Santri 2019

Dalam kasus ini setidaknya ada dua pilihan. Pertama, imam tidak usah membaca doa qunut. Imam Syafi’i konon pernah meninggalkan membaca qunut ketika shalat dengan para pengikut madzhab Hanafi di masjid sekitar Baghdad sebagaimana keterangan yang termaktub dalam kitab Al-Mausu‘ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam Syafi’i ra pernah meninggalkan do’a qunut ketika shalat Subuh bersama para pengikut madzhab Hanafi di dalam masjid mereka di sekitar Baghdad. Menurut para ulama madzhab Hanafi hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan Imam Syafi’I terhadap Imam Abu Hanifah (adaban ma’al imam). Tetapi menurut ulama madzhab syafi’i, Imam Syafi’i ketika itu berubah ijtihadnya,” (Lihat Wizaratul Awqaf was Syu`un al-Islamiyyah-Kuwait, Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Darus Salasil, juz II, halaman 302).

Namun pilihan ini tentunya sedikit tidak membuat nyaman pihak imam, meskipun tidak merusak keabsahan shalatnya. Jika demikian, maka sebaiknya dicarikan pilihan kedua sebagai solusi yang saling melegakan baik imam maupun makmum.

Dari sinilah maka hemat kami diperlukan pilihan kedua. Namun masuk pada pilihan kedua kami akan menjelaskan sedikit tentang pengertian qunut dan tentang meninggikan suara bagi imam ketika membaca doa qunut atau merendahkannya. Kedua hal ini penting dijelaskan sebagai pijakan pilihan kedua.

Pengertian qunut secara bahasa adalah pujian. Sedang menurut syara’ adalah dzikir khusus yang mencakup pujian dan do’a seperti allahumaghfir li ya ghafur. Karenanya, jika tidak mencakup kedua hal tersebut bukan disebut qunut. Inilah pengertian yang masyhur di kalangan ulama madzhab Syafi’i.

( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Qunut secara bahasa berarti pujian, sedang menurut syara’ adalah dzikir khusus yang mencakup pujian dan do’a seperti allahummaghfir li ya ghafur (Ya Allah, ampuni segala dosaku wahai dzat Yang Maha Pengampun). Dengan demikain seandainya tidak mencakup keduanya maka tidak disebut qunut,” (Lihat Sulaiman Al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘ala Syarh al-Khathib, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1417 H/1996 M, juz II, halaman 205).

Kemudian dalam madzhab Syafi’i sendiri terjadi silang pendapat mengenai meninggikan atau merendahkan suara dalam membaca doa qunut bagi imam. Ada dua pendapat sebagaimana didokumentasikan Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi.

Pertama pendapat yang menyatakan bahwa bagi imam sebaiknya membaca doa qunut dengan pelan atau merendahkan suaranya. Argumentasi yang disuguhkan sebagai dasar pendapat ini adalah karena qunut merupakan doa sedangkan posisi doa itu sendiri adalah israr (merendahkan suara). Sedangkan dalil yang digunakan untuk mendasari pandangan ini adalah ayat 110 surat Al-Isra`.

Pendapat kedua menyatakan sebaiknya imam meninggikan suaranya ketika membaca doa qunut sebagaimana ketika membaca sami’allahu liman hamidah, tetapi peninggian tersebut di bawah peninggian suara ketika membaca ayat Al-Qur`an. Dengan kata lain, peninggian tersebut didasarkan kepada qiyas atau analogi.

? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? [ ? :110 ] ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pasal kedua mengenai kondisi mengeraskan dan merendahkan suara ketika membaca do’a qunut dalam shalat. Apabila mushalli (orang yang shalat) itu shalat munfarid (shalat sendirian), sebaiknya ia memelankan suara ketika membaca do’a qunut. Sedangkan apabila ia menjadi imam maka dalam hal ini ada dua pendapat. Pendapat pertama menyatakan bahwa sebaiknya ia memelankan suara dalam membaca do’a qunut karena merupakan do’a. Sedangkan posisi doa itu sendiri adalah israr (merendahkan suara). Allah ta’ala berfirman: “Jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalat dan jangan pula merendahkannya,” (QS Al-Isra` [17]: 110). Pendapat kedua menyatakan sebaiknya meninggikan suara dalam membaca do’a qunut sebagaimana meninggikan suara ketika membaca sami’allahu liman hamidah tetapi bukan seperti dalam membaca ayat,” (Lihat Al-Mawardi, Al-Hawi fi Fiqhis Syafi’i, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1414 H/1991 M, juz II, halaman 145).

Berangkat dari penjelasan di atas maka pilihan kedua adalah bagi imam tetap membaca doa qunut tetapi dengan bacaan yang minimalis dan suara rendah (pelan), seperti allahummaghfir lana ya ghafur wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallama.

Bacaan ini bisa dikategorikan doa qunut karena sudah dianggap mencakup doa dan pujian sebagaimana penjelasan definisi qunut di atas. Sedangkan merendahkan suara bagi imam dalam membaca doa qunut mengacu kepada pendapat pertama sebagaimana dikemukakan Al-Mawardi di atas.

Hemat kami pilihan kedua ini adalah yang paling bijak untuk diambil ketika seseorang yang menyakini legalitas syar’i membaca doa qunut dalam shalat Subuh, sedangkan makmumnya tidak.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Sikapi perbedaan dengan bijak serta berusahalah mencari cara terbaik untuk keluar dari perbedaan tanpa harus mengorbankan apa yang kita yakini. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Kajian Hari Santri 2019

Jumat, 27 Oktober 2017

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan

Padangpariaman, Hari Santri 2019. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten  Padang Pariaman Dr Zainal Tuanku Mudo, SAg, Mag, mengatakan, ibadah kurban merupakan salah satu ibadah untuk  menyempurnakan nilai-nilai  kemanusiaan. Karena dengan berkurban, dapat mengembalikan umat manusia menjadi hamba yang bertauhid.

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan

Zainal mengatakan hal itu ketika bertindak sebagai Khatib Shalat Idul Adha 1436 H/2015, di halaman Kantor Bupati Padangpariaman, Paritmalintang, Kamis (24/9).

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Propinsi Sumatera Barat ini menyebutkan, tujuan dari ibadah kurban untuk meningkatkan kebersamaan, karena di dalam pelaksanakan kurban, ada berbagi dengan sesama umat yang dirasakan  dengan penuh keindahan dan berkah.

Hari Santri 2019

Menurut Zainal, berawal dari mimpi Nabi Ibrahim Alaihi Salam, yang disuruh untuk menyembilih anak, oleh Sang Khaliq, menyembelih anaknya Nabi Ismail, karena Ibrahim yakin, bahwa yang menyuruh itu Allah swt, dia tidak ragu-ragu untuk melaksanakannya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Drs H Ali Mukhni dalam sambutannya menuturkan, Idul Adha merupakan hari raya istimewa bagi umat muslim sedunia karena dilaksanakannya dua ibadah agung yaitu ibadah haji dan ibadah kurban.

Hari Santri 2019

"Kedua ibadah itu disebut dalam  Al-Quran sebagai salah satu dari syiar-syiar agama Isalam  yang harus dihormati dan diangungkan oleh hamba-hambanya," ucapnya 

Ali Mukhni menambahkan,  Idul Adha banyak mengandung hikmah bagi kehidupan manusia sekarang dan masa depan (now and future). Salah satunya, aspek kesepakatan antara Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, IMNU, Humor Islam Hari Santri 2019

Sabtu, 23 September 2017

Gerakan Khilafah Tunjukkan Belum Tuntasnya Kesadaran Politik Islam

Bandung, Hari Santri 2019. Cendekiawan Nahdlatul Ulama, Dr. Asep Salahudin berpendapat, maraknya gerakan penegakan khilafah atau Daulah Islamiah yang dikampanyekan oleh Hizbut Tahrir Indonesia merupakan bukti masih belum tuntasnya kesadaran sejarah politik-Islam.?

Upaya menghadirkan Islam ideal di masa lalu tersebut dinilai a-historis, atau tidak memahami realitas zaman yang membutuhkan jawaban tersendiri.

Gerakan Khilafah Tunjukkan Belum Tuntasnya Kesadaran Politik Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Khilafah Tunjukkan Belum Tuntasnya Kesadaran Politik Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Khilafah Tunjukkan Belum Tuntasnya Kesadaran Politik Islam

"Kalau dari sudut pandangan keumatan, itu bagian dari model "keagamaan rezimis", sebuah gerakan yang begitu ngebet kekuasaan semata tanpa memperhatikan kondisi umat itu sendiri, padahal setiap nabi hadir untuk menjawab problem keumatan. Seperti lazimnya gerakan ideologi, tumpuan dasarnya bukan pengetahuan yang masuk akal, tapi indoktrinasi," ujarnya kepada Hari Santri 2019, di Bandung, Sabtu 6 Juni 2015.

Hari Santri 2019

Asep Salahudin menilai, cara pandang Hizbut Tahrir ini tidak melihat Islam dari sisi realitasnya, yakni kondisi umat, melainkan hanya melihat Islam sebagai kategori politik semata sehingga lebih suka menawarkan program, atau lebih tepatnya proyek, ketimbang menjawab problem yang riil dihadapi masyarakat.

"Politik keumatan nabi senantiasa melihat sunnatullah, melihat realitas. Itulah mengapa ada hikmah dalam politik Islam dengan tidak adanya sistem baku dalam Islam sehingga umat Islam memiliki ruang kreatif untuk memainkan politik dengan beragam model dengan mengutamakan tujuan tercapainya rahmat untuk manusia dan alam semesta," terangnya.

Hari Santri 2019

Dari sinilah menurut Asep, gerakan politik Islam saat ini lebih baik mengutamakan titik tekan pada penguatan masyarakat sipil dengan mengambil spesifikasi pemberdayaan warga.

Islam-politik sering gagal karena umat Islam tidak memiliki imajinasi apa itu masyarakat sipil. Karena itu perlu dibangun kesadaran warga agar pikiran umat tidak sekadar berpikir imajiner tentang keluarga sakinah dan daulah atau kekuasaan saja, melainkan lebih pro-aktif membangun kesadaran kewargaan.?

“Di sinilah mengapa civic Islam harus diupayakan sebagai solusi mengawal demokrasi republikan Indonesia," jelasnya. (ferli/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Pahlawan Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock