Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Agama dalam Politik Kekuasaan

Oleh Teuku Saifullah



Ahli sejarah mengatakan, penemuan manusia paling tertua setelah penemuan api adalah agama. Dari mana datang agama itu masih menjadi kesanksian. Yang menganut teisme akan mengatakan agama muncul berdasarkan wahyu dari Tuhan yang disampaikan melalui utusannya. Pasangan manusia pertama adalah Adam dan Hawa yang diyakini oleh agama-agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam) berasal dari surga yang diturunkan ke bumi karena melakukan dosa besar. Adam adalah pembawa wahyu pertama kepada keturunannya, setelah ia wafat muncul utusan-utusan lain dari anak cucunya.

Agama dalam Politik Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama dalam Politik Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama dalam Politik Kekuasaan

Mereka yang ateis akan mengatakan agama muncul sebagai penenang hati manusia dan menjadi alat kontrol sosial. Penenang hati karena manusia melihat setelah ia hidup akan menemui mati. Mati menjadi tanda tanya besar karena tidak ada pengetahuan untuk mengetahui apa yang terjadi setelahnya. Mereka menemukan bahwa kadangkala dalam kehidupan terdapat hal-hal janggal seperti muncul bayang-bayang aneh menakutkan yang mereka sebut dengan hantu. Konsep hantu menjadi konsep awal tentang adanya roh. Roh dipahami sebagai wujud setelah mati yang keluar dari jasad. Roh adalah kehidupan kedua, dan mempunyai kuasa untuk mendatangkan marabahaya dan kebahagian kepada manusia.

Oleh karena itu, mereka mengubur mayat dengan sebaik mungkin, ditempatkan dalam peti dan diucapkan kalimat-kalimat tertentu (mantra) agar roh tersebut bisa hidup damai dalam kehidupan keduanya. Orang-orang yang sakit seperti ayan (epilepsi), diyakini berasal dari gangguan roh jahat, sehingga perlu dibuatkan sesuatu untuk menenangkan roh. Muncullah konsep dukun, yaitu seorang yang ahli membaca kalimat-kalimat untuk roh, dan didengarkan oleh roh kata-katanya. Dari konsep demikian secara perlahan menjadi agama, dan agama itu? menjadi bermacam-macam tergantung kondisi sosial setempat; muncul animisme, paganisme, pantheisme, sampai konsep yang paling komplit yaitu monoteisme.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Dan tidak dapat dielakkan bahwa sejak awal agama saling berperang, mendominasi untuk memperebutkan manusia. Persaingan antar agama itu terjadi melalui konsep keyakinan dan aturan-aturan yang ada dalam agama. Bukan soal apakah konsep keyakinan itu adalah hasil karya manusia dari generasi ke generasi sebagaimana dalam paham ateis, atau memang berasal dari Tuhan dalam teisme. Peperangan antar agama ini adalah hukum alam, sebagaimana persaingan antara kebaikan dan kejahatan. Sebabnya adalah karena manusia memiliki akal yang ia gunakan sebagai alat penilai.

Sebagian manusia menilai agama tertentu adalah jalan yang benar, karenanya ia ingin agar orang-orang terdekat dengan nya mengikuti jalan yang ia tempuh. Mulailah ia menyampaikan pesan, ajaran agama, serta propaganda untuk mempengaruhi. Sesekali mengetengahkan alasan-alasan yang logis tentang kebenaran agamanya dan dilain waktu mengungkap kelemahan-kelemahan agama lain. Di lain pihak, penganut agama lain juga mempunyai pandangan yang sama untuk menyebarkan kebenaran agama yang ia yakini. Maka terjadilah perebutan manusia oleh agama-agama, yang satu ingin mendominasi yang lain.

Melalui akal manusia, agama memainkan perannya mengatur manusia, menjadikan manusia sebagai objek untuk dikontrol. Agama membuat aturan-aturan yang wajib dipatuhi dan aturan-aturan yang dilarang untuk dilakukan. Agama juga menunjukkan kepada manusia bahwa suatu perbuatan adalah kejahatan, dan yang lain adalah kebaikan. Setiap kejahatan akan diganjar dengan dosa, setiap kebaikan diganjar dengan pahala. Dosa membawa kepada neraka, yaitu tempat yang oleh agama dijadikan kediaman manusia pembangkang yang dipenuhi oleh siksa-siksa yang tiada tara. Kebaikan membawa kepada surga, yaitu tempat yang penuh dengan kenikmatan.

Dalam agama tertentu konsep surga dan neraka menjadi kabur oleh konsep reinkarnasi. Reinkarnasi adalah keyakinan bahwa roh dari manusia yang telah mati akan hidup kembali ke dunia dengan wujud baru, dimana wujud itu tergantung prilaku manusia sebelum ia mati. Jika ia selalu melakukan kejahatan bisa jadi akan berinkarnasi menjadi babi, kambing, tumbuhan atau segala sesuatu yang tidak terhormat. Sebaliknya, manusia baik akan berinkarnasi menjadi manusia baik, atau menjadi dewa. Konsep demikian bisa ditemukan dalam agama budha, hindu, dan animisme.

Dengan kata lain, agama memegang ubun-ubun manusia dengan konsep akhirat, kehidupan setelah mati. Pun, cukup logis untuk setiap manusia beragama. Manusia melihat alam yang luar biasa megahnya, yang rahasianya sulit diungkap. Ia menundukkan alam untuk memenuhi kebutuhannya, dibuatnya rumah dari pepohonan, dibuatnya kursi untuk tempat duduk, dll. Dari itu sangat logis manusia manapun akan bertanya pada dirinya bukankah seharusnya ia pun diciptakan. Dengan perangkap kodrat alam tersebut, manusia mengelompokkan diri nya kedalam agama-agama, seakan merupakan suatu keharusan.

Karenanya, sangat mudah bagi agama untuk ikut campur dalam lalu lintas kemanusiaan, ia membuat kewajiban manusia akan tunduk, ia membuat larangan manusia akan patuh. Sebab itu agama adalah kontrol sosial horizontal sekaligus vertikal, yang didalamnya terdapat kesakralan illahiah. Selain sanksi akhirat, ajaran agama juga tak jarang mengandung sanksi dunia, yaitu dengan menetapkan sejumlah perbuatan yang jika dilakukan, dilanggar akan berakibat pada hukuman tertentu pada manusia yang disebut dengan hukum agama. Agama menjadi tatanan hukum.

Tatanan hukum agama sebagaimana tatanan hukum modern ada untuk menjamin hak-hak pemeluk agama yang mengandung demensi ilahiyah. Mereka tunduk pada aturan itu karena mereka menganggap aturan itu suci, berasal dari sesuatu yang sangat mulia, yaitu tuhan, dewa, atau totem. Dalam agama hindu India misalnya, masyarakat hindu terpecah kedalam strata-strata sosial yang pembagiannya berdasarkan legalitas agama; Brahmana, Kesatrian, Wisnu, dan Sudra. Meskipun kadangkala ada orang-orang yang merasa tatanan itu tidak adil tetapi tidak ada yang menyangkal tatanan itu bersifat suci yang legalitasnya berasal dari dewa.

Dalam agama Islam, yang bisa dijadikan contoh bagaimana agama mengatur kehidupan, terdapat larangan larangan yang dikenakan sanksi seperti membunuh, mencuri, merampok, memperkosa, dan berzina. Orang yang membunuh dengan sengaja akan di qishas (dibunuh) atau diwajibkan membayar diyat sebagai ganti dari pembunuhan, mencuri akan dipotong tangan, berzina akan dicambuk 100 kali, atau dirajam sampai mati bagi yang berzina dalam posisi sudah menikah. Selain itu, Islam juga membuat sebuah aturan acara bagaimana hukum itu dilaksanakan, seperti tentang jumlah saksi yang harus dipenuhi dan yang berwenang menjadi hakim.

Akan tetapi aturan agama adalah aturan yang hanya efektif bagi pemeluknya dan menjadi tidak berguna untuk yang lain. Sehingga ide-ide untuk menjadikan hukum agama sebagai hukum positif dalam sebuah negara akan menjadi sulit tercapai ketika terdapat banyak agama maupun aliran keyakinan (heterogen/majemuk). Pun, jika sebuah negara dengan pemeluk agama yang homogen, akan ditemui juga orang-orang yang tidak sepakat, akan tetapi hal itu tidak menjadi soal karena begitu hukum agama diundangkan menjadi hukum positif, maka hukum itu mengikat kepada semua orang.

Menjadikan hukum agama sebagai hukum positif nasional karena alasan suatu agama adalah mayoritas, atau alasan sumbangsih agama tertentu begitu besar terhadap suatu negara tidak akan menghentikan masalah yang akan muncul di kemudian hari. Hukum agama adalah hukum yang bersifat ilahiyah. Esensi hukum tersebut hanya dipahami sepenuhnya oleh pemeluknya. Ketaatan pemeluk agama pada hukum tersebut adalah bagian dari ketaatan pada tuhan (ibadat) yang balasannya adalah surga.

Dalam posisi demikian, pemeluk agama lain tidak menemukan alasan untuk mematuhi aturan agama lain, karena kepatuhan pada aturan lain berarti mereka telah mengkhianati aturan agama yang mereka anut. Setiap agama membuat pemeluk nya menjadi fanatik dengan anggapan aturan agama itulah yang paling sempurna dan paling absah.

Dengan demikian menjadi mudah dipahami kenapa tujuh kata pada sila pertama pancasila? yang merepresentasikan superioritas umat Islam “Ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan hukum Islam bagi pemeluknya” mendapatkan penolakan dari orang-orang di luar Islam dan tokoh-tokoh nasionalis yang berpikiran liberal. Mereka menilai jika tujuh kata tersebut tetap dipertahankan, maka secara terang-terangan ajaran Islam telah diutamakan dan agama lain dianggap sebagai agama kelas dua.

Dalam paham mereka, kemerdekaan Indonesia adalah perjuangan bersama, walaupun tidak bisa memungkiri sumbangsih umat Islam lebih besar dari yang lainnya. Islam adalah agama mayoritas penduduk, tetapi mayoritas bukan berarti superior. Suatu ancaman masa depan bagi keutuhan Indonesia jika Islam tetap memaksakan kehendaknya pada sila pertama adalah pecahkongsi. Orang-orang Indonesia timur yang dibeberapa tempat dikuasai oleh agama selain Islam menunjukkan tanda-tanda keberatan untuk bergabung dengan Indonesia yang baru berdiri. Suatu kesadaran mulia tokoh-tokoh Islam ketika itu yaitu dengan mengikhlaskan tujuh kata pada sila pertama, sebagai pertanda bahwa Indonesia adalah sebuah negara baru dengan agama yang majemuk dan semuanya dalam tingkatan yang setara.? ? ? ?

Jalan yang paling bijak mengakomodir agama dalam kekuasaan politik adalah dengan menjadikan agama-agama sebagai sumber moral dan sumber hukum. Agama-agama mana adalah agama yang dianut oleh penduduk setempat tanpa mengedepankan satu diantara yang lain. Dalam tatanan hukum di Indonesia, agama merupakan salah satu sumber hukum, yang artinya aturan agama bisa menjadi hukum ketika terjadi resultan politik di legeslatif, eksekutif maupun yudikatif. Akan tetapi aturan agama bisa juga dikesampingkan ketika elite politik tidak menghendakinya. Aturan agama mana yang diambil adalah aturan agama yang dihajatkan oleh pemerintah setelah melalui berbagai pertimbangan.

Kelemahan dalam sistem demikian yaitu pada tataran praktis suatu agama mempunyai potensi untuk mendominasi atau mewarnai pemerintahan ketika percaturan politik dominan dikuasai oleh suatu agama. Karenanya faktor mayoritas kadangkala tidak bisa dihindari sebagai alasan penguasaan politik. Munculnya, partai politik bersendikan agama di Indonesia, seperti Masyumi, Partai Nadlatul Ulama (pada 1952, red), Partai Keadilan sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah salah satu alasannya melalui partai-partai ini aspirasi politik yang bersendikan agama diharapkan dapat mendominasi politik kekuasaan.

Jika dilihat dalam percaturan politik kekuasaan, agama merupakan salah satu kekuatan politik yang berkehendak untuk memegang tali kekuasaan. Karena kekuasaan merupakan alat bagi agama untuk menerapkan aturannya pada umatnya dan kepada manusia-manusia lain yang diharapkan nantinya ikut menjadi pemeluk agama tersebut. Bisa dilihat, misalnya; Ajaran Kristen pernah menguasai kekaisaran Roma dalam waktu yang lama; Islam pernah menjadi sumber aturan dalam kekhalifahan (kekaisaran) Umayyah, Abbasiah dan Utoman serta kekuasaan-kekuasaan kecil lainnya; Hindu pernah menguasai nusantara melalui kerajaan Majapahit, Budha menguasai sumatra dengan kerajaan Sriwijaya.

Hal–hal tersebut diatas tidak bisa dihindari karena agama adalah aturan hidup yang menyeluruh (way of life) yang keabsahannya bersifat ilahiyah (Ketuhanan). Karenanya untuk mencapai fungsinya itu, kekuasaan adalah alat yang paling efektif. Tanpa kekuasaan peran agama sebagai aturan hidup yang menyeluruh tidak bisa tercapai. Yang artinya selama hal tersebut belum tercapai, pemeluk agama tidak bisa menjalankan aturan agamanya secara sempurna (kaffah).

Bisa dilihat misalnya dalam suatu negara demokrasi seperti Indonesia, masih ada kelompok-kelompok yang mengusung cita-cita untuk menjadikan agama sebagai landasan negara, seperti yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia yang menuntut kekhalifahan Islam ditegakkan, dalam Kristen juga ada kelompok-kelompok ortodok yang memimpikan kerajaan Tuhan. Belum lagi kelompok-kelompok keras yang berusaha menggulingkan pemerintah dengan cara pemberontakan, seperti Darul Islam dan teroris agamis untuk kemudian diganti dengan pemerintahan yang didasarkan pada agama.

Kita menilai kelompok-kelompok semacam ini tidak pernah mempertimbangkan konflik antaragama yang akan ditimbulkan oleh ego-agama. Konflik yang ujungnya akan membawa kepada perpecahan dan permusuhan antarmasyarakat yang berbeda keyakinan. Bahwa Kerajaan Kristen Roma pernah menindas mereka yang tidak sepaham adalah fakta yang diketahui oleh orang-orang barat yang puncaknya terjadi revolusi Prancis. Kekhalifah Islam yang terkenal pada masa Ummayyah, Abbasiah, dan Otaman juga di sana-sini terdapat gesekan semacam itu yang membuat pemeluk-pemeluk agama lain menjadi masyarakat kelas dua. Konflik semacam ini tidak bisa dihindari, karena begitu agama berkuasa, ego-agama menguat dan segala sesuatu dipandang dari sudut pandang agama.

Penulis adalah peneliti di Farabi Institute Jawa Tengah. ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Makassar, Hari Santri 2019. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Sulawesi menolak tegas rencana pembuatan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Penolakan tersebut ditunjukkan dengan berunjuk rasa serentak di beberapa kota yaitu Makassar, Mamuju, Minahasa, dan Manado, pada Senin, (4/6).

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Dalam pers liris yang diterima Hari Santri 2019, PMII berpendapat, akhir-akhir ini aktivitas politik-militer di kawasan ASEAN meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan rencana pembuatan pangkalan militer AS di kepulauan Cocos, 3000 kilometer baratdaya Jakarta.  Sebelumnya, AS telah mengerahkan ribuan mariner di pangkalan militer Darwin, Guam, dan Singapura.

AS juga telah menjalin kerjasama militer dengan Indonesia. Hal itu ditandai dengan hadirnya USNS Mercy di teluk Manado dan rencana latihan bersama Koarmatim dengan sandi CARAT 2012 di Surabaya pada awal Juli ini. 

Hari Santri 2019

Di saat bersamaan, kekuatan China-Rusia semakin terjalin. Anggaran belanja militer meningkat, latihan perang China-Rusia dan uji coba persenjataan Korea Utara menambah fakta bahwa kawasan Pasifik rentan “gesekan”. Khawatirnya berujung menjadi zona pertempuran.

Hari Santri 2019

“Kami tidak mau ASEAN dijadikan zona pertempuran. Kami ingin ASEAN sebagai kawasan damai sesuai deklarasi 27 November 1971, yaitu ASEAN ZOPFAN, Zone Of Peace, Freedom And Neutrality. Deklarasi tersebut menetapkan bahwa ASEAN Sebagai Kawasan Damai, Merdeka Dan Netral,” ujar Iezha, seorang pengunjuk rasa. 

Deklarasi tersebut, sambung Iezha, seharusnya jadi pegangan teguh negara-negara ASEAN guna mencegah dan menghindari kawasan ini menjadi kancah pertempuran serta kepentingan politik-militer. 

Secara serentak, PMII Sulawesi menuntut hal serupa, yaitu menolak hadirnya pangkalan militer AS di seluruh wilayah ASEAN. Menuntut dan mendesak negara-negara ASEAN agar berpegang teguh pada deklarasi ASEAN ZOPFAN. 

Selain itu, PMII juga mendesak pemerintah pusat agar memperkuat secara maksimal sistem dan kekuatan armada pertahanan laut Indonesia terutama di lini strategis seperti Sabang, Selat Malaka, Selat Lombok, Nunukan, Miangas, Morotai,  Biak Numfor, dan Arafuru.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Berita, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Jumat, 09 Februari 2018

Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru

Rembang, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XX di Gedung Haji Kompleks Islamic Center, akhir pekan ini, Ahad (12/4).



Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru

Ketua Panitia Konfercab GP Ansor Rembang Abdul Rosyid menjelaskan, forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang itu akan berlangsung kurang dari 24 jam.

"Konfercab kali ini akan digelar secara singkat, tidak seperti biasanya. Kali ini hanya satu hari sudah selesai dan GP Ansor Rembang sudah mempunyai Ketua Cabang yang baru,” ujar Abdul Rosyid.

Panitia juga telah mengundang pimpinan anak cabang (PAC) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang. "Memang sedikit terlambat (pelaksanaannya), tetapi saya pastikan akan dihadiri PAC (Pimpinan Anak Cabang) dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang,” tuturnya.

Hari Santri 2019

Ada isu yang berkembang bahwa terdapat dua nama kader yang dikabarkan akan maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di GP Ansor Rembang. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Doa, Khutbah Hari Santri 2019

Minggu, 28 Januari 2018

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

Jakarta, Hari Santri 2019. Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke Hari Santri 2019, Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menerangkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 41 ayat (1) dan (2) dinyatakan bahwa guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. ?

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

Pengertian independen antara lain:

1. Organisasi profesi tidak berafiliasi atau merupakan kelengkapan aparatur pemerintah,?

2. Keberadaan masing-masing organisasi profesi guru, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) adalah setara. Dengan demikian, pemerintah harus memperlakukan semua organisasi profesi guru harus adil dan tidak memihak (equal treatment).

3. Pemerintah tidak diperbolehkan memberikan fasilitas secara sepihak kepada organisasi profesi guru tertentu, misalnya: melakukan pemotongan gaji para guru untuk kepentingan organisasi profesi guru tertentu, memberikan kemudahan kepada pihak tertentu, sementara lainnya tidak, dan sebagainya.

Hari Santri 2019

Ketika perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 ini, ternyata pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memberikan keistimewaan pada PGRI dengan menuliskan Hari Ulang Tahun PGRI pada logo HGN 2016, maka sudah barang tentu hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagaimana tersebut di atas.

Jika dalam penulisan “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016 tersebut, pemerintah mendasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang penetapan Hari Guru Nasional (HGN), maka hal ini adalah tidak benar, karena:

Hari Santri 2019

1. Dalam tata hukum di Indonesia, kedudukan Undang-Undang sudah barang tentu adalah lebih tinggi daripada Keputusan Presiden.

2. Disamping itu, dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tersebut, ternyata dari 3 amar atau poin keputusannya tidak satupun menyebutkan “HUT PGRI”, kecuali pada aspek pertimbangan/konsideran saja.

3. Pemerintah tidak boleh merayakan HUT sebuah organisasi profesi tertentu, yaitu PGRI (yang berdasarkan Undang-Undang seharusnya independen) dengan menggunakan fasilitas negara, baik sumber-daya uang maupun lainnya yang memberati keuangan negara. ? Dengan kata lain, biarkan PGRI merayakan sendiri hari ulang tahunnya, seperti halnya organisasi profesi guru lainnya, bukan dengan membebani sumber-daya negara.?

Berdasarkan hal tersebut, kami Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta kepada pemerintah (cq. Ketua Panitia Hari Guru Nasional 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) untuk segera mencabut kalimat atau frase “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016.?

Demikian pula halnya dengan berbagai atribut, dokumen, rekaman suara, dan lainnya dalam event HGN 2016 yang mengindikasikan tentang HUT PGRI ke 71.

Dalam kesempatan ini, Pergunu yang kembali dinahkodai oleh Dr KH Asep Saifuddin Chalim mengusulkan perlunya dilakukan peninjauan kembali terhadap Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional agar tidak terjadi salah tafsir bagi sebagian pihak.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri

Jakarta, Hari Santri 2019

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyambut peringatan Hari Santri Nasional dengan menggelar acara bertajuk “Bhakti Santri untuk Negeri”, Ahad (16/10), di Arena Car Free Day, Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan melalui media dongeng ini menjadi bagian dari sosialisasi pada masyarakat tentang perjuangan para ulama dan santri saat masa pra kemerdekaan hingga sekarang ini.

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DKI Sajikan Dongeng Bhakti Santri untuk Negeri

Sosialisasi dengan model dongeng dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami? dan disenangi oleh anak-anak, dan masyarakat. Selain dongeng bhakti santri untuk negeri, juga dilakukan pawai simpatik di Arena Car Free Day Kawasan Sarinah Thamrin Jakarta, dengan membagikan stiker, bendera kecil NU, dan atribut lainnya yang bernuansa Hari Santri Nasional.

Koordinator kegiatan Bhakti Santri untuk Negeri, M. Wahib yang juga ketua LPBINU DKI Jakarta mengungkapkan, peran santri dalam sejarah republik Indonesia sangat banyak, sehingga harus ditulis dengan tinta emas dalam sejarah Indonesia.

Hari Santri 2019

“Santri harus mampu menjadi pelopor dalam segala bidang; bidang ekonomi, bidang politik, santri juga mampu dalam bidang kebencanaan, adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan hidup, kesemuanya harus terbingkai dengan akhlaqul karimah,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Husni Mubarok sekretaris Panitia Hari Santri Nasional PWNU DKI Jakarta tahun 2016, menyatakan, agenda-agenda dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, juga diisi dengan ziarah dan silaturrahim ke para ulama DKI Jakarta, berpartisipasi dalam acara pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah di Masjid Sunda Kelapa, dan pertunjukan seni dan budaya betawi di Setu Babakan. Pada tanggal 22 Oktober 2016, akan dilakukan Apel Akbar di Lapangan Banteng yang akan diikuti oleh puluhan ribu warga NU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Kajian Islam, Meme Islam Hari Santri 2019

Rabu, 17 Januari 2018

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik

Demak, Hari Santri 2019. PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak masa khidmah 2015-2017 resmi dilantik, Ahad (5/4) pagi. Acara berlangsung di Gedung NU Kabupaten Demak lantai 3. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi dan Kaderisasi”.?

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa Tengah, Amir Musthofa Zuhdi dan Ketua PW IPPNU Jawa Tengah, Umi Sangadah.

Ketua PC IPNU Demak, Abdul Halim dalam sambutannya mengungkapkan, pihaknya memohon partisipasi semua pihak, baik kader, alumni, serta Banom NU, untuk senantiasa bergandengan tangan agar apa yang menjadi visi organisasi dapat terwujud dengan semaksimal mungkin.

Hari Santri 2019

“Sebagaimana tema yang telah kami ambil, kita harus bersinergi serta memperkuat organisasi dan kaderisasi, karena tantangan globalisasi sekarang ini harus bisa kita jawab dengan aksi-aksi riil kita semua untuk masyarakat,” ujarnya.?

Senada dengan Halim, Ketua PC IPPNU, Istiqomah mengatakan, sinergitas dan satu komando harus tetap terjaga demi keberlangsungan organisasi sehingga kejayaan bisa diraih.

Hari Santri 2019

Sementara itu, Amir Musthofa Zuhdi mengatakan, kepada PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak, pihaknya memohon kerja sama dan peran aktif untuk mengembangkan organisasi serta kaderisasi IPNU-IPPNU di Provinsi Jawa Tengah ini.

Selain itu, Drs H Moh Dachirin Said, SH, MSi, Bupati Demak dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Kesra Pemkab Demak Anang Badrul Kamal berharap PC IPNU-IPPNU Demak benar-benar mewujudkan langkah nyata guna menanggulangi serangan paham radikalisme serta fundamentalisme yang notabene mengancam keutuhan NKRI.

Adapun dr H Masyhudi AM, M.Kes yang mewakili Ir Musyadad Syarif, Ketua PCNU Demak yang berhalangan hadir karena mengawal kegiatan Bahtsul Masail di Dempet Demak mengungkapkan, ada dua poin yang menjadi hal penting dalam berorganisasi yaitu pembangunan kompetensi dan jaringan (networking).?

“Silakan kembangkan dan qona’ah-lah dalam berorganisasi terlebih untuk perjuangkan tegaknya Aswaja NU di Demak ini,” tegas pria yang juga Direktur RSI Sultan Agung Semarang ini.

Dalam acara pelantikan ini, turut hadir Ketua LP Ma’arif NU Demak, Sa’dullah, Kapolres Demak yang diwakili Kasat Binmas Budiono, Kodim 0716 Demak yang diwakili Koramil Demak Kota Kapten Inf ? Eko Juhartono, Ketua GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi, Lc. Msi, serta perwakilan kader IPNU-IPPNU dari tingkat ranting/komisariat/anak cabang se-Kabupaten Demak, dan juga perwakilan OKP. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Lomba, Khutbah Hari Santri 2019

Sabtu, 30 Desember 2017

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen

Jakarta, Hari Santri 2019. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) membuka sayembara penulisan puisi dan cerpen secara online. Pendaftaran dilayani mulai 21 April 2012 hingga 30 Juli 2012. Kategori peserta adalah pelajar dengan batas usia maksimal 25 tahun. Mereka yang sudah duduk di perguruan tinggi, masuk dalam hitungan. Peserta wajib mengirimkan hasil scane atau foto kartu pelajar, kartu mahasiswa, atau KTP.

Untuk lomba cipta karya puisi, pihak panitia memberikan sejumlah ketentuan. Puisi berbahasa Indonesia dengan tema Perempuan atau Pendidikan. Dengan jarak 1 ½ spasi, puisi ditulis dengan Font Times New Roman. Karya yang ikut kontes, murni ciptaan peserta. Karenanya, peserta melampirkan surat pernyataan berisi keaslian karyanya. Tema puisi pun tidak menyinggung isu pornografi, SARA, atau pelanggaran perundang-undangan yang berlaku.

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen

Sementara untuk cerpen, panitia memberikan keluasan tema, Pesantren, Perempuan, dan Pendidikan. Kontestan yang menggarap cerpen dengan tema Pesantren, haruslah seorang santri. Karenanya, ia mesti melampirkan hasil scane atau foto kartu tanda santrinya.

Hari Santri 2019

Karya belum pernah diikutkan dalam sebuah sayembara dan belum pernah dimuat di media massa manapun. Peserta diperkenankan mengirim lebih dari satu karya dengan catatan dikirim lewat email berbeda. Peserta wajib menyebarkan informasi sayembara yang tertera dalam facebook ‘Pimpinan Pusat Ippnu’ ke 10 teman facebook-nya. Peserta tidak sedang mengikutkan karya tersebut dalam satu sayembara.

Untuk mendaftarkan karyanya, seorang peserta dikenakan biaya sebesar Rp.20.000 untuk 1 puisi dan Rp.30.000 untuk 1 cerpen yang dikirim ke rekening Bank BNI Cabang Kramat, Jakarta Pusat dengan nomor 0091006801 atas nama ‘Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’.

Hari Santri 2019

Usai mentransfer, peserta mesti mengirimkan pesan ke nomor kontak panitia, 0853 3525 4365 dengan kalimat ‘Telah transfer sejumlah Rp.20.000 untuk pendaftaran Puisi (tulis judul puisi) atas nama (isi nama lengkap peserta)’ atau ‘Telah transfer sejumlah Rp.30.000 untuk pendaftaran Cerpen (tulis judul cerpen) atas nama (isi nama lengkap peserta)’.

Setelah lewati prosedur di atas, peserta bisa mengirimkan karyanya ke alamat email ‘pp.ippnu@yahoo.com’. Dalam email, peserta wajib mencantumkan nama lengkap, alamat, kode pos, nomor kontak, hasil scane atau foto slip setoran biaya pendaftaran, hasil scane atau foto kartu pelajar/kartu mahasiswa/KTP peserta, dan surat pernyataan keaslian karya. Karya dikirim dalam bentuk attachment. Untuk blanko Subject di email, peserta dapat mengisinya ‘Lomba Puisi-(Judul Puisi)-(Tema Puisi)-(Nama Pengarang)’ atau ‘Lomba Cerpen-(Judul Cerpen)-(Tema Cerpen)-(Nama Pengarang)’.

Panitia membukukan 40 puisi pilihan dari karya para kontestan. Cerpen pun demikian. Sejumlah 40 cerpen pilihan, akan dicetak dalam sebuah buku. Panitia menyediakan uang sebesar 2 juta bagi pemenang pertama cipta puisi, 1 ½ juta bagi pemenang kedua, dan 1 juta bagi pemenang ketiga.

Adapun lomba cipta cerpen, panitia menyediakan uang sebesar 3 juta bagi pemenang pertama, 2 juta bagi pemenang kedua, dan 1 juta bagi pemenang ketiga. Selain uang, panitia menyiapkan piagam penghargaan dan buku antologi karya pilihan bagi setiap pemenang.

Bagi yang berminat, pembaca dapat menggali keterangan lanjut dengan menghubungi Rien Zumaroh di nomor kontak 0853 3525 4365 atau PP IPPNU, (021) 3923268 Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, 10430.

Pengumuman pemenang, akan diinformasikan di akun facebook ‘Pimpinan Pusat Ippnu’. Usai pengumuman, panitia selambatnya 2 minggu, akan mengirimkan hadiah ke rekening dan alamat pemenang. Sebelumnya panitia akan memastikan rekening dan alamat yang bersangkutan lewat email.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nusantara, Khutbah Hari Santri 2019

Jumat, 29 Desember 2017

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Pekalongan, Hari Santri 2019. Innalilllaahi wa inna ilaihi roojiun. Warga Nahdiyin Pekalongan kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni H. Abdullah Machrus mantan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tinggal di Kota Batik Pekalongan, Sampangan Gang VI, Pekalongan.

H. Abdullah Machrus meninggal Jumat (7/2) menyusul istri tercintanya Hj. Tadzkiroh yang telah meninggal terlebih dahulu pada Senin (3/2). Menurut rencana jenazah almarhum akan dimakamkan di samping istrinya di makam keluarga di komplek Masjid Al Fairuz, Baros Pekalongan Sabtu (8/2).

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Kepergian H. Abdullah Machrus sangat mengagetkan warga nahdliyyin khususnya di Kota Pekalongan. Pasalnya, saat jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bertaziyah ke rumah Sampangan Gang VI Pekalongan Senin (3/2) Abdullah Machrus tampak sehat dan bisa berkomunikasi dengan baik dan lalu lalang menemui tamu tamu yang bertaziyah di rumah kediamannya.

Hari Santri 2019

Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan, H. Abu Almafachir, mengaku kaget atas kabar meninggalnya H. Abdullah Machrus yang beredar melalui SMS, BBM maupun facebook.

"Saya tidak mengira kalau H. Abdullah Machrus pergi begitu cepatnya menyusul istrinya yang belum genap 7 hari," ujar H. Abu Almafachir.

Hari Santri 2019

Sosok H. Abdullah Machrus, di samping aktifis di Nahdlatul Ulama, beliau adalah sosok pengusaha batik yang pernah moncer di zaman orde baru. Pasalnya, batik yang berlabel Mahkota Agung selalu menjadi seragam resmi istana kepresidenan dan keluarga Soeharto.

Tidak hanya di bidang bisnis batik Abdullah Machrus yang asli Semarang meraih sukses, dalam membina keluarga pun, juga dinilai berhasil. Atas prestasinya, dirinya mendapat penghargaan sebagai pemenang Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Provinsi Jateng 2007.

Dari tujuh anaknya, enam di antaranya sudah sarjana. Anaknya yang satu lagi tinggal selangkah menyusul meraih sarjana. Hebatnya, bukan hanya sarjana yang diraih, semuanya pernah menjadi santri di sebuah pondok pesantren dan kini juga sudah bisa hidup mandiri dari usahanya sendiri serta berhaji. Yang menarik lagi, bukan hanya anak-anaknya yang menjadi sarjana. Menantunya pun menjadi sarjana.

Apa kunci sukses membentuk keluarga sakinah? Menurut dia, sebenarnya ada pada istrinya. Saya ini bekerja sebagai wiraswasta, sehingga seringkali ke luar kota. Kegiatan saya di bidang sosial seabrek, sehingga jarang sekali saya berada di rumah. Karena itu, pendidikan anak-anak itu sebagian besar karena peran ibu, tuturnya.

Dalam pembelajaran kepada anak, diakui, memang yang diutamakan adalah kedisiplinan dan kejujuran. Bagi dia, anak harus tahu kapan waktu untuk beribadah, belajar, bermain, dan membantu orang tua.

Sebagai orang tua, Machrus selalu mengingatkan pada anaknya untuk menjaga dan menunaikan salat lima waktu. Bahkan juga mendorong anak-anaknya untuk shalat sunah seperti tahajud, duha, awwabin, dan rawatib.

Di antara pondok pesantren yang menjadi tempat mendidik agama anak-anaknya adalah Ponpes Al Hikmah Pati, Ponpes Al Islah Putra dan Al Ishom Putri, Mayong Jepara, Ponpes Maunah Sari Kediri, Jatim, serta beberapa ponpes di Jakarta dan Yogyakarta.

Abdullah Machrus adalah anak ke-4 dari pasangan Hj Aisyah Anwar dan Machrus Dhubian Al Hafidz, seorang veteran yang berjualan barang-barang kelontong di Pasar Johar Semarang pada waktu itu. (Abdul Muiz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Internasional, Khutbah Hari Santri 2019

Selasa, 19 Desember 2017

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi

Jepara, Hari Santri 2019. Pertemuan pelajar NU untuk bermusyawarah di musholla Nahdlatus Shubban dukuh Gerjen desa Nalumsari kabupaten Jepara, Jumat (20/6) sore, dihadiri banyak peserta. Forum silaturahmi ini diadakan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menyambut bulan Ramadhan.

“Sesuai dengan ajaran Islam, setiap manusia diharuskan selalu menyambung tali silaturrahmi dan mengukuhkan solidaritas dalam ukuwah Islamiyah,” ujar Ketua IPNU Nalumsari Ahmad Maksun.

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Pelajar NU Nalumsari Gelar Silaturahmi

Forum silaturahmi ini, memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbicara atau bertanya. “Kita maksudkan untuk saling berbagi ilmu satu sama lain,” tandas Maksun.

Hari Santri 2019

Sementara Wakil Ketua IPPNU Nalumsari Novia Kullu Faqin menegaskan pentingnya silaturahmi para pelajar dalam rangka menambah wawasan. “Acara ini bertujuan melatih para pelajar untuk tampil di depan umum,” katanya.

Hari Santri 2019

Pertemuan positif seperti ini, tambah sekretaris IPPNU Nalumsari Umi Fatihah, merupakan upaya agar para remaja tidak menghabiskan waktu sia-sia terlebih lagi tindakan negatif. “Para pelajar NU agar punya kegiatan jelas dan positif sehingga terhindar dari kelakuan yang kurang baik,” tandasnya. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Anti Hoax, Khutbah Hari Santri 2019

Sabtu, 16 Desember 2017

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional

Temanggung, Hari Santri 2019. Peringatan hari Santri di Temanggung kemarin berlangsung semarak. Sekitar 15 ribu santri tumplek blek memadati halaman Gedung Pemuda Temanggung. Mereka mengikuti apel akbar dalam rangka peringatan hari santri (HSN) 2017 dengan inspektur apel Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan komandan apel sahabat Puryawanto (Banser Ansor Temanggung).

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional

Apel akbar kemarin, dikemas layaknya upacara kenegaraan, meskipun para santri tetap mengenakan sarung dan peci atau almamater pondok pesantrenya masing-masing, begitu pula dengan santriwatinya. 

Selain diikuti santriwan-santriwati dari pondok pesantren se-Temanggung, para ulama dan kyai serta siswa-siswi dari lembaga pendidikan Maarif NU, peserta apel merupakan seluruh kader badan otonom (banom) NU, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, juga PMII.

Pembacaan teks Pancasila dipimpin oleh Bupati Bambang Sukarno, petugas pembaca ikrar santri indonesia oleh Jakfar Shodiq (Sekretaris Lakpesdam NU Temanggung), pembaca amanat PBNU oleh KH Muhammad Furqon atau Gus Furqon (Ketua PCNU Temanggung) dan pembaca teks resolusi jihad oleh KH Yacub Mubarok (Rais Syuriyah PCNU Temanggung).

Ketua Tanfidz PCNU Temanggung KH Muhammad Furqon menuturkan, hari ini (kemarin, red) keluarga besar NU Temanggung bersama santri memperingati hari santri. Dengan peringatan hari santri ini, isi resolusi jihad 22 ktober 1945 silam, bisa menyemai dan memberi semangat para santri sebagaiamana yang telah dilakukan oleh sang pendiri  NU KH Hasyim Asyari.  

Hari Santri 2019

"Santri bisa tetap mencintai NKRI dan bisa memberi kenyamanan untuk lingkungan atau masyarakat. Saya berharap, santri bisa meneladai perjunagan KH Hasyim Asyari," harapnya.

KH Yacub Mubarok menuturkan, dirinya bersama Bupati Temanggung Bambang Sukarno dalam waktu dekat ingin menghadap Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan dan mengusulkan KH Subchi Parakan Temanggung bisa menjadi pahlawan nasisional.

Menurutnya, KH Subchi tidak hanya terkenal di Temanggung dan Indonesia saja, namun juga terkenal sampai Belanda dan Jepang. Beliau merupakan penggerak hebat untuk NKRI, sehingga bisa menghantarkan bangsa dan negara ini ke gerbang kemerdekaan. 

"Atas jasa dan perjuanganya itu, sudah selayaknya negara memberikan pengahargaan. Beliua seorang  patriotis, berjuang untuk kedaimaan, kenyamana dan kemerdekaan. Beliau merupakan aset bangsa dan idola kita semua," ucapnya.

Hari Santri 2019

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno mengaku siap mengawal dan mengantarkan Yacub Mubarok ke Istana negara untuk menghadap presiden. Menurut Bambang, jasa KH. Subchi saat besar untuk bangsa ini, beliau tidak hanya milik Temanggung, Bangsa Indonesa, tapi juga dunia internasional.

"Sudah sepatnya, belaiu (almarhum KH Subchi) mendapat gelar pahlawan. Dengan momentum hari santri tahun ini, saya berharap santri dan warga Temanggung pada umumnya tetap cinta NKRI, setia terhadap pancasila, UUD 1945 dan bhineka tunggal ika," pungkasnya. (Ahsan Fauzi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pesantren, Khutbah, Aswaja Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Menag dan Kicauan Hormati Orang Tak Puasa

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Menjelang bulan suci Ramadhan, berbagai organisasi keagamaan melakukan sweeping penutupan warung dan tempat-tempat maksiat. Tindakan tersebut acapkali menuai resistensi dari pihak pengelola. Khusus penutupan tempat-tempat maksiat seperti lapak perjudian atau lokalisasi, mungkin semua sepakat, syukur-syukur ditutup selamanya. Namun perihal menutup warung makan atau restoran, masih menuai pro-kontra.

Menag dan Kicauan Hormati Orang Tak Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag dan Kicauan Hormati Orang Tak Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag dan Kicauan Hormati Orang Tak Puasa

Sebagai seorang santri, penulis memiliki pengalaman empiris mengenai kasus ini. Pada tahun 2007, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, mengirimkan puluhan santri ke Gunungkidul, Yogyakarta. Penulis sendiri, ikut ditugaskan dalam “KKN” pesantren tersebut dan terjun di Desa Ngebrak, Semanu, Gunungkidul. Dalam suatu tanya-jawab pengajian pagi, ada seorang ibu bertanya: “Mas Ustaz, saya itu janda dan masih membiayai pendidikan anak-anak saya. Untuk itu, saya usaha: buka warung makan. Di bulan ramadhan ini, apa hukumnya jika saya tetap membuka warung? Sedangkan di berita, banyak ormas yang men-sweeping dan merusak warung-warung yang buka. Sementara jika ditutup, dapur saya tidak ngepul," kata sang ibu, sambil menatap cemas.

Usai berpikir sejenak, penulis menjawab, "Tidak usah tutup, Bu. Niatkan dalam hati ibu, menjual makanan untuk orang yang sedang tidak puasa: 1) musafir, orang yang sedang dalam perjalanan; 2) orang sakit; 3) anak-anak; 4) wanita yang sedang menyusui; 5) wanita yang sedang haid; 6) orang jompo dan; 7) orang-orang non-muslim. Kesemuanya itu boleh tidak puasa di bulan Ramadhan. Allah memberi privilege langsung untuk mereka, setelah perintah puasa. Hanya saja, tolong diberi satir atau penutup untuk menghormati orang yang puasa". Sang ibu itupun terlihat puas mendengar jawaban dari penulis. Kemudian ia tetap membuka warung seperti biasa, bekerja menangung hidup anak-anaknya yang tengah belajar di pesantren.

Hak Istimewa Tuhan 

Hari Santri 2019

Tahun 2015 lalu, Menag Lukman Hakim Saifuddin melalui akun twitter pribadinya meminta masyarakat menghormati orang yang tidak puasa di bulan Ramadhan. 

“Warung-warung tak perlu dipaksa tutup. Kita harus hormati juga hak mereka yang tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa”. 

Hari Santri 2019

Hanya saja, oleh beberapa media diplesetkan menjadi: “Orang yang berpuasa harus menghormati orang yang tidak berpuasa”. Kata “juga” dibuang dari kalimat tersebut. Sontak, banyak netizen mengecam dan langsung memhardik mantan pengurus PP Lakpesdam NU tersebut.

Tentang statemen itu, ada dua hal yang ingin disampaikan Menag. Pertama, tak perlu ada paksaan untuk menutup warung di bulan puasa. Bila ada yang sukarela menutup warungnya, tentu perlu hormati. Namun muslim yang baik tak memaksa orang lain menutup sumber mata pencahariannya demi tuntutan menghormati yang sedang puasa. Saling menghormati adalah ideal, namun tidak saling paksa satu sama lain.

Kedua, kata ‘juga’ pada “kita harus hormati juga” secara implisit mengandung makna: selain menghormati yang sedang berpuasa, kita juga dituntut hormati hak mereka  yang tak wajib berpuasa dalam mendapatkan makanan atau minuman.  Ketika kalimat Menag itu diubah menjadi: “Kita harus hormati yang tak puasa”, tentu maknanya menjadi lain.

“Menghormati itu tindakan yang lebih mulia dibandingkan dengan dihormati. Tentu  semua orang sadar bahwa umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan, namun juga harus dimengerti ada sebagian saudara kita yang sedang tidak berpuasa. Umat Islam yang baik tentu tidak akan memaksa pihak lain menghormati dirinya, karena menghormati itu harus wujud kesadaran diri dari pihak lain. Lebih buruk lagi jika keinginan dihormati itu dilakukan dengan melakukan kekerasan. Orang puasa itu melaparkan diri untuk melatih menahan hawa nafsu. Lah merasa lapar kok marah-marah kepada orang lain yang dia inginkan harus menghormati puasanya. Cara-cara kekerasan harus dihindari,” kata Menag, seperti dikutip laman nujateng.com (13/6/2015).

Kemudian, secara qat’i (tegas), Allah SWT memberikan hak previlege setelah ayat perintah puasa. “....Maka jika diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin....” (Q.S. Al-Baqarah: 184).

Menghormati orang yang tidak puasa adalah sebuah keniscayaan, mengingat yang diperintahkan puasa hanyalah umat muslim saja. Pun demikian, masih ada istisna’ (pengecualian), Allah SWT membolehkan beberapa kategori orang untuk tidak berpuasa. Ini artinya juga boleh makan atau membuka warung bagi mereka yang “gugur” kewajiban puasa di bulan Ramadhan.

Hal ini, mestinya dipahami oleh para dai, pemeluk agama, apalagi ormas yang membawa simbol agama. Allah SWT menghendaki kemudahan bagi umatnya, dan tidak menghendaki kesukaran (Q.S. Al-Baqarah: 185). Meski demikian, tentu kita tidak boleh ngampangke (memudahkan) ajaran-ajaran Islam, termasuk kewajiban berpuasa. 

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Santri Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo, Jawa Tengah.



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Aswaja Hari Santri 2019

Senin, 04 Desember 2017

LTMNU Dorong Masjid Jadi Pusat Kesehatan

Cirebon, Hari Santri 2019. Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) terus bergiat ke berbagai daerah menyosialisasikan pentingnya pemberdayan masjid untuk kemaslahatan umat. Selain menangani urusan ubudiyah, masjid NU didorong menjadi pusat kesehatan umat.

Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menyampaikan, sudah semestinya masjid memenuhi harapan masyarakat atau jamaahnya. Harapan tersebut antara lain adalah teratasinya masalah pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

LTMNU Dorong Masjid Jadi Pusat Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Dorong Masjid Jadi Pusat Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Dorong Masjid Jadi Pusat Kesehatan

”Program aksinya dapat dilakukan lewat cara PCNU (Pengurus Cabang NU) bekerja sama dengan dinas kesehatan dan MWCNU (Majelis Wakil Cabang NU) bekerja sama dengan Puskesmas setempat,” tuturnya dalam Rapimda LTMNU Kota Cirebon, Rabu (13/2) petang, di Masjid Hijau Pegambiran, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Hari Santri 2019

Dengan demikian, lanjut Manan, masjid bisa meringankan beban jamaah melalui pelayanan kesehatan, seperti menggelar penyuluhan pola hidup sehat, mendirikan pos pelayanan terpadu (posyandu) dan klinik kesehatan.

Hari Santri 2019

”Jadi orang ke masjid tidak hanya pas waktu shalat dan meninggal saja. Masjid juga harus bisa menjadi rujukan orang sakit, sakit fisik maupun sakit rohani,” tuturnya.

Menurut Manan, revitalisasi peran masjid saat ini sangat dibutuhkan. Sebagaimana di zaman Nabi, masjid tak sekadar tempat bersujud, melainkan juga lokasi mencari solusi bagi aneka permasalahan di masyarakat.

Penulis Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Ka’bah Mean Time

Selama ini garis awal waktu (day date line) kita berkiblat ke Inggris. Kota Greenwich, yang letaknya dekat London, ditetapkan sebagai bujur 0 atau disebut Greenwich Mean Time (GMT). Setiap 15 derajat dari sana dihitung berbeda 1 jam dalam hitungan 24 jam. Perhitungan hari pun bermula dari bujur yang berjarak 180 derajat dari Greenwich.

Kenyataan ini dirasa patut mengusik kesadaran umat Islam, sekurang-kurangnya bagi keperluan ritual atau ibadah, untuk bersepakat menetapkan Ka’bah sebagai kiblat penetapan waktu; Ka’bah Mean Time. Caranya, kota Mekah yang terletak pada 40 derajat bujur timur itu ditetapkan sebagai bujur 0 derajat. Sehingga 180 derajat dari Mekah, yakni 140 derajat bujur barat dari Greenwich, ditetapkan sebagai garis awal batas tunggal. Dengan demikian, umat Islam sedunia dapat, misalnya, merayakan Idul Fitri atau Idul Adha pada hari yang sama.

Andaikan ide ini bisa diwujudkan, tentu Ka’bah kita akan semakin populer --meski sebenarnya tanpa itu pun, Ka’bah kita itu sudah jauh lebih populer dibanding dengan kota Greenwich. Hanya saja persoalannya, apa benar penetapan Kabah sebagai bujur 0 derajat akan berdampak positif bagi keperluan ritual, misalnya umat Islam sedunia bisa berhari raya pada hari yang sama?

Ka’bah Mean Time (Sumber Gambar : Nu Online)
Ka’bah Mean Time (Sumber Gambar : Nu Online)

Ka’bah Mean Time

Orang yang mengerti bahwa bola Bumi ini bulat dan mengerti bahwa umat Islam ada di mana-mana di seantero belahan Bumi yang bulat ini, tentu sulit mencema uraian tersebut di atas. Apakah hanya dengan menggeser day date line sejauh 40 derajat ke arah timur, atau lebih awal 2 jam 40 menit dari yang berlaku sekarang, umat Islam akan bisa berhariraya pada hari yang sama?

Orang yang memiliki sekelumit pengetahuan tentang ilmu falak atau ilmu hisab yang mengetahui bahwa awal bulan Hijriyah ditentukan berdasarkan kemunculan hilal di atas ufuk barat dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan day date line (garis batas tanggal) itu tadi, tentu akan geleng-geleng kepala menyimak ide Ka’bah Mean Time ini. Pindah-pindahkanlah posisi day date line itu ke mana suka, umat Islam di mana pun di belahan Bumi ini tidak akan pernah bingung tentang kapan saatnya mereka berhariraya karena pedoman untuk itu sudah konkret.

Umat Islam di satu belahan Bumi tertentu yang belum mengalami terbit hilal tidak akan memaksakan diri untuk berhariraya pada hari yang sama dengan umat Islam di belahan Bumi lain yang telah lebih dahulu mengalami terbit hilal. Sebab, Nabi SAW tidak memberi petunjuk demikian. Sedangkan sunnatullah mengenai gerakan bulan pada lintasannya mengakibatkan belahan bumi yang pertama kali mengalami terbit hilal selalu berubah setiap bulan.

Seandainya ide tentang Kabah Mean Time (KMT) ini bisa diterima secara internasional, kita umat Islam tentu saja ikut bangga. Kendati rasanya agak utopis, tetapi mari kita tunggu saja! Wallahu alam.

Hari Santri 2019

KH Abdul Salam Nawawi

Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah Hari Santri 2019

Sabtu, 02 Desember 2017

PBNU Dukung Hukuman Mati bagi Bandar Narkoba

Jakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memandang mafsadat gerakan para bandar narkoba mengingat posisi mereka sebagai sumber bencana. Dalam nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta, Jumat (15/1), PBNU menyatakan bahwa para bandar narkoba harus mendapatkan sanksi terberat, hukuman mati.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan, semua pihak terutama dalam hal ini BNN secara bersama-bersama menghadapi bahaya narkoba yang akan menghancurkan dan menghabisi generasi yang akan datang.

PBNU Dukung Hukuman Mati bagi Bandar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Hukuman Mati bagi Bandar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Hukuman Mati bagi Bandar Narkoba

“Jelas, Al-Qur’an telah dengan tegas menjelaskan bahwa orang-orang yang merusak kehidupan tatanan di muka bumi harus dibunuh, disalib, dipotong dua tangan, dipotong dua kakinya atau dibuang ke laut,” tegas Kang Said.

Ia melanjutkan bahwa hukuman mati layak untuk orang-orang yang memang berbisnis narkoba untuk mengeruk keuntungan materi yang besar dengan mengorbankan nasib bangsa.

Hari Santri 2019

Semua harus tegas menindak terutama pihak yang berwajib, ujar pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini.

Kalau hanya pengguna narkoba, negara harus memaafkannya. Mereka adalah korban yang harus diselamatkan untuk direhabilitasi dan dipulihkan, tandas Kang Said. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta, Khutbah Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Jumat, 01 Desember 2017

Dua Kesebelasan ini Perebutkan Tiket 32 Seri Nasional Zona Sumbar

Jakarta, Hari Santri 2019 - Pertandingan final Liga Santri Nusantara Regional Sumatera IV yang meliputi Sumatera Barat dan Bengkulu akan berlangsung di Stadion Semarak Bengkulu pada 5 Oktober 2016. Pada laga final Regional Sumatera IV ini, tim Pesantren Darul Ulum sebagai pemanang zona Padang bertemu dengan tim Pesantren Hidayatullah sebagai pemenang zona Bengkulu.

Sebelumnya kesebelasan Pesantren Hidayatullah berhasil menyingkirkan kesebelasan Pesantren Darun Naja dalam babak penyisihan di Stadion Semarak Bengkulu dengan skor 1-0, Sabtu (24/9).

Dua Kesebelasan ini Perebutkan Tiket 32 Seri Nasional Zona Sumbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kesebelasan ini Perebutkan Tiket 32 Seri Nasional Zona Sumbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kesebelasan ini Perebutkan Tiket 32 Seri Nasional Zona Sumbar

Sedangkan kesebelasan Pesantren Darul Ulum berhasil lolos ke babak final setelah melakoni pertandingan semi kompetisi pada pertandingan pertama tim Darul Ulum melawan tim kesebelasan Pesantren Tanjung Barulak dengan skor 2-0.

Hari Santri 2019

Pada pertandingan kedua kesebelasan Darul Ulum melawan tim Darul Maruf dengan skor 0-0 dengan menang agregat 1 poin.

Hari Santri 2019

Pertandingan yang berlangsung di lapangan Elang Dirgantara AURI Padang Selasa (27/09) itu berjalan cukup ketat. Kedua tim tampil saling menekan. Namun sampai babak turun minum tidak ada gol terjadi.

Pada babak babak kedua kesebelasan Pesantren Darul Maruf hampir memenangi permainan. Pada menit ke-66 peluang gol terjadi setelah hendrik, pemain depan Darul Maruf lepas dari pengawalan pemain belakang Darul Ulum dengan posisi yang bebas berhadapan dengan kipper. Namun tendangan kerasnya masih dapat ditangkap dengan baik.

Saat peluit panjang dibunyikam bertanda kesebelasan Pesantren Darul Ulum dinyatakan sebagai pemenang. Pendukung fanatiknya langsung memenuhi lapangan dengan meluapkan kegembiraan.

Penanggung jawab Zona Padang Pebby Dato Bangso segera menenangkan massa dengan menginformasikan prosesi penutupan. Juara Zona padang mendapat uang pembinaan sebesar 1.500.000.

"Uang pembinaan ini untuk persiapan melakukan pertandingan final region melawan pemenang Zona Bengkulu," kata Pebby.

Menurut Koordinator Region Sumatera IV Herliando, kesebelasan Pesantren Hidayatullah Bengkulu dan kesebelasan Pesantren Darul Ulum Padang akan bertanding untuk memperebutkan juara Region VI Sumatera Barat.

"Yang dinyatakan sebagai pemenag, akan diutus mengikuti seri LSN nasional," kata Herli. Herli memberikan bocoran bahwa Liga Santri Nusantara seri 32 nasional rencananya akan berlangsung di DI Yogyakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Makam, Khutbah Hari Santri 2019

Rabu, 15 November 2017

Habib Luthfi Jelaskan Derajat Shalawat

Klaten, Hari Santri 2019. Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya memberikan wejangan kepada para jamaah tentang keutamaan shalawat.

Wejangan disampaikan dalam kegiatan bertema “Dengan Peringatan Maulidurasul SAW Kita Wujudkan JATMAN Sebagai Perekat Bangsa Demi Kokohnya Negeri” diselenggarakan akhir pekan lalu (18/5) di Masjid Raya Klaten.

Habib Luthfi Jelaskan Derajat Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Jelaskan Derajat Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Jelaskan Derajat Shalawat

“Saya kagum terhadap satu ayat yang mengangkat kebesaran Nabi Muhammad saw dan memerintahkan untuk membaca shalawat,” tutur Habib Luthfi, sebentar kemudian ia membacakan ayat al-Qur’an yang berisi perintah sholawat.

Hari Santri 2019

“Allah SWT memerintahkan shalat, tapi Allah tidak shalat. Juga perintah zakat, Allah juga tidak menjalankannya. Tapi perintah Shalawat ini, Allah ikut bershalawat, itu tingkat perbedaan yang sangat jauh,” jelas ulama kharismatik asal Pekalongan itu.

Menurutnya, ayat itu juga merupakan bentuk kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad saw. Kemuliaan yang membedakan beliau dengan makhluk yang lain.

Hari Santri 2019

“Segala sesuatu yang diciptakan Allah tidak diciptakan percuma, semuanya juga memiliki kelebihan tersendiri, yang membedakan satu dengan yang lain.”

“Maka tidak mustahil kalau Allah memberi kemuliaan (perintah sholawat) ini kepada Kanjeng Nabi,” tegasnya.

Acara yang dihadiri ribuan jamaah ini, juga turut dihadiri para ulama diantaranya Habib Ali Zaenal Abidin As Segaf, KH Ahmad Masroni (Gunungpati), KH Adib Zain (Sukoharjo), KH M Zahid (Klaten), KH Abdullah Sa’ad (Solo) dan juga Bupati Klaten, H Sunarna SE.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pendidikan, Nahdlatul, Khutbah Hari Santri 2019

Minggu, 12 November 2017

Muslimat NU Pertanyakan Jaminan Sosial di Pesantren, Madrasah, dan Panti Asuh

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa membuka diskusi terbatas perihal implementasi perlindungan sosial oleh pemerintah di komunitas pesantren, madrasah, serta panti asuhan. Muslimat NU menilai layanan sosial terutama pendidikan dan kesehatan pemerintah selama ini belum menyasar tiga lembaga pendidikan potensial tersebut.

Pada diskusi yang terselenggara atas kerja sama Muslimat NU dan Network For Education ? Watch (NEW) Indonesia, Hj Khofifah mengutip pembukaan UUD 1945 dan sejumlah pasal yang menyebut negara sebagai penjamin hak-hak pendidikan dan pelayan kesehatan bagi warganya.

Muslimat NU Pertanyakan Jaminan Sosial di Pesantren, Madrasah, dan Panti Asuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Pertanyakan Jaminan Sosial di Pesantren, Madrasah, dan Panti Asuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Pertanyakan Jaminan Sosial di Pesantren, Madrasah, dan Panti Asuh

“Peserta didik madrasah sebagai satuan pendidikan berciri khas agama Islam baik MI, MTS, maupun MA lebih didominasi penduduk berstatus sosial ekonomi rendah. Demikian halnya dengan pesantren. Sementara panti asuh menampung, membimbing, dan mendidik anak yatim, yatim piatu, serta anak terlantar,” kata Khofifah, Rabu (1/10).

Hari Santri 2019

Mereka secara umum tidak mendapatkan berbagai program perlindungan sosial, baik kesehatan, pendidikan maupun bantuan sosial lainnya. Sementara UUD 1945 menyebut segenap warga indonesia berhak mendapatkan layanan sosial baik pendidikan maupun kesehatan.

Hari Santri 2019

“Sejumlah program bantuan sosial ? pemerintah seperti BOS, BSM, CSR dari perusahaan BUMN maupun swasta, atau pos bantuan sosial yang melekat di beberapa kementerian seperti Pendidikan, Kemenag, Sosial, UKM, Daerah Tertinggal, Kesehatan, BUMN, perlu dialihkan untuk kebutuhan kemajuan pendidikan di pesantren, madrasah dan panti asuh,” terang Khofifah di lokasi diskusi Hotel Sofyan, Jakarta.

Perlindungan dan bantuan sosial pemerintah selama ini, kata Khofifah, masih belum mencakup seluruh penduduk Indonesia. Semua itu masih terbatas diakses pekerja sektor formal seperti PNS, TNI, dan POLRI. (HM Misbahus Salam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Halaqoh, Khutbah, Humor Islam Hari Santri 2019

Jumat, 10 November 2017

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Oleh: Ngabdulloh Akrom

Ba’da isya’ (26/09) ratusan orang sudah berkumpul di kediaman Gus Dur, Ciganjur. Semua orang lintas etnis dan agama, berkumpul dalam satu wadah demi memperingati 1000 hari Gus Dur.

Kata “memperingati” memiliki kata dasar ingat dengan awalan me- dan akhiran –i, dimana dalam hal ini menjadi sebuah upaya untuk mengenang atau membuka lembaran-lembaran lama tentang Gus Dur. Bagi saya—tentu ini sangat sujektif—Gus Dur ibarat batu kristal yang memiliki banyak sisi. Pada setiap sisi yang kita dekati, selalu saja ada keindahan tersendiri. Ya. Itulah Gus Dur dengan segala keluar-biasaan dalam keterbiasaannya.

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Malam itu kita diajak mengenal Gus Dur melalui pendekatan Budaya. Pagelaran wayang semalam suntuk sengaja diadakan keluarga ndalem. Alissa Wahid, Putri sulung Gus Dur, menceritakan bagaimana kecintaan Gus Dur terhadap budaya, wayang khususnya. Dulu saat mbak Alissa masih duduk di bangku perkuliahan di Yogyakarta, setiap Gus Dur datang ia wajib memberi ‘upeti’ berupa satu set kisah pewayangan. Begitu seterusnya hingga mbak Alissa selesai kuliah. Ia diberi tanggungan membelikan kaset kisah pewayangan lengkap yang dibawakan berbagai dalang.

Hari Santri 2019

Berbeda dengan pejabat jaman sekarang yang menenteng koper kemana-mana, Gus Dur hanya membawa kaset-kaset wayang beserta tape rekorder. Wajar jika dulu ia sempat ditunjuk sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta. Satu di antara sebabnya jelas karena rasa cintanya terhadap kebudayaan.

***

Malam semakin larut. Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memberikan tugas kepada Enthus Susmono untuk segera menjalankan tugasnya sebagai dalang. Kisah punya kisah, konon beberapa hari sebelum Gus Dur wafat, Ki Enthus sempat diminta almarhum mengangkat cerita Kumbokarno Gugur disebuah pagelaran wayang di suatu daerah di Jawa Timur.

Hari Santri 2019

Itulah kenapa, Ki Enthus memilih lakon cerita Kumbokarno Gugur dalam pagelaran semalam. Memang tidak sedikit orang mengidentik dengan Kumbokarno dengan Gus Dur. Selain keduanya memiliki rasa nasionalis yang tinggi, persamaan lainnya adalah keduanya suka tidur. Masih membekas dalam ingatan kita bagaimana Gus Dur memimpin rapat peripurna DPR RI. Saat sidang paripurna usai, Gus Dur masih tertidur. Orang di sebelahnya membangunkan sembari bertanya bagaimana Gus Dur punya pendapat. Dengan ringan Gus Dur mengeluarkan jawaban yang akhirnya membuat para hadirin kebakaran jenggot, “Anggota-anggota DPR saat ini kayak anak TK.” Serta bagaimana Gus Dur membantu "adiknya" (Gus Mus) mengerjakan soal bahasa Prancis, sementara saat Gus Mus belajar, Gus Dur selalu tidur?

Begitu juga dengan tidurnya (tapa brata) Kumbokarno. Meski tak pernah turun gunung menyambangi saudaranya di Alengka, ia tahu apa saja yang terjadi meski dalam kondisi tidur. Ia tahu bagaimana Pamannya meninggal dalam peperangan. Ia tahu bagaimana Rahwana mengadu domba antara Sugriwa dengan Subali.

Ki Entus menceritakan bagaimana dua begawan tersebut tidur. Jika Gus Dur tidur dengan mendengarkan gendhing karawitan. Kumbokarno melakukannya dengan mendengarkan shalawatan. Akan tetapi keduanya tertidur dalam keadaan pasrah terhadap Dzat dimana semua berasal dan berakhir. Eling.

Sudah menjadi rahasia umum bagaimana sikap nasionalis Kumbokarno. Ia berperang bukan karena Alengka yang ditawarkan Rahwana, bukan melakukan pembelaan terhadap kedzaliman, serta tidak untuk membalas kematian dua puteranya. Kumbokarno menyambut garis takdir yang harus ia lalui. Maju dan gugur di medan peperangan sebagai kesatria.

Hal lain yang patut dijadikan pelajaran; walaupun Kumbokarno paham betul tindak-tanduk kakaknya yang semena-mena, ia tetap menghormati Dasamuka sebagai saudara tua. Bahkan sebelum berangkat ke gelanggang peperangan, ia tetap memohon restu dengan sungkem kepada kakaknya.

***

Dari sejak dibuat, kisah pewayangan memang selalu begitu. Ketika pagelaran dimulai, kita sudah bisa menebak siapa tokoh protagonis dan antagonisnya. Kita sudah tahu bagaimana akhir dari kisah terbut. Yang benar selalu menang melawan kebatilan. Klise memang. Tapi kenapa selalu saja ada yang menanggap wayang? Selain ingin melakukan pelestarian budaya, kelihaian dalang dalam melakukan improvisasi, menyelipkan problematika hidup saat ini, entah masalah Sosial, Ekonomi, Politik, kebermasyarakatan, hingga urusan dapur, kasur dan sebagainya.

Masalah politik misalnya, melalui tokoh Mbelong, Entus mendikte Rahwana tentang seni memimpin. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi rakyatnya. Sebab jabatan merupakan amanat. Sifatnya hanya sementara. Jika semasa menjadi pemimpin tak pernah peduli kepada rakyat, maklum kelak saat lengser dan bukan lagi siapa-siapa, di kalangan orang kecil akan dipandang kecil, hina bahkan dina. Wallahua’lam.[cw]

 

Ujung Jakarta, 2012/09/27

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Meme Islam Hari Santri 2019

Jumat, 20 Oktober 2017

Habib Syech Pimpin Ribuan Warga Gemakan Ya Lal Wathan

Metro, Hari Santri 2019. Ribuan warga memenuhi Lapangan Mulyojati Kota Metro, Lampung, Kamis (20/4). Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf hadir di Lampung dalam rangka Nusantara Bershalawat yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Quran Kota Metro.

Habib Syech Pimpin Ribuan Warga Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Pimpin Ribuan Warga Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Pimpin Ribuan Warga Gemakan Ya Lal Wathan

Gelaran Akbar ini merupakan ungkapan wujud syukur atas telah dua windu berdirinya Pondok Pesantren Penghafal Quran Asuhan KH Ali Qomaruddin Al-Hafidz ini. Sesaat setelah Habib Syech naik panggung, ia mengajak seluruh jamaah yang berasal dari seluruh penjuru Provinsi Lampung mengumandangkan lagu karya KH Wahab Hasbullah, Ya Lal Wathan.

Seluruh Jamaah pun larut serta dengan semangat melantunkan lagu yang syairnya berisi tentang cinta tanah air tersebut. Setelah lagu tersebut, lagu tentang Nahdlatul Ulama juga digemakan oleh Habib asal Solo ini dan diikuti oleh para syekhermania, Group Pecinta Habib Syech.

Ribuan Bendera merah putih dan Bendera NU dalam berbagai ukuran nampak dikibar-kibarkan oleh para syekhermania ditengah ribuan jamaah yang hadir.

Nasionalisme dan Suasana Religius juga terasa sekali dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya dan banyak syair shalawat pada acara yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus Syekhermania Provinsi Lampung ini.

Hari Santri 2019

Pada kesempatan tersebut Habib Syech berharap shalawat dapat terus dikumandangkan di Bumi Lampung Ruwai Jurai. Dengan syafaat Rasulullah melalui shalawat Nabi, Ia juga mendoakan seluruh warga Provinsi Lampung diberikan keberkahan dalam hidup.

Wabilkhusus, Habib Syech juga mendoakan para santri di Pondok Pesantren Asuhan Ketua PCNU Kota Metro yang berjumlah lebih dari seribu santri tersebut bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Hari Santri 2019

Hal ini diamini oleh Mustasyar PCNU Kota Metro KH. Syamsuddin Tohir yang memberikan mauidzotul hasanah disela-sela kegiatan shalawat tersebut. Ia mengingatkan Pentingnya memiliki anak yang sholeh dan sholehah yang mendoakan orang tuanya.

"Tidak ada orang yang melebihi bahagianya orang tua yang memiliki anak sholeh dan sholekhah," tegas Kiai yang juga pernah menjadi Rais Syuriyah Kota Metro ini. Anak yang sholeh lanjutnya, akan senantiasa mengirimkan doa bagi orang tuanya baik selama hidup didunia dan juga saat sudah berada di alam qubur.

"Jika ingin menjadikan anak yang sholeh dan sholekhah, Pesantren Raudlatul Quran jawabannya," pungkasnya. Menutup Kegiatan yang bertema Bershalawat Untuk Merekatkan Bangsa ini kembali Habib Syech dan Seluruh Jamaah bersama-sama melantunkan lagu Ya Lalwathan. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Meme Islam Hari Santri 2019

Minggu, 24 September 2017

Mendikbud Minta Pesantren Siapkan Diri Hadapi Globalisasi

Jakarta, Hari Santri 2019

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan menyatakan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam mendidik masyarakat sejak sebelum era kemerdekaan. Ke depan, pesantren harus terus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Mendikbud Minta Pesantren Siapkan Diri Hadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Minta Pesantren Siapkan Diri Hadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Minta Pesantren Siapkan Diri Hadapi Globalisasi

“Kalau orang miskin, mungkin tidak marah, tetapi kalau orang kalah, bisa marah,” katanya kepada Kiai Said Aqil Siroj ketika berkunjung ke Gedung PBNU, Rabu (3/2).

Secara tersirat ia menyampaikan tantangan bangsa Indonesia yang semakin besar dengan semakin terbukanya dunia, harus bersaing dengan SDM dari negeri Vietnam, Filipina, dan lainnya. Jika tidak disiapkan dari saat ini dan kemudian kalah dalam persaingan maka akan menimbulkan berbagai gejolak, salah satunya sikap nasionalisme sempit.

Hari Santri 2019

Ia juga menyampaikan pentingnya mendidik masyarakat untuk mampu bersikap kritis, bukan hanya soal radikalisme, tetapi juga tawaran-tawaran yang tidak masuk akal seperti keuntungan investasi dengan modal 10 juta menjadi 15 juta dalam beberapa bulan saja. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Khutbah, Makam, Cerita Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock