Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Sumedang, Hari Santri 2019

Sebanyak 54 siswa kelas 12 MA Plus Al-Hikam Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/4), mengikuti kegiatan sidang karya tulis. Kegiatan tersebut memang sengaja dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab siswa setelah diberikan tugas penelitian dalam bentuk karya tulis.

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Kegiatan yang dilaksanakan di aula MA Plus Al-Hikam ini berlangsung dengan sidang terbuka. Setiap peserta diuji hasil karya tulisnya oleh tiga orang penguji. Ketiga penguju tersebut berasal dari guru dan akan menguji materi tentang sistematika penulisan, isi karya tulis, dan teknik-teknik pengambilan data dalam menyelesaikan karya tulisnya.

Kepala MA Plus Al-Hikam Sumpena Saripudin mengatakan bahwa kegiatan sidang karya tulis ini sudah menjadi program tahunan. Malahan kegiatan ini dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan di MA Plus Al-Hikam.

Hari Santri 2019

Sumpena juga menuturkan bahwa banyak hal positif dari kegiatan pembuatan karya tulis ini. di antaranya menyiapkan karakter anak bangsa supaya selalu peka terhadap masalah di lingkungannya untuk dijadikan bahan penelitian dan dituangkan dalam bentuk karya tulis. Selain itu lulusan MA Plus Al-Hikam diharapkan mempunyai kelebihan tersendiri dalam bidang pembuatan karya tulis dan dapat belajar untuk mempertanggungjawabkan karya tulisnya.

Saat ini di MA Plus Al-Hikam ada dua program studi. Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Selama enam bulan siswa diberikan waktu untuk membuat karya tulis dengan masalah sesuai dengan program studi yang diampu. Jurusan IPA masalah yang diteliti seputar alam, dan jurusan IPS meneliti permasalahan sosial.

Hari Santri 2019

Salah seorang peserta sidang Chacha Azhar Koswara menyambut hangat kegiatan ini. Chacha dalam karya tulisnya meneliti pembuatan roket. Roket yang dibuat dan ditelitinya pun ikut dipamerkan dalam sidang karya tulis ini. Banyak yang terkagum-kagum dengan hasil penelitiannya  Chacha tersebut.

"Saya bangga dengan sesuatu yang ditulis dalam karya tulis ini. Kegiatan karya tulis ini membuat saya semakin dewasa. Banyak hal-hal baru yang saya temui selama membuat karya tulis. Semoga kegiatan ini selalu istiqomah," tutur Chacha. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Cerita, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Senin, 26 Februari 2018

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo

Gunung Kidul, Hari Santri 2019. Untuk manambah asupan pengetahuan soal keagamaan, masyarakat dusun Jatiayu, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung kidul mengadakan pertemuan setiap malam Ahad. Pada pertemuan yang berlangsung Sabtu (29/8) malam, masyarakat Jatiayu ini mengundang beberapa Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) untuk berdiskusi dan ngaji bersama.

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo

Salah satu Mahasiswa STAISPA Danang Tri Atmojo mengatakan, pada mulanya mahasiswa Pandanaran diminta untuk ceramah keagamaan. Namun, mengingat majelis ini terhitung tidak sedikit anak muda yang hadir, maka kami diminta untuk mengisi majelis ini dengan ngaji dan diskusi bersama.

"Pada pertemuan kali ini, kami dan masyarakat setempat membicarakan soal ‘Doa dan Optimisme.’ Sebagai pembuka, kami mencoba memaparkan perihal keteguhan, keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dalam bermunajat kepada Allah sehingga dikaruniai seorang anak yang saleh," tutur salah satu santri pesantren Pandanaran ini.

Hari Santri 2019

Kami, kata Danang, mencoba menyuguhkan kisah Nabi Ibrahim lantaran momennya pas dengan pelaksanaan Haji. Sementara, dalam kisah Nabi Ibrahim, selain perihal doa juga terdapat banyak hal yang menarik untuk didiskusian.

Hari Santri 2019

"Dari kisah Nabi Ibrahim, kita juga dapat memetik beberapa pelajaran. Di antaranya, relasi suami-istri dalam membangun keluarga yang indah dan baik, serta soal Ismail putra Ibrahim tentang kesalehan dan jiwa mudanya yang patut diteladani, dan lain sebagainya," kata Danang.

Dalam kesempatan ini, dikutip pula beberapa hal dari hikmahnhya Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitabnya al-Hikam terkait "Doa". (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Kajian Sunnah, Berita Hari Santri 2019

Jumat, 16 Februari 2018

IPPNU Probolinggo Lantik Dua Komisariat

Probolinggo, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melantik Pimpinan Komisariat (PK) IPPNU SMK Raudlatul Malikiyah dan PK IPPNU MA Riyadlus Sholihin periode 2015-2016, Ahad (20/9) malam.

IPPNU Probolinggo Lantik Dua Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Lantik Dua Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Lantik Dua Komisariat

Pelantikan yang dilaksanakan di lembaga pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Musyrifah dan segenap pengurus, Ketua PAC IPPNU Kademangan Nur Baiti As-Shiddiqy dan pengurus IPPNU se-Kecamatan Kademangan.

Pengurus PK IPPNU SMK Raudlatul Malikiyah dan PK IPPNU MA Riyadlus Sholihin ini dipimpin oleh Sekretaris PC IPPNU Kota Probolinggo Imro’atul Azizah. Prosesi pelantikan PK IPPNU disaksikan oleh segenap pengurus IPPNU se Kecamatan Kademangan.

Hari Santri 2019

Sekretaris PC IPPNU Kota Probolinggo Imro’atul Azizah berharap agar para pengurus PK IPPNU bisa terus berjuang demi kejayaan IPPNU di Kota Probolinggo. “Saya berpesan teruslah berjuang dan jangan pernah putus asa dalam melakukan pengkaderan serta memperkuat NU secara organisasi dan Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) secara aqidah,” ungkapnya.

Hari Santri 2019

Menurut Azizah, pengurus PK IPPNU merupakan ujung tombak perjuangan NU di tingkatan selanjutnya. “Semoga kepengurusan baru ini dapat menjalankan roda organisasi dengan baik sesuai harapan seluruh pelajar NU yang ada di SMK Raudlatul Malikiyah dan MA Riyadlus Sholihin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Jumat, 09 Februari 2018

Pengurus NU Harus Paham dan Tanggap akan Kondisi Umat

Demak, Hari Santri 2019 - Sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dalam melayani mayarakat, Nahdlatul Ulama (NU) dirasa masih jauh dari harapan. Dalam menjalankan fungsinya NU harus memahami kondisi masyarakat karena demikian itu merupakan salah satu cara untuk bisa mengambil langkah-langkah positif yang dibutuhkan masyarakat.

“Kita harus tanggap dengan keadaan di sekitar kita. Kalau kita paham, kita tahu apa yang jadi kebutuhan umat,” kata Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Masudi saat memberikan pengarahan pada peserta Musyawarah Kerja Cabang NU Demak di Kantor NU setempat Jalan Sultan Fattah Nomor 611 Bintoro, Ahad, (22/5).

Pengurus NU Harus Paham dan Tanggap akan Kondisi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Harus Paham dan Tanggap akan Kondisi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Harus Paham dan Tanggap akan Kondisi Umat

Kiai Alawy menambahkan, sesuai perkembangan zaman persoalan yang dihadapi NU semakin banyak dan kompleks. Maka dari itu ia meminta baik pengurus maupun kader NU harus saling melengkapi kekurangan yang dimiliki NU dikarenakan terlalu banyaknya persoalan sehingga pelayanan masyarakat tidak maksimal.

“Kami mengakui kalau NU sebagai khodimul (pelayan) umat masih jauh dari kekurangan, makanya butuh kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Di saat yang sama Ketua NU Demak mengajak peserta muskercab untuk bisa mengevaluasi kinerja yang belum maksimal, yang selanjutnya dibahas pada forum guna mencari solusi dari persoalan yang muncul di tengah tengah masyarakat.

“Melihat persoalan itu semua mari kita evaluasi, kita benahi dan kita selesaikan, yang berkaitan dengan pemerintah nanti programnya kita singkronkan.”

Sesuai pantauan Hari Santri 2019 sidang-sidang komisi banyak menyoroti dunia pendidikan dan penyakit masyarakat yang merupakan sangat dibutuhkan dan problem masyarakat.

“Yang sangat mendesak dan diharap umat adalah memberantas miras, karaoke liar, prostitusi maupun pekat lain, ini sangat merusak tatanan masyarakat,” tegas Komandan Satkorcab BAnser Demak Mustain.

Selain pengurus cabang musyawarah ini dihadiri oleh Wakil Bupati Demak H Joko Sutanto, Mustasyar NU Demak KH Nurhamid Wijaya, dan pengurus wakil cabang se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Sunnah Hari Santri 2019

Senin, 15 Januari 2018

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka

Tangeran Selatan, Hari Santri 2019. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menjelaskan, Agustus adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam karena pada bulan itu Muhammad diutus menjadi seorang nabi dan rasul. Selain itu, bulan Agustus juga menjadi spesial bagi bangsa Indonesia karena pada bulan itu Indonesia merdeka. 

“Kapan pertama kali Nabi diutus? bulan Agustus. Sama. Kapan proklamasi (kemerdekaan Indonesia)? bulan Agustus,” kata Mbah Moen saat memberikan ceramah dalam acara Doa dan Dzikir Bersama yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) di Halaman Polres Tangerang Selatan, Senin (6/11) malam.

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka

Manurut kiai yang ahli sejarah itu, Bangsa Arab menggunakan bulan untuk menentukan tanggal, bulan, dan tahun. Sedangkan, Indonesia menggunakan matahari. Uniknya, jika dihitung maka tanggal Muhammad diutus dan Indonesia merdeka itu sama tetapi berbeda.

“Pertama kali Nabi diutus tanggal delapan bulan Agustus (atau) tujuh belas Ramadlan. Bangsa Indonesia merdeka tujuh belas Agustus (atau) delapan Ramadlan. Bedo tapi podho, podho tapi bedo (berbeda tapi sama, sama tapi berbeda),” jelasnya.  

“Kalau kita memperingati Agustus (kemerdekaan Indonesia), sama dengan memperingati kapan nabi diutus,” lanjutnya.

Hari Santri 2019

Bulan Oktober

Mbah Moen mengatakan, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad pada dua puluh dua Oktober. Lalu kemudian, tanggal ini ditetapkan oleh pemerintah menjadi Hari Santri Nasional yang diperingati dengan sangat meriah oleh para kaum santri.

“Bangsa Indonesia tanggal dua puluh dua itu Resolusi Jihad, akhirnya sepuluh November hari pahlawan,” ucapnya.

Sedangkan pada bulan Oktober juga, imbuh Mbah Moen, Nabi Muhammad untuk pertama kalinya tiba di Madinah untuk berhijrah. Tanggal satu Oktober Nabi Muhammad membangun Masjid Quba’, dan kemudian sampai di Madinah pada pertengahan bulan Oktober.

Hari Santri 2019

“Nabi hijrah bulan September, Oktober sampai Madinah,” ujarnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, IMNU Hari Santri 2019

Jumat, 12 Januari 2018

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Mataram, Hari Santri 2019. Pondok Pesantren Abhariyah Jerneng ? Asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Barat TGH Ulul Azmi keluar sebagai juara Group A setelah mengungguli Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dengan skor 2-0 di Stadion Kediri Lombok Barat, Senin (21/9).

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Babak penyisihan Liga Santri Nusantara (LSN) Zona NTB sudah berjalan dua hari dengan jadwal tiga kali pertandingan setiap hari. Pagi satu kali pertandingan dan sore dua kali pertandingan.

Jalannya pertandingan

Hari Santri 2019

Kemenangan Abhariyah diraih setelah Hariadi, pemain dengan nomor punggung 6 menjebol gawang Qomarul Huda dari Bagu di babak pertama.

Hari Santri 2019

Kemudian di babak kedua, pemain lini tengah, Lalu Zainul Hafidz dari Abhariyah melepaskan tendangan dari luar kotak penalti hingga kembali menjebol gawang lawan. Kedudukan 2-0 bertahan hingga pluit panjang berbunyi tanda pertandingan telah selesai.

Suharto, Pelatih Abhariyah ? menargetkan, timnya bisa meraih kemenangan pada semi final yang akan dihelat Jum’at (25/9).

Guru senior Abhariyah ini juga berspesan kepada pemain asuhannya agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan bermain sportif. "Saya berpesan kepada semua pemain dan para suporter agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan tetap mejaga sportivitas," katanya. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Hikmah, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Mensos Khofifah Dorong Pemerintah Daerah Terbitkan Perda Disabilitas

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendorong pemerintah daerah segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas. Baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/ Kota. Regulasi tersebut menjadi dasar perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. 

Mensos Khofifah Dorong Pemerintah Daerah Terbitkan Perda Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Dorong Pemerintah Daerah Terbitkan Perda Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Dorong Pemerintah Daerah Terbitkan Perda Disabilitas

Khofifah menerangkan sejak diundangkannya UU nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, hingga kini, sesuai catatan di Kemensos baru delapan provinsi yang sudah memiliki Perda Disabilitas. Kedelapan provinsi tersebut yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Bali. 

"Saya berharap langkah strategis ini bisa diikuti oleh daerah lain khususnya kabupaten /kota di Indonesia. Dengan demikian hak-hak penyandang disabilitas bisa terkawal dan terpenuhi sehingga akhirnya mereka memperoleh hak dasarnya serta perlindungan, yang baik," ungkap Khofifah saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2017 di Lapangan Siwa kompleks Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, pekan lalu. 

Namun demikian, menurut Khofifah penyusunan perda harus berdasarkan keperluan kaum difabel di daerah masing-masing. Oleh karena itu perlu pelibatan penyandang disabilitas dalam penyusunan Perdanya. 

Hari Santri 2019

Khofifah menerangkan, nantinya Perda disabilitas tersebut menjadi payung hukum pemenuhan dan perlindungan hak penyandang disabilitas di tingkat daerah. Harapannya, kata dia, para penyandang disabilitas dapat lebih mandiri dan sejahtera melalui pengakuan, penghormatan, serta jaminan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. 

"Intinya bagaimana kemudian aksesibilitas para penyandang disabilitas terjamin oleh undang-undang," imbuhnya. 

Khofifah menuturkan, disabilitas bukanlah batasan karena mereka pun butuh akses dan kesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan potensinya. Kementerian Sosial, lanjut dia, membuktikan bahwa penyandang disabilitas tidak kalah dengan mereka yang berstatus non disabilitas . 

"Kami membentuk Difabel Siaga Bencana (Difagana) yang dilibatkan saat terjadi bencana alam. Mereka ini memiliki kekompakan dan semangat yang luar biasa. Saat ini Difagana baru ada di Yogyakarta. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh daerah lain, untuk membentuk difabel siaga bencana (difagana)," ujarnya. 

Khofifah dalam pesannya meminta agar momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Oktober setiap tahunnya tidak sekedar menjadi seremoni. Namun, benar-benar bisa diimpelementasikan dan diwujudkan oleh seluruh daerah di Indonesia. 

Hari Santri 2019

"Ini penting, agar ke depan bisa terbentuk masyarakat yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di atas bingkai keberagaman bangsa Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga menerima peta taktual yang menggunakan huruf Braille (timbul) buatan Badan Informasi Geospasial Indonesia kerjasama dengan Yayasan Dria Manunggal. 

Peta tersebut berisikan nama pulau, provinsi, kabupaten, kota, gunung dan sungai. Penggunaan huruf braille dan kode-kode Khusus didalamnya untuk memudahkan para tuna netra mendapat pengetahuan dan informasi tentang wilayah Indonesia. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Rabu, 03 Januari 2018

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah

Pringsewu, Hari Santri 2019. Kabar gembira bagi warga Pringsewu baik perorangan maupun lembaga dan instansi bahwasanya Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu sudah bisa dipakai untuk berbagai macam kegiatan umum seperti seminar, pertemuan, resepsi dan lain sebagainya.?

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalisasi Penggunaan, Fasilitas Gedung NU Pringsewu Ditambah

Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Fathurrahman di Gedung NU, Rabu 18/03/15.

Menurutnya sampai dengan saat ini sudah banyak instansi dan lembaga yang sudah mulai mengadakan kegiatan di Gedung NU yang terletak di Jl. Lintas Barat Kecamatan Pagelaran ini.?

Hari Santri 2019

"Dua ? Minggu di bulan Maret ini saja sudah ada 4 kegiatan yang dilaksanakan di Gedung NU seperti Kegiatan HIMPAUDI Kabupaten Pringsewu, ? Musrenbang Kabupaten Pringsewu, ? Kegiatan PMII dan 2 hari ini MTQ KORPRI Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Fathurrahman menambahkan bahwa untuk menyikapi semakin tingginya minat masyarakat untuk menggunakan gedung, kepengurusan PCNU melalui Badan Pengembangan dan Pengelolaan Gedung NU sudah menambah beberapa fasilitas. Diantaranya pengadaan sound system, penambahan perlengkapan kursi dan meja, ? pemasangan LCD proyektor, penambahan dan renovasi toilet, serta pengadaan beberapa peralatan untuk memperlancar dan mendukung kegiatan.

Hari Santri 2019

Penambahan fasilitas di gedung yang berlantai 3 ini juga ditujukan untuk memperlancar kegiatan kegiatan intern NU dan badan otonom serta lembaga lembaga NU yang juga berkantor di gedung tersebut. Menurutnya kantor Banom seperti Muslimat, ? Ansor, IPNU dan IPPNU berada di lantai 2 dan 3 yang sekarang sudah aktif digunakan.

"Sesuai dengan peraturan penggunaan, kami mempersilahkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan gedung NU untuk kegiatan kegiatan positif dan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya warga sekitar," jelasnya. Fathurrahman juga menjelaskan bahwa gedung NU tidak diperkenankan digunakan bagi kegiatan kegiatan partai politik. Menurutnya, hal ini untuk menjaga netralitas NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang tidak berpolitik praktis. (m faizin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Quote, Hikmah Hari Santri 2019

Selasa, 26 Desember 2017

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri

Trenggalek, Hari Santri 2019. Liga Santri Nusantara 2017 region Jawa Timur 1 segera digulirkan. Kick off akan dilaksanakan pada bulan September. Bupati Trenggalek, Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung penuh dan mengapresiasi kompetisi sepakbola paling bergengsi antar pesantren yang digelar di daerah yang ia pimpin itu.

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri

"Pemerintah kabupaten Trenggalek sangat berterima kasih kepada panitia regional sekaligus panitia pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah LSN Region Jatim 1 ini. Tentunya saya beserta seluruh jajaran akan berupaya sekuat tenaga untuk mensukseskan acara ini," ungkap Bupati saat bertemu panitia Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Timur 1 yang ? diwakili oleh Koordinator Region Habib Mustofa dan panitia pelaksana Gus Anam didampingi ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah, Jumat sore (7/7).

Bupati berharap melalui LSN ini animo masyarakat di daerah Mataraman terhadap olahraga sepakbola makin besar lagi. Karena menurutnya, olahraga sepakbola adalah olahraga yang sangat merakyat. "Khususnya animo para santri juga terbangun kuat sehingga mampu memunculkan bibit-bibit unggul pemain sepakbola dari kalangan santri," ucap suami artis Arumi Bachsin itu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati, panitia LSN dan PCNU Trenggalek berdiskusi terkait perencanaan kegiatan. Pertemuan itu dilakukan sebagai awal menyamakan persepsi antara Panitia Pelaksana LSN dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pemkab Trenggalek sendiri siap mensukseskan pelaksanaan LSN 2017 region Jatim 1 yang akan diikuti 32 peserta itu.?

Hari Santri 2019

Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menuturkan bahwa dalam satu atau dua hari ini akan segera dibentuk panitia lokal yang akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten Trenggalek serta PSSI guna membahas teknis serta persiapan LSN. "Dan tentu saja NU beserta seluruh banom-banom yang ada juga akan dilibatkan untuk mengawal dan mensukseskan LSN," kata Gus Loh, sapaan akrabnya.

"Hari ini kita masih membahas acara secara global. Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah kabupaten Trenggalek khususnya kepada Bapak Bupati dan Wabub yang telah bersedia mensukseskan acara LSN region Jatim 1 ini," ucap Koordinator Region Habib Mustofa.

Seperti diketahui, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) pada tanggal, 14-16 Juni 2017 lalu di Jakarta. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Halaqoh Hari Santri 2019

Senin, 25 Desember 2017

Sejahterakan Anggota, Muslimat NU DKI Jakarta Rintis Koperasi

Jakarta, Hari Santri 2019 - Pengurus Musimat NU DKI Jakarta menggelar pertemuan dengan Dinas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Perdagangan DKI Jakarta di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (17/10) siang. Pihak Muslimat NU berkonsultasi perihal pendirian koperasi berbadan hukum.

Mereka meminta Dinas UMKMP DKI Jakarta? untuk menerangkan secara rinci terkait registrasi koperasi yang akan dibentuk.

Sejahterakan Anggota, Muslimat NU DKI Jakarta Rintis Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejahterakan Anggota, Muslimat NU DKI Jakarta Rintis Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejahterakan Anggota, Muslimat NU DKI Jakarta Rintis Koperasi

“Kita akan membangun baru koperasi Muslimat NU khusus di DKI Jakarta,” kata Ketua Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim di Jakarta, Senin (17/10) siang.

Sementara salah seorang pengurus harian Muslimat NU DKI Jakarta Emma mengatakan bahwa pihaknya segera mempersiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan untuk pendirian koperasi. Pada pertemuan ini mereka menyepakati besaran simpanan wajib dan simpanan pokok anggota.

Hari Santri 2019

“Setelah badan hukumnya nanti diurus, kita akan meningkatkan kapasitas pengurus Muslimat NU untuk dapat mengelola koperasi sesuai prosedur,” kata Emma.

Hari Santri 2019

Pengurus Muslimat NU DKI Jakarta berencana mengadakan pertemuan lanjutan perihal pendirian koperasi. “Muaranya adalah menyejahterakan pengurus, anggota Muslimat NU DKI Jakarta, dan masyarakat secara umum,” kata Hj Hizbiyah Rochim.

Kabid UMKMP DKI Jakarta menyatakan aakan terus melakukan supervisi terhadap penglolaan koperasi Muslimat NU DKI Jakarta. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Aswaja, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Sabtu, 23 Desember 2017

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah

Jakarta, Hari Santri 2019 - Kepada awak media Presiden Joko Widodo menyatakan, tidak ada keharusan bagi seluruh sekolah di Indonesia menerapkan program lima hari kegiatan belajar-mengajar dalam sepekan atau yang biasa disebut full day school (FDS). Bahkan informasi pembatalan oleh Presiden sudah diumumkan pada 19 Juni lalu.

Lantas, mengapa kebijakan tersebut tetap diberlakukan di berbagai daerah? (Baca: Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren)

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah

Menurut pengamat pendidikan, Darmaningtyas, statemen saja tak cukup untuk menghentikan Permendikbud, tanpa kepastian hukum yang jelas dan tertulis.

Hari Santri 2019

"Lisan boleh dikatakan begitu, Pak. Tapi selama Peraturan Menteri (Permen) No 23/2017 yang mengatur FDS tidak dicabut/revisi, kebijakan itu akan jalan terus. Daerah-daerah memaksakan melaksanakannya, apalagi bila pelaksanaan program tersebut masuk ke dalam? indikator penilaian sekolah,” katanya saat dihubungi Hari Santri 2019 via WhatsApp, Jumat (11/8).

“Jadi kebijakan publik, tidak bisa abu-abu, tapi harus jelas hitam putihnya. Pasal 9 Permen (Permendikbud Nomor 23/2017) tersebut juga tidak memberikan opsi bagi daerah/sekolah untuk melaksanakan atau tidak, tapi pelaksanaannya bertahap, artinya secara nasional tapi tidak dalam waktu yang bersamaan mulainya,” tambahnya.

Hari Santri 2019

Bagi Darmangtyas, pemberlakuan secara nasional itu menjadi inti kritik terhadap FDS. Kebijakan ini tak selaras dengan komitmen komitmen Presiden Joko Widodo yang “memberi ruang kepada daerah” karena kebijakan tersebut bersifat sentralistis, yang mengabaikan karakter geografis, insfrastruktur dan sarana transportasi, ekonomis, sosial, dan budaya sekolah di Indonesia.

(Baca juga: Soal FDS, Darmaningtyas: Masak Presiden Didorong Langgar Visi Misinya Sendiri?)



“Mengingat Indonesia ini amat luas dan beragam, serta janji Presiden Jokowi dalam kampanye dulu untuk menjamin keragaman dan budaya lokal dalam kebijakan pendidikan, maka kembalikan persoalan teknis: enam atau lima hari sekolah itu ke otonomi sekolah sesuai dengan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), bukan ditarik oleh Mendikbud,” tulis Darmangtyas dalam blogpribadinya. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 AlaSantri, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Jumat, 15 Desember 2017

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Jakarta, Hari Santri 2019. Rangkaian "10 Tahun Hari Santri 2019" secara resmi akan dibuka Kamis (28/3) nanti malam di lantai delapan gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pukul 19.30-22.00. Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj atau yang mewakili memberikan sambutan.

Sebelum itu, Pemimpin Redaksi Hari Santri 2019 Syafi Alielha akan mengucapkan selamat datang dan akan membacakan agenda "10 Tahun Hari Santri 2019" yang akan dilaksanakan selama empat bulan berturut-turut, Maret hingga Juni 2013.

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Pada malam itu, Asrul Sani Award akan diserahkan oleh keluarga almarhum Asrul Sani, Mutiara Sani, kepada lima orang terpilih, dengan kategori Kesetiaan Berkarya, Sineas Berbakti, Penulis Serba Bisa, Tokoh Legendaris dan Pelestari Karya.

Pidato Kebudayaan oleh M. Jadul Maula akan memuncaki acara malam nanti. Sementara D. Zawawi Imron (penyair), Ahmad Tohari (novelis), Sagaf Faozata (violis) dan Faisal Kamandobat (penyair), akan turut mendukung acara tersebut. "Biar berkah," kata Faisal.

Hari Santri 2019

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Kamis, 16 November 2017

Penguatan Pengasuh-Alumni Jadi Penentu Perkembangan Pesantren

Pamekasan, Hari Santri 2019. Hubungan antara pengasuh dan alumni pesantren di Indonesia berlangsung erat. Keduanya bak dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Hal ini ditegaskan Gubernur Saifullah Yusuf dalam acara temu alumni Pesantren Nurul Hidayah Sumber Manis Kowel Kabupaten Pamekasan, Ahad (29/1) malam.

Penguatan Pengasuh-Alumni Jadi Penentu Perkembangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Pengasuh-Alumni Jadi Penentu Perkembangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Pengasuh-Alumni Jadi Penentu Perkembangan Pesantren

"Karenanya, penguatan pengasuh dan alumni harus terus dipelihara dengan baik. Sebab, perkembangan pesantren sangat bergantung pd dua hal tersebut," tegas mantan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur tersebut.

Sejauh ini, kata Gus Ipul, nyaris belum ada lembaga keagamaan yang mempunyai hubungan begitu erat antara sang guru dengan muridnya. Kalau di pesantren, guru adalah kiai dan murid adalah santri.

"Hubungan emosional dan spiritual antara kiai cukup kental. Inilah kelebihan dunia pesantren yang nyaris tidak ditemukan di lembaga keagamaan lainnya," tegas Gus Ipul.

Hari Santri 2019

H Faried Tamim selaku salah seorang alumni yang hadir, menyatakan senang dengan sambutan.Gus Ipul. Mengikuti sambutan Wagub Jatim tersebut, katanya, sungguh menyenangkan dan memberikan wawasan yang cukup luas bagi para mustamiin.?

"Semoga beliau diberi kesehatan dan kesempatan untuk senantiasa eksis memimpin umat," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Halaqoh, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Sabtu, 11 November 2017

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan

Dalam Al-Qur’an Surat Thâhâ diceritakan tentang kisah Nabi Musa ‘alaihissalam berhadapan dengan Fir’aun yang pernah mendaku sebagi Tuhan. Sepanjang menghadapi raja pongah nan lalim ini, Nabi Musa melalui berbagai macam rintangan. Saat itulah, Nabi Musa memanjatkan doa sebagaimana yang terekam dalam ayat 25-28:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Nabi Musa Memohon Kemudahan Urusan

Rabbisyrahlî shâdrî wayassyirlî amrI wahlul uqdatam mil-lisânî yafqahû qaulî.

Hari Santri 2019



Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thâhâ[ 20]: 25-28)

Doa ini setidaknya mengandung tiga permintaan. Pertama, memohon diangkatnya rasa susah yang menyesakkan dada. Kedua, memohon dilenyapkannya berbagai kesulitan. Dan ketiga, memohon kelancaran dalam bertutur kata sehingga mudah diserap dan dipahami para pendengarnya.

Hari Santri 2019

Atas jenis permohonan ini, tak heran apabila doa ini sering dibaca siapa saja yang hendak menghadapi hal-hal penting seperti ujian akhir bagi pelajar, pidato di depan khalayak, atau sejenisnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Hadits, Olahraga Hari Santri 2019

Kamis, 05 Oktober 2017

Ulama yang Tertipu, Seperti Apa?

Jakarta, Hari Santri 2019. Salah satu penyakit yang bisa menyelinap masuk ke dalam hati para ulama adalah perasaan mulia ketika dimuliakan. Selalu dipersilakan duduk di bagian depan. Tangannya dicium. Tak ada yang mengkritik. Semua orang tunduk patuh kepadanya.?

Ulama yang Tertipu, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama yang Tertipu, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama yang Tertipu, Seperti Apa?

Hal itu diterangkan oleh Wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali melalui akun Facebook miliknya, Ahad (29/1).

Menurutnya, awal mula penyakit hati tersebut pelan-pelan muncul perasaan sombong. Merasa diri lebih tinggi dari yang lain. Saat itu, lanjut Kiai Moqsith dengan meminjam bahasa al-Imam al Ghazali, mereka sedang tertipu. Bisa-bisa mereka tergolong ulama dunia bukan ulama akhirat.

Kiai Moqsith mengisahkan, ketika banyak orang memuja-muja Imam Abu Yazid al-Busthomi, maka Sang Imam melakukan perbuatan yang menyebabkan umat tak menyukainya.?

Umat pun berpaling darinya. Itu dilakukan karena Sang Imam khawatir, dirinya menjadi tabir penghalang (hijab) antara manusia dan Tuhan-nya.?

Hari Santri 2019

“Setelah mencapai puncak karir tertinggi, al-Ghazali memilih menyendiri. Ia uzlah,” kata kiai kelahiran Sumenep tersebut.

Hari Santri 2019

Jabatannya sebagai Rektor Perguruan Tinggi Nizhamiyah pun dilepaskan. Ia pergi jauh ke Damaskus. Di negeri ini (Damaskus), ia tak dikenali. Ia hanya sibuk bertafakkur dan muhasabah.

“Itulah akhlaq dan kehati-hatian para ulama salaf. Risih dengan pemujaan dan popularitas,” pungkasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Budaya Hari Santri 2019

Selasa, 12 September 2017

Bersepeda, Dua Warga NU Ini Telah Berada di India

Jakarta, Hari Santri 2019?



Dua warga NU asal Malang, Jawa Timur, Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiyah yang tengah melakukan perjalanan ke Timur Tengah dengan sepeda, kini telah sepuluh hari berada di India. Tepatnya di kota Varanasi, tak jauh dari sungai Gangga.?

“Alhamdulillah sehat,” katanya ketika dihubungi Hari Santri 2019 dari Jakarta, Jumat (30/6).

Bersepeda, Dua Warga NU Ini Telah Berada di India (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersepeda, Dua Warga NU Ini Telah Berada di India (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersepeda, Dua Warga NU Ini Telah Berada di India

Hakam menceritakan, sampai di negara itu, ia dan Rofingah, istrinya, tidak menggunakan jalur darat, tapi pesawat terbang, dari Thailand menuju Calcutta. Masih dalam keadaan berpuasa, mereka kemudian menuju kota Asansol.

Di Asansol itulah mereka tiba pada waktunya Idul Fitri. Semula mereka berencana mengikuti shalat Idul Fitri bersama penduduk Muslim di kota itu, tapi gagal mendapatkan informasi masjid atau lapangan yang menyelenggarakannya. Kemudian dia berangkat dengan bersepeda ke kota berikutnya sejauh 675 km.?

“Ini baru nyampe Varanasi, salah satu kota suci di India. Baru sampai di penginapan. Nanti mau lihat upacara-upacara di sini, tentang kebudayaan sungai Gangga,” kata pria yang tercatat sebagai anggota Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, sementara istrinya anggota Fatayat NU.?

Hari Santri 2019

Rencananya, mereka akan berada di India selama sebulan. Beberapa kota yang akan dituju dengan menggunakan sepeda di antaranya Agra sekitar 620 km dari Varanasi. Juga New Delhi, sekitar 800 km dari Varanasi. Kemudian akan berangkat lagi menuju Jordania.

Hari Santri 2019

Sebelumnya, beberapa negara yang telah dijelajahi adalah Malaysia, Thailand, Myanmar, kembali lagi ke Thailand, kemudian ke India. ?

Ia dan istrinya banyak menghabiskan bulan puasa di Thailand. Ia menjelajahi beberapa kota dengan sepeda. Karena kelelahan, ia mengaku beberapa kali batal puasa. Karena itu pula, mereka berdua ke India, tidak menggunakan jalur darat, melainkan pesawat terbang dan mendarat di Calcutta.?

Jika dihitung sejak keberangkatan dari tanah kelahirannya, berarti mereka telah tujuh bulan untuk mencapai kota itu. Mereka berangkat dari Malang sejak Desember tahun lalu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Kajian Islam, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Rabu, 16 Agustus 2017

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran

Pamekasan, Hari Santri 2019. Kebodohan menjadi virus utama pemicu kemunduran. Karena ia dapat menjerumuskan siapa pun ke dalam lembah kejahatan

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran

Demikian ditegaskan Rais PCNU Pamekasan KH Muzammil Ghazali di acara Maulid Nabi Yayasan At-Taqwa, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (17/12). Karena itu, Kiai Muzammil menekankan kepada hadirin yang terdiri dari kaum muslimat, tokoh NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, agar berupaya kuat menghindari kebodohan.

"Tentu dengan jalan belajar sepanjang waktu. Meskipun sudah sarjana atau menikah, bukan berarti putus belajarnya. Salah satu ciri orang bodoh ialah suka diadu domba dan mudah diadu domba," terangnya.

Virus kemunduran yang kedua ialah pelit (al-juhlu). Untuk menghindarinya, minimal taruhlaj simpanan di BMT NU, jangan di bank.

"Ketiga, akhlak jelek (fasadul akhlaq). Tanpa akhlak, semuanya rusak. Ketika mau mengeritik, misalnya, lakukan dengan baik tanpa kekerasan. Plesetan Allahu Akbar yang dipakai buat kerusakan, itu bagian dari akhlak jelek," ujar Kiai Muzammil.

Hari Santri 2019

Hilangnya persatuan (adamul ittihad) adalah virus penyebab kemunduran yang keempat. Sementara yang kelima ialah cinta dunia (hubbud dunya).

"Cinta dunia adalah sumber dari segala kerusakan. Karenanya, perlakukan rezeki yang kita miliki dengan sebaik mungkin. Jangan rakus!" tukasnya.

Hari Santri 2019

Dalam kesempatan itu, Kiai Muzammil juga mengungkap tiga golongan yang dapat menjadi teduham kelak di akhirat. Yaitu, para nabi, ulama, dan syuhada. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, News, Meme Islam Hari Santri 2019

Selasa, 07 Maret 2017

Lebih Dekat dengan Karya Nusantara, Nadham Tajwid Sunda

Untuk dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dibutuhkan ilmu tajwid. Dari sekian banyak referensi tentang ilmu tajwid ada sebuah kitab karya ulama Nusantara yang berjudul “Nadham Tajwid Sunda”. Kitab ini terhitung unik, karena selain menggunakan bahasa Sunda, kitab itu juga ditulis dengan huruf Arab pegon dan dalam bentuk Nadham.

Seperti umumnya kitab kuning pesantren, kitab setebal 20 halaman tersebut memulai pemaparan dengan bait-bait Nadham memuji kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut kutipan bait pembuka itu:

Lebih Dekat dengan Karya Nusantara, Nadham Tajwid Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebih Dekat dengan Karya Nusantara, Nadham Tajwid Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebih Dekat dengan Karya Nusantara, Nadham Tajwid Sunda

"Ku Bismillah ieu Nadham dikawitan # Mugi Allah nambahan kaberkahan

Alhamdulillah kadua kaliyan # Maksad muji Ka Allah nu Nganimatan

Hari Santri 2019

Rohmat salam muga tetep ka Kanjeng Nabi # Gusti Rasul kakabeh Rabbul izzati

Kitu deui ka ali sareng ka shahbi # sareng ka umumna mumin umat Nabi ."

Hari Santri 2019

Pada bait berikutnya, walaupun penulis kitab ini tidak menyebut namanya secara langsung, namun ia mencoba mengungkap identitasnya dalam bentuk bait-bait syair berikut ini:

"Wabadu bakal ngucap hamba nu hina # Muhammad Kholidi Suminta Bapana

Kampung Lampacang Salamaya Desana # Nurul Huda dingaranan Pesantrena"

Selanjutnya penulis kitab Nadham ini mengakui bahwa bait-bait yang ia gubah merupakan hasil petikan dari beberapa referensi kitab tajwid. Ia pun menyadari bahwa karyanya masih jauh dari nilai sempurna, namun demikian ia tetap berharap karyanya ini bisa menjadi “shadaqah jariyah” sebagai bekal nanti di alam akhirat.

Konten kitab Nadham tajwid ini terbagi menjadi menjadi 8 Fasal yakni:

1. Fasal Fin Nunis Sakinah Wat Tanwin

2. Fasal Fi Ahkamil Mim Wan Nun Almusyaddadatain

3. Fasal Fi Ahkamil Mim Assakinah

4. Fasal Fil Qolqolati

5. Fasal Fi Hukmi Lam Al Wa Lamil Fili

6. Fasal? Fi Hukmil Lamil Waqii Fil Fili

7. Fasal Fi Ahkamir Roi

8. Fasal Fil Maddi

Untuk memudahkan pemahaman, penulis kitab ini tidak menjadikan contoh lafadz Al-Qur’an? ke dalam bentuk bait-bait Nadham, melainkan menggunakan keterangan dan contoh di akhir Nadham per fasalnya.

Walaupun kitab ini terhitung tipis, namun kitab yang diterbitkan oleh Toko Kairo Tasikmalaya ini bisa menjadi salah satu bahan rujukan dalam mempelajari ilmu tajwid, khusunya untuk para santri yang berada di wilayah Jawa Barat.

Nadzoman ini pun bisa dijadikan sebagai pupujian menjelang shalat berjamaah. Selain itu harganya pun cukup terjangkau. Di Toko Kitab H. Atang Purwadadi, Subang, Jawa Barat, hanya dengan mengantongi uang Rp. 2.500 saja kita sudah bisa membelinya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 News, Nahdlatul Ulama, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Minggu, 22 Januari 2017

Ahmadinejad: Resolusi PBB Cacat

Teheran, Hari Santri 2019. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap program nuklir Teheran ’cacat’. Demikian kantor berita Fars melaporkan, Rabu (5/3).



Ahmadinejad: Resolusi PBB Cacat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad: Resolusi PBB Cacat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad: Resolusi PBB Cacat

"Dari titik pandang Iran resolusi Dewan Keamanan saat ini adalah cacat sama sekali dan tidak penting, dan keputusan itu tidak resmi,"? kata Ahmadinejad kepada para wartawan setelah sidang kabinet.

Dewan Keamanan PBB Senin memberlakukan sanksi ketiga terhadap Iran dalam tempo 15 bulan untuk menghukum Teheran yang berulangkali menolak menghentikan proses pengayaan nuklirnya.

Hari Santri 2019

Ahmadinejad juga menegaskan posisi Iran tidak akan? melakukan perundingan selain dengan badan pengawas nuklir PBB IAEA, setelah Dewan Keamanan mendesak Teheran memulai kembali dialog? dengan Uni Eropa (EU).

Hari Santri 2019

"Iran tidak akan berunding dengan siapapun menyangkut masalah nuklirnya," kata Ahmadinejad seperti dikutip kantor berita negara itu IRNA, Rabu (5/3).

"Mulai sekarang , masalah nuklir Iran hanya akan dibicarakan dengan badan nuklir PBB IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) dalam kerangka komitmen-komitmen? timbalbalik dan Perjanjian Non Proliferasi Nuklir (NPT)," tambahnya.

Komentarnya itu dibuat? setelah enam negara besar Senin mendesak ketua kebijakan Uni Eropa Javier Solana untuk memulai kembali berunding dengan perunding nuklir Iran Saeed Jalili? setelah sanksi-sanksi terbaru diberlakukan terhadap Iran. (ant/nur)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, Cerita, News Hari Santri 2019

Minggu, 08 Januari 2017

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

Jakarta, Hari Santri 2019



Semangat ibu-ibu Muslimat NU sepertinya tak padam karena usia mulai menua. Setiap mereka mengadakan kegiatan mislanya, suasana riuh penuh semangat seperti pada Pelantikan Perangkat Pusat dan Rapat Pleno II dan Periodik I di hotel Acacia Jakarta, Sabtu (14/10).

Pada kesempatan itu, di antara yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa adalah semangat yang terkandung pada lagu Ya Ahlal Wathon atau Ya Lal Wathon yang digubah KH Wahab Hasbullah pada 1914.

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

“KH Wahab Hasbullah menciptakan lagu yang sangat heroik dan memiliki nasionalisme yang sangat tinggi,” katanya.

Menteri Sosial ini menyebut “rukun” menghafal lagu itu bagi para pengurus perangkat pusat yang dilantik.

“Dan kita semua yang belum hafal, tugas pertama pengurus yayasan adalah wajib hafal,” pintanya. “Sanggup tidak?” tanya Khofifah.

Hari Santri 2019

“Sanggup!” jawab ibu-ibu dengan kompak dan keras.

Khofifah pun mengawali menyanyikan lagu Ya Ahal Wathon dan diikuti para peserta.

Berikut lirik lagu Ya Ahlal Wathon:

Hari Santri 2019

Ya lal wathon ya lal wathon ya lal wathon

Hubbul wathon minal iman

Wala takun minal hirman

Inhadlu alal wathon





Indonesia biladi

Anta ‘unwanul fakhoma

Kullu may ya’tika yauma

Thomihay yalqo himama

Artinya: 

“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa di bawah durimu!” (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Aswaja, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock