Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Beben Jazz Kupas Daleman Esai H. Mahbub Djunaidi

Jakarta, Hari Santri 2019 



Mususi Beben Jazz mengaku pernah membaca beberapa esai tokoh NU, almaghfurlah H. Mahbub Djunaidi. Menurut Beben, sebagaimana karya musik, esainya memenuhi tiga hal, ada pesan, berkualitas, dan bisa menghibur. Kadang, kata dia, seorang musisi atau penulis mampu membuahkan karya dengan pesan jelas dan berkulitas, tapi belum tentu bisa menghibur. 

Beben Jazz Kupas Daleman Esai H. Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Beben Jazz Kupas Daleman Esai H. Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Beben Jazz Kupas Daleman Esai H. Mahbub Djunaidi

“Nah, ketika tiga hal itu tercakup dalam sebuah karya, itu adalah karya yang baik. Nah, esai-esai Pak Mahbub memenuhi ketiga hal itu,” jelasnya di sela Haul H. Mahbub Djunaidi ke-22 bertajuk Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi yang digelar Omah Aksoro dan PMII UNUSIA di lapangan parkir UNISIA, Jakarta, Kamis malam (5/10).  

Kelebihan lain dari esai Ketua Umum pertama Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menurut Beben, dikemas dengan bahasa yanga ringan.

Lebih lanjut, bagi Beben, esai H. Mahbub Djunaidi, jika dilihat dari zaman sekarang, akan terasa bermuatan sejarah. Untuk mengetahui keadaan zaman Orde Baru, misalnya bagaimana situasi politiknya, anak muda zaman sekarang bisa mendapatkan melalui esai H. Mahbub Djunaidi. 

“Jadi esainya itu harus diabadikan dalam buku. Mungkin pernah. Tapi sekarang tidak ada, maka wajib disyiarkan. Karena kita bisa belajar banyak dari esai-esainya.” 

Hari Santri 2019

Beben menduga, dari horizon pengetahuan H. Mahbub Djunaidi yang tergambar dalam esainya, si penulis memiliki banyak sumber. Ia bisa menerjemahkan sesuatu yang ribet sekali pun dari banyak buku dan fakta.

“Nah, kita membaca esai Pak Mahbub, kita langsung terangkum dan mengerti sebuah persoalan,” ungkapnya yang tampil memainkan jazz bersama Komunitas Jazz Kemayoran dan berkolaborasi dengan Yuri Mahatma. 

Hari Santri 2019

Ciri khas lain, esai H. Mahbub Djunaidi adalah otentik dan apa adanya. Menurut Beben, apa adanya itu sulit karena itu butuh keberanian. Yang benar di katakan benar, yang salah dikatakan salah meskipun yang ditulis adalah kawan sendiri. 

“Justru jujur saja, mungkin yang tidak dimiliki media dan wartawan sekarang adalah menulis apa adanya. Tapi beliau berani.” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Internasional Hari Santri 2019

Selasa, 06 Februari 2018

Penghapal Al-Quran Se-Tawangharjo Gelar Semaan

Grobogan, Hari Santri 2019. Sejumlah komunitas hafidz hafidzah Nahdlatul ‘Ulama yang tegabung dalam Ikatan Persaudaraan Qori’ Qori’ah Hafidz Hafidzah (IPQOH) se-kecamatan Tawangharjo kabupaten Grobogan, Jawa Tengah melantunkan ayat demi ayat di luar kepala, Ahad (1/12).

Penghapal Al-Quran Se-Tawangharjo Gelar Semaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penghapal Al-Quran Se-Tawangharjo Gelar Semaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penghapal Al-Quran Se-Tawangharjo Gelar Semaan

Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Mereka ikut menyimak ayat demi ayat al-quran yang dibacakan oleh para hafidz hafidzah. Semaan bertempat di desa Plumpungan kecamatan Tawangharjo.

“Tiap 3  bulan sekali (triwulan) kegiatan sima’atul qur’an seperti ini kita adakan. Dan alhamdulillah sudah berjalan selama 3 tahun” terang Ketua IPQOH Kiai Muhsan.

Hari Santri 2019

Salah seorang anggota IPQOH ustadz Solihin mengatakan, walaupun rumah jauh, saya berusaha untuk meluangkan waktu untuk bisa hadir dalam agenda acara seperti ini. Selain sebagai media syiar ke desa-desa, saya bisa silaturrahim dengan para hafidz yang lain dan juga masyarakat sekitar.

Supaya tidak terjadi ikhtilath (campu baur) antara lelaki dan wanita dalam satu majlis maka sebisa mungkin dipisahkan agar tidak terjadi fitnah Sehingga Jamaah Lelaki bertempat di masjid Darussalam desa Plumpungan. Sedangkan wanita menggelar semaan di kediaman Nyai Faila Sifa Sholihah, samping masjid Darussalam.

Hari Santri 2019

Di pengujung acara, ditutup tahlil yang dipimpin oleh Kiai Muhsan yang kemudian dilanjutkan do’a oleh Kiai Rifa’i Zuhdi. (Asnawi L/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Internasional, Kajian Hari Santri 2019

Senin, 29 Januari 2018

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

Jakarta, Hari Santri 2019

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan agar prinsip tabayun (kejelasan) terhadap informasi yang diperoleh di dunia maya harus dikedepankan. Ia menekankan prinsip tersebut di tengah fenomena informasi yang lebih cenderung mementingkan kecepatan daripada ketepatan.

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

"Saat ini pengguna medsos banyak ingin menjadi yang pertama memberikan informasi yang belum tentu valid. (Lakukan) nomor 1 tabayun, nomor 2 tabayun, nomor 3 tabayun. Jangan sampai jempol kita lebih cepat dari pikiran kita. Dicerna dulu informasi yang didapat," katanya pada Silaturahmi Nasional I yang dilaksanakan oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) di Hotel Santika TMII Jakarta, Jumat (8/12).

Menteri Rudiantara menjelaskan, teknologi adalah sesuatu yang netral. (Hal) yang membuat teknologi menjadi hal positif ataupun negatif adalah penggunanya. Ia mengumpamakan teknologi seperti pisau yang bila digunakan di dapur untuk memasak maka akan bermanfaat. Dan sebaliknya jika digunakan untuk kejahatan maka akan membawa hal negatif.

Hari Santri 2019

Dalam perkembangannya saat ini, pemerintah tidak menutup mata terhadap efek-efek negatif yang muncul dari perkembangan teknologi khususnya internet. Pemerintah terus berupaya meminimalisir konten-konten negatif dengan beberapa strategi diantaranya melalui pemblokiran media sosial ataupun website yang mengandung konten negatif.

"Delapan ratus ribu situs sudah diblok oleh pemerintah berdasarkan laporan masyarakat," terangnya di depan para stakeholders konten keislaman dari seluruh Indonesia.

Hari Santri 2019

Dalam mengambil kebijakan pemblokiran, lanjut Rudiantara, pihaknya selalu menggandeng stakeholders terkait termasuk para kiai dan ulama. Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaan kebijakan tidak menimbulkan gejolak yang dapat melahirkan efek-efek negatif.

Peran ulama dinilai sangat penting dalam memberikan pedoman sekaligus mengarahkan umat dalam beraktivitas di dunia maya khususnya medsos. Sehingga muncullah fatwa No. 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial yang terus disosialisasikan oleh Kemenkominfo. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Internasional Hari Santri 2019

Sabtu, 13 Januari 2018

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech

Rembang, Hari Santri 2019

Pemerintah Kabupaten Rembang Jawa Tengah pekan depan mengagendakan gelaran shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Rencananya acara tersebut diselenggarakan pada 10 September 2017 di alun-alun kabupaten setempat.

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Pemkab Rembang Gelar Shalawat bersama Habib Syech

Bupati Rembang H Abdul Hafidz saat menghadiri acara Istighotsah dan Aksi Damai Tolak Five Days School (FDS) yang diselenggaran warga NU Rembang, Rabu (30/8), juga mengungkapkan tentang hal ini.

"Pemkab Rembang pada tanggal 10 September akan mengadakan shalawat bersama Habib Syech. Dan kami juga telah komunikasi dengan Pak Gubernur, insyaAllah akan hadir juga," terangnya.

Hari Santri 2019

Senada dengan Bupati Rembang, dalam halaman Facebook resmi Humas Setda Rembang juga dipaparkan tentang informasi ini.

Hari Santri 2019

"Rembang bersholawat, Minggu 10 September 2017 start pukul 19.00 WIB di Alun-alun Rembang bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dari Solo," tulis halaman Facebook tersebut.

Agenda ini mendapat sambutan positif dari warga Rembang. Hal ini tampak dari beberapa komentar dalam fanspage resmi Pemkab Rembang tersebut yang apresiatif terhadap kegiatan ini. (Aan Ainun Najib/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Internasional, Ubudiyah Hari Santri 2019

Rabu, 03 Januari 2018

Ini Cara JQHNU Sidoarjo Siapkan Kafilah MTQ Tangguh

Sidoarjo, Hari Santri 2019. Ketua PC Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sidoarjo, H Imam Mukozali mengatakan, strategi untuk menyiapkan Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang tangguh di Kabupaten Sidoarjo agar bisa berjaya dikancah Provinsi sampai Nasional yakni dengan cara menggali potensi besar yang ada dari seluruh komponen keagamaan di Kabupaten Sidoarjo.

Ini Cara JQHNU Sidoarjo Siapkan Kafilah MTQ Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara JQHNU Sidoarjo Siapkan Kafilah MTQ Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara JQHNU Sidoarjo Siapkan Kafilah MTQ Tangguh

"Misalnya Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), Pondok Pesantren, Sekolah atau Rumah Tahfidz, Rumah Qori, dan potensi personal yang juga mempunyai peran sangat besar. Dari berbagai lembaga keagamaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo bisa dikembangkan dan dioptimalkan pembinaannya ke arah penyiapan sumber daya manusia yang mumpuni sebagai wujud konkrit dari program yang sudah dicanangkan," kata Imam Selasa, (5/1).

MTQ di setiap daerah ditangani oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang mempunyai otoritas mengelola penuh terhadap pelaksanaan dan keberhasilan MTQ itu sendiri. Kalau visi dan misi ini dikembangkan tidak hanya pada tataran birokrasi tetapi melibatkan masyarakat secara menyeluruh, dan yang lebih spesifik lagi pada lembaga atau ormas yang mengelola dan mengembangkan syiar Al-Quran.

Hari Santri 2019

"Apabila seluruh kemampuan yang ada baik dari pihak pemerintah sebagai otoritas penguasa anggaran dan lembaga keagamaan bersatu padu, maka akan memunculkan kekuatan yang sangat besar. Ibarat filosofi sapu lidi bersatu akan menjadi kuat dan bermanfaat. Dengan kata lain pengelolaan pengembangan MTQ dikerjakan bersama antara pemerintah daerah dengan lembaga atau ormas Islam yang mempunyai visi dan misi sama sehingga bisa membuahkan hasil maksimal," ujarnya.

Kemampuan yang ada baik secara kelembagaan maupun pribadi perlu dicari dan diinventarisir sehingga bisa mendeteksi kemampuan yang ada. Penjaringan sejak dini dilakukan sebagai langkah untuk mencari bibit dalam Kafilah MTQ ke depan. Cara jitu yang dilakukan dalam penjaringan ini adalah dengan sering kali mengadakan event atau perlombaan serta kegiatan yang mendukung potensi tersebut. Dan tidak kalah pentingnya adalah penjaringan dilakukan dengan sangat obyektif sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tanpa pilih kasih karena pertimbangan lainya.

Hari Santri 2019

Untuk mendapatkan bibit yang mumpuni, baik dan unggul harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh komponen yang ada. Karena bibit yang unggul tidak bisa secara instan, tetapi harus dilakukan jauh-jauh sebelum ada kegiatan secara berkesinambungan. "Hal ini bisa kita lihat kesinambungan yang dilakukan di rumah-rumah tahfizh, rumah-rumah qori, sanggar kaligrafi, Pondok Pesantren, JQH dan lain-lain. Mereka sudah menyiapkan calon-calon Kafilah handal karena disiapkan sejak dini dengan fasilitas sangat sederhana," tambanhya.

Kalau potensi itu disinergikan dengan kemampuan anggaran yang ada dari pemerintah daerah, maka bukan mustahil potensi akan tambah lebih besar dan unggul. Bibit unggul itu menjadi tanggung jawab bersama dengan memakai tangan pemerintah daerah untuk mengelolanya. Perawatannya meliputi secara fisik dan nonfisik. Secara fisik terkait dengan bagaimana gizi, kesehatan dan kehidupan ekonomi seorang calon Kafilah. Secara non fisik atau aspek spiritual lebih dititik beratkan kepada memperkuat kemampuan rohani, mental dari seorang calon Kafilah MTQ.

Prestasi dari apapun keahliannya harus mendapatkan reward sesuai tingkat ptrestasi yang dihasilkan. Karena ini akan menjadi stumulus tersendiri bagi para pemenang. Tak terkecuali prestasi yang ditorehkan dari para kafilah MTQ diberbagai event. Dampak dari cara itu adalah besar terhadap kesungguhan para kafilah. Apabila itu dilakukan dengan baik dan perencanaan matang dari segi anggaran, maka akan merangsang para calon Kafilah untuk bersaing dengan sehat sebagai duta Kabupaten Sidoarjo ke event tingkat Provinsi maupun Nasional, serta mempunyai kemampuan dalam menerapkan nilai-nilai Al-Quran ditengah-tengah masyarakat yang sangat majemuk. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Amalan, Budaya, Internasional Hari Santri 2019

Jumat, 29 Desember 2017

Semarakkan Harlah, GP Ansor Wedung Gelar Porseni

Demak, Hari Santri 2019 - Dalam rangka menyemarakkan Hari Lahirnya yang ke-83 Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wedung Kabupaten Demak mengisinya dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan. Selain apel kebangsaan, gema shalawat dan pengajin umum, GP Ansor juga menggelar pekan olahraga dan seni (porseni) di Desa Buko Kecamatan Wedung, Demak, Senin (24/4).

Ketua GP Ansor Wedung Sulaiman mengatakan, penyelenggaraan porseni dan kegitan lain sebagai upaya konsolidasi organisasi untuk meningkatkan soliditas kepengurusan dan ajang silaturrahim pengurus dan anggota juga untuk meningkatkan bakat dan kreatifitas kader dengan nilai syiar untuk nahdliyin.

“Selain syiar, harlah ini kami gelar porseni sebagai upaya pengkaderan dan menggali minat dan bakat serta peningkatan kreativitas kader Ansor di daerah serta menggugah semangat nahdliyyin khususnya,” kata Sulaiman.

Semarakkan Harlah, GP Ansor Wedung Gelar Porseni (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarakkan Harlah, GP Ansor Wedung Gelar Porseni (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarakkan Harlah, GP Ansor Wedung Gelar Porseni

Ia menambahkan, dari target penyelenggaraan kegiatan tersebut pihaknya menargetkan tergugahnya semangat perjuangan yang tinggi pada kader yang diakibatkan oleh minat dan bakatnya yang tertampung dalam organisasi.

Hari Santri 2019

“Target kami setelah porseni ini mereka tambah senang dan mau berjuang bersama di Ansor untuk NU,” tegas Sulaiman.

Ketua Panitia Yoni Ariyanto menjelaskan, aneka lomba bidang seni dalam Porseni meliputi musabaqah tilawatil Qur’an (MTQ), paduan suara (koor) mars Ansor, Banser dan Ya Ahlal Wathan, sedangkan bidang olahraga meliputi tenis meja, futsal, sepak takraw, lomba baris berbaris (LBB).

Hari Santri 2019

“Aneka lomba baik seni maupun olahraga tersebut diikuti oleh 15 ranting,” jelasnya.

Penyelenggaraan harlah Ansor tersebut seusai lomba lomba dipungkasi dengan Ansor bershalawat dan pengajian umum yang juga sebagai peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan para habaib, pengurus cabang Ansor Demak , pengurus MWCNU Wedung, dan banomnya dengan pembicara Musytasar PCNU Demak KH Zaenal Arifin Ma’shum. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Internasional Hari Santri 2019

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Pekalongan, Hari Santri 2019. Innalilllaahi wa inna ilaihi roojiun. Warga Nahdiyin Pekalongan kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni H. Abdullah Machrus mantan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tinggal di Kota Batik Pekalongan, Sampangan Gang VI, Pekalongan.

H. Abdullah Machrus meninggal Jumat (7/2) menyusul istri tercintanya Hj. Tadzkiroh yang telah meninggal terlebih dahulu pada Senin (3/2). Menurut rencana jenazah almarhum akan dimakamkan di samping istrinya di makam keluarga di komplek Masjid Al Fairuz, Baros Pekalongan Sabtu (8/2).

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Kepergian H. Abdullah Machrus sangat mengagetkan warga nahdliyyin khususnya di Kota Pekalongan. Pasalnya, saat jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bertaziyah ke rumah Sampangan Gang VI Pekalongan Senin (3/2) Abdullah Machrus tampak sehat dan bisa berkomunikasi dengan baik dan lalu lalang menemui tamu tamu yang bertaziyah di rumah kediamannya.

Hari Santri 2019

Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan, H. Abu Almafachir, mengaku kaget atas kabar meninggalnya H. Abdullah Machrus yang beredar melalui SMS, BBM maupun facebook.

"Saya tidak mengira kalau H. Abdullah Machrus pergi begitu cepatnya menyusul istrinya yang belum genap 7 hari," ujar H. Abu Almafachir.

Hari Santri 2019

Sosok H. Abdullah Machrus, di samping aktifis di Nahdlatul Ulama, beliau adalah sosok pengusaha batik yang pernah moncer di zaman orde baru. Pasalnya, batik yang berlabel Mahkota Agung selalu menjadi seragam resmi istana kepresidenan dan keluarga Soeharto.

Tidak hanya di bidang bisnis batik Abdullah Machrus yang asli Semarang meraih sukses, dalam membina keluarga pun, juga dinilai berhasil. Atas prestasinya, dirinya mendapat penghargaan sebagai pemenang Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Provinsi Jateng 2007.

Dari tujuh anaknya, enam di antaranya sudah sarjana. Anaknya yang satu lagi tinggal selangkah menyusul meraih sarjana. Hebatnya, bukan hanya sarjana yang diraih, semuanya pernah menjadi santri di sebuah pondok pesantren dan kini juga sudah bisa hidup mandiri dari usahanya sendiri serta berhaji. Yang menarik lagi, bukan hanya anak-anaknya yang menjadi sarjana. Menantunya pun menjadi sarjana.

Apa kunci sukses membentuk keluarga sakinah? Menurut dia, sebenarnya ada pada istrinya. Saya ini bekerja sebagai wiraswasta, sehingga seringkali ke luar kota. Kegiatan saya di bidang sosial seabrek, sehingga jarang sekali saya berada di rumah. Karena itu, pendidikan anak-anak itu sebagian besar karena peran ibu, tuturnya.

Dalam pembelajaran kepada anak, diakui, memang yang diutamakan adalah kedisiplinan dan kejujuran. Bagi dia, anak harus tahu kapan waktu untuk beribadah, belajar, bermain, dan membantu orang tua.

Sebagai orang tua, Machrus selalu mengingatkan pada anaknya untuk menjaga dan menunaikan salat lima waktu. Bahkan juga mendorong anak-anaknya untuk shalat sunah seperti tahajud, duha, awwabin, dan rawatib.

Di antara pondok pesantren yang menjadi tempat mendidik agama anak-anaknya adalah Ponpes Al Hikmah Pati, Ponpes Al Islah Putra dan Al Ishom Putri, Mayong Jepara, Ponpes Maunah Sari Kediri, Jatim, serta beberapa ponpes di Jakarta dan Yogyakarta.

Abdullah Machrus adalah anak ke-4 dari pasangan Hj Aisyah Anwar dan Machrus Dhubian Al Hafidz, seorang veteran yang berjualan barang-barang kelontong di Pasar Johar Semarang pada waktu itu. (Abdul Muiz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Internasional, Khutbah Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock