Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Haid secara etimologi berarti mengalir. Sedangkan haid secara terminologi adalah darah yang keluar dari farji/kemaluan seorang wanita setelah umur 9 tahun, dengan sehat (tidak karena sakit), tetapi memang kodrat wanita, dan tidak setelah melahirkan anak. Dasar haid di dalam Al-Qur’an adalah sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 222.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (222

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Hari Santri 2019

Ayat ini turun–sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim di dalam kitab shahihnya–sebagai respon atas fenomena kaum Yahudi yang memperlakukan wanitanya yang sedang haid dengan tidak manusiawi. Mereka akan mengusirnya, tidak mau tinggal seatap dan enggan makan bersama-sama seoalah-olah wanita ketika haid adalah manusia yang menjijikan. Allah menurunkan ayat ini yang menjelaskan bahwa haid memang darah kotor sehingga dilarang bagi suami untuk melakukan hubungan badan dengannya selama ia haid sampai datang masa suci. Nabi SAW juga menegaskan kembali di dalam sabdanya, “Lakukan apa saja kecuali jimak,” yaitu boleh bagi suami untuk tetap tinggal seatap dengan istrinya, makan bersama dan melakukan aktivitas bersama-sama dengan istrinya seperti biasa ketika suci kecuali berhubungan badan.

Sedangkan dasar haid dari hadits Nabi SAW adalah sebagaimana tergambar dalam hadits Nabi SAW riwayat Aisyah RA di dalam Shahih Al-Bukhari berikut ini:

Hari Santri 2019

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadits di atas menyebutkan bahwa Aisyah RA saat berhaji dengan Rasulullah SAW dan ketika sampai di Kota Sarf ia menangis karena haid sehingga ia tidak dapat melanjutkan ibadah hajinya. Rasulullah SAW mencoba menenangkannya dengan mengatakan, “Sungguh ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah untuk anak-anak prempuan keturunan Adam, maka selesaikanlah rangkaian ibadah haji yang harus diselesaikan selain Thawaf.” Aisyah berkata, “Dan (setelah itu) Rasulullah SAW menyembelih sapi untuk para istrinya.”

Cerita Aisyah RA ini mengajarkan kepada seluruh wanita agar tidak perlu bersedih ketika mengalami menstruasi karena hal ini sudah ketentuan Allah SWT yang diberikan kepada setiap wanita dan tentunya ada hikmah dan manfaat di baliknya. Beberapa hikmah dan  manfaat adanya darah haid adalah:

1. Latihan bagi wanita menghadapi cairan sperma yang menjijikkan untuk sebagian wanita. Karena ketika seorang wanita menikah, maka ia harus siap menghadapi cairan suaminya berupa cairan sperma sehingga wanita harus melatih dan membiasakan dirinya menghadapi dan membersihkan darahnya sendiri yakni darah haid sebelum ia akan menghadapi cairan yang lebih menjijikkan lagi yakni sperma.

2. Melatih wanita lebih rajin, tidak jijik dan cekatan. Selain mengurus suami ia juga akan mengurus dan merawat anak-anaknya, membersihkan kotoran-kotorannya dan najis-najisnya. Allah SWT memberikannya latihan stimulasi berupa haid agar ia rajin, tidak merasa jijik dengan najis-najis, cekatan dalam merawat bayi serta mengerti cara mencuci yang baik.

3. Makanan bagi janin di dalam rahim wanita. Karena janin yang ada di dalam rahim seorang wanita tidak dapat makan sebagaimana yang dimakan oleh anak di luar rahim. Tidak mungkin bagi si ibu untuk menyampaikan sesuatu makanan untuknya. Allah SWT telah menjadikan pada diri kaum wanita proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dicerna. Oleh karena itu, apabila seorang wanita tidak sedang dalam keadaan hamil, maka darah yang seharusnya dicerna oleh janin itu akan keluar dan menjadi darah haid atau menstruasi. Sementara bagi ibu yang sedang hamil, maka jarang sekali akan mengeluarkan darah haid karena telah dicerna oleh sang janin di dalam kandungannya.

Uraian ini disarikan dari kitab I’anatun Nisa’, Risalatul Mahidh dan Risalah fid Dima’it Thabi‘iyyah lin Nisa’, Shahihul Bukhari, dan Shahih Muslim, At-Tafsirul Munir. Wallahu a‘lam. (Annisa Hasanah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Pahlawan Hari Santri 2019

Jumat, 26 Januari 2018

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita

Cilacap, Hari Santri 2019?



Mustasyar PBNU KH Chasbullah Badawi bagaikan sebuah obor terang, yang selalu menerangi, memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita. Sedangkan kita bukanlah apa-apa. Kita hanyalah lampu yang menyala hanya 5 watt saja.?

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita

Demikian diungkapkan KH Zuhud Muchson saat mewakili keluarga pada pemakaman jenazah KH Chasbullah Badawi, Selasa (6/6) di Komplek Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah.?

"Beliau adalah obor penerang bagi keluarga, yang selalu memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita semua. Beliau juga perekat persaudaraan keluarga. Beliau juga guru dan panutan bagi keluarga," ungkapnya di hadapan ribuan pelayat.?

Setelah itu, di hadapan ribuan pelayat, Kiai Zuhud menjelaskan uraian singkat mengenai biografi dan sejarah KH Chasbullah Badawi semasa hidup hinga wafatnya.?

Hari Santri 2019

KH Chasbullah Badawi atau yang akrab disapa Mbah Chasbullah memiliki 12 saudara. Ia adalah putra keenam dari pendiri Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin KH Badawi Khanafi.

KH Chasbullah Badawi diberikan umur oleh Allah lebih panjang daripada umur Abahnya. "Beliau wafat diusia tepat 79 tahun, sedangkan abahnya wafat di usia 73 tahun," lanjut Gus Zuhud

KH Chasbullah selalu berpesan, berjuanglah, tetapi jangan mengharapkan manfaat di dunia. “Sehingga beliau dikenal sebagai pejuang yang tidak pernah memanfaatkan untuk kepentingan harta dunia sehingga beliau menjadi ulama yang selalu hidup dengan kesederhanaan," jelasnya ? disambut tetesan air mata para hadirin. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Daerah Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Sebuah Kejutan dari Siswa Tsanawiyah Kami

Ada saja sikap dan potensi anak didik yang terkadang tidak disadari oleh gurunya. Salah satunya apa yang dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo, Karangploso, Malang, Jawa Timur, Senin (24/2) kemarin.

Pada hari itu mereka yang baru berusia belasan tahun ini telah memberikan kejutan kepada guru-gurunya dengan merayakan Hari Lahir IPNU di madrasah mereka. Kegiatannya berupa perlombaan-perlombaan dan kuliah umum (sebagian dari kami para guru menyebutnya ‘seminar kecil-kecilan’), yang diadakan mulai 24 pebruari sampai dengan 2 Maret 2014.

Sebuah Kejutan dari Siswa Tsanawiyah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebuah Kejutan dari Siswa Tsanawiyah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebuah Kejutan dari Siswa Tsanawiyah Kami

Mereka memang ingin membuat sebuah kejutan dengan acara ini. Guru-guru tidak mengerti dan juga tidak menyadari hal ini. Bahkan saat mengajukan surat permohonan izin melaksanakan kegiatan pun pada hari sebelumnya, panitia sempat dimarahi oleh kepala madrasah karena acaranya tidak jelas. Namun acara tetap diperbolehkan dan ketidakjelasan acara dimaklumi mengingat mereka masih dalam taraf belajar berorganisasi. Dengan diberikan peringatan supaya tidak diulangi lagi.

Hari Santri 2019

Saya sendiripun juga bertanya-tanya dalam hati, ada apa gerangan? Malam harinya, sebelum hari-H tiba, saya terus bertanya dalam hati. Apa yang akan mereka lakukan? Apa mereka ingin memberi kejutan? Apa kejutannya dan siapa yang diberi kejutan? Akhirnya saya berkesimpulan. Pasti ada yang berulang tahun. Dan... langsung saja saya teringat bahwa pada 24 Februari itu adalah hari lahir IPNU. Wah, hebat juga murid-murid itu. Mereka mengingat apa yang guru-guru lupakan.

Pujiono, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum di MTs Nahdlatul Ulama, juga menyatakan hal yang sama dengan saya.

“Ini adalah suatu kejutan bagi kami para guru, karena kalian semua mampu mengingat dan mau merayakan sebuah hal yang oleh guru-guru di sini agak diabaikan. Ini adalah bukti nyata kecintaan kalian pada almamater yang kita cintai yaitu (MTs) Nahdlatul Ulama,” kata Pujiono pada saat sesi pembukaan acara dengan disambut tepuk tangan para siswa yang hadir.

Hari Santri 2019

“Mohon maaf kami lupa. Bahkan mungkin Pak Kholis yang sudah lama mengajar Ke-NU-an pun juga lupa. Ini peringatan bagi kami,” tambahnya sambil menyebut nama guru yang pernah mengajar Ke-NU-an di Madrasahnya.

Saya ikut senang bercampur bangga memiliki murid-murid seperti mereka. Dengan segala kepolosan, kejujuran dan semangatnya mencintai IPNU. Yang sangat menarik lagi adalah tema acara itu yang berjudul “Internalisasi Nilai-nilai Aswaja dalam Membentuk Pelajar NU yang Unggul.” 

Wah-wah-wah. Keren sekali temanya! Saya tidak tahu siapa yang membuatkannya. Dan di antara kami para guru juga ada yang bertanya-tanya, siapa yang merumuskan tema tersebut?

Selain itu sangat membanggakan pula apa yang disampaikan Ketua Pimpinan Komisariat IPPNU-nya. Itsna Mazro’atun Nadhifah.

“Jika biasanya Arema atau yang lain merayakan ulang tahun dengan hura-hura, maka pelajar NU tidak. Kita rayakan ulang tahun IPNU dengan belajar dan kegiatan keagamaan. Dengan kegiatan yang lebih berakhlaq,” kata Itsna saat sambutan.

Al-Hamdulillah. Bahagia rasanya punya murid dan generasi Pelajar NU seperti itu. Putranya Ulama (NU) harus berakhlaq seperti Ulama. Amin. ‘Bersemilah-bersemilah, tunas-tunas NU.’

Pengirim: Ahmad Nur Kholis, Guru MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo, Karangploso, Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah Hari Santri 2019

Jumat, 19 Januari 2018

Mathali’ul Falah Terbitkan Buku “Belajar dari Kiai Sahal”

Pati, Hari Santri 2019. Dalam memperingati seratus hari wafatnya Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, Pengurus Pusat Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) bekerja sama dengan KMF Yogyakarta menerbitkan buku berjudul “Belajar dari Kiai Sahal”. Buku tersebut diluncurkan dan dibedah di kampus STAI Mathali’ul Falah Purworejo Margoyoso Pati, Sabtu (03/05).

Mathali’ul Falah Terbitkan Buku “Belajar dari Kiai Sahal” (Sumber Gambar : Nu Online)
Mathali’ul Falah Terbitkan Buku “Belajar dari Kiai Sahal” (Sumber Gambar : Nu Online)

Mathali’ul Falah Terbitkan Buku “Belajar dari Kiai Sahal”

Selain di Pati, bedah buku akan diadakan di berbagai kota-kota seperti Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan lainnya. Putra Kiai Sahal H Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PP KMF yang sudah menerbitkan buku tersebut. Menurutnya, buku “Belajar Kiai Sahal” bisa menjadi salah satu referensi pandangan terhadap sosok dan pemikiran Kiai Sahal.

Pria yang akrab disapa Gus Rozin ini juga bercerita bahwa seminggu sebelum wafat, Kiai Sahal menitipkan pesan yang sangat dalam kepadanya. “Ijtihad o (berijtihadlah)!” kenang Gus Rozin.

Hari Santri 2019

Hadir dalam acara tersebut KH Husein Muhammad, pengasuh pesantren Dar Al-Tauhid Arjawinangun Cirebon dan Ketua PBNU M Imam Aziz. Keduanya memaparkan sosok Kiai Sahal dari perspektif masing-masing.

Hari Santri 2019

Kiai Husein lebih banyak mengomentari kefaqihan Kiai Sahal, sementara M Imam Aziz lebih menekankan aspek ke-NU-an tokoh kharismatik yang memimpin NU selama tiga periode tersebut.

“Banyak hal yang telah dilakukan oleh Kiai Sahal, di antaranya adalah beralih dari fiqih qauliy ke fiqih manhaji,” komentar Kiai Husein. Menurutnya, fiqih manhaji inilah yang mendasari gagasan fiqih sosial Kiai Sahal.

Di NU ada sebuah kalimat yang dijadikan selogan “al-muhafadhah ‘ala al-qadimi as-shalih, wal akhdu bi al-jadidi al-ashlah”. Menurut Kiai Husein, Kiai Sahal tidak lagi berkutat pada “al-muhafadhah alal-qadimis-shalih”, tapi sudah di tahapan “al-akhdu bil-jadidil-ashlah”. Ia menilai bahwa pemikiran Kiai Sahal sangat progresif, berbeda dengan kiai salaf lainnya.

Buku berjudul “Belajar dari Kiai Sahal” berisi kisah-kisah inspiratif yang dialami orang di sekitar Kiai Sahal. Selain itu, buku ini memuat tulisan tentang Kiai Sahal yang tersebar di berbagai media massa pasca wafatnya (24/01).

Analta Inala selaku marketing buku mengatakan antusiasme masyarakat mencari buku tersebut sangat tinggi. Buku setebal 374 halaman tersebut ludes terjual di hari pertama peluncuran. “Insya Allah akan segera dicetak ulang,” katanya. (Sarjoko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah Hari Santri 2019

Senin, 08 Januari 2018

Forum Advokat Ingin Bersama NU Jamin Keutuhan NKRI

Jakarta, Hari Santri 2019?

Sejumlah advokat yang mengatasnamakan Forum Advokat Pengawal Pancasila berkunjung ke PBNU, Jakarta, Kamis (15/3). Mereka menyatakan dukungannya kepada NU yang selalu tegas menjaga NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mereka ditemui Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini.?

Salah seorang anggoata forum tersebut, Wayan Sudirta, mengatakan, ia bersama 13 temannya mewakili sekitar 250 hingga 300 advokat di Indonesia. Forum tersebut terdiri dari beragam suku, agam, dan daerah.?

Forum Advokat Ingin Bersama NU Jamin Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Advokat Ingin Bersama NU Jamin Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Advokat Ingin Bersama NU Jamin Keutuhan NKRI

Para advokat tersebut, menurut dia, saat ini merasa cemas dengan merebaknya kekerasan dan upaya memecah belah keutuhan NKRI. “Kami memiliki kecemasan yang sama karena banyak terjadinya pihak yang mencederai negera berdasarkan Pancasila,” katanya.?

Menurut forum tersebut, NU saat ini adalah ormas paling depan dalam menjaga pilar-pilar bangsa. “Forum ini ingin menjadi bagian dari posisi NU. Makanya kami melakukan silaturahim, memperkenalkan diri,” lanjutnya. ?

Hari Santri 2019

Forum tersebut memandang, posisi NU yang tegas dalam membela NKRI, membutuhkan masyarakat di bidang hukum. “Kita bisa diajak kerja sama dalam bidang itu.”

NU, tambahnya memiliki peran besar menjaga pluralisme. Dengan demikian, forum tersebut bisa menjagai pihak yang bisa diajak berurun rembuk agar NU tidak sendirian. “Bisa bersama agar NKRI terjamin.”

Helmy Faishal menyambut baik kunjungan forum tersebut karena NU selalu tegas dan terdepan dalam membela NKRI. Dari namanya saja, PBNU membela NKRI yaitu P artinya Pancasila, B, Bhineka Tunggal Ika, N, NKRI, dan U, Undang-Undang Dasar 1945.

Hari Santri 2019

“Kami dari awal beruapaya mengajarkan Islam damai. Islam ramah, bukan Islam marah. Islam yang merangkul, bukan memuku. Islam yang mengajak, bukan mengejek. Dan itu berdarkan Al-Qur’an,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah Hari Santri 2019

Jumat, 05 Januari 2018

Darurat Kejahatan Seksual, PMII Trenggalek Desak Pemerintah Sahkan Segera Perppu

Trenggalek, Hari Santri 2019 - Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Trenggalek menggelar aksi di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek. Mereka meminta pemerintah untuk segera mensahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) perihal kejahatan seksual.

"Indonesia darurat kejahatan seksual. Kasus Yuyun, Eno, dan kasus predator perempuan di Kediri hanyalah segelintir dari maraknya kasus kejahatan seksual akhir-akhir ini,” kata Ketua PMII Trenggalek Mustain.

Darurat Kejahatan Seksual, PMII Trenggalek Desak Pemerintah Sahkan Segera Perppu (Sumber Gambar : Nu Online)
Darurat Kejahatan Seksual, PMII Trenggalek Desak Pemerintah Sahkan Segera Perppu (Sumber Gambar : Nu Online)

Darurat Kejahatan Seksual, PMII Trenggalek Desak Pemerintah Sahkan Segera Perppu

Celakanya, kata Musta‘in, banyak dari korban yang masih di bawah umur. Karenanya, menurut kami, hukuman kebiri sangat layak bagi pelaku kejahatan seksual.

Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak yang menemui massa PMII di depan pendopo menyatakan dukungannya agar pengadilan menghukum seberat-beratnya pelaku kejahatan seksual. Ia membubuhkan tanda tangan di atas spanduk besar yang telah disiapkan sebagai bentuk dukungannya.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Setelah memperoleh dukungan dari Bupati, mereka meneruskan aksi menuju gedung dewan setempat. Sempat terjadi dialog alot di gedung wakil rakyat ini sebelum akhirnya beberapa perwakilan dari PMII diterima oleh Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek yang menangani bidang hukum. Senada dengan bupati, Komisi I DPRD Trenggalek menyampaikan dukungannya secara tertulis.

Aksi mahasiswa PMII ini diawali dengan jalan panjang sambil membentangkan spanduk dan poster tentang kejahatan seksual. Selain orasi, mereka mewarnai unjuk rasanya dengan aksi teatrikal. (Abid Dzulfikar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ubudiyah, Doa, Daerah Hari Santri 2019

Minggu, 31 Desember 2017

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik

Rembang, Hari Santri 2019. Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Abdul Rosyid menegaskan, pihaknya akan tetap menjaga netralitas menjelang hingga usai pemilihan legislatif 2014.

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kaliori Tegaskan Netral di Tahun Politik

Menurut dia, masih banyak yang perlu dibenahi di internal organisasi, termasuk penataan lembaga dan pengoptimalan program. Demikian ia sampaikan, Jumat (21/2) malam, dalam acara pengajian rutin GP Ansor PAC Kaliori.

Rapat kerja (Raker) GP Ansor PAC Kaliori yang digelar di kantor NU pada pertengahan 2013 lalu menghasilkan program kerja di empat belas lembaga pelaksana. Tetapi, kata Rosyid, beberapa lembaga dinilai belum berjalan maksimal dalam meralisasikan program-programnya.

Hari Santri 2019

Rosyid menjelaskan, meski demikian, lembaga yang membidangi dakwah dan keorganisasian tergolong berhasil menggait kader dari 24 Desa yang ada di kecamatan Kaliori. Pihaknya berencana akan menggelar rapat kerja kedua pertengahan Marert nanti yang dirangkai dengan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

Hari Santri 2019

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Nasuha mendorong GP Ansor setempat dapat melangkah lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun politik 2014 dinilai sebagai ujian besar warga NU untuk tidak terseret ke dalam kepentingan pragmatis. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Daerah, Habib Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock