Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Dilantik, Ini Konsentrasi GP Ansor Gerokgak Bali 2016

Buleleng,Hari Santri 2019. Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, masa khidmah 2015-2018 resmi dilantik Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali Amron Sudarmanto pada Kamis 4 Februari 2016 lalu.

Dilantik, Ini Konsentrasi GP Ansor Gerokgak Bali 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Ini Konsentrasi GP Ansor Gerokgak Bali 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Ini Konsentrasi GP Ansor Gerokgak Bali 2016

Dalam sambutannya, Amron berpesan agar kader-kader Ansor untuk terus berperan aktif dalam mengawal keberadaan Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah, sekaligus mempertahankan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia.

“Dalam menjalankan itu semua, kader Ansor harus tetap patuh kepada para ulama dan sesepuh. Jangan pernah mengabaikan nasihat ulama,” pintanya.

Hari Santri 2019

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gerokgak Abdul Karim Abraham mengatakan, konsentrasi kepengurusannya setahun ke depan adalah penataan organisasi, yakni konsolidasi dan kaderisasi.

Hari Santri 2019

“Konsolidasi untuk membangkitkan kembali ranting-ranting yang vakum. Setelah itu melakukan jenjang kaderisasi melalui pelatihan-pelatihan. Intinya meningkatkan pengetahuan tentang keorganisasian dan ideologi Islam ala Nahdlatul Ulama,” tegas ketua yang terpilih pada Konferensi Anak Cabang Agustus 2015. ?

Selain dihadiri jajaran pengurus Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang Buleleng, Pimpinan Ranting dan para tokoh masyarakat, juga dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur KHR. Ach. Azaim Ibrahimy. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah Hari Santri 2019

Selasa, 27 Februari 2018

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin

Jember, Hari Santri 2019



Tabligh Akbar yang digelar Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafii Jember, yang digelar hari ini, Senin (22/5), ternyata mencatut nama NU. Bahkan di pamflet yang sudah beredar luas, posisi NU (dengan logonya) adalah sebagai pihak yang "turut mengundang".?

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)
STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin

Padahal, PCNU Jember hanya pihak yang diundang untuk memberikan sambutan. Tidak hanya soal logo, dalam susunan acara yang juga sudah beredar, panitia Tabligh Akbar secara pasti mencantumkan sambutan Ketua PCNU Jember.

Selain NU, pihak yang diposisikan sebagai "turut mengundang" adalah MUI, Muhammadiyah, Kemenag Jember, DPRD Jember dan Bupati Faida.?

"Yang jelas pemasangan logo (NU) itu tidak ada koordinasi dengan kita. Bisa jadi, dengan yang lain, yang logonya dipasang, juga tidak ada koordinasi. Di Jawa Timur pun, nama PWNU juga mereka catut," jelas Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, Ahad (20/5) malam.?

Gus Aab –sapaan akrabnya— memastikan tak akan hadir ataupun mengirimkan utusannya di acara itu.

Hari Santri 2019

Ia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolres Jember terkait dengan pemasangan logo NU itu.?

"Kapolres telah mengirim tim ke sana. Kalau logo NU juga dipasang di banner panggung, kami berharap itu segera diturunkan," tambahnya.

Terkait hal tersebut, PCNU Jember telah mengirim surat keberatan atas pemasangan logo NU yang tanpa izin itu. Surat yang ditandatangani oleh Rais, Katib Syuriyah, dan Ketua, Sekretaris PCNU Jember itu intinya menyatakan, pertama, NU Jember tidak tahu menahu tentang acara tersebut.?

Kedua, NU Jember menyatakan keberatan atas terteranya logo NU di pamflet acara. Ketiga, meminta pertanggungjawaban kepada panitia Tabligh Akbar yang telah mencantumkan NU karena telah melakukan kebohongan publik.?

Hari Santri 2019

"Surat tersebut sudah kami antar, dan ternyata di panggung acara, tidak ada pencantuman logo NU. Hanya di pamflet, dan itu sudah merugikan kami," ucap Wakil Bendahara NU Jember, Taufiq Hidayat kepada Hari Santri 2019.

Sekadar diketahui, STDI Imam Syafii di Jember adalah lembaga yang yang kerap memecah- belah umat dengan dakwahnya yang penuh caci-maki. Masyarakat sekitarnya sejak awal menentang keberadaan lembaga tersebut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Syariah Hari Santri 2019

Minggu, 25 Februari 2018

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16

Khartoum, Hari Santri 2019



Konferensi Cabang (Konfercab) Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan telah terlaksana pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017 di auditorium Ittihad ‘Am Lil Mar’ah Khartoum, Sudan. Acara dimulai pukul 8 pagi dengan penampilan tim rebana PCINU Sudan Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ).

Setelah acara seremonial selesai, dilanjutkan dengan sidang pleno konfercab yang diikuti oleh seluruh anggota PCINU Sudan yang berjumlah 127 orang. Mereka merupakan peserta penuh, ditambah dua peserta peninjau, yaitu Rasikin dan Yusri (Staf KBRI Khartoum). Sidang pleno dipimpin oleh ketua sidang Budi Sutardi (Steering Committee), wakil sidang Muthiullah, sekretaris sidang Faridhatun Nisa’ dengan pembahasan tata tertib sidang pleno, laporan pertanggungjawaban kepengurusan PCINU Sudan 2016-2017 dan pemilihan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah PCINU Sudan masa khidmah 2017-2018.

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16

Pemilihan rais syuriyah dilaksanakan dengan sistem Ahlul Hali wal Aqdi (AHWA) yang menetapkan Ribut Nur Huda sebagai Rais Syuriyah 2017. Pemilihan ketua tanfidziyah dilaksanakan dengan pemilihan secara langsung dan terpilihlah Muhammad Luqman Hambali.?

Hadir dalam acara seremonial Burhanuddin Badruzzaman (Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea), Muhammad Afifullah RIfa’i (Staf KBRI Khartoum & Mustasyar PCINU Sudan), Rasikin (Staf KBRI Khartoum), Yusri (Staf KBRI Khartoum), Syekh Abdullah Makki (Direktur Utama Organisasi Perlindungan Pelajar Asing Wafidin & Mustasyar PCINU Sudan), Muhammad Sulaiman Muhammad Ali (Direktur Utama Dewan Dakwah Kementerian Agama Sudan & Mustasyar PCINU Sudan), Thoriq Muhammad Nur (Dewan Hubungan Internasional Kementerian Penddikan Sudan & Mustasyar PCINU Sudan), Sayyidah Hasanat Awad Sati (Mustasyaroh PCI Muslimat NU Sudan), Syekh Idris bin Hasasn bin Muhammad Abu Qurun (Kholifah Thoriqoh Qodiriyah), Syek Sa’ad Thayyib Abu Qurun (CEO Lizatien Co. Sudan), Syekh Muhadis Azhari Muhammad Said Syathut An Najar (Ketua Umum Hizb Barakah, pemikir dan penulis buku).

Dalam sambutannya, Dr. Sulaiman sangat mendukung dengan ditambahnya mahasiswa dari Indonesia ke Sudan. Ia juga berusaha untuk mempermudah semua hal yang berhubungan dengan pendaftaran administrasi mereka. ? Selain itu, dr Thoriq Muhammad juga menambahkan bahwasanya ia sangat senang dengan para mahasiswa Indonesia karena mereka terkenal dengan akhlak baiknya. (Ayik/Mukafi Niam)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pondok Pesantren, Anti Hoax, Syariah Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Kamis, 22 Februari 2018

Peringati Harlah ke-91 NU, Apel Kesetiaan NKRI Digelar

Jombang, Hari Santri 2019. Sabtu (17/5) sore, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang Jawa Timur dan sejumlah utusan dari badan otonom (Banom) NU hadir dalam apel kesetiaan yang dipimpin langsung Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar. Apel kesetiaan NKRI ini digelar dalam rangka memperingati harlah ke-91 NU.

Peringati Harlah ke-91 NU, Apel Kesetiaan NKRI Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah ke-91 NU, Apel Kesetiaan NKRI Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah ke-91 NU, Apel Kesetiaan NKRI Digelar

Sebelum apel dimulai, banom NU yang terdiri atas Ansor, Fayatat, IPNU dan IPPNU, Pagar Nusa, serta LP Ma’arif berbaris di alun-alun. Mengendarai mobil jip, Kiai Isrofil menginspeksi kesiapan setiap barisan mereka.

Dalam amanatnya, Kiai Isrofil mengatakan, seluruh banom NU harus ikut hadir dalam apel kebangsaan ini.

Hari Santri 2019

“Di usia ke-91 ini, NU tetap setia terhadap agama, negara, serta umat. NU bertujuan menegakkan syariat Islam aswaja NU dalam bingkai NKRI. Siapa yang merongrong keutuhan NKRI, maka akan berhadapan dengan NU,” kata Kiai Isrofil.

Hari Santri 2019

Selain agama dan negara, perjuangan NU juga berorientasi pada kemaslahatan umat. Ini menjadi kewajiban warga NU untuk menciptakan situasi rukun dan damai. Warga NU mesti berkiprah mengambil peran penting dalam mengisi pembangunan, pungkas Kiai Isrofil. (Saifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah Hari Santri 2019

Kamis, 15 Februari 2018

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

Kairo, Hari Santri 2019. Dalam sejarah perubahan dukungan besar Arab untuk Palestina, analis telah menunjukkan bahwa koalisi baru negara-negara Arab yang dipimpin Mesir telah memihak Israel dalam serangan terbaru di Gaza yang menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil di Jalur Gaza sebagai akibat langsung dari ketakutan mereka pada Islam politik. 

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

"Kebencian negara-negara Arab dan ketakutan terhadap Islam politik begitu kuat sehingga melebihi alergi mereka pada perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu," kata Aaron David Miller, seorang ilmuwan di Wilson Center di Washington dan mantan negosiator Timur Tengah di bawah beberapa presiden AS, mengatakan kepada New York Times. 

"Aku belum pernah melihat situasi seperti itu, di mana Anda melihat begitu banyak negara Arab mendiamkan kematian dan kehancuran di Gaza dan pukulan bagi Hamas. Keheningan yang memekakkan telinga,"

Hari Santri 2019

Miller, seperti analis lainnya telah melihat perubahan besar dalam sejarah dukungan resmi Arab pro-Palestina. 

Hari Santri 2019

Ketika melancarkan serangan serupa di Gaza dua tahun lalu, Israel mengalami tekanan dari segala sisi oleh tetangga Arab yang tidak ramah untuk segera mengakhiri perang. 

Situasi telah berubah kali ini setelah Presiden Mesir Abdel Fattah-Al-Sisi menggulingkan pemerintahan Islam Mohammad Morsi, yang memimpin koalisi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania yang telah secara jelas memihak Israel melawan gerakan perlawanan Islam Hamas. 

Mesir telah menyalahkan Hamas langsung atau tidak langsung, bukan Israel, atas kematian banyak orang Palestina dalam pertempuran. Mesir juga telah mengejutkan dunia dengan mengusulkan gencatan senjata yang memenuhi sebagian besar tuntutan Israel dan mengatakan tidak pada tuntutan kelompok Palestina. 

"Jelas ada konvergensi kepentingan berbagai rezim dengan Israel," kata Khaled Elgindy, mantan penasihat negosiator Palestina yang kini menjadi anggota di Brookings Institution di Washington. 

Dalam pertempuran dengan Hamas, Elgindy mengatakan, perang Mesir melawan kekuatan Islam politik dan perjuangan Israel terhadap militan Palestina hampir identik. "Siapa proxy perang itu?" tanyanya. 

Lebih ekstrem 

Kritikan anti-Hamas telah muncul secara teratur di Mesir dalam berbagai talk show pro-pemerintah yang kemudian dipancarkan oleh pemerintah Israel ke jalur Gaza. 

"Mereka menggunakannya untuk berkata, Lihat, teman-teman Anda mendorong kita untuk membunuhmu!?" kata Maisam Abumorr, seorang mahasiswa Palestina di Kota Gaza, Jalur Gaza. 

Beberapa talk show Mesir pro-pemerintah yang disiarkan di Gaza mengatakan “tentara Mesir harus membantu tentara Israel menyingkirkan Hamas," katanya. 

Pada saat yang sama, Mesir telah membuat marah warga Gaza dengan melanjutkan kebijakannya untuk menutup penyeberangan perbatasan Rafah. 

"Sisi lebih buruk dari Netanyahu, dan orang-orang Mesir yang bersekongkol melawan kita lebih dari orang-orang Yahudi," kata Salhan al-Hirish, seorang pemilik toko di kota Gaza utara Beit Lahiya. 

"Mereka telah membubarkan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan sekarang adalah Hamas." 

Pergeseran dalam sikap resmi Mesir telah memaksa AS untuk mencari mediator alternatif seperti Qatar dan Turki. 

Untuk Israel, perubahan di negara-negara Arab relatif membebaskan. 

"Bacaannya disini adalah bahwa, selain Hamas dan Qatar, sebagian besar pemerintah Arab acuh tak acuh atau bersedia mengikuti kepemimpinan Mesir," kata Martin Kramer, presiden Shalem College Yerusalem dan seorang sarjana Amerika-Israel Islam dan politik Arab. 

"Tak seorang pun di dunia Arab akan pergi ke Amerika dan mengatakan kepada mereka, stop sekarang?" sebagaimana yang dilakukan Arab Saudi, misalnya, dalam menanggapi tindakan keras Israel sebelumnya di Palestina, katanya. 

"Itu memberi Israel kelonggaran." 

Ketika Mesir mengumumkan pemberian bantuan ke Gaza, beberapa analis berpendapat bahwa pemerintah Mesir sedang berusaha untuk menyeimbangkan ketidaksukaannya pada Hamas terhadap dukungan emosional warganya untuk Palestina, tindakan penyeimbangan yang bisa tumbuh lebih menantang sebagai pembantaian Gaza. 

"Pendulum dari Musim Semi Arab telah berayun dalam mendukung Israel, persis seperti itu sebelumnya berayun ke arah yang berlawanan," kata Elgindy, mantan penasihat Palestina. 

"Tapi saya tidak yakin cerita ini selesai pada saat ini." (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Senin, 05 Februari 2018

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Mataram, Hari Santri 2019. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PW IPNU NTB) menggelar rapat pleno I tahun 2018 di Aula Kantor PW NU NTB Jln Pendidikan No 6 Kota Mataram, Selasa (16/1).

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Rapat yang dipandu  oleh A Naufal Rachmatullah Sekretris PW IPNU NTB ini di hadiri oleh sejumlah anggota Pengurus Wilayah.

Dalam rapat ini membahas seputar internal, dari penataan cabang yang sudah purna masa baktinya hingga  kaderisasi formal yakni Latihan Kadur Utama (Lakut).

Latihan Kader Lanjut menurut Ketua PW IPNU NTB Syamsul Hadi, sudah waktunya dilaksakan mengingat beberapa cabang telah melaksakana Makesta hingga Latihan Kader Muda (Lakmud).

Hari Santri 2019

"Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader," kata Syamsul. 

Lakut nantinya dilaksanakan dengan narasumber dari pusat yang merupakan Tim Instruktur Nasional. 

Hari Santri 2019

Lakut juga dilaksanakan berangkaian dengan peringatan hari lahir IPNU ke-64, 24 Feberuari 2018 mendatang.

"Insyaallah Lakut nanti juga kita rangkaikan dengan Harlah IPNU ke-64," kata alumni Fisika IKIP Mataram ini

Pada momentum harlah nantinya juga akan diadakan reuni alumni Kader Pemuda Antinarkoba yang sudah tersebar di lima kabupaten/kota se-Lombok.

"Saat ini sudah terbentuk lima ribu kader Pemuda Antinarkoba se-Pulau Lombok," jelas  Direktur  Community Participation Public ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nasional, Syariah Hari Santri 2019

Jumat, 02 Februari 2018

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Jakarta, Hari Santri 2019

Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) menggelar pengobatan gratis bagi pasien penderita penyakit pascabanjir di DKI Jakarta awal Februari lalu. Kegiatan pengobatan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun itu dilakukan di Balai RW 08/81, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan ibu-ibu yang membawa serta anaknya sudah menyerbu dan mulai mengantre di bawah tenda untuk menunggu pemeriksaan dari dokter yang bertugas. Mereka terlihat sangat antusias terhadap aksi sosial pengobatan gratis tersebut. Maklum, sejak banjir merendam daerahnya, belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Wakil Ketua LPKNU Dr Bina Suhendra mengatakan, selain karena merupakan daerah yang terkena banjir cukup parah, kelurahan tersebut juga adalah daerah kumuh dan padat penduduk. Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, tampak tak terjaga dengan baik.

Karenanya, dua dokter, dua bidan dan sepuluh relawan lainnya yang dikerahkan dalam aksi tersebut tak hanya memberikan pengobatan secara cuma-Cuma. Tim LPKNU juga memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga kesehatan diri, kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu tim dokter dr Fauzan yang langsung menangani pasien membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar memang jauh dari standar. “Kebersihan di perkampungan ini sangat jauh di bawah standar. Selain kumuh, banyak selokan-selokan yang mampet,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Namun demikian, lanjutnya, daerah tersebut cukup beruntung. Dari sekitar 300 pasien anak-anak yang ia tangani, tidak ditemukan penyakit leptospirosis. Padahal, katanya, penyakit diakibatkan air seni tikus tersebut rawan muncul dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat, terutama lingkungan pascabanjir. “Setidaknya, dari pasien yang saya tangani tidak ditemukan penyakit atau tanda-tanda ada leptospirosis,” pungkasnya.

“Mayoritas penyakit yang diderita warga adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut-Red), batuk, pilek, diare, DKI (dermatitis kontak iritan) dan gangguan pencernaan. Rata-rata sudah pernah berobat tapi belum sembuh,” ujar dr Fauzan.

Hari Santri 2019

Marini (34) yang memeriksakan anak perempuannya, Dian (4), mengatakan, sudah dua minggu batuk berdahak, pilek dan demam anaknya tak kunjung sembuh. Padahal sebelumnya ia sudah memeriksakan ke Puskesmas. “Batuknya parah banget dan berdahak. Demamnya tinggi. Udah sebulan ini anak saya berat badannya menurun,” ujarnya.

Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah warga yang turut dalam pengobatan cuma-muma itu mencapai 300 orang lebih. "Kami membagikan kupon pengobatan untuk 350 warga. Tapi kalau lebih, kami siap untuk 50 pasien lagi,” ujar Avianto Muhtadi, Program Officer Community Based Disaster Risk and Management NU.

Selain penyuluhan dan pengobatan cuma-cuma, dalam kesempatan itu, LPKNU juga memberikan sejumlah makanan dan susu untuk anak-anak bagi setiap pasien. “Ini juga menjadi perhatian kita. Tidak hanya pengobatan. Kebutuhan gizi mereka (anak-anak) juga harus dipenuhi,” ujar Avianto.

Sebelumnya, tim kesehatan LPKNU bersama warga setempat bekerja bakti membersihkan lingkungan. Mereka bekerja bakti membuang sampah yang masih tersisa akibat banjir dan membersihkan selokan-selokan yang mampet.

“Kita ingin warga sadar betapa menjaga kebersihan dan kesehatan sangat penting. Lebih penting daripada pengobatan sendiri kalau sedang sakit,” terang Avianto yang juga Komandan Satuan Koordinator Wilayah Banser DKI Jakarta. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Meme Islam Hari Santri 2019

Kamis, 01 Februari 2018

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak

Subang, Hari Santri 2019. Setiap bulan Agustus masyarakat Indonesia biasanya merayakan peringatan kemerdekaan RI dengan berbagai kegiatan. Di antara kegiatan tersebut adalah aneka perlombaan yang diperuntukan bagi anak-anak hingga masyarakat dewasa.

Mengenai kegiatan perlombaan ini, Ketua PCNU Subang meminta kepada masyarakat yang akan mengadakan kegiatan lomba pada peringatan hari kemerdekaan agar diisi dengan perlombaan yang memiliki nilai-nilai positif dan edukatif serta tetap menjaga akhlakul karimah.

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Agustusan Diminta Jaga Akhlak

"Di grup WA sudah beredar video lomba yang tidak senonoh antara laki-laki dan perempuan, video tersebut dikhawatirkan dijadikan sebagai inspirasi dalam membuat perlombaan pada Agustusan besok," ungkap KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang, Jawa Barat dalam rapat reboan di Kantor PCNU, Rabu (9/8).

Dikatakannya, sudah beredar video lomba tidak senonoh yang diikuti oleh beberapa perempuan yakni perlombaan memakan pisang di bagian tubuh lelaki, sebalikna ada video yang mempertunjukan perlombaan yang diikuti oleh para lelaki berupa lomba memecahkan balon yang ditempelkan di belakang tubuh perempuan.

"Perlombaan tersebut tidak layak dilombakan karena hanya mengundang tawa para penonton saja dan bisa merusak tatanan akhlakul karimah apalagi jika disaksikan oleh anak-anak di bawah umur, ini sudah masuk pornoaksi," papar pengasuh Pesantren Attawazun itu.

Hari Santri 2019

Pengasuh Pesantren Attawazun itu mengingatkan agar dalam kegiatan peringatan kemerdekaan jangan sampai melupakan jasa para pahlawan bangsa yang telah berkorban harta, jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

"Jangan sampai lupa untuk mendoakan para pahlawan dan kita sebagai generasi penerus bangsa sebisa mungkin terus berjuang mengharumkan nama Indonesia serta melawan paham yang ingin menghancurkan NKRI ini," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Ubudiyah, Sholawat, Syariah Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Wabup Boyolali: Santri Berandil Besar dalam Perjuangan

Boyolali, Hari Santri 2019 - Lebih dari 15.000 massa turut meramaikan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2016, yang digelar di Kompleks Alun-alun lama Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (22/10).

Acara diawali dengan proses kirab, yang diikuti mulai dari para pengurus NU beserta banomnya. Tak mau ketinggalan para santri pesantren dan siswa sekolahan, serta berbagai elemen turut menyemarakkan acara kirab. Usai kirab, para peserta mengikuti acara apel upacara.

Wabup Boyolali: Santri Berandil Besar dalam Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Boyolali: Santri Berandil Besar dalam Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Boyolali: Santri Berandil Besar dalam Perjuangan

Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat, yang turut hadir pada acara tersebut, dalam sambutannya mengingatkan kembali agar masyarakat selalu menjaga kesatuan dan persatuan.

“Jangan sampai kita terpecah belah, oleh karena itu kita harus satu padu menjaga persatuan dan kesatuan indonesia. Dalam hal ini santri mempunyai andil besar, serta dalam perjuangan bangsa Indonesia,” papar Said.

Hari Santri 2019

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choirudin Ahmad, berharap acara HSN di Boyolali yang dipelopori oleh PCNU dan PC GP Ansor ini dapat menjadi penyemangat.

Hari Santri 2019

“Momentum Hari Santri ini, semoga menjadi media pemersatu umat, khususnya para santri dan menjadi penyemangat jiwa juang dlm membentengi NKRI dari virus-virus yang dapat merongrongnya,” kata Choirudin.

HSN 2016 di Boyolali juga dimeriahkan dngan penampilan kesenian rebana, tari, bela diri dan lain sebagainya, yang diperagakan dari perwakilan sebagian daerah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah Hari Santri 2019

Rabu, 17 Januari 2018

IPPNU Kecewa Atas Keterlambatan Soal UN

Jakarta, Hari Santri 2019. Keterlambatan soal Ujian Nasional (UN) yang mengakibatkan UN tertunda, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) menyatakan kekecewaannya terhadap Kemendikbud.



IPPNU Kecewa Atas Keterlambatan Soal UN (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kecewa Atas Keterlambatan Soal UN (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kecewa Atas Keterlambatan Soal UN

Perihal ini disampaikan oleh Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Hari Santri 2019 per telepon, Senin (15/4) pagi.

Farida mempertanyakan manajemen pemerintah terkait atas pelaksanaan UN. Alasan teknis yang mengakibatkan keterlambatan soal UN, semestinya sudah tidak ada mengingat pelaksanaan UN sebagai hajat tahunan nasional.

“Kekurangan seperti harus menjadi titik balik evaluasi besar-besaran bagi Kemendikbud,” tegas Farida Farichah.

Sebelas dari 34 provinsi di Indonesia mengalami penundaan pelaksanaan UN. Angka itu berbanding sepertiga dari wilayah Indonesia. Penundaan itu membuat pelaksaan UN tidak adil. Karenanya, Kemendikbud harus bertanggung jawab atas kelalalian ini, tambah Farida Farichah.

Hari Santri 2019

Farida Farichah menilai kelalaian itu bukan sekadar persoalan murni teknis percetakan soal UN. Kelalaian itu mencerminkan sebuah masalah dalam sistem dan manajemennya. Karenanya, proses evaluasi dan audit menjadi sebuah keniscayaan.

Hari Santri 2019

Penundaan UN pada sebagian wilayah di Indonesia di sela kecanggihan teknologi informasi masa kini, membuka peluang kecurangan dengan bocornya soal UN ke sekolah yang belum melaksanakan UN, ungkap Farida Farichah.

Akibat kelalaian manajemen pelaksanaan UN seperti ini, para siswa kembali menjadi korban. Kenyataan ini yang semestinya diantisipasi jauh hari, tandas Farida Farichah.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta, Syariah Hari Santri 2019

Selasa, 16 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kembangan Gelar Lomba Cipta Miniatur Jakarta

Jakarta, Hari Santri 2019. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kembangan, Jakarta Barat menggelar lomba cipta harta karya. Peserta lomba diminta membuat miniatur gedung atau monumen yang ada di Jakarta.

IPNU-IPPNU Kembangan Gelar Lomba Cipta Miniatur Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kembangan Gelar Lomba Cipta Miniatur Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kembangan Gelar Lomba Cipta Miniatur Jakarta

Perlombaan ini masuk dalam rangkaian kepemimpinan dan masa kesetiaan anggota IPNU-IPPNU Kembangan yang berlangsung selama tiga hari di pesantren Al-Washilah, Jakarta Barat, Selasa-Kamis (28-30/1).

Selain membuat miniantur, mereka juga diminta panitia untuk menjelaskan sejarah dari karya yang mereka buat. Tujuannya mengasah kreatifitas dan pengetahuan peserta pelatihan kepemimpinan.

Hari Santri 2019

Makesta yang dihadiri antara lain Ketua PC IPNU Jakbar Nahraji Zen dan Ketua PC IPPNU Jakbar Kartika Laras Panduhati diikuti oleh puluhan siswa SMA, SMK, dan MA yang ada kecamatan Kembangan dan sekitarnya.

Hari Santri 2019

Pengasuh pesantren Al-Washilah Kiai Ahmad Sanusi mengatakan, “Setiap anak muda juga pemimpin. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW.” Kiai Sanusi mengharapkan kader IPNU-IPPNU Kembangan terus melibatkan kalangan pelajar dalam aktivitas-aktivitas positif. (Yudhi Permana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nasional, Syariah Hari Santri 2019

Minggu, 07 Januari 2018

Alasan Efisiensi, Munas dan Konbes NU Dikembalikan ke Gedung PBNU

Jakarta,Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan lokasi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama dipindahkan, dari sebelumnya Pondok Pesantren Al Hikam II, Depok, Jawa Barat, ke Gedung PBNU.

"Alhamdulillah, rapat gabungan Syuriyah – Tanfidziyah hari ini menyepakatai lokasi Munas dan Konbes dikembalikan ke (Gedung) PBNU. Tanggalnya tidak berubah, tetap 1 dan 2 November," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Alasan Efisiensi, Munas dan Konbes NU Dikembalikan ke Gedung PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Efisiensi, Munas dan Konbes NU Dikembalikan ke Gedung PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Efisiensi, Munas dan Konbes NU Dikembalikan ke Gedung PBNU

 

Lokasi Munas dan Konbes mengalami beberapa kali perubahan. Diputuskan pertama kali digelar di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, dengan alasan persiapan teknis yang kurang maksimal pelaksanaannya kemudian dipindah ke Pondok Pesantren Al Hikam II, Depok, Jawa Barat.

Hari Santri 2019

 

Namun rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU akhirnya sepakat mengembalikan lokasi Munas dan Konbes ke Gedung PBNU. "Alasannya efisiensi. Dilaksanakan di PBNU harapannya bisa lebih hemat," tegas Kiai Said.

Hari Santri 2019

 

Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama, Arvin Hakim Thoha, menegaskan jajarannya siap melaksanakan keputusan PBNU tersebut.

 

"Jalan terus. Persiapan sudah berjalan sejak jauh-jauh hari, dan meski lokasinya dipindah kami tetap siap melaksanakan Munas dan Konbes," pungkas Arvin. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah Hari Santri 2019

Kamis, 04 Januari 2018

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat

Jakarta, Hari Santri 2019. Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Agustus 2015 mendatang, sejumlah kalangan berharap adanya peningkatan peran dan kapasitas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam membawa bangsa ini menghadapi perkembangan geopolitik global dan regional. Terlebih, saat ini Indonesia telah menandatangani kerja sama terbuka kawasan melalui Masyarakat Ekonomi Asean, maupun kerja sama multilateral dengan negara-negara besar seperti Amerika, China dan lain-lain.

“Pimpinan PBNU ke depan harus familiar dan mampu berkomunikasi dengan negara-negara yang bisa meng-upgrade kapasitas kader NU. NU harus banyak mengirim kadernya untuk belajar ke negara-negara besar, tidak hanya ke negara di timur-tengah saja,” ujar Pengamat Kajian Eropa Universitas Indonesia, Mahmud Syaltut, Jumat (8/5).

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat

Dikatakan Syaltout, PBNU juga harus memperkuat peran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara yang dibentuk dan dikelola oleh kader-kader NU yang menjadi mahasiswa dan pekerja migran? di luar negeri.

Hari Santri 2019

“Diaspora kader NU harus dimenej lebih matang. Banyak kader-kader NU yang bagus, perlu dirangkul dan diberdayakan. Identifikasi kader NU di Negara-negara yang menjadi pusat Iptek.? Jadi ke depan, NU tidak hanya berperan di wilayah agama, pendidikan dan budaya. Tapi juga harus bergerak di wilayah vital, seperti pertanian, energi, industri, ekonomi, wisata dan lainnya,” papar Syaltout.

Lebih lanjut ia mengungkapkan sekarang era multitrack diplomacy dan kerja sama yang dilakukan antar negara saat ini tidak lagi berbentuk bilateral, tetapi sudah multilateral, yang mensyaratkan kesetaraan dan keseimbangan kapasitas maupun perolehan manfaat.

Hari Santri 2019

“NU juga harus mulai berinvestasi di wilayah ekonomi. Sekarang era inovatif advantage dan mulai masuk ke era prediktif advantage. Siapa yang mampu meriset melakukan prediksi atau ramalan masa depan yang bisa diuji secara empirik,dia yang menang, NU harus mengambil ruang itu,” paparnya.

Isi Sektor Strategis

Hal sama diharapkan Pakar Hubungan Internasional UI,? Edy Prasetyono.? Menurut Edy, PBNU harus serius menyiapkan kader-kader ideologis dengan kapasitas keilmuan dan keterampilan yang lebih beragam. “Harus mampu memanfaatkan dan mentransformasi sektor-sektor strategis di bidang maritim. Yakni bidang industri kreatif, teknologi pertanian dan pangan, teknologi transportasi khususnya perkapalan dan kader yang ahli di bidang energi dan teknologi informasi,” ujarnya.

Edy menyesalkan, sejumlah sektor tersebut justru banyak digarap secara serius oleh kelompok-kelompok muslim berpaham ekstrem. Padahal menurut Edy, jika sektor-sektor strategis itu dikuasai kelompok ekstrem, akan sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia. Karena, selain akan menghancurkan budaya toleransi, kebhinnekaan dan demokrasi yang sudah terbangun di Indonesia, mereka juga bisa memicu perang saudara di Indonesia, seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Dan dengan posisi Indonesia yang dianggap vital oleh negara-negara besar, khususnya dengan jalur sutra? yang dimiliki Indonesia, konflik di Indonesia bisa meletupkan perang dunia.

“Ada kekhawatiran luar biasa atas kehadiran kelompok Islam agresif di Indonesia. Mereka tak hanya melakukan radikalisasi dan terorisme tetapi juga memicu perang di mana-mana. Mereka ini serius mengeskploitasi sumber dayanya. Mengirim kadernya untuk belajar teknologi, bisnis dan energi ke berbagai negara maju,” paparnya.

Karena itu, menurut Edy, PBNU harus menjalin kerja sama lintas sektor dengan negara, inetelektual dan para pengusaha untuk mengantisipasi ancaman ekstremisme tersebut. Sebab kehadiran mereka selain mampu menguasai sektor vital juga memengaruhi bahkan mencuci otak masyarakat dengan segala sumber daya yang dimiliki. Sehingga, masyarakat Indonesia menjadi rentan konflik, sulit bersatu dan kehilangan karakter saling menghargai, toleransi dan gotongroyongnya.

“Perlu ada kerja sama serius yang kuat antara Negara dengan ormas semacam NU ini, untuk menghadapi perang asimetris yang bakal makin marak terjadi. Perang asimetris itu berupa perang ide, kreatifitas, perang gagasan dan ideology yang berujung pada konflik fisik dan perang saudara,” tambahnya. (Malik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tokoh, Ahlussunnah, Syariah Hari Santri 2019

Senin, 01 Januari 2018

Percepatan Kemudahan Berusaha di Indonesia Makin Diakui di Dunia

Jakarta, Hari Santri 2019. Ikhtiar pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi secara keseluruhan kembali membuahkan hasil. Capaian kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil dicatat dunia internasional berkat kerja bersama antarpemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. 

Percepatan Kemudahan Berusaha di Indonesia Makin Diakui di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Percepatan Kemudahan Berusaha di Indonesia Makin Diakui di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Percepatan Kemudahan Berusaha di Indonesia Makin Diakui di Dunia

Capaian terbaru berupa Ease of Doing Business (EODB). Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Dunia tentang Kemudahan Berusaha, peringkat kemudahan berusaha di Indonesia (EODB 2018) naik 19 peringkat ke posisi 72 dari 190 negara yang disurvei.

Capaian ini melanjutkan tren percepatan peningkatan peringkat dalam dua tahun terakhir. Seperti diketahui, pada EODB 2017 posisi Indonesia naik 15 peringkat, dari 106 ke peringkat 91. Pada tahun tersebut Indonesia masuk dalam 10 negara Top Reformers. Dengan demikian, dalam 2 tahun terakhir posisi Indonesia telah naik 34 peringkat. Sebelum EODB 2017 posisi Indonesia berkisar antara peringkat 116-129.

“Dalam 3 tahun terakhir, Indonesia telah menjadi tempat yang lebih mudah untuk berusaha. Prestasi ini tak terlepas dari kerja keras semua pihak,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. 

Sebagai perbandingan, perkembangan peringkat negara-negara lain di ASEAN dalam 2 tahun terakhir antara lain: Vietnam naik 23 peringkat dan Thailand naik 20 peringkat. Adapun Malaysia turun 2 peringkat dan Filipina turun 14 peringkat.

Hari Santri 2019

Indikator EODB 2018 yang mengalami perbaikan tajam adalah, Penyelesaian Kepailitan (Resolving Insolvency) dari posisi 74 di EODB 2016 menjadi posisi 38 di EODB 2018 (36 peringkat); Penegakan Kontrak (Enforcing Contracts) dari posisi 171 di EODB 2016 menjadi posisi 145 di EODB 2018 (26 peringkat); Penyambungan Listrik (Getting Electricity) dari posisi 61 di EODB 2016 menjadi posisi 38 di EODB 2018 (23 peringkat). 

Hari Santri 2019

Selanjutnya, untuk mengejar target peringkat 40 pada EODB 2020, pemerintah akan fokus untuk memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 144) Memulai Usaha (Starting a business) dengan cara mengurangi prosedur perizinan dan penerapan layanan sistem online,  memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 114) Sistem Pembayaran Pajak (Paying taxes) dengan cara melanjutkan program E-Filing dan memperbaiki database perpajakan. 

Berikutnya memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 112) Perdagangan Lintas Batas (Trading across borders) dengan cara menurunkan jumlah lartas, menerapkan integrated risk management, dan penggunaan sistem online, dan memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 108) Izin Mendirikan Bangunan (Dealing with construction permits) dengan cara simplifikasi prosedur dan memperkuat inspeksi bangunan. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah Hari Santri 2019

Jumat, 22 Desember 2017

Rais Aam: Bahtsul Masail NU Teguhkan Tradisi Ulama dalam Menentukan Hukum

Purwakarta, Hari Santri 2019. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menyatakan, Bahtsul Masail yang menjadi forum akademik para kiai NU dalam menentukan hukum dari sebuah persoalan merupakan upaya mengembalikan dan meneguhkan tradisi para ulama zaman dulu dalam pengambilan hukum.

Rais Aam: Bahtsul Masail NU Teguhkan Tradisi Ulama dalam Menentukan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Bahtsul Masail NU Teguhkan Tradisi Ulama dalam Menentukan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Bahtsul Masail NU Teguhkan Tradisi Ulama dalam Menentukan Hukum

Hal ini ia kemukakan saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Bahtsul Masail Pra-Musyawarah Nasionak dan Konferensi Besar (Pra-Munas dan Konbes) NU 2017, di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta, Jawa Barat pekan lalu.

Bahkan menurut Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten ini, para ulama zaman dulu bukan hanya berijtihad secara qauli dan manhaji (metodologis), tetapi sudah pada taraf mengkaji ulang sebuah hukum.

“Bahkan mereka sudah berani i’adzatun nadzor terhadap pendapat-pendapat yang tidak bisa diterapkan,” jelas Kiai Ma’ruf.

Hari Santri 2019

Ketua Umum MUI Pusat ini mengungkapkan, sistem pengkajian ulang bukan hanya membahas persoalan hukum inilah yang saat ini hampir sudah tidak ada di lingkungan NU.

Namun, Kiai Ma’ruf sendiri tidak memungkiri metode berpikir manhaji sudah diterapkan oleh para kiai NU sehingga ruang pengkajian ulang terhadap pendapat dan hukum bisa terus dilakukan.

“Jadi penting berpikir dengan menggunakan metode berpikir manhaji, bukan hanya qauli,” tegasnya.

Hari Santri 2019

Bahas sejumlah problem penting

Dalam kesempatan sebelum perhelatan Munas dan Konbes pada 23-25 November 2017 mendatang ini, NU membahas sejumlah persoalan penting yang perlu dibahtsulmasailkan terkait waqi’iyah (problem terkini), maudluiyah (tematik), dan qanuniyah (perundang-undangan).

Bahtsul Masail Waqi’iyah diantaranya membahas tentang investasi dana haji, hak waris anak hasil zina, hukum melempar jumroh lewat tengah malam di hari tasyriq, dan keberadaan minimarket yang mengancam pedagang kecil.

Adapun Bahtsul Masail Maudluiyah membahas persoalan hukum penggunaan lahan, ujaran kebencian, hak bagi penyandang disabilitas yang secara khusus akan disusun fiqih disabilitas, hukum penggunaan frekuensi publik, dan soal taqrir jamai serta ilhaqun nash binadzairiha dalam sistem pengambilan hukum di lingkungan NU.

Sedangkan Bahtsul Masail Qanuniyah membahas persoalan terkait RUU Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan, RUU KUHP, Putusan MK terkait anak hasil zina yang otomatis menjadi anak angkat dalam hal pembagian waris, termasuk putusan MK soal penyematan aliran kepercayaan di KTP. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, RMI NU, Sunnah Hari Santri 2019

Rabu, 13 Desember 2017

PMII Djoko Tingkir Gelar Kongko Pergerakan

Salatiga, Hari Santri 2019 ?

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Djoko Tingkir kota Salatiga, Jawa Tengah mengadakan “kongko pergerakan” di gedung Sabda Mulya. Acara ini tujuan untuk mempersatukan lima rayon PMII agar lebih memiliki solidaritas tinggi.?

PMII Djoko Tingkir Gelar Kongko Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Djoko Tingkir Gelar Kongko Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Djoko Tingkir Gelar Kongko Pergerakan

Kongko pergerakan berlangsung Rabu (7/12) ini mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dan Perjuangan Pergerakan dengan Bingkai Ahlussunnah wal-Jama’ah.”?

Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Salatiga Moh Asrofi mengatakan, pada malam hari ini tidak hanya 100, 200, akan tetapi hampir 1000 kader yang hadir. “Maka dari itu kader PMII harus bersatu demi keselamatan bangsa,” katanya. ?

Ketua panitia kegiatan, Fadil Yahya mengatakan, PMII Salatiga mengadakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) lima rayon tujuannya agar terjalinnya silaturrahim, tidak ada jenjang sosial antaranggota dan supaya antarrayon lebih solid lagi.

Rangkaian kegiatan kongko diawali dengan pembacaan maulid Al-Barjanji, dilanjutkan orasi-orasi. Kemudian anggota IKA PMII Salatiga yang telah berproses lama di PMII untuk memotivasi kepada anggota serta kader PMII Salatiga.

Hari Santri 2019

Akhir acara ditandai dengan penerbangan 1000 lampion di lapangan Pancasila sebagai simbol harapan untuk keselamatan bangsa Indonesia dan kemajuan PMII serta diiringi lagu-lagu pergerakan. (Faizal Izall/Abdullah ALawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Syariah Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas

Cirebon, Hari Santri 2019. Pesantren adalah gudang pengetahuan dan seni. Banyak sekali kreasi seni dan sastra yang dipelajari di pesantren baik dari sastra Arab maupun lokal, termasuk Kitab Barzanji. Maka, pengetahuan yang penting ini sudah saatnya harus dikenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas

Demikian disampaikan Ken Zuraida, sutradara kenamaan teater Indonesia usai pementasan teater Kalung Permata Barzanji di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Rabu (29/1) malam.

“Dulu, masyarakat luas melalui pesantren mengenal akrab Kitab Barzanji, tapi akibat kehidupan yang semakin kompleks, tradisi membaca kitab ini semakin jarang bahkan punah, hanya sesekali dibacakan saat peringatan-peringatan tertentu saja,” ungkap istri almarhum WS Rendra kepada Hari Santri 2019.

Hari Santri 2019

Menurutnya, punahnya tradisi pembacaan Barzanji di tengah masyarakat harus dihentikan dengan mengenalkan kembali tradisi pesantren ini kepada khalayak yang lebih luas. Salah satunya adalah dengan mengemasnya menjadi sebuah pentas teater.

Hari Santri 2019

“Shalawat, melalalui lantunan Barzanji itu bisa mencerahkan langit, juga bumi. Maka, tradisi ini penting untuk dipertahankan dan dikenalkan kepada masyarakat luas. Jika mengenalkan melalui Barzanji secara utuh, tentu akan berat, maka akan mudah dicerna jika disajikan dalam bentuk teater,” katanya.

Kalung Permata Barzanji merupakan bentuk teatrikal dari naskah Kitab Barzanji yang dikarang  oleh Syekh Jafar al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim yang wafat pada tahun 1766. Pementasan teater ini diperankan oleh puluhan santri dari 9 Pesantren di Babakan Ciwaringin Cirebon, yakni Pesantren Ghusyaqul Quran, Assalafie, Assalafiyat, Kebon Jambu, Al-Kamaliyyah, Miftahul Muta’allimin, Mu’allimin, MQHS dan Asholihat.

Selain dipentaskan di lingkungan Pesantren Babakan Cirebon sendiri,  teater ini juga akan dipentaskan di Tegal pada tanggal 1 Februari 2014 dan di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada tanggal 7 dan 8 Februari 2014.  (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Syariah Hari Santri 2019

Rabu, 06 Desember 2017

Semangat ‘Nenek Lincah’ Ini di Muslimat NU Pringsewu Seperti Pemudi

Pringsewu, Hari Santri 2019?



Bupati Pringsewu H. Sujadi secara spontan meminta seorang ibu untuk naik ke panggung pada Pengajian Rutin Triwulan PAC Muslimat Kecamatan Pagelaran di aula gedung NU, Ahad (17/9). Ia sepertinya sangat terkesan kepada ibu tersebut karena di usia yang sudah sangat senja masih bersemangat hadir di pengajian tersebut.

Semangat ‘Nenek Lincah’ Ini di Muslimat NU Pringsewu Seperti Pemudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat ‘Nenek Lincah’ Ini di Muslimat NU Pringsewu Seperti Pemudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat ‘Nenek Lincah’ Ini di Muslimat NU Pringsewu Seperti Pemudi

"Ibu ini bernama Ibu Kartini yang walaupun usianya sudah senja, tapi semangatnya masih membara seperti pemudi. Beliau ingin memberi support kepada seluruh Muslimat di Kabupaten Pringsewu, khususnya di Kabupaten Pagelaran dengan yel-yel Muslimat yang sangat khas," katanya sesaat setelah bertanya kepada Ibu Kartini.

Sesaat setelah itu, terdengar suara Ibu Kartini memompa semangat ibu-ibu dengan yel-yel ciri khas Muslimat.?

"Muslimat...!" teriaknya dengan nada mirip salah seorang dai televisi.

Hari Santri 2019

"NU...," jawab seluruh jamaah dengan suara kompak.

Tidak cuma sekali Ibu Kartini memompa semangat dengan yel-yel tersebut. Bupati Pringsewu meminta ibu yang dijuluki "neli" alias nenek lincah ini mengulang sebanyak tiga kali.?

Hari Santri 2019

Bupati Pringsewu pun tak mau kalah. "Sekali Muslimat, tetap Muslimat. Sekali NU, tetap NU," sigapnya menambahkan yel Bu Kartini.

Semangat juga ditunjukkan Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir yang didaulat menyampaikan mauidzatul hasanahnya. Ia mengingatkan, sebagai jamiyyah diniyyah terbesar di dunia, warga NU harus mampu menjaga dan merawat NU.?

"Rawat, ? jaga NU dan wariskan NU kepada anak-anak generasi penerus kita. Jangan sampai anak cucu kita asing mendengar nama NU," katanya.

Salah satu cara mewariskan NU kepada generasi penerus, menurutnya, adalah dengan memberikan pendidikan yang tepat kepada mereka.

"Didik mereka di pondok pesantren dan lembaga pendidikan bernapaskan Ahlussunnah wal-Jama’ah. Jangan sampai mendidik anak di lembaga yang tidak bernapaskan NU. Salah Kamar itu," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Syariah Hari Santri 2019

Jumat, 24 November 2017

MTs Futuhiyyah I Gelar Istighotsah Jelang Ujian Nasional

Demak, Hari Santri 2019. Puluhan siswa kelas IX MTs Futuhiyyah 1 Mranggen Demak mengadakan istighotsah bersama sebelum menghadapi UN, Sabtu (3/5) malam. Kegiatan ini didampingi segenap jajaran guru dan pegawai MTs Futuhiyyah 1.

Istighotsah ini merupakan kegiatan rutin tahunan di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen. Bertempat di aula sekolah para hadirin mendengarkan pembacaan maulid yang dipimpin salah seorang siswa. Mereka selanjutnya membaca tahlil yang dipandu KH Ahmad Tamziz.

MTs Futuhiyyah I Gelar Istighotsah Jelang Ujian Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Futuhiyyah I Gelar Istighotsah Jelang Ujian Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Futuhiyyah I Gelar Istighotsah Jelang Ujian Nasional

Kepala MTs Futuhiyyah 1 Mranggen KH Said Lafif Hakim berpesan kepada seluruh siswa kelas IX untuk senantiasa belajar dan terus belajar. Ia mengimbau para siswanya untuk memanfaatkan waktu yang ada.

Hari Santri 2019

“Di samping belajar, kalian jangan lupa berdo’a. Karena, do’a akan menjadi kekuatan batin bagi kita,” kata Kiai Said dalam sambutannya.

Pembacaan istighotsah dipimpin langsung H Shodiqin. Acara ini ditutup dengan doa yang dibacakan oleh KH Abdul Basyir Hamzah. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Budaya Hari Santri 2019

Kamis, 16 November 2017

Mengembangkan Ilmu Pengetahuan di Pesantren adalah Bentuk Bela Negara

Jombang, Hari Santri 2019. Banyak cara yang bisa dilakukan santri sebagai bentuk bela negara. Salah satunya dengan terus mengembangkan ilmu pengetahuan di lingkungan pondok pesantren. Menurut KH Abdul Ghofar (Gus Ghofar), Sekretaris Pesantren Tebuireng, Pondok Pesantren yang juga salah satu pelopor kemerdekaan juga harus konsisten mempertahankan keutuhan negara.

Mengembangkan Ilmu Pengetahuan di Pesantren adalah Bentuk Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengembangkan Ilmu Pengetahuan di Pesantren adalah Bentuk Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengembangkan Ilmu Pengetahuan di Pesantren adalah Bentuk Bela Negara

Disamping itu, katanya, pondok pesantren juga perlu mengembangkan pengetahuan ilmiah dan sains berbasis Al-Quran. Hal itu dirasa penting karena perkembangan zaman akan terus mempersaingkan ilmu pengetahuan. Tidak terkecuali teknologi. "Karena Al-Quran merupakan sumber pengetahuan dari segala aspek," ujarnya kepada Hari Santri 2019 saat ditemui di kantornya, Selasa (15/12) lalu.

Ia menjelaskan, dalam mengisi pembangunan nasional, santri harus bisa mandiri secara ekonomi. Karena dengan tidak bergantung kepada negara untuk ekonominya, berarti santri sudah mendukung pembangunan nasional. "Memajukan ekonomi mandiri, harus dilakukan oleh santri. Dan itu termasuk salah satu bentuk bela negara," jelasnya.

Hari Santri 2019

Ia pun sudah melakukan berbagai hal untuk mendukung konsep bela negara tersebut. Salah satunya melatih dan mendorong santri berwirausaha. "Ini penting untuk bekal santri ketika akan terjun ke masyarakat. Karena dengan mandiri secara ekonomi santri berarti menunjang kemandirian perekonomian nasional," lanjutnya.

Gus Ghofar juga menerangkan, selain dengan kemandirian ekonomi para santri, pondok pesantren juga mengingatkan untuk tidak lelah mempertahankan negara. Serta terus memupuk rasa nasionalismenya. "Santri yang juga elemen di pondok pesantren harus bisa mengisi pembangunan nasional. Itu merupakan salah satu bentuk bela negara yang perlu dilakukan santri. Disamping itu, mempertahankan NKRI memang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat, tidak terkecuali santri."

Hari Santri 2019

Baginya, menumbuhkan rasa nasionalisme para santri juga bentuk bela negara. "Yang akan dilakukan Pondok Pesantren Tebuireng segera bekerjasama dengan TNI dalam meningkatkan kedisiplinan tenaga Pembina santri di pondok. Sehingga tidak hanya mengembangkan rasa nasionalisme melalui pengetahuan dan kajian ? di pondok, tapi juga pengetahuan dari militer sebagai pelopor pertahanan nasional," ulasnya.

Ia pun berharap, kalangan pondok pesantren tetap menjadi bagian dalam pelopor mempertahankan negara. "Karena secara tidak langsung itu merupakan bentuk bela negara dari kalangan pondok pesantren," pungkas Gus Ghofar. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian, Syariah Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock