Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat

Jakarta, Hari Santri 2019

Muslim di Indonesia merupakan jumlah terbanyak di dunia dalam sebuah negara. Kenyataan ini diikuti oleh jumlah lembaga pendidikan Islam yang angkanya juga mencapai jumlah terbanyak dibanding dengan negara-negara dengan mayoritas penduduk Islam di seluruh dunia.?

“Namun kenyataan yang terjadi, hingga saat ini lembaga Pendidikan Islam di Indonesia belum menjadi tujuan utama bagi masyarakat dunia,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin saat memberikan materi dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat Dunia di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam ini, Kamaruddin juga menerangkan karakter moderatisme Islam Indonesia harus menjadi perhatian serius para guru agama Islam dengan mengembangkan pemikiran moderat kepada generasi muda.

“Cita-cita menjadi rujukan pendidikan moderat untuk warga dunia harus diikuti oleh peningkatan kualitas, baik sumber daya maupun infrastruktur,” tutur Kamaruddin di depan sekitar 400 stakeholder Pendidikan Agama Islam (PAI), meliputi guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Menurutnya, potensi sumber daya dan infarastruktur bangsa Indonesia sangat besar. Bangsa Indonesia saat ini sudah mempunyai kesadaran kolektif untuk mewujudkan Islam yang ramah dan toleran. Selai itu, lanjut Kamaruddin, Indonesia juga mempunyai infrastruktur sosial dengan hadirnya ormas-ormas Islam yang mempunyai visi sama terhadap tujuan bangsa dan negara.

Hari Santri 2019

Lebih jauh, Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menegaskan kepada para stakeholder Pendidikan Agama Islam untuk merawat generasi muda dari penetrasi paham agama yang ekstrem dan radikal.?

“Sebab, kantong-kantong kegiatan siswa di bidang keagamaan seperti Rohis di sekolah menjadi sasaran empuk paham ekstrem. Hal ini menjadi perhatian serius agar pemahaman Islam yang baik, ramah, toleran, dan damai dapat terus terawat,” tegas Kamaruddin. (Fathoni) ? ?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, PonPes Hari Santri 2019

Jumat, 02 Februari 2018

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Jakarta, Hari Santri 2019

Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) menggelar pengobatan gratis bagi pasien penderita penyakit pascabanjir di DKI Jakarta awal Februari lalu. Kegiatan pengobatan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun itu dilakukan di Balai RW 08/81, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan ibu-ibu yang membawa serta anaknya sudah menyerbu dan mulai mengantre di bawah tenda untuk menunggu pemeriksaan dari dokter yang bertugas. Mereka terlihat sangat antusias terhadap aksi sosial pengobatan gratis tersebut. Maklum, sejak banjir merendam daerahnya, belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Wakil Ketua LPKNU Dr Bina Suhendra mengatakan, selain karena merupakan daerah yang terkena banjir cukup parah, kelurahan tersebut juga adalah daerah kumuh dan padat penduduk. Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, tampak tak terjaga dengan baik.

Karenanya, dua dokter, dua bidan dan sepuluh relawan lainnya yang dikerahkan dalam aksi tersebut tak hanya memberikan pengobatan secara cuma-Cuma. Tim LPKNU juga memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga kesehatan diri, kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu tim dokter dr Fauzan yang langsung menangani pasien membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar memang jauh dari standar. “Kebersihan di perkampungan ini sangat jauh di bawah standar. Selain kumuh, banyak selokan-selokan yang mampet,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Namun demikian, lanjutnya, daerah tersebut cukup beruntung. Dari sekitar 300 pasien anak-anak yang ia tangani, tidak ditemukan penyakit leptospirosis. Padahal, katanya, penyakit diakibatkan air seni tikus tersebut rawan muncul dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat, terutama lingkungan pascabanjir. “Setidaknya, dari pasien yang saya tangani tidak ditemukan penyakit atau tanda-tanda ada leptospirosis,” pungkasnya.

“Mayoritas penyakit yang diderita warga adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut-Red), batuk, pilek, diare, DKI (dermatitis kontak iritan) dan gangguan pencernaan. Rata-rata sudah pernah berobat tapi belum sembuh,” ujar dr Fauzan.

Hari Santri 2019

Marini (34) yang memeriksakan anak perempuannya, Dian (4), mengatakan, sudah dua minggu batuk berdahak, pilek dan demam anaknya tak kunjung sembuh. Padahal sebelumnya ia sudah memeriksakan ke Puskesmas. “Batuknya parah banget dan berdahak. Demamnya tinggi. Udah sebulan ini anak saya berat badannya menurun,” ujarnya.

Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah warga yang turut dalam pengobatan cuma-muma itu mencapai 300 orang lebih. "Kami membagikan kupon pengobatan untuk 350 warga. Tapi kalau lebih, kami siap untuk 50 pasien lagi,” ujar Avianto Muhtadi, Program Officer Community Based Disaster Risk and Management NU.

Selain penyuluhan dan pengobatan cuma-cuma, dalam kesempatan itu, LPKNU juga memberikan sejumlah makanan dan susu untuk anak-anak bagi setiap pasien. “Ini juga menjadi perhatian kita. Tidak hanya pengobatan. Kebutuhan gizi mereka (anak-anak) juga harus dipenuhi,” ujar Avianto.

Sebelumnya, tim kesehatan LPKNU bersama warga setempat bekerja bakti membersihkan lingkungan. Mereka bekerja bakti membuang sampah yang masih tersisa akibat banjir dan membersihkan selokan-selokan yang mampet.

“Kita ingin warga sadar betapa menjaga kebersihan dan kesehatan sangat penting. Lebih penting daripada pengobatan sendiri kalau sedang sakit,” terang Avianto yang juga Komandan Satuan Koordinator Wilayah Banser DKI Jakarta. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Meme Islam Hari Santri 2019

Rabu, 31 Januari 2018

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Kudus, Hari Santri 2019. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) bertemakan Refleksi Akhir Tahun (Membaca Masa Lalu Merancang Masa Depan) yang dilaksanakan Gedung YM3SK Jl. Menara Kudus No. 149 (Eks Manggala), Rabu (30/12).

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama PC GP Ansor Kabupaten Kudus, PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, PC IPNU Kabupaten Kudus, PC IPPNU Kabupaten Kudus, dan PC PMII Kabupaten Kudus. Kegiatan ini membicarakan kebijakan-kebijakan pemerintah. Antara lain sosial, pendidikan, politik, kesehatan, dan lain sebagainya yang belum sepenuhnya terealisasi di Kabupaten Kudu. Peserta yang hadir dalam acara tersebut berhak mengutarakan pendapat-pendapat untuk membenahi Kabupaten Kudus di tahun 2016 nanti.

Berbagai elemen masyarakat turut datang dalam acara tersebut. Diantaranya Rais Syuriah PCNU Kabupaten Kudus KH Ulil Albab Arwani, para kiai, tokoh masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Anggota DPRD Jawa Tengah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain sebagainya.

Hari Santri 2019

Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Kudus Drs H Asyrofi Masyitho mengatakan, dengan diadakan FGD ini masyarakat bisa mengeluarkan unek-unek terhadap kebijakan-kebijakan publik yang belum maksimal dan mereview kembali persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Kudus.

Hari Santri 2019

“Hal ini dilakukan agar di tahun 2016 nanti kita bisa merancang agar Kabupaten Kudus agar lebih baik lagi daripada tahun 2015, sehingga di tahun 2016 nanti Kabupaten Kudus agar lebih baik,” tuturnya. (Dedi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, Warta, Santri Hari Santri 2019

Jumat, 26 Januari 2018

Lima Program Pokok Ketua Baru IPNU-IPPNU Jepara

Jepara, Hari Santri 2019

Zainal Muttaqin terpilih menjadi ketua baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan dan Vida Amalia sebagai ketua baru Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jepara masa khidmah 2016-2108.

Zainal Muttaqin, ketua PC IPNU Jepara terpilih saat dihubungi Hari Santri 2019, Senin (10/10/16), menyampaikan visi-misi kepengerusan mendatang. Pertama, melanjutkan PR besar IPNU-IPPNU yakni mengaktifkan kembali ranting-ranting sebagaimana yang diprogramkan oleh PCNU Jepara untuk semua Banom.

Lima Program Pokok Ketua Baru IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Program Pokok Ketua Baru IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Program Pokok Ketua Baru IPNU-IPPNU Jepara

Kedua, kata sekretaris bidang kaderisasi PC IPNU Jepara masa khidmah 2014-2016 ini, menumbuhkembangkan potensi kader di semua lini mulai dari ranting, komisariat hingga anak cabang dengan melaksanakan program kaderisasi pendidikan Makesta dan Lakmud.

Hari Santri 2019

“Ketiga, mensantrikan pelajar dan mempelajarkan santri,” lanjut Zainal, Wakil Ketua II PAC IPNU Welahan 2014-2016 itu.

?

Hari Santri 2019

Keempat, mengembangkan para kader muda yang lebih berkah, bermanfaat dan bisa memberikan sumbangsih perjuangan di setiap lini di tingkatannya masing-masing. Terakhir, mengajak para pelajar dan pemuda untuk sadar organisasi sebagai bekal untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Zainal dan Vida terpilih dalam Konfercab XXV IPNU-IPPNU Jepara yang berlangsung di Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (08-9/10). Zainal memperoleh 22 suara, disusul Ahmad Suyudi dengan perolehan 14 dan M. Miqdad Sya’roni dengan 11 suara. Sedangkan Vida Amalia terpilih menjadi ketua IPNU Cabang Jepara secara aklamasi.

Sementara itu, M. Khoironi, Ketua demisioner IPNU Cabang Jepara 2014-2016 berharap IPNU-IPPNU ke depan mampu melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya yang baik dan mampu berinovasi serta memperkuat organisasi dan kaderisasi.

Juga mampu mengawal pendirian ranting, komisariat dan PAC. “Kami juga berharap IPNU-IPPNU ke depan mampu menangkap isu-isu pelajar, pendidikan serta pendampingan kepada pelajar lebih intens lagi,” papar Khoironi.

Guru MTs Al-Faizin Guyangan, Bangsri Jepara itu membeberkan hampir semua program departemen dan lembaga sudah terlaksana dengan baik. Di antaranya adalah kaderisasi. “Masa khidmah sebelumnya ada 10 PAC sekarang ada peningkatan 14 PAC aktif. Ini peningkatan yang harus dijaga terus eksistensinya,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

? ? ? ? ?


Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Ulama, Meme Islam, AlaSantri Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri

Jakarta, Hari Santri 2019

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyambut peringatan Hari Santri Nasional dengan menggelar acara bertajuk “Bhakti Santri untuk Negeri”, Ahad (16/10), di Arena Car Free Day, Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan melalui media dongeng ini menjadi bagian dari sosialisasi pada masyarakat tentang perjuangan para ulama dan santri saat masa pra kemerdekaan hingga sekarang ini.

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri

Sosialisasi dengan model dongeng dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami? dan disenangi oleh anak-anak, dan masyarakat. Selain dongeng bhakti santri untuk negeri, juga dilakukan pawai simpatik di Arena Car Free Day Kawasan Sarinah Thamrin Jakarta, dengan membagikan stiker, bendera kecil NU, dan atribut lainnya yang bernuansa Hari Santri Nasional.

Koordinator kegiatan Bhakti Santri untuk Negeri, M. Wahib yang juga ketua LPBINU DKI Jakarta mengungkapkan, peran santri dalam sejarah republik Indonesia sangat banyak, sehingga harus ditulis dengan tinta emas dalam sejarah Indonesia.

Hari Santri 2019

“Santri harus mampu menjadi pelopor dalam segala bidang; bidang ekonomi, bidang politik, santri juga mampu dalam bidang kebencanaan, adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan hidup, kesemuanya harus terbingkai dengan akhlaqul karimah,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Husni Mubarok sekretaris Panitia Hari Santri Nasional PWNU DKI Jakarta tahun 2016, menyatakan, agenda-agenda dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, juga diisi dengan ziarah dan silaturrahim ke para ulama DKI Jakarta, berpartisipasi dalam acara pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah di Masjid Sunda Kelapa, dan pertunjukan seni dan budaya betawi di Setu Babakan. Pada tanggal 22 Oktober 2016, akan dilakukan Apel Akbar di Lapangan Banteng yang akan diikuti oleh puluhan ribu warga NU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Kajian Islam, Meme Islam Hari Santri 2019

Lintang Cahyaningsih, Kader NU yang Gusur Pemred Tempo

Jakarta, Hari Santri 2019. Namanya Lintang Cahyaningsih. Dia adalah putri bungsu Wakil Ketua Umum PBNU H Maksum Mahfoedz.

Tidak sekadar putri tokoh NU, Lintang tentu saja juga seorang kader muda NU.

Lintang Cahyaningsih, Kader NU yang Gusur Pemred Tempo (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintang Cahyaningsih, Kader NU yang Gusur Pemred Tempo (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintang Cahyaningsih, Kader NU yang Gusur Pemred Tempo

Sebagai kader muda NU, Lintang ternyata dapat pula berkiprah secara luas. Terbukti mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM itu terpilih dalam Kompetisi Rebut Kursi Pemred Tempo akhir November lalu.





Hari Santri 2019

Mengutip Tempo.co, sebagai pemenang kompetisi, Lintang berhak memimpin redaksi Koran Tempo selama lima hari kerja di Gedung Tempo.

Awalnya Lintang mempresentasikan gagasan yang akan dia terapkan di Koran Tempo. Diantaranya soal desain layout yang lebih berwarna dan variatif di versi digital, dan ide personalisasi jurnalis-jurnalis Tempo.

“Dengan menampilkan identitas dan pengalaman jurnalis di Koran Tempo membuat pembaca dapat mengetahui jalan cerita suatu peliputan berdasarkan sudut pandang jurnalisnya,” kata Lintang.

Ia mengatakan berfokus pada desain dan pengembangan produk.

Hari Santri 2019

“Bagaimana (agar) pembaca tempo bisa mendapatkan pengalaman membaca yang maksimal,” Lintang menambahkan.

Tugas Lintang sebagai pemenang kompetisi adalah memimpin rapat perencanaan konten Koran Tempo, memantau perolehan bahan, memimpin rapat checking redaksi, mengikuti rapat editorial dan opini setiap Rabu, serta merencanakan visual halaman.

Selama menjalankan tugasnya, Lintang didampingi langsung oleh Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso.

Untuk program tersebut Lintang mendapatkan biaya transportasi dan akomodasi, berhak mengikuti gala dinner dan berdiskusi bersama seluruh jajaran Pemimpin Redaksi Tempo Media Group, serta mendapatkan tiket pesawat pulang pergi dari daerah asal ke Toraja.

Keberhasilan lintang bukan sesuatu yang datang serta merta. Ia memang pernah menjadi Pimpinan Redaksi Balairung, koran kampus mahasiswa UGM. Pernah pula ia menjadi peserta pertukaran pelajar Indonesia- Amerika, untuk bidang antaragama.





Kiranya kiprah dan prestasi Lintang dapat menginspirasi kader muda NU lainnya di mana pun berada. (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Meme Islam, Tokoh Hari Santri 2019

Rabu, 27 Desember 2017

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syech KH Ali Akbar Marbun adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jl Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara. Syech KH Ali Akbar Marbun lahir di desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Medan.

Syekh KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun (Alm) dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan (meninggal pada usia 105 tahun) adalah petani dan orang yang taat beragama Islam.

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syekh Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim Lubis.

Hari Santri 2019

Setelah belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Setelah menunaikan ibadah haji, Syekh Ali tinggal di Mekkah untuk belajar. Syekh Ali banyak belajar dari ulama-ulama Sunni di Mekkah, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Usai belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar.

Hari Santri 2019

Syekh KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sunnah, Meme Islam Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock