Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

KH Anwar Zahid: Islam Bukan Agama Fenomena

Waykanan, Hari Santri 2019. Islam bukan agama fenomena yang hanya diamalkan dan dimunculkan dalam waktu-waktu tertentu saja. Karena itu, untuk menjadi Islam harus istiqomah dan kontinu, jangan temporer.

KH Anwar Zahid: Islam Bukan Agama Fenomena (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Anwar Zahid: Islam Bukan Agama Fenomena (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Anwar Zahid: Islam Bukan Agama Fenomena

Demikian disampaikan KH Anwar Zahid saat mengisi pengajian di lapangan Kampung Serdang Kuring Kecamatan Bahuga Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung yang dihelat Lembaga Persatuan Tokoh Islam (LPTI) Walisongo, Selasa (7/4).

Pengasuh Pondok Pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafiiyah Bojonegoro Jawa Timur itu menambahkan, Islam itu harus kafah atau menyeluruh, dari bangun sampai tidur, ucapan, perilaku, tingkah lakunya harus bernapaskan nilai-nilai ajaran Islam.

Hari Santri 2019

"Dari ujung rambut atau the unyeng-unyeng, sampai ujung kaki atau the tungkak harus melaksanakan nilai-nilai ajaran Islam, bukan hanya menonjolkan simbol-simbol Islam," tegas alumni Ponpes APTQ Sampurnan Bungah, Gresik, Jatim ini.

Hari Santri 2019

Menurutnya, agama itu harus digendong, seperti apa yang dikatakan Mbah Surip dalam lagunya, harus senantiasa digendong kemana-mana. Kenapa orang keliru, korupsi merajalela, ini karena agama tidak digendong. 

“Apa lanjutnya kata Mbah Surip? Enak tho? Manteb tho?" terang Kiai Anwar.

Hadir pada kegiatan itu, Ketua PCNU Waykanan, KH Nur Huda, Ketua DPRD Waykanan Raden Adipati Surya, Ketua TP PKK Dr Rina Marlina, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gino Vanollie. Terlihat pula puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) terlibat mengamankan lokasi dan kegiatan. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Pendidikan Hari Santri 2019

Rabu, 07 Februari 2018

Diresmikan, Klinik Kesehatan NU Lumajang Langsung Beroperasi

Lumajang, Hari Santri 2019. Klinik kesehatan milik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang telah lama digadang-gadang warga akhirnya terwujud.

Diresmikan, Klinik Kesehatan NU Lumajang Langsung Beroperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Diresmikan, Klinik Kesehatan NU Lumajang Langsung Beroperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Diresmikan, Klinik Kesehatan NU Lumajang Langsung Beroperasi

Prosesi peresmian klinik tersebut dilakukan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Kamis (19/3), dan disaksikan ribuan warga NU, Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur H Thoriqul Haq, Bupati Lumajang H Asat Malik beserta jajaran muspida kabupaten, dan para pimpinan partai politik Lumajang.

Dengan ditandatanganinya prasasti oleh Wakil Gubernur Jatim dan Bupati Lumajang, klinik NU langsung beroperasi. Terdapat 8 kamar dengan 8 bed untuk rawat inap, 2 bed unit gawat darurat, dan sebuah ambulance siap dijalankan. Ada 3 orang dokter yang siap melayani pasien dibantu 11 perawat dan 7 bidan.

Hari Santri 2019

Dalam acara yang diadakan di halaman Masjid Al Kautsar depan kantor PCNU setempat itu, Thoriqul Haq selaku ketua Komisi C DPRD Jatim menyerahkan bantuan dana 15 juta rupiah dan sebuah sepeda motor untuk kegiatan operasional klinik baru. Sementara Bupati Lumajang turut menyumbang sebesar 10 juta rupiah.

Hari Santri 2019

Ketua PCNU Syamsul Huda menyampaikan terima kasih terutama kepada H Thoriqul Haq, warga NU asli Lumajang, yang ikut memprakarsai berdirinya klinik sejak awal. Tahun anggaran 2015 Provinsi Jatim melalui APBD akan membantu 1 Miliar.

Ke depan, PCNU merencanakan pengembangan klinik menjadi sebuah rumah sakit NU dengan pembebasan lahan di belakang klinik. Hingga saat ini sudah terkumpul donasi warga sebesar 460 juta.

Gus Ipul berharap kekurangan dana bisa segera teratasi dengan keterlibatan Bupati Lumajang yang juga ketua MWCNU di salah satu kecamatan setempat.

“Dimana-mana pemimpin itu, termasuk bupati, harus komunikasi. Teko-muni-kasih (datang-bicara-memberi),” sentil Gus Ipul kepada bupati disambut gerr hadirin. “Jangan berlagak datang-bicara-langsung pergi (tidak memberi bantuan),” lanjutnya disambut tawa hadirin yang kian ramai. (Saiful Ridjal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

Jangan Gunakan Simbol NU di Pilgub Jatim

Surabaya, Hari Santri 2019. Perhelatan pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur akhir bulan ini hendaknya tidak sampai membawa atribut NU. Hal ini sebagai konsekuensi dari sikap netral NU dalam kegiatan politik praktis.

Jangan Gunakan Simbol NU di Pilgub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Gunakan Simbol NU di Pilgub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Gunakan Simbol NU di Pilgub Jatim

Pesan ini disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj saat berada di Surabaya, Kamis (22/8). Kiai Said hadir dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur masa khidmat 2013-2018.

“NU-nya netral tapi kalau warga NU ya harus ikut dan mensukseskan Pilkada,” katanya. ? “Tapi jangan menggunakan simbol NU untuk kampanye memenangkan calon gubernur,” tegasnya.?

Hari Santri 2019

Dia menjamin organisasinya akan tetap netral dan berharap Pilgub Jatim berjalan lancar sampai selesai nantinya.?

“Saya mendoakan Pilgub Jatim aman, sukses. Yang jadi semoga yang benar-benar diridhoi oleh Allah. Saya yakin semua calon menginginkan Jawa Timur maju, sejahtera dan jaya,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Terkait merebaknya kampanye hitam (black campaign) dalam Pilgub yang sudah mulai terjadi, Kiai Said menilai hal-hal semacam itu selalu ada. “Dimana-mana dan kapanpun yang namanya black campaign, sms dan surat kaleng akan selalu ada. Ngga usah dianggap pentinglah,” tandasnya.

Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah juga mengingatkan para pengurus dan warga NU untuk turut serta mensukseskan perhelatan pemilihan gubernur tersebut. Namun demikian, Kiai Mutawakkil menandaskan bahwa secara organisasi PWNU Jatim akan menjaga netralitasnya.?

“Ini sebagai manivestasi dari diambilnya keputusan bahwa NU kembali ke Khittah 1926 seperti keputusan Muktamar ke-28 NU di Situbondo,” terangnya.

Namun demikian, NU tetap memberikan panduan kepada warganya untuk memilih dan menggunakan hak konstitusi secara benar dan bertanggung jawab. “Petunjuk itu telah diputuskan pada Muktamar ke-29 di Krapyak yang mengeluarkan sembilan pedoman berpolitik bagi warga NU,” ungkapnya.

Secara khusus, Kiai Mutawakkil membacakan sejumlah butir dari keputusan tertinggi tersebut. Yang menjadi penekanan adalah pada poin pertama, kelima serta ketujuh.?

“Berpolitik bagi Nadlatul Ulama haruslah dilakukan dengan kejujuran nurani dan moral agama, konstitusional, adil, sesuai dengan peraturan norma-norma yang disepakati serta dapat mengembangkan mekanisme musyawarah dalam memecahkan masalah tersebut,” kata Kiai Mutawakkil.

Karena itu Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini menandaskan sembari mengutip butir ketujuh dari keputusan tersebut yakni, “Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama dengan dalih apapun tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah-belah persatuan,” katanya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, Doa, RMI NU Hari Santri 2019

Sabtu, 13 Januari 2018

Tiga Hal Ini yang Perlu Diperkuat PMII

Sukabumi, Hari Santri 2019 - Di tengah arus globalisasi dan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus memperkuat tiga hal. Diantaranya, memperkuat karakter yang jelas yaitu Ahlusunnah wal-Jamaah (Aswaja).

“Jika karakter pondasi Aswaja kita tidak diperkuat maka kita akan mudah tergusur,” ungkap Sekretaris Pengurus Besar PMII Rizavan Shufi Thoriqi pada pelantikan Pengurus Cabang PMII Kabupaten Sukabumi di gedung Baznas Cisaat, Sukabumi,? Jawa Barat Rabu (27/4).

Tiga Hal Ini yang Perlu Diperkuat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Ini yang Perlu Diperkuat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Ini yang Perlu Diperkuat PMII

Supaya memiliki karakter yang jelas tersebut, kata dia, PMII melakukan penguatan kebijakan organisasi di bidang Aswaja. Diantaranya yaitu PMII mengisi ruang-ruang kegiatan keagamaan di kampus, masjid, mushala dan juga pesantren.

Hari Santri 2019

Sebagai upaya menghadapi MEA, lanjut dia, kader PMII harus berdaya saing, mampu menguasai teknologi dan informasi, serta harus mempunyai kreativitas yang tinggi.

Ketua Cabang PMII Sukabumi Ade Opa Mustopa mengatakan, PMII adalah organisasi yang konsisten dalam menjalankan Islam Ahlusunnah wal-Jama’ah yaitu ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW, diteruskan para sahabatnya, ulama-ulama yang terjaga sanadnya sampai sekarang.

Hari Santri 2019

“PMII menjadi generasi penerus para ulama, penerus untuk melestarikan ajaran Ahlusunnah wal-Jamaah,” tegasnya.

PMII, kata dia, akan selalu melakukan gerakan untuk perubahan dan mengkritik kebijakan pemerintah atas ketidakadilan, korupsi dan perusakan alam. “Maka dari itu PMII akan menjadi garda terdepan untuk memberikan spirit moralitas kepada bangsa ini,” tambahnya.

Pengurus Cabang dilantik Ketua Mabincab Kabupaten Sukabumi KH Hamdun Ahmad. Ia berpesan kepada kepengurusan yang baru supaya bekerja untuk menjalankan amanat dan bekerja yang lebih baik.

Selain pelantikan, dilanjutkan dengan rapat kerja cabang (Rakercab) dengan tema "Membangun keutuhan dan kekuatan elemen bangsa demi mewujudkan kehidupan yang berdaulat”.

Hadir pada kesempatan itu perwakilan dari PB PMII, PKC PMII Jawa Barat, PC Kabupaten Bogor, PC Kota Sukabumi, dan PC Kabupaten Cianjur. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Hikmah Hari Santri 2019

Selasa, 02 Januari 2018

MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran

Moskow, Hari Santri 2019

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-8 di Moskow, Rusia, telah ditutup pada Senin (8/10) kemarin dengan pemenang pertama dalam kategori tilawah adalah Mohammed Sajjad Jandami dari Iran, dan Abdullah Ali Akbar dari Kyrgyzstan pemenang pertama dalam kategori hafal Al-Qur’an.



MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Internasional Moskow Dimenangi Iran

MTQ yang diprakarsai oleh Dewan Fatwa Rusia diikuti sebanyak 60 qari’ dan qari’ah dari Rusia dan sejumlah negara seperti Iran, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, Ukraina, Turkey, Iran, India dan Azerbaijan ikut serta dalam lomba tersebut.

Para pemenang memperoleh hadiah uang tunai yang disediakan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi dan Kedubes Kesultanan Oman di Moskow.

Hari Santri 2019

Menurut Ketua Dewan Hakim MTQ, Ainuddin, kategori penilaian dalam perlombaan baca kitab suci umat Islam itu adalah kefasehan tajwid (cara membaca Al-Qur’an), hafalan, tartil (lagu), dan penampilan.(ant/nur/irna)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Pertandingan, RMI NU Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Minggu, 31 Desember 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Raih Penghargaan SPKL Peringkat Pertama

Sidoarjo, Hari Santri 2019. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo meraih penghargaan Status Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPKL) peringkat pertama dari Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, berdasarkan peraturan Bupati nomor 33 tahun 2015 dan periode penilaian SKPL 2016.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Raih Penghargaan SPKL Peringkat Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Raih Penghargaan SPKL Peringkat Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Raih Penghargaan SPKL Peringkat Pertama

Penghargaan tersebut diberikan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, kepada Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr Hidayatullah, pada malam resepsi Hari Jadi Sidoarjo ke-158 di alun-alun Sidoarjo, Rabu (1/2) malam.

"Jujur penghargaan ini agak menyentuh sisi emosional saya. Karena begitu sulit dan rumitnya dalam mengelola limbah. Kami pernah mengalami masa-masa sulit dalam mengelola limbah medik kami. Dan alhamdulillah, ada berkah di balik itu. Kami meraih award yang luar biasa ini, mengalahkan Rumah Sakit dan perusahaan-perusahaan besar lainnya," kata dr H Hidayatullah kepada Hari Santri 2019.

Dokter spesialis saraf itu mengapresiasi seluruh kinerja staf dan karyawan RSI Siti Hajar. Pasalnya, mengelola limbah medik itu tidak mudah dan sangat rumit. Meski begitu, alhasil RSI Siti Hajar Sidoarjo mendapatkan penghargaan perusahaan terbaik dalam mengelola limbah di Kabupaten Sidoarjo.

Hari Santri 2019

"Teman-teman saya di RSI Siti Hajar memang luar biasa. Award ini akan memacu kami lebih baik lagi. Dan ini sesuai dengan program kami menjadikan RSI Siti Hajar sebagai "Rumah Sehat" (bukan sekedar rumah sakit). Menjadi rumah bukan hanya buat orang sakit, tetapi juga menjadi rumah bagi orang sehat dan menjadi Rumah Sakit yang mendukung program kesehatan lingkungan hidup," ujar dr Dayat.

Sementara itu menurut Kepala ruangan penyehatan lingkungan RSI Siti Hajar Sidoarjo, Ning Ana Sumari, menyatakan bahwa, selama lima tahun mengikuti program Badan Lingkungan Hidup (BLH) tentang lingkungan hidup, baru tahun ini, RSI Siti Hajar Sidoarjo mendapatkan penghargaan.

Ia menjelaskan bahwa, yang menjadi kendala tidak masuk kategori taat selama mengikuti program BLH itu karena NH3 (Amoniak) sering tinggi sehingga tidak kena taat. Selain itu, ijin pengolahan limbah belum turun.

"Alhamdulillah, setelah kita mendapatkan ijin dari BLH dan mempunyai TPS akhirnya kita masuk kategori taat dan mendapatkan penghargaan ini. Perasaan saya lega karena sudah lima tahun mengikuti dan baru sekarang masuk kategori taat," ucapnya dengan nada gembira. (Moh Kholidun/Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Ulama, News Hari Santri 2019

Kamis, 28 Desember 2017

Visi dan Misi, Pertimbangan Utama dalam Memilih Gubernur

Jakarta, Hari Santri 2019. Usep S Ahyar dari Populi Center, lembaga survey dan kebijakan Publik menyampaikan, hasil survey yang dilakukan pada September lalu menghasilkan temuan bahwa faktor yang paling dominan dalam memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada DKI Jakarta adalah kesukaan calon pemilih terhadap visi dan misi, serta program yang diusung pasangan calon.?

“Sedangkan faktor kesamaan agama hanya memberi kontribusi sebesar 5 persen,” kata Usep dalam diskusi Perspektif Jakarta yang digelar di Gedung PBNU, Rabu (12/10).

Visi dan Misi, Pertimbangan Utama dalam Memilih Gubernur (Sumber Gambar : Nu Online)
Visi dan Misi, Pertimbangan Utama dalam Memilih Gubernur (Sumber Gambar : Nu Online)

Visi dan Misi, Pertimbangan Utama dalam Memilih Gubernur

Dalam survey yang melibatkan 400 orang ini, juga ditemukan bahwa 48 persen pemilih berpendapat bahwa gubernur dan wakil gubernur boleh beragama apa saja. Yang menginginkan gubernur dan wakil gubernur harus satu agama mencapai 40 persen.

Temuan lain adalah, 49.8 persen pemilih di Jakarta tidak keberatan jika dipimpin oleh gubernur non-Muslim sedangkan yang keberatan mencapai 46 persen.?

Hari Santri 2019

Mengingat dalam Pilgub Jakarta ini ada bakal calon yang berasal dari etnis Tionghoa, yaitu Basuki Cahaya Purnama, Populi Center juga menanyakan kepada responden, apakah mereka keberatan jika dipimpin oleh gubernur beretnis Tionghoa, 53.2 persen tidak keberatan sedangkan yang keberatan mencapai 40.7 persen.?

30.2 persen publik Jakarta menginginkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur bebas dari korupsi. Karena itu, jika selama masa pilkada ini ada pasangan calon yang terbukti korupsi, maka 55.5 persen pemilih akan merubah pilihannya.?

Hal yang menjadi perhatian kami ini termasuk kampanye hitam. Usep menjelaskan kampanye hitam adalah kampanye untuk menjatuhkan lawan politik pada isu-isu yang tidak berdasar. Hal ini berbeda dengan kampanye negatif yang menyampaikan kelemahan-kelemahan lawan politik melalui isu-isu negatif, tetapi dengan fakta yang benar, baik itu track record atau kasus-kasus yang dilaluinya.

“Berbeda dengan kampanye hitam, kampanye negatif justru menghidupkan demokrasi dan pendidikan politik yang dikandungnya. Mengapa demikian? Dalam kampanye negatif, informasi yang dikemukakan adalah suatu kenyataan dan mampu dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dari temuannya dalam survey yang menunjukkan bahwa masyarakat lebih mengutamakan visi dan misi pasangan calon, ia mengambil kesimpulan bahwa masyarakat pemilih di Jakarta sudah menuju pada pemilih yang lebih rasional.?

Hari Santri 2019

Namun demikian, kampanye hitam juga akan memunculkan ketegangan politik dan kebencian yang tak berujung. “Stigma negatif terus disematkan pada kelompok tertentu dan pihak-pihak yang mendukung. Pada akhirnya aapriori masyarakat pada pemilu dan demokrasi,” imbuhnya. ?

Ia berharap agar ada penyikapan secara serius dari penyelenggara pemilu. “Celah-celah yang memungkinkan kampanye hitam ini muncul harus segera dicarikan solusinya, disertai dengan pengawasan yang lebih ketat,” tegasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, RMI NU, Humor Islam Hari Santri 2019

Jumat, 22 Desember 2017

Rais Aam: Bahtsul Masail NU Teguhkan Tradisi Ulama dalam Menentukan Hukum

Purwakarta, Hari Santri 2019. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menyatakan, Bahtsul Masail yang menjadi forum akademik para kiai NU dalam menentukan hukum dari sebuah persoalan merupakan upaya mengembalikan dan meneguhkan tradisi para ulama zaman dulu dalam pengambilan hukum.

Rais Aam: Bahtsul Masail NU Teguhkan Tradisi Ulama dalam Menentukan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Bahtsul Masail NU Teguhkan Tradisi Ulama dalam Menentukan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Bahtsul Masail NU Teguhkan Tradisi Ulama dalam Menentukan Hukum

Hal ini ia kemukakan saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Bahtsul Masail Pra-Musyawarah Nasionak dan Konferensi Besar (Pra-Munas dan Konbes) NU 2017, di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta, Jawa Barat pekan lalu.

Bahkan menurut Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten ini, para ulama zaman dulu bukan hanya berijtihad secara qauli dan manhaji (metodologis), tetapi sudah pada taraf mengkaji ulang sebuah hukum.

“Bahkan mereka sudah berani i’adzatun nadzor terhadap pendapat-pendapat yang tidak bisa diterapkan,” jelas Kiai Ma’ruf.

Hari Santri 2019

Ketua Umum MUI Pusat ini mengungkapkan, sistem pengkajian ulang bukan hanya membahas persoalan hukum inilah yang saat ini hampir sudah tidak ada di lingkungan NU.

Namun, Kiai Ma’ruf sendiri tidak memungkiri metode berpikir manhaji sudah diterapkan oleh para kiai NU sehingga ruang pengkajian ulang terhadap pendapat dan hukum bisa terus dilakukan.

“Jadi penting berpikir dengan menggunakan metode berpikir manhaji, bukan hanya qauli,” tegasnya.

Hari Santri 2019

Bahas sejumlah problem penting

Dalam kesempatan sebelum perhelatan Munas dan Konbes pada 23-25 November 2017 mendatang ini, NU membahas sejumlah persoalan penting yang perlu dibahtsulmasailkan terkait waqi’iyah (problem terkini), maudluiyah (tematik), dan qanuniyah (perundang-undangan).

Bahtsul Masail Waqi’iyah diantaranya membahas tentang investasi dana haji, hak waris anak hasil zina, hukum melempar jumroh lewat tengah malam di hari tasyriq, dan keberadaan minimarket yang mengancam pedagang kecil.

Adapun Bahtsul Masail Maudluiyah membahas persoalan hukum penggunaan lahan, ujaran kebencian, hak bagi penyandang disabilitas yang secara khusus akan disusun fiqih disabilitas, hukum penggunaan frekuensi publik, dan soal taqrir jamai serta ilhaqun nash binadzairiha dalam sistem pengambilan hukum di lingkungan NU.

Sedangkan Bahtsul Masail Qanuniyah membahas persoalan terkait RUU Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan, RUU KUHP, Putusan MK terkait anak hasil zina yang otomatis menjadi anak angkat dalam hal pembagian waris, termasuk putusan MK soal penyematan aliran kepercayaan di KTP. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, RMI NU, Sunnah Hari Santri 2019

Senin, 18 Desember 2017

PKD Ansor se-Madura Cetak Kader Penggerak

Pamekasan, Hari Santri 2019 - Revitalisasi pengkaderan dalam mencetak pemimpin ideal. Itulah tema yang diangkat dan dikupas dalam pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) se-Madura oleh PAC GP Ansor Larangan Pamekasan, Jumat (24/11).

Kegiatan di Pesantren Sumber Nangka Larangan tersebut dihadiri Ketua PCNU Pamekasan KH Taufik Hasyim, Ketua PC GP Ansor Pamekasan Fathor Rahman beserta jajaran, ketua PAC GP Ansor dari 13 kecamatan di Pamekasan, dan sebagian pengurus GP Ansor se-Madura.

PKD Ansor se-Madura Cetak Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD Ansor se-Madura Cetak Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD Ansor se-Madura Cetak Kader Penggerak

Kegiatan yang dijadwalkan hingga Ahad (26/11) tersebut, diikuti oleh 50 kader. Jumlah tersebut sengaja dibatasi guna menjaga efektivitas pelaksanaan PKD.

Hari Santri 2019

"PKD ini tidak lepas dari misi terwujudnya kader penggerak GP Ansor tingkat anak cabang dan ranting yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang andal. Dengan begitu, mereka nantinha siap mengawal dan menjadi dinamisator organisasi GP Ansor," tegas Baisuni selaku Ketua PAC GP Ansor Larangan.

Hari Santri 2019

Untuk itu, tambahnya, peserta PKD selama pelatihan ditempa untuk meraih kompetensi pelatihan antara lain memiliki wawasan keilmuan yang luas dan bobot pengetahuan yang lebih memadai tentang ke-Aswajaan, ke-NUan, keindonesian, dan kebangsaan.

"Selain itu, juga berkenaan dengan ke-Ansor-an dan ke-Banseran, amaliyah dan tradisi keagamaan NU, manajemen keorganisasian, dan sebagainya," tandas Baisuni. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Tegal Hari Santri 2019

Sabtu, 09 Desember 2017

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand

Jember, Hari Santri 2019

Empat Siswa SMK Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember, Jawa Timur, Senin (22/5) bertolak ke Thailand untuk melakukan praktik kerja lapangan. Mereka adalah Ahmad Mawardi dan Ahmad Subairi dari jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Aji Arifur Rahmad dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Nur Imam Mafatih dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Pelepasan keempat siswa terpilih tersebut dilakukan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nuris di Masjid Baitun Nur, yang diramaikan oleh penampilan tim hadrah Ashabul Muhyid Nuris.

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand

Keempat siswa SMK Nuris tersebut akan melakukan praktik kerja di beberapa industri di Thailand hingga tanggal 14 Juni 2017. Misalnya siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) akan praktik di beberapa perusahaan jaringan, sedangkan siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor (TSM) akan praktik di beberapa bengkel otomotif yang ada di negeri gajah putih tersebut.

Menurut salah seorang pengasuh pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Gus Robith Qashidi, praktik kerja di Thailand tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan skill siswa sesuai dengan jurusannya masing-masing serta ? untuk memperluas wawasan mereka khususnya tentang budaya di Tahilnad. Dan tentu saja untuk menebar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Hari Santri 2019

"Kami ingin santri Nuris punya wawasan global, namun tetap mempunyai jatidiri sebagai santri ? Aswaja. Karena itu, kami terus berusaha untuk mengirimkan santri-sanri Nuris ke beberapa negara Timur Tengah dan kawasan Asia," tukas Gus Robit Qashidi (Aryudi A. Razaq/Mahbib)





?

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, RMI NU, Pertandingan Hari Santri 2019

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas

Jakarta, Hari Santri 2019

Muktamar ke-33 NU yang dihelat di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015 bakal menyoroti berbagai persoalan dan mencarikan jawabannya dari sudut pandang agama. Salah satu pokok bahasan yang diangkat adalah tentang pasar bebas (free trade).

Persoalan seputar pasar bebas masuk dalam materi diskusi Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah. Komisi ini bertugas mengaji serangkaian problem dengan jawaban konseptual-tematik, tak sekadar halal-haram. Draf deskripsi masalah dan jawaban tentang hal ini telah rampung disusun melalui diskusi intensif para pakar yang terlibat dalam komisi yang diketuai Katib Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir tersebut.

Dalam draf itu dijelaskan, Indonesia yang tak bisa menghindar dari sistem perdagangan global dalam waktu dekat menghadapi salah satu mekanisme perdagangan global, yakni pasar bebas. Penjualan produk antar negara tidak lagi dikenakan pajak, bea masuk atau hambatan perdagangan lainnya. Peran pemerintah kurang lebih seperti wasit yang memastikan tidak ada kecurangan, sementara aturan mainnya ditentukan oleh regulasi internasional seperti GATT (General Agreement on Tariffs and Trade), WTO (World Trade Organisation), GATS (General Agreement on Trade in Services), TRIPs (Trade Related Intellectual Property Right), TRIMs (Trade Related Invesment Measures), AoA (Agreement on Agriculture) dan sebagainya.

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas

Dalam konteks lokal Asia Tenggara, Negara-negara yang tergabung didalam ASEAN telah sepakat untuk memberlakukan pasar bebas yang disebut AFTA (Asean Free Trade Area) pada bulan Desember 2015. Beberapa poin kesepakatan AFTA antara lain adalah penghapusan pembatasan komoditas dan penghapusan bea masuk impor komoditas yang berada dalam kategori General Exception (GE). Di luar GE, diberlakukan CEPT- AFTA (Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area), yakni tahapan penurunan tarif dan penghapusan hambatan non-tarif. Komoditas CEPT-AFTA umumnya adalah komoditas yang terkait dengan keamanan nasional, keselamatan, atau kesehatan manusia, binatang, dan tumbuhan, serta untuk melestarikan obyek-obyek arkeologi dan budaya.

Dengan diberlakukannya AFTA, arus barang, jasa, investasi, tenaga terampil dan modal akan berputar secara bebas di antara negara ASEAN. Mereka yang memiliki daya saing tinggi akan meraup keuntungan besar, sementara yang tidak memiliki daya saing akan menjadi pasar bagi pihak lain. Berdasarkan data, Indeks Daya Saing Global (Global Competitiveness Index/GCI) Indonesia tahun 2014 berada di peringkat 34, sementara Singapura berada di peringkat 2, Malaysia di peringkat 20, dan Thailand yang berada di peringkat ke-31. Sementara Filipina berada di peringkat 52, Vietnam di peringkat 68, Laos di peringkat 93, Kamboja di peringkat 95, dan Myanmar di peringkat 134.

Hari Santri 2019

Dengan posisi ini, dapat dikatakan bahwa posisi Indonesia belum terlalu siap. Namun sekarang bukan waktunya mempertanyakan kesiapan Indonesia, karena AFTA akan dimulai beberapa bulan lagi. Pada aras inilah NU perlu tampil ambil bagian. Sebagai ormas keagamaan terbesar, NU diharapkan mampu memberikan landasasan syar’i agar penanganan pasar bebas (free trade) tetap mengacu kepada fitrah kemanusiaan. Sementera di level praksis, NU diharapkan mampu menyodorkan konsep yang mampu mengayomi warga dari serangan modal yang kian masif. ?

Dengan gambaran ini, tim khusus yang tergabung dalam Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah Muktamar ke-33 NU bersepakat untuk merumuskan tiga pertanyaan, antara lain, (1) bagaimana pandangan Islam tentang pasar bebas?; (2) bagaimana keberpihakan Negara kepada rakyat dan ekonomi nasional?; dan (3) apa yang perlu dilakukan oleh NU sebagai jam’iyyah?

Selain soal pasar bebas, Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah juga akan mengupas lima masalah lainnya, di antaranya metode istinbath hukum (bayani – qiyasi-maqashidi), khashaish ahlus-sunnah wal-jamaah, hutang luar negeri, hukuman mati dalam perspektif HAM, serta asas praduga tak bersalah. (Mahbib)

?

Hari Santri 2019

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, RMI NU, Pertandingan Hari Santri 2019

Rabu, 29 November 2017

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

Sumenep, Hari Santri 2019. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ualama (PC IPNU) Kabupaten Sumenep, Ubaidillah, melakukan klarifikasi seputar warta di Hari Santri 2019 (17/11) terkait ditundanya pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto, Sumenep. Menurutnya, kabar bahwa pelantikan tersebut tertunda gara-gara LSM Fajar Nusantara (Fans), tidak benar adanya.

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

“Yang benar adalah, acara pelantikan tersebut ditunda karena ada sisi teknis yang belum matang dalam kepanitiaan,” terang Ubaidillah kepada Hari Santri 2019 melalui telepon selulernya, Senin (18/11) siang.

Ditambahkan Ubaidillah, Anwar Nuris yang menyebar kabar penyebab tertundanya pelantikan di jejaring sosial, bukanlah salah seorang pengurus PAC IPNU Bluto. Karenanya, apa yang disampaikan Anwar Nuris tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Hari Santri 2019

“Anwar Nuris ini berada di luar struktur kepengurusan PAC IPNU Bluto,” ungkapnya.

Kepada Hari Santri 2019, Ubaidillah menceritakan kronologi tertundanya pelantikan yang sedianya akan dilangsungkan pada Jumat (15/11) lalu itu. Pihaknya menekankan betapa hal itu tidak ada kaitannya dengan LSM Fans.

Hari Santri 2019

“LSM Fans ini yang mengelola murni adalah Syaiful Harir. Dia minta bantuan ke teman-teman cabang (PC IPNU Sumenep, red) untuk mengurus acara. persiapan segala sesuatunya dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Pada saat itu, Ketua PAC IPNU Bluto Abdul Wahid memberitahukan kepada Ubaidillah melalui telepon, bahwa acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto dilangsungkan ba’da Jumat.

“Dan saya menyampaikan ke rekan-rekan PAC IPNU-IPNNU Bluto bahwa di cabang ada acara. Saya juga sampaikan bahwa apabila acara pelantikan itu memang sudah disepakiti, mohon tidak ditunda. Kami tetap akan hadir,” tambah Ubaidillah.

Tak berlangsung dari pemberitahuan yang pertama itu, Ubaidillah menerima pemberitahuan kedua. Pemberitahuan kedua ini menegaskan acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto ditunda, atas kesepakatan panitia.

“Diberitahukan kembali ke saya, acaranya diundur. Saya jawab tidak apa-apa walau diundur. Ketika saya tanyai alasannya, jawabannya karena ada sisi teknis yang belum matang. Mereka menghendaki acara sangat sukses,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil rapat pengurus PAC IPNU-IPNU Bluto, Jumat lalu, di Masjid Baiturrahman Gilang Bluto, pelantikan dan orasi Ke-IPNU-IPPNU-an akan ditunda sampai pada tanggal 22 November 2013 bertempat di Kantor MWC NU Bluto dengan tema “Menelaah Kembali Visi-Misi IPNU-IPPNU”. (Hairul Anam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ulama, RMI NU Hari Santri 2019

Minggu, 26 November 2017

Hukum Baca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas 7 Kali Setelah Jumatan

Assalamu’alaikum wr. wb

Redaksi Bahtsul Masail Hari Santri 2019 yang terhormat. Langsung saja, saya mau menanyakan tentang hukum membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setelah shalat Jumat sampai tujuh kali dan apa fadhilahnya? Mohon penjelasannya sesegera mungkin. Terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Taufik/Makassar)

Jawaban

Hukum Baca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas 7 Kali Setelah Jumatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Baca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas 7 Kali Setelah Jumatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Baca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas 7 Kali Setelah Jumatan

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Hari Jumat merupakan sayyidul ayyam (penghulu hari), hari di mana kaum muslimin yang berkumpul bersama di masjid untuk menjalankan shalat Jumat. Karena itu hari Jumat merupakan salah satu hari raya umat Islam. Pada hari itu kita dianjurkan untuk memperbanyak pelbagai kebajikan seperti sedekah dan lain-lain.

Hari Santri 2019

Sedangkan mengenai hukum membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas setelah imam salam sebanyak tujuh kali menurut para ulama dari kalangan madzhab Syafi’i adalah sunah.

Kesunahan ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan al-Hafizh al-Mundziri dari Anas bin Malik RA. Hal ini sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Tuhfatul Habib karya Sulaiman al-Bujairimi.

Hari Santri 2019

? ? ? ? ? ? ? ? :? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Al-Hafizh al-Mundziri meriwayatkan dari Anas RA bahwa Nabi SAW bersabda, ‘Barang siapa yang membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq dan surat An-Nas (al-mu`awwidzatain) masing-masing sebanyak tujuh kali ketika imam selesai membaca salam shalat Jumat, sebelum melipat kakinya, Allah akan mengampuni dosanya yang lalu dan sekarang, dan diberi pahala sebanyak orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya,” (Lihat Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib, Beirut, Darul Kutub al-Ilmiyah, cet ke-1, 1417 H/1996 M, juz, II, h. 422).

Hadits yang dikemukakan di atas dengan sangat gamblang menunjukkan bahwa membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tujuh kali setelah shalat Jumat memiliki keutamaan yang sangat luar biasa, yaitu bisa menjadi sebab turunnya ampunan Allah SWT. Bahkan selain ampunan, Allah juga memberikan pahala besar bagi orang yang melakukannya. Dari sini lah kemudian kesunahan atau ajuran membaca surat-surat tersebut setelah shalat Jumat dapat dimengerti.

Lebih lanjut Sulaiman al-Bujairimi juga mengutip hadits lain yang diriwayatkan Ibnus Sunni dari hadits riwayat Aisyah RA.

? ? ? ? ? ? ? ? ? : ( ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? (?) ? ? ? ? (?) ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ibnus Sunni meriwayatkan dari hadits riwayat Aisyah ra bahwa Nabi saw bersabda: ‘Barang siapa yang membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tujuh kali, maka Allah akan melindunginya dari kejelekan sampai hari Jumat yang lain,” (Lihat Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘ala Syarh al-Khathib, juz, II, h. 422)

Lebih jauh, Sulaiman al-Bujairimi mengemukakan pendapat Abu Thalib al-Makki—seorang sufi besar, penulis kitab Qutul Qulub fi Mu’amalah al-Mahbub—yang menganjuran membaca ‘Ya ghaniyyu ya hamid, ya mubdi’u ya mu’id, ya rahimu ya wadud, aghnini bi halalika ‘an haramika wa bi tha’athika ‘an ma’shiyatika wa bi fadhlika ‘amman siwaka’, setelah shalat Jumat sebanyak empat kali.

? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Abu Thalib al-Makki berkata, ‘Dan dianjurkan bagi orang yang telah selesai melaksanakan shalat Jumat untuk membaca ‘Ya ghaniyyu ya hamid, ya mubdi`u ya mu’id, ya rahimu ya wadudu, aghnini bi halalika ‘an haramika wa bi tha’athika ‘an ma’shiyatika wa bi fadhlika ‘amman siwaka’, sebanyak empat kali,” (Lihat Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib, juz, II, h. 422).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Perbanyak lah amal kebajikan dan dzikir pada hari Jumat karena memiliki keutamaan yang agung dan bermanfaat kelak di akhirat. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta, Makam, RMI NU Hari Santri 2019

Jumat, 24 November 2017

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Ngaji Paham Kebangsaan

Lampung Tengah, Hari Santri 2019. Sedikitnya 80 pelajar sekabupaten Lampung Tengah mengikuti Dialog Kebangsaan yang diinisiasi IPNU dan IPPNU Lampung Tengah, Rabu (28/10). Forum diskusi yang berlangsung di Gedung PCNU Lampung Tengah lantai dua jalan Lintas Sumatera Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, dihadiri pengurus NU setempat.

Ketua IPNU Lampung Tengah Edi Hermawan kepada Hari Santri 2019 setempat menyampaikan, dialog kebangsaan dilaksanakan dalam rangka ikut memeriahkan peringatan Sumpah Pemuda.

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Ngaji Paham Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Tengah Ngaji Paham Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Ngaji Paham Kebangsaan

Narasumber dalam dialog kebangsaan ini antara lain pengasuh pesantren Nurul ‘Ulum Kotagajah Kiai Dr Andi Ali Akbar, pengasuh pesantren Walisongo Bumi Ratu Nuban Kiai Syaikhul Ulum Suhada, dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung Ahmad Sodiq, dan pengurus Pergunu Lampung Dody Syakrun Tanjung.

Hari Santri 2019

Kiai Andi mengungkapkan rasa bangga kepada pelajar NU Lampung Tengah yang masih mau menghidupi tradisi silaturahmi kepada para kiai-kiai dan tokoh-tokoh NU. “Pelajar NU jangan pernah bosan untuk menuntut ilmu di mana dan kapan saja. dan selama proses belajar, jauhilah maksiat,” pesan Kiai Andi.

Hari Santri 2019

Tampak tokoh NU setempat Rais Syuriyah MWCNU Terbanggi Besar Kiai Ahmadi, Pengawas PAI Kemenag Lampung Tengah Imam Kastolani, pengurus Lakpesdam NU Lampung Tengah, dan para pengurus IPNU-IPPNU Lampung Tengah. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Santri Hari Santri 2019

Jumat, 17 November 2017

Wabah Kolera Ancam Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Cox’s Bazar, Hari Santri 2019. Salah satu aksi Kemanusiaan NU untuk Rohingya adalah pengiriman tenaga medis. Di Bangladesh, tim medis membantu dan memberikan pelayanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya, tepatnya di Ukhiya Cox’s Bazar Bangladesh.? Tim yang mulai bertugas sejak akhir Oktober lalu akan berada di pengungsian hingga pertengahan November ini.

Wabah Kolera Ancam Pengungsi Rohingya di Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabah Kolera Ancam Pengungsi Rohingya di Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabah Kolera Ancam Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Makky Zamzami, tenaga medis yang dikirimkan NU ke pengungsi Rohingya menceritakan, saat ini banyak pengungsi yang terkena penyakit terutama kulit dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan pencernaan.?

“Hal itu disebabkan mereka tinggal di camp pengungsiaan yang tidak layak hanya menggunakan terpal untuk tinggal sehari-hari,” kata Makky, Sabtu (4/11) pagi.

Situasi dan kondisi camp pengungsian yang kumuh menyebabkan mudah dan cepatnya penyakit menyerang para pengungsi. Saat ini bantuan relief tak kalah penting sebagai pelayanan medis.?

Hari Santri 2019

“Bahkan saat ini mereka terindikasi terserang wabah kolera,” tutur Makky, yang dokter dan pengurus LKNU.

Sebelumnya pada tahap pertama, NU mengirimkan bantuan sembako dan alat masak. Pengiriman tenaga medis sudah dilakukan sebanyak dua tahap.

Ketua Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM), mengatakan pengiriman tenaga medis dari NU merupakan aplikasi hasil assesment tim medis terdahulu yang melaporkan banyaknya penyakit yang diderita pengungsi dewasa maupun anak-anak.?

“Dari assessment? tim medis terdahulu banyak sekali penyakit yang dialami pengungsi. Maka sekarang kami kirimkan lagi tenaga medis dan obat-obatan yang sesuai kebutuhan pengungsi Rohingya di Bangltaesh, terutama anak-anak,” kata Ali yang juga Ketua LPBINU. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, Nahdlatul, RMI NU Hari Santri 2019

Rabu, 08 November 2017

Pesantren Al-Istiqomah Kebumen Resmikan Radio Komunitas

Kebumen, Hari Santri 2019. Pesantren Al-Istiqomah desa Tanjungsari kecamatan Petanahan, Kebumen, meluncurkan stasiun radio komunitas pesantren miliknya, Jumat (16/1). Pihak pesantren menamakan stasiun ini dengan nama Radio Yapika FM yang mengudara pada frekuensi 107,8 FM.

Peresmian dilakukan secara langsung oleh pengasuh pesantren Al-Istiqomah Kiai Ali Muin Amnur yang ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan doa bersama.

Pesantren Al-Istiqomah Kebumen Resmikan Radio Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Istiqomah Kebumen Resmikan Radio Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Istiqomah Kebumen Resmikan Radio Komunitas

"Tujuan dari pembuatan radio komunitas pesantren ini adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat perihal berbagai macam kegiatan-kegiatan pesantren. Selain itu juga sebagai ajang dakwah dan syiar Islam kepada masyarakat," kata Kiai Ali Muin di sela-sela peresmian.

Hari Santri 2019

Radio ini menjadi radio komunitas pesantren pertama di Kebumen. Selain sholawatan, hadrah, qosidahan, dan lain sebagainya, radio ini juga menyiarkan musik dangsut, pop, wayang, dan campursari.

"Ke depan kita juga akan memanfaatkan radio komunitas pesantren ini sebagai sarana untuk siaran interaktif dan diskusi publik terkait persoalan masyarakat. Bahkan ke depan kita juga bakal jadikan sebagai sarana bimbingan moral dan keagamaan bagi masyarakat," tutur kiai yang juga Ketua Bidang Kajian Keislaman MUI Kebumen tersebut.

Hari Santri 2019

Kiai Ali Muin juga menyampaikan, keberadaan Radio komunitas pesantren di Ponpesnya dinilai masih efektif untuk ajang dakwah dan syiar kepada masyarakat, khususnya daerah pesisir. Mengingat kondisi di wilayah pesisir, hingga kini masyarakatnya yang mendengarkan radio masih cukup banyak. Berbeda dengan kondisi di wilayah perkotaan Kebumen yang minat pendengar radionya sudah mulai jarang.

"Radio komunitas pesantren yang kita dirikan ini juga akan kita jadikan sebagai sarana untuk pembelajaran para santri dalam mengenal media dan teknologi. Bahkan untuk pengelolaan studio radionya juga akan dikelola oleh para santri," pungkasnya. (Beniyanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Lomba Hari Santri 2019

Selasa, 07 November 2017

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan

Jakarta, Hari Santri 2019. Sebuah keironisan terjadi terkait Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU). Peran dan fungsi pendidikan agama lebih banyak dilakukan oleh organisasi-organisasi kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan dibanding dosen PAI itu sendiri.?

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama (Puslitbang Penda) Balitbang dan Diklat Kemenag RI tahun 2015. Sedangkan pihak PTU sendiri tidak bisa mengontrol setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan mereka sehingga penanaman ideologinya pun tak bisa dikendalikan.

Sedangkan fakta di lapangan yang terjadi selama ini, paham-paham Islam transnasional justru banyak berkembang di PTU. Alasan inilah yang harus menjadi perhatian penuh dosen PAI di PTU agar pemahaman agama tidak bergeser dari semangat kebangsaan Indonesia yang plural.

Kenyataan bahwa pendidikan agama di PTU lebih banyak dilakukan oleh organisasi kemahasiswaan memberikan kesan, peran dan tanggung jawab dosen PAI telah diambil alih oleh organisasi-organisasi tersebut.

Hari Santri 2019

Dalam penelitian, meskipun diakui bahwa pendidikan agama masih selaras dengan wawasan kebangsaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, pendidikan agama yang masih sesuai dengan semangat kebangsaan tersebut hanya berlangsung seper sekian menit ketimbang kegiatan dan aktivitas pendidikan agama di luar perkuliahaan.?

Penelitian itu mengungkapkan, kegiatan-kegiatan keagamaan yang mereka lakukan bersifat transnasional. Seperti yang telah kita mafhumi bersama, ideologi Islam transnasional bertujuan merongrong dasar negara Pancasila. Padahal Pancasila terbukti mampu menyatukan bangsa Indonesia yang majemuk ini.

Penelitian tersebut juga menyatakan, sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik baik kuantitas maupun kualitasnya dan juga dari segi sarana dan prasarana pendidikan agama Islam masih belum maksimal.?

Selain dari segi kuantitas dan kualitas SDM, keberadaan dosen agama masih sangat terbatas. Belum satupun dosen PAI (sasaran penelitian) yang telah mencapai posisi akademik tertinggi yaitu guru besar atau profesor. (Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, AlaSantri Hari Santri 2019

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam

Jakarta, Hari Santri 2019 - Puslitbang Lektur dan Khazanah Keislaman yang bernaung di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama berencana menindaklanjuti hasil inventarisasi karya ulama Nusantara. Pihak Puslitbang mengusulkan sejumlah instansi dan lembaga terkait untuk membahas kemungkinan karya ulama Nusantara itu sebagai bahan ajar di madrasah-madarasah dan perguruan tinggi Islam.

Demikian disampaikan Kabid Lektur dan Keagamaan Fakhriati dalam seminar inventarisasi karya pemuka dan tokoh agama Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Bekasi sejak Rabu-Jumat (23-25/11).

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Ulama Nusantara Diusulkan Jadi Bahan Ajar di Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam

Puslitbang Lektur dan Khazanah Keislaman Kemenag RI menggelar sosialisasi hasil inventarisasi karya ulama di Banda Aceh,Tapak Tuan dan Padang, Purwakarta, Cirebon, dan Madura.

Ketika ditanya perihal tindak lanjut inventarisasi ini, Fakhriati mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi lebih massif atas karya ulama yang telah didigitalisasi di lembaga pendidikan seperti madrasah dan perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Hari Santri 2019

“Kami akan mendorong dirjen lain yang menangani langsung madrasah dan perguruan tinggi Islam untuk menjadikan karya-karya itu sebagai bahan ajar. Memang pertanyaan selanjutnya adalah apa tindakan ke depan setelah inventarisasi,” kata Fakhriati.

Menurutnya, digitalisasi ini tidak akan bermakna banyak ketika tidak ada masyarakat atau pelajar yang membacanya. Ia juga menganjurkan kepada segenap akademisi untuk melakukan pengembangan pemikiran ulama melalui karya-karya ulama untuk pemikiran Islam ke depan. (Alhafiz K)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Berita, Sejarah Hari Santri 2019

Minggu, 29 Oktober 2017

Asparagus Jember Diresmikan

Jember, Hari Santri 2019. Meskipun Asparagus (Asosiasi Para Gus) tidak masuk struktural Nahdlatul Ulama (NU), maupun Ma’ahid al-Islamiyah (RMI), para lora dan gus yang tergabung dalam Asparagus ini harus menjaga tradisi Islam Ala Ahlusunnah wal Jamaah di Indonesia.?

Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asparagus Jember Diresmikan

Para kiai-kiai pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dulu, seperti KH Hasyim Asyari, Abah KH Ahmad Sidiq dan Kiai-kiai lain, selalu bersilaturahmi dan melakukan pertemuan, sehingga hubungan baik beliau selalu terus terjaga.

Disamping ? melakukan diskusi Agama, sosial, kemasyarakatan, juga membahas soal Nahdlatul Ulama, hingga persoalan kebangsaan. Motto Asparagus “Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Tradisi” seiring tujuan itu. Sehingga tradisi baik ini harus dilanjutkan, karena kiai masa depan adalah Lora dan Gus Sekarang.

Demikian disampaikan Mohammad Balya Firjaun Barlaman (Putra sulung mantan Rais ‘Aam PBNU 1984-1991, Almagfullah KH Ahmad Sidiq), ketika meresmikan Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Sabtu (17/9) di Ponpes Darus Solah Tegal Besar.

Hari Santri 2019

Kiai yang akrab dipanggil Gus Firjaun ini, yakin bahwa ratusan lora dan Gus yang hadir dalam pertemuan malam itu di ponpes yang didirikan Gus Yus tersebut, mayoritas adalah warga Nahdlyin, sebagai pewaris para kyiai, sudah seharusnya melestarikan tradisi yang dilakukan para kyai pendahulunya.?

Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini juga optimistis, keberadaan ratusan anggota Asparagus di kabupaten Jember Jawa Timur ini akan mampu menjadi pelopor penggerak Nahdlatul Ulama dan menjaga tradisi Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah khususnya di Jember dan di Indonesia.

Hari Santri 2019

Sebagai penutup Gus Firjaun berharap agar Asparagus mampu tegak lurus, sebab jika terjebak dalam politik praktis, dia kawatir akan berjarak. “Jika yang lain terkotak, Asparaguslah yang harus bisa menjadi juru damainya. Semua demi kemaslahatan umat,” saran putra.

Menurut Lora Rodi, salah-satu penggagas, bahwa awal terbentuknya Asparagus ini di Kabupaten Jombang, lalu diilkuti didaerah-daerah lain “Di Kabupaten Banyuwangi juga sudah terbentuk, Untuk di Jember baru malam ini dilaunching,” ujarn Pengasuh Ponpes Al Azhar Muktisari, Sumbersari.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan Para lora dan gus menurutnya, lebih diarahkan kepada kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. “Kami kumpul hanya ingin para Lora dan Gus ini bersatu dan berdiskusi untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan lain,” jelasnya. (Khoerus/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, RMI NU, Nasional Hari Santri 2019

Selasa, 24 Oktober 2017

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan

Banyumas, Hari Santri 2019. Bulan suci ramadhan membawa keberkahah sendiri bagi para pedagang di Pasar Kalitapen. Pasar kecil yang beralamat di Jalan Raya Ajibarang-Purwojati KM 8 Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Kebupaten Banyumas, Jawa Tengah itu, sejak awal ? bulan ramadhan terlihat menjadi ramai ? pengunjung.?

"Jika dibandingkan bulan-bulan biasanya, bulan puasa yang lumayan ramai," kata Jasmin tukang parkir pasar.?

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan

Meningkatnya jumlah pengunjung pasar tersebut, tentunya meningkat pula jumlah pendapatan para pedagang. Seperti diungkapkan Burhan, penjual ayam potong yang setiap hari menjajakan daganganya di Pasar Kalitapen. Burhah mengatakan, sejak memasuki bulan ramadan omset pejualanya meningkat.?

"Kalau hari-hari biasa menjual 10-15 kilogram ayam saja sudah alhamdulillah," kata Burhan.?

"Namun sejak memasuki bulan puasa, pagi ini saja sudah habis 15 kilo, sehari bisa sampe 27 kiloan yang saya jual," lanjut burhan ketika ditemui di lapaknya, Jumat (2/6) pagi.?

Hari Santri 2019

Selain Burhan, hal senada juga dirasakan oleh Adi dan Dasilah sepasang suami istri penjual sayuran dan buah-buahan. Adi mengungkapkan, jika dihari-hari biasa paling banyak ? satu hari dapat 1 juta lebih. Namun sejak bulan puasa pendapatan satu hari bisa 2-3 jutahan. "Alhamdulilah, ini mungkin berkah di bulan ramadhan," kata Dasilah istri Adi.?

Meningkatnya jumlah pengunjung di pasar Kalitapen rata-rata didominasi oleh kaum ibu-ibu. Mereka sengaja ke pasar untuk membeli bahan makanan dan lauk pauk untuk berbuka puasa.?

Hari Santri 2019

Para ibu-ibu berharap semoga harga sembako atau bahan makanan pokok tetap stabil dan tidak naik. Karena biasanya setiap mendekati lebaran, harga bahan kebutuhan pokok biasanya naik. ?

"Naik ya boleh asal jagan banyak-banyak," kata Bu Kasem pembeli di pasar. "Tapi lebih baik tidak naik," tandasnya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 RMI NU, Nahdlatul, Lomba Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock