Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan

Probolinggo, Hari Santri 2019. Masih ingat tragedi penyanderaan gadis bernama Zahriyani Putri Agustin di Gresik beberapa waktu lalu? Siswi SDN Tlogopatut II Kota Gresik berusia 9 tahun ini akhirnya selamat setelah petugas berhasil melumpuhkan pelaku, Fuad Ahmad.

Kejadian pertengahan bulan Desember lalu berlangsung sangat dramatis. Pelaku yang berasal dari Nusa Tenggara Barat mengalami depresi setelah kalah judi bola. Nyawa Rani pun sempat terancam karena selama sekitar dua jam Fuad menodongkan pisau di leher siswa kelas IV SD itu.

Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan

Dan sejumlah kejadian di pengujung tahun ini menjadi perhatian dari LSM Tri Guna Bhakti. Meningkatnya perdagangan perempuan dalam bentuk trafficking dan kejahatan terhadap anak menjadi bahasan dalam kegiatan dialog interaktif dan testimoni korban trafficking dan perlindungan kejahatan terhadap anak, Ahad (28/12). ?

Hari Santri 2019

Kegiatan dilangsungkan di Auditorium SMA Nurul Jadid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur dengan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Dra. Hj. Hikmah Bafaqih selaku Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Hj. Khodijatul Qodriyah, S.Ag, MM.Pub, MSi yang juga Ketua Pusat Studi Wanita Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo serta Kapolres Probolinggo, AKBP Riky Haznul.

Hari Santri 2019

Sejumlah peserta dan narasumber dibuat terperengah dengan testimoni yang disampaikan salah seorang korban perdagangan perempuan. Korban yang tidak bersedia dicantumkan identitasnya ini menceritakan bahwa dirinya dibujuk seseorang untuk dicarikan pekerjaan sebagai pelayan toko. "Tak tahunya saya justru dijual ke penggemar gadis perawan," katanya.

Saat itu dia sempat menjerit dan meronta sebagai bentuk perlawanan tapi tidak kuasa. Akhirnya selama hampir 3 bulan lamanya dia disekap di salah satu ruangan yang dijaga sejumlah preman. Selanjutnya ia dan sejumlah perempuan belia dijual untuk digilirkan kepada para laki-laki pencari kenikmatan sesaat.

Lain lagi pengakuan Zahriyani Putri Agustin. Siswi kelas IV SD ini dengan lancar membuka cerita saat dibopong penyandera bernama Fuad Ahmad. Dalam pengakuannya, saat lehernya ditempeli pisau, tetap tenang dan terus membaca doa dan Alfatihah. Beruntung akhirnya Fuad ditembak jajaran Polisi Polres Gresik sehingga meninggal di tempat. Pengakuan ini kontan disambut aplaus dari peserta karena kagum akan keteguhan hatinya.

Pada acara yang dipandu Yorris M. Lato, selaku Direktur Yayasan Embun Surabaya ini, ketiga narasumber berpesan agar terus meningkatkan kewaspadaan. Bisa membekali diri dengan pengetahuan dan tidak mudah percaya kepada siapa saja yang mengajak untuk keluar rumah. Semua juga menyarankan agar para perempuan juga bisa berpartisipasi dalam menciptakan suasana aman dan nyaman di lingkungan masing-masing. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 27 Januari 2018

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) menggelar seminar nasional Tata Kelola Air bertajuk ‘Mencegah Mata Air Menjadi Air Mata, Rabu (20/5) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air

“Seminar ini juga sebagai rangkaian kegiatan Rakornas LPBINU di Bogor tanggal 20-23 Mei 2015. Ide-ide yang muncul dari kegiatan ini akan dijadikan rekomendasi pada saat Muktamar ke-33 NU mendatang,” ujar Ketua PP LPBINU, Avianto Muhtadi dalam sambutannya.

Menurut Avianto, isu tata kelola air adalah persoalan yang penting dan krusial. Karena, lanjutnya, pengelolaan sumber daya air yang sejatinya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, ternyata menjadi air mata bagi masyarakat yang bermukim di sekitar mata air dan berdampak kapada masyarakat luas.

Hari Santri 2019

“Persoalan ini membutuhkan solusi bersama antara pemangku kepentingan dalam tata kelola air, yaitu pemerintah dan perusahaan, serta masyarakat. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2015 mengingatkan pemangku kepentingan untuk kembali ke jalan yang benar secara konstitusidalam tata kelola air untuk kemakmuran rakyat banyak,” papar Avianto.

Hadir memberikan sambutan, Sekjen PBNU, H Marsudi Syuhud, Ketua MK RI, Prof Dr Arief Hidayat, dan para narasumber seminar sesi pertama, seperti KH Masdar Farid Mas’uadi (Rais Syuriyah PBNU), Rahmat Hidayat (Juru Bicara Lintas Asosiasi Pengguna Air/Wakil Ketua Umum GAPMMI), serta pejabat dari Kementerian PU dan PeRA, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan peserta seminar yang memadati lokasi.

Pada sesi kedua, hadir juga para pembicara, antara lain, Ir Basah Hernowo, MA (Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air) dan Ir B Wisnu Widjaja, MSc ((Deputi Pencegahan dan Kesiap-siagaan BNPB).? (Fathoni)?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Rabu, 24 Januari 2018

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas

Jakarta, Hari Santri 2019. Budayawan nasional asal Semarang, Jawa Tengah Prie GS menyampaikan orasi budaya di hadapan instruktur nasional Pendidikan Agama Islam (PAI), akhir pekan lalu di Jakarta. Pria yang juga motivator ini menjelaskan terkait ketepatan (presisi) menyusun kurikulum untuk membangun intelektualitas yang mantap secara budaya.

Di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan ini, Prie GS memberikan uraian presisi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dari perspektif tokoh dan model tidur seseorang. Dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat Dunia ini, menurut Prie penting memahami presisi dan ketenangan.

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Budaya Terkait Pembangunan Intelektualitas

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat PAI Kemenag ini, dia memaparkan satu per satu model tidur yang selama ini diamatinya, mulai dari tidurnya seorang kepala kantor hingga anak-anak. Menurut Mas Prie, sapaan akrabnya, manusia bisa belajar dari kemurnian tidurnya anak-anak.

Anak-anak, menurutnya, bisa tidur dalam posisi apapun dan dimana pun. Kemurnian ini terkait dengan kehidupan manusia yang terkadang terlalu sibuk dengan kehidupan dunianya sehingga melupakan sisi kemanusiaan pada dirinya.

Hari Santri 2019

“Setingkat di bawah anak-anak adalah tidurnya seorang tunawisma. Bayangkan, mereka bisa tidur dengan tenang di atas jembatan tipis yang melintang di atas saluran air. Jika gerak dan miring sedikit saja, selesai itu,” ujar Prie menerangkan foto yang ditunjukkannya melalui slide presentasi diikuti riuh tawa ratusan peserta.

Hal ini, imbuhnya, terkait dengan ketepatan dan ketenangan. Sehingga dalam menyusun kurikulum dan materi pelajaran, para pendidik hendaknya tepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi anak-anak, khususnya di zaman modern seperti sekarang. Dia bukan tanpa alasan, karena generasi muda sering dijadikan sasaran agitasi bagi kepentingan kelompok tertentu.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Prie dengan memaparkan tokoh nasional dan internasional dari sisi budaya presisi dan ketenangan. Dia secara apik menjelaskan presisi yang dilakukan oleh pebalap MotoGP Valentino Rossi, pebalap Formula 1 Michael Schumacher, Aktor Holywood Tom Cruise, dan penyanyi internasional Maria Carey dalam menjalani profesinya.

Hari Santri 2019

Prie juga menjelaskan tentang Presisi budaya dan ketenangan dari seorang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang selama ini dia kagumi. Menurut Prie, Gus Dur mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain. Anehnya, kata dia, Gus Dur kerap hanya melempar joke atau humor dengan tenang. “Selesai masalah,” celetuk Prie diikuti gerrr peserta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 23 Desember 2017

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Muslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) dikenal sebagai teman yang sangat akrab. Banyak orang mengatakan beliau berdua adalah waliyullah (kekasihnya Allah).

Sekitar tahun 2007 akhir Mbah Liem mengutus langsung putri menantunya, Yayuk Madayani (yang dipersunting Gus Muh) untuk menyampaikan pesan penting kepada Gus Dur. Pesan tersebut ditulis tangan langsung oleh Mbah Liem dan dimasukan ke sebuah map.

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Mbah Liem kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur

Pesan tersebut tampaknya sangat sangat penting karena yang diutus putri beliau sendiri. Dawuh Mbah Liem, “Iki kudu langsung kowe kekno neng Gus Dur! (ini harus kamu berikan sendiri kepada Gus Du, tidak boleh lewat perantara). Saat itu Ning Yayuk posisinya di Pekalongan karena masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

Hari Santri 2019

Pesan tersebut sudah sampai di tangan Ning Yayuk saat Gus Dur punya program penghijauan di Pekalongan. Ning Yayuk pun menemui Pak Fuadi (korlap kegiatan). Yayuk diajak menemui Gus Dur di bandara Semarang karena waktu yang paling tepat, ya saat itu.

“Gus ini ada utusan Mbah Liem bade (hendak) menyampaikan pesan untuk Panjenengan,”? kata Pak Fuadi kepada Gus Dur.

“Oh yo, ono opo (Ada apa)?” Sahut? Gus Dur.

Hari Santri 2019

Ning Yayuk langsung duduk membuka isi map dan membacakan pesan Mbah Liem. Isi pesan tersebut demikian, “HAMANDITO HAMANDITO LUWEH APEK! REGENERASI REGENERASI!” Sesaat Gus Dur terdiam mendengar isi pesan tersebut kemudian berkata, “Nggih, Nggih, Insya Allah, amiin.”

Gus Dur mengucapkannya seolah berhadapan langsung dengan Mbah Liem. Dalam isi pesan itu Mbah Liem mengingatkan dan meminta Gus Dur untuk merelakan PKB, biar PKB diurus yang muda–muda karena waktu itu PKB sedang dilanda konflik berat. Lahumal Faatihah...

Ali Mahbub, Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng 2014-2018, asal Wonogiri

* Kisah ini ditulis berdasarkan cerita Ning Yayuk Madayani kepada penulis pada 24 maret 2014, pukul 09.40 pagi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Minggu, 17 Desember 2017

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat

Semarang, Hari Santri 2019. Kabar duka datang dari Kendal, Jawa Tengah. KH Wildan Abdul Hamid merupakan adik dari Abuya KH. Ahmad Abdul Hamid berpulang ke Rahmatullah, Kamis (9/6) pukul 03.00 WIB dini hari di rumah sakit Sardjito Yogyakarta. Kiai yang lahir tahun 1931 meninggal karena faktor usia yang sudah sangat sepuh.

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat

"Subuh ini mendengar berita: saudaraku dan murid kesayangan ayahku KH. Wildan Abdul Hamid Kendal telah dipanggil kehadirat Allah SWT. Semoga Allah menerima segala amal baiknya dan mengampuni segala kesalahannya", ? tulis KH Ahmad Mustofa Bisri di akun Facebook pribadinya.

Selain itu, Gus Mus juga mendoakan semoga keluarga dan para santrinya sabar dan ikhlas serta mampu melanjutkan ajaran dan perjuangannya. Pondok Pesantren Roudlotul Mutaallimin merupakan warisan untuk diteruskan para keluarganya.? Selain itu, Kiai Wildan memiliki pengajian rutin kitab Ihya Ulumuddin tiap Selasa pagi untuk kiai-kiai muda dan bapak-bapak, sedangkan untuk ibu-ibu dan remaja putri beliau mengaji Tafsir al-Ibriz? KH Bisri Mustofa dan Mujarrobat? Mbah Sholeh Darat.

Kiai Wildan juga masih tercatat sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah masa khidmah 2013-2018, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kendal, dan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kendal.

"Kesan yang bisa saya tanggap dari beliau adalah kesederhanaan dan sangat tadzim kepada kiai-kiai sepuh," ungkap KH. Asroi Thohir salah satu menantu.

Hari Santri 2019

Kiai Wildan meninggalkan Hj. Faizah (istri) dengan delapan putra-putri yaitu Wahidah Ghodif, Rohmah, Fauziyah, Robiatul Adawiyah, Nur Azizah, Atikah, Nihayah dan Muhammad Farid Fadh. Rencana pemakaman nanti bada Ashar awal di maqbarah Grabag Kendal. (M. Zulfa/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Amalan, Meme Islam, Hadits Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

RSIA Muslimat Beri Keringanan Pemegang Kartanu

Jombang, Hari Santri 2019. Muslimat NU Jombang memastikan bahwa para pemegang Kartanu akan mendapat keringanan biaya saat menggunakan fasilitas di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) “Muslimat” Jombang.?

RSIA Muslimat Beri Keringanan Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
RSIA Muslimat Beri Keringanan Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

RSIA Muslimat Beri Keringanan Pemegang Kartanu

Hal itu disampaikan Ketua PC Muslimat NU Jombang, Ny Hj Aisyah Muhammad pada Hari Santri 2019 (7/2).?

Bu Is, sapaan akrabnya, menandaskan bahwa kemudahan dan keringanan itu sebenarnya telah menjadi komitmen RSIA Muslimat kepada nahdliyin, khususnya warga muslimat.?

Hari Santri 2019

Bahkan sejak tahun 2006, rumah sakit ini telah memberikan potongan biaya kepada para pasien yang memiliki Kartu Tanda Anggota Muslimat (Kartamus).?

Kata Bu Is, semua itu dilakukan sebagai tanda terimakasih terhadap kepercayaan warga muslimat kepada rumah sakit yang susah payah didirikan. “Juga agar ada nilai lebih dan manfaat yang akan diterima warga saat mereka bangga sebagai warga muslimat,” kata cucu KH Abdul Wahab Chasbulla ini.

Hari Santri 2019

Kalau kemudian NU melakukan sosialisasi terhadap keberadaan warganya dengan menertibkan Kartanu, maka hal itu harus dipandang sebagai bentuk kepedulian jam’iyah ini kepada warga. “Namun kebanggaan sebagai warga yang kemudian berkenan memiliki kartu anggota, hendaknya ditindaklanjuti dengan berbagai kemudahan,” lanjutnya.

Dan yang bisa dioptimalkan manfaatnya adalah dengan memperoleh sejumlah potongan harga saat mereka berobat atau memerlukan layanan kesehatan di sejumlah rumas sakit yang berbasis NU. “PC Muslimat NU Jombang dengan RSIA Muslimat-nya siap memberikan discount kepada pemegang Kartanu,” tandas Bu Is.

Sekretaris Yayasan RSIA Muslimat Jombang ini juga berharap agar momentum Kartanu dapat dijadikan sarana untuk pemutaakhiran data warga dengan segala potensi yang dimiliki.?

Demikian juga warga yang telah berkenan hati mensukseskan kegiatan tersebut untuk bisa menerima manfaat. “Perlu ada ikhtiar dan terobosan yang sungguh-sungguh untuk memberikan manfaat lebih dari warga yang memiliki Kartanu,” harapnya.?

Apa yang selama ini dilakukan PC Muslimat NU Jombang dengan memberikan sejumlah keringanan kepada pemegang Kartamus saat memanfaatkan fasilitas RSIA Muslimat adalah diantara manfaat lebih bagi warganya.?

“Sudah saatnya, pemegang Kartanu juga bisa memperoleh keringanan di sejumlah rumah sakit dan layanan lain yang nyata-nyata didukung kemajuannya oleh warga NU,” katanya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hadits Hari Santri 2019

Rabu, 06 Desember 2017

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Pati, Hari Santri 2019. Ada yang menarik menjelang Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dihelat di Masjid Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/5) malam. Pasalnya, sejak usai jamaah dzuhur terdengar nama ribuan arwah dibacakan oleh panitia.

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Menurut Ketua Panitia Isra’ Mi’raj M Anwar Syafi’i, pembacaan nama arwah dilakukan bergantian oleh sejumlah anggota panitia. “Nama-nama arwah tersebut sengaja kami bacakan pakai pengeras suara demi syiar. Paling tidak, ahli waris juga bahagia nama keluarganya yang telah wafat disebut dalam majlis tahlil ini,” ujarnya.

Tiap nama yang ditahlilkan, lanjut Anwar, keluarga menitipkan uang sebesar 2000 rupiah kepada panitia. “Hingga sore ini, dana yang masuk sudah 8 juta lebih. Kalau 2000 perorang, berarti ada empat ribuan arwah yang ditahlilkan. Seperti tahun lalu, menjelang Maghrib masih ada saja warga mengirim nama leluhurnya,” ungkap Anwar.

Hari Santri 2019

Anwar Syafii menambahkan, tahlil akbar ini telah dimulai sejak tiga tahun silam. “Ini tahun keempat. Tiap tahun selalu naik jumlahnya, baik arwah maupun keluarga yang mendaftarkannya,” ujar Anwar.

Selain tahlil akbar, lanjut Anwar, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan santunan kepada para yatim piatu yang dikemas dalam pengajian umum. “Pengajian malam ini akan dihadiri KH Mahrus Ali dari Jepara,” katanya.

Hari Santri 2019

Di tempat terpisah, Imam Masjid Darussalam KH Ali Makhtum Salam menyatakan, kegiatan Isra Mi’raj diinisiasi Majlis Ta’lim Al-Istiqomah yang beranggotakan jamaah masjid Darussalam.

“Majlis ta’lim ini merupakan organisasi pengajian kitab tiap malam Selasa yang dirintis oleh Bapak (KH Abdussalam-red). Lalu, diteruskan Kiai Suyuthi A Hannan, kakak sepupu saya. Setelah beliau sakit-sakitan, saya diminta melanjutkan,” ujar Kiai Makhtum.

Pengajian kitab kuning, lanjutnya, telah dimulai saat Almaghfurlah KH Abdussalam masih hidup. Mbah Salamun, sapaan akrab Kiai Abdussalam, biasa memimpin pengajian dengan berbagai macam kitab, antara lain Majmuah al-Syariah al-Kafiyah li al-Awam karya KH Sholeh Darat Semarang.

Sementara itu, Koordinator Majlis Ta’lim Al-Istiqomah Masjid Darussalam Ahmad Ahsin mengatakan, nanti malam ada 35 anak yatim piatu yang akan diberi santunan. “Dana santunan, diambil dari sumbangan para donatur. Bukan dari dana pemasukan tahlil akbar,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, Nahdlatul Ulama, Hadits Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock