Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

KH Anwar Zahid: Islam Bukan Agama Fenomena

Waykanan, Hari Santri 2019. Islam bukan agama fenomena yang hanya diamalkan dan dimunculkan dalam waktu-waktu tertentu saja. Karena itu, untuk menjadi Islam harus istiqomah dan kontinu, jangan temporer.

KH Anwar Zahid: Islam Bukan Agama Fenomena (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Anwar Zahid: Islam Bukan Agama Fenomena (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Anwar Zahid: Islam Bukan Agama Fenomena

Demikian disampaikan KH Anwar Zahid saat mengisi pengajian di lapangan Kampung Serdang Kuring Kecamatan Bahuga Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung yang dihelat Lembaga Persatuan Tokoh Islam (LPTI) Walisongo, Selasa (7/4).

Pengasuh Pondok Pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafiiyah Bojonegoro Jawa Timur itu menambahkan, Islam itu harus kafah atau menyeluruh, dari bangun sampai tidur, ucapan, perilaku, tingkah lakunya harus bernapaskan nilai-nilai ajaran Islam.

Hari Santri 2019

"Dari ujung rambut atau the unyeng-unyeng, sampai ujung kaki atau the tungkak harus melaksanakan nilai-nilai ajaran Islam, bukan hanya menonjolkan simbol-simbol Islam," tegas alumni Ponpes APTQ Sampurnan Bungah, Gresik, Jatim ini.

Hari Santri 2019

Menurutnya, agama itu harus digendong, seperti apa yang dikatakan Mbah Surip dalam lagunya, harus senantiasa digendong kemana-mana. Kenapa orang keliru, korupsi merajalela, ini karena agama tidak digendong. 

“Apa lanjutnya kata Mbah Surip? Enak tho? Manteb tho?" terang Kiai Anwar.

Hadir pada kegiatan itu, Ketua PCNU Waykanan, KH Nur Huda, Ketua DPRD Waykanan Raden Adipati Surya, Ketua TP PKK Dr Rina Marlina, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gino Vanollie. Terlihat pula puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) terlibat mengamankan lokasi dan kegiatan. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Pendidikan Hari Santri 2019

Rabu, 07 Februari 2018

"Kiai Kampung" Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel

Seoul, Hari Santri 2019. Bertempat di Mushola An Noor Daejon, 300 km selatan Seoul, pada tanggal 23 Desember 2012 lalu telah dilaksanakan silaturahim dan muktamar Ikatan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (IKBNU). 

Kiai Kampung Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Kampung Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)

"Kiai Kampung" Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel

Acara ini dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari pengurus IKBNU dan para kiai perwakilan mushola di seluruh semenanjung Korea. Pemilihan tempat di Daejon adalah disamping banyak Nahdliyin yang mukim di kota ini, juga secara geografis terletak di tengah Negara Korea sehingga memudahkan peserta muktamar dari daerah lain. 

Agenda muktamar selain silaturahim juga pemantapan organisasi IKBNU. Secara ringkas jalannya muktamar ini didahului dengan lailatul ijtima’ di malam sebelumnya, kemudian pagi harinya acara inti muktamar. 

Hari Santri 2019

Acara inti meliputi pembukaan, Tilawatil Quran dan shalawat oleh Ustadz Hisak Nissa. Sambutan ketua takmir Mushola An Noor Daejon oleh Abdullah Syukri, sambutan dari Komunitas Muslim Indonesia (KMI) oleh Ustadz Syamsul Arifin, sambutan dan pemantapan organisasi oleh Ketua IKBNU Fahmi Arif Tsani, dan diakhiri dengan mau’idhah keaswajaan oleh Kiai Iskandar Dzulkarnain yg juga wakil ketua IKBNU. 

Hari Santri 2019

Informasi berhaji dari Korea juga disampaikan oleh Haji Sholih, salah seorang Nahdliyin yg berhaji tahun ini. Dalam muktamar ini seluruh peserta secara aklamasi menyatakan dukungannya bahwa IKBNU adalah wasilah organisasi untuk diajukan menjadi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Korea.

Ikhtiar yang dilakukan adalah akan segera dilakukan pengusulan ke PBNU. Berdasar AD/ART Nahdlatul Ulama hasil Muktamar Makassar, untuk mendirikan sebuah PCI diusulkan minimal oleh 40 warga Nahdliyin setempat. Syarat tersebut tidak terlalu sulit bagi IKBNU Korea, mengingat WNI yang bermukim sebagai diplomat, pekerja, dan pelajar sudah mencapai lebih dari 35,000 dan mayoritas adalah Nahdliyin. 

Di samping itu, disepakati bahwa istilah-istilah keorganisasian dalam kepengurusan IKBNU disesuaikan seperti yang ada di PCI NU sehingga ketika nantinya PCI terbentuk, tidak perlu lagi perombakan struktural yang besar. Silaturahim kiai kampung dan muktamar IKBNU ini secara kesuluruhan berlangsung sukses. Suhu dingin di bawah 0 derajat di musim dingin tidak mengurangi semangat dan kehangatan penuh kekeluargaan sesama Nahdliyin yg hadir. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Fahmi Arif Tsani

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan, Budaya Hari Santri 2019

Senin, 05 Februari 2018

Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar

Jakarta, NU.Online
Setelah melalui upaya perundingan yang alot antara pihak GAM-RI di Tokyo, akhirnya mengalami dead lock karena juru runding dari pihak GAM tidak mau mengalah. Tidak dicapainya kesepakatan itu karena Karena GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menolak tiga syarat yang telah diajukan pemerintah RI yaitu : GAM mengakui keberadaan Republik Indonesia. Artinya, Aceh tetap merupakan bagian dari? Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, menerima Undang-Undang NAD. Ketiga, meletakkan senjata.

Ketua juru runding Indonesia, Wiryono Sastrohandoyo, menyatakan "Kita telah melakukan upaya yang maksimal untuk menghindari Operasi Militer? tapi GAM memang keras kepala dan tak mau mengalah sedikitpun," ungkapnya beberapa saat setelah mengakhiri perundingan.?

Hal senada juga diungkapkan Steve Dally? Juru runding (HDC) Henry Dunant Centre, " Perundingan Damai RI dan GAM memang tidak bisa dicapai" ungkapnya.

Menurut Steve Daly, pihak Komite Keamanan Bersama telah berusaha untuk membawa kedua delegasi untuk menghasilkan keputusan penghentian konflik. "Usaha yang kami lakukan tersebut, sayangnya, telah gagal," kata? Dally

Sementara itu dilaporkan kantor berita AP? bahwa " Para petinggi? GAM yang terlibat dalam perundingan menyatakan siap perang, tak ada pilihan lain selain mengangkat senjata dan mereka menyatakan telah terbiasa mengangkat senjata selama 27 tahun".

Sebelumnya, baik Presiden maupun Wakil Presiden menegaskan bahwa untuk ketiga syarat itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Artinya apabila pihak GAM menolak untuk memenuhi ketiga syarat, maka pemerintah akan melaksanakan operasi terpadu untuk memberantas GAM yang melakukan tindakan makar.

Proses damai di Aceh selalu gagal sekalipun Indonesia telah empat kali mengganti presidennya, dan telah melakukan berbagai upaya untuk mecegah pemberontakan di Aceh. Kini GAM yang sudah semakin kuat semakin keras pula tuntutan mereka untuk merdeka, dan tetap menolak tawaran tertinggi dari pihak Indonesia dengan otonomi khusus.

Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil mengatakan, perundingan bisa terjadi jika pihak GAM mau menerima syarat yang diajukan. Dengan demikian pilihan bagi GAM memang hanya ada dua, menolak atau menerima.

Apabila GAM menolak, berarti proses perundingan mengalami jalan buntu. Itu berarti pemerintah pusat sudah tidak punya pilihan, yakni melaksanakan operasi terpadu yang telah mendapat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, yang formalnya berupa dukungan dari DPR RI itu terpaksa dilaksanakan.

Setelah perundingan di Tokyo mengalami kemacetan, maka tidak ada harapan lagi bagi pihak pemerintah pusat dengan pihak GAM untuk melanjutkan upaya damai. Bagi pemerintah yang ingin melaksanakan operasi terpadu, harus berpikir agar meminimalisasi korban yang jatuh dari rakyat sipil yang tidak berdosa.

Rakyat Aceh yang baru sebentar menikmati suasana damai selama diterapkannya Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) di Aceh, kiniharus bersiap-siap untuk mengungsi atau menyelamatkan diri kemungkinan terburuk yang ditimbulkan oleh bentrokan senjata

Keppres Diumumkan Malam Ini

Atas hasil perundingan di Tokyo ini, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono sudah melaporkan kepada Presiden Megawati. “Tadi bapak menteri sudah melaporkan kepada presiden melalui telepon,” jelas Sekretaris Menko Polkam Letjen Sudi Silalahi? seusai rapat interen jajaran Menko Polkam di kantor Menko Polkam.

Atas gagalnya perundingan ini, lanjut Sudi, Menko Polkam juga sudah menghubungi Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kapolri Jenderal Pol Da’I Bachtiar untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait operasi terpadu di Aceh

Setelah sempat simpang siur tentang tempat pengumuman Keppres Operasi Terpadu di Aceh, akhirnya diketahui? pengumuman tersebut dilakukan di kantor Menko Polkam.? Keputusan Presiden No. 28 tahun 2003? yang dibacakan oleh Sesmilpres, Mayjend TB Hasanudin, Senin (19/5/2003) pukul (00.05 WIB) itu menandakan dimulainya Operasi Terpadu di Aceh untuk menumpas GAM.? Artinya di Aceh dalam status keadaan bahaya dengan Status Darurat Militer. Diundangkannya Keppres tersebut dengan sendirinya menjadi payung hukum bagi militer untuk menumpas GAM setidaknya untuk jangka waktu enam bulan kedepan.

Atas pertimbangan ini, lebih lanjut pemerintah memerintahkan kepada jajaran terkait untuk melakukan operasi terpadu, sebagaimana yang pemerintah jelaskan sebelumnya. “Operasi Terpadu dan Status Darurat Militer mulai berlaku pukul 00.00 19 Mei tahun 2003,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers? (Iin/Dtk/Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kiai, Pendidikan Hari Santri 2019

Kesepakatan Tokyo  Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar

Selasa, 30 Januari 2018

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang

Malang, Hari Santri 2019 - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Unibraw mermpungkan program pendidikan untuk anak jalanan dan anak usia dini di Kota Malang, Ahad (5/6). Program pendidikan anak jalanan dan usia dini tahap pertama ini resmi ditutup dengan pencapaian target sesuai dengan yang direncanakan.

Dalam program tahap awal ini pelajar NU Unibraw bekerja sama dengan LPAN Griya Baca Kota Malang. Dengan program ini, mereka berharap Kota Malang menjadi kota inklusif, kota layak anak, dan mencetak anak yang berkarakter bagi masa depan.

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang

Program dengan nama Dream for The Kidds ini dilaksanakan selama lima bulan dan mendapatkan respon positif. Hal ini ditandai dengan tingginya antusias masyarakat dan banyaknya relawan yang turut serta. Penutupan program tahap satu ini ditandai dengan penyerahan sealer (penyegel) kemasan produk kepada pengurus LPAN Griya Baca Kota Malang yang nantinya akan ditindaklanjuti pada program tahap dua dengan fokus pemberdayaan pembuatan produk.

Hari Santri 2019

Alhamdulillah tahap satu sudah selesai dan ditutup sesuai jadwal sebelum bulan Ramadhan, tahap satu kami masih berfokus pada perkenalan dan pendidikan dasar bagi anak. Pendidikan dasar ini adalah pondasi awal di mana nanti pada fase dua kami akan mencoba mengarahkan pada sektor pemberdayaan ekonomi supaya anak jalanan dan anak usia dini bisa mandiri dan jiwa kewirausahaanya terlatih,” ujar Koordinator Program Rekanita Kurnia Islami.

Selama lima bulan, program ini dijalankan oleh 14 relawan aktif dan diikuti oleh 32 anak di Kota Malang. “Harapanya program sosial seperti ini akan tetap berlanjut dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. IPNU-IPPNU harus mampu menjadi pelopor nasional gerakan sosial kemasyarakatan yang massif,” tambah seorang relawan Rekan A’inurrofiqin.

Hari Santri 2019

Pihak IPNU-IPPNU Unibraw dan LPAN Griya Baca Kota Malang berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya program tahap satu. Mereka membuka kesempatan bagi siapa saja untuk ikut terlibat dalam program ini dan memberikan kontribusi baik berupa materi, buku, atau sekedar waktu luang untuk datang ke program ini setiap hari Ahad di alun-alun Kota Malang. (Ikbar Sallim Al-Asyari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Pendidikan, Kiai Hari Santri 2019

Sidang Komisi Rekomendasi Soroti Penguatan Peran Parpol

Jombang, Hari Santri 2019. Sidang komisi rekomendasi menyoroti berbagai isu krusial, di antaranya soal partai politik. Para muktamirin di komisi ini ingin parpol menjadi strategi atau alat untuk menyehatkan demokrasi. Bukan justru menghambat atau bahkan merusak demokrasi itu sendiri.

Alissa Wahid menyampaikan hal tersebut kepada Hari Santri 2019 usai mengikuti sidang rekomendasi yang digelar di lantai 3 Gedung KH M Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (3/7) sore.

“Harusnya parpol tidak menghambat demokrasi. Sebaliknya, justru harus ada penguatan parpol sehingga bisa menjalankan fungsi itu dengan baik,” ujar putri sulung Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Sidang Komisi Rekomendasi Soroti Penguatan Peran Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Komisi Rekomendasi Soroti Penguatan Peran Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Komisi Rekomendasi Soroti Penguatan Peran Parpol

Para muktamirin di komisi ini, lanjut Alissa, juga menambahkan beberapa poin penting terkait perkembangan politik di Tanar Air. Misalnya, situasi saat ini yang membuat parpol seperti tidak memiliki kader terbaik.

“Jadi, bukan kader terbaik yang kemudian menjadi pemimpin (baik itu) gubernur, bupati, dan lainnya. Justru malah orang-orang baru yang bukan kader. Kadang malah artis yang dipilih. Itu yang kemudian dianggap sebagai hambatan demokrasi,” tandas Alissa.

Hari Santri 2019

Ia menambahkan, jika penataan parpol berjalan dengan baik, maka demokrasi Indonesia juga akan menggairahkan. “Harus ada perbaikan sistem pengkaderan dan sistem transparansi serta akuntabilitas keuangan parpol,” ujarnya.

Menurut pemilik nama lengkap Alissa Qothrunnada Munawwaroh ini, pelaksanaan sidang memang cukup cepat. Meski demikian, ia mengaku materi benar-benar ditelaah dengan baik bahkan ada koreksi.

Salah seorang utusan PCNU Kabupaten Sungai Penuh, Provinsi Jambi, mengatakan pembahasan soal politik membuat muktamirin cukup antusias dan penuh semangat.

Hari Santri 2019

“Meski ada sedikit perdebatan soal bagaimana peran Nahdliyin di bidang politik. Tentu saja kita tidak tinggal diam soal politik. NU memang tidak berpolitik tapi memperbolehkan kadernya ikut politik,” ujarnya.

Selain itu, kondisi keumatan menyangkut kondisi kehidupan umat beragama seperti umat Islam yang berada di daerah minoritas muslim seperti di Tolikara, Papua, juga dibahas. “Kami menghimbau pemerintah selaku pemegang otoritas bisa meredam konflik tersebut agar tidak merembet luas,” ujarnya.

Komisi Rekomendasi akan membahas masalah Ke-NU-an, keumatan, kebangsaan, dan internasional yang akan menjadi rekomendasi Muktamar bagi pemerintah dan pihak terkait. (Musthofa Asrori/Mahbib)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan Hari Santri 2019

Sabtu, 20 Januari 2018

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan

Rembang, Hari Santri 2019. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Rembang, Jawa Tengah AKBP Sugiarto memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara di Sarang Rembang.?

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan

“Kita sangat apresiasi (acara silaturahim tersebut),” katanya.?

Menurutnya, peran ulama dalam menjaga dan mengawal republik ini tidak diragukan lagi. Ia mengakui, dalam merebut kemerdekaan Indonesia, peran ulama tidak bisa diremehkan. “Nasionalisme dengan ulama itu tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Di dalam mengamankan acara silaturahim tersebut, ia mengerahkan lima puluh dua personilnya. “Lima puluh dua,” jawabnya singkat.

Hari Santri 2019

Ia berharap, acara ini bisa meneguhkan kembali nasionalisme terhadap Indonesia karena akhir-akhir ini banyak kelompok yang secara terang-terangan anti Pancasila dan anti NKRI.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, orang sudah terang-terangan menghina pemerintah dan anti Pancasila. “Mengkritik pemerintah boleh, kalau menghina nggak boleh dong. Kalau mengina harus kita lawan,” jelas Kiai Said.

Ia menilai, lambang negara kita seperti pemerintah, polisi, hakim dan lainnya tidak boleh dihina. “Tetapi kalau mereka salah harus kita kritik. Ada aturannya lah, ada akhlaknya” katanya.

“Kalau kita tidak mau menghormati presiden kita, terus kita mau percaya kepada pemerintah siapa,” paparnya.

Dalam acara silaturahim Alim Ulama Nusantara tersebut, hadir juga Bupati Rembang Moch. Salim. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ulama, Pendidikan Hari Santri 2019

Rabu, 17 Januari 2018

Tips Rumah Tangga Langgeng Dunia-Akhirat

Dalam setiap acara pernikahan bisa dipastikan adanya sebuah doa yang diucapkan untuk kedua mempelai; semoga sakinah mawadah wa rahmah. Sebuah doa yang dimaksudkan agar keluarga dan rumah tangga yang dibangun oleh kedua mempelai selalu berada dalam kondisi ketenangan penuh cinta dan kasih sayang di antara suami istri dan setiap anggota keluarga lainnya.

Ada lagi satu doa yang sering dipanjatkan pada setiap acara pernikahan di lingkungan masyarakat suku Jawa. Doa ini biasanya diucapkan oleh sang pembawa acara dengan kalimat “semoga langgeng sampai kaken-kaken ninen-ninen”. Artinya berharap keluarga dan rumah tangga yang dibangun oleh kedua mempelai diberi kelanggengan sampai keduanya lanjut usia menjadi kakek dan nenek.

Tips Rumah Tangga Langgeng Dunia-Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Rumah Tangga Langgeng Dunia-Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Rumah Tangga Langgeng Dunia-Akhirat

Ya, siapa pun pasti berharap tali pernikahan yang diikat untuk sekali seumur hidup, tak pernah putus di tengah jalan. Siapa pun pasti berkehendak ikatan suami istri yang dilakoninya akan terus berlanjut sampai ajal menjemput. Keluarga dan rumah tangga yang dibangun menjadi keluarga yang tenang, tenteram, penuh kasih sayang di antara sesama anggota keluarga sampai dengan semuanya dipisahkan oleh kematian.

Bila kita mau membaca dan memahami ajaran Al-Qur’an dengan seksama semestinya kelanggengan dan kebahagiaan berkeluarga yang ditawarkan oleh Islam tidaklah sebatas sampai kematian memisahkan semuanya. Islam justru menawarkan kelanggengan dan kebahagiaan berkeluarga yang abadi sejak masih di dunia hingga di akhirat kelak.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Di dalam Al-Qur’an Surat At-Thur ayat 21 Allah menyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Orang-orang yang beriman dan keturunan mereka mengikutinya dengan keimanan maka Kami pertemukan mereka dengan keturunannya dan Kami tidak mengurangi sedikit pun dari amal mereka.”

Dengan ayat tersebut, sebagaimana dijelaskan berbagai kitab tafsir, Allah ingin memberitahukan perihal anugerah, kasih sayang dan kebaikan-Nya kepada para hamba-Nya. Bahwa orang-orang mukmin bila anak keturunannya ikut beriman kepada Allah maka Allah akan mempertemukan anak-anak keturunan itu dengan orang tuanya pada satu tempat dan derajat yang sama yakni surga, meskipun para anak keturunan tersebut tidak melakukan amalan yang mencapai derajat sebagaimana yang dicapai orang tuanya. Perlakuan ini diberikan oleh Allah untuk memuliakan para orang tua yang mukmin itu agar mereka merasa bahagia dapat berkumpul kembali dengan anak-anaknya.

Lebih jauh dari itu Imam Ahmad As-Shawy meriwayatkan bahwa kelak ketika seorang ahli surga telah memasuki surga ia akan menanyakan keberadaan orang tua, istri dan anak-anaknya. Kepadanya diberitahukan bahwa mereka tidak mendapatkan apa yang didapatkan oleh si ahli surga tersebut. Maka ia berkata kepada Allah, “Saya beramal untuk diri saya dan juga untuk mereka.” Maka dengan anugerah dan kemurahan Allah mereka yang derajatnya lebih rendah diangkat untuk dipertemukan dengan ahli surga yang derajatnya lebih tinggi.

Apa yang diberitakan Al-Qur’an di atas adalah sebuah kebenaran yang pada saatnya nanti akan terjadi. Sebuah keluarga besar, setelah sekian tahun lamanya dipisahkan oleh kematian, di akhirat kelak bisa kembali bertemu dan berkumpul pada satu tempat yang mulia dengan catatan setiap anggotanya memiliki keimanan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Untuk itu semestinya setiap pasangan pengantin yang baru membangun rumah tangga semestinya tidak hanya memiliki keinginan terwujudnya rumah tangga yang langgeng di dunia tanpa perceraian, namun lebih dari itu mesti bercita-cita agar keluarganya akan tetap langgeng dan terus hidup bersama bukan saja di dunia tapi juga di akhirat kelak.

Karenanya usaha-usaha untuk menjaga dan melestarikan keimanan yang dimiliki oleh setiap anggota keluarga menjadi wajib dilakukan sebagai modal utama demi terwujudnya keluarga sakinan yang langgeng dari dunia hingga akhirat. (Yazid Muttaqin)

Referensi:

Tafsir Jalalin, Imam Jalaludin Al-Mahali dan Jalaludin As-Suyuthi

Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adhim, Imam Ibnu Katsir

Hasyiyah As-Shawi, Imam Ahmad As-Showy

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan Hari Santri 2019

Selasa, 09 Januari 2018

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

Probolinggo, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melakukan upgrading atau penyegaran pengurus sekaligus untuk memantapkan kepengurusan Kabupaten Probolinggo periode 2013-2015, Sabtu (10/1).

Wakil Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Yayuk Hasanah mengungkapkan pemantapan pengurus ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan profesionalitas para pengurus dalam memberikan pemahaman terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) jabatan masing-masing dalam kepengurusan.

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

“Kami berharap supaya kegiatan ini bisa menambah semangat juang para pengurus untuk menyusun dan menjalankan program kerja sesuai dengan kebutuhan para pelajar NU. Sebab pada dasarnya kita bergabung dengan IPPNU adalah untuk membesarkan dan menampung seluruh aspirasi pelajar NU,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Menurut Yayuk, penyegaran sekaligus pemantapan kembali kepengurusan ini sangat penting dilakukan. Sebab selain untuk bisa memperbaiki kualitas diri, pengurus juga harus lebih semangat dalam mengembangkan organisasi IPPNU di Kota Probolinggo.

Hari Santri 2019

“Perjuangan itu sangat penting dilakukan dibarengi dengan semangat dalam memperjuangkan dan melestarikan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo,” terangnya.

Demi tetap menjaga eksistensi organisasi jelas Yayuk, maka semua pengurus PC IPPNU Kota Probolinggo harus selalu menjaga kekompakan agar program kerja yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan harapan para pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo.

“Kekompakan ini penting agar apa yang sudah kita programkan bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Pemantapan ini merupakan salah satu upaya penguatan SDM di jajaran kepengurusan sebagai langkah mempertajam program kerja yang akan ditetapkan dalam Rakercab mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pesantren, Pendidikan, Nahdlatul Hari Santri 2019

Kamis, 04 Januari 2018

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa

Sumedang, Hari Santri 2019?



Pengurus Syuriah PCNU Kabupaten Sumedang pada sabtu mengumpulkan seluruh Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Kegiatan yang bertempat di di Kantor PCNU Sumedang ini dipimpin langsung Rais Syuriah PCNU Sumedang Kiai A Furqon.

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Aswaja, Kiai-kiai NU Sumedang Siap Turun ke Desa

Banyak hal yang dibahas pada pertemuan berlangsung pada Sabtu (3/12) tersebut. Salah satunya tentang strategi penguatan Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja) di kalangan warga NU Sumedang.

Kiai A Furqon mengatakan, saat ini ada beberapa paham bukan Aswaja sudah mulai masuk ke Sumedang. Hal ini harus cepat diantisipasi pengurus NU.?

“Jangan sampai ada warga NU yang tergerus pemahaman aqidahnya oleh paham bukan Aswaja,” katanya.?

Sebagai bentuk antisipasinya, disepakati bahwa jajaran syuriah NU baik yang ada di PCNU atau yang di MWCNU bakal mengadakan roadshow Aswaja ke tiap-tiap MWC dan Ranting.

Hari Santri 2019

Kiai A Furqon juga menyerukan kepada seluruh kiai, mubaligh, ustadz, ajengan, dan kader NU untuk terus istiqomah memberikan pencerahan kepada warga NU di daerahnya masing-masing tentang paham aswaja.

“Semoga NU di Sumedang semakin membumi,” tutup Kiai A Furqon. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Olahraga, Kajian Islam, Pendidikan Hari Santri 2019

Senin, 01 Januari 2018

PMII Bojonegoro Adakan Temu Alumni

Bojonegoro, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Minggu (20/4), mengadakan temu alumni. Kegiatan dalam memeringati Hari Lahir ke 54, tersebut diadakan di aula Kementrian Agama (Kemenag) lantai dua Jalan Pattimura Bojonegoro.

PMII Bojonegoro Adakan Temu Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bojonegoro Adakan Temu Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bojonegoro Adakan Temu Alumni

Ketua PC PMII Bojonegoro, Muhajirin mengatakan, dalam memperingati harlah ke-54, PC PMII BOjonegoro memperingatinya dengan temu alumni dan kader. "Kegiatan ini sebagai ajang silaturrohim," terangnya

Para alumni mulai tahun 1986-2014 hadir daLam acara yang rutin diperingati setiap bulan April ini. "Kegiatan ini refleksi sejarah ke-54 PMII, agar memotivasi anggota dan kader PMII," sambungnya.

Hari Santri 2019

Sementara itu dalam sambutannya, ketua Ikatan Alumni PMII Bojonegoro, Abdullah Nasihudin memotivasi kepada kader-kader PMII yang hadir, agar mengabdikan dirinya kepada PMII.

Hari Santri 2019

"Mahasiswa kader di PMII untuk tetap meningkatkan keorganisasiannya saat menjadi mahasiwa," jelasnya

Selain itu juga nampak hadir ketua umum PMII Bojonegoro pertama, Irsyadul Ibad yang juga memberikan penguatan dan semangat kepada kader PMII yang hadir. "Saat ini masih berproses, baik menjadi pengurus maupun kader dan anggota," tuturnya.

Nampak dalam acara temu alumni tersebut juga diadakan donor darah. Nampak para kader dan alumni PMII mendonorkan darahnya.

Sebelumnya, PC PMII Bojonegoro juga mengadakan tahtimul Quran dan sholawatan habib syekh. Semua kegiatan tersebut diadakan dalam menyemarakkan Harlah PMII ke 54. [Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan Hari Santri 2019

Minggu, 31 Desember 2017

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Jakarta, Hari Santri 2019. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Sutarman akhirnya mengizinkan polisi wanita (polwan)menggunakan jilbab pada saat bertugas. Apa alasan mantan ajudan Gus Dur itu mengizinkan polwan berjilbab?

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Menurut Jenderal Sutarman, penggunaan jilbab merupakan hak pribadi setiap warga negara, terkait keyakinan terhadap ajaran agamanya.

"Itu hak asasi seseorang, saya sudah sampaikan kepada anggota kalau misalnya ada anggota yang mau pakai, silakan!" katanya di sela-sela acara Silaturahmi Kapolri dengan Insan Pers di Ruang Rupatama Mabes Polri, Selasa (19/11) kemarin.

Hari Santri 2019

Ketentuan mengenai seragam polisi, termasuk di dalamnya polwan, diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005. Memang tidak tertulis larangan berjilbab dalam surat keputusan Kapolri lama itu. Namun, SK itu sudah dianggap mewajibkan semua anggota untuk mengenakan seragam yang telah ditentukan itu, dan tidak ada jilbab untuk polisi wanita.

Pernyataan Kapolri Sutarman yang belum lama dilantik itu mengakhiri polemik di kalangan pejabat kepolisian terkait boleh tidaknya polwan berjilbab. Meski demikian sampai saat ini belum ada aturan resmi baru yang dikeluarkan Kapolri terkait penggunaan jilbab, terkait anggaran dan model jilbab yang boleh dipakai.

Hari Santri 2019

Kata Kapolri, Polwan yang ingin menggunakan jilbab dipersilakan membeli sendiri. "Anggaran belum ada, kalau mau beli, silakan. Contohnya kan sudah ada. Mulai besok kalau ada yang mau pakai saat tugas tidak masalah," ujarnya enteng.? (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan, Kajian Islam, Sunnah Hari Santri 2019

Jumat, 22 Desember 2017

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama

Subang, Hari Santri 2019 - Gerakan takfiri yang menuduh bahwa selain kelompoknya adalah kafir dinilai sebagai gerakan yang tidak murni gerakan agama tetapi ditunggangi gerakan politik. Dalam gerakan takfiri itu terdapat muatan politik yang ingin merebut kekuasaan yang sah.

"Ternyata gerakan takfiri ini ujung-ujungnya hormat bendera haram, pemerintah itu thaghut, Pancasila thaghut, tentara dan polisi thagut dan seterusnya sehingga pemerintahan yang ada sekarang harus digulingkan," kata Ketua MWCNU Cipeundeuy Kabupaten Subang KH Asep Zarkasih dalam pengajian walimatul arsy di Subang. Sabtu (16/9) malam.

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama

Ditambahkan, jika takfiri ini murni gerakan agama tentu saja akan mengusung nilai-nilai akhlak karena akhlak merupakan bagian penting yang tidak bisa lepas dari ajaran agama Islam. Dalam kisah Nabi Muhammad pun sudah banyak diceritakan tentang keluhuran akhlak Rasulullah dalam berdakwah.

Hari Santri 2019

Selain itu, kata dia, ajaran Islam yang cocok diterapkan di bumi Nusantara adalah ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah (aswaja) karena ajaran Aswaja telah terbukti berhasil menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, adat dan suku bangsa dan bahasa.

"Organisasi yang membentengi ajaran Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia adalah NU," ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam berdakwah NU selalu mengedepankan akhlakul karimah sehingga NU bisa berdampingan dengan siapa pun dan kelompok mana pun termasuk dengan kelompok takfiri. Hanya saja kelompok ini selalu menganggap dan menuduh kafir kepada ajaran dan amaliah NU sehingga tuduhan-tuduhan miring yang dialamatkan kepada NU tersebut perlu diluruskan dan diklarifikasi. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan, Nusantara Hari Santri 2019

Minggu, 17 Desember 2017

Muslimat NU Nyatakan Haram Perilaku LGBT

Jakarta, Hari Santri 2019?

Direktur Kesehatan Jiwa Kementrian Kesehatan RI Vidiansyah pada forum Bahtsul Masail Kongres Muslimat NU di Asrama Haji, Jakarta, Sabtu (26/11) mengatakan, dari sisi kesehatan, kelainan kromosom pada pelaku lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) hanya berkisar 10 persen.?

Sementara, lanjutnya, 90 persen sisanya lebih karena faktor sosiologis dan psikologis. Jadi, kebanyakan pelaku LGBT bukan faktor bilogis, melainkan lingkungan atau pergaulan. ? ?

Muslimat NU Nyatakan Haram Perilaku LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Nyatakan Haram Perilaku LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Nyatakan Haram Perilaku LGBT

Sehingga, kata dia, peran keluarga sangat penting untuk memastikan anggota keluarganya tidak terbawa arus menjadi seorang pelaku LGBT.?

Narasumber lain dari Asosiasi Psikologi Islam Aliah B. Purwakani Hasan mengatakan, fitrah hubungan seksual manusia adah heteroseksual. Sehingga, jika melawan fitrah tersebut ada dampak dari sisi kesehatan, psikologis dan lain-lain.?

Ia menyebut, dari sisi kesehatan, pelaku LGBT merupakan pihak yang paling rentan terjangkit HIV AIDS. Paling tercepat lagi adalah pelaku lesbian. Dari sisi psikologis, pelaku LGBT mengalami risiko defresi lebih tinggi daripada pelaku heteroseksual. “Namun, berdasarkan penelitannya, LGBT bisa disembuhkan,” katanya. ?

Sementara dari sisi keagamaan, salah seorang pengurus PP Muslimat NU Zahrotun Nihayah mengatakan, Muslimat NU manut kepada keputusan NU, Majelis Ulama Indonesia, serta ulama-ulama lain, yaitu mengharamkan perilaku LGBT.?

Hari Santri 2019

Sehingga, kata dia, forum Bahtsul Masail pada kongres ini lebih kepada penambahan wawasan peserta untuk mensosialisasikannya di daerah masing-masing.?

Hari Santri 2019

“Ini pembahasan lebih detil dari sisi kesehatan, psikologi, hukum, sosial, dan keagamaan. Dari sisi keagamaan, Muslimat NU telah menyatakan haram,” tegasnya.?

Menurut Muslimat, beberapa ayat yang melarang LGBT antara lain surat An-Nisa: 15, Surat Al-A’raf 80-84. Surat Hud 77-82 dan Al-Ankabut 28-35. Di dalam Al-Qur’an Allah telah membinasakan kaum Luth melalui gempa bumi yang sangat dahsyat karena perilaku kaum laki-laki yang menolak menikahi perempuan.?

Indonesia, kata pengurus yang telah demisioner ini, dengan mayoritas penduuduk muslim tidak mungkin melawan Al-Qur’an. Tetapi bukan untuk membencinya, melainkan melakukan pencegahan dan pengobatan sebab hal itu bisa diobati.?

Bahtsul Masail tersebut merupakan kerja sama Bidang Dakwah dan Hukum Pimpinan Pusat Muslimat NU 2011-2016 dengan koordinator Ny. Hj. Nurhayati Said Aqil. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan Hari Santri 2019

Selasa, 12 Desember 2017

STISNU Tangerang Gelar Ngaji Pancasila ke Sekolah-sekolah

Tangerang, Hari Santri 2019 - Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar kegiatan "Ngaji Pancasila" ke sekolah-sekolah di Kota dan Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan.

H Mohammad Mahrusillah, ketua tim "Ngaji Pancasila" menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas berawal dari keperihatian civitas akademika STISNU atas isu-isu nasional belakangan ini yang menjurus pada disintegrasi bangsa akibat dari perbedaan cara pandang dalam berpolitik, intoleransi dan masifnya gerakan ideologi radikal.

STISNU Tangerang Gelar Ngaji Pancasila ke Sekolah-sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Tangerang Gelar Ngaji Pancasila ke Sekolah-sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Tangerang Gelar Ngaji Pancasila ke Sekolah-sekolah

Radikalisme dinilai telah mempengaruhi pemikiran generasi muda untuk menyalahkan atau bahkan mengafirkan konsep berbangsa dan beragama yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia.

Forum "Ngaji Pancasila", kata Mahrusillah, bertujuan membentengi generasi muda kalangan pelajar dari prilaku intoleransi yang menjurus pada perusakan nilai nilai luhur Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Tidak hanya itu, juga memberikan wawasan bahaya pemikiran atau ideologi radikal atas nama agama yang dapat menyebabkan perpecahan sebagai warga bangsa.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Sebab, itu ia mengajak kepada seluruh elemen bangsa tanpa melihat status sosial, suku dan agama untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila yang sudah terbukti memupuk rasa kebersamaan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah tanah air.

"Para pelajar (generasi muda di sekolah) akan diberikan pemahaman tentang pentingnya mengamalkan Pancasila dalam keseharian. Pengamalan Pancasila berarti juga mengamalkan ajaran agama, termasuk ajaran Islam," tambahnya.

Herman Jampang, koordinator mahasiswa dalam kegiatan ini menambahkan, pihaknya akan mengunjungi sekolah, madrasah, dan pesantren di Tangerang Raya untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya Pancasila untuk Indonesia.

"Kami mahasiswa NU siap mengawal Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Itu (semua) adalah harga mati bagi kami," tegasnya.

H. Muhamad Qustulani, Waka Akademik STISNU berharap sekolah, madrasah, pesantren, atau lembaga pendidikan lainnya dapat menerima kehadiran para mahasiswa STISNU yang ingin mengenalkan Pancasila kepada siswa dan santri.

"Harapannya, untuk suksesi kegiatan ini pemerintah membantu dan mensuport mahasiswa. Setidaknya, bisa terjun bareng ke lapangan sembari menelaah dan meneliti perilaku dan pandangan generasi muda tengah Pancasila di sekolah-sekolah, madrasah dan pesantren atau lembaga pendidikan lainnya," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dari setiap kegiatan akan disebarkan angket penelitian yang nantinya akan dipublikasi sebagai bahan evaluasi dan untuk mengetahui pandangan pelajar tentang Pancasila. Kegiatan Ngaji Pancasila akan diselenggarakan mulai dari bulan Februari sampai sepetember 2017 .

Peluncuran perdana kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Mifathul Khaer Curug Kabupaten Tangerang yang dihadiri sekitar 150 santri siswa -siswi yang akan lulus sekolah tingkat SMA / MA . (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun

Jombang, Hari Santri 2019. Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dalam perhelatan muktamar selalu menjadi salah satu tim pengaman yang tidak bisa ditinggalkan termasuk pada muktamar ke-33 NU di Jombang ini. Dalam tugasnya yang berat dan melelahkan itu ada beberapa anggota Banser mengalami gangguan kesehatan.  

Seperti yang dialami Musthofa anggota Banser asal Ngawi yang telah bertugas di arena muktamar sejak tanggal 28/7 ini memeriksakan kesehatannya setelah merasa badan kurang enak karena kesehatannya menurun sehingga mengharuskan dirinya menuju posko kesehatan.

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun

“Badan saya meriang Mas, disarankan komandan saya untuk periksa di posko kesehatan,” kata Musthofa pada Hari Santri 2019 usai diperiksa dokter jaga.  

Hari Santri 2019

Hal yang sama di alami Sabarudin, anggota Banser ini karena tugas di lapangan non stop sejak tibanya di Jombang yang mengalami pusing-pusing badannya lemas dan tenggorokan sakit,

Hari Santri 2019

“Saya dan teman hampir mengalami hal yang sama, badan meriang, flu dan tenggorokan serak,” tambah Sabaruddin.

dr Pratomo dokter jaga yang menangani anggota banser usai pemeriksaan menjelaskan, dari sejumlah pasien yang ditangani tim medis kasusnya hampir sama disebabkan faktor kelelahan karena kerja yang berat dan kurangnya istirahat.

“Peserta yang masuk ke sini kasusnya hampir sama karena faktor capek, namun bapak-bapak Banser ini selain capek, kurang tidur juga karena debu di jalanan yang mengakibatkan gangguan kesehatan di tenggorokannya,” jelas Pratomo. (A Shiddiq Sugiarto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, Pendidikan, Santri Hari Santri 2019

Kamis, 07 Desember 2017

Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju

Jakarta, Hari Santri 2019. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat, masa depan Indonesia tidak bisa hanya diandalkan kepada meningkatnya jumlah kaum intelektual di Tanah Air. Pasalnya, negeri ini lebih membutuhkan kaum bermoral tinggi.

Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju

”Sarjana hukum sangat banyak tapi hukum tetap dinjak-injak. Ahli hukum tapi kena hukuman. Sarjana ekonomi juga banyak tapi pengangguran selalu ada di mana-mana. Banyak juga yang ahli pendidikan namun tidak punya karakter,” katanya pada peringatan haul Syaikh Abdul Qadir al-Jailani di Pesantren As-Sholihin al-Abror Cilincing, Jakarta Utara, (24/2).

Hasyim mengatakan, ilmu pengetahuan harus disertai moralitas yang digali dari ketaatan beragama. Al-Qur’an mengingatkan, sebutan ulama hanya untuk hamba-hamba yang takut dan taat (khasy-yah). Inilah yang membedakan antara ulama dan panggilan kiai, tuan guru, buya, atau sejenisnya.

Hari Santri 2019

Menurut pengasuh Pondok Pesantren al-Hikam Depok ini, sekarang Indonesia sedang mengalami krisis orang-orang pintar yang berdedikasi, amanah, dan jujur. Selain hukum, ekonomi, dan pendidikan, keadaan ini juga banyak terjadi dalam politik.

Dengan mudah, lanjut Hasyim, calon pejabat menghalalkan cara-cara haram demi meraih kursi kekuasaan. Masyarakat juga dinilai kian permisif, bahkan kadang mendukung, kebobrokan moral para politisi ini karena turut memperoleh kenikmatan meskipun sesaat.

Hari Santri 2019

”Lha, yang mau dicari itu pemimpin atau pemain. Kalau pemimpin maka akan menghasilkan pimpinan, tapi kalau pemain akan menghasilkan permainan,” terangnya.

Karena itu, Hasyim mengimbau umat Islam untuk memperbaiki diri baik pada segi etos kerja ataupun ketaatan beragama. ”Indonesia ini tidak kekurangan orang pinter, tapi kekurangan orang bener,” tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan, Ulama, Lomba Hari Santri 2019

Rabu, 06 Desember 2017

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Sidoarjo, Hari Santri 2019. Harga cabai terutama cabai rawit masih dikeluhkan masyarakat, karena hingga saat ini masih mahal, jauh dari harga normal. Seperti di Kabupaten Sidoarjo harga cabai rawit rata-rata masih mencapai 130 ribu rupiah per kilogramnya.

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Badan Usaha Logistik (Bulog) divisi regional Jawa Timur, sudah melakukan operasi pasar cabai murah di sejumlah kota dan kabupaten sejak pekan lalu.?

Namun, operasi pasar ini belum mampu menekan kenaikan harga cabai yang saat ini masih menembus angka 130 ribu rupiah per kilo.

"Sementara ini kami berharap masyarakat bisa menggunakan cabai yang ditanam sendiri atau yang olahan itu. Karena memang cuaca dan pasokannya kurang. Kita sudah berusaha mendatangkan pasokan dari provinsi lain, tapi memang sangat berkurang," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf disela-sela acara dzikir akbar di Masjid Agung Sidoarjo, Ahad (12/2).?

Operasi pasar tidak bisa menekan harga karena jumlah cabai yang dijual, tidak sebanding dengan kebutuhan cabai masyarakat. Pemprov dan Bulog Jatim juga kesulitan mendapatkan, stok cabai dari para petani dalam jumlah besar.

Hari Santri 2019

Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf berharap, akan ada panen cabai dari sentra produksi pada bulan Januari ini. "Stoknya yang belum ada, harapan kami Januari dan Februari ini sudah ada panen 7 hektar atau 15 hektar, itu sangat menolong pasokan yang ada," tegas pria yang akrap disapa Gus Ipul itu.

Hari Santri 2019

Ketua PBNU itu juga menyayangkan pemerintah pusat yang tidak segera melakukan impor, pada saat stok cabai lokal anjlok drastis dan harganya meroket. Gus Ipul juga mengimbau ibu-ibu untuk berinisiatif mulai menanam cabai sendiri di rumah.

"Kelangkaan ini masih bisa diatasi, meskipun kenaikannya disamping memberatkan masyarakat dan mempunyai pengaruh inflasi. Kita lagi usaha terus, kita sebenarnya mencukupi, di beberapa tempat ada yang masih 120 ribu, 130 ribu, tapi intinya kita melakukan operasi pasar dan dan memperbanyak stok, membangun kesadaran masyarakat," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, Pendidikan, Fragmen Hari Santri 2019

Hari ini Haul Mbah Ali Maksum

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Keluarga besar Pesantren Krapyak mengadakan acara haul ke-24 KH Ali Maksum. Sejak 19 Maret rangkaian acara sudah dilakukan, seperti majlis sesamaan Al-Quran. Acara puncaknya adalah malam ini, di halaman Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

Menurut Humaidy As, salah satu pembimbing komplek Sakan di Pesantren Ali Maksum, acara haul ini menjadi sangat penting bagi santri Krapyak untuk mengenang perjuangan dan keteladanan KH Ali Maksum.

Hari ini Haul Mbah Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari ini Haul Mbah Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari ini Haul Mbah Ali Maksum

“Haul para kiai menjadi media refleksi santri untuk makin rajin dalam mengaji. KH Ali Maksum adalah inspirasi keteladanan santri, sehingga santri mendapatkan bekal untuk bermasyarakat dan bangsa” tegasnya.

Kiai Sederhana

KH Munawir AF, salah satu santri KH Ali Maksum, dalam akun facebooknya memberi kesaksian bahwa KH Ali Maksum terkenal dengan kesederhanannya, baik di kala dahar (makan), atau di kala berpakaian, sangat terasa sekali KH Ali Maksum dengan kesederhanaannya.

Hari Santri 2019

“Kalo makan ada tempe dan sambel, oke. Atau adanya nasi goreng ala Ibu Nyai Hasyimah dan krupuk, juga oke. Demikian juga kalau mengajar ke IAIN, pakaian yang licin strikan, oke. Suatu ketika tidak setrikan, juga oke.” kenangnya. ? “Sederhana, tetapi tetap berkesan anggun dan wibawa.” Lanjutnya.

Hari Santri 2019

Di samping itu, KH Ali Maksum juga dikenal sangat tawadlu’. Ia tidak mau dipanggil "Kiai", tetapi dipanggil "Pak".

Semua santrinya memanggil Pak Ali. Bukan itu saja, KH Ali Maksum juga sangat akrab dengan santrinya, sehingga santri merasa menjadi santri kesayangannya. Ini dibuktikan dengan hafalnya KH Ali Maksum dengan nama santrinya, padahal santrinya saat itu sekitar 2000.

“Santri 2000, ya kenal nama sebanyak itu. Seblum mengaji, beliau mengabsen tanpa buku absen. Yang tidak kelihatan, itulah yang dipanggil.” Tegas KH Munawir AF.?

KH Ali Maksum adalah Rais ‘Aam PBNU periode 1982-1984. Ia menggantikan kedudukan KH Bisyri Syansuri yang wafat pada tanggal 19 Jumadil Akhir 1400 H (25 April 1980 M). ?

KH Ali Maksum dilahirkan di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa tengah pada tanggal 2 Maret 1915 dari ayah KH Maksum (pendiri/pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayat Lasem) dan ibu Siti Nuriyah. Sejak kecil Ali belajar agama pada sang ayah. Pada usia 12 tahun setelah mempelajari beragam kitab termasuk menghafalkan Alfiyah Ibn Malik, Ali kecil dikirim sang ayah untuk belajar di Pesantren Termas, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang waktu itu diasuh oleh KH Dimyati dan dilanjutkan KH Hamid Dimyati.

?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Rokhim Bangkit, Supriyadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pesantren, Pendidikan, Nahdlatul Hari Santri 2019

Minggu, 03 Desember 2017

JQH NU Ikuti MTQ di Rusia

Jakarta, Hari Santri 2019. Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffahz Nahdlatul Ullama (JQH NU) akan mewakili Indonesia dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional XIII.

MTQ tersebut digelar Russia Muftis Council yang akan berlangsung di Moskow, Rusia, (13-14/9) mendatang.

JQH NU Ikuti MTQ di Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH NU Ikuti MTQ di Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH NU Ikuti MTQ di Rusia

“Jamiyyatul Qurra wal-Huffahz, tidak hanya akan mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama di kancah internasional, tapi juga Indonesia,” ungkap Ketua JQH NUKH Muhaimin Zen, dalam sambutan pelepasan peserta MTQ di gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam, (11/10).

Muhaimin menambahkan, MTQ ini hanya melombakan satu cabang, yaitu bidang tahfihz Al-Qur’an; dan diikuti 30 negara. JQH NU mengirim seorang peserta atas nama Jajang Hasanudin, peserta tahfizh terbaik MTQ Internasional I JQHNU yang digelar di Pontianak Kalimantan Barat, Juli lalu.

Hari Santri 2019

Jajang adalah penghafal Al-Quran 30 juz dan menguasai qiroah syabaah dengan 14 riwayat. Pria kelahiran Garut, Jawa Barat 1986 ini tercatat sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta.

Hari Santri 2019

Ia akan berangkat ke Moskow Kamis malam (11/9), sekitar pukul 24.00. Ia akan ditemani Sekretaris Umum JQH NU Ahmad Ari Masyhuri. Semula, Ketua Umum JQHNU akan turut serta, karena kesehatan dan keadaan cuaca Rusia, ia urung berangkat.

Keberangkatan Jajang, didoakan pengurus PBNU, di antaranya Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud. Dalam taushiyahnya, ia menyampaikan pesan khusus kepadanya.

“Di sana, nanti kamu harus tenang, berani tampil, percaya diri dan jangan minderan,” ujarnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan Hari Santri 2019

Sabtu, 02 Desember 2017

Khofifah Buka Orientasi Pengurus Muslimat NU Malaysia

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa membuka orientasi pengurus baru Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia yang berlangsung di Kem Alang Sedayu , Batu 12 Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (11/10).

Menurut Sekretaris PCI Muslimat NU Malaysia Mimin Mintarsih, Khofifah pada pembukaan menekankan supaya ibu-ibu memperhatikan pendidikan dan moral. Menurut Khofifah, moral bangsa? anak bangsa semakin menurun.

Khofifah Buka Orientasi Pengurus Muslimat NU Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Buka Orientasi Pengurus Muslimat NU Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Buka Orientasi Pengurus Muslimat NU Malaysia

Mimin melanjutkan, kata Khofifah indikasi menurunnya moral adalah maraknya seks bebas di kalangan remaja. “Karena itu untuk kaum ibu Muslimat beliau menyarankan agar sebagai ibu, dapat mempertingkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak kita,” ujar Mimin melalui surat elektronik, Ahad (12/10).

Hari Santri 2019

Selain Khofifah, kata Mimin yang sudah 20 tahun di Malaysia tersebut, Pengurus PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Adnanmenyampaikan materi ke-NU-an dan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunah wal-Jamaah.

Hari Santri 2019

Ibu asal CIrebon, Jawa Barat tersebut menambahkan kegiatan yang berakhir pada Ahad (12/10) tersebut diikuti 25 pengurus Muslimat NU, 5 Fatayat NU, serta KMMU, dan PCINU Malaysia. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Pendidikan Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock