Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Dilantik, Ini Konsentrasi GP Ansor Gerokgak Bali 2016

Buleleng,Hari Santri 2019. Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, masa khidmah 2015-2018 resmi dilantik Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali Amron Sudarmanto pada Kamis 4 Februari 2016 lalu.

Dilantik, Ini Konsentrasi GP Ansor Gerokgak Bali 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Ini Konsentrasi GP Ansor Gerokgak Bali 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Ini Konsentrasi GP Ansor Gerokgak Bali 2016

Dalam sambutannya, Amron berpesan agar kader-kader Ansor untuk terus berperan aktif dalam mengawal keberadaan Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah, sekaligus mempertahankan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia.

“Dalam menjalankan itu semua, kader Ansor harus tetap patuh kepada para ulama dan sesepuh. Jangan pernah mengabaikan nasihat ulama,” pintanya.

Hari Santri 2019

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gerokgak Abdul Karim Abraham mengatakan, konsentrasi kepengurusannya setahun ke depan adalah penataan organisasi, yakni konsolidasi dan kaderisasi.

Hari Santri 2019

“Konsolidasi untuk membangkitkan kembali ranting-ranting yang vakum. Setelah itu melakukan jenjang kaderisasi melalui pelatihan-pelatihan. Intinya meningkatkan pengetahuan tentang keorganisasian dan ideologi Islam ala Nahdlatul Ulama,” tegas ketua yang terpilih pada Konferensi Anak Cabang Agustus 2015. ?

Selain dihadiri jajaran pengurus Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang Buleleng, Pimpinan Ranting dan para tokoh masyarakat, juga dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur KHR. Ach. Azaim Ibrahimy. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah Hari Santri 2019

Selasa, 27 Februari 2018

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin

Jember, Hari Santri 2019



Tabligh Akbar yang digelar Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafii Jember, yang digelar hari ini, Senin (22/5), ternyata mencatut nama NU. Bahkan di pamflet yang sudah beredar luas, posisi NU (dengan logonya) adalah sebagai pihak yang "turut mengundang".?

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)
STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin

Padahal, PCNU Jember hanya pihak yang diundang untuk memberikan sambutan. Tidak hanya soal logo, dalam susunan acara yang juga sudah beredar, panitia Tabligh Akbar secara pasti mencantumkan sambutan Ketua PCNU Jember.

Selain NU, pihak yang diposisikan sebagai "turut mengundang" adalah MUI, Muhammadiyah, Kemenag Jember, DPRD Jember dan Bupati Faida.?

"Yang jelas pemasangan logo (NU) itu tidak ada koordinasi dengan kita. Bisa jadi, dengan yang lain, yang logonya dipasang, juga tidak ada koordinasi. Di Jawa Timur pun, nama PWNU juga mereka catut," jelas Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, Ahad (20/5) malam.?

Gus Aab –sapaan akrabnya— memastikan tak akan hadir ataupun mengirimkan utusannya di acara itu.

Hari Santri 2019

Ia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolres Jember terkait dengan pemasangan logo NU itu.?

"Kapolres telah mengirim tim ke sana. Kalau logo NU juga dipasang di banner panggung, kami berharap itu segera diturunkan," tambahnya.

Terkait hal tersebut, PCNU Jember telah mengirim surat keberatan atas pemasangan logo NU yang tanpa izin itu. Surat yang ditandatangani oleh Rais, Katib Syuriyah, dan Ketua, Sekretaris PCNU Jember itu intinya menyatakan, pertama, NU Jember tidak tahu menahu tentang acara tersebut.?

Kedua, NU Jember menyatakan keberatan atas terteranya logo NU di pamflet acara. Ketiga, meminta pertanggungjawaban kepada panitia Tabligh Akbar yang telah mencantumkan NU karena telah melakukan kebohongan publik.?

Hari Santri 2019

"Surat tersebut sudah kami antar, dan ternyata di panggung acara, tidak ada pencantuman logo NU. Hanya di pamflet, dan itu sudah merugikan kami," ucap Wakil Bendahara NU Jember, Taufiq Hidayat kepada Hari Santri 2019.

Sekadar diketahui, STDI Imam Syafii di Jember adalah lembaga yang yang kerap memecah- belah umat dengan dakwahnya yang penuh caci-maki. Masyarakat sekitarnya sejak awal menentang keberadaan lembaga tersebut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Syariah Hari Santri 2019

Minggu, 25 Februari 2018

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16

Khartoum, Hari Santri 2019



Konferensi Cabang (Konfercab) Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan telah terlaksana pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017 di auditorium Ittihad ‘Am Lil Mar’ah Khartoum, Sudan. Acara dimulai pukul 8 pagi dengan penampilan tim rebana PCINU Sudan Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ).

Setelah acara seremonial selesai, dilanjutkan dengan sidang pleno konfercab yang diikuti oleh seluruh anggota PCINU Sudan yang berjumlah 127 orang. Mereka merupakan peserta penuh, ditambah dua peserta peninjau, yaitu Rasikin dan Yusri (Staf KBRI Khartoum). Sidang pleno dipimpin oleh ketua sidang Budi Sutardi (Steering Committee), wakil sidang Muthiullah, sekretaris sidang Faridhatun Nisa’ dengan pembahasan tata tertib sidang pleno, laporan pertanggungjawaban kepengurusan PCINU Sudan 2016-2017 dan pemilihan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah PCINU Sudan masa khidmah 2017-2018.

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16

Pemilihan rais syuriyah dilaksanakan dengan sistem Ahlul Hali wal Aqdi (AHWA) yang menetapkan Ribut Nur Huda sebagai Rais Syuriyah 2017. Pemilihan ketua tanfidziyah dilaksanakan dengan pemilihan secara langsung dan terpilihlah Muhammad Luqman Hambali.?

Hadir dalam acara seremonial Burhanuddin Badruzzaman (Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea), Muhammad Afifullah RIfa’i (Staf KBRI Khartoum & Mustasyar PCINU Sudan), Rasikin (Staf KBRI Khartoum), Yusri (Staf KBRI Khartoum), Syekh Abdullah Makki (Direktur Utama Organisasi Perlindungan Pelajar Asing Wafidin & Mustasyar PCINU Sudan), Muhammad Sulaiman Muhammad Ali (Direktur Utama Dewan Dakwah Kementerian Agama Sudan & Mustasyar PCINU Sudan), Thoriq Muhammad Nur (Dewan Hubungan Internasional Kementerian Penddikan Sudan & Mustasyar PCINU Sudan), Sayyidah Hasanat Awad Sati (Mustasyaroh PCI Muslimat NU Sudan), Syekh Idris bin Hasasn bin Muhammad Abu Qurun (Kholifah Thoriqoh Qodiriyah), Syek Sa’ad Thayyib Abu Qurun (CEO Lizatien Co. Sudan), Syekh Muhadis Azhari Muhammad Said Syathut An Najar (Ketua Umum Hizb Barakah, pemikir dan penulis buku).

Dalam sambutannya, Dr. Sulaiman sangat mendukung dengan ditambahnya mahasiswa dari Indonesia ke Sudan. Ia juga berusaha untuk mempermudah semua hal yang berhubungan dengan pendaftaran administrasi mereka. ? Selain itu, dr Thoriq Muhammad juga menambahkan bahwasanya ia sangat senang dengan para mahasiswa Indonesia karena mereka terkenal dengan akhlak baiknya. (Ayik/Mukafi Niam)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pondok Pesantren, Anti Hoax, Syariah Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Kamis, 22 Februari 2018

Peringati Harlah ke-91 NU, Apel Kesetiaan NKRI Digelar

Jombang, Hari Santri 2019. Sabtu (17/5) sore, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang Jawa Timur dan sejumlah utusan dari badan otonom (Banom) NU hadir dalam apel kesetiaan yang dipimpin langsung Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar. Apel kesetiaan NKRI ini digelar dalam rangka memperingati harlah ke-91 NU.

Peringati Harlah ke-91 NU, Apel Kesetiaan NKRI Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah ke-91 NU, Apel Kesetiaan NKRI Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah ke-91 NU, Apel Kesetiaan NKRI Digelar

Sebelum apel dimulai, banom NU yang terdiri atas Ansor, Fayatat, IPNU dan IPPNU, Pagar Nusa, serta LP Ma’arif berbaris di alun-alun. Mengendarai mobil jip, Kiai Isrofil menginspeksi kesiapan setiap barisan mereka.

Dalam amanatnya, Kiai Isrofil mengatakan, seluruh banom NU harus ikut hadir dalam apel kebangsaan ini.

Hari Santri 2019

“Di usia ke-91 ini, NU tetap setia terhadap agama, negara, serta umat. NU bertujuan menegakkan syariat Islam aswaja NU dalam bingkai NKRI. Siapa yang merongrong keutuhan NKRI, maka akan berhadapan dengan NU,” kata Kiai Isrofil.

Hari Santri 2019

Selain agama dan negara, perjuangan NU juga berorientasi pada kemaslahatan umat. Ini menjadi kewajiban warga NU untuk menciptakan situasi rukun dan damai. Warga NU mesti berkiprah mengambil peran penting dalam mengisi pembangunan, pungkas Kiai Isrofil. (Saifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah Hari Santri 2019

Kamis, 15 Februari 2018

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

Kairo, Hari Santri 2019. Dalam sejarah perubahan dukungan besar Arab untuk Palestina, analis telah menunjukkan bahwa koalisi baru negara-negara Arab yang dipimpin Mesir telah memihak Israel dalam serangan terbaru di Gaza yang menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil di Jalur Gaza sebagai akibat langsung dari ketakutan mereka pada Islam politik. 

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

"Kebencian negara-negara Arab dan ketakutan terhadap Islam politik begitu kuat sehingga melebihi alergi mereka pada perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu," kata Aaron David Miller, seorang ilmuwan di Wilson Center di Washington dan mantan negosiator Timur Tengah di bawah beberapa presiden AS, mengatakan kepada New York Times. 

"Aku belum pernah melihat situasi seperti itu, di mana Anda melihat begitu banyak negara Arab mendiamkan kematian dan kehancuran di Gaza dan pukulan bagi Hamas. Keheningan yang memekakkan telinga,"

Hari Santri 2019

Miller, seperti analis lainnya telah melihat perubahan besar dalam sejarah dukungan resmi Arab pro-Palestina. 

Hari Santri 2019

Ketika melancarkan serangan serupa di Gaza dua tahun lalu, Israel mengalami tekanan dari segala sisi oleh tetangga Arab yang tidak ramah untuk segera mengakhiri perang. 

Situasi telah berubah kali ini setelah Presiden Mesir Abdel Fattah-Al-Sisi menggulingkan pemerintahan Islam Mohammad Morsi, yang memimpin koalisi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania yang telah secara jelas memihak Israel melawan gerakan perlawanan Islam Hamas. 

Mesir telah menyalahkan Hamas langsung atau tidak langsung, bukan Israel, atas kematian banyak orang Palestina dalam pertempuran. Mesir juga telah mengejutkan dunia dengan mengusulkan gencatan senjata yang memenuhi sebagian besar tuntutan Israel dan mengatakan tidak pada tuntutan kelompok Palestina. 

"Jelas ada konvergensi kepentingan berbagai rezim dengan Israel," kata Khaled Elgindy, mantan penasihat negosiator Palestina yang kini menjadi anggota di Brookings Institution di Washington. 

Dalam pertempuran dengan Hamas, Elgindy mengatakan, perang Mesir melawan kekuatan Islam politik dan perjuangan Israel terhadap militan Palestina hampir identik. "Siapa proxy perang itu?" tanyanya. 

Lebih ekstrem 

Kritikan anti-Hamas telah muncul secara teratur di Mesir dalam berbagai talk show pro-pemerintah yang kemudian dipancarkan oleh pemerintah Israel ke jalur Gaza. 

"Mereka menggunakannya untuk berkata, Lihat, teman-teman Anda mendorong kita untuk membunuhmu!?" kata Maisam Abumorr, seorang mahasiswa Palestina di Kota Gaza, Jalur Gaza. 

Beberapa talk show Mesir pro-pemerintah yang disiarkan di Gaza mengatakan “tentara Mesir harus membantu tentara Israel menyingkirkan Hamas," katanya. 

Pada saat yang sama, Mesir telah membuat marah warga Gaza dengan melanjutkan kebijakannya untuk menutup penyeberangan perbatasan Rafah. 

"Sisi lebih buruk dari Netanyahu, dan orang-orang Mesir yang bersekongkol melawan kita lebih dari orang-orang Yahudi," kata Salhan al-Hirish, seorang pemilik toko di kota Gaza utara Beit Lahiya. 

"Mereka telah membubarkan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan sekarang adalah Hamas." 

Pergeseran dalam sikap resmi Mesir telah memaksa AS untuk mencari mediator alternatif seperti Qatar dan Turki. 

Untuk Israel, perubahan di negara-negara Arab relatif membebaskan. 

"Bacaannya disini adalah bahwa, selain Hamas dan Qatar, sebagian besar pemerintah Arab acuh tak acuh atau bersedia mengikuti kepemimpinan Mesir," kata Martin Kramer, presiden Shalem College Yerusalem dan seorang sarjana Amerika-Israel Islam dan politik Arab. 

"Tak seorang pun di dunia Arab akan pergi ke Amerika dan mengatakan kepada mereka, stop sekarang?" sebagaimana yang dilakukan Arab Saudi, misalnya, dalam menanggapi tindakan keras Israel sebelumnya di Palestina, katanya. 

"Itu memberi Israel kelonggaran." 

Ketika Mesir mengumumkan pemberian bantuan ke Gaza, beberapa analis berpendapat bahwa pemerintah Mesir sedang berusaha untuk menyeimbangkan ketidaksukaannya pada Hamas terhadap dukungan emosional warganya untuk Palestina, tindakan penyeimbangan yang bisa tumbuh lebih menantang sebagai pembantaian Gaza. 

"Pendulum dari Musim Semi Arab telah berayun dalam mendukung Israel, persis seperti itu sebelumnya berayun ke arah yang berlawanan," kata Elgindy, mantan penasihat Palestina. 

"Tapi saya tidak yakin cerita ini selesai pada saat ini." (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Senin, 05 Februari 2018

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Mataram, Hari Santri 2019. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PW IPNU NTB) menggelar rapat pleno I tahun 2018 di Aula Kantor PW NU NTB Jln Pendidikan No 6 Kota Mataram, Selasa (16/1).

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Rapat yang dipandu  oleh A Naufal Rachmatullah Sekretris PW IPNU NTB ini di hadiri oleh sejumlah anggota Pengurus Wilayah.

Dalam rapat ini membahas seputar internal, dari penataan cabang yang sudah purna masa baktinya hingga  kaderisasi formal yakni Latihan Kadur Utama (Lakut).

Latihan Kader Lanjut menurut Ketua PW IPNU NTB Syamsul Hadi, sudah waktunya dilaksakan mengingat beberapa cabang telah melaksakana Makesta hingga Latihan Kader Muda (Lakmud).

Hari Santri 2019

"Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader," kata Syamsul. 

Lakut nantinya dilaksanakan dengan narasumber dari pusat yang merupakan Tim Instruktur Nasional. 

Hari Santri 2019

Lakut juga dilaksanakan berangkaian dengan peringatan hari lahir IPNU ke-64, 24 Feberuari 2018 mendatang.

"Insyaallah Lakut nanti juga kita rangkaikan dengan Harlah IPNU ke-64," kata alumni Fisika IKIP Mataram ini

Pada momentum harlah nantinya juga akan diadakan reuni alumni Kader Pemuda Antinarkoba yang sudah tersebar di lima kabupaten/kota se-Lombok.

"Saat ini sudah terbentuk lima ribu kader Pemuda Antinarkoba se-Pulau Lombok," jelas  Direktur  Community Participation Public ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nasional, Syariah Hari Santri 2019

Jumat, 02 Februari 2018

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Jakarta, Hari Santri 2019

Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) menggelar pengobatan gratis bagi pasien penderita penyakit pascabanjir di DKI Jakarta awal Februari lalu. Kegiatan pengobatan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun itu dilakukan di Balai RW 08/81, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan ibu-ibu yang membawa serta anaknya sudah menyerbu dan mulai mengantre di bawah tenda untuk menunggu pemeriksaan dari dokter yang bertugas. Mereka terlihat sangat antusias terhadap aksi sosial pengobatan gratis tersebut. Maklum, sejak banjir merendam daerahnya, belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Wakil Ketua LPKNU Dr Bina Suhendra mengatakan, selain karena merupakan daerah yang terkena banjir cukup parah, kelurahan tersebut juga adalah daerah kumuh dan padat penduduk. Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, tampak tak terjaga dengan baik.

Karenanya, dua dokter, dua bidan dan sepuluh relawan lainnya yang dikerahkan dalam aksi tersebut tak hanya memberikan pengobatan secara cuma-Cuma. Tim LPKNU juga memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga kesehatan diri, kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu tim dokter dr Fauzan yang langsung menangani pasien membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar memang jauh dari standar. “Kebersihan di perkampungan ini sangat jauh di bawah standar. Selain kumuh, banyak selokan-selokan yang mampet,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Namun demikian, lanjutnya, daerah tersebut cukup beruntung. Dari sekitar 300 pasien anak-anak yang ia tangani, tidak ditemukan penyakit leptospirosis. Padahal, katanya, penyakit diakibatkan air seni tikus tersebut rawan muncul dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat, terutama lingkungan pascabanjir. “Setidaknya, dari pasien yang saya tangani tidak ditemukan penyakit atau tanda-tanda ada leptospirosis,” pungkasnya.

“Mayoritas penyakit yang diderita warga adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut-Red), batuk, pilek, diare, DKI (dermatitis kontak iritan) dan gangguan pencernaan. Rata-rata sudah pernah berobat tapi belum sembuh,” ujar dr Fauzan.

Hari Santri 2019

Marini (34) yang memeriksakan anak perempuannya, Dian (4), mengatakan, sudah dua minggu batuk berdahak, pilek dan demam anaknya tak kunjung sembuh. Padahal sebelumnya ia sudah memeriksakan ke Puskesmas. “Batuknya parah banget dan berdahak. Demamnya tinggi. Udah sebulan ini anak saya berat badannya menurun,” ujarnya.

Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah warga yang turut dalam pengobatan cuma-muma itu mencapai 300 orang lebih. "Kami membagikan kupon pengobatan untuk 350 warga. Tapi kalau lebih, kami siap untuk 50 pasien lagi,” ujar Avianto Muhtadi, Program Officer Community Based Disaster Risk and Management NU.

Selain penyuluhan dan pengobatan cuma-cuma, dalam kesempatan itu, LPKNU juga memberikan sejumlah makanan dan susu untuk anak-anak bagi setiap pasien. “Ini juga menjadi perhatian kita. Tidak hanya pengobatan. Kebutuhan gizi mereka (anak-anak) juga harus dipenuhi,” ujar Avianto.

Sebelumnya, tim kesehatan LPKNU bersama warga setempat bekerja bakti membersihkan lingkungan. Mereka bekerja bakti membuang sampah yang masih tersisa akibat banjir dan membersihkan selokan-selokan yang mampet.

“Kita ingin warga sadar betapa menjaga kebersihan dan kesehatan sangat penting. Lebih penting daripada pengobatan sendiri kalau sedang sakit,” terang Avianto yang juga Komandan Satuan Koordinator Wilayah Banser DKI Jakarta. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Meme Islam Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock