Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat

Jakarta, Hari Santri 2019

Muslim di Indonesia merupakan jumlah terbanyak di dunia dalam sebuah negara. Kenyataan ini diikuti oleh jumlah lembaga pendidikan Islam yang angkanya juga mencapai jumlah terbanyak dibanding dengan negara-negara dengan mayoritas penduduk Islam di seluruh dunia.?

“Namun kenyataan yang terjadi, hingga saat ini lembaga Pendidikan Islam di Indonesia belum menjadi tujuan utama bagi masyarakat dunia,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin saat memberikan materi dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat Dunia di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam ini, Kamaruddin juga menerangkan karakter moderatisme Islam Indonesia harus menjadi perhatian serius para guru agama Islam dengan mengembangkan pemikiran moderat kepada generasi muda.

“Cita-cita menjadi rujukan pendidikan moderat untuk warga dunia harus diikuti oleh peningkatan kualitas, baik sumber daya maupun infrastruktur,” tutur Kamaruddin di depan sekitar 400 stakeholder Pendidikan Agama Islam (PAI), meliputi guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Menurutnya, potensi sumber daya dan infarastruktur bangsa Indonesia sangat besar. Bangsa Indonesia saat ini sudah mempunyai kesadaran kolektif untuk mewujudkan Islam yang ramah dan toleran. Selai itu, lanjut Kamaruddin, Indonesia juga mempunyai infrastruktur sosial dengan hadirnya ormas-ormas Islam yang mempunyai visi sama terhadap tujuan bangsa dan negara.

Hari Santri 2019

Lebih jauh, Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menegaskan kepada para stakeholder Pendidikan Agama Islam untuk merawat generasi muda dari penetrasi paham agama yang ekstrem dan radikal.?

“Sebab, kantong-kantong kegiatan siswa di bidang keagamaan seperti Rohis di sekolah menjadi sasaran empuk paham ekstrem. Hal ini menjadi perhatian serius agar pemahaman Islam yang baik, ramah, toleran, dan damai dapat terus terawat,” tegas Kamaruddin. (Fathoni) ? ?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, PonPes Hari Santri 2019

Jumat, 02 Februari 2018

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Jakarta, Hari Santri 2019

Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) menggelar pengobatan gratis bagi pasien penderita penyakit pascabanjir di DKI Jakarta awal Februari lalu. Kegiatan pengobatan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun itu dilakukan di Balai RW 08/81, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan ibu-ibu yang membawa serta anaknya sudah menyerbu dan mulai mengantre di bawah tenda untuk menunggu pemeriksaan dari dokter yang bertugas. Mereka terlihat sangat antusias terhadap aksi sosial pengobatan gratis tersebut. Maklum, sejak banjir merendam daerahnya, belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Wakil Ketua LPKNU Dr Bina Suhendra mengatakan, selain karena merupakan daerah yang terkena banjir cukup parah, kelurahan tersebut juga adalah daerah kumuh dan padat penduduk. Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, tampak tak terjaga dengan baik.

Karenanya, dua dokter, dua bidan dan sepuluh relawan lainnya yang dikerahkan dalam aksi tersebut tak hanya memberikan pengobatan secara cuma-Cuma. Tim LPKNU juga memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga kesehatan diri, kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu tim dokter dr Fauzan yang langsung menangani pasien membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar memang jauh dari standar. “Kebersihan di perkampungan ini sangat jauh di bawah standar. Selain kumuh, banyak selokan-selokan yang mampet,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Namun demikian, lanjutnya, daerah tersebut cukup beruntung. Dari sekitar 300 pasien anak-anak yang ia tangani, tidak ditemukan penyakit leptospirosis. Padahal, katanya, penyakit diakibatkan air seni tikus tersebut rawan muncul dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat, terutama lingkungan pascabanjir. “Setidaknya, dari pasien yang saya tangani tidak ditemukan penyakit atau tanda-tanda ada leptospirosis,” pungkasnya.

“Mayoritas penyakit yang diderita warga adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut-Red), batuk, pilek, diare, DKI (dermatitis kontak iritan) dan gangguan pencernaan. Rata-rata sudah pernah berobat tapi belum sembuh,” ujar dr Fauzan.

Hari Santri 2019

Marini (34) yang memeriksakan anak perempuannya, Dian (4), mengatakan, sudah dua minggu batuk berdahak, pilek dan demam anaknya tak kunjung sembuh. Padahal sebelumnya ia sudah memeriksakan ke Puskesmas. “Batuknya parah banget dan berdahak. Demamnya tinggi. Udah sebulan ini anak saya berat badannya menurun,” ujarnya.

Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah warga yang turut dalam pengobatan cuma-muma itu mencapai 300 orang lebih. "Kami membagikan kupon pengobatan untuk 350 warga. Tapi kalau lebih, kami siap untuk 50 pasien lagi,” ujar Avianto Muhtadi, Program Officer Community Based Disaster Risk and Management NU.

Selain penyuluhan dan pengobatan cuma-cuma, dalam kesempatan itu, LPKNU juga memberikan sejumlah makanan dan susu untuk anak-anak bagi setiap pasien. “Ini juga menjadi perhatian kita. Tidak hanya pengobatan. Kebutuhan gizi mereka (anak-anak) juga harus dipenuhi,” ujar Avianto.

Sebelumnya, tim kesehatan LPKNU bersama warga setempat bekerja bakti membersihkan lingkungan. Mereka bekerja bakti membuang sampah yang masih tersisa akibat banjir dan membersihkan selokan-selokan yang mampet.

“Kita ingin warga sadar betapa menjaga kebersihan dan kesehatan sangat penting. Lebih penting daripada pengobatan sendiri kalau sedang sakit,” terang Avianto yang juga Komandan Satuan Koordinator Wilayah Banser DKI Jakarta. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Meme Islam Hari Santri 2019

Rabu, 31 Januari 2018

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Kudus, Hari Santri 2019. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) bertemakan Refleksi Akhir Tahun (Membaca Masa Lalu Merancang Masa Depan) yang dilaksanakan Gedung YM3SK Jl. Menara Kudus No. 149 (Eks Manggala), Rabu (30/12).

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama PC GP Ansor Kabupaten Kudus, PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, PC IPNU Kabupaten Kudus, PC IPPNU Kabupaten Kudus, dan PC PMII Kabupaten Kudus. Kegiatan ini membicarakan kebijakan-kebijakan pemerintah. Antara lain sosial, pendidikan, politik, kesehatan, dan lain sebagainya yang belum sepenuhnya terealisasi di Kabupaten Kudu. Peserta yang hadir dalam acara tersebut berhak mengutarakan pendapat-pendapat untuk membenahi Kabupaten Kudus di tahun 2016 nanti.

Berbagai elemen masyarakat turut datang dalam acara tersebut. Diantaranya Rais Syuriah PCNU Kabupaten Kudus KH Ulil Albab Arwani, para kiai, tokoh masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Anggota DPRD Jawa Tengah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain sebagainya.

Hari Santri 2019

Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Kudus Drs H Asyrofi Masyitho mengatakan, dengan diadakan FGD ini masyarakat bisa mengeluarkan unek-unek terhadap kebijakan-kebijakan publik yang belum maksimal dan mereview kembali persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Kudus.

Hari Santri 2019

“Hal ini dilakukan agar di tahun 2016 nanti kita bisa merancang agar Kabupaten Kudus agar lebih baik lagi daripada tahun 2015, sehingga di tahun 2016 nanti Kabupaten Kudus agar lebih baik,” tuturnya. (Dedi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, Warta, Santri Hari Santri 2019

Jumat, 26 Januari 2018

Lima Program Pokok Ketua Baru IPNU-IPPNU Jepara

Jepara, Hari Santri 2019

Zainal Muttaqin terpilih menjadi ketua baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan dan Vida Amalia sebagai ketua baru Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jepara masa khidmah 2016-2108.

Zainal Muttaqin, ketua PC IPNU Jepara terpilih saat dihubungi Hari Santri 2019, Senin (10/10/16), menyampaikan visi-misi kepengerusan mendatang. Pertama, melanjutkan PR besar IPNU-IPPNU yakni mengaktifkan kembali ranting-ranting sebagaimana yang diprogramkan oleh PCNU Jepara untuk semua Banom.

Lima Program Pokok Ketua Baru IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Program Pokok Ketua Baru IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Program Pokok Ketua Baru IPNU-IPPNU Jepara

Kedua, kata sekretaris bidang kaderisasi PC IPNU Jepara masa khidmah 2014-2016 ini, menumbuhkembangkan potensi kader di semua lini mulai dari ranting, komisariat hingga anak cabang dengan melaksanakan program kaderisasi pendidikan Makesta dan Lakmud.

Hari Santri 2019

“Ketiga, mensantrikan pelajar dan mempelajarkan santri,” lanjut Zainal, Wakil Ketua II PAC IPNU Welahan 2014-2016 itu.

?

Hari Santri 2019

Keempat, mengembangkan para kader muda yang lebih berkah, bermanfaat dan bisa memberikan sumbangsih perjuangan di setiap lini di tingkatannya masing-masing. Terakhir, mengajak para pelajar dan pemuda untuk sadar organisasi sebagai bekal untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Zainal dan Vida terpilih dalam Konfercab XXV IPNU-IPPNU Jepara yang berlangsung di Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (08-9/10). Zainal memperoleh 22 suara, disusul Ahmad Suyudi dengan perolehan 14 dan M. Miqdad Sya’roni dengan 11 suara. Sedangkan Vida Amalia terpilih menjadi ketua IPNU Cabang Jepara secara aklamasi.

Sementara itu, M. Khoironi, Ketua demisioner IPNU Cabang Jepara 2014-2016 berharap IPNU-IPPNU ke depan mampu melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya yang baik dan mampu berinovasi serta memperkuat organisasi dan kaderisasi.

Juga mampu mengawal pendirian ranting, komisariat dan PAC. “Kami juga berharap IPNU-IPPNU ke depan mampu menangkap isu-isu pelajar, pendidikan serta pendampingan kepada pelajar lebih intens lagi,” papar Khoironi.

Guru MTs Al-Faizin Guyangan, Bangsri Jepara itu membeberkan hampir semua program departemen dan lembaga sudah terlaksana dengan baik. Di antaranya adalah kaderisasi. “Masa khidmah sebelumnya ada 10 PAC sekarang ada peningkatan 14 PAC aktif. Ini peningkatan yang harus dijaga terus eksistensinya,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

? ? ? ? ?


Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Ulama, Meme Islam, AlaSantri Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri

Jakarta, Hari Santri 2019

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyambut peringatan Hari Santri Nasional dengan menggelar acara bertajuk “Bhakti Santri untuk Negeri”, Ahad (16/10), di Arena Car Free Day, Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan melalui media dongeng ini menjadi bagian dari sosialisasi pada masyarakat tentang perjuangan para ulama dan santri saat masa pra kemerdekaan hingga sekarang ini.

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri

Sosialisasi dengan model dongeng dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami? dan disenangi oleh anak-anak, dan masyarakat. Selain dongeng bhakti santri untuk negeri, juga dilakukan pawai simpatik di Arena Car Free Day Kawasan Sarinah Thamrin Jakarta, dengan membagikan stiker, bendera kecil NU, dan atribut lainnya yang bernuansa Hari Santri Nasional.

Koordinator kegiatan Bhakti Santri untuk Negeri, M. Wahib yang juga ketua LPBINU DKI Jakarta mengungkapkan, peran santri dalam sejarah republik Indonesia sangat banyak, sehingga harus ditulis dengan tinta emas dalam sejarah Indonesia.

Hari Santri 2019

“Santri harus mampu menjadi pelopor dalam segala bidang; bidang ekonomi, bidang politik, santri juga mampu dalam bidang kebencanaan, adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan hidup, kesemuanya harus terbingkai dengan akhlaqul karimah,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Husni Mubarok sekretaris Panitia Hari Santri Nasional PWNU DKI Jakarta tahun 2016, menyatakan, agenda-agenda dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, juga diisi dengan ziarah dan silaturrahim ke para ulama DKI Jakarta, berpartisipasi dalam acara pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah di Masjid Sunda Kelapa, dan pertunjukan seni dan budaya betawi di Setu Babakan. Pada tanggal 22 Oktober 2016, akan dilakukan Apel Akbar di Lapangan Banteng yang akan diikuti oleh puluhan ribu warga NU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Kajian Islam, Meme Islam Hari Santri 2019

Lintang Cahyaningsih, Kader NU yang Gusur Pemred Tempo

Jakarta, Hari Santri 2019. Namanya Lintang Cahyaningsih. Dia adalah putri bungsu Wakil Ketua Umum PBNU H Maksum Mahfoedz.

Tidak sekadar putri tokoh NU, Lintang tentu saja juga seorang kader muda NU.

Lintang Cahyaningsih, Kader NU yang Gusur Pemred Tempo (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintang Cahyaningsih, Kader NU yang Gusur Pemred Tempo (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintang Cahyaningsih, Kader NU yang Gusur Pemred Tempo

Sebagai kader muda NU, Lintang ternyata dapat pula berkiprah secara luas. Terbukti mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM itu terpilih dalam Kompetisi Rebut Kursi Pemred Tempo akhir November lalu.





Hari Santri 2019

Mengutip Tempo.co, sebagai pemenang kompetisi, Lintang berhak memimpin redaksi Koran Tempo selama lima hari kerja di Gedung Tempo.

Awalnya Lintang mempresentasikan gagasan yang akan dia terapkan di Koran Tempo. Diantaranya soal desain layout yang lebih berwarna dan variatif di versi digital, dan ide personalisasi jurnalis-jurnalis Tempo.

“Dengan menampilkan identitas dan pengalaman jurnalis di Koran Tempo membuat pembaca dapat mengetahui jalan cerita suatu peliputan berdasarkan sudut pandang jurnalisnya,” kata Lintang.

Ia mengatakan berfokus pada desain dan pengembangan produk.

Hari Santri 2019

“Bagaimana (agar) pembaca tempo bisa mendapatkan pengalaman membaca yang maksimal,” Lintang menambahkan.

Tugas Lintang sebagai pemenang kompetisi adalah memimpin rapat perencanaan konten Koran Tempo, memantau perolehan bahan, memimpin rapat checking redaksi, mengikuti rapat editorial dan opini setiap Rabu, serta merencanakan visual halaman.

Selama menjalankan tugasnya, Lintang didampingi langsung oleh Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso.

Untuk program tersebut Lintang mendapatkan biaya transportasi dan akomodasi, berhak mengikuti gala dinner dan berdiskusi bersama seluruh jajaran Pemimpin Redaksi Tempo Media Group, serta mendapatkan tiket pesawat pulang pergi dari daerah asal ke Toraja.

Keberhasilan lintang bukan sesuatu yang datang serta merta. Ia memang pernah menjadi Pimpinan Redaksi Balairung, koran kampus mahasiswa UGM. Pernah pula ia menjadi peserta pertukaran pelajar Indonesia- Amerika, untuk bidang antaragama.





Kiranya kiprah dan prestasi Lintang dapat menginspirasi kader muda NU lainnya di mana pun berada. (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, Tokoh Hari Santri 2019

Rabu, 27 Desember 2017

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syech KH Ali Akbar Marbun adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jl Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara. Syech KH Ali Akbar Marbun lahir di desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Medan.

Syekh KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun (Alm) dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan (meninggal pada usia 105 tahun) adalah petani dan orang yang taat beragama Islam.

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syekh Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim Lubis.

Hari Santri 2019

Setelah belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Setelah menunaikan ibadah haji, Syekh Ali tinggal di Mekkah untuk belajar. Syekh Ali banyak belajar dari ulama-ulama Sunni di Mekkah, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Usai belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar.

Hari Santri 2019

Syekh KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sunnah, Meme Islam Hari Santri 2019

Selasa, 26 Desember 2017

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

Pada dasarnya mengangkat tangan ketika berdo’a dan dan mengusap wajah sesudahnya bukanlah sekedar tradisi yang tanpa dasa. Keduanya merupakan sunnah Rasulullah saw. sebagaimana termaktub dalam salah satu haditsnya yang diceritakan oleh Ibn Abbas:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? (? ? ?)

Apabila engkau memohon kepada Allah, maka bermohonlah dengan bagian dalam kedua telapak tanganmu, dan jangan dengan bagian luarnya. Dan ketika kamu telah usai, maka usaplah mukamu dengan keduanya.

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

Demikian pula keterangan para ulama dari beberapa kitab. Bahkan mereka menganjurkan ketika semakin penting permintaan agar semakin tinggi pula mengangkat tangan. Adapun ukuran mengangkat tangan adalah setinggi kedua belah bahu. Dalam I’anatut Thaibin Juz Dua diterangkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dan diwaktu berdoa disunnahkan mengangkat kedua tangannya yang suci setinggi kedua bahu, dan disunnahkan pula menyapu muka dengan keduanya setelah berdo’a.

Hari Santri 2019

Keterangan ini ditambahi oleh keterangan Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdy dalam Al-Hawasyil Madaniyyah  dengan sangat singkat.

? ? ? ? ? ? ? ?

Batas maksimal mengangkat tangan adalah setinggi kedua bahu, kecuali apabila keadaan sudah amat kritis, maka ketika itu bolehlah melewati tinggi kedua bahu.

 Akan tetapi, di masa sekarang ini banyak kelompok yang meragukan dan menyangsikan sunnah Rasulullah saw ini. mereka meanyakan kembali tentang keabsahannya. Sungguh hal ini bukanlah sesuatu yang baru karena dulu telah disinggung oleh pengarang kitab al-Futuhatur rabbaniyyah:

Hari Santri 2019

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sang pengarang telah berkata bahwa “telah ada hadits-hadits yang tak terbatas banyaknya mengenai mengangkat tangan ke langit ketika berdo’a, barang siapa menganggap itu tidak ada, maka ia telah keliru.

Red. Ulil H.  

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pondok Pesantren, Meme Islam Hari Santri 2019

Kamis, 21 Desember 2017

Pesantren Al-Mizan Kirim Tim Futsal ke Liga Santri Nusantara

Majalengka, Hari Santri 2019. Pengasuh pesantren Al-Mizan Jatiwangi kabupaten Majalengka melepas santrinya untuk bertanding futsal dalam Liga Nusantara yang berlangsung di Indramayu, Selasa (15/9). Mereka berharap tim futsal santrinya masuk dalam 16 besar.

Pesantren Al-Mizan Kirim Tim Futsal ke Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mizan Kirim Tim Futsal ke Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mizan Kirim Tim Futsal ke Liga Santri Nusantara

“Menjadi pemenang itu mudah. Akan tetapi membuat sejarah bagi generasi seterusnya untuk memberikan kontribusi pada peradaban untuk saat ini, menjadi barang langka. Karena orang menilai dari berapa besar perjuangan atau lewat kontribusi uang akan tetapi kami memberikan kontribusi pada peradaban melalui jiwa olahraga,” kata guru olahraga pesantren Al-Mizan Wanding Ahmad Nurdin.

Ia memotivasi timnya untuk menampilkan permainan sebaik mungkin. “Kalian harus bangga pada diri sendiri atau kedua orang tua kalian, karena kalian dipilih untuk mewakili pesantren dan menjaga nama pondok pesantren untuk berjuang lewat futsal. Selain itu kalian dikirim bukan untuk jalan-jalan,” ungkapnya.

Hari Santri 2019

Wanding mengakui singkatnya persiapan tim asuhannya untuk menuju turnamen futsal ini. “Sebenarnya tim ini hanya kami bentuk dengan sedikit persiapan. Akan tetapi kita tidak bisa berbuat banyak. Yang penting kita lolos ke 16 besar,” ujar Wanding.

Hari Santri 2019

Sementara pengasuh pesantren Al-Mizan yang diwakili Edi Karna menyatakan optimis akan prestasi tim futsal santrinya.

“Kita berjuang harus dengan realitas walaupun dengan persiapan mepet jangan berkecil hati karena Allah bersama orang yang berusaha,” tandasnya. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam Hari Santri 2019

Selasa, 19 Desember 2017

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk

Jakarta, Hari Santri 2019. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin berpendapat, pendidikan agama telah berkontribusi untuk menjadikan Indonesia seperti saat ini yakni negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan memiliki ekonomi yang stabil. Baginya, kalau tidak ada pendidikan agama yang moderat di lembaga pendidikan, Indonesia bisa menjadi negara dengan pemahaman keagamaan yang ekstrim.

“Secara inheren memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara ultra konservatif dengan jumlah muslim yang begitu besar. Bisa juga liberal,” katanya di Jakarta, Selasa (8/11).

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentang Kontribusi Pendidikan Agama bagi Indonesia yang Majemuk

Namun hal itu tidak terjadi karena pengajaran agama di Indonesia baik di sekolah, pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi berhasil menciptakan infrastruktur sosial yang sangat kuat dan mengajarkan paham keagamaan yang moderat. 

Menurut Kamaruddin, pendidikan agama masih penting diajarkan di sekolah-sekolah. Hal itu untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi agar mereka tahu bagaimana cara beragama dalam masyarakat yang majemuk.

“Dan bagaimana cara berbangsa dan bernegara dalam konteks Indonesia yang religius,” katanya.

Hari Santri 2019

Meski demikian, ia mengakui bahwa lembaga pendidikan agama masih memiliki banyak kelemahan yang harus segera diatasi seperti meningkatkan kualitas guru yang profesional dan kompeten, menambah jam pelajaran, memperbaiki kurikulum, dan menyediakan sumber-sumber bacaan yang memadahi. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, Ulama Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Minggu, 17 Desember 2017

Pesantren DU Kepuhdoko Miliki Rusun Santri Mewah

Jombang, Hari Santri 2019

Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko, Tembelang, Jombang, Jawa Timur kini memiliki Rumah Susun (Rusun) Santri. Rusun Santri yang dibangun dari APBN 2015 senilai Rp 7,6 milar, Sabtu (20/2), diresmikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono.

Pesantren DU Kepuhdoko Miliki Rusun Santri Mewah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren DU Kepuhdoko Miliki Rusun Santri Mewah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren DU Kepuhdoko Miliki Rusun Santri Mewah

"Saya kalau berada di kawasan pesantren seperti ini adem, selama dinas di Kementerian PU sering mengunjungi pesantren semacam ini," ujar Menteri Basuki sesaat sebelum peresmian.

Basuki mengatakan, pembangunan Rusun Santri diharapkan membuat santri nyaman dalam menimba ilmu.  Di zaman sekarang, katanya, pintar itu penting namun juga harus berakhlakul karimah. "Dan pesantren mengajarkan itu, yakni santri belajar agar pinter dan pesantren juga mengajarkan tata krama akhlakul karimah," imbuhnya.

Hari Santri 2019

Pembangunan Rusun Santri dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya, dan konsultan perencana Indo Consultan. Pengerjaan berlangsung selama 180 hari, sejak 26 Juni hingga 31 Desember 2015.

Pengasuh Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang Jombang, KH Mustain Hasan mengatakan, Rusun santri tiga lantai yang dibangun di atas tanah pesantren seluas 1.520 meter persegi sudah dilengkapi dengan furnitur, almari dan juga tempat MCK (mandi, cuci, kakus). "Ada 6 kamar besar dan 6 kamar kecil, setiap kamar yang sudah dilengkapi tempat tidur ini akan dihuni sebanyak 20-32 santri, jadi yang menempati sebanyak 348 santri," katanya.

Hari Santri 2019

KH Mustain menjelaskan, Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko dibangun sejak 1940, kini telah memiliki sebanyak 2.236 santri. Mereka belajar di lembaga pendidikan mulai PAUD, TK, SMP, MTs, SMK dan MAN. "Rata rata dari keluarga menengah ke bawah, maka tidak mungkin untuk meminta sumbangan kepada mereka. Alhamdulillah, dapat bantuan dari Kementrian PU untuk pembangunan Rusun Santri," bebernya.

Karenanya, KH Mustain mendoakan Menteri PU Basuki agar dalam menjalankan amanah sebagai menteri diberi keselamatan dan berhasil. "Karena banyak pejabat atau menteri yang tersandung masalah usai menjabat bahkan saat menjabat. Kita doakan Pak Menteri selamat dan menjadi orang baik," pungkasnya.

Tampak hadir dalam peresmian Rusun Santri Anggota DPR RI Komisi V Sadarestuwati, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, dan juga Ketua MUI Jatim Abdusshomad Bukhori. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Humor Islam, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Hari Santri 2019

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat

Semarang, Hari Santri 2019. Kabar duka datang dari Kendal, Jawa Tengah. KH Wildan Abdul Hamid merupakan adik dari Abuya KH. Ahmad Abdul Hamid berpulang ke Rahmatullah, Kamis (9/6) pukul 03.00 WIB dini hari di rumah sakit Sardjito Yogyakarta. Kiai yang lahir tahun 1931 meninggal karena faktor usia yang sudah sangat sepuh.

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat

"Subuh ini mendengar berita: saudaraku dan murid kesayangan ayahku KH. Wildan Abdul Hamid Kendal telah dipanggil kehadirat Allah SWT. Semoga Allah menerima segala amal baiknya dan mengampuni segala kesalahannya", ? tulis KH Ahmad Mustofa Bisri di akun Facebook pribadinya.

Selain itu, Gus Mus juga mendoakan semoga keluarga dan para santrinya sabar dan ikhlas serta mampu melanjutkan ajaran dan perjuangannya. Pondok Pesantren Roudlotul Mutaallimin merupakan warisan untuk diteruskan para keluarganya.? Selain itu, Kiai Wildan memiliki pengajian rutin kitab Ihya Ulumuddin tiap Selasa pagi untuk kiai-kiai muda dan bapak-bapak, sedangkan untuk ibu-ibu dan remaja putri beliau mengaji Tafsir al-Ibriz? KH Bisri Mustofa dan Mujarrobat? Mbah Sholeh Darat.

Kiai Wildan juga masih tercatat sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah masa khidmah 2013-2018, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kendal, dan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kendal.

"Kesan yang bisa saya tanggap dari beliau adalah kesederhanaan dan sangat tadzim kepada kiai-kiai sepuh," ungkap KH. Asroi Thohir salah satu menantu.

Hari Santri 2019

Kiai Wildan meninggalkan Hj. Faizah (istri) dengan delapan putra-putri yaitu Wahidah Ghodif, Rohmah, Fauziyah, Robiatul Adawiyah, Nur Azizah, Atikah, Nihayah dan Muhammad Farid Fadh. Rencana pemakaman nanti bada Ashar awal di maqbarah Grabag Kendal. (M. Zulfa/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Amalan, Meme Islam, Hadits Hari Santri 2019

Rabu, 13 Desember 2017

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat?

Mandi besar atau mandi junub adalah aktivitas membersihkan badan dari hadats besar. Biasanya mandi ini dilakukan setelah berhubungan seks antara suami-istri ataupun setelah mimpi basah, yakni mimpi yang ketika bangun didapati keluar mani.

Berbeda halnya dengan wudhu. Wudhu adalah sarana untuk membersihkan hadats kecil, seperti kentut, buang air besar atau kecil, menyentuh alat kelamin, dan lain sebagainya.

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat?

Namun bolehkan kita langsung melaksanakan shalat tanpa berwudhu setelah mandi jinabat?

Siti Aisyah radliyallâhu ‘anhâ  meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah melakukan shalat tanpa berwudhu setelah mandi junub.

Hari Santri 2019

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya: “Dari Aisyah radliyallâhu ‘anhâ berkata: Rasulullah sering mandi kemudian melakukan shalat dua rakaat dan shalat subuh. Dan aku tidak melihatnya memperbarui wudhunya setelah mandi.”

Hari Santri 2019

Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi. Redaksi “kâna” yang disusul dengan fi‘il mudlâri‘ sebagaimana yang digunakan Siti Aisyah dalam riwayat di atas menunjukkan arti kontinuitas atau sering Nabi melakukan hal tersebut. 

Bahkan Aisyah menambahi bahwa dia tidak pernah melihat Nabi berwudhu setelah mandi junub. Sehingga bisa disimpulkan bahwa selama dalam pengamatan Aisyah, Nabi selalu melakukan shalat tanpa berwudu setelah mandi junub.

Dalam redaksi hadits lain riwayat Ibnu Majah juga disebutkan dengan kata yang jazim:

? ? ? ? ?

Artinya: “Nabi tidak pernah berwudhu setelah mandi jinabat.”

Ibnu Umar pernah bercerita bahwa Nabi pernah ditanya terkait wudhu setelah mandi junub.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Ibnu Umar berkata: ketika Rasulullah Saw. ditanya terkait wudhu setelah mandi, (beliau menjawab) adakah wudhu yang lebih umum daripada mandi.” (HR Ibnu Abi Syaibah)

Dalam hadits riwayat Ibnu Umar tersebut secara langsung menjelaskan bahwa kedudukan mandi lebih umum daripada wudhu. Artinya, ketika seorang telah melakukan mandi junub, maka itu sekaligus mencakup wudhu.

Hal ini juga diperkuat dengan pendapat beberapa ulama’ seperti Abu Bakar bin Al-Araby yang dikutip oleh al-Mubarakfury dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Abu Bakar bin al-Araby berkata bahwa tidak ada ulama yang berbeda pendapat terkait permasalah wudhu yang telah termasuk dalam mandi. Dan sesungguhnya niat mensucikan jinabat itu menyempurnakan niat mensucikan hadats sekaligus menggugurkan mensucikan hadats (wudhu). Karena hal-hal yang mencegah jinabat itu lebih banyak daripada hal-hal yang mencegah hadats.”

Imam Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh Muhadzab mengatakan bahwa boleh tidak berwudhu setelah mandi jinabat karena sudah termasuk dalam mandi tersebut. Walaupun Imam Nawawi menyebutkan tiga pendapat lain, namun beliau mengatakan bahwa pendapat ini yang paling sahih. Wallahu A’lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Santri, Nahdlatul, Meme Islam Hari Santri 2019

Selasa, 05 Desember 2017

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Cirebon, Hari Santri 2019 

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan masa kesetiaan anggota atau Makesta di mushola Darul Mujahidin Desa Karangwareng.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari utusan ranting dari desa-desa di Kecamatan Karangwareng dan sekitarnya. Para peserta yang terdiri dari para remaja berkisaran usia antara 14-21 tahun ini nampak antusias dan khidmat mengikuti serangkaian acara yang berlangsung sejak hari Rabu tanggal 2 Januari kemarin.

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Dalam acara tersebut hadir tokoh masyarakat setempat, Kiai Amin Rohaemin yang sekaligus membuka acara makesta tersebut. 

Dalam sambutannya, ia mengatakan ikut merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut, karena berkontribusi positif terhadap perkembangan dan kemajuan pelajar dan pemuda di Kecamatan Karangwareng. 

Hari Santri 2019

“Makesta ini mudah-mudahan bisa menjadi media belajar bagi remaja NU di Kec. Karangwareng tentang kedisiplinan, keNUan, serta menambah kecerdasan sehingga menjadi pelajar-pelajar remaja yang maju dan berkembang,” paparnya.

Hari Santri 2019

Selain itu, hadir pula PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Cirebon, yang dalam sambutannya menuturkan sangat apresiatif terhadap kegiatan tersebut.

Menurut penuturan wakil ketua panitia, Mohammad Saefudin, kegiatan Makesta ini merupakan pelatihan singkat tentang organisasi, Aswaja dan kepemudaan. Alasan diadakan kegiatan ini, yang pertama adalah menanamkan nilai-nilai dan paham NU terhadap pelajar dan pemuda, memberikan pengetahuan tentang organisasi, serta sebagai sarana menyatukan para pemuda dan pelajar di Kecamatan Karangwareng. 

Kegiatan makesta ini diisi dengan berbagai materi, seperti Aswaja, kenuan, IPNU dan IPPNU, keorganisasian, manajemen konflik, yang dalam setiap sesi diselah-selahi dengan permainan yang menyegarkan, selain itu di pagi harinya diadakan senam dan tadabbur alam. 



Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, Kyai Hari Santri 2019

Senin, 04 Desember 2017

Kang Said: Kurban Simbol Potong Nafsu

Jakarta,Hari Santri 2019. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, bahwa kurban adalah simbol umat beragama, khususnya umat Islam, dalam memotong ego atau hawa nafsunya. Memotong nafsu dari cinta dunia, harta, kedudukan, anak, istri, organisasi, partai, dan lainnya.

“Semua cinta harus di bawah cinta Allah. Yang paling utama harus cinta Allah. Setelah itu boleh mencintai lainnya,” katanya pada sambutan menerima kurban dari Extra Joss PT Bintang Todjoe di halaman gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/9).

Kang Said: Kurban Simbol Potong Nafsu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Kurban Simbol Potong Nafsu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Kurban Simbol Potong Nafsu

Selain kurban, tambah kiai yang akrab disapa Kang Said, itu simbol memotong hawa nafsu dengan zakat. “Ekstra Joss memotong kecintaanya kepada harta dengan memotong sapi,” lanjutnya.

Hari Santri 2019

Ia menerangkan, pemotongan hewan kurban, adalah tanda peduli sesama di hari Lebaran Idul Adha dengan masyarakat tidak mampu. Sehari dalam setahun, orang yang mampu berbagi dengan kalangan yang tidak mampu. “Apalagi di pasar harga daging sapi 125.000,” katanya.

Hari Santri 2019

Waktu memotongnya, sambung dia, pada hari Lebaran atau tanggal 10 Dzulhijjah dan 3 hari sesudahnya. Tiga hari setelah 10 Djulhijjah tersebut untuk memberi kesempatan bagi yang belum sempat dan memberi peluang bagi yang ingin menambah.

Di ujung sambutan, ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bintang Toedjoh Extra Joss yang telah menyerahkan kurban sapi seberat 1 ton. Jika ingin peduli umat Islam dan masyarakat kurang mampu, harus peduli NU karena mayoritas masyarkat nahdliyin masih miskin.

Hadir pada kesempatan itu, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU KH A Manan A Ghani, Ketua Lazisnu Syamsul Huda, Bendahara PBNU H Bina Suhendra, Direktur PT Bintang Todjoe Simon Jonatan, dan artis Rio Dewanto. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, Meme Islam Hari Santri 2019

Selasa, 14 November 2017

Santri Surga Budayakan Kepedulian Sosial

Pamekasan,Hari Santri 2019. Sumber Gayam (Surga), Kadur, Pamekasan selama ini memang dikenal sebagai pesantren yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Di samping menyantuni masyarakat yang kurang mampu, pembudayaan kepedulian sosial juga dilabuhkan dalam kehidupan para santri yang menempa ilmu di dalamnya. Salah satunya itu ditunjukkan tradisi ta’ziyah ke kediaman santri yang sedang ditimpa musibah kematian.

Santri Surga Budayakan Kepedulian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Surga Budayakan Kepedulian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Surga Budayakan Kepedulian Sosial

Jumat (6/4) pagi, belasan pengurus dan santri Surga pergi ke desa Tampung, Larangan, Pamekasan. Mereka hendak menghibur salah satu santri yang sedang berkabung, salah satu orangtuanya meninggal dunia.

“Kami memang membudayakan hal ini. Setiap ada santri yang kena musibah, kami pasti selalu berusaha menghiburnya,” tutur alumnus Surga Baitiyah yang juga ikut ta’ziyah. “Ta’ziyah adalah salah satu cara untuk mewujudkan hal itu.”

Hari Santri 2019

Ta’ziyah merupakan salah satu tradisi NU di Madura. Ia bahasa lain bersilaturahmi ke rumah keluarga yang meninggal dunia dengan tujuan menghibur keluarga yang meninggal sembari mendoakan yang meninggal. Sekalipun berjarak jauh, orang Madura rela meluangkan waktu dan biaya demi membudayakan tradisi tersebut.

Hari Santri 2019

Dalam pantauan Hari Santri 2019, santri Surga juga mempertimbangkan hemat BBM. Mereka rela berdesakan mengendarai pick up. Tidak mau bersenang-senang dengan mobil mewah yang konon menghabiskan banyak BBM. 

 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah, Meme Islam Hari Santri 2019

Sabtu, 11 November 2017

Ingin Makmur, Indonesia Jangan Lupakan 1717

Jember, Hari Santri 2019



Jika bangsa Indoneia ingin makmur dan sejahtera, maka pemerintah dan masyarakat tak boleh melalaikan yang satu ini, yaitu tujuh belas-tujuh belas (1717). Itulah kunci untuk membuka jalan tergapainya kehidupan yang makmur dan sejahtera bagi bangsa Indonesia.?

Hal tersebut disampaikan oleh KH Saiful saat memberikan taushiyah pada pengajian di Dusun Kebonlangsep, Desa/Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (25/8) malam.

Ingin Makmur, Indonesia Jangan Lupakan 1717 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Makmur, Indonesia Jangan Lupakan 1717 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Makmur, Indonesia Jangan Lupakan 1717

Menurutnya, yang dimaksud dengan tujuh belas-tujuh belas adalah, tujuh belas pertama merujuk pada kewajiban umat Islam untuk melaksanakan shalat sebanyak tujuh belas rakaat, yang terdiri dari shalat Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar dan Maghrib.?

"Itulah tujuh belas yang pertama yang wajib kita jaga," ucapnya.

Hari Santri 2019

Dikatakannya, bahwa jika seseorang melaksanakan shalat dengan sungguh-sungguh, maka akan berimpilkasi pada perilakunya. Sehingga perbuatan-perbuatan yang merusak, bisa dihindari, misalnya korupsi, mencuri dan sebagainya.?

"Kalau shalatnya bagus, pasti tak akan akan korupsi. Sebab, Allah sudah menjamin bahwa shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan korupsi itulah yang telah memelaratkan Indonesia," jelasnya.

Di sisi lain, shalat juga simbol keagamaan. Artinya, jika pembangunan Indonesia ingin sukses, maka unsur keagamaan harus menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri.?

"Jadi, kebijakan apa pun dari pemerintah, maka napas keagamaan tak boleh dilupakan," urainya.

Hari Santri 2019

Sedangkan tujuh belas yang kedua adalah mengacu kepada peringatan Kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Perayaan kemerdekaan, kata KH Saiful, selain untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, juga harus dijadikan momentum untuk meningkatkan semangat dan kemampuan bangsa di segala bidang.?

"Kita harus punya semangat yang lebih untuk mengisi kemerdekaan. Kita tinggal menikamti hasilnya, hasil perjuangan para ulama dan pejuang bangsa. Sekarang kita tinggal mengisinya," ungkapnya (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Warta, Meme Islam Hari Santri 2019

Jumat, 10 November 2017

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Oleh: Ngabdulloh Akrom

Ba’da isya’ (26/09) ratusan orang sudah berkumpul di kediaman Gus Dur, Ciganjur. Semua orang lintas etnis dan agama, berkumpul dalam satu wadah demi memperingati 1000 hari Gus Dur.

Kata “memperingati” memiliki kata dasar ingat dengan awalan me- dan akhiran –i, dimana dalam hal ini menjadi sebuah upaya untuk mengenang atau membuka lembaran-lembaran lama tentang Gus Dur. Bagi saya—tentu ini sangat sujektif—Gus Dur ibarat batu kristal yang memiliki banyak sisi. Pada setiap sisi yang kita dekati, selalu saja ada keindahan tersendiri. Ya. Itulah Gus Dur dengan segala keluar-biasaan dalam keterbiasaannya.

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Malam itu kita diajak mengenal Gus Dur melalui pendekatan Budaya. Pagelaran wayang semalam suntuk sengaja diadakan keluarga ndalem. Alissa Wahid, Putri sulung Gus Dur, menceritakan bagaimana kecintaan Gus Dur terhadap budaya, wayang khususnya. Dulu saat mbak Alissa masih duduk di bangku perkuliahan di Yogyakarta, setiap Gus Dur datang ia wajib memberi ‘upeti’ berupa satu set kisah pewayangan. Begitu seterusnya hingga mbak Alissa selesai kuliah. Ia diberi tanggungan membelikan kaset kisah pewayangan lengkap yang dibawakan berbagai dalang.

Hari Santri 2019

Berbeda dengan pejabat jaman sekarang yang menenteng koper kemana-mana, Gus Dur hanya membawa kaset-kaset wayang beserta tape rekorder. Wajar jika dulu ia sempat ditunjuk sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta. Satu di antara sebabnya jelas karena rasa cintanya terhadap kebudayaan.

***

Malam semakin larut. Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memberikan tugas kepada Enthus Susmono untuk segera menjalankan tugasnya sebagai dalang. Kisah punya kisah, konon beberapa hari sebelum Gus Dur wafat, Ki Enthus sempat diminta almarhum mengangkat cerita Kumbokarno Gugur disebuah pagelaran wayang di suatu daerah di Jawa Timur.

Hari Santri 2019

Itulah kenapa, Ki Enthus memilih lakon cerita Kumbokarno Gugur dalam pagelaran semalam. Memang tidak sedikit orang mengidentik dengan Kumbokarno dengan Gus Dur. Selain keduanya memiliki rasa nasionalis yang tinggi, persamaan lainnya adalah keduanya suka tidur. Masih membekas dalam ingatan kita bagaimana Gus Dur memimpin rapat peripurna DPR RI. Saat sidang paripurna usai, Gus Dur masih tertidur. Orang di sebelahnya membangunkan sembari bertanya bagaimana Gus Dur punya pendapat. Dengan ringan Gus Dur mengeluarkan jawaban yang akhirnya membuat para hadirin kebakaran jenggot, “Anggota-anggota DPR saat ini kayak anak TK.” Serta bagaimana Gus Dur membantu "adiknya" (Gus Mus) mengerjakan soal bahasa Prancis, sementara saat Gus Mus belajar, Gus Dur selalu tidur?

Begitu juga dengan tidurnya (tapa brata) Kumbokarno. Meski tak pernah turun gunung menyambangi saudaranya di Alengka, ia tahu apa saja yang terjadi meski dalam kondisi tidur. Ia tahu bagaimana Pamannya meninggal dalam peperangan. Ia tahu bagaimana Rahwana mengadu domba antara Sugriwa dengan Subali.

Ki Entus menceritakan bagaimana dua begawan tersebut tidur. Jika Gus Dur tidur dengan mendengarkan gendhing karawitan. Kumbokarno melakukannya dengan mendengarkan shalawatan. Akan tetapi keduanya tertidur dalam keadaan pasrah terhadap Dzat dimana semua berasal dan berakhir. Eling.

Sudah menjadi rahasia umum bagaimana sikap nasionalis Kumbokarno. Ia berperang bukan karena Alengka yang ditawarkan Rahwana, bukan melakukan pembelaan terhadap kedzaliman, serta tidak untuk membalas kematian dua puteranya. Kumbokarno menyambut garis takdir yang harus ia lalui. Maju dan gugur di medan peperangan sebagai kesatria.

Hal lain yang patut dijadikan pelajaran; walaupun Kumbokarno paham betul tindak-tanduk kakaknya yang semena-mena, ia tetap menghormati Dasamuka sebagai saudara tua. Bahkan sebelum berangkat ke gelanggang peperangan, ia tetap memohon restu dengan sungkem kepada kakaknya.

***

Dari sejak dibuat, kisah pewayangan memang selalu begitu. Ketika pagelaran dimulai, kita sudah bisa menebak siapa tokoh protagonis dan antagonisnya. Kita sudah tahu bagaimana akhir dari kisah terbut. Yang benar selalu menang melawan kebatilan. Klise memang. Tapi kenapa selalu saja ada yang menanggap wayang? Selain ingin melakukan pelestarian budaya, kelihaian dalang dalam melakukan improvisasi, menyelipkan problematika hidup saat ini, entah masalah Sosial, Ekonomi, Politik, kebermasyarakatan, hingga urusan dapur, kasur dan sebagainya.

Masalah politik misalnya, melalui tokoh Mbelong, Entus mendikte Rahwana tentang seni memimpin. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi rakyatnya. Sebab jabatan merupakan amanat. Sifatnya hanya sementara. Jika semasa menjadi pemimpin tak pernah peduli kepada rakyat, maklum kelak saat lengser dan bukan lagi siapa-siapa, di kalangan orang kecil akan dipandang kecil, hina bahkan dina. Wallahua’lam.[cw]

 

Ujung Jakarta, 2012/09/27

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Meme Islam Hari Santri 2019

Senin, 06 November 2017

Dakwah Sejuk Setelah Penutupan Gang Dolly

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengimbau para pemuka agama dan da’i untuk memerhatikan adab dakwah. Para pemuka agama, kata Katib Aam PBNU KH Malik Madani, perlu menyambut eks-pekerja seks gang Dolly dengan dakwah yang menyejukkan.

Dakwah Sejuk Setelah Penutupan Gang Dolly (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Sejuk Setelah Penutupan Gang Dolly (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Sejuk Setelah Penutupan Gang Dolly

Penyampaian dan isi dakwah terkait penutupan gang Dolly, menjadi sesuatu yang sangat menentukan mengingat sasaran dakwah kali ini adalah mereka yang terpinggirkan. Untuk itu, para da’i perlu menghadirkan harapan besar kepada mereka yang ingin kembali hidup wajar di tengah masyarakat.

“Dakwah mesti beretika. Pasalnya, Allah sendiri memuliakan mereka yang ingin bertobat. Pintu tobat terbuka lebar uuntuk mereka. Jangan sampai dakwah membuat orang semakin lari,” harap Kiai Malik kepada para muballig, Kamis (19/6) sore.

Hari Santri 2019

Untuk membantu penguatan mental dan melancarkan eks-pekerja seks beralih profesi, dakwah menyejukkan tanpa menyinggung perasaan apalagi mengungkit yang sudah-sudah menjadi mutlak.

Hari Santri 2019

“Semangat dakwah para da’i tidak boleh bersifat menyudutkan,” tegas Kiai Malik.

Rasulullah Saw sudah menetapkan model dakwah melalui sabdanya, “Yassiru wa la tu’assiru. Basysyiru wa la tunaffiru. Permudahlah, jangan dipersusah. Berikan kabar gembira, bukan yang menakutkan,” tambah Kiai Malik.

PBNU juga mengimbau masyarakat untuk menerima eks-pekerja seks itu secara wajar. Masyarakat harus memberikan kesempatan mereka untuk berpartisipasi.

“Baiknya tanggapan masyarakat akan membantu mereka untuk berubah. Sebaliknya, sinisnya penerimaan warga akan menghambat perubahan mereka menuju yang lebih baik. Dengan perlakuan diskriminatif, posisi mereka makin tersudutkan,” tandas Kiai Malik lirih. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam Hari Santri 2019

Kamis, 02 November 2017

PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa?

Jepara, Hari Santri 2019 - Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq menyanyakan kepada pengurus Muslimat. “Setelah dilantik lalu berbuat apa?” pertanyaan itu disampaikannya dalam Pengajian dan Pelantikan PAC Muslimat NU Kecamatan Tahunan masa khidmah 2016-2021 yang berlangsung di Gedung Haji MWCNU Tahunan, Kompleks Unisnu Jepara, Senin (11/4).

Jawabannya tidak lain tentu berbuat sesuatu untuk masyarakat. Sebelum itu kiai yang kerap disapa Mbah Yatun ini menekankan agar mereka merapatkan barisan kepengurusan organisasi.

PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jepara: Setelah Dilantik Lalu Berbuat Apa?

“Jangan sampai ingin ikut Muslimat hanya ingin dilantik. Terus selesai. Ikut Muslimat terus jadi tim sukses. Itu naif,” tegasnya.

Kelemahan-kelemahan organisasi di masa sebelumnya harus dijadikan muhasabah. Di samping itu, ketua organisasi dituntut untuk tegas. Jika tidak organisasi yang diikuti akan memble (lemah, red).

Hari Santri 2019

Apalagi NU Jepara mempunyai tanggung jawab yang berat. Ia meyakini bahwa organisasi mayoritas saja melempem apalagi dengan organisasi yang minoritas.

Hari Santri 2019

Tak hanya menata pengurus, program kerja yang akan dijalankan juga perlu ditata dengan solid. Jangan sampai hanya diurus oleh beberapa gelintir orang. Sebab baginya aktivis organisasi ialah contoh untuk masyarakat secara luas.

Ketua Muslimat NU Jepara Hj Noor Aini menambahkan pihaknya mengajak seluruh elemen Muslimat yang ada untuk saling bersinergi dengan keberadaan NU.

Ke depan pihaknya mengagendakan pelaporan kegiatan rutin. Ranting melaporkan kepada anak cabang. Anak cabang melaporkan kegiatan kepada cabang dan seterusnya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Meme Islam, Aswaja Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock