Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris

Jakarta, Hari Santri 2019. Rais Aam PBNU yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin mengaku merasa kehilangan dengan meninggalnya Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Slamet Effendy Yusuf yang dikenal sebagai sosok organisatoris.

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris

"Slamet adalah seorang organisatoris dengan pengalamannya di organisasi," kata Kiai Ma’ruf saat dihubungi dari Jakarta, Kamis, (3/12)

Menurut Maruf, Slamet banyak bergerak di berbagai organisasi seperti pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor. Selain itu, masih kata Maruf, Slamet juga menjadi Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI).

Hari Santri 2019

Almarhum Slamet Effendy Yusuf sebelumnya juga pernah lama berkecimpung di dunia politik sebagai kader dan pengurus Partai Golkar.

Dia pernah menjabat Ketua MPR-RI periode 1988-1993 dan anggota DPR-RI periode 1992-2009 dari Partai Golkar.

Hari Santri 2019

Slamet juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar dan sempat pula menjabat Ketua PBNU periode 2010-2015, Ketua MUI pada periode 2009-2014 dan Waketum MUI 2015-2020.

"Jadi pengabdian almarhum begitu besar kepada bangsa dan negara serta agama," kata Kiai Ma’ruf.

Slamet Effendy Yusuf meninggal dunia pada Rabu (2/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB di Bandung, Jawa Barat, dalam usia 67 tahun. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Makassar, Hari Santri 2019. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Sulawesi menolak tegas rencana pembuatan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Penolakan tersebut ditunjukkan dengan berunjuk rasa serentak di beberapa kota yaitu Makassar, Mamuju, Minahasa, dan Manado, pada Senin, (4/6).

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Dalam pers liris yang diterima Hari Santri 2019, PMII berpendapat, akhir-akhir ini aktivitas politik-militer di kawasan ASEAN meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan rencana pembuatan pangkalan militer AS di kepulauan Cocos, 3000 kilometer baratdaya Jakarta.  Sebelumnya, AS telah mengerahkan ribuan mariner di pangkalan militer Darwin, Guam, dan Singapura.

AS juga telah menjalin kerjasama militer dengan Indonesia. Hal itu ditandai dengan hadirnya USNS Mercy di teluk Manado dan rencana latihan bersama Koarmatim dengan sandi CARAT 2012 di Surabaya pada awal Juli ini. 

Hari Santri 2019

Di saat bersamaan, kekuatan China-Rusia semakin terjalin. Anggaran belanja militer meningkat, latihan perang China-Rusia dan uji coba persenjataan Korea Utara menambah fakta bahwa kawasan Pasifik rentan “gesekan”. Khawatirnya berujung menjadi zona pertempuran.

Hari Santri 2019

“Kami tidak mau ASEAN dijadikan zona pertempuran. Kami ingin ASEAN sebagai kawasan damai sesuai deklarasi 27 November 1971, yaitu ASEAN ZOPFAN, Zone Of Peace, Freedom And Neutrality. Deklarasi tersebut menetapkan bahwa ASEAN Sebagai Kawasan Damai, Merdeka Dan Netral,” ujar Iezha, seorang pengunjuk rasa. 

Deklarasi tersebut, sambung Iezha, seharusnya jadi pegangan teguh negara-negara ASEAN guna mencegah dan menghindari kawasan ini menjadi kancah pertempuran serta kepentingan politik-militer. 

Secara serentak, PMII Sulawesi menuntut hal serupa, yaitu menolak hadirnya pangkalan militer AS di seluruh wilayah ASEAN. Menuntut dan mendesak negara-negara ASEAN agar berpegang teguh pada deklarasi ASEAN ZOPFAN. 

Selain itu, PMII juga mendesak pemerintah pusat agar memperkuat secara maksimal sistem dan kekuatan armada pertahanan laut Indonesia terutama di lini strategis seperti Sabang, Selat Malaka, Selat Lombok, Nunukan, Miangas, Morotai,  Biak Numfor, dan Arafuru.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Berita, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Jumat, 09 Februari 2018

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Denpasar,? Hari Santri 2019?

Apel Kebangsaan yang diadakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali di Lapangan Lumintang Denpasar, Ahad (14/5) dihadiri Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaini. Di hadapan seribu kader Ansor dan Banser dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali itu, Alfa merasa bangga karena banom NU itu bisa eksis di pulau dewata, pulau dengan Muslim minoritas. ?

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Meski demikian, ia berpesan agar GP Ansor dan Banser terus menjunjung tinggi keharmonisan, kedamaian dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Dengan cara seperti itu, rajutan kebinekaan di negeri ini, termasuk di Bali, bisa seiring sejalan dengan cita cita pendiri bangsa.

"Para perumus negeri ini sepakat untuk menjadikan negeri ini sebagai negara kesatuan yang mengakui perbedaan, menggapai kesejahteraan bersama berdasarkan Pancasila. Ini sudah final, karena yang menyepakatinya juga adalah para kiai-kiai NU," tegasnya.

Jadi, lanjutnya dengan suara lantang, siapa pun yang ingin mengutak-atik NKRI dan Pancasila, maka GP Ansor dan Banser siap berhadap-hadapan dengan mereka.

“Apakah kalian siap?” tanya Alfa.

Hari Santri 2019

"Siap!" seru peserta apel menjawab serentak.

Menyoal kelompok yang anti-Pancasila, ia terang-terangan menyebut HTI sebagai organisasi gerakan politik, bukan gerakan dakwah keagamaan. Mereka jelas ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

"Kebebasan berpendapat boleh, tapi kalau sudah ingin mengubah dasar dan bentuk negara, maka langkah pemerintah sudah tepat untuk membubarkan HTI yang kerap mempropagandakan pemerintahan model khilafah Islamiyah," paparnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan keputusan politik, jadi ini belum cukup. Ansor Banser menginginkan yang lebih dari itu.

Hari Santri 2019

"Kita ingin semua gerakan pemahaman dan ajaran HTI, harus dilarang di seluruh tumpah darah Nusantara ini. Jika masih mereka ada, maka selama itu juga Banser dan Ansor akan tetap melakukan perlawanan," paparnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta apel.

Terakhir, ia berpesan agar kader Ansor dan Banser agar tidak gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan terpecahnya kesolidan Nahdlatul Ulama. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ahlussunnah, Kyai, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Rabu, 31 Januari 2018

Ia Menangis Mengisahkan Muslimat

Ciamis, Hari Santri 2019. Mulanya pipi memerah, lalu sudut matanya meneteskan air mata. Ia menyeka dengan ujung kerudung. Tapi menetes lagi. Padahal ia tidak sedang bercerita atau mendengar tragedi pilu menyayat. Ia cerita ibu-ibu Muslimat!

Ia Menangis Mengisahkan Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ia Menangis Mengisahkan Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ia Menangis Mengisahkan Muslimat

Suaranya tersendat-sendat. Nafasnya berat, karena ceurik dareuda (sesenggukan). Ia terkesan akan kehebatam ibu-ibu Muslimat yang dipimpinnya. Di zaman seperti ini, ibu-ibu Muslimat Ciamis masih mau ikut pengajian hingga ribuan orang. Dan yang paling membuatnya terharu, mereka datang dengan ongkos sendiri.

Satu contoh, pada Harlah ke-87 NU 2013 di Islamic Center, Ciamis, Muslimat menghadirkan 6400 orang. Padahal mereka diinformasikan hanya melalui pesan singkat. Kapasitas gedung hanya 3500 orang, jelas tak mampu menampungnya.

Hari Santri 2019

Ibu-ibu itu tidak merepotkan panitia. Mereka membawa makanan sendiri, datang dengan menggunakan kolbak (pick-uap), truk, dan elf, dengan biaya sendiri. “Saya suka nangis jika ibu-ibu Muslimat ada yang membawa ke arah ideologi non-NU. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan,” tuturnya kepada Hari Santri 2019, di gedung PCNU Ciamis, Sabtu, (9/2).

Ia mengatakan, faktor kegairahan mereka adalah karena Ciamis umumnya berhaluan Ahlu Sunah wal-Jamaah. Di samping pengajian, sering juga diadakan lomba mars Muslimat. Juga mereka bangga dengan kepemimpinan Khofifah Indarparawansa di tingkat pusat, dan Ela Giri Komala di tingkat Wilayah. Keduanya sangat populer.

Hari Santri 2019

Aktif Muslimat sejak lulus SMA

Ia bernama Hj. Lismayati, akrab dipanggil Lilis. Ibu kelahiran 1958 tersebut aktif di Muslimat NU sejak lulus SMA. Tentunya Nahdliyin sekarang menganggap aneh karena tidak melalui jenjang Fatayat. Tapi itulah yang dijalaninya.

Lilis masuk ke dalam dunia ibu-ibu NU itu berawal dari sebuah pengajian Muslimatan. Pada tahun 1976, Ajengan Sofyan, tokoh NU Ciamis waktu itu, berceramah. Ia mengatakan, “Jika anak-anak ibu ada enam, coba tolong, aclengkeun (lemparkan, red.) satu ke pesantren.”

Ajengan Sofyan menambahkan, anak yang dikirim ke pesantren itu kelak akan menjadi tongkat keluarga. “Kakek saya orang pesantren dan tokoh NU, tapi bapak saya birokrat dan mendidik anak-anaknya menjadi birokrat,” terangnya.

Karena penjelasan Ajengan Sofyan, Lismayati tersentuh. Ia anak keenam di keluarganya. Semua kakaknya tak ada satu pun mengenyam pesantren. Sejak itulah dia bertekad bulat nyantri. Pilihannya tertambat ke Pesantren Cijantung. Sejak itu, rutin mengikuti pengajian-pengajian Muslimat.

Ia yang bertubuh mungil, lincah? dan energik, langsung dipinang ibu-ibu masuk ke dalam organisasi Muslimat. “Waktu itu saya tak mendengar IPPNU dan Fatayat,” katanya.

Baru tahun 1986, ia dipercaya menjadi skeretaris PC Muslimat Ciamis. Hingga tahun 2006, empat ketua berganti, ia tetap menyandangnya. Baru kemudian dia dipercaya jadi Ketua Muslimat. Kini memasuki periode kedua, dan akan habis tahun 2016.

Beragam prestasi dibawah kepemimpinannya. Yang terdekat, 22 Januari lalu, Muslimat Ciamis juara II lomba mars Muslimat tingkat Jawa Barat. Juara I penyuluhan cakupan imunisasi sepuluh persen di Jawa Barat. Salah seorang kadernya, Ibu Lala, juara I pidato tingkat Jawa Barat.

Izin suami itu nikmat

Lilis selalu hadir pada kegiatan rutin Muslimat, yaitu pengajian di tiap PAC. Pertemuan itu, ia gunakan untuk pertemuan ketua-ketua Muslimat dari 37 kecamatan. “Jadi acaranya pengajian dan rapat PAC. Mereka harus bertanggung jawab mengawal ahlu sunah. Tak boleh lengah,” terangnya.

Karena cintanya kepada Muslimat, ia mengaku jadi sugesti kesembuhan manakali sakit. “Kalau sakit saja, kalau ada undangan Muslimat di kecamatan, bisa sembuh. Bu aya pangaosan (pengajian), terasa pagi-pagi itu sehat. Ini kehebatan berjuang di Muslimat NU. Berjuang untuk mempertahankan ahlu sunah dengan para ajengan.”

Menurutnya, kunci berjuang di Muslimat adalah kemauan untuk hadir di acara Muslimat meskipun di daerah terpencil. Karrenanya, ia pernah menumpang naik truk kayu untuk menghadiri pengajian Muslimatan. Pulangnya diberi sekarung kacang tanah tanpa diminta. Kadang juga naik ojeg.

Kedua, mau tidak mau harus banyak waktu untuk Muslimat. Sekarang di Muslimat itu banyak yang pintar dan birokrat, tapi mereka tak punya banyak waktu. Itu jadi persoalan. ?

Juga izin suami. “Izin suami itu mahal, sering banyak ibu-ibu ingin berjuang, tapi izin suami yang susah. Jika diizinkan itu nikmat,” katanya. Utungnya Lilis memiliki suami yang sevisi, yaitu KH Oni Sya’roni, Wakil Rais Syuriyah PCNU Ciamis. Kiai Oni selalu percaya kepada istrinya, kendati pulang malam.

Di ujung ceritanya, Lilis agak risau akan kepemimpinan mendatang. Karenanya ia ingin pelatihan kader, juga pendidikan da’iyah untuk Muslimat. “Saya jamin seribu orang pun bisa datang, tapi sayang Muslimat tak punya uang,” katanya. Kalau ada yang mendanai, sambungnya, seribu orang pun bisa bisa dihadirkan.

Pada kesempatan berbeda, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi berpendapat, ibu-ibu Muslimat adalah ujung tombak NU. Ke depan mereka harus dilibatkan dalam mengurusi masjid-masjid NU. ?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Jumat, 26 Januari 2018

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita

Cilacap, Hari Santri 2019?



Mustasyar PBNU KH Chasbullah Badawi bagaikan sebuah obor terang, yang selalu menerangi, memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita. Sedangkan kita bukanlah apa-apa. Kita hanyalah lampu yang menyala hanya 5 watt saja.?

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Chasbullah Badawi, Obor Penerang Kita

Demikian diungkapkan KH Zuhud Muchson saat mewakili keluarga pada pemakaman jenazah KH Chasbullah Badawi, Selasa (6/6) di Komplek Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah.?

"Beliau adalah obor penerang bagi keluarga, yang selalu memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita semua. Beliau juga perekat persaudaraan keluarga. Beliau juga guru dan panutan bagi keluarga," ungkapnya di hadapan ribuan pelayat.?

Setelah itu, di hadapan ribuan pelayat, Kiai Zuhud menjelaskan uraian singkat mengenai biografi dan sejarah KH Chasbullah Badawi semasa hidup hinga wafatnya.?

Hari Santri 2019

KH Chasbullah Badawi atau yang akrab disapa Mbah Chasbullah memiliki 12 saudara. Ia adalah putra keenam dari pendiri Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin KH Badawi Khanafi.

KH Chasbullah Badawi diberikan umur oleh Allah lebih panjang daripada umur Abahnya. "Beliau wafat diusia tepat 79 tahun, sedangkan abahnya wafat di usia 73 tahun," lanjut Gus Zuhud

KH Chasbullah selalu berpesan, berjuanglah, tetapi jangan mengharapkan manfaat di dunia. “Sehingga beliau dikenal sebagai pejuang yang tidak pernah memanfaatkan untuk kepentingan harta dunia sehingga beliau menjadi ulama yang selalu hidup dengan kesederhanaan," jelasnya ? disambut tetesan air mata para hadirin. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Daerah Hari Santri 2019

Rabu, 24 Januari 2018

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan

Jombang, Hari Santri 2019 - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jombang menggelar doa bersama di kantor PCNU setempat, Sabtu (20/8). Mereka mendoakan bangsa Indonesia yang berdaulat, bermartabat dan berintegritas untuk membangun persatuan.

Tak lupa, mereka juga mendoakan para pahlawan yang gugur sebab merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada zaman penjajahan. Bagi mereka, kemerdekaan Indonesia yang dirasakan oleh bangsa saat ini adalah hasil perjuangan berdarah para pahlawan saat mengusir penjajah dari tanah air ini.

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan

Abdul Haris, Ketua PC IPNU Jombang berharap kader IPNU-IPPNU dapat berkontemplasi dari sejumlah perjuangan yang telah ditorehkan para pahlawan kemerdekaan, termasuk para kiai yang juga berkontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia ini.

Hari Santri 2019

"Kami berharap setelah memperingati kemerdekaan ini, para kader IPNU-IPPNU se-Jombang dapat menghayati makna kemerdekaan yang kemudian dapat berprestasi untuk mengharumkan Indonesia," katanya.

Haris menambahkan, perjuangan para pahlawan saat itu tak bisa diganti dengan apapun oleh bangsa Indonesia saat ini, kecuali hanya bisa mendoakan agar perjuangan mereka dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat dan tergolong para syuhada. Di samping berdoa, katanya, penting juga memberikan yang terbaik untuk Indonesia dengan segala potensi yang dimiliki bangsa saat ini.

Hari Santri 2019

Pada saat yang sama, pihaknya juga menggelar berbagai lomba untuk meriahkan HUT RI. Di antaranya lomba makan pisang, cari koin dalam tepung, dan juga sepak bola contong.

Acara ini diawali apel sekaligus menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars organisasi IPNU-IPPNU serta lagu "Ya Ahlal Wathan" karya KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai penutupnya. Mereka menyanyikan lagu-lagu itu dengan khidmat. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Doa Hari Santri 2019

Jumat, 05 Januari 2018

Kiai Said: LSN untuk Perkuat Karakter Bangsa

Jakarta, Hari Santri 2019



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalami krisis kebersamaan. Antar satu elemen dengan yang lainnya saling curiga dan tidak percaya.

Kiai Said: LSN untuk Perkuat Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: LSN untuk Perkuat Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: LSN untuk Perkuat Karakter Bangsa

“Satu sama lain curiga, satu sama lain tidak percaya, ingin mengancam kesatuan dan persatuan Indonesia,” kata Kiai Said dalam acara Peluncuran Liga Santri Nusantara (LSN) di Lantai 8 Gedung PBNU, Kamis (27/7).

Ia sangat mengapresiasi Liga Santri Nusantara (LSN) yang terselenggara atas kerja sama antara RMI NU dan Kemenpora RI. Menurutnya, olah raga sepak bola merupakan pilar kebersamaan dan pemersatu di bawah bendera NKRI.

Oleh sebab itu, ia mengaku sedih kalau ada sebuah pertandingan sepakbola yang menyebabkan korban hingga meninggal dunia. Ia meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam LSN, baik pemain, pendukung, wasit, dan pemangku kepentingan, untuk menunjukkan bahwa LSN diselenggarakan berdasarkan akhlak, adab, dan juga profesionalisme.

Bahkan, lanjut Kiai Said, LSN adalah upaya untuk memperkuat karakter jatidiri bangsa Indonesia, terutama dalam bidang kejujuran dan sportifitas. Ia menerangkan, karakter adalah kunci dari berdirinya suatu bangsa. Kalau karakter suatu bangsa hancur, maka bangsa itu akan hancur pula.

Hari Santri 2019

“Tunjukkan melalui sepakbola, kita Islam yang damai, berakhlak, dan berbudaya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Nusantara Hari Santri 2019

Kamis, 28 Desember 2017

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal

Mojokerto, Hari Santri 2019. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Dr. Said Aqil Sirodj mengharapkan Pergunu dapat memahami agama dengan pendekatan rasional, kontekstual dan jangan liberal.

“Dalam pemahaman keagamaan kita harus memakai akal yang benar dan jelas, rasional, kontekstual sesuai koteks masa dan temapt tapi jangan liberal, jangan lepas kendali dari al-quran dan hadis.”

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal

“Pergunu juga jangan hanya ngajar saja, ngaji saja, tapi harus mewarnai seluruh segi kehidupan.” 

Hari Santri 2019

Dia juga mewanti-wanti Pergunu agar tidak ikut-ikut dalam hingar bingar perpolitikan. Pergunu diharap lebih berkonsentrasi dalam ranah keilmuan dan dakwah kemasyarakatan.

Hari Santri 2019

“Tidak boleh semua jadi politisi, menjadi DPR, dan sebagainya karena harus ada yang duduk manis untuk memahami, memperluas pemaknaan agama, mengubah masyarakat, mewarnai pola pikirnya” ujar Said dalam penutupan Rapat Kerja Nasional PERGUNU, Ahad malam (08/07) di Aula Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

“Kiai-kiai sepuh ndak usah di politik, hendaknya liyatafaqqahu fiddin dan liyundzira qawmahum, karena itu lebih terhormat dan itulah tugas para ulama.” Tegasnya lagi di hadapan para pengurus PERGUNU seluruh Indonesia.

Kontributor: Yusuf Suharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Olahraga, Doa Hari Santri 2019

Selasa, 19 Desember 2017

Raih Doktor Setelah Kupas Kepemimpinan Perempuan di Pesantren

Pamekasan, Hari Santri 2019. Kualitas dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Jawa Timur, terus dipertajam. Saat ini, jumlah doktor yang mengabdi di dalamnya sudah 22 orang. Menyusul doktor ke-23, Dr. Hj. Mariatul Qibtiyah Harun AR.

Raih Doktor Setelah Kupas Kepemimpinan Perempuan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Raih Doktor Setelah Kupas Kepemimpinan Perempuan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Raih Doktor Setelah Kupas Kepemimpinan Perempuan di Pesantren

Dosen tetap program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah STAIN Pamekasan tersebut, menjalani ujian terbuka disertasi, Kamis (4/12) di UIN Sunan Ampel Surabaya. Bu Maria, begitu ia akrab disapa, mampu mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji yang diketuai Prof. Dr. H. Abd. A’la Basyir.

Dalam disertasinya, Bu Maria mengupas tuntas seputar kepemimpinan perempuan. Ia menggali peran perempuan dalam jejaring kekuasaan di pondok pesantren Aqidah Usymuni Tarate, desa Pandian, kecamatan/kabupaten Sumenep.

Hari Santri 2019

Dalam penelitiannya, Bu Maria menggunakan pendekatan kualitatif yang mengungkap dan menformulasikan data lapangan dalam bentuk narasi verbal yang utuh dan mendiskripsikan realitas aslinya untuk kemudian data tersebut dianalisis. Jenis penelitiannya, berkatagori penelitian kasus.

Bu Maria, dalam disertasinya, mengetengahkan peran dua perempuan yang mampu memimpin serta memajukan pesantren secara baik, yaitu Aqidah Usymuni dan Dewi Kholifah. Keduanya dapat menunjukkan jejaring kuasa perempuan untuk menembus ruang yang didominasi laki-laki. Dua sosok perempuan tersebut mempunyai kekuatan (power) dan strategi atau taktik yang tidak banyak dimiliki perempuan lain.

Hari Santri 2019

Tak hanya itu, peran kepemimpinan Aqidah Usymuni dan Dewi Khalifah juga diungkap secara gamblang. Peran keduanya cukup inovatif: mengembangkan manajemen pesantren; mengembangkan pendidikan baik formal, informal, dan non formal; pemberdayaan perempuan melalui NGO; dan aktif dalam politik praktis.

Tipologi dan hasil kepemimpinan perempuan di pesantren Aqidah Usymuni, tidak luput dari bidikan Bu Maria. Diketahui, kepemimpinan Aqidah Usymuni dan Dewi Khalifah adalah kepemimpinan kharismatik dan kolektif.

Sedangkan hasil atau dampak kepemimpinan perempuan, dalam penelitian Bu Maria, mengarah pada tiga hal:? kesadaran masyarakat tentang keadilan gender, membentuk sikap dan perilaku mandiri, dan membentuk keharmonisan sosial masyarakat.

Penelitian yang kemudian diterjemahkan ke dalam wujud disertasi oleh Bu Maria tersebut, tampak sangat ‘matang’. Sebab, selain keasliannya sudah teruji, juga diperkuat dengan 228 referensi. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah, Lomba Hari Santri 2019

Minggu, 17 Desember 2017

Pesantren DU Kepuhdoko Miliki Rusun Santri Mewah

Jombang, Hari Santri 2019

Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko, Tembelang, Jombang, Jawa Timur kini memiliki Rumah Susun (Rusun) Santri. Rusun Santri yang dibangun dari APBN 2015 senilai Rp 7,6 milar, Sabtu (20/2), diresmikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono.

Pesantren DU Kepuhdoko Miliki Rusun Santri Mewah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren DU Kepuhdoko Miliki Rusun Santri Mewah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren DU Kepuhdoko Miliki Rusun Santri Mewah

"Saya kalau berada di kawasan pesantren seperti ini adem, selama dinas di Kementerian PU sering mengunjungi pesantren semacam ini," ujar Menteri Basuki sesaat sebelum peresmian.

Basuki mengatakan, pembangunan Rusun Santri diharapkan membuat santri nyaman dalam menimba ilmu.  Di zaman sekarang, katanya, pintar itu penting namun juga harus berakhlakul karimah. "Dan pesantren mengajarkan itu, yakni santri belajar agar pinter dan pesantren juga mengajarkan tata krama akhlakul karimah," imbuhnya.

Hari Santri 2019

Pembangunan Rusun Santri dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya, dan konsultan perencana Indo Consultan. Pengerjaan berlangsung selama 180 hari, sejak 26 Juni hingga 31 Desember 2015.

Pengasuh Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang Jombang, KH Mustain Hasan mengatakan, Rusun santri tiga lantai yang dibangun di atas tanah pesantren seluas 1.520 meter persegi sudah dilengkapi dengan furnitur, almari dan juga tempat MCK (mandi, cuci, kakus). "Ada 6 kamar besar dan 6 kamar kecil, setiap kamar yang sudah dilengkapi tempat tidur ini akan dihuni sebanyak 20-32 santri, jadi yang menempati sebanyak 348 santri," katanya.

Hari Santri 2019

KH Mustain menjelaskan, Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko dibangun sejak 1940, kini telah memiliki sebanyak 2.236 santri. Mereka belajar di lembaga pendidikan mulai PAUD, TK, SMP, MTs, SMK dan MAN. "Rata rata dari keluarga menengah ke bawah, maka tidak mungkin untuk meminta sumbangan kepada mereka. Alhamdulillah, dapat bantuan dari Kementrian PU untuk pembangunan Rusun Santri," bebernya.

Karenanya, KH Mustain mendoakan Menteri PU Basuki agar dalam menjalankan amanah sebagai menteri diberi keselamatan dan berhasil. "Karena banyak pejabat atau menteri yang tersandung masalah usai menjabat bahkan saat menjabat. Kita doakan Pak Menteri selamat dan menjadi orang baik," pungkasnya.

Tampak hadir dalam peresmian Rusun Santri Anggota DPR RI Komisi V Sadarestuwati, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, dan juga Ketua MUI Jatim Abdusshomad Bukhori. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Humor Islam, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Hari Santri 2019

Kamis, 14 Desember 2017

Apa Dampak Buruk Membaca Al-Qur’an Tidak Tartil?

Dalam Al-Qur’an surat Al Muzammil ayat 4 Allah berfirman “...dan bacalah Al-Qur’an secara tartil...”. Setelah bulan Ramadhan yang sudah banyak diisi dengan tadarus Al-Qur’an, tentu saja kita berharap bahwa di bulan-bulan setelah Ramadhan aktivitas tersebut bisa terus dilanggengkan, bahkan diperbaiki. Salah satu caranya adalah belajar membaca Al-Qur’an secara tartil sebagaimana ayat yang disebutkan di atas. Lantas bagaimanakah bacaan Al-Qur’an yang tartil itu?

Contoh penjelasan yang mudah tentang memahami pentingnya tartil Al-Qur’an adalah berdasarkan keterangan Gus. H. Kamal Fauzi Syifa’, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kota Malang. Kepada seluruh santri dan jamaah, secara turun-temurun dan konsisten, beliau jelaskan bahwa pada dasarnya membaca Al-Qur’an itu secara tartil sebagaimana perintah Al-Qur’an.

Apa Dampak Buruk Membaca Al-Qur’an Tidak Tartil? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Dampak Buruk Membaca Al-Qur’an Tidak Tartil? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Dampak Buruk Membaca Al-Qur’an Tidak Tartil?

Kiai alumnus Pesantren Sidogiri dan banyak pesantren di Jawa ini mengutip penjelasan Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa tartil adalah “tajwidul huruf, wa ma’rifatul wuquf (mengindahkan bacaan huruf, dan mengetahui tentang hukum waqaf-nya.”

“Tartil itu penting karena berperan besar ke makna bacaan. Keliru membaca Al-Qur’an itu, bisa karena sebab makharijul huruf-nya tidak terpenuhi, bacaan pendek yang dibaca panjang atau sebaliknya, juga cara berhenti memenggal bacaan ayat dan kalimat yang tidak pas,” ujar Gus Fauzi, begitu beliau biasa dipanggil.

Hari Santri 2019

“Contoh bacaan yang kurang tepat makhraj-nya: semisal Anda membaca di Surat Al Ghasyiyah,

? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2019

Artinya adalah: “Tidakkah mereka melihat kepada Unta, bagaimana ia diciptakan?”. Padahal ayat ini sangat hebat, yaitu perintah kepada manusia untuk memerhatikan unta yang diciptakan begitu hebat sebagai hewan yang tangguh di padang pasir. Tapi kalau membacanya seperti ini:

? ? ? ? ? ?

Bacaan kha’ pada khuliqat menjadi ha’, karena kurang tepat cara bacanya, bisa bermakna begini: “Tidakkah mereka melihat kepada Unta, bagaimana ia dicukur?”

Kemudian beliau mencontohkan bacaan pendek yang menjadi panjang, yang perlu diperhatikan. Seperti dalam lafal ? ?, huruf ba’ dibaca pendek, artinya Allah Maha Besar. Kalau dibaca panjang, maka menjadi ? ?, artinya ‘Allah adalah beberapa gendang’. ? adalah bentuk kata banyak dari ?, yang artinya gendang. Bacaan panjang dan pendek ini perlu diperhatikan saat membaca Al-Qur’an.

“Lalu yang terakhir, mengapa memahami letak berhenti dan memulai bacaan, al waqf wal ibtida’ itu penting? Ini seperti ketika Anda keliru memenggal kalimat. Saya beri contoh: ‘Tentara hijau bajunya membawa senapan’. Anda bisa tepat memahami kalimat ini jika tepat pemenggalannya: ‘Tentara/ hijau bajunya / membawa senapan’. Jika keliru memenggal kalimat ‘Tentara hijau/ bajunya membawa senapan’, jadi sulit dipahami kalimat ini. Nah, begitu pun dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini untuk menjaga makna Al-Qur’an,”. Demikianlah yang selalu beliau sampaikan dalam pelbagai forum pengajian bersama santri dan masyarakat sekitar, dari masa ke masa.

Hal yang beliau juga tekankan mengenai urgensi dan manfaat belajar Al-Qur’an secara tekun dan sabar dikutip dari sebuah hadis, bahwa orang yang membaca Al-Qur’an, akan selalu mendapat kebaikan. Begitu juga orang yang membaca dan belajar, meskipun terbata-bata, akan mendapat dua kebaikan: ganjaran atas bacaan Al-Qur’an-nya serta balasan kebajikan atas usahanya belajar membaca Al-Qur’an. Selagi masih ada kesempatan, mari kita selalu berusaha memperbaiki bacaan Al-Qur’an kita. Semoga ibadah kita semakin berkualitas selalu. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Aswaja, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Senin, 13 November 2017

Jika untuk Perdamaian, Parlemen Israel akan Diterima

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua PBNU KH Said Agil Siroj? berpendapat kedatangan parlemen Israel yang akan mengikuti sidang organisasi parlemen sedunia? (Inter Parliamentary Union/IPU) di Bali pada 29 April hingga 4 Mei 2007 bisa diterima masyarakat Indonesia jika tujuannya untuk perdamaian.

“Kita akan menerimanya jika tujuannya kedatangannya untuk menciptakan perdamaian di Palestina.,” tuturnya, Kamis.

Menurut Direktur Biro Urusan Kerjasama Beasiswa Timur Tengah ini, salah satu syarat perdamaian yang harus dipenuhi oleh Israel adalah keharusan mengembalikan tanah milik bangsa Arab yang diduduki semenjak tahun 1967.

Jika untuk Perdamaian, Parlemen Israel akan Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika untuk Perdamaian, Parlemen Israel akan Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika untuk Perdamaian, Parlemen Israel akan Diterima

Kang Said menuturkan bahwa diantara bangsa Arab sendiri, sebagian sudah menerima eksistensi negara Israel dan ada yang sudah membuka hubungan diplomatik. Yang masih menjadi persoalan bagi negara-negara Arab memang tanah-tanah yang diduduki Isreal.

‘Pada masa lalu, dalam siaran televisi selalu disebutkan “musuh Israel” pada berbagai berita. Namun sebutan “musuh” tersebut sudah hilang dan tinggal Israel saja. Ini menunjukkan adanya perubahan paradigma dikalangan bangsa Arab sendiri,” tuturnya.

Hari Santri 2019

?

Meskipun demikian, Lulusan Universitas Ummul Qura Makkah ini menganggap belum perlu untuk menjalin hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel. “Nanti malah menimbulkan banyak pertentangan dan belum ada urgensinya,” imbuhnya.

Menlu Hassan Wirajuda di Istana Merdeka Jakarta, Kamis mengatakan, kehadiran anggota parlemen Israel itu diundang oleh IPU dan bukan oleh parlemen Indonesia.

Hari Santri 2019

"Parlemen Israel diundang oleh IPU, bukan DPR. Sejauh ini kami belum mendengar ada informasi apakah delegasi Israel hadir atau tidak. Sejauh ini beritanya baru akan hadir. Tapi hadir dalam tingkat apa juga masih kami tunggu," katanya.

Ketika ditanya mengenai tidak adanya hubungan diplomatik Pemerintah RI dengan Israel, Menlu mengatakan, dalam standar konferensi internasional tuan rumah tidak boleh menolak kehadiran semua anggotanya.

"Sebagai satu standar konferensi internasional yang diadakan oleh organisasi internasional, maka biasanya ada perjanjian antara organisasi penyelenggara dengan pemerintah. Dengan cacatan kita sebagai tuan rumah tidak boleh menolak kehadiran semua anggotanya terlepas kita punya hubungan diplomatik atau tidak," katanya.

Sidang IPU akan dilakukan pada 29 April hingga 2 Mei 2007 di Bali dan rencananya akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Humor Islam Hari Santri 2019

Senin, 30 Oktober 2017

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL

Sidoarjo, Hari Santri 2019. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) di Pondok Pesantren Darussyifa Asshomadiyah, Bebekan, Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo.

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL (Sumber Gambar : Nu Online)
95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL (Sumber Gambar : Nu Online)

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL

Di pesantren asuhan Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori itu, para peserta PKL yang terdiri dari jajaran pengurus Ansor Jatim ini akan mendapatkan materi tentang Aswaja, ke-Ansor-an, ke-NU-an dan kepemimpinan. PKL akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, 14-16 Nopember 2014.

"PKL ini sebagai salah satu bagian dari penguatan sistem kaderisasi di Ansor," kata Ketua PW GP Ansor Jatim, Rudi Triwahid saat memberi kata sambutan pembukaan PKL, Jumat malam, 14 Nopember 2014.

Hari Santri 2019

Menurut Rudi, seluruh pengurus Ansor di semua level tingkatan wajib mengikuti kaderisasi. Hal ini penting untuk memastikan semua pengurus Ansor benar-benar merupakan kader.

PKL kali ini merupakan program kaderisasi pertama di era kepemimpinan Rudi Triwahid setelah terpilih sebagai ketua PW GP Ansor Jatim pada Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jatim di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, 20-22 Desember 2013 lalu, dan hanya dikhususkan bagi internal pengurus Ansor Jatim.

Hari Santri 2019

"Ini sebagai pendisiplinan untuk pengurus wilayah, yang belum mengikuti PKL," ujar mantan ketua PC GP Ansor Ngawi ini.

Setelah itu, sambung Rudi, akan dilakukan akselerasi dan pendisiplinan kaderisasi untuk semua pengurus yang ada di level bawahnya. Yakni pengurus cabang, anak cabang, hingga ranting.

Acara PKL yang diikuti 95 peserta itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jatim KH Misbahul Munir. Turut hadir pada acara pembukan sekaligus berkenan memberi sambutan diantaranya pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor Alfa Isnaeni, KH Abdusshomad Bukhori sebagai tuan rumah, dan sejumlah undangan lainnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian, Doa Hari Santri 2019

Minggu, 01 Oktober 2017

UPZISNU Pacarpeluk Bantu Biaya Persalinan Warga Pemegang KPS

Jombang, Hari Santri 2019. Untuk pertama kalinya Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Pacarpeluk, Jombang, Jawa Timur menyalurkan santunan persalinan kepada warga pemilik Kartu Pacarpeluk Sehat (KPS), Senin (30/10). 

Santunan diberikan kepada Anik Farida, warga Dusun Soko Etan. Anik menjalani persalinan secara normal dan berlangsung lancar di RSU Ploso. Anak yang dilahirkan Anik selamat.

UPZISNU Pacarpeluk Bantu Biaya Persalinan Warga Pemegang KPS (Sumber Gambar : Nu Online)
UPZISNU Pacarpeluk Bantu Biaya Persalinan Warga Pemegang KPS (Sumber Gambar : Nu Online)

UPZISNU Pacarpeluk Bantu Biaya Persalinan Warga Pemegang KPS

Santunan diberikan oleh Pengurus UPZISNU Pacarpeluk di kediamannya oleh Bendahara UPZISNU Pacarpeluk, Etty Sumarni, didampingi sekretaris Miftahul Faizin, dan tim fundraising Sri Utami.

Penyaluran ini sebagai komitmen UPZISNU Pacarpeluk dengan mewujudkan melalui berbagi program penyaluran dari Gerakan Pacarpeluk Bersedekah yang dikelola oleh UPZISNU Pacarpeluk. 

Hari Santri 2019

“Kami berkomitmen mengelola kaleng koin sedekah untuk mengupayakan kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum dluafa,” ucap Nine Adien Maulana, Ketua PRNU Pacarpeluk.

UPZISNU Pacarpeluk merupakan salah satu unit pengelola ZIS di bawah NU Care-LAZISNU Kabupaten Jombang. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Selasa, 05 September 2017

Menag Sebut Pemikiran Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari Relevan

Jakarta, Hari Santri 2019. Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin menilai, pemikiran Hadratussyekh ? KH Hasyim Asy’ari masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi Indonesia saat ini.?

Bahkan, ia menyatakan, pemikiran pendiri NU tersebut memiliki urgensi yang tinggi terhadap persoalan bangsa pada hari ini.

Menag Sebut Pemikiran Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Sebut Pemikiran Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Sebut Pemikiran Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari Relevan

"Pemikiran KH Hasyim Asyari itu masih tetap relevan, masih memiliki tingkat urgensi dan relevansi tinggi karena pemikiran beliau adalah pemikiran yang masih sangat diperlukan bagi bangsa dan negara Indonesia ini," katanya di Gedung Nusantara V Komlek MPR/DPR RI Jakarta, Sabtu (6/5).

Kiai Hasyim, jelas Lukman, mengajarkan untuk menjaga dan memperhatikan keragaman tradisi dan budaya hingga kemudian diisi dengan nilai-nilai Islam.

"Bagaimana beliau mengajarkan kepada kita agar kita tetap mampu memperhatikan tradisi budaya yang ada di Indonesia dan dari keragaman itu bisa diisi dengan nilai-nilai Islam," ucapnya.

Hari Santri 2019

Alumnus Universitas Islam As-Syafi’iyyah itu menjelaskan, pemikiran Kiai Hasyim tentang moderasi dalam bersikap, toleransi dengan muslim maupun non-muslim, dan seimbang masih sangat cocok diterapkan hingga saat ini.?

“Misalnya tasammuh (toleran), tawasuth (moderat), selalu melihat sesuatu secara seimbang, tawazun (seimbang). Hal-hal seperti itulah yang menurut saya tetap relevan," terangnya. "Itulah peninggalan beliau yang masih relevan," lanjutnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Aswaja, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Senin, 04 September 2017

PBNU Luncurkan Badan Halal

Jakarta, Hari Santri 2019. PBNU bersama PT Pegadaian dan PT Sucofindo meluncurkan Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU) di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (6/2). Badan ini berwenang memberikan jaminan halal untuk berbagai produk yang beredar.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Ketua PBNU Prof H Maksum Mahfudz, Dirut Pegadaian Suwhono, dan Dirut Sucofindo Arief Safari. Turut hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Marsyudi Syuhud, dan Bendum PBNU H Bina Suhendra.

PBNU Luncurkan Badan Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Luncurkan Badan Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Luncurkan Badan Halal

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, mengatakan, pendirian BHNU merupakan cita-cita lama yang tumbuh dari aspirasi para pelaku usaha dan konsumen di kalangan Nahdliyin.

Hari Santri 2019

”Alhamdulillah, begitu kita tawarkan ke Rais Aam (PBNU) KH Sahal Mahfudh yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), beliau setuju,” imbuhnya.

Hari Santri 2019

Menurut Kang Said, BHNU didirikan untuk melindungi kepentingan konsumen dan pelaku usaha di Indonesia, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Diakui, sertifikasi halal selama ini masih tergolong mahal sehingga tidak menguntungkan pengusaha kecil dalam persaingan pasar.

Namun, lanjutnya, BHNU sama sekali tak berniat menyaingi lembaga sertifikasi halal yang sudah ada, seperti MUI. PBNU hanya ingin memberi pelayanan dan kenyamanan yang lebih mudah demi kesejahteraan masyarakat banyak.

Arief mengaku bangga dengan kepercayaan yang diberikan PBNU pada Sucofndo. Pihaknya siap melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah produk, termasuk inspeksi ke perusahaan untuk melihat langsung proses produksi yang dijalankan.

Sucofindo, demikian Arief, akan melakukan pola subsidi silang. Sebagian biaya sertifikasi halal dari usaha besar atau menengah akan digunakan untuk membantu sebagian biaya sertifikasi halal usaha kecil dan rumah tangga.

”Sedangkan sebagian lagi biaya sertifikasi halal usaha kecil dan rumah tangga diharapkan dapat dibantu dari dana CSR BUMN lainnya melalui PKBL BUMN,” tambahnya.

Suwhono mengungkapkan, Pegadaian merasa bersyukur dapat berkontribusi dalam BHNU. Sebab, pada dasarnya perusahaan yang pimpin didirikan untuk berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah.

Prosesi peluncuran ini juga disertai penyerahan secara simbolik sertifikat halal oleh BHNU kepada 100 pengusaha mikro. Penerimaan sertifikat diwakili Agus Susanto dari Peternakan Ciangsana, Cibubur, Bogor.

BHNU adalah unit kerja di bawah PBNU yang berdiri sebagai implementasi atas rekomendasi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon. Melalui SK No. 220/A.II.04/12/2012, PBNU mengesahan badan sertifikasi halal ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Ulama, Ulama, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Sabtu, 22 Juli 2017

Pengakuan

Oleh Mamam Imanul Haq

Jika Imam Syafi’i merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap.?

Aku malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.

Pengakuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengakuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengakuan

Jika Umar menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat ashar.?

Aku malah biasa saja berulang kali tertinggal meski azan terdengar.

Jika Urwah bin Zubair tak terganggu salatnya saat pisau bedah mengamputasi kaki.

Aku bahkan terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.

Hari Santri 2019

Jika Nabi Ibrahim as. sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali.

Aku malah santai saja meski jumlah dustaku sudah tak terhitung lagi.

Jika ‘Aisyah menyesali mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan.?

Hari Santri 2019

Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman.

Jika Umar bin Abdul Azis bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara.

Aku malah keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milikku saja.

Jika serpihan pagar kayu rumah orang yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “Sang Kyai” tertahan untuk masuk surga.

Aku malah woles saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.

Sudah begitu … pede pula meminta surga.

Astaghfirullah!

Memang hari ini dunialah yang nyata dan akhirat hanya cerita.

Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita.

Ya, Allah ampuni hamba!

*judul asli? Itiraf Saat Macet

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah, Kyai Hari Santri 2019

Rabu, 28 Juni 2017

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak

Way Kanan, Hari Santri 2019. Bupati Way Kanan Provinsi Lampung Raden Adipati Surya, di Blambangan Umpu, Ahad (21/2) menegaskan, aksi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" merupakan gagasan cerdas.

?

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak

"Mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dilakukan pada hari ini adalah hal positif. Jangan ada masalah, sampah banyak, menimbulkan bencana baru kita bergerak," ujar Adipati lagi.

Pada 21 Februari 2005, gunungan sampah dari TPA Leuwi Gajah longsor menimbun dua perkampungan warga hingga menewaskan ratusan jiwa. Semenjak bencana tersebut, 21 Februari dicetuskan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional, sebagai pengingat kondisi persampahan di Indonesia.

Hari Santri 2019

"Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap kegiatan cerdas ini dilakukan kontinu, sebulan sekali, di minggu ke berapa bisa berkumpul dan bergotong royong bersama agar daerah kita menjadi bersih. Dan tentunya bisa dilakukan diseluruh kecamatan yang ada. Pemerintah tentu bisa memfasilitasi kegiatan positif semacam ini," kata Adipati yang selanjutnya membacakan Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 diikuti peserta.

Sebagai upaya menjaga lingkungan, demi generasi mendatang yang lebih baik. Masyarakat Indonesia bertekad mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.

Hari Santri 2019

"Kami siap untuk bersama-sama, mengurangi, memilah, dan meletakkan sampah pada tempatnya. Lalu mengelola sampah secara bertanggung jawab. Dan aktif berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah," kata Adipati membacakan deklarasi.

Di Blambangan Umpu, aksi dilakukan di 10 titik, diikuti relawan dari Polres, Kodim 0427, KNPI, Karang Taruna, Saka Wira Kartika, Pokjawan, Pemuda Katholik, BPUN, Gusdurian, GP Ansor, Sekolah Beladiri Karate Indonesia, Radin Djambat Shooting Club, Pemuda Muhammadiyah, alumni BPUN, Banser, Pemuda Peduli Lingkungan Hidup dan ALam, Lembaga Perlindungan Anak, Pramuka SMPN 5 Balambangan Umpu dan Kantor Lingkungan Hidup dan berakhir di Monumen Ryacudu.

"Rencana relawan yang hadir 305, namun ternyata bertambah, dari SD Lembasung 20 orang, SMPN 1 Blambangan Umpu 40 orang dan dari SMKN1 Blambangan Umpu 30 orang. Ini menunjukkan animo masyarakat berbuat baik dan bermanfaat cukup tinggi," ujar Ketua PC GP Ansor Gatot Arifianto selaku koordinator kegiatan.

Adapun sampah berhasil dihimpun disepanjang jalan menuju titik finish sekitar 30 karung 50 kilogram yang selanjutnya diserahkan kepada institusi terkait. Setelah memungut dan memilah sampah, relawan selanjutnya membersihkan rumput-rumput di sekitar Monumen Ryacudu.

Peringatan HPSN juga dilakukan di Kampung Tanjung Serupa, Pakuan Ratu, dikuti 310 relawan dari HIPSI, SMP, SMA, Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah, Gusdurian, GP Ansor-Banserdan berakhir di Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Kemudian di Negara Batin, aksi akan dilakukan di Kampung Purwa Negara, diikuti kurang lebih 50 relawan dari Pemuda Muhammadiyah dan PAC GP Ansor Kampung Purwa Negara. Lantas di Baradatu, kegiatan dikuti 150 relawan dari PGRI, Fatayat, IPNU, IPPNU dan IPSI, berkahir di Gedung PCNU.

Selanjutnya di Way Tuba, pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Bukit Gemuruh, diikuti 100 relawan dari PAC GP Ansor Way Tuba, PMI, Gusdurian, pelajar dan masyarakat.

Kemudian di Banjit, kegiatan diikuti 250 relawan yang terdiri dari sejumlah pelajar dari Kampung Bali Sadhar Selatan, Bali Sadhar Utara dan Bali Sadhar Tengah, dikoordinir oleh Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah). Dan di Gunung Labuhan, aksi berlangsung di Dusun 1 Pamuka Jaya, Kampung Labuhan Jaya.diikuti 15 orang, berakhir di Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Selasa, 20 Juni 2017

NU dan Muhammadiyah Mengemban Dua Amanat Ini

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Said Siroj mengungkapkan, NU dan Muhammadiyah mengemban dua amanat yaitu diniyah (agama) dan wathaniyah (kebangsaan).

Hal tersebut disampaikan Kiai Said saat membuka Halaqah Kebangsaan NU-Muhammadiyah bertema “Negara Pancasila dan Khilafah” di Ruang Perpustakaan Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (19/5).

NU dan Muhammadiyah Mengemban Dua Amanat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Muhammadiyah Mengemban Dua Amanat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Muhammadiyah Mengemban Dua Amanat Ini

“Amanat diniyah telah diajarkan para ulama, masyayikh, dan pejuang Islam agar kita selalu menjaga, merawat, dan mengembangkan dakwah Islam. Dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan dakwah Islam harus dengan cara mulia dan bermartabat, karena Islam adalah agama yang mulia dan bermartabat,” kata Kiai Said dalam halaqah yang menghadirkan Sekjen PBNU Helmy Fashal Zaini dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah H Abdul Mu’ti.

Kiai Said menegaskan tidak benar dakwah Islam dilakukan dengan cara yang keras. Rasulullah Muhammad SAW mencontohkan dakwah dengan akhlakul karimah.?

“Sungguh engkau (Nabi Muhammad) memiliki akhlak yang mulia,” kutip Kiai Said.

Hari Santri 2019

Akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah di antaranya dengan mengampuni penduduk Mekah pada tahun 8 Hijiriah saat pihak Rasulullah memasuki kota Mekah dengan kemenangan.?

“Rasulullah memaafkan seluruh penduduk yang tadinya memusuhinya dan umat Islam, . tanpa memaksa mereka harus masuk Islam. Hal ini justru membuat mereka semua masuk Islam,” cerita Kiai Said.

Hari Santri 2019

Pada waktu itu, lanjut Kiai Said, Rasulullah berprinsip bahwa semua orang yang semula memusuhinya memiliki aklhak yang mulia.

Sementara itu, dalam wathaniyah, para pendiri bangsa memegang prinsip bahwa Indonesia bukan negara agama, melainkan negara kebangsaan.

“Kesepakatan yang sudah dibangun harus dipertahankan. Karena telah mengeluarkan pengorbanan para pendiri bangsa untuk membangun NKRI,” tegas Kiai Said.

Pada pembukaan halaqah tersebut, Kiai Said menerima secara simbolis buku “Negara Pancasila sebagai Dar Al-Ahdi Wa Al-Syahadah” dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah H Abdul Mu’ti. Buku yang disusun dari hasil Muktamar Muhammadiyah di Makassar tahun 2015, rencananya akan disumbangkan untuk Perpustakaan PBNU. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Selasa, 13 Juni 2017

Presiden dan Panglima TNI Merayap Pulang dari Kongres Muslimat

Jakarta, Hari Santri 2019 - Presiden Joko Widodo, pemimpin 250 juta lebih masyarakat Indonesia itu berjalan merayap meninggalkan ruang utama Kongres Muslimat NU ke-17.? Begitu juga Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Dalam waktu berbeda, di hari yang sama, Kamis (24/11), keduanya melewati jarak 30 meter saja memakan waktu 15 menit. ?

Ibu-ibu Muslimat di kiri-kanan jalan dialasi karpet merah berjajar, berdesakan, berebut ingin bersalaman dan selfie dengan pemimpinnya. Mereka tak menggubris imbauan Paspampres yang berkali-kali memperingatkan jangan begitu dekat. Jangan begitu dekat.

Presiden dan Panglima TNI Merayap Pulang dari Kongres Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden dan Panglima TNI Merayap Pulang dari Kongres Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden dan Panglima TNI Merayap Pulang dari Kongres Muslimat

Bersalaman dan selfie, begitu sederhananya. Tapi dengan kedua orang itu, tentu lain. Waktunya pun tidak setiap saat bisa dilakukan. Mungkin hanya sekali seumur hidup.

Makanya, dengan “gagah” berani, ibu-ibu Muslimat yang tidak pernah mengikuti latihan fisik secara serius itu sejenak ingin merasakan telapak tangan Presiden dan Panglima TNI.

Hari Santri 2019

Presiden dan Panglima TNI membalasnya dengan hangat. Bahkan menyempatkan diri diam beberapa detik fokus ke mata kamera ponsel seorang ibu-ibu yang lolos dari penjagaan Paspampres.

Hari Santri 2019

“Cekrek...” kamera berbunyi, mengabadikan rakyat ketemu pemimpinnya.

Dua tahun lalu, di tempat sama, pada Rakenas Muslimat NU 2014, hal serupa dialami KH Mustofa Bisri. Ia dikepung ibu-ibu Muslimat sebagaimana anak kepada bapaknya.

Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Yenny Wahid, Shinta Nuriyah, Aisyah Hamid Baidlowi adalah saasaran lain ibu-ibu untuk cium tangan dan selfie. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Amalan, Cerita, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock