Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Buka Posko 24 Jam, PWNU Jateng Ajak Warga Himpun Bantuan

Semarang, Hari Santri 2019. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah telah membuka Pos Komando (Posko) Peduli Bencana di Gedung PWNU Jateng Jl Dr Cipto No 180 Semarang sejak Sabtu (25/1). Posko melayani penerimaan bantuan dari siapapun selama 24 Jam.

PWNU Jateng mengajak masyarakat dari segala suku dan agama, untuk mengumpulkan bantuan. Tim tanggap darurat telah siaga di Posko dan terhubung langsung dengan pos di kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) di kabupaten/kota yang sedang mengalami bencana.

Buka Posko 24 Jam, PWNU Jateng Ajak Warga Himpun Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Posko 24 Jam, PWNU Jateng Ajak Warga Himpun Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Posko 24 Jam, PWNU Jateng Ajak Warga Himpun Bantuan

Sekretaris PWNU Jateng Muhammad Arja Imroni menyatakan, pihaknya telah menerima instruksi dari PBNU untuk menyiapkan Posko tersebut dan di daerah yang terkena bencana dengan Pos di kantor PCNU.

Hari Santri 2019

Selain itu, PWNU Jateng telah memerintahkan seluruh lajnah, lembaga, badan otonom, serta seluruh sumber daya milik NU, untuk memobilisir kaum nahdliyin (warga NU) dan warga masyarakat dalam penerimaan dan penyaluran bantuan.

“Kami mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan kami siap menerima dan menyalurkan segala bentuk bantuan untuk korban bencana di Jawa Tengah,” ujarnya usai memimpin rapat pembukaan Posko di kantornya, Sabtu (25/1).

Hari Santri 2019

Koordinator Posko Peduli Bencana PWNU Jateng M. Puji Wibowo mengatakan, bantuan bisa berupa tenaga relawan, uang, bahan pangan, makanan siap saji, selimut, pakaian pantas pakai, peralatan belajar anak-anak, maupun barang apapun yang bisa dimanfaatkan untuk menolong korban bencana.

“Bantuan yang saat ini dibutuhkan adalah bahan pangan, makanan siap cepat saji, selimut, pakaian pantas pakai dan peralatan belajar anak sekolah,” tuturnya.

Dia menyebutkan, untuk keperluan telepon atau faximile, ia mempersilakan menghubungi nomor 024-8416076 atau ke handphonenya 082133861879. (Mohammad Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU Hari Santri 2019

Selasa, 27 Februari 2018

Ajaib, Pria Berusia 101 Tahun Ditemukan Selamat Seminggu pasca Gempa

Kathmandu, Hari Santri 2019. Jika ajal belum waktunya datang. Usia senja dan tertimbun dalam reruntuhan gempa selama seminggu pun membuat Funchu Tamang, seorang kakek berusia 101 tahun tetap selamat dan hanya cedera ringan. Ia  berhasil ditarik hidup-hidup dari reruntuhan rumah yang menimbunnya, seminggu setelah gempa dahsyat menerjang Nepal.

Ajaib, Pria Berusia 101 Tahun Ditemukan Selamat Seminggu pasca Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajaib, Pria Berusia 101 Tahun Ditemukan Selamat Seminggu pasca Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajaib, Pria Berusia 101 Tahun Ditemukan Selamat Seminggu pasca Gempa

Funchu Tamang diselamatkan Sabtu lalu dan kini sudah berada di sebuah rumah sakit di Nuwakot, barat laut Kathmandu.  Ajaibnya, dia hanya cedera ringan, kata perwira polisi Arun Kumar Singh.

"Dia telah dibawa ke rumah sakit distrik dengan sebuah helikopter. Kondisinya stabil. Dia cedera pada pergelangan kaki kirinya. Keluarganya telah bersama dia," kata Singh seperti dilaporkan AFP.

Hari Santri 2019

Beberapa orang juga berhasil ditemukan hidup-hidup, padahal beberapa hari ditimbun reruntuhan.

Hari Santri 2019

Di antara yang ditemukan hidup-hidup itu adalah tiga wanita yang dikeluarkan dari timbunan puing-puing bagunan di Sundupalchowk yang adalah salah satu daerah paling parah terkena gempa bumi.

Salah satu wanita itu terkubur oleh tanah longsor, sedangkan dua lainnya terjebak dalam himpitan bangunan yang runtuh.

Jumlah korban tewas dalam Gempa Nepal ini sudah mencapai angka 7.000 orang, sedangkan di India dan Tiongkok telah lebih dari 100 orang, demikian AFP. (antara/mukafi niam) foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Nasional, Ubudiyah Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Jakarta, Hari Santri 2019

Negeri Sakura juga meramaikan pasar busana Muslim di Indonesia dengan memamerkan koleksi pakaian Muslim yang terbuat dari bahan kimono.

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)
Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Japan Muslim Fashion Chiharu Collection di Indonesia Fashion Week 2016 membawa beragam model busana berpotongan longgar dan santun menutup tubuh dengan motif bunga warna-warni.

"Menurut saya, kimono dan baju Muslim punya kemiripan," kata desainer Chiharu Horiuchi pada Antara News saat ditemui di IFW 2016, Jakarta Convention Center, Jumat.

Chiharu mencari inspirasi lewat gambar busana Muslim yang didapatnya dari berbagai sumber, sampai ke mal Jakarta untuk melihat langsung baju-baju Muslim yang dipakai para pengunjung.

Hasil observasinya dituangkan dalam bentuk kimono, rok-rok lebar, mantel, blus longgar dan kerudung.

Hari Santri 2019

Perempuan paruh baya yang baru pertama kali ke Indonesia itu terpukau dengan gaya berbusana Muslimah Tanah Air yang dinilai modis dan berani memadu padan warna serta motif.

Baju Muslim bahan kimono yang sebagian besar terbuat dari kain sutra itu ditujukan untuk kelas premium dengan kisaran harga Rp3 juta-Rp25 juta. 

Hari Santri 2019

Sementara itu, Koshi Kubo dari Jepang membawa koleksi blus-blus berlengan panjang dari bahan sutra yang bisa dipakai oleh Muslimah. 

Khusus untuk Indonesia, ia membuat dalaman kerudung (inner ninja), syal, manset tangan dan kaos dalam tangan panjang dari bahan yang sama. Koleksinya dijual dengan kisaran harga 50-250 dolar AS.

"Orang Muslim di Indonesia jauh lebih modis dari bayangan saya," komentar Kubo. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU Hari Santri 2019

Jumat, 19 Januari 2018

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam

Rembang, Hari Santri 2019 - Aksi bom yang terjadi di Masjid Ar-Raudah di Sinai Utara, Mesir, yang menewaskan sedikitnya 305 jiwa menegaskan aksi teror sama sekali tidak terkait dengan Islam.

"Terang sekali bahwa korban dan segala kerugian berada di pihak Islam. Kelompok yang menjalankan aksi teror tersebut jelas tidak mewakili siapapun dalam Islam," jelas Arwani Thomafi saat menggelar silaturrahim dan sosialisasi 4 pilar di Pondok Pesantren Salafiyah Desa Jeruk Kecamatan Pancur, Rembang.

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam

Ia melanjutkan, aksi tersebut harus dilawan secara bersama-sama khususnya oleh negara-negara Islam karena secara nyata telah merugikan Islam secara keseluruhan.

Kita harus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan tindakan nyata dengan membuat formula untuk mengatasi aksi teror yang difokuskan memberi perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman teror yang sewaktu-waktu bisa muncul dan mengancam semua negara, tanpa pandang negara dan tempat.

Hari Santri 2019

"Mendorong negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) termasuk pemerintah Indonesoa untuk mengambil inisiatif konkret melawan gerakan kelompok teror yang mengatasnamakan Islam dengan menggalang kekuatan antarnegara karena gerakan teror ini nyatanya merupakan gerakan global," jelas anggota Komisi I DPR RI tersebut, Senin (28/11).

Hari Santri 2019

Mendorong aparat keamanan di Tanah Air untuk tetap wasapda dan melakukan deteksi dini atas potensi munculnya teror khususnya menjelang perayaan natal dan peringatan tahun baru yang kerap dijadikan momentum kelompok teror untuk melakukan aksinya.

"Mendorong ormas-ormas keagamaan di Tanah Air melakukan komunikasi intensif dengan kelompok sipil berbasis keagamaan di negara-negara Islam untuk menguatkan penyebaran paham keagamaan yang moderat dan mendorong dialog antaragama untuk meminimalisir gerakan teror yang dibalut dengan isu agama," harapnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Sholawat, IMNU Hari Santri 2019

Senin, 15 Januari 2018

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka

Tangeran Selatan, Hari Santri 2019. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menjelaskan, Agustus adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam karena pada bulan itu Muhammad diutus menjadi seorang nabi dan rasul. Selain itu, bulan Agustus juga menjadi spesial bagi bangsa Indonesia karena pada bulan itu Indonesia merdeka. 

“Kapan pertama kali Nabi diutus? bulan Agustus. Sama. Kapan proklamasi (kemerdekaan Indonesia)? bulan Agustus,” kata Mbah Moen saat memberikan ceramah dalam acara Doa dan Dzikir Bersama yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) di Halaman Polres Tangerang Selatan, Senin (6/11) malam.

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka

Manurut kiai yang ahli sejarah itu, Bangsa Arab menggunakan bulan untuk menentukan tanggal, bulan, dan tahun. Sedangkan, Indonesia menggunakan matahari. Uniknya, jika dihitung maka tanggal Muhammad diutus dan Indonesia merdeka itu sama tetapi berbeda.

“Pertama kali Nabi diutus tanggal delapan bulan Agustus (atau) tujuh belas Ramadlan. Bangsa Indonesia merdeka tujuh belas Agustus (atau) delapan Ramadlan. Bedo tapi podho, podho tapi bedo (berbeda tapi sama, sama tapi berbeda),” jelasnya.  

“Kalau kita memperingati Agustus (kemerdekaan Indonesia), sama dengan memperingati kapan nabi diutus,” lanjutnya.

Hari Santri 2019

Bulan Oktober

Mbah Moen mengatakan, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad pada dua puluh dua Oktober. Lalu kemudian, tanggal ini ditetapkan oleh pemerintah menjadi Hari Santri Nasional yang diperingati dengan sangat meriah oleh para kaum santri.

“Bangsa Indonesia tanggal dua puluh dua itu Resolusi Jihad, akhirnya sepuluh November hari pahlawan,” ucapnya.

Sedangkan pada bulan Oktober juga, imbuh Mbah Moen, Nabi Muhammad untuk pertama kalinya tiba di Madinah untuk berhijrah. Tanggal satu Oktober Nabi Muhammad membangun Masjid Quba’, dan kemudian sampai di Madinah pada pertengahan bulan Oktober.

Hari Santri 2019

“Nabi hijrah bulan September, Oktober sampai Madinah,” ujarnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, IMNU Hari Santri 2019

Selasa, 02 Januari 2018

Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi

Pekalongan, Hari Santri 2019. Tidak ada yang mengelak bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling baik, bahkan sempurna. Satu bukti, ia digelari Al-Amin (seorang yang jujur) oleh kaum Quraisy di zaman pra Islam. ?

Namun demikian, seluruh keturunan yang mempunyai nasab langsung ke Nabi tidak menjamin bahwa akhlak orang tersebut baik. Alasan untuk persoalan tersebut dijelaskan secara lugas oleh Pimpinan Majelis Kanzus Sholawat Pekalongan Habib Luthfi bin Yahya, Selasa (24/1) lalu saat menerima rombongan Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta di kediamannya.

Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi

Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) ini menerangkan, meskipun mempunyai nasab langsung ke Rasulullah, belum tentu akhlak orang itu baik karena ini persoalan ma’shum (dilindungi Allah dari dosa).

“Jangan heran jika (keturunan Nabi, red) ada yang berakhlak tidak baik, lah wong mereka tidak di-ma’shum kok,” tutur Habib Luhtfi dengan gaya bicaranya yang khas.

Dengan demikian, menurutnya, belajar dan memahami sejarah secara tuntas sebagai cerminan berpikir dan bertindak menjadi langkah penting, termasuk sejarah perjalanan Nabi Muhammad yang penuh dengan teladan baik dan akhlak yang mengesankan.

Hari Santri 2019

Sebutan Habib

Hari Santri 2019

Beberapa waktu lalu dalam kunjungannya ke ndalem Gus Mus, Prof HM. Quraish Shihab mengatakan bahwa sebutan Habib mempunyai makna orang yang dicintai sekaligus mencintai. Jadi menurut penulis Kitab Tafsir al-Misbah ini, seseorang dengan sebutan Habib tidak hanya ingin dincintai, tetapi juga harus mencintai.

Prof Quraish memberikan penekanan bahwa ada persoalan mendasar terkait sebutan Habib, yaitu akhlak. Terkait dengan akhlak ini, menjadi alasan fundamental bahwa tidak semua keturunan Rasulullah bisa disebut habib.

Dari beberapa literatur, keturunan Nabi dari Sayyidina Husein disebut sayyid, sedangkan dari Sayyidina Hasan disebut assyarif. Hasan dan Husein merupakan putra Sayyidah Fatimah binti Muhammad dari hasil pernikahannya dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Selama ini, sebutan habib harus melalui komunitas dengan berbagai persyaratan yang sudah disepakati. Hal ini ditekankan oleh organisasi pencatat keturunan Nabi, Rabithah Alawiyah. Di antaranya cukup matang dalam hal umur, memiliki ilmu yang luas, mengamalkan ilmu yang dimiliki, ikhlas terhadap apapun, wara atau berhati-hati, serta bertakwa kepada Allah.

Tak kalah pentingnya, Rabithah Alawiyah yang dipimpin oleh Habib Zen bin Smith (salah satu Mustasyar PBNU) menekankan bahwa akhlak yang baik menjadi salah satu alasan utama keturunan Nabi disebut Habib. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sunnah, IMNU, Aswaja Hari Santri 2019

Senin, 18 Desember 2017

IPNU-IPPNU dan LDNU Trenggalek Jaring Bakat Dai Remaja

Trenggalek, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Trenggalek menjaring dai remaja berbakat melalui kompetisi.

Kompetisi bertajuk Lomba Dai Remaja dalam rangka menyambut harlah ke-62 dan ke-61, di di aula Kantor Kemenag Kabupaten Trenggalek mulai 19 sampai dengan 21 Februari.

IPNU-IPPNU dan LDNU Trenggalek Jaring Bakat Dai Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU dan LDNU Trenggalek Jaring Bakat Dai Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU dan LDNU Trenggalek Jaring Bakat Dai Remaja

Ketua PC IPNU Trenggalek Muhammad Bangkit menyampaikan, saat ini masih sedikit dai muda berbakat di Trenggalek. Hal ini menggerakkan IPNU-IPPNU untuk menciptakannya. Terlebih dengan makin gencarnya ajaran Islam radikal yang menyusup ke sekolah-sekolah.

Hari Santri 2019

"Upaya membentengi kalangan pelajar dari ajaran radikal akan semakin efektif jika dilakukan oleh sesama pelajar. Istilahnya dari, oleh, dan untuk pelajar. Makanya materi yang dibawakan kontestan seputar Islam yang rahmatan lil alamin, toleran serta Islam yang cinta tanah air," bebernya.

Hari Santri 2019

Lomba Dai Remaja bertema "Dai Super adalah Kita-Kita" tersebut memperebutkan trofi dan sejumlah uang pembinaan. Peserta dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori A untuk usia 13-16,5 tahun dan kategori B untuk usia 16,5-20 tahun. Masing-masing kategori diambil 4 pemenang. Kontestan dinilai tiga juri yang terdiri dari LDNU, MUI, dan Kemenag Kabupaten Trenggalek. Tercatat, ada total 57 peserta yang mendaftar dengan rincian 36 peserta kategori A dan 21 peserta kategori B.

Sebelumnya, organisasi pelajar NU ini menggelar Lomba Catur dan Diklatama CBP. Dan sebagai puncak peringatan Harlah akan diisi dengan gema shalawat di alun-alun Trenggalek, bertepatan dengan tanggal 5 Maret ini.

Di tempat terpisah, Ketua LDNU Trenggalek H. Abd Shomad menyampaikan apresiasinya. Ia berharap dari kegiatan semacam ini akan lahir dai-dai masa depan yang aktif menyemaikan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.

"Juara I sampai IV untuk masing-masing kelas nantinya kita berikan pembinaan lagi secara intensif, kita kader sebagai dai muda Aswaja. Ke depan, mereka dan kita minta untuk berceramah di berbagai tempat di Trenggalek", tambahnya.

Selain bekerja sama dengan LDNU, PC IPNU-IPPNU Trenggalek dalam menggelar Lomba Dai Cilik juga menggandeng beberapa instansi, antara lain Kantor Kemenag, MUI (Majelis Ulama Indonesia), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek. (Abid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ubudiyah, IMNU, Nasional Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas

Cirebon, Hari Santri 2019. Pesantren adalah gudang pengetahuan dan seni. Banyak sekali kreasi seni dan sastra yang dipelajari di pesantren baik dari sastra Arab maupun lokal, termasuk Kitab Barzanji. Maka, pengetahuan yang penting ini sudah saatnya harus dikenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas

Demikian disampaikan Ken Zuraida, sutradara kenamaan teater Indonesia usai pementasan teater Kalung Permata Barzanji di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Rabu (29/1) malam.

“Dulu, masyarakat luas melalui pesantren mengenal akrab Kitab Barzanji, tapi akibat kehidupan yang semakin kompleks, tradisi membaca kitab ini semakin jarang bahkan punah, hanya sesekali dibacakan saat peringatan-peringatan tertentu saja,” ungkap istri almarhum WS Rendra kepada Hari Santri 2019.

Hari Santri 2019

Menurutnya, punahnya tradisi pembacaan Barzanji di tengah masyarakat harus dihentikan dengan mengenalkan kembali tradisi pesantren ini kepada khalayak yang lebih luas. Salah satunya adalah dengan mengemasnya menjadi sebuah pentas teater.

Hari Santri 2019

“Shalawat, melalalui lantunan Barzanji itu bisa mencerahkan langit, juga bumi. Maka, tradisi ini penting untuk dipertahankan dan dikenalkan kepada masyarakat luas. Jika mengenalkan melalui Barzanji secara utuh, tentu akan berat, maka akan mudah dicerna jika disajikan dalam bentuk teater,” katanya.

Kalung Permata Barzanji merupakan bentuk teatrikal dari naskah Kitab Barzanji yang dikarang  oleh Syekh Jafar al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim yang wafat pada tahun 1766. Pementasan teater ini diperankan oleh puluhan santri dari 9 Pesantren di Babakan Ciwaringin Cirebon, yakni Pesantren Ghusyaqul Quran, Assalafie, Assalafiyat, Kebon Jambu, Al-Kamaliyyah, Miftahul Muta’allimin, Mu’allimin, MQHS dan Asholihat.

Selain dipentaskan di lingkungan Pesantren Babakan Cirebon sendiri,  teater ini juga akan dipentaskan di Tegal pada tanggal 1 Februari 2014 dan di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada tanggal 7 dan 8 Februari 2014.  (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Syariah Hari Santri 2019

Rabu, 06 Desember 2017

Semangat ‘Nenek Lincah’ Ini di Muslimat NU Pringsewu Seperti Pemudi

Pringsewu, Hari Santri 2019?



Bupati Pringsewu H. Sujadi secara spontan meminta seorang ibu untuk naik ke panggung pada Pengajian Rutin Triwulan PAC Muslimat Kecamatan Pagelaran di aula gedung NU, Ahad (17/9). Ia sepertinya sangat terkesan kepada ibu tersebut karena di usia yang sudah sangat senja masih bersemangat hadir di pengajian tersebut.

Semangat ‘Nenek Lincah’ Ini di Muslimat NU Pringsewu Seperti Pemudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat ‘Nenek Lincah’ Ini di Muslimat NU Pringsewu Seperti Pemudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat ‘Nenek Lincah’ Ini di Muslimat NU Pringsewu Seperti Pemudi

"Ibu ini bernama Ibu Kartini yang walaupun usianya sudah senja, tapi semangatnya masih membara seperti pemudi. Beliau ingin memberi support kepada seluruh Muslimat di Kabupaten Pringsewu, khususnya di Kabupaten Pagelaran dengan yel-yel Muslimat yang sangat khas," katanya sesaat setelah bertanya kepada Ibu Kartini.

Sesaat setelah itu, terdengar suara Ibu Kartini memompa semangat ibu-ibu dengan yel-yel ciri khas Muslimat.?

"Muslimat...!" teriaknya dengan nada mirip salah seorang dai televisi.

Hari Santri 2019

"NU...," jawab seluruh jamaah dengan suara kompak.

Tidak cuma sekali Ibu Kartini memompa semangat dengan yel-yel tersebut. Bupati Pringsewu meminta ibu yang dijuluki "neli" alias nenek lincah ini mengulang sebanyak tiga kali.?

Hari Santri 2019

Bupati Pringsewu pun tak mau kalah. "Sekali Muslimat, tetap Muslimat. Sekali NU, tetap NU," sigapnya menambahkan yel Bu Kartini.

Semangat juga ditunjukkan Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir yang didaulat menyampaikan mauidzatul hasanahnya. Ia mengingatkan, sebagai jamiyyah diniyyah terbesar di dunia, warga NU harus mampu menjaga dan merawat NU.?

"Rawat, ? jaga NU dan wariskan NU kepada anak-anak generasi penerus kita. Jangan sampai anak cucu kita asing mendengar nama NU," katanya.

Salah satu cara mewariskan NU kepada generasi penerus, menurutnya, adalah dengan memberikan pendidikan yang tepat kepada mereka.

"Didik mereka di pondok pesantren dan lembaga pendidikan bernapaskan Ahlussunnah wal-Jama’ah. Jangan sampai mendidik anak di lembaga yang tidak bernapaskan NU. Salah Kamar itu," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Syariah Hari Santri 2019

Rabu, 29 November 2017

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT

Malang, Hari Santri 2019

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku terkejut saat dirinya menjadi sasaran bully oleh kalangan aktivis media sosial. Kementerian yang dipimpinnya disebut akan membuat program rehabilitasi bagi kalangan LGBT, antara lain dengan terapi rebus.

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT

Seperti dilansir kompas.com, Ahad (13/3), kepada wartawan di Malang, Jawa Timur Khofifah, meluruskan pemberitaan yang beredar.

Menurutnya, kementeriannya tidak mempunyai program rehabilitasi untuk LGBT. "Kami tidak punya kewenangan penindakan,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Dalam kunjungan kerja ke Sidoarjo dan Mojokerto beberapa waktu lalu, Khofifah mengaku bertutur tentang keberadaan lembaga yang memiliki metode terapi bagi pengguna narkotika, obat, dan zat terlarang (napza), menggunakan proses perebusan.

Hari Santri 2019

"Betul, ada metode direbus sampai suhu 85 derajat celsius, tetapi itu untuk (pengguna) napza," ujar Khofifah.

Ditambahkan, lembaga-lembaga yang dia ceritakan itu merupakan institusi penerima wajib lapor (IPWL), yang hubungannya dengan Kementerian Sosial sebatas koordinasi.

Adapun terkait LGBT, Khofifah menyebut, pernyataan yang pernah dia sampaikan adalah cuplikan perbincangan dengan Ary Ginanjar. Dalam perbincangan itu, kata Khofifah, Ary mengatakan, metode ESQ yang dikembangkan lembaganya ternyata juga bisa membantu kalangan LGBT yang berkeinginan mengubah orientasi seksualnya kembali menjadi heteroseksual.

Khofifah menyebutkan, sampai saat ini, kementeriannya berkoordinasi dengan 118 IPWL. Kutipan soal pelepasan sejumlah eks LGBT yang disebut akan dilakukan pada Rabu (16/3/2016), kata dia, juga merupakan kegiatan dari salah satu IPWL, bukan kementeriannya.

"Karena beberapa IPWL memang sekaligus menangani (terapi) untuk (pengguna) napza, LGBT, dan lain-lain itu, tetapi metode perebusan yang saya sebut tadi bukan untuk LGBT," kata Khofifah. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU Hari Santri 2019

Senin, 27 November 2017

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

Solo, Hari Santri 2019. Habib Novel bin Muhammad Alaidrus secara resmi menyatakan masuk anggota Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh majelis Ar-Raudah ini juga mengajak jamaah turut serta masuk jam’iyah yang didirikan para ulama di Surabaya tahun1926 tersebut.

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

“Malam ini saya resmi menjadi anggota NU. Saya mengajak seluruh jamaah untuk masuk menjadi anggota NU,” kata Habib Novel saat didaulat sebagai pembicara pada acara ‘Ansor Bersolawat’ yang diselenggarakan di depan kantor PCNU Surakarta, Selasa malam (23/4).

Dalam kesempatan tersebut, Habib Novel juga mewanti-wanti warga Nahdliyyin agar jangan mau bila digiring ke ranah politik, “Acara Rijalul Ansor untuk majelis ta’lim, dzikir dan sholawat, bukan untuk menggiring ke partai politik tertentu,“ tegas Habib, yang juga penasihat GP Ansor Solo ini.

Hari Santri 2019

Pengaruh Habib yang produktif menulis ini, bagi warga Solo dan sekitar, cukup besar. Terbukti di setiap majelis yang diadakan di Markas Ar-Raudah, dipadati ribuan jamaah. Pengaruhnya ini diharapkan nantinya akan bagus bagi perkembangan NU di Solo dan sekitar.

Hari Santri 2019

Apa yang diungkapkan Habib Novel terkait menggiring NU ke politik, diamini Ketua GP Ansor Solo, M Anwar, “Khittah harus dijaga betul. Jangan sampai terbawa ke politik,” tuturnya.

Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-79 di Solo ini mengusung tema Perkuat Aqidah Ahlussunah wal Jama’ah dan Dakwah Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Beberapa hari sebelumnya juga diadakan berbagai rangkaian kegiatan guna menyambut momentum harlah ini.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Sejarah, Ubudiyah Hari Santri 2019

Minggu, 26 November 2017

Banser Banjarnegara Bikin Ulah, Mohon Jangan Diviralkan!

Banjarnegara, Hari Santri 2019  

Satuan Unit Khusus Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menyingsingkan lengan baju. Mereka kembali berbuat ulah, yaitu membantu korban hujan dan angin puting beliung di daerah itu.

Banser Banjarnegara Bikin Ulah, Mohon Jangan Diviralkan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Banjarnegara Bikin Ulah, Mohon Jangan Diviralkan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Banjarnegara Bikin Ulah, Mohon Jangan Diviralkan!

  

Sekitar 15 personil Bagana Banjarnegara dipimpin Zaenal Mustaqin selaku Kasatsus Bagana setempat, berpartisipasi mengevakuasi korban manusia, mobil dengan cara memotong pohon dan pembersihan ranting di lokasi.

Hari Santri 2019

"Terjadi hujan dan angin puting beliung kencang sejak pukul 12.45 WIB di seluruh wilayah Kecamatan Banjarnegara. Korban meninggal satu orang atas nama Riska Wardhana (16), pelajar SMA  1 Bawang, warga Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan," ujar Kasatsusnas Bagana Chabibullah.

Enam korban luka ialah Badari (80) warga Desa Gemuruh Kecamatan Bawang. Kemudian Eko Setyo (30) warga Desa Kecepit. Lalu Andri Prasongko (20), selanjutnya Edi Tri Tulisno (25), dan Tomi (16), serta Eka (28). Semuanya warga Desa Tribuana,  Kecamatan Punggelan. 

Hari Santri 2019

Chabib menambahkan, pukul 12.30 hingga 13.15 WIB hujan disertai angin kencang turun di wilayah Banjarnegara. Menumbangkan pohon beringin di sekitaran alun-alun dan pohon beringin utama di alun-alun Banjarnegara sebelah Barat.

Saat kejadian tersebut sedang ada event pertandingan volly diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Pohon tumbang tersebut menimpa para korban yang berteduh di bawahnya.

"Untuk kerugian materiil ialah adanya beberapa mobil rusak akibat tertimpa pohon. Bagana Purbalingga membantu instansi berwenang setempat. Pukul 14.35 WIB evakuasi korban selesai dan dilanjutkan pembersihan lokasi hingga pukul 15.16 WIB," kata Chabib lagi.

Ulah Banser Banjarnegara dalam penanganan bencana di daerah itu berkelanjutan. Saat  terjadi bencana tanah longsor pada Jumat (12/12/2014) mereka juga turun tangan.

Sebanyak 80 kader Bagana diturunkan dalam operasi evakuasi korban sekaligus mendampingi Basarnas Banjarnegara dan Provinsi Jawa Tengah hingga 17 Desember 2014.

"Saat itu, Bagana terlibat mencari puluhan korban baik dari masyarakat setempat maupun pendatang. Namun sebagai fakta, mohon hal-hal positif dilakukan Banser tidak perlu diviralkan. Viralkan saja yang hoaks dan fitnah mengenai kami," kata dia.

Menurut dia, Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban di akhirat bagi orang yang senang melancarkan fitnah atau ghibah.

Pahala shalat dan ibadah para pemfitnah sudah dijanjikan akan diberikan kepada yang difitnah walaupun yang difitnah itu tidak pernah shalat atau beribadah.

Selain itu, jika masih belum cukup pahala sebagai pembayaran akibat berbuat fitnah itu, maka dosa yang difitnah itu akan ditransfer pada si pemfitnah.

"Apalagi sahabat-sahabat Banser yang Insya Allah taat beribadah. Jadi jangan ragu untuk terus menebar fitnah kepada Banser. Terima kasih terus berbagi pahala untuk Banser," ujar Chabib. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Doa, IMNU Hari Santri 2019

Senin, 20 November 2017

Muhammad Syaifudin Pimpin GP Ansor Yogyakarta

Yogyakarta,Hari Santri 2019. Pada Konferwil ke-XV PW GP Ansor DIY, Pimpinan Pusat melakukan verifikasi terhadap para kader. Ada tiga syarat untuk menjadi ketua GP Ansor wilayah, yakni usia maksimal 40 tahun, aktif di pengurus wilayah atau cabang minimal tiga tahun dan memiliki sertifikat Pendidikan Kader Nasional

Demikian disampaikan Salah satu Ketua GP Ansor Pusat Ramli menjelang acara pemilihan ketua PW GP Ansor DIY, di Asrama Haji, Ahad Sore (19/1)

Muhammad Syaifudin Pimpin GP Ansor Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammad Syaifudin Pimpin GP Ansor Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammad Syaifudin Pimpin GP Ansor Yogyakarta

“Dari syarat itu, yang lolos verifikasi di DIY hanya satu orang, yakni Muhammad Syaifudin atau yang akrab dipanggil Kang Udin. Maka dengan itu, Kang Udin yang akan pimpin PW Ansor DIY untuk empat tahun ke depan,” tegas Ramli yang kemudian diamini oleh para peserta Konferwil.

Hari Santri 2019

Usai terpilih secara aklamasi, Kang Udin lalu memberikan sambutan pertama sebagai ketua terpilih. Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa PW Ansor DIY memiliki potensi yang luar biasa.

‘Rata-rata SDM yang kita punya memiliki potensi yang bagus. Maka dalam empat tahun kepemimpinan nanti, saya akan mengawal kader-kader DIY untuk bangkit, baik dalam perekonomian maupun untuk profesi pemberdayaan yang lain,” ujar Kang Udin.

Hari Santri 2019

Pada kesempatan tersebut, Kang Udin juga mengingatkan kepada para peserta agar menegurnya jika salah rel. “Tidak ada yang perlu dimeriahkan karena ini amanah. Kalau nanti saya ganti rel, tolong diingatkan. Kalau nanti keluar dari rel, tolong diberhentikan,” tandas Kang Udin yang disambut tepuk tangan para peserta. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ahlussunnah, IMNU Hari Santri 2019

Jumat, 27 Oktober 2017

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan

Padangpariaman, Hari Santri 2019. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten  Padang Pariaman Dr Zainal Tuanku Mudo, SAg, Mag, mengatakan, ibadah kurban merupakan salah satu ibadah untuk  menyempurnakan nilai-nilai  kemanusiaan. Karena dengan berkurban, dapat mengembalikan umat manusia menjadi hamba yang bertauhid.

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan

Zainal mengatakan hal itu ketika bertindak sebagai Khatib Shalat Idul Adha 1436 H/2015, di halaman Kantor Bupati Padangpariaman, Paritmalintang, Kamis (24/9).

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Propinsi Sumatera Barat ini menyebutkan, tujuan dari ibadah kurban untuk meningkatkan kebersamaan, karena di dalam pelaksanakan kurban, ada berbagi dengan sesama umat yang dirasakan  dengan penuh keindahan dan berkah.

Hari Santri 2019

Menurut Zainal, berawal dari mimpi Nabi Ibrahim Alaihi Salam, yang disuruh untuk menyembilih anak, oleh Sang Khaliq, menyembelih anaknya Nabi Ismail, karena Ibrahim yakin, bahwa yang menyuruh itu Allah swt, dia tidak ragu-ragu untuk melaksanakannya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Drs H Ali Mukhni dalam sambutannya menuturkan, Idul Adha merupakan hari raya istimewa bagi umat muslim sedunia karena dilaksanakannya dua ibadah agung yaitu ibadah haji dan ibadah kurban.

Hari Santri 2019

"Kedua ibadah itu disebut dalam  Al-Quran sebagai salah satu dari syiar-syiar agama Isalam  yang harus dihormati dan diangungkan oleh hamba-hambanya," ucapnya 

Ali Mukhni menambahkan,  Idul Adha banyak mengandung hikmah bagi kehidupan manusia sekarang dan masa depan (now and future). Salah satunya, aspek kesepakatan antara Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, IMNU, Humor Islam Hari Santri 2019

Jumat, 20 Oktober 2017

Idul Adha di Halmahera Utara Potret Toleransi Umat Beragama

Tobelo, Hari Santri 2019 - Suasana yang berbeda terlihat dalam Hari Raya Idul Adha 1438 di Halmahera Utara. Majelis Taklim pimpinan Al-Habib Abubakar bin Hasan Al-Attas Az-Zabidi yang juga mufti besar Kesultanan Ternate membagikan 4.000 lebih kupon daging hewan kurban kepada warga Muslim maupun non-Muslim di Kota Tobelo, Jumat (1/9).

Praktik toleransi beragama di Kabupaten Halmahera Utara cukup tinggi. Hal ini setidaknya diperlihatkan kekompakan umat Muslim dan non-Muslim yang terlibat dalam kepanitiaan kurban warga non-Muslim yang turut terlibat dalam proses persiapan dan penyembelihan hewan kurban. Idul Adha bernuansa Bhineka Tunggal Ika, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini pun terasa khidmat.

Idul Adha di Halmahera Utara Potret Toleransi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Adha di Halmahera Utara Potret Toleransi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Adha di Halmahera Utara Potret Toleransi Umat Beragama

Penyembelihan hewan korban ini dipusatkan di masjid Agung Al-Amin Halmahera Utara, mengangkat tema Dengan Momentum Idul Kurban 1438 H Kita Tingkatkan Toleransi Keberagaman di Kabupaten Halmahera Utara.

“Kupon hewan kurban yang telah dibagikan sebanyak 4000 lembar lebih kepada saudara Muslim dan non-Muslim di Halmahera Utara,” kata Habib Muhammad Albaar, usai menyaksikan penyembelihan hewan kurban di masjid Agung Al-Amin Tobelo.

Hari Santri 2019

Menurut Muhammad Albaar, sebanyak 55 hewan kurban dengan rincian 51 ekor sapi dan empat ekor kambing dibagikan kepada ribuan warga Halmahera Utara termasuk warga non-Muslim.

Hari Santri 2019

“Hewan kurban itu berasal dari sumbangan Majelis Habib Abubakar bin Hasan Al-Attas Az-Zabidi bersama muridnya, dan ada yang diserahkan langsung per ekor ke desa-desa setelah disembelih,” jelasnya.

Selain pelaksanaan pembagian hewan kurban kepada masyarakat di Halmahera Utara, hal yang sama juga dilakukan di Kota Ternate. “Di kota Ternate ada 30 ekor sapi yang dibagikan ke warga, dan untuk Halmahera Utara akan menjadi agenda tahunan dari Majelis Taklim,” ungkapnya.

Muhammad Albaar juga mengatakan, sebenarnya rencana penyembelian hewan kurban di Halmahera Utara sebanyak 120 ekor sapi, namun stok sapinya kurang dan bahkan harga sapi juga sangat tinggi sehingga hanya didapat 51 ekor sapi. “Sapi yang dibeli seharga Rp 14 juta per ekor,” ucapnya.

Dengan semangat berkurban, ia berharap persatuan anak bangsa di Kabupaten Halmahera Utara dan Maluku Utara secara umum dapat terjaga. Sebab, makna berkurban, menurutnya, bukan sekadar beribadah, tapi juga sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.”Nantinya akan terbangun oleh rasa satu kesatuan demi menjaga keutuhan negeri,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda non-Muslim Kota Tobelo, Roby Laguhi mengatakan perayaan Idul Adha tahun ini sangat istimewa sebab pelaksanaan menyembelih hewan kurban, warga non-Muslim juga dilibatkan. “Tentu dengan adanya kegiatan ini menandakan keakraban dan kekeluargaan antara umat Muslim dan non-Muslim di Halmahera Utara terjalin dengan sangat baik,” ujar Roby Laguhi.

Ia merasa sangat senang melihat kebersamaan seperti ini. Mudah-mudahan kegiatan yang mengedepankan kebersamaan ini bisa terus dipertahankan untuk tetap menjaga solidaritas serta toleransi sesama warga Muslim maupun non-Muslim di Kabupaten Halmahera Utara “Saya pribadi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha kepada umat Muslim di Kabupaten Halmahera Utara. Semoga kebersamaan, toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Halmahera Utara bisa terus terjaga,” harapnya.

Berdasarkan pantauan di halaman masjid Agung Al-Amin Tobelo juga tampak panitia melakukan penyembelihan hewan kurban dan yang sudah dipotong-potong dimasukan ke dalam kantong plastik untuk dibagikan. Ribuan warga penerima baik Muslim maupun Nasrani terlihat berbaur menunggu giliran. Bahkan sebagian hewan sapi dibagikan per ekor dan diantar langsung ke desa-desa mulai dari Akelamo Kao, Kecamatan Kao Teluk, Desa Sukamaju Kecamatan Tobelo Barat, Desa Kakara, Gosoma, Gamsungi. Rawajaya, Kecamatan Tobelo, Tolonuo dan Desa Luari Kecamatan Tobelo Utara. Penyembelihan hewan kurban itu dilakukan setelah shalat Idul Adha 1438 H selama dua hari. (Abdul Haris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Lomba, IMNU Hari Santri 2019

Senin, 16 Oktober 2017

Lagi, Bom Bunuh Diri di Masjid Nigeria Tewaskan Banyak Orang

Gomboru, Hari Santri 2019. Bom bunuh diri di salah satu masjid di wilayah timur laut Nigeria menyebabkan setidaknya 12 orang meninggal. Kejadian tersebut tepatnya terjadi di Kota Gomburu, Negara Bagian Borno, Nigeria pada Rabu (3/1). Di wilayah itu pula, kelompok bersenjata Boko Haram beberapa kali melakukan serangan. 

Menurut saksi mata Ali Mustapha, insiden tersebut terjadi pada saat orang-orang sedang melakukan salat Subuh. 

“Saya dalam perjalanan untuk salat Subuh, kemudian saya dengar suara ledakan bom dari dalam masjid,” kata Ali sebagaimana dikutip Reuters.

Lagi, Bom Bunuh Diri di Masjid Nigeria Tewaskan Banyak Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Bom Bunuh Diri di Masjid Nigeria Tewaskan Banyak Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Bom Bunuh Diri di Masjid Nigeria Tewaskan Banyak Orang

Dia menuturkan, akibat ledakan itu masjid menjadi hancur dan terbakar. Setelah beberapa saat, dia dan warga lainnya datang untuk mengevakuasi. Mereka menemukan 12 mayat, termasuk satu orang pelaku bom bunuh diri.

Tidak ada yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun dari beberapa tanda yang ada menunjukkan bahwa model serangan tersebut merupakan ciri khas Boko Haram. Boko Haram merupakan grup jihadis yang sering menggunakan pelaku bom bunuh diri, biasanya perempuan, untuk menyerang tempat-tempat publik yang ramai seperti masjid dan pasar. 

Hari Santri 2019

Kelompok ini telah melancarkan serangan-serangan di Nigeria timur laut sejak 2009. Konflik yang ditimbulkan Boko Haram telah menyebabkan 20 ribu orang meninggal dan menyebabkan lebih dari dua juta orang meninggalkan tempat tinggalnya.

Meski pemerintah dan militer telah mengumumkan bahwa Boko Haram telah berhasil dikalahkan, namun nyatanya kelompok ini terus melancarkan serangan mematikan terhadap militer dan masyarakat sipil. 

Hari Santri 2019

Pada November, dua bom bunuh diri dengan tersangka Boko Haram menewaskan setidaknya 50 orang di sebuah masjid. Awal Desember, Boko Haram kembali melancarkan serangan bom bunuh diri di sebuah pasar dan menewaskan setidaknya 17 orang. 

Dikutip dari aljazeera, minggu lalu lebih dari 700 orang yang diculik Boko Haram berhasil melarikan diri. Mereka yang ditawan berasal dari berbagai unsur, mulai dari petani hingga nelayan beserta dengan keluarganya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Pondok Pesantren, Halaqoh Hari Santri 2019

Minggu, 17 September 2017

Koordinator Ayo Mondok Sesalkan Pernyataan Buwas Terkait Narkoba di Pesantren

Pacitan, Hari Santri 2019. Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok, KH Luqman Harits Dimyathi menyayangkan pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso terkait rumor penggunaan narkoba di lingkungan pesantren. Gerakan Ayo Mondok meminta dia menyodorkan data terkait pernyataanya.

“Kita pertanyakan maksud pernyataan Pak Buwas (Budi Waseso) itu apa? Kita sangat menyesalkan ada seorang pejabat publik yang berbicara itu dengan tidak ada data yang jelas. Kita sangat menyayangkan itu,” tegas Kiai Luqman kepada Hari Santri 2019 di Pacitan, Jawa Timur, Ahad malam (13/3).

Koordinator Ayo Mondok Sesalkan Pernyataan Buwas Terkait Narkoba di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Koordinator Ayo Mondok Sesalkan Pernyataan Buwas Terkait Narkoba di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Koordinator Ayo Mondok Sesalkan Pernyataan Buwas Terkait Narkoba di Pesantren

Katib Syuriyah PBNU itu menyebut tidak ada pesantren di bawah naungan asosiasi pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

“Sebenarnya kasus narkoba masuk pesantren di Sumenep itu belum jelas. Identitas santrinya pun tidak jelas. Tapi oleh media disebut santri dan dibesar-besarkan. Ini berita yang menyesatkan. Pesantren selama ini sangat antinarkoba,” jelas pengasuh Pesantren Tremas Pacitan ini.

Dengan adanya pernyataan itu, lanjut Kiai Luqman, kalangan pesantren merasa sangat dirugikan. Citra pesantren yang selama ini menolak adanya narkoba seakan runtuh dengan munculnya kabar tersebut. Terlebih sekarang ini kalangan pesantren tengah getol mengampayekan gerakan Ayo Mondok, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk memilih pesantren sebagai tujuan utama menuntut ilmu.

“Kami sadar gerakan ini pasti banyak tantanganya, banyak orang yang tidak suka dengan gerakan Ayo Mondok. Dalam setiap kehidupan pasti ada yang like dan dislike itu ada,” imbuhnya.

Hari Santri 2019

Menurut informasi, dalam waktu dekat gerakan Ayo Mondok akan mengadakan silaturahim nasional (silatnas) dengan mengumpulkan para kiai pengasuh pesantren. Silatnas Ayo Mondok digelar dalam rangka memperkuat jati diri pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berada di garis terdepan melawan segala bentuk radikalisme dan narkoba.?

“Kita ingin menampakkan kepada pemerintah, kepada masyarakat bahwa gerakan Ayo Mondok ini harus didukung oleh semua pihak. Tentunya oleh pemerintah itu sendiri,” pungkas Kiai Luqman. (Zaenal Faizin/Zunus)

?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Doa, IMNU Hari Santri 2019

Rabu, 30 Agustus 2017

Kitab Tafsir Berbahasa Arab Terlengkap Pertama Karya Ulama Nusantara

Ini adalah halaman sampul dari kitab “Marâh Labîd li Kasyf Ma’na al-Qur’ân al-Majîd” atau yang dikenal juga dengan “al-Tafsîr al-Munîr” karangan seorang ulama besar dunia Islam di abad ke-19 M asal Nusantara, yaitu Syaikh Abû ‘Abd al-Mu’thî Muhammad Nawawî ibn ‘Umar al-Bantaî al-Jâwî tsumma al-Makkî (dikenal dengan Syaikh Nawawi Banten, w. 1316 H/ 1897 M).

Kitab “Marâh Labîd” atau “al-Tafsîr al-Munîr” terhitung sebagai kitab tafsir yang sangat istimewa, karena karya ini adalah karya tafsir al-Qur’an yang pertama yang ditulis dalam bahasa Arab secara lengkap oleh seorang ulama asal Nusantara. Selain itu, karya ini juga tercatat sebagai salah satu karya tafsir yang ditulis pada abad ke-19 M di dunia Islam (selain "Tafsîr al-Manâr" karangan Muhammad Abduh dari Mesir, w. 1323 H/ 1905 M).

Kitab Tafsir Berbahasa Arab Terlengkap Pertama Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Tafsir Berbahasa Arab Terlengkap Pertama Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Tafsir Berbahasa Arab Terlengkap Pertama Karya Ulama Nusantara

Dalam kolofon, didapati informasi jika karya ini selesai ditulis di Makkah pada malam Rabu, 5 Rabiul Akhir tahun 1305 Hijri (bertepatan dengan 20 Desember 1887 Masehi). Syaikh Nawawi menulis di halaman terakhir karyanya ini;

Hari Santri 2019

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1305 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Dan aku telah menyelesaikan karya ini …. pada tanggal lima bulan Rabiul Akhir, malam Rabu, tahun 1305, Seribu Tiga Ratus Lima [Hijri] oleh seorang yang fakir kepada Allah, yaitu Muhammad Nawawi, semoga Allah memberikan pengampunan kepadanya dan kedua orang tuanya juga pada guru-gurunya ….).

Hari Santri 2019

Karya ini kemudian dicetak untuk pertamakalinya oleh al-Mathba’ah al-‘Utsmâniyyah (al-Amîriyyah) di Kairo beberapa bulan kemudian (1305 Hijri/ 1888 Masehi), dan mengalami cetak ulang berkali-kali hingga saat ini oleh pelbagai penerbit lainnya, baik di Timur Tengah ataupun di Nusantara.

Dalam kata pengantarnya, Syaikh Nawawi Banten mengatakan bahwa dirinya menulis kitab tafsir ini dikarenakan adanya dorongan dari salah seorang gurunya. Pada awalnya, beliau merasa segan untuk menuliskan sebuah karya tafsir, karena bidang ilmu ini terhitung berat. Namun kemudian, demi misi lestarinya sebuah tradisi penulisan ilmu pengetahuan, maka beliau pun mulai menuliskan karya tafsir ini. Syaikh Nawawi Banten menulis;

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Ammâ ba’du. Maka berkatalah hamba yang paling hina, Muhammad Nawawi namanya. Bahwa telah memerintahkan kepadaku sebahagian guru yang aku muliakan, agar aku menulis sebuah tafsir al-Qur’an. Aku mengurungkan untuk tidak memenuhi perintah itu selama bertahun-tahun lamanya, karena takut akan hadits Nabi yang mengatakan bahwa “barangsiapa yang menafsirkan al-Qur’an dengan pendapatnya, dan itu adalah benar, maka sejatinya ia telah melakukan kekeliruan”. Juga takut akan hadits Nabi lainnya, yang mengatakan bahwa “barangsiapa yang menafsirkan al-Qur’an dengan pendapat (hawa nafsu)nya, maka hendaklah ia menyediakan tempat di neraka”. [Namun setelah itu,] aku pun menyanggupi permintaan tersebut, karena hendak mengikuti para generasi terdahulu yang salih dalam upaya melestarikan tradisi penulisan ilmu pengetahuan, agar ia tetap berkembang di antara manusia. Tidak ada sesuatu yang baru yang aku lakukan, namun setiap zaman mestilah terdapat pembaharuan. Dan hendaklah karya ini menjadi penolong bagiku, juga bagi orang-orang yangbodoh semisalku [guna memahami kandungan al-Qur’an]).

Dalam menulis karya ini, Syaikh Nawawi Banten pun merujuk kepada beberapa kitab tafsir, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam kata pengantarnya. Beberapa rujukan tersebut adalah; (1) al-Futûhât al-Ilâhiyyah” atau yang dikenal dengan “Hâsyiah al-Jamal” karya Syaikh Sulaimân ibn ‘Umar al-Jamal (w. 1204 H/ 1789 M), (2) “Mafâtih al-Ghaib” atau yang dikenal dengan “al-Tafsîr al-Râzî” karangan Fakhr al-Dîn al-Râzî (w. 606 H/ 1209 M), (3) “al-Sirâj al-Munîr” karangan Syaikh Syams al-Dîn Muhammad al-Syarbînî (w. 977 H/ 1569 M), dan (4) “Tafsîr Abî Sa’ûd” atau “Irsyâd al-‘Aql al-Salîm” karya Abû Sa’ûd al-‘Imâdî (w. 982 H/ 1574 M).

Syaikh Nawawi Banten menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ?

(Aku telah merujuk pada kitab-kitab tafsir seperti “al-Futûhât al-Ilâhiyyah”, “Mafâtih al-Ghaib”, “al-Sirâj al-Munîr”, “Tanwîr al-Miqbâs”, dan “Tafsîr Abû Su’ûd”. Aku menamai karyaku ini dengan nama yang sesuai dengan masanya,yaitu “Marâh Labîd li Kasyf Ma’nâ al-Qur’ân al-Majîd”. Kepada Allah yang Karim dan Fattah lah aku bersandar, kepadaNyalah aku menyerahkan segala urusan).

Dalam menulis karya tafsir ini, Syaikh Nawawi Banten cenderung menggunakan metode “tahlîlî” (analitik), yaitu mengkaji dan menafsirkan al-Qur’an berdasarkan sistematika urutan ayat dan surat. Syaikh Nawawi Banten juga menuliskan asbâb al-nuzûl, yaitu konteks dan kausa sebuah ayat diturunkan, menguraikan varian bacaan al-Qur’an (qirâ’ât) dan implikasi hukum yang ditimbulkan olehnya.

Pada konteks sejarah penulisan karya tafsir al-Qur’an ke-Islam Nusantaraa-an, karya ini sezaman (meski lebih senior) dengan karya-karya tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh ulama Nusantara dengan menggunakan bahasa lokal, seperti tafsir “Nûr al-Ihsân” dalam bahasa Melayu karangan Syaikh Muhammad Sa’id Kedah, tafsir “Faidh al-Rahmân” berbahasa Jawa karangan Syaikh Soleh Darat, dan “Tafsir al-Qur’an” berbahasa Sunda karangan Haji Hasan Mustapa Garut. (Ahmad Ginanjar Syaban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tokoh, Pendidikan, IMNU Hari Santri 2019

Minggu, 11 Juni 2017

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan

Jombang, Hari Santri 2019 - Menjelang bulan suci Ramadhan, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Jombang mengeluarkan surat berisi imbauan khususnya kepada warga masyarakat setempat yang beragama Islam. Surat itu penting untuk diperhatikan guna menyamakan persepsi dalam penetapan awal Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah 1438 H.

"Lembaga Falakiyah NU Jombang mengimbau kepada seluruh umat Kabupaten Jombang untuk memperhatikan hal-hal sudah ditulis di surat imbauan," kata Ketua LFNU Jombang Mamuri As, Rabu (24/5).

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan

Ia mengatakan, terkait penetapan awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah 1438 H, semua sistem hisab memang sudah memiliki ketetapan yang sama jauh hari sebelumnya. Tetapi untuk pelaksanaan ibadahnya (1 Ramadhan dan 1 Syawwal), masyarakat harus menunggu hasil sidang istbat yang dipimpin Menteri Agama RI.

LFNU Jombang menyatakan bahwa pada hari rukyah 29 Syaban 1438 H Jumat Legi, 26 Mei 2017 M ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia antara 6 derajat 56 menit sampai 8 derajat 58 menit. Untuk pelaksanaan ibadah (1 Ramadhan), masyarakat harus menunggu hasil sidang istbat awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama RI.

Hari Santri 2019

Sementara untuk penetapan awal Syawwal 1438 H, semua sistem hisab menyepakati bahwa ijtimak menjelang awal Syawwal jatuh pada hari Sabtu Kliwon 24 Juni 2017 bertepatan pada 29 Ramadhan 1438 sekitar pukul 09;31 WIB.

Pada hari rukyah 29 Ramadhan 1438, 24 Juni 2017, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia antara 2 derajat 16 menit sampai dengan 4 derajat 21 menit. Untuk pelaksanaan ibadah (1 Syawal), masyaakat harus menunggu hasil sidang istbat awal Syawwal yang dipimpin Menteri Agama RI. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, Berita, IMNU Hari Santri 2019

Senin, 29 Mei 2017

Kepolisian Mesti Jatuhkan Sanksi Keras Untuk FPI

Jakarta, Hari Santri 2019. Lakpesdam NU DKI Jakarta mendorong pihak Polda DKI Jakarta untuk mengambil tindakan hukum bagi anggota FPI yang berbuat onar saat demonstrasi beberapa hari lalu. Karena, di negara yang berlandaskan konstitusi, tidak boleh ada satupun unsur warga negara atau kelompok tertentu kebal dari hukum.

Ketua Lakpesdam NU DKI Jakarta Husny Mubarok Amir mengecam siapa saja yang berbuat anarki hingga merusak fasilitas umum atau hak milik pribadi.

Kepolisian Mesti Jatuhkan Sanksi Keras Untuk FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepolisian Mesti Jatuhkan Sanksi Keras Untuk FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepolisian Mesti Jatuhkan Sanksi Keras Untuk FPI

Menurutnya, semua orang memiliki hak menyatakan pendapatnya di muka umum. “Tetapi PWNU DKI Jakarta mengecam dan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengambil tindakan hukum bagi siapa saja yang berbuat anarkis dan melawan hukum,” kata Husny kepada Hari Santri 2019, Rabu (12/11) malam.

Hari Santri 2019

Kepada Ahok, Husny mengingatkan bahwa kehidupan ini tidak hanya dinafasi oleh hukum atau konstitusi. Ia menyarankan Ahok untuk lebih bersikap bijak terhadap kearifan lokal. Kendati masyarakat Jakarta terbuka dan tidak minta penghormatan, hanya saja kesopanan berkomunikasi masih diperlukan.

“Kurangilah perkataan yang cenderung tinggi kepada siapapun, lebih-lebih kepada ulama atau kiai di Jakarta,” pungkas Husny menyikapi demontrasi FPI menolak Ahok. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Cerita, IMNU Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock