Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko!

Dalam rangka menyemarakkan Konferensi Cabang Istimewa III NU Maroko yang akan dilaksanakan pada tanggal? 9 Agustus 2016 mendatang, pengurus NU setempat menggelar Sayembara Menulis Cerpen bagi siapa saja yang merupakan warga Negara Indonesia.

Lomba menulis bertema “"Santri Menulis: Sepenggal Cerita di Lorong Pesantren" ini sekaligus menjadi ajang untuk menuangkan bakat dalam dunia penulisan terutama bagi kalangan santri, demikian siaran pers yang diterima Hari Santri 2019.

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Sayembara Penulisan Cerpen Pesantren NU Maroko!

Tema yang diusung adalah hal-hal yang terkait dengan kehidupan dunia pesantren, untuk memobilisasi kawan-kawan santri menorehkan bakatnya, sekaligus memperkenalkan dunia pesantren dalam kemasan cerita. Santri dan pesantren acapkali diberi stigma tak mengenal dunia sastra dan kepenulisan, dalam program ini setidaknya kami akan menepis anggapan tersebut. Bahwa para santri, pun memiliki potensi dalam dunia tulis menulis. Bahwa pesantren, pun memiliki beragam kisah yang tak kalah menarik dan seru.

Pesantren tidak melulu identik tentang kitab kuning, atau dzikir beriring. Di sana ada juga temu pisah, cinta tak sampai, juga kenangan para santri yang belum usai. Pesantren tidak hanya menyajikan Jurumiyyah atau Fathul Muin. Di sana tersaji juga amarah, senda gurau, dan gundah seorang santri yang juga parau. Pesantren adalah potret kecil dari dunia penuh warna, dengan banyak kisah di dalamnya, yang terlalu sayang jika mengalir begitu saja tanpa terekam pena.

Hari Santri 2019

Ketentuan Lomba

? Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang berdomisili diluar negeri maupun di dalam negeri, dan tidak dibatasi usia.

Hari Santri 2019

? Naskah ditulis dengan bahasa Indoensia yang baik dan benar, serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.

? Naskah diketik dalam format Ms. Word A4, Times New Roman font 12, spasi 1,5, margin normal, 5-7 halaman.

? Naskah merupakan karya asli bukan saduran, belum pernah dipublikasikan di media masa, dan tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.

? Peserta hanya diperbolehkan mengirim dua naskah terbaiknya.

? Share info sayembara ini di facebook dan meng-like fanspage Konfercab III NU Maroko.

? Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

? Naskah diterima paling lambat tanggal 5 Agustus 2016, pukul 00.00 WIB.

Tata Cara Pengiriman Naskah

? Naskah di kirim via e -mail ke: panitia.konfercab.3@gmail.com dengan subyek: Santri Menulis.

? Peserta melampirkan biodata meliputi: nama, alamat, TTL, alamat email dan facebook, nomor hp dan nomer rekening di halaman akhir naskah.

Dewan juri

? Aida Maslamah Ahmad ( Novelis dan Penulis buku Motivasi Islami. Founder Maslamah Foundation dan Batavia Publishing )

? Risma El Jundi (Novelis )

Apresiasi

? Juara I : Rp 2 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? Juara II : Rp 1.5 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? Juara III : Rp 1 juta + sertifikat pemenang + buku antologi + souvenir.

? 20 naskah terbaik akan dibukukan dan didistribusikan ke beberapa pesantren di Indonesia.

CP:

+212 627 254551 (Icha)

+212 621 575110 (Aniq)

(Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Habib, Warta Hari Santri 2019

Kamis, 01 Februari 2018

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari

Jakarta, Hari Santri 2019
Pemerintah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama pada Idul Fitri 2004 menjadi sembilan hari, karena hari besar Islam itu jatuh pada tanggal 14 dan 15 November 2004, atau hari Minggu dan Senin.

Dalam kondisi demikian pemerintah memundurkan hari libur menjadi 15 dan 16 November atau Senin dan Selasa, ditambah cuti bersama selama tiga yakni 17-19 November 2004 (Rabu, Kamis dan Jumat) dan ditambah libur Sabtu dan Minggu dan Sabtu dan Minggu sebelumnya, menjadikan libur Idul Fitri 2004 menjadi sembilan hari.

Menko Kesra Jusuf Kalla mengatakan di Jakarta, Kamis, seusai menyaksikan menandatanganan surat keputusan bersama Menag, Menakertrans, dan Menpan tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama Selama 2004 di Jakarta.

Dikatakan bahwa libur sembilan hari itu sebenarnya efektif lima hari, yakni dua hari libur resmi, tiga hari cuti bersama, dan empat hari libur Sabtu Minggu yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta swasta di seluruh Indonesia.

Sedangkan libur hari besar di luar hari Sabtu dan Minggu untuk tahun 2004, jumlahnya tetap 14 hari kerja dengan catatan hari libur yang jatuh pada Minggu, Selasa, Rabu, dan Kamis dipindahkan ke hari Senin, sehingga tidak mengurangi jumlah hari libur nasional yang sudah ada. Contohnya, tahun baru hijriah yang jatuh pada tanggal 22 Februari (Minggu) dipindah menjadi Senin (23/2).  

Menurut Menko Kesra, tujuan pemindahan hari libur itu agar masyarakat memiliki libur akhir pekan lebih panjang dan memberi kesempatan bersilaturahmi dengan keluarga. 

Selain itu untuk mengefisienkan agar tidak banyak karyawan yang membolos karena adanya hari kerja yang terjepit pada hari libur. Begitui pula untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.

Sementara Menpan Feisal Tamin, meminta instansi pemerintah untuk menindak atau menjatuhkan sanksi bagi karyawan yang masih membolos. Ia mengatakan bahwa dipercepatnya pengumuman hari libur tersebut untuk memudahkan para penerbit kalender  memberi tanda khusus pada hari-hari libur yang dipindahkan, sehingga tidak membingungkan masyarakat.

Pihak swasta tidak mempermasalahkan pemindahan hari libur itu karena sudah dilaksanakan sejak lama.(ant/mkf)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 AlaNu, Warta, Berita Hari Santri 2019

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari

Rabu, 31 Januari 2018

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Kudus, Hari Santri 2019. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) bertemakan Refleksi Akhir Tahun (Membaca Masa Lalu Merancang Masa Depan) yang dilaksanakan Gedung YM3SK Jl. Menara Kudus No. 149 (Eks Manggala), Rabu (30/12).

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama PC GP Ansor Kabupaten Kudus, PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, PC IPNU Kabupaten Kudus, PC IPPNU Kabupaten Kudus, dan PC PMII Kabupaten Kudus. Kegiatan ini membicarakan kebijakan-kebijakan pemerintah. Antara lain sosial, pendidikan, politik, kesehatan, dan lain sebagainya yang belum sepenuhnya terealisasi di Kabupaten Kudu. Peserta yang hadir dalam acara tersebut berhak mengutarakan pendapat-pendapat untuk membenahi Kabupaten Kudus di tahun 2016 nanti.

Berbagai elemen masyarakat turut datang dalam acara tersebut. Diantaranya Rais Syuriah PCNU Kabupaten Kudus KH Ulil Albab Arwani, para kiai, tokoh masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Anggota DPRD Jawa Tengah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain sebagainya.

Hari Santri 2019

Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Kudus Drs H Asyrofi Masyitho mengatakan, dengan diadakan FGD ini masyarakat bisa mengeluarkan unek-unek terhadap kebijakan-kebijakan publik yang belum maksimal dan mereview kembali persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Kudus.

Hari Santri 2019

“Hal ini dilakukan agar di tahun 2016 nanti kita bisa merancang agar Kabupaten Kudus agar lebih baik lagi daripada tahun 2015, sehingga di tahun 2016 nanti Kabupaten Kudus agar lebih baik,” tuturnya. (Dedi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, Warta, Santri Hari Santri 2019

Jumat, 26 Januari 2018

KMNU Unila Punya Ketua Baru

Bandarlampung, Hari Santri 2019

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) secara resmi memilih Ahmad Nur Fuadi sebagai ketua baru periode 2016-2017 dalam Musyawarah Anggota yang digelar di Kantor Kesekretariatan KMNU Unila, Bandarlampung, Lampung.



KMNU Unila Punya Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Unila Punya Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Unila Punya Ketua Baru



Fuad, begitu ia biasa dipanggil, menggantikan ketua periode sebelumnya, Ahmad Saroji El-Shirozy. Fuad adalah mantan Kepala Departemen SKD KMNU Unila.?



Hari Santri 2019



Setelah terpilih menjadi Ketua Umum pada Ahad (17/01/16) malam itu, Fuad menyatakan bahwa amanah yang diembannya sangat berat. Mahasiswa FKIP Unila Jurusan Fisika ini berharap bisa menunaikannya dengan baik. Ia mendasarkan niatnya pada usaha mencari ridha Allah, bentuk cinta kepada Nabi Muhammad, serta cinta terhadap tanah air NKRI.





Hari Santri 2019

Pemuda berkacamata yang merupakan alumni MAN 1 Pringsewu ini meyakini bahwa berorganisasi, lebih-lebih di KMNU, merupakan sebuah cara lain untuk mencari Ilmu dan pengalaman yang tidak didapatkan di pelajaran atau materi kuliah.?





"Berorganisasi itu cari ilmu dengan aktif di organisasi. Kalau berorganisasi di KMNU insyallah tidak cuma ilmu yang didapat. Kalau aktif dan ikhlas berkhidmah maka kita juga akan dapat barokah doanya para ulama, masyayikh, dan muasis NU," ungkapnya. (Muhammad Faizin/Mahbib). Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta, Tokoh, Pesantren Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

Dubes Iran Tawari Menteri Marwan Kerjasama Energi Desa

Jakarta, Hari Santri 2019 - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Marwan Jafar berharap hubungan kerjasama antara Indonesia dan Iran dapat berjalan dengan baik. Kerjasama yang telah terjalin tersebut didominasi oleh bidang energi, serta pemanfaatan dan pengembangan sumber-sumber energi alternatif.

Hal tersebut disampaikan Menteri Marwan, saat menerima kunjungan Duta Besar Iran, Valioallah Muhammadi di, Kantor Kemendes PDTT, Senin (6/6).

Dubes Iran Tawari Menteri Marwan Kerjasama Energi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Iran Tawari Menteri Marwan Kerjasama Energi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Iran Tawari Menteri Marwan Kerjasama Energi Desa

"Kami mengikuti geopolitik di Negara Timur Tengah, dan kami berharap hubungan Indonesia dengan Iran, terutama pada pembangunan makro dan mikro, serta bio energy dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Hari Santri 2019

Menteri Marwan mengatakan, Indonesia saat ini sedang mengembangkan energi alternatif melalui pemanfaatan microhydro, wind power, geothermal dan bioenergy. Indonesia memiliki program desa energi, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan akses listrik terhadap masyarakat perdesaan di Indonesia secara menyeluruh.

"Selain itu, untuk memenuhi infrastruktur di perdesaan, Kementerian ini (Kemendes PDTT) juga memiliki program dana desa, yang digunakan untuk membangun infrastruktur dasar di desa seperti jalan, talud, irigasi dan sebagainya," ujarnya.

Hari Santri 2019

Di sisi lain, Duta Besar Iran, Valioallah Muhammadi mengatakan, Indonesia dan Iran memiliki peluang besar untuk bekerjasama di bidang energi desa. Iran dalam hal ini, telah menerapkan energi geomethal(panas bumi) untuk memenuhi kebutuhan listrik hingga 25 Megawatt.

"Energi geomethal ini sangat cocok jika diterapkan di perdesaan. Sesungguhnya ada banyak peluang kita (Indonesia dan Iran) untuk bekerjasama," ujarnya.

Dalam kunjungannya tersebut Valioallah juga mengundang Menteri Marwan untuk bergabung dalam Joint Commite yang akan diadakan Iran di Jakarta dalam waktu dekat. Di mana, forum tersebut adalah pertemuan dari petinggi-petinggi pejabat dari berbagai negara.

"Di Iran memang tidak ada kementerian yang khusus menangani desa seperti di Indonesia. Tapi saya harap, Kementerian ini bisa bergabung dala forum yang akan kami adakan tersebut," ujarnya. (red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

9 Nama Muncul Jelang Konfercab PCNU Kota Padang

Padang, Hari Santri 2019. Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Padang, Sumatera Barat bakal berlangsung sengit. Sembilan orang kandidat siap bertarung menjadi Ketua PCNU Kota Padang periode 2017-2022. Konfercab ke-IX PC NU Padang ini berlangsung Sabtu-Ahad (25-26/2), dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Ketua PCNU Kota Padang Yultel Ardi Tuanku Malin Sulaiman, Senin (20/2) di sekretariat PCNU Kota Padang di kawasan Ranah, menyebutkan, Konfercab selain memilih kepengurusan periode 2017-2022, juga membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, menyusun program kerja, sosialisasi Kartu Tanda Anggota NU dan dialog langsung dengan Ketua Umum PBNU. Pembukaan Konfercab di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, sedangkan pelaksanaan Konfercab di salah satu hotel di Padang. ?

9 Nama Muncul Jelang Konfercab PCNU Kota Padang (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Nama Muncul Jelang Konfercab PCNU Kota Padang (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Nama Muncul Jelang Konfercab PCNU Kota Padang

“Dialog dengan Ketua Umum PBNU dengan tema "Merawat Tradisi, Mengupayakan Inovasi dan menjaga NKRI". Dialog ini penting untuk mengetahui perkembangan terkini kondisi bangsa Indonesia dan antisipasi ancaman terhadap keutuhan NKRI,” kata Yultel, alumni pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman.

Sedangkan sosialisasi Kartanu dilakukan ? tim dari PBNU. Sosialisasi dimaksudkan agar warga NU Kota Padang semakin paham manfaatnya. “Sedangkan pada Ahad (26/2) paginya, diadakan diskusi dengan tema “Pengembangan Kota Mandiri dan Peremajaan Kota” yang disampaikan Wakil Sekjen DPP Real Estate Alkudri. Melalui diskusi ini, warga NU Kota Padang diharapkan memiliki wawasan terhadap Kota Padang di masa mendatang,” kata Yultel.

Terkait dengan nama-nama yang mulai mengapung yang bakal dijagokan menjadi Ketua PCNU, ada sembilan orang. Masing-masing Afrizal yang kini menjabat Sekretaris PCNU Kota Padang, Thamrin Ahmad (Katib). Di ijajaran Wakil Ketua PCNU disebut-sebut nama Marsal, Syamsurizal, Zurial Muchtar, Syahrial Nadir, Bendahara Bustami, Ketua Pergunu Kota Padang Rinelfi dan Ketua PCNU Yultel Ardi sendiri. Masing-masing memiliki kelebihan dan kemampuan untuk memimpin NU Kota Padang lima tahun ke depan.?

Hari Santri 2019

“Kita berharap apa yang sudah dicapai NU Kota Padang saat ini dapat ditingkatkan oleh pengurus mendatang. Siapa pun yang terpilih nantinya, yang penting dapat menggerakkan NU di tengah masyarakat,” kata Yultel menambahkan. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi) ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Warta Hari Santri 2019

Rabu, 17 Januari 2018

IPPNU Kecewa Atas Keterlambatan Soal UN

Jakarta, Hari Santri 2019. Keterlambatan soal Ujian Nasional (UN) yang mengakibatkan UN tertunda, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) menyatakan kekecewaannya terhadap Kemendikbud.



IPPNU Kecewa Atas Keterlambatan Soal UN (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kecewa Atas Keterlambatan Soal UN (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kecewa Atas Keterlambatan Soal UN

Perihal ini disampaikan oleh Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Hari Santri 2019 per telepon, Senin (15/4) pagi.

Farida mempertanyakan manajemen pemerintah terkait atas pelaksanaan UN. Alasan teknis yang mengakibatkan keterlambatan soal UN, semestinya sudah tidak ada mengingat pelaksanaan UN sebagai hajat tahunan nasional.

“Kekurangan seperti harus menjadi titik balik evaluasi besar-besaran bagi Kemendikbud,” tegas Farida Farichah.

Sebelas dari 34 provinsi di Indonesia mengalami penundaan pelaksanaan UN. Angka itu berbanding sepertiga dari wilayah Indonesia. Penundaan itu membuat pelaksaan UN tidak adil. Karenanya, Kemendikbud harus bertanggung jawab atas kelalalian ini, tambah Farida Farichah.

Hari Santri 2019

Farida Farichah menilai kelalaian itu bukan sekadar persoalan murni teknis percetakan soal UN. Kelalaian itu mencerminkan sebuah masalah dalam sistem dan manajemennya. Karenanya, proses evaluasi dan audit menjadi sebuah keniscayaan.

Hari Santri 2019

Penundaan UN pada sebagian wilayah di Indonesia di sela kecanggihan teknologi informasi masa kini, membuka peluang kecurangan dengan bocornya soal UN ke sekolah yang belum melaksanakan UN, ungkap Farida Farichah.

Akibat kelalaian manajemen pelaksanaan UN seperti ini, para siswa kembali menjadi korban. Kenyataan ini yang semestinya diantisipasi jauh hari, tandas Farida Farichah.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta, Syariah Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock