Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual

Surabaya, Hari Santri 2019. Ketua I Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur Hasanudin Tiro menyatakan, arus globalisasi yang ditandai derasnya arus informasi dan teknologi adalah suatu tantangan besar bagi kaum terpelajar dan pergerakan. Generasi muda selain harus mempunyai kematangan pikiran juga harus mempunyai kedalaman spiritualnya

Maka pihaknya selaku ketua I PKC PMII Jatim segera menggelar Sekolah Kader Wilayah (SKW). Yang mana SKW ini adalah kaderisasi non-formal tertinggi di tingkat PMII Jawa timur dan merupakan sebuah Pelatihan Integral ke-materi-an, ke-fasilitator-an, kedisiplinan dan keagamaan.

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual

“Sekolah kader wilayah (SKW) adalah pelatihan non-formal PKC PMII Jatim

Hari Santri 2019

Sebuah pelatihan integral antara pematerian, kedisiplinan dan keagamaan. Globalisasi yang ditandai dengan derasnya  gelombang informasi dan teknologi sudah berkembang sedemikian rupa,” terangnya saat di temui Hari Santri 2019, Kamis (10/1) di kantor PKC PMII Jawa Timur.

Hari Santri 2019

Tantangan ini harus kita hadapi dengan mempersiapkan genersi Bangsa yang tidak hanya maju di bidang intelektual tapi juga kematangan jiwa dan kedalaman spiritual,” lanjutnya.  

Adapun out put dari Sekolah Kader Wilayah (SKW) adalah lahirnya idiolog-Idiolog handal yang dimiliki oleh pengurus cabang PMII di seluruh jawa timur. Yang kemudian dapat meneruskan kaderisasi di tingkat daerah masing-masing.

“Adapun kegiatan ini out putnya adalah lahirnya ideolog dan tim pelatih inti di masing2 cabang PMII se Jawa Timur,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut pihaknya saat ini sedang menggodong rencana kegiatan tersebut karena kegiatan ini butuh waktu dan tenaga yang sangat ekstra maka dibutuhkan kekuatan dan fikiran yang cukup. bulan depan tanggal 13 Februari sudah dapat dilaksanakan. 

"Insyaallah 13 Februari 2013 sudah siap semuanya saat ini kita sedang menggodonk rangkain kegiatan tersebut, termasuk input pakar, mempersiapkan ketentuan peserta, dan buku-buku yang harus dibaca oleh calon peserta dalam kegiatan tersebut," pungkasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba Hari Santri 2019

Saatnya Menyeriusi Intelektualitas PMII

(Surat Terbuka untuk Ketua Umum PB PMII 2005-2008)

Oleh: Kholilul Rohman Ahmad*


Muktamar ke-2 Partai Kebangkitan Bangsa di Semarang bulan lalu menjadi salah satu ruang strategis untuk mengkaji dinamika kontemporer gerakan mahasiswa di bawah payung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam even nasional itu terjadi interaksi warga PMII antar generasi. Dunia mahasiswa yang penuh dengan idealisme ternyata tidak kemudian menanggalkan minat dalam hiruk pikuk politik praktis. Hal ini mungkin lantaran beberapa alumni PMII yang sudah menjadi politisi di Senayan sebagai wakil rakyat dari berbagai partai politik ikut nimbrung dalam pesona nostalgis itu. Tak pelak, di tengah perhelatan itu PMII memanfaatkan menggelar acara temu warga dan alumni.

Tak ayal dalam forum informal itu muncul pertanyaan tentang siapa yang dinilai kuat menjadi ketua Umum Pengurus Besar PMII menggantikan sahabat A Malik Haramain yang akan habis jabatan. “Siapa yang kira-kira kuat menggantikan Malik,” tanya salah seorang warga PMII. Tiba-tiba warga lain spontan nyelethuk: “Tergantung siapa nanti yang jadi ketua PKB.” Entah jawaban spontan itu guyonan  atau serius. Penulis husnudzon saja dengan jawaban itu dan menilainya sebagai guyonan  tanpa tendensi apa-apa. Namun penulis menangkap di balik jawaban itu tersimpan kenyataan politik bahwa di tubuh PMII telah ada yang beberapa warganya yang terkontaminasi “virus” politik praktis. Atau jawaban itu dapat ditangkap sebagai penanda bahwa realitas politik praktis telah merambah di dunia pergerakan mahasiswa.

Celethukan itu dapat diartikan dengan dua analisa. Pertama, memang sebagai guyonan. Dalam arti hal itu tidak perlu dianggap serius, terlebih ia muncul di tengah gelak tawa dan ketimpangan nasib beberapa alumni yang berhasil menjadi politisi dan tidak. Kedua, bisa jadi suara itu memang representrasi atas kenyataan yang tengah terjadi di tubuh PMII(?). Jika yang pertama menjadi kenyataan, tentu tak jadi soal. Namun jika yang kedua yang tengah menjangkiti PMII, harus dimaknai sebagai refleksi bahwa selama ini gerakan intelektualitas PMII sedang mengalami krisis.

Oleh sebab itu, jika dalam pasca kongres ke-XV ini tidak ada upaya merevitalisasi PMII kepada khittah-nya sebagai organ pergerakan mahasiswa bersama rakyat, tidak ada upaya serius mengembalikan ruh PMII sebagai pendamping rakyat, maka tamatlah riwayat PMII sebagai gerbong gerakan mahasiswa yang gagasannya selama ini dinilai senantiasa konsisten di jalur politik non partisan alias selalu berpihak kepada nasib rakyat.

Harus diakui dewasa ini, setidaknya sejak reformasi bergulir tahun 1998, kiprah PMII sebagai organ mahasiswa sejati banyak dipertanyakan, baik oleh sesama aktivis mahasiswa maupun di kalangan internal PMII sendiri. Pasalnya kecenderungan yang cukup mewabah bahwa, misalnya, seorang kader untuk bisa menjadi “orang” harus mempunyai patron yang kuat di atasnya, baik politisi senior maupun pengusaha. Seolah untuk sukses meniti karir pasca mahasiswa harus melewati jalur politik patronase seperti jaman Orde Baru. Padahal sesungguhnya dunia mahasiswa harus meninggalkan sistem patronase seperti itu karena yang lebih kuat untuk dijadikan patron adalah rakyat.

Namun kenyataan ini tak bisa disalahkan pada salah satu pihak. Sebab kenyataan politik yang menggairahkan bagi siapapun untuk cepat meniti karir juga menjangkiti organisasi mahasiswa pada umumnya. Meskipun demikian bukan berarti di dunia pergerakan mahasiswa semuanya berperilaku seperti itu.

Yogyakarta sebagai sentral pergerakan PMII sepuluh tahun silam, dalam lima tahun belakangan telah kehilangan ruhnya. Kader-kader yang sering mewarnai media massa dengan artikel-artikel kritisnya, misalnya, telah banyak mengalami kemunduran dari segi kuantitas dan kualitas. Bahkan kota-kota lain lebih sibuk bagaimana warga PMII menjadi patron alumni atau “orang kuat lain” yang sedang menjadi pejabat eksekutif maupun legislatif. Padahal menjadi kewajiban bagi PMII untuk tetap konsisten memposisikan dirinya sebagai insan kreatif di tengDari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Halaqoh, Kajian Hari Santri 2019

Saatnya Menyeriusi Intelektualitas PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Saatnya Menyeriusi Intelektualitas PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Saatnya Menyeriusi Intelektualitas PMII

Senin, 29 Januari 2018

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

Jakarta, Hari Santri 2019

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan agar prinsip tabayun (kejelasan) terhadap informasi yang diperoleh di dunia maya harus dikedepankan. Ia menekankan prinsip tersebut di tengah fenomena informasi yang lebih cenderung mementingkan kecepatan daripada ketepatan.

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

"Saat ini pengguna medsos banyak ingin menjadi yang pertama memberikan informasi yang belum tentu valid. (Lakukan) nomor 1 tabayun, nomor 2 tabayun, nomor 3 tabayun. Jangan sampai jempol kita lebih cepat dari pikiran kita. Dicerna dulu informasi yang didapat," katanya pada Silaturahmi Nasional I yang dilaksanakan oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) di Hotel Santika TMII Jakarta, Jumat (8/12).

Menteri Rudiantara menjelaskan, teknologi adalah sesuatu yang netral. (Hal) yang membuat teknologi menjadi hal positif ataupun negatif adalah penggunanya. Ia mengumpamakan teknologi seperti pisau yang bila digunakan di dapur untuk memasak maka akan bermanfaat. Dan sebaliknya jika digunakan untuk kejahatan maka akan membawa hal negatif.

Hari Santri 2019

Dalam perkembangannya saat ini, pemerintah tidak menutup mata terhadap efek-efek negatif yang muncul dari perkembangan teknologi khususnya internet. Pemerintah terus berupaya meminimalisir konten-konten negatif dengan beberapa strategi diantaranya melalui pemblokiran media sosial ataupun website yang mengandung konten negatif.

"Delapan ratus ribu situs sudah diblok oleh pemerintah berdasarkan laporan masyarakat," terangnya di depan para stakeholders konten keislaman dari seluruh Indonesia.

Hari Santri 2019

Dalam mengambil kebijakan pemblokiran, lanjut Rudiantara, pihaknya selalu menggandeng stakeholders terkait termasuk para kiai dan ulama. Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaan kebijakan tidak menimbulkan gejolak yang dapat melahirkan efek-efek negatif.

Peran ulama dinilai sangat penting dalam memberikan pedoman sekaligus mengarahkan umat dalam beraktivitas di dunia maya khususnya medsos. Sehingga muncullah fatwa No. 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial yang terus disosialisasikan oleh Kemenkominfo. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Internasional Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang

Tangerang, Hari Santri 2019

Sebagai upaya meningkatkan semangat olahraga dan menggali potensi pemuda, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kompetisi futsal di Sport Club Citra Raya, Tangerang, Banten. Acara ini digelar dalam rangka menyambut hari lahir ke-82 GP Ansor.

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Apresiasi Turnamen Futsal GP Ansor Tangerang

Kali ini GP Ansor Kabupaten Tangerang mengangkat tema “Mewujudkan Soliditas dengan Menjungjung Tinggi Sportivitas”. Tujuan utamanya adalah sebagai sarana konsolidasi dan koordinasi di antara kader GP Ansor Kabupaten Tangerang.

Acara tersebut dibuka Teguh Raharjo selaku Deputi 3 bidang Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora, Ahad (17/4), mewakili Menpora Imam Nahrawi yang berhalangan hadir.

Hari Santri 2019

Dalam sambutanya Teguh Raharjo memberikan apresiasi yang tinggi kepada GP Ansor yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap ke depan GP Ansor mampu membuat turnamen profesional dalam skala provinsi atau bahkan nasional.

“Kemenpora menyambut baik dan siap bekerjasama dengan GP Ansor untuk mengelar kompetisi-kompetisi olahraga dengan skala yang lebih besar,” tuturnya.

Hari Santri 2019

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menyampaikan bahwa turnamen futsal ini digelar dalam rangka mencari bibit-bibit kader yang memiliki keterampilan dalam olahraga futsal.

“Saya akan dorong agar ini bisa menjadi kegiatan rutin dan semoga kita dapat menggelar turnamen profesional,” imbuh pria yang pernah menjadi Direktur Sekolah Demokrasi ini.

Turnamen yang diikuti 32 tim futsal GP Ansor se-Kabupaten Tangerang berlangsung semarak. Selain ratusan kader GP Ansor dan Banser, turut hadir juga anggota DPRD Provinsi Banten H. Ade Awaludin, Ketua PW GP Ansor Banten H Imron, Ketua DPD KNPI Cucu Abdurrosyid, dan Kabid Olahraga Disporabudpar Kabupaten Tangerang Iratmoko.

Sementara anggota DPRD Banten Ade Awaludin menyampaikan, GP Ansor mesti menjadi organisasi pemuda yang dinamis, senantiasa hadir dalam setiap momentum pembangunan. “Saya kira turnamen futsal ini menjadi bagian ikhtiar GP Ansor menggali dan menyalurkan bakat anak-anak muda Tangerang,” ucapnya.

Senada dengan Ade, Ketua DPD KNPI Cucu Abdurrosid yang juga Kabid Pemuda Disporabudpar Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya menggali potensi dan mengarahkan pemuda Tangerang untuk menjadi pemuda-pemuda yang memiliki keahlian, karakter kedisiplinan, dan sportivitas yang tinggi. “Pemuda Tangerang harus memiliki daya saing dan skill yang andal agar dapat berkhidmat dan membawa nama baik Tangerang,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah, Sejarah, Lomba Hari Santri 2019

Rabu, 17 Januari 2018

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik

Demak, Hari Santri 2019. PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak masa khidmah 2015-2017 resmi dilantik, Ahad (5/4) pagi. Acara berlangsung di Gedung NU Kabupaten Demak lantai 3. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi dan Kaderisasi”.?

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa Tengah, Amir Musthofa Zuhdi dan Ketua PW IPPNU Jawa Tengah, Umi Sangadah.

Ketua PC IPNU Demak, Abdul Halim dalam sambutannya mengungkapkan, pihaknya memohon partisipasi semua pihak, baik kader, alumni, serta Banom NU, untuk senantiasa bergandengan tangan agar apa yang menjadi visi organisasi dapat terwujud dengan semaksimal mungkin.

Hari Santri 2019

“Sebagaimana tema yang telah kami ambil, kita harus bersinergi serta memperkuat organisasi dan kaderisasi, karena tantangan globalisasi sekarang ini harus bisa kita jawab dengan aksi-aksi riil kita semua untuk masyarakat,” ujarnya.?

Senada dengan Halim, Ketua PC IPPNU, Istiqomah mengatakan, sinergitas dan satu komando harus tetap terjaga demi keberlangsungan organisasi sehingga kejayaan bisa diraih.

Hari Santri 2019

Sementara itu, Amir Musthofa Zuhdi mengatakan, kepada PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak, pihaknya memohon kerja sama dan peran aktif untuk mengembangkan organisasi serta kaderisasi IPNU-IPPNU di Provinsi Jawa Tengah ini.

Selain itu, Drs H Moh Dachirin Said, SH, MSi, Bupati Demak dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Kesra Pemkab Demak Anang Badrul Kamal berharap PC IPNU-IPPNU Demak benar-benar mewujudkan langkah nyata guna menanggulangi serangan paham radikalisme serta fundamentalisme yang notabene mengancam keutuhan NKRI.

Adapun dr H Masyhudi AM, M.Kes yang mewakili Ir Musyadad Syarif, Ketua PCNU Demak yang berhalangan hadir karena mengawal kegiatan Bahtsul Masail di Dempet Demak mengungkapkan, ada dua poin yang menjadi hal penting dalam berorganisasi yaitu pembangunan kompetensi dan jaringan (networking).?

“Silakan kembangkan dan qona’ah-lah dalam berorganisasi terlebih untuk perjuangkan tegaknya Aswaja NU di Demak ini,” tegas pria yang juga Direktur RSI Sultan Agung Semarang ini.

Dalam acara pelantikan ini, turut hadir Ketua LP Ma’arif NU Demak, Sa’dullah, Kapolres Demak yang diwakili Kasat Binmas Budiono, Kodim 0716 Demak yang diwakili Koramil Demak Kota Kapten Inf ? Eko Juhartono, Ketua GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi, Lc. Msi, serta perwakilan kader IPNU-IPPNU dari tingkat ranting/komisariat/anak cabang se-Kabupaten Demak, dan juga perwakilan OKP. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Lomba, Khutbah Hari Santri 2019

Orang Gila dan Krisis Multidimensional

Orang gila, yaitu orang yang sudah tidak mempunyai pikiran normal layaknya manusia pada umumnya terdapat di seluruh negara di dunia. Bahkan persoalan orang gila ini menjadi perhatian pemerintah dan sebagian elemen masyarakat.

Saat itu santri bernama Kartono telah menyelesaikan ujian di pondok pesantrennya. Ia pun hendak pulang ke kampung halamannya karena aktivitas pondok sementara diliburkan beberapa hari usai menggelar ujian.

Orang Gila dan Krisis Multidimensional (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Gila dan Krisis Multidimensional (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Gila dan Krisis Multidimensional

Ia pulang bersama teman santri sekampungnya bernama Muhtarom. Di sepanjang perjalanan mereka bercerita apa saja terkait pengalaman mereka, termasuk fenomena orang gila yang sering mereka jumpai di daerah sekitar pondok pesantren.

Dalam hitungan Kartono, ada sebanyak 59 orang gila sepanjang jalan di daerah sekitar pondok. 

“Kamu menghitung apa dari tadi?” tanya Muhtarom.

Hari Santri 2019

“Ini Rom, saya sedang menghitung orang gila yang mungkin merupakan dampak dari krisis multidimensional yang terjadi di negeri kita, jumlahnya yang saya hitung ada 59 orang,” jawab Kartono.

“Kok beda, dalam hitungan saya jumlah orang gila mencapai 70,” sergah Muhtarom.

“Masa? Selisih satu orang. Lah terus satu orang itu siapa Rom?” 

“Ya, kamu.....!” jawab Muhtarom sambil ngakak. (Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Doa, Habib Hari Santri 2019

Pengurus 14 Ranting NU di Kecamatan Dringu Dilantik Berjamaah

Probolinggo, Hari Santri 2019. Sebanyak 56 orang pengurus dari 14 Ranting NU se-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo dilantik bersamaan, Ahad (29/1). Pelantikan ini dipimpin oleh Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo H Taufiqus Sholeh.

Pelantikan yang dilaksanakan di MTs Darul Ulum Desa Ngepoh Kecamatan Dringu ini dihadiri oleh Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri dan jajaran pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo, pengurus MWCNU Dringu baik jajaran lembaga maupun badan otonom (banom), Forkopimka Dringu serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Dringu.

Pengurus 14 Ranting NU di Kecamatan Dringu Dilantik Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus 14 Ranting NU di Kecamatan Dringu Dilantik Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus 14 Ranting NU di Kecamatan Dringu Dilantik Berjamaah

Dalam kesempatan tersebut H Taufiqus Sholeh memberikan motivasi kepada segenap pengurus Ranting NU yang baru saja dilantik. Pengurus NU diminta agar bisa menumbuhkan kembali kecintaan pada Negara dan menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Sebagai warga NU, pengurus NU harus bisa menumbuhkan rasa cintanya kepada NU. Sebab jika sudah ada rasa cinta, maka pengurus akan mampu menjalankan roda organisasi dengan baik,” katanya.

Sementara Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri menyampaikan bahwa perjuangan harus selalu dilandasi dengan keikhlasan sebagaimana hal yang dilakukan oleh Rais Akbar PBNU Hadratus Syekh KH Hasyim Ashari.

Hari Santri 2019

“Contohnya dengan mengamalkan nilai-nilai dari Pancasila sebagai mana keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-27 di Situbondo tahun 1984 yaitu kembali ke khittah NU,” ungkapnya.

Hari Santri 2019

Usai dilantik, para pengurus Ranting NU se-MWCNU Kecamatan Dringu tersebut akan segera menjalankan program kerjanya masing-masing demi memberikan manfaat kepada masyarakat. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian, Lomba Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock