Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo

Gunung Kidul, Hari Santri 2019. Untuk manambah asupan pengetahuan soal keagamaan, masyarakat dusun Jatiayu, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung kidul mengadakan pertemuan setiap malam Ahad. Pada pertemuan yang berlangsung Sabtu (29/8) malam, masyarakat Jatiayu ini mengundang beberapa Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) untuk berdiskusi dan ngaji bersama.

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo

Salah satu Mahasiswa STAISPA Danang Tri Atmojo mengatakan, pada mulanya mahasiswa Pandanaran diminta untuk ceramah keagamaan. Namun, mengingat majelis ini terhitung tidak sedikit anak muda yang hadir, maka kami diminta untuk mengisi majelis ini dengan ngaji dan diskusi bersama.

"Pada pertemuan kali ini, kami dan masyarakat setempat membicarakan soal ‘Doa dan Optimisme.’ Sebagai pembuka, kami mencoba memaparkan perihal keteguhan, keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dalam bermunajat kepada Allah sehingga dikaruniai seorang anak yang saleh," tutur salah satu santri pesantren Pandanaran ini.

Hari Santri 2019

Kami, kata Danang, mencoba menyuguhkan kisah Nabi Ibrahim lantaran momennya pas dengan pelaksanaan Haji. Sementara, dalam kisah Nabi Ibrahim, selain perihal doa juga terdapat banyak hal yang menarik untuk didiskusian.

Hari Santri 2019

"Dari kisah Nabi Ibrahim, kita juga dapat memetik beberapa pelajaran. Di antaranya, relasi suami-istri dalam membangun keluarga yang indah dan baik, serta soal Ismail putra Ibrahim tentang kesalehan dan jiwa mudanya yang patut diteladani, dan lain sebagainya," kata Danang.

Dalam kesempatan ini, dikutip pula beberapa hal dari hikmahnhya Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitabnya al-Hikam terkait "Doa". (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Kajian Sunnah, Berita Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Makassar, Hari Santri 2019. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Sulawesi menolak tegas rencana pembuatan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Penolakan tersebut ditunjukkan dengan berunjuk rasa serentak di beberapa kota yaitu Makassar, Mamuju, Minahasa, dan Manado, pada Senin, (4/6).

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Dalam pers liris yang diterima Hari Santri 2019, PMII berpendapat, akhir-akhir ini aktivitas politik-militer di kawasan ASEAN meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan rencana pembuatan pangkalan militer AS di kepulauan Cocos, 3000 kilometer baratdaya Jakarta.  Sebelumnya, AS telah mengerahkan ribuan mariner di pangkalan militer Darwin, Guam, dan Singapura.

AS juga telah menjalin kerjasama militer dengan Indonesia. Hal itu ditandai dengan hadirnya USNS Mercy di teluk Manado dan rencana latihan bersama Koarmatim dengan sandi CARAT 2012 di Surabaya pada awal Juli ini. 

Hari Santri 2019

Di saat bersamaan, kekuatan China-Rusia semakin terjalin. Anggaran belanja militer meningkat, latihan perang China-Rusia dan uji coba persenjataan Korea Utara menambah fakta bahwa kawasan Pasifik rentan “gesekan”. Khawatirnya berujung menjadi zona pertempuran.

Hari Santri 2019

“Kami tidak mau ASEAN dijadikan zona pertempuran. Kami ingin ASEAN sebagai kawasan damai sesuai deklarasi 27 November 1971, yaitu ASEAN ZOPFAN, Zone Of Peace, Freedom And Neutrality. Deklarasi tersebut menetapkan bahwa ASEAN Sebagai Kawasan Damai, Merdeka Dan Netral,” ujar Iezha, seorang pengunjuk rasa. 

Deklarasi tersebut, sambung Iezha, seharusnya jadi pegangan teguh negara-negara ASEAN guna mencegah dan menghindari kawasan ini menjadi kancah pertempuran serta kepentingan politik-militer. 

Secara serentak, PMII Sulawesi menuntut hal serupa, yaitu menolak hadirnya pangkalan militer AS di seluruh wilayah ASEAN. Menuntut dan mendesak negara-negara ASEAN agar berpegang teguh pada deklarasi ASEAN ZOPFAN. 

Selain itu, PMII juga mendesak pemerintah pusat agar memperkuat secara maksimal sistem dan kekuatan armada pertahanan laut Indonesia terutama di lini strategis seperti Sabang, Selat Malaka, Selat Lombok, Nunukan, Miangas, Morotai,  Biak Numfor, dan Arafuru.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Berita, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Minggu, 11 Februari 2018

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya

Karanganyar,Hari Santri 2019. Para pengurus MWC NU serta banom-banom NU se-kecamatan Mojogedang mengikuti karnaval seni budaya yang digelar pemerintah daerah setempat. Acara tersebut dimulai dengan berjalan kaki dari lapangan Bendo dan berakhir di lapangan Mojogedang, Selasa (19/8).

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya

“Sebelumnya telah dilaksanakan koordinasi dengan Ketua Ranting NU dan banom NU yang ada di kecamatan Mojogedang guna mempersiapkan keikutsertaan NU dalam karnaval budaya ini dan inilah pertama kalinya NU terlibat dalam kegiatan tersebut,” ungkap Ahmad salah satu pengurus Ranting NU kepada Hari Santri 2019, Rabu (20/8).

Jadi selain pengurus MWC, pengurus Ranting NU masing-masing diminta untuk mengirimkan sepuluh orang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sementara dari Muslimat dan Fatayat sudah dikoordinasi langsung oleh ibu Umi Kultsum selaku ketua PAC Muslimat.

Hari Santri 2019

“Meskipun dalam kegiatan antara banyak Fatayat yang bergabung ke Muslimat, namun dalam karnaval kali ini dipisahkan agar ada keterwakilan antara keduanya”, ungkap Musyarofah salah satu kader Fatayat yang memilih merapa ke Muslimat.

Hari Santri 2019

Sedangkan Danang selaku Ketua GP Ansor Mojogedang memilih untuk menampilkan group shalawat yang dipimpinnya. “Mungkin masyarakat sudah sangat kental dengan beberapa pertunjukkan seni seperti kroncongan, klenengan, dan campursari, namun sedikit diantaranya yang mengenal rebana. Oleh sebab itu ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan shalawat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara tujuan keikutsertaan NU dalam karnaval budaya kali ini adalah sebagai salah satu wujud ikut melestarikan seni nusantara yang ada di kecamatan Mojogedang, mendorong kreativitas insan seni, serta sebagai wadah silaturahmi antar warga, sehingga NU semakin dikenal luas oleh masyarakat setempat. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Halaqoh, Berita Hari Santri 2019

Minggu, 04 Februari 2018

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Jakarta, Hari Santri 2019. Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang kini mengalami penderitaan akibat kekejaman militer Israel mengalir dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengutuk serangan Israel yang membabi buta sehingga menghilangkan nyawa ratusan rakyat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Seperti yang dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Universitas Hasyim Asy’Ari (Unhasy) Jombang, Jawa Timur, Selasa (15/7). Mereka menggelar doa bersama dengan memanfaatkan momen buka puasa. Acara juga dirangkai dengan khotmil qur’an dan pembacaan puisi untuk Palestina.

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Di waktu yang bersamaan, kumandang doa juga datang dari Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di Gedung Maarif Centre. Sementara di belahan Pulau Madura, shalat ghaib dan aksi bakar bendera Israel mewarnai protes para kader PC IPNU Sumenep. Para pelajar NU ini mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam dan berharap Palestina segera mendapat kedamaian.

Novi Muklisoh, Ketua IPPNU Unhasy mengatakan, apa yang terjadi terhadap masyarakat di Gaza, Palestina sudah tak bisa ditoleransi. "Bayangkan, anak kecil yang berumur 5 tahun pun mereka (militer Israel) sayat-sayat dagingnya, mereka potong tangannya, dan itu mereka melakukannya dalam keadaan sadar. Kemudian anak kecil yang berumur 3 tahun, dengan beramai-ramai mereka berondong dengan senjata," ungkap santriwati Pesantren Darul Falah 5 ini.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Di Sukoharjo, Jawa Tengah, Pimpinan Anak Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam se-solo Raya menjalankan aksi dengan berjalan jauh (long march), Ahad (14/7). Aksi yang dimulai pukul 09.00 wib ini berjalan melalui Jl. Slamet Riyadi dengan tertib.

Gema Takbir dan Sholawat yang dikumandangkan peserta aksi membuat aksi solidaritas ini tetap damai dan simpatik. Masing-masing perwakilan secara bergantian melakukan orasi terkait tindakan biadab tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Koordinator Aksi dari Pagar Nusa Kartasura, Ulil Albab menuturkan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan sekedar bentuk rasa kasihan. Tapi wujud nasionalisme sebagai warga negara Indonesia. "Setiap warga negara Indonesia tentunya mengetahui bahwa pembukaan UUD 45 kita menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, dan itu adalah jiwa kita sebagai bangsa Indonesia," lanjutnya.

Di beberapa tempat dan kesempatan yang berbeda, keprihatinan terhadap krisis yang terjadi di Palestina juga diungkapkan sejumlah pesantren, badan otonom dan berbagai komunitas NU, seperti PMII, GP Ansor, Jaringan Gusdurian, dan lainnya. (Idris/Kamil/Rosyidi/Anwar/Mahbib)

Foto: Shalat ghaib pelajar NU Sumenep untuk para korban kekejaman Israel

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, Kiai Hari Santri 2019

Kamis, 01 Februari 2018

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari

Jakarta, Hari Santri 2019
Pemerintah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama pada Idul Fitri 2004 menjadi sembilan hari, karena hari besar Islam itu jatuh pada tanggal 14 dan 15 November 2004, atau hari Minggu dan Senin.

Dalam kondisi demikian pemerintah memundurkan hari libur menjadi 15 dan 16 November atau Senin dan Selasa, ditambah cuti bersama selama tiga yakni 17-19 November 2004 (Rabu, Kamis dan Jumat) dan ditambah libur Sabtu dan Minggu dan Sabtu dan Minggu sebelumnya, menjadikan libur Idul Fitri 2004 menjadi sembilan hari.

Menko Kesra Jusuf Kalla mengatakan di Jakarta, Kamis, seusai menyaksikan menandatanganan surat keputusan bersama Menag, Menakertrans, dan Menpan tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama Selama 2004 di Jakarta.

Dikatakan bahwa libur sembilan hari itu sebenarnya efektif lima hari, yakni dua hari libur resmi, tiga hari cuti bersama, dan empat hari libur Sabtu Minggu yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta swasta di seluruh Indonesia.

Sedangkan libur hari besar di luar hari Sabtu dan Minggu untuk tahun 2004, jumlahnya tetap 14 hari kerja dengan catatan hari libur yang jatuh pada Minggu, Selasa, Rabu, dan Kamis dipindahkan ke hari Senin, sehingga tidak mengurangi jumlah hari libur nasional yang sudah ada. Contohnya, tahun baru hijriah yang jatuh pada tanggal 22 Februari (Minggu) dipindah menjadi Senin (23/2).  

Menurut Menko Kesra, tujuan pemindahan hari libur itu agar masyarakat memiliki libur akhir pekan lebih panjang dan memberi kesempatan bersilaturahmi dengan keluarga. 

Selain itu untuk mengefisienkan agar tidak banyak karyawan yang membolos karena adanya hari kerja yang terjepit pada hari libur. Begitui pula untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.

Sementara Menpan Feisal Tamin, meminta instansi pemerintah untuk menindak atau menjatuhkan sanksi bagi karyawan yang masih membolos. Ia mengatakan bahwa dipercepatnya pengumuman hari libur tersebut untuk memudahkan para penerbit kalender  memberi tanda khusus pada hari-hari libur yang dipindahkan, sehingga tidak membingungkan masyarakat.

Pihak swasta tidak mempermasalahkan pemindahan hari libur itu karena sudah dilaksanakan sejak lama.(ant/mkf)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 AlaNu, Warta, Berita Hari Santri 2019

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari

Senin, 29 Januari 2018

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Selain bergelut dengan kitab kuning, santri Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta juga terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, termasuk terkait akses teks-teks tersebut dalam format digital.

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital

Hal itu yang terlihat dari antusiasme santri dalam mengikuti Pelatihan Maktabah Syamilah yang diadakan Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah (PPLQ), Ahad (15/2), di Aula PPLQ. Pelatihan yang diikuti santri kelas Alfiyyah ini dipanndu oleh Ustadz Burhanuddin, salah satu ustadz PPLQ.

Ahmad Khafid, ketua LBM AL Luqmaniyyah menjelaskan bahwa tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar para santri lebih mengenal Maktabah Syamilah dan dapat mengoperasikan kumpulan kitab digital tersebut. “Dengan adanya pelatihan ini diharakan seluruh santri dapat menggunakan Maktabah Syamilah sehingga dapat membantu dalam pembelajaran,” terang Ahmad Khafid.

Hari Santri 2019

Menurutnya, penggunaan Maktabah Syamilah sangat membantu santri dalam mencari ibarah (kutipan rekdaksi kitab) untuk menentukan suatu hukum maupun menguji kesahihan (takhrij) hadits. “Pencarian ibarah itu sendiri sangat dibutuhkan dalam aktivitas Bahtsul Masail. Sehingga harapannya para santri dapat lebih aktif dalam Bahtsul Masail maupun dalam diskusi kelas yang rutin dilaksanakan setiap Ahad sore,” pungkas Khafid.

Hari Santri 2019

Pelatihan Maktabah Syamilah merupakan salah satu agenda Bulan Ekspresi Ekstra (BEE) yang dilaksanakan selama bulan Februari. Pelatihan untuk seluruh santri dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada 1 Februari 2015 oleh Ustadz Abdul Aziz dengan peserta santri kelas I’dady. Sesi kedua dilaksanakan pada 8 Februari 2015 oleh Ustadz Burhanuddin dengan peserta santri kelas Jurumiyyah dan oleh Ustadz Irfan Antono dengan peserta kelas Imrithy. Sedangkan pelatihan terakhir dilaksanakan pada 15 Februari 2015 oleh Ustadz Burhanuddin dengan peserta santri kelas Alfiyyah. (Nur Romdlon/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Semarang, Hari Santri 2019

Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Prof Dr Imam Suprayoga menyatakan, sistem pendidikan di Indonesia telah salah besar karena meninggalkan pola pesantren. Ia katakan, pendidikan terbaik adalah model pondok pesantren. Maka jika ingin sekolah atau perguruan tinggi menghasilkan lulusan terbaik, buatkan dengan mengikuti model pesantren.

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Namun, pesantren juga perlu dikembangkan manajemennya atau bidang entrepreneurshipnya. Beberapa kekurangan di lembaga pesantren seperti tata administrasi juga perlu dibenahi agar semakin sempurna kebaikannya

Guru  besar yang semasa menjadi rektor UIN Malang mengasramakan 4 ribu mahasiswanya ini menyatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Seminar Entrepreneur & Soft Launching 50 Tahun Dies Natalis IKIP Veteran (Ivet) Semarang, di Auditorium kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa, (23/2/2016).

"Filosofi pendidikan itu harusnya menunggui murid sepanjang masa belajar. Seperti ayam betina mengerami telurnya. Maka guru maupun lembaga pendidikan perlu menerapkan pola pengasuhan. Dan itu berarti memakai pola pondok pesantren," ujar guru dosen senior yang pernah 41 tahun menjadi kepala madrasah dan sekolah di Jawa Timur ini.

Ia jelaskan, pesantren menerapkan pendidikan kepada hati. Kepada jiwa. Mendidik akhlak agar sempurna mulia. Hasilnya, tidak hanya hati yang menjadi bercahaya, melainkan otak juga cemerlang. Terbukti, diungkapkannya, semua lulusan terbaik setiap wisuda sarjana di UIN Malang selalu mahasiswa yang tinggal di asrama mahasiswa. Di pesantren kampus. Dan hampir semuanya hafal Al-Quran.

Hari Santri 2019

"UIN Malang mengasramakan mahasiswa dengan maksud mengontrol belajar mereka agar lulus cepat dengan nilai bagus. Ternyata dengan pola pondok pesantren yang menekankan aspek moral, kami dapat bonus. Para mahasiswa yang adalah santri itu tidak hanya menjadi pintar akademiknya, melainkan juga hafal kitab sucinya. Jadi karena mereka menghafalkan Al-Quran, otaknya jadi encer dan ilmu begitu mudah dikuasai," tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Hari Santri 2019

Imam menceritakan, dulu semasa ia pertama menjadi rektor, UIN Malang adalah kampus kecil kelas ndeso. Namanya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Malang. Mahasiswanya hanya sedikit dan hanya berasal dari Malang dan sekitarnya. Dosennya hanya 43 orang dan sudah tua semua. Enam bulan diberi tugas mengajar, sudah tujuh orang yang meninggal dunia.

Lalu dengan keyakinan kuat, ia ajak seluruh elemen kampus untuk memajukan almamater. Caranya dengan mengamalkan sebuah hadis Rasulullah tentang perlunya memiliki tamu yang banyak, karena tamu membawa berkah.

"Kami dulu kampus kecil tidak terlihat. Lalu kami bertekad maju, kami buat agar punya banyak tamu. Dengan mencari celah apapun yang bisa mengundang orang mau datang bertamu. Alhamdulillah hasilnya nyata," paparnya.

Kepada para kepala SMK berbasis pesantren yang hadir dalam seminar tersebut Imam memberi saran, setiap SMK harus mencari dan menonjolkan keunikan masing-masing agar mengundang datangnya tamu. Tamu yang banyak akan membuat para pegawai, dosen, dan mahasiswa bangga. Lalu bersemangat ingin menunjukkan yang terbaik kepada para tamunya. Jadi, tanpa diceramahi rektor, seluruh elemen kampus bergerak, berimprovisasi untuk kemajuan kampusnya. Itulah kunci awal perkembangan.

Pentingkan bahasa asing

Imam mengaku heran dengan para pemangku perguruan tinggi. Semua mengeluh soal kurangnya penguasaan bahasa asing para dosen maupun mahasiswa, tapi tak ada upaya serius mengurai masalah itu. Sehinga seolah semua menjadi jeleh  tidak tahu apa yang harus diperbuat. Hanya berhenti pada keluhan.

Maka iapun membuat gebrakan. Ia langgar silabus dan kurikulum pergurutan tinggi. Jam kuliah bahasa asing di IAIN Malang (kini UIN Malang) dia ubah dari 2 jam seminggu menjadi minimal 4 jam setiap hari. Dia wajibkan mahasiswa baru masuk asrama, wajib mengikuti pelajaran bahasa asing mulai jam 14 sampai malam. Wajib menjadi santri yang aktif berbincang dalam bahasa asing di bawah pengawasan pengasuh asrama.

Hasilnya, kata dia, seluruh mahasiswa mampu berbahasa asing bagus minimal satu bahasa asing. Banyak yang menguasai dua atau lebih bahasa asing. Bahkan rata-rata bisa menulis skripsi dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. Satu orang diantaranya menulis skripsi dalam sembilan bahasa.

"Program kami, minimal bahasa Arab dan Inggris harus menjadi kompetensi setiap lulusan UIN Malang. Alhamdulillah kami cukup berhasil. Mahasiswa kami yang dari luar negeri saja berasal dari 32 negara," ucapnya bangga.

Didik hati, hasilkan profesionalisme

Lebih lanjut Imam memaparkan, mendidik hati manusia, menempa ruh mereka, akan menghasilkan jiwa yang profesional. Dan itulah yang sangat dibutuhkan dalam dunia entrepreneur. Jika orang butuh pegawai yang profesional, jangan mencari dari lulusan manajemen "sekular" tetapi carilah dari orang yang ditempat dengan pendidikan rohani.

Ia ceritakan, Ponpes Sidogiri Pasuruhan punya lembaga keuangan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang asetnya Rp 16 triliun. Padahal di pesantren itu tidak ada sekolah manajemen keuangan atau fakultas ekonomi jurusan perbankan. Sedangkan Universitas Brawijaya yang punya jurusan Koperasi, justru Koperasi Mahasiswanya bangkrut. Sehingga datang ke Sidogiri untuk studi banding belajar mengelola uang.

"Dengan  pesantren mendidik hati para santri, kiai menjadi sentral panutan moral, terciptalah insan profesional. Sehingga disuruh mengelola uang sampai triliunan rupiah mampu. Amanah. Kalau hanya mengajar soal manajemen, hanya ada orang pintar tapi potensial ngakali atau akal-akalan," tandasnya.

Sosok Kiai Mahfud Sobari, pengasuh pesantren Pacet Mojokerto juga ia jadikan contoh kesuksesan di bidang entrepreneurship. Kiai sahabatnya itu, kata Imam, merupakan sosok konglomerat. Usahanya macam-macam, sampai dia tanya ga pernah bisa ngitung penghasilannya.

Namun ketiga dia desak, Kiai Mahfud pernah cerita bahwa penghasilannya setiap bulan tak boleh kurang dari Rp 2 miliar. Sebab dia harus menghidupi empat istri, membiayai 20 anak kandung, puluhan yatim piatu dan membantu ratusan santri yang diasuhnya.

"Saya pernah membawa dosen-dosen UIN Malang ke rumah Kiai Mahfud. Mendengar tuan rumah punya istri empat, ibu-ibu pada jengkel dan menilai buruk beliau. Setelah diberitahu kalau penghasilan beliau per bulan Rp 2 miliar, eh, ibu-ibu itu bilang; lha kalau gitu ya saya mau jadi istrinya," tuturnya disambut tawa hadirin. (Ichwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, News Hari Santri 2019

Jumat, 22 Desember 2017

Mendes Fasilitasi Pelaku Bisnis Indonesia dan Malaysia

Jakarta, Hari Santri 2019?



Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Sandjojo memfasilitasi pertemuan pelaku bisnis Indonesia dan Malaysia di Hotel Gran Melia, Jakarta, (23/5). Pada kesempatan itu, ia mempertemukan lebih dari 20 perusahaan Malaysia dari sektor listrik, infrastruktur, jalan tol, properti, dengan 40 perusahaan swasta dalam negeri termasuk BUMN.?

Mendes Fasilitasi Pelaku Bisnis Indonesia dan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Fasilitasi Pelaku Bisnis Indonesia dan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Fasilitasi Pelaku Bisnis Indonesia dan Malaysia

Eko yang diamanati Presiden Joko Widodo Pejabat Penghubung Investasi untuk Malaysia, mendorong pengusaha kedua negara untuk menggali potensi investasi Malaysia sebesar Rp 61, 1 triliun. Selain itu, peluang potensi investasi Malaysia dengan proyek-proyek yang ditawarkan BUMN dari Indonesia sebesar Rp 65,6 triliun.

Dalam pertemuan tersebut, EKo memaparkan isu-isu terkini mengenai bagaimana meningkatkan iklim investasi, khususnya investor Malaysia melalui reformasi kebijakan investasi dan tata laksana penanaman modal dan industri yang ditawarkan. Kemudian upaya deregulassi terhadap kemudahan berinvestasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan tujuan membantu meningkatkan iklim investasi Malaysia di Indonesia.?

Menteri Eko memastikan akan terus membantu mencari peluang investasi dari Malaysia. Upaya tersebut akan dilakukan dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana.?

Hari Santri 2019

“Tim akan terus mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat investasi di Indonesia sesuai masukan dari pelaku bisnis di Malaysia dan di Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Indonesia-Malaysia akan terus mengawal kelancaran proses realisasi investasi berkoordinasi dengan kementerian terkait,” katanya pada pertemuan bertajuk Indonesia Malaysia Business Networking itu.

Komitmen dan upaya untuk mendorong investasi dari Malaysia ke Indonesia akan dilakukan secara berkesinambungan dengan meningkatkan komunikasi, termasuk peningkatan pertemuan bisnis.?

Hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Dubes RI untuk Malaysia Rusd Kirana, Dubes Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim. (Abdullah Alawi) ?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kiai, Berita, Sejarah Hari Santri 2019

Minggu, 17 Desember 2017

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM

Makassar, Hari Santri 2019. Wakil Bupati Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan Ir H Darwis Bastama menghadiri ramah-tamah calon wisudawan dan wisudawati tahun 2014 Universitas Islam Makassar (UIM) di Gedung Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Makassar, pada Selasa (21/10).

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM

Pada kesempatan tersebut, Darwis yang merupakan lulusan salah satu kampus milik NU Sulawesi Selatan tersebut, bercerita pengalamannya. Ia memulai dengan syukur sebagai alumni 22 tahun yang lalu, karena diundang dan diberikan kesempatan berbicara.

Setelah menyelesaikan studi di STIP Al Gazali, katanya, ia langsung aktif dalam dunia politik. Selama 4 periode ia dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Pinrang dan sempat mengetuainya.

Hari Santri 2019

Menurut dia, STIP Al Gazali, telah membantu dalam pemikirannya, terutama dalam dunia pertanian. “Kebetulan dalam 4 periode di DPRD, saya masuk dalam komisi yang membidangi pertanian,” ungkapnya pada pertemuan bertema "Tingkatkan Daya Saing Menyongsong Kompetisi Global dan AFTA 2015".

Ia juga menyampaikan, masyarakat Pinrang sekarang mempercayainya mejnjadi wakil bupati. Ini tentunya berkah doa para gurutta (sebutan tokoh agama di Sulawesi Selatan) serta alumni UIM.

Hari Santri 2019

Saat ini berkat dukungan dan persetujuan para ulama, sambung dia, di Pemkab Kabupaten? Pirang mengeluarkan kebijakan Zakat Hasil Pertanian.

Ketua IKA UIM, Dr Darmawan mengatakan, UIM sudah melalui proses panjang. Kampus tersebut sebelumnya bernama bernama Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Al Gazali dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al Gazali. Lalu pada tahun 2000 keduanya dilebur jadi satu? dengan nama Universitas Islam Makassar.

Ia menyebut, saat ini alumni UIM berjumlah 5.582 orang. Mereka sudah berkiprah di tengah masyarakat. “Dan besok, Alhamdulillah 710 orang akan resmi bergabung sebagai alumni UIM,” ungkapnya bersyukur.

Sementara Rektor UIM, pada sambutan yang diwakili PR III Dr H Abd Rahim Mas P Sanjata, bersyukur atas eksistensi IKA UIM.

Ia juga bertekad akan mengawal visi misi UIM, khususnya dalam dunia akademik, yang? diwarnai dengan nilai-nilai religius Islam Ahlusunnah Wal Jamaah.

Hadir pada kesempatan itu, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al Gazali Prof Dr Abd Rahman Idrus, H Abdurrahman, Pembantu Rektor I Musdalifah Mahmud, Pembantu Rektor II Saripuddun Muddin, Pembantu Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Pembantur Rektor IV Nur Taufiq Sanusi, Direktur Pascasarjana Nurul Fuadi, para dekan dan para wisudawan dan wisudawati. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Halaqoh, Berita, Ubudiyah Hari Santri 2019

Kamis, 14 Desember 2017

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik

Tangerang, Hari Santri 2019

GP Ansor sebagai Organisasi Pemuda terbesar di Kabupaten Tangerang kembali menguatkan institusi kelembagaanya dengan melantik? 29 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 274 Ranting se-Kabupaten Tangerang Periode 2016-2019.

?

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC dan Ranting GP Ansor Kabupaten Tangerang Dilantik

Acara yang digelar di gedung Serbaguna Tigaraksa Sabtu (10/12) tersebut bertema "Merawat Kebinekaan dalam bingkai Keberagamaan". Tema tersebut sengaja diambil dalam rangka merespon situasi nasional yang cukup pelik, terutama terkait dengan kebinekaan dan toleransi.

?

Khoirun Huda selaku Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa acara tersebut juga dirangkai dengan launching Sorban Nusantara Tour & Travel yang bergerak di bidang umroh dan haji plus, serta Dialog Kebangsaan, dan Diklat Terpadu Dasar (DTD).

?

Hari Santri 2019

Huda juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam rangka kemandirian organisasi serta membangun militansi kader. "Ke depan, GP Ansor harus menjadi organisasi yang mandiri dan terus memberikan pengabdian kepada masyarakat," ucapnya melalui siaran pers yang diterima Hari Santri 2019 (14/12).

Hari Santri 2019

?

Huda juga berharap kader Ansor mampu menjadi pribadi yang unggul, memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, berkepribadian unggul, berakhlak mulia dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

"Kader Ansor harus memiliki paradigma terlatih, terampil dan berdaya guna dan memiliki kesadaran bahwa keterlibatannya di dalam organisasi Ansor mampu menjadi agen pembaharu bagi masyarakat disekitarnya," tandasnya.

?

Ali Zaenal Abidin, Ketua Pelaksana Kegiatan, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pembelajaran dan pemberdayaan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari yang paling dasar, lanjutan dan tinggi.

"Hal ini guna mempersiapkan kader yang mampu meneruskan estafet perjuangan organisasi NU yang dapat menjawab tantangan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Acara ini juga dihadiri undangan dari berbagai latar belakang, seperti partai politik, organisasi kepemudaan, pimpinan pesantren, pengurus organisasi Nahdatul Ulama, serta unsur pemerintahan daerah di Kabupaten Tangerang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita Hari Santri 2019

Sarjana Pesantren Sosok Andalan Masa Mendatang

Kediri, Hari Santri 2019 - Kelebihan mereka yang kuliah di kampus pesantren adalah mampu memadukan antara budaya akademik yang kritis dan kesederhanaan dan hal yang sudah melekat di dunia pondok. Kalau hal ini terus pertahankan, maka bukan sesuatu yang mustahil bila para alumninya kelak akan menjadi aset berharga bagi perjalanan bangsa.

"Para sarjana dari kampus pesantren akan memiliki kelebihan dari mereka yang tidak pernah berhubungan dengan budaya pondok," kata Ahmad Subakir, Senin (4/9).

Sarjana Pesantren Sosok Andalan Masa Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana Pesantren Sosok Andalan Masa Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana Pesantren Sosok Andalan Masa Mendatang

Hal tersebut disampaikannya? saat menjadi narasumber pada kuliah umum yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Sholeh atau STAI-BA Purwoasri, Kediri.

Hari Santri 2019

Menurut mantan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam atau STAIN Kediri ini, mau berkiprah seperti apapun, sarjana dari kampus pesantren memiliki keunggulan. "Baik nantinya mereka akan menjadi ulama, umara atau pejabat negara, aghniya atau orang kaya hingga fuqara sekalipun, tentu akan terlihat perbedaannya," terang Ahmad Subakir.

Pada kegiatan yang mengambil tema pengembangan sumber daya manusia kampus berbasis etika pesantren dan budaya akademis tersebut, terdapat perbedaan yang cukup jelas. "Yang menonjol adalah para mahasiswa di pesantren mampu memadukan antara budaya akademik yang kritis dengan pesantren," jelasnya.

Kemampuan dalam mensinergikan dua hal inilah yang akan menjadikan alumnus kampus pesantren memiliki nilai lebih. "Kalau antara budaya kampus dan pesantren bisa dipadukan, akan lahir sosok yang dapat diandalkan di masa mendatang," katanya di hadapan peserta Orientasi Pengenalan Campus atau Opec STAI-BA tersebut.

Hari Santri 2019

Di penghujung penjelasannya, Ahmad Subakir mengemukakan bahwa kondisi negeri ini sudah sedemikian parah. Bukan lantaran kekurangan ilmuan dan orang pintar, melainkan yang tidak dimiliki adalah sarjana yang memiliki karakter layaknya santri. "Kalau sarjana pesantren dapat memadukan budaya akademik secara baik, maka akan menjadi obat dalam menjawab tantangan di masa mendatang," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Halaqoh, Berita, Ubudiyah Hari Santri 2019

Minggu, 10 Desember 2017

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan

Washington, Hari Santri 2019. Gedung Putih mengumumkan ringkasan dari rincian teknis pakta nuklir dengan Iran dan kemudian menjabarkan rencana penerapannya kepada anggota kongres Amerika Serikat (AS). Ini dilakukan di tengah adanya konflik dengan sejumlah anggota Kongres yang menentang pendekatan AS ke Teheran.

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan

Kepada Kongres di Capitol Hill, Kamis, pemerintah AS membagikan rencana implementasi pakta nuklir dengan Iran setebal 30 halaman dengan syarat hal ini tetap dirahasiakan dari publik, demikian keterangan sejumlah pejabat Kongres. Demikian dilansir oleh wall street journal.

Ringkasan kesepakatan nuklir ini berisi rencana mendetail penerapan pakta yang berjangka waktu enam bulan tersebut. Kesepakatan ini dibuat guna membatasi kemajuan program nuklir Iran untuk ditukar dengan kelonggaran sanksi ekonomi oleh Barat.

Hari Santri 2019

Sementara itu, sebuah koalisi Republik dan Demokrat ingin memberlakukan sanksi ekonomi baru untuk menjamin Teheran tidak membeli senjata nuklir.

Pemerintah AS mengatakan sanksi baru ini dapat merugikan upaya diplomasi penyusunan kesepakatan jangka panjang dengan Iran. Presiden AS Barack Obama telah mengatakan ia akan memveto setiap undang-undang sanksi baru.

Hari Santri 2019

“Hari ini kami memang membagikan dokumen yang berisi pemahaman teknis terkait penerapan Rencana Aksi Gabungan,” ujar kepala humas Gedung Putih, Jay Carney. “Jenis dokumen seperti ini tidak selalu dirilis ke publik.”

Sejumlah staf anggota Kongres mengatakan dirilisnya dokumen rahasia kepada Kongres –dan perilisan ringkasannya — tidak akan mampu membendung perdebatan mengenai kebijakan AS terhadap program nuklir Iran. Beberapa staf Kongres yang membaca dokumen rahasia yang lebih mendetail menyayangkan bagaimana dokumen ini tidak menjabarkan bagaimana komunitas internasional menyimpulkan bahwa Iran telah melanggar kesepakatan tersebut.

Mereka juga mengkhawatirkan bahwa, menurut dokumen itu, Iran akan meneruskan beberapa riset dan pengembangan nuklir dalam periode enam bulan tersebut. Kesepakatan ini akan mulai berlaku pada 20 Januari nanti.

Dokumen ini juga tidak menjabarkan cara pelucutan reaktor nuklir besar Iran di kota Arak. Jika diaktifkan, reaktor ini diyakini mampu menghasilkan plutonium, yang dapat digunakan dalam perakitan senjata nuklir.

Menurut ringkasan yang disusun Gedung Putih, sebuah “Komisi Gabungan” telah didirikan oleh Iran dan negara besar dunia guna mengawasi penerapan kesepakatan tersebut.

Komisi Gabungan akan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, “untuk menyusun sebuah resolusi bagi program nuklir Iran, dengan mempertimbangkan kecemasan di masa lalu dan masa sekarang.”

Dokumen ini juga menjabarkan periode pembayaran pendapatan minyak sebesar US$ 4,2 milyar untuk Iran, selama enam bulan, yang dibekukan di bank-bank luar negeri. Pembayaran ini tergantung pada komitmen Iran dalam membuang semua cadangan uraniumnya, dengan tingkat kemurnian 20%, yang menjadi bahan bakar senjata nuklir. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, Cerita, Berita Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun

Jombang, Hari Santri 2019. Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dalam perhelatan muktamar selalu menjadi salah satu tim pengaman yang tidak bisa ditinggalkan termasuk pada muktamar ke-33 NU di Jombang ini. Dalam tugasnya yang berat dan melelahkan itu ada beberapa anggota Banser mengalami gangguan kesehatan.  

Seperti yang dialami Musthofa anggota Banser asal Ngawi yang telah bertugas di arena muktamar sejak tanggal 28/7 ini memeriksakan kesehatannya setelah merasa badan kurang enak karena kesehatannya menurun sehingga mengharuskan dirinya menuju posko kesehatan.

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerja Non Stop, Kesehatan Banser Mulai Menurun

“Badan saya meriang Mas, disarankan komandan saya untuk periksa di posko kesehatan,” kata Musthofa pada Hari Santri 2019 usai diperiksa dokter jaga.  

Hari Santri 2019

Hal yang sama di alami Sabarudin, anggota Banser ini karena tugas di lapangan non stop sejak tibanya di Jombang yang mengalami pusing-pusing badannya lemas dan tenggorokan sakit,

Hari Santri 2019

“Saya dan teman hampir mengalami hal yang sama, badan meriang, flu dan tenggorokan serak,” tambah Sabaruddin.

dr Pratomo dokter jaga yang menangani anggota banser usai pemeriksaan menjelaskan, dari sejumlah pasien yang ditangani tim medis kasusnya hampir sama disebabkan faktor kelelahan karena kerja yang berat dan kurangnya istirahat.

“Peserta yang masuk ke sini kasusnya hampir sama karena faktor capek, namun bapak-bapak Banser ini selain capek, kurang tidur juga karena debu di jalanan yang mengakibatkan gangguan kesehatan di tenggorokannya,” jelas Pratomo. (A Shiddiq Sugiarto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, Pendidikan, Santri Hari Santri 2019

Senin, 04 Desember 2017

Kang Said: Kurban Simbol Potong Nafsu

Jakarta,Hari Santri 2019. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, bahwa kurban adalah simbol umat beragama, khususnya umat Islam, dalam memotong ego atau hawa nafsunya. Memotong nafsu dari cinta dunia, harta, kedudukan, anak, istri, organisasi, partai, dan lainnya.

“Semua cinta harus di bawah cinta Allah. Yang paling utama harus cinta Allah. Setelah itu boleh mencintai lainnya,” katanya pada sambutan menerima kurban dari Extra Joss PT Bintang Todjoe di halaman gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/9).

Kang Said: Kurban Simbol Potong Nafsu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Kurban Simbol Potong Nafsu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Kurban Simbol Potong Nafsu

Selain kurban, tambah kiai yang akrab disapa Kang Said, itu simbol memotong hawa nafsu dengan zakat. “Ekstra Joss memotong kecintaanya kepada harta dengan memotong sapi,” lanjutnya.

Hari Santri 2019

Ia menerangkan, pemotongan hewan kurban, adalah tanda peduli sesama di hari Lebaran Idul Adha dengan masyarakat tidak mampu. Sehari dalam setahun, orang yang mampu berbagi dengan kalangan yang tidak mampu. “Apalagi di pasar harga daging sapi 125.000,” katanya.

Hari Santri 2019

Waktu memotongnya, sambung dia, pada hari Lebaran atau tanggal 10 Dzulhijjah dan 3 hari sesudahnya. Tiga hari setelah 10 Djulhijjah tersebut untuk memberi kesempatan bagi yang belum sempat dan memberi peluang bagi yang ingin menambah.

Di ujung sambutan, ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bintang Toedjoh Extra Joss yang telah menyerahkan kurban sapi seberat 1 ton. Jika ingin peduli umat Islam dan masyarakat kurang mampu, harus peduli NU karena mayoritas masyarkat nahdliyin masih miskin.

Hadir pada kesempatan itu, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU KH A Manan A Ghani, Ketua Lazisnu Syamsul Huda, Bendahara PBNU H Bina Suhendra, Direktur PT Bintang Todjoe Simon Jonatan, dan artis Rio Dewanto. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, Meme Islam Hari Santri 2019

Senin, 20 November 2017

Pergunu Jakarta: Substansi UU Perlindungan Anak dan HAM Sering Disalahpahami

? Jakarta, Hari Santri 2019. Menyikapi beberapa kejadian terkait pelaksanaan pendidikan di sekolah sungguh sangat memperihatinkan. Terutama yang akhir-akhir ini banyak menyedot perhatian publik, terkait dugaan kekerasan oleh oknum guru terhadap murid, atau sebaliknya murid yang semena-mena terhadap guru.?

Ujung dari kejadian itu, seperti kasus yang terjadi beberapa bulan lalu yaitu ada orang tua melaporkan guru atas dugaan melakukan kekerasan kepada anaknya seperti yang baru ini terjadi di Sidoarjo Jawa Timur. Begitu juga di Sulawesi, seorang mahasiswa membunuh dosennya.

Hasil diskusi Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta menyimpulkan bahwa kejadian yang kontra dengan Adab Tholabul Ilmi tersebut disebabkan karena adanya mis understanding warga pendidikan akan substansi undang-undang dan peraturan yang menyangkut perlindungan anak, HAM, dan demokrasi.?

Pergunu Jakarta: Substansi UU Perlindungan Anak dan HAM Sering Disalahpahami (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jakarta: Substansi UU Perlindungan Anak dan HAM Sering Disalahpahami (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jakarta: Substansi UU Perlindungan Anak dan HAM Sering Disalahpahami

“Misalnya orang tua sering menuntut pelayanan prima terhadap guru atau sekolah atas anaknya, tapi kadang mereka sayang anak yang berlebihan, maka perlakuan yang bertujuan mendidik anak sering kali tidak didukung, atau bahkan ada yang tidak terima atas nama kekerasan, pemaksaan, dan lain-lain yang pada ujungnya mejadi tindakan hukum,” ujar Aris Adi Leksono, Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Sabtu (6/8).

Faktor berikutnya, imbuh Aris, adalah pengaruh negatif pemberitaan media cetak atau elektronik. Media terlalu belebihan di dalam pemberitaan kasus guru dan siswa yang berkonotasi pada kekerasan atau tindakan semena-mena lainnya, akibatnya kejadian yang sifatnya kasuistik dan masih banyak jalan keluar yang bisa diselesaikan dengan dialog dipaksa untuk masuk ke ranah hukum.?

Hari Santri 2019

“Buktinya sekarang semakin sering orang tua ? melaporkan guru atas tindakan yang hakikatnya bertujuan mendidik,” jelasnya.

Untuk itu, tambahnya, Pergunu DKI Jakarta menghimbau kepada warga pendidikan, baik orang tua, pemerintah, maupun guru untuk menjaga "marwah" pendidikan. Ulama terdahulu sudah mengajarkan bagaimana adab tholabul ilma dengan baik dan benar. Dalam kitab talimul mutaallim misalnya sudah sangat jelas bagaimana seharusnya hubungan orang tua dengan guru, adab murid terhadap guru, dan lainya. Marwah pendidikan yang akan menghantarkan suksesnya anak di masa mendatang. Hal ini bisa terwujud jika ada sinergi yang baik antara orang tua dan guru.?

"Orang tua harusnya pasrah sepenuhnya atas pendidikan anaknya ketika di sekolah kepada guru, karena hakikatnya tidak ada guru yang sengaja atau berkehendak melakukan kekerasan atau menyakiti anak ketika mendidik,” terang Aris yang juga guru di MTsN 34 Jakarta ini.

Lebih lanjut, Aris menegaskan agar orang tua tidak "cinta buta" pada anaknya. Akibatnya semua aduan anak dipercaya begitu saja, tanpa melakukan kroscek kebenaran dan kepatutan. Tindakan reaksioner orang tua justru akan merugikan dirinya dan anaknya, terutama untuk menghantarkan sukses di masa depan.

“Ingat marwah pendidikan sangat ditentukan kemualian warganya, disinilah pentingnya sinergi yang baik antar-steakholder pendidikan,” tandas Aris. (Red: Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, Budaya, Tegal Hari Santri 2019

Selasa, 07 November 2017

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam

Jakarta, Hari Santri 2019 - Puslitbang Lektur dan Khazanah Keislaman yang bernaung di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama berencana menindaklanjuti hasil inventarisasi karya ulama Nusantara. Pihak Puslitbang mengusulkan sejumlah instansi dan lembaga terkait untuk membahas kemungkinan karya ulama Nusantara itu sebagai bahan ajar di madrasah-madarasah dan perguruan tinggi Islam.

Demikian disampaikan Kabid Lektur dan Keagamaan Fakhriati dalam seminar inventarisasi karya pemuka dan tokoh agama Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Bekasi sejak Rabu-Jumat (23-25/11).

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam

Puslitbang Lektur dan Khazanah Keislaman Kemenag RI menggelar sosialisasi hasil inventarisasi karya ulama di Banda Aceh,Tapak Tuan dan Padang, Purwakarta, Cirebon, dan Madura.

Ketika ditanya perihal tindak lanjut inventarisasi ini, Fakhriati mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi lebih massif atas karya ulama yang telah didigitalisasi di lembaga pendidikan seperti madrasah dan perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Hari Santri 2019

“Kami akan mendorong dirjen lain yang menangani langsung madrasah dan perguruan tinggi Islam untuk menjadikan karya-karya itu sebagai bahan ajar. Memang pertanyaan selanjutnya adalah apa tindakan ke depan setelah inventarisasi,” kata Fakhriati.

Menurutnya, digitalisasi ini tidak akan bermakna banyak ketika tidak ada masyarakat atau pelajar yang membacanya. Ia juga menganjurkan kepada segenap akademisi untuk melakukan pengembangan pemikiran ulama melalui karya-karya ulama untuk pemikiran Islam ke depan. (Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Berita, Sejarah Hari Santri 2019

Senin, 06 November 2017

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional

Bogor, Hari Santri 2019. Peringatan hari lahir (harlah) sekaligus tabligh akbar Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) dihadiri tokoh nasional. Tokoh-tokoh itu di antaranya penyair D. Zawawi Imron, Anggota BPK Ali masykur Musa, KH Sa’adih Al-Batawi, Prof. Nandang Nazmul Munir, serta ketua LESBUMI NU Zastrow Al-Ngatawi. Hadir pula pembina KMNU IPB, Aji Hermawan dan Ismatul Hakim.

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional

Tidak hanya itu, harlah bertajuk “Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya” ini juga dihadiri perwakilan KMNU se-Indonesia, di antaranya KMNU UGM, UNES, UPI, STAN, STAINI Parung, Lembaga Kemahasiswaan IPB, PCNU Kota Bogor, peserta pesantren kilat Mata Air regional Bogor, serta ormas keagamaan lainnya.

Acara dilaksanakan pada Ahad, (3/6) bertempat di Auditorium Sumardi Sastrakusumah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Acara ini merupakan yang terbesar yang digelar KMNU IPB tahun ini.

Hari Santri 2019

Acara dibuka dengan penampilan hadrah KMNU, sambutan-sambutan, dan penyampaian materi dari pembicara. Pada sesi pertama, didaulat tiga pembicara yaitu K.H Nandang Nazmul Munir, D. Zawawi Imron dan Ali Masykur Musa; dipandu moderator Ivan Haryanto.

“Untuk memakmurkan bangsa, dibutuhkan pemuda yang bermoral dan profesional”, kata K.H Nandang di akhir pidatonya. Setelah itu, materi kedua disampaikan D. Zawawi Imron. “Menjadi orang pandai ada gurunya, tetapi menjadi orang mujur tak ada gurunya”.

Hari Santri 2019

Sesi pertama ditutup dengan pembicara ketiga: Ali Masykur Musa. Di akhir materi, ia mengatakan bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempertemukan agama Islam dan budaya dalam bentuk Pancasila.

Usai sesi pertama Zastrow Al Ngatawi mengisi sesi kedua dengan tema, “Menggugah jiwa nasionalis dengan penghayatan makna budaya”.

“Beragama tanpa kebudayaan akan menimbulkan dua tipe manusia, yaitu manusia yang menjadi malaikat dan manusia yang menjadi setan. Pancasila dan Islam tidak bisa dipisahkan”, katanya.

Di ujung acara, tim hadrah KMNU kembali tampil. Kali ini ditemani dengan rekan-rekan dari KMNU universitas lain. Lantunan sholawat simtudduror (mahallul qiyam) menggema di auditorium. Acara pun ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bachtiar Azizi, salah satu perwakilan dari IMAN (Ikatan Mahasiswa Nahdhiyyin) STAN.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Anik Wiati

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, Hikmah, Berita Hari Santri 2019

Sabtu, 04 November 2017

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Jakarta, Hari Santri 2019. Pemerintah Jepang melalui kedutaan besarnya kembali menggelar pertukaran pelajar dalam Program Jenesys 2017. Program serupa sebelumnya dilakukan tahun 2016 lalu.

Para pelajar dan pemuda NU kembali mendapatkan kesempatan program yang bertujuan memperkuat kebudayaan masing-masing negara selain hubungan diplomatik di bidang pendidikan.

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini melapas perwakilan atau delegasi NU untuk mengikuti program tersebut. Helmy berharap, anal-anak muda NU dapat mengambil banyak ilmu dan pengalaman selama sepekan di Jepang.

“Saya berharap delegasi yang berangkat mendapatkan banyak ilmu dan belajar dari cara Jepang memajukan negara, baik dari sisi kedisiplinan, perkembangan teknologi, dan transportasi umum di sana,” ujar Helmy, Senin (2/10) saat melepas delegasi NU di Gedung PBNU Jakarta.

Hari Santri 2019

Helmy menjelaskan, program pertukaran ini sebetulnya sudah dirintis ketika dirinya aktif sebagai pelajar NU tahun 1997 silam. Setelah itu program ini belum berlanjut lagi untuk perwakilan pelajar dan anak muda NU.

“Sebagai calon para pemimpin, anak-anak muda NU harus mempunyai wawasan yang luas, baik nasional maupun internasional. Program ini sangat baik sebagai langkah meningkatkan kapasitas diri dari people to people dengan negara lain,” jelas pria kelahiran Cirebon ini.

Di antara pihak-pihak yang mengikuti program Jenesys 2017 ini yaitu dari unsur IPNU dan IPPNU, pesantren, dan para dai muda. Rombongan delegasi NU dipimpin oleh Ustadz Bukhori Muslim, salah satu pengurus di LDNU.

Hari Santri 2019

Dalam sepekan menjalani program tersebut, para delegasi NU akan mengunjungi tiga kota di Jepang salah satunya Tokyo. Mereka mulai berangkat pada Senin (2/10) hingga pada akhir kegiatan pada Selasa (10/10). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Berita, Makam Hari Santri 2019

Senin, 02 Oktober 2017

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir

Pati, Hari Santri 2019. Di tengah surutnya banjir yang mengepung kecamatan Sukolilo kabupaten Pati, GP Ansor Sukolilo menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) guna membekali anggotanya dalam menghadapi tantangan pascabanjir. Sedikitnya 150 kader Ansor-Banser mengikuti pelatihan ini.

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir

Pelatihan ini dibuka langsung Ketua PC GP Ansor Pati Ahmad Sholhan. Ia mewajibkan seluruh anggotanya untuk terus bergerak dan bahu-membahu membantu korban pascabanjir. Selain materi-materi PKD, peserta pelatihan dibekali dengan materi pemulihan warga pascabanjir.

PKD berlangsung di pesantren Maslakul Ridwan, Sukolilo, Sabtu-Ahad (8-9/2). Pelatihan dimaksud untuk menciptakan kader berkualitas.

Hari Santri 2019

“Kualitas artinya kader yang mandiri, peduli terhadap sekitar dan lingkungan, loyal terhadap organisasi, dan meneruskan perjuangan ulama yang senantiasa menjaga keutuhan NKRI,” terang Ketua PAC GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji. (M Sultan Agung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Berita, Cerita, Olahraga Hari Santri 2019

Jumat, 22 September 2017

Kiai Said Ungkap ‘Muhammad’ di Balik Nama Cheng Ho

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, nama lengkap Ma Cheng Ho adalah Muhammad Cheng Ho.

?

Kiai Said Ungkap ‘Muhammad’ di Balik Nama Cheng Ho (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Ungkap ‘Muhammad’ di Balik Nama Cheng Ho (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Ungkap ‘Muhammad’ di Balik Nama Cheng Ho

“Ma-nya itu Muhammad,” kata Kiai Said saat memberikan sambutan dalam acara acara Santunan Anak Yatim dan Buka Bersama Kedutaan Besar Tiongkok dan PBNU di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta, (2/6).

Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah itu menerangkan, Ma Cheng Ho adalah seorang penjelajah laut yang ulung. Tercatat, Cheng Ho pernah mengunjungi wilayah Nusantara sebanyak tujuh kali dan beberapa negara lainnya meski hanya menggunakan kapal layar.

Hari Santri 2019

?

“Perjalanannya ditulis sekretarisnya namanya Ma Hwan. Ke Nusantara tujuh kali. Ke Semarang, Palembang, Sumatera Utara, Sulawesi, Filipina Selatan, Malaysia, Sri Lanka, Bangladesh, India, Oman, Jeddah, Mekkah, Afrika, dan balik lagi ke China dengan kapal layar,” urainya.

? ?

Oleh karena itu, Kiai Said mengaku salut atas apa yang dilakukan oleh Ma Cheng Ho. Ia menilai, Ma Cheng Ho adalah orang yang diberi kekuatan Allah lahir dan batin.

?

Hari Santri 2019

“Ma Cheng Ho itu diberi kekuatan Allah lahir batin. Kuat fisiknya, kuat imannya. Itu namanya waliyullah,” ungkap Kiai Said yang belum lama ini berkunjung ke Tiongkok dan menziarahi sejumlah tempat bersejarah di sana.

Ma Cheng Ho adalah seorang kasim muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Dinasti Ming yang berkuasa pada tahun 1403-1424 M.

?

Ia adalah seorang bersuku Hui, suku yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam. Saat pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kasim. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Internasional, AlaSantri, Berita Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock