Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan

Klaten, Hari Santri 2019 - Mentari pagi tampak masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya. Meski demikian, suasana di area bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) di jalanan seputar alun-alun daerah Klaten, Ahad (24/1) pagi, sudah terlihat ramai.

Lalu lalang para pengendara sepeda dan pejalan kaki membuat suasana pagi itu terasa begitu bergairah. Begitu juga dengan para pedagang kaki lima yang menawarkan aneka makanan dan minuman.

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan

Dari sebagian kerumunan warga tersebut, terdapat para bocah berpakaian hitam. Dengan berjalan kaki menyusuri jalanan area bebas kendaraan, sesekali mereka menampilkan berbagai jurus pencak silat dan atraksi yang menarik para pengunjung lainnya.

Hari Santri 2019

Rupannya puluhan bocah itu adalah para pendekar cilik Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama SDIT Ma’arif Babad, Trucuk, Klaten. Anak-anak ini memeragakan jurus-jurus yang membuat mereka tampak lucu dan menggemaskan di mata pengguna jalan.

Menurut keterangan koordinator lapangan Rifai, penampilan para siswa SDIT Ma’arif Babad Trucuk ini atas permintaan dari pihak UPTD Klaten.

“Dari anak-anak kali ini menampilkan berbagai atraksi pencak silat Pagar Nusa seperti koreografi flashmob, seni ganda, dan beregu,” kata Rifai.

Hari Santri 2019

Ditambahkan salah satu pelatih Pagar Nusa Klaten Ibnu Fajar, untuk penampilan di CFD ini, para siswa hanya berlatih selama 3 hari karena terbentur padatnya KBM.

“Meski demikian, alhamdulillah penampilan siswa-siswi ini terbilang sukses dan meriah, terlihat dari banyaknya ratusan masyarakat yang mengerumuni dan memberikan apresiasi kepada kami,” papar Ibnu Fajar. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Hikmah, Jadwal Kajian Hari Santri 2019

Senin, 26 Februari 2018

GP Ansor Lubuklinggau Canangkan “Gerakan Berbuat”

Lubuklinggau, Hari Santri 2019. Untuk merealisasikan kepedulian terhadap kaum duafa atau mustadafin Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Lubuklinggau, Musirawas, Sumatera Selatan, mencanangkan “Gerakan Berbuat”.

Hal ini dikemukakan Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kota Lubuklinggau Noberta Irawan saat memberikan bantuan kepada kaum duafa di Kota Lubuulinggau, Selasa (17/4).  Pemberian bantuan ini bagian dari Gerakan Berbuat yang dicanangkan GP Ansor Lubuklinggau.

GP Ansor Lubuklinggau Canangkan “Gerakan Berbuat” (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lubuklinggau Canangkan “Gerakan Berbuat” (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lubuklinggau Canangkan “Gerakan Berbuat”

Dikatakannya, gerakan ini tidak hanya sebatas seremonial belaka. Lebih dari itu, bisa mengangkat kaum duafa dari jurang kemiskinan dan keterbelakangan di semua sektor.

Hari Santri 2019

"Gerakan berbuat ini dicetuskan untuk melatih kepedulian terhadap sesama," ujarnya.

Ia menambahkan, secara khusus Gerakan Berbuat ini ditujukan kepada kader-kader GP Ansor Kota Lubuklinggau agar memiliki kepekaan sosial, terutama kepada warga yang kurang mampu.Kegiatan ini sudah beberapa kali dilakukan GP Ansor Lubuklinggau.

Hari Santri 2019

Dia menghimbau, mereka yang memiliki kemampuan secara ekonomi, kiranya dapat bersama-sama GP Ansor membantu kaum duafa. "GP Ansor selalu membuka diri untuk semua pihak yang bergabung dalam kegiatan Gerakan Berbuat," ujar Noberta.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul, Pahlawan Hari Santri 2019

Rabu, 14 Februari 2018

PCNU Subang Dorong MWCNU Makmurkan Masjid

Subang, Hari Santri 2019 - Masjid merupakan bagian penting dari identitas Islam, selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Sejak awal kelahiran Islam masjid juga dijadikan sebagai pusat dakwah dan perjuangan. Sebab itu MWCNU yang ada di Kabupaten Subang diminta untuk bisa lebih memerhatikan sekaligus memakmurkan masjid yang ada di daerahnya masing-masing.

Hal ini disampaikan Sajudin Noor sebagai ketua panitia pelaksana pada kegiatan Pelatihan Kader Muharrik Masjid dan Dakwah NU yang digelar oleh PCNU Kabupaten Subang di Masjid Zaenal Abidin, Kecamatan Sukasari, Subang, Kamis (6/4).

PCNU Subang Dorong MWCNU Makmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Dorong MWCNU Makmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Dorong MWCNU Makmurkan Masjid

"Kita tidak diminta untuk menjadi pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) karena saya yakin di semua masjid sudah punya DKM masing-masing," ujar Sajudin di hadapan 77 peserta kegiatan yang mewakili 12 MWCNU yang ada di Subang Utara.

Hari Santri 2019

Yang diharapkan dari para peserta usai mengikuti kegiatan pelatihan ini adalah peserta mampu menjadi mesin penggerak dalam rangka memakmurkan masjid yang ada di wilayah kecamatannya masing-masing.

"Kegiatan pelatihan ini hanya seremonial, kegiatan aslinya adalah kegiatan di lapangan yaitu menjadi agen perubahan dan menjadi manajer agar masyarakat bisa lebih mencintai masjid dan senang datang ke masjid sehingga masjid bisa menjadi pusat dakwah dan pusat perjuangan Islam," tandasnya.

Hari Santri 2019

Selain itu, kata dia, kegiatan pelatihan ini merupakan program PCNU Subang yang dilaksanakan berdasarkan pembagian zona, untuk Subang Utara diikuti oleh perwakilan dari 12 MWCNU, Subang Tengah akan diikuti 10 MWCNU dan Subang Selatan 8 MWCNU. (Aiz luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Fragmen, AlaSantri Hari Santri 2019

Sabtu, 10 Februari 2018

Haul Sewindu, PWNU Jatim Sebut Ciri Kewalian Gus Dur

Surabaya, Hari Santri 2019 - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur memperingati Haul Gus Dur ke delapan. Acara dikemas dengan ngaji bareng Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Ngaji bareng ini selalu diadakan setiap malam Ahad.

"Ngaji bareng ini diadakan setiap malam ahad di Mushalla PWNU Jatim bakda Magrib yang diasuh Kiai Marzuki Mustamar," kata Wakil Ketua PWNU Jatim H Ahsanul Haq yang turut hadir memperingati Haul Gus Dur, (30/12).

Haul Sewindu, PWNU Jatim Sebut Ciri Kewalian Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Sewindu, PWNU Jatim Sebut Ciri Kewalian Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Sewindu, PWNU Jatim Sebut Ciri Kewalian Gus Dur

Ahsanul Haq mengatakan, sewindu sama dengan delapan tahun Gus Dur meninggalkan kita. Sekian lama ditinggal maka semakin nampak kewaliannya di hadapan kita. "Semasa hidupnya, Gus Dur tidak pernah takut kepada siapapun termasuk pada Presiden Soeharto. Tidak ada seorangpun yang ditakuti kecuali Allah," terang Ahsan.

Hari Santri 2019

Para wali Allah, seperti wali sanga dalam dakwahnya menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa tidak pernah takut sama siapapun. "Inilah yang patut kita contoh dan kita tiru. Saya yakin semua yang hadir rindu kepada Gus Dur. Insya Allah Gus Dur hadir di malam ini," lanjutnya.

Selain itu, ciri seorang waliyullah tidak mau dengan harta duniawi. Saat Gus Dur menjabat Presiden RI ke empat, gaji pertamanya langsung diberikan kepada Alwi Shihab tanpa melihat ataupun menghitungnya terlebih dahulu. "Begitu lengser dari jabatan Presiden, Gus Dur kembali seperti rakyat biasa," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh KH Marzuki Mustamar, setiap kali Gus Dur diundang ceramah di berbagai daerah. Gus Dur langsung menghampiri pengurus cabang setempat dan amplopnya dikasihkan semua tanpa dilihat isinya berapa. "Itulah Gus Dur, apakah kita seperti ia?" tanya Kiai Marzuki kepada para peserta.

Hari Santri 2019

Kiai Marzuki kembali mengisahkan Gus Dur semasa hidupnya. Kiai Pengasuh Pesantren Sabilul Rosyad Gasek Malang ini, mengaku pernah diberi sarung oleh Gus Dur, setelah 40 hari wafatnya Gus Dur. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Humor Islam Hari Santri 2019

Senin, 05 Februari 2018

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Haid secara etimologi berarti mengalir. Sedangkan haid secara terminologi adalah darah yang keluar dari farji/kemaluan seorang wanita setelah umur 9 tahun, dengan sehat (tidak karena sakit), tetapi memang kodrat wanita, dan tidak setelah melahirkan anak. Dasar haid di dalam Al-Qur’an adalah sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 222.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (222

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Hari Santri 2019

Ayat ini turun–sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim di dalam kitab shahihnya–sebagai respon atas fenomena kaum Yahudi yang memperlakukan wanitanya yang sedang haid dengan tidak manusiawi. Mereka akan mengusirnya, tidak mau tinggal seatap dan enggan makan bersama-sama seoalah-olah wanita ketika haid adalah manusia yang menjijikan. Allah menurunkan ayat ini yang menjelaskan bahwa haid memang darah kotor sehingga dilarang bagi suami untuk melakukan hubungan badan dengannya selama ia haid sampai datang masa suci. Nabi SAW juga menegaskan kembali di dalam sabdanya, “Lakukan apa saja kecuali jimak,” yaitu boleh bagi suami untuk tetap tinggal seatap dengan istrinya, makan bersama dan melakukan aktivitas bersama-sama dengan istrinya seperti biasa ketika suci kecuali berhubungan badan.

Sedangkan dasar haid dari hadits Nabi SAW adalah sebagaimana tergambar dalam hadits Nabi SAW riwayat Aisyah RA di dalam Shahih Al-Bukhari berikut ini:

Hari Santri 2019

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadits di atas menyebutkan bahwa Aisyah RA saat berhaji dengan Rasulullah SAW dan ketika sampai di Kota Sarf ia menangis karena haid sehingga ia tidak dapat melanjutkan ibadah hajinya. Rasulullah SAW mencoba menenangkannya dengan mengatakan, “Sungguh ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah untuk anak-anak prempuan keturunan Adam, maka selesaikanlah rangkaian ibadah haji yang harus diselesaikan selain Thawaf.” Aisyah berkata, “Dan (setelah itu) Rasulullah SAW menyembelih sapi untuk para istrinya.”

Cerita Aisyah RA ini mengajarkan kepada seluruh wanita agar tidak perlu bersedih ketika mengalami menstruasi karena hal ini sudah ketentuan Allah SWT yang diberikan kepada setiap wanita dan tentunya ada hikmah dan manfaat di baliknya. Beberapa hikmah dan  manfaat adanya darah haid adalah:

1. Latihan bagi wanita menghadapi cairan sperma yang menjijikkan untuk sebagian wanita. Karena ketika seorang wanita menikah, maka ia harus siap menghadapi cairan suaminya berupa cairan sperma sehingga wanita harus melatih dan membiasakan dirinya menghadapi dan membersihkan darahnya sendiri yakni darah haid sebelum ia akan menghadapi cairan yang lebih menjijikkan lagi yakni sperma.

2. Melatih wanita lebih rajin, tidak jijik dan cekatan. Selain mengurus suami ia juga akan mengurus dan merawat anak-anaknya, membersihkan kotoran-kotorannya dan najis-najisnya. Allah SWT memberikannya latihan stimulasi berupa haid agar ia rajin, tidak merasa jijik dengan najis-najis, cekatan dalam merawat bayi serta mengerti cara mencuci yang baik.

3. Makanan bagi janin di dalam rahim wanita. Karena janin yang ada di dalam rahim seorang wanita tidak dapat makan sebagaimana yang dimakan oleh anak di luar rahim. Tidak mungkin bagi si ibu untuk menyampaikan sesuatu makanan untuknya. Allah SWT telah menjadikan pada diri kaum wanita proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dicerna. Oleh karena itu, apabila seorang wanita tidak sedang dalam keadaan hamil, maka darah yang seharusnya dicerna oleh janin itu akan keluar dan menjadi darah haid atau menstruasi. Sementara bagi ibu yang sedang hamil, maka jarang sekali akan mengeluarkan darah haid karena telah dicerna oleh sang janin di dalam kandungannya.

Uraian ini disarikan dari kitab I’anatun Nisa’, Risalatul Mahidh dan Risalah fid Dima’it Thabi‘iyyah lin Nisa’, Shahihul Bukhari, dan Shahih Muslim, At-Tafsirul Munir. Wallahu a‘lam. (Annisa Hasanah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Daerah, Pahlawan Hari Santri 2019

Sabtu, 27 Januari 2018

Kementerian Agama Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan

Jakarta, Hari Santri 2019. Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H, di kantor Kemenag Jakarta, Kamis (19/7) sore ini bertepatan dengan 29 Sya’ban 1433 H. Sidang itsbat akan dihadiri oleh perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) dan berbagai elemen ormas Islam lainnya, MUI dan para pakar astronomi.

Kementerian Agama Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Agama Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Agama Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan

Seperti biasa, sidang itsbat didahului dengan paparan dari pakar astronomi sebelum maghrib dan secara resmi sidang dimulai selepas shalat magrib waktu Jakarta.

Dari NU sidang itsbat akan dihadiri langsung oleh Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri yang didampingi oleh beberapa pengurus.

Hari Santri 2019

“Kami siap menghadiri sidang itsbat awal Ramadhan untuk mencari titik temu,” kata KH A. Ghazalie Masroeri kepada Hari Santri 2019 di Jakarta, Rabu (18/7) dalam acara pertemuan Lajnah Falakiyah bersama lajnah, lembaga dan badan otonom NU terkait mekanisme penetapan awal bulan qamariyah dan penjelasan mengenai kemungkinan terjadinya perbedaan awal Ramadhan, di ruang pertemuan gedung PBNU, Jakarta (18/7) kemarin.

Hari Santri 2019

Terkait dengan ketidakhadiran Muhammadiyah dalam sidang ini, Kementerian Agama seperti diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Djamil tetap mengirimkan undangan kepada PP Muhammadiyah.

Seperti diwartakan, Muhammadiyah melalui ketua umum pimpinan pusatnya Din Syamsuddin pada Rabu (27/6) lalu menyatakan tidak akan mengikuti sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan tahun ini. Menurutnya, sidang isbat tidak perlu karena pemerintah dianggap tidak menerima aspirasi dari Muhammadiyah.

Sementara itu NU melalui Lajnah Falakiyah telah mengimbau pihak Muhammadiyah untuk tetap mengikuti Sidang Itsbat di kantor Kementerian Agama hari ini.

“Kita himbau Muhammadiyah untuk tetap ikut sidang itsbat dalam kebersamaan untuk mencari titik temu,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada Hari Santri 2019 di Jakarta, Ahad (8/7) lalu.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan Hari Santri 2019

Rabu, 17 Januari 2018

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik

Demak, Hari Santri 2019. PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak masa khidmah 2015-2017 resmi dilantik, Ahad (5/4) pagi. Acara berlangsung di Gedung NU Kabupaten Demak lantai 3. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi dan Kaderisasi”.?

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Resmi Dilantik

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa Tengah, Amir Musthofa Zuhdi dan Ketua PW IPPNU Jawa Tengah, Umi Sangadah.

Ketua PC IPNU Demak, Abdul Halim dalam sambutannya mengungkapkan, pihaknya memohon partisipasi semua pihak, baik kader, alumni, serta Banom NU, untuk senantiasa bergandengan tangan agar apa yang menjadi visi organisasi dapat terwujud dengan semaksimal mungkin.

Hari Santri 2019

“Sebagaimana tema yang telah kami ambil, kita harus bersinergi serta memperkuat organisasi dan kaderisasi, karena tantangan globalisasi sekarang ini harus bisa kita jawab dengan aksi-aksi riil kita semua untuk masyarakat,” ujarnya.?

Senada dengan Halim, Ketua PC IPPNU, Istiqomah mengatakan, sinergitas dan satu komando harus tetap terjaga demi keberlangsungan organisasi sehingga kejayaan bisa diraih.

Hari Santri 2019

Sementara itu, Amir Musthofa Zuhdi mengatakan, kepada PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak, pihaknya memohon kerja sama dan peran aktif untuk mengembangkan organisasi serta kaderisasi IPNU-IPPNU di Provinsi Jawa Tengah ini.

Selain itu, Drs H Moh Dachirin Said, SH, MSi, Bupati Demak dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Kesra Pemkab Demak Anang Badrul Kamal berharap PC IPNU-IPPNU Demak benar-benar mewujudkan langkah nyata guna menanggulangi serangan paham radikalisme serta fundamentalisme yang notabene mengancam keutuhan NKRI.

Adapun dr H Masyhudi AM, M.Kes yang mewakili Ir Musyadad Syarif, Ketua PCNU Demak yang berhalangan hadir karena mengawal kegiatan Bahtsul Masail di Dempet Demak mengungkapkan, ada dua poin yang menjadi hal penting dalam berorganisasi yaitu pembangunan kompetensi dan jaringan (networking).?

“Silakan kembangkan dan qona’ah-lah dalam berorganisasi terlebih untuk perjuangkan tegaknya Aswaja NU di Demak ini,” tegas pria yang juga Direktur RSI Sultan Agung Semarang ini.

Dalam acara pelantikan ini, turut hadir Ketua LP Ma’arif NU Demak, Sa’dullah, Kapolres Demak yang diwakili Kasat Binmas Budiono, Kodim 0716 Demak yang diwakili Koramil Demak Kota Kapten Inf ? Eko Juhartono, Ketua GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi, Lc. Msi, serta perwakilan kader IPNU-IPPNU dari tingkat ranting/komisariat/anak cabang se-Kabupaten Demak, dan juga perwakilan OKP. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pahlawan, Lomba, Khutbah Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock