Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo

Gunung Kidul, Hari Santri 2019. Untuk manambah asupan pengetahuan soal keagamaan, masyarakat dusun Jatiayu, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung kidul mengadakan pertemuan setiap malam Ahad. Pada pertemuan yang berlangsung Sabtu (29/8) malam, masyarakat Jatiayu ini mengundang beberapa Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) untuk berdiskusi dan ngaji bersama.

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo

Salah satu Mahasiswa STAISPA Danang Tri Atmojo mengatakan, pada mulanya mahasiswa Pandanaran diminta untuk ceramah keagamaan. Namun, mengingat majelis ini terhitung tidak sedikit anak muda yang hadir, maka kami diminta untuk mengisi majelis ini dengan ngaji dan diskusi bersama.

"Pada pertemuan kali ini, kami dan masyarakat setempat membicarakan soal ‘Doa dan Optimisme.’ Sebagai pembuka, kami mencoba memaparkan perihal keteguhan, keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dalam bermunajat kepada Allah sehingga dikaruniai seorang anak yang saleh," tutur salah satu santri pesantren Pandanaran ini.

Hari Santri 2019

Kami, kata Danang, mencoba menyuguhkan kisah Nabi Ibrahim lantaran momennya pas dengan pelaksanaan Haji. Sementara, dalam kisah Nabi Ibrahim, selain perihal doa juga terdapat banyak hal yang menarik untuk didiskusian.

Hari Santri 2019

"Dari kisah Nabi Ibrahim, kita juga dapat memetik beberapa pelajaran. Di antaranya, relasi suami-istri dalam membangun keluarga yang indah dan baik, serta soal Ismail putra Ibrahim tentang kesalehan dan jiwa mudanya yang patut diteladani, dan lain sebagainya," kata Danang.

Dalam kesempatan ini, dikutip pula beberapa hal dari hikmahnhya Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitabnya al-Hikam terkait "Doa". (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Quote, Kajian Sunnah, Berita Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Makassar, Hari Santri 2019. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Sulawesi menolak tegas rencana pembuatan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Penolakan tersebut ditunjukkan dengan berunjuk rasa serentak di beberapa kota yaitu Makassar, Mamuju, Minahasa, dan Manado, pada Senin, (4/6).

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sulawesi Tolak Pangkalan Militer AS

Dalam pers liris yang diterima Hari Santri 2019, PMII berpendapat, akhir-akhir ini aktivitas politik-militer di kawasan ASEAN meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan rencana pembuatan pangkalan militer AS di kepulauan Cocos, 3000 kilometer baratdaya Jakarta.  Sebelumnya, AS telah mengerahkan ribuan mariner di pangkalan militer Darwin, Guam, dan Singapura.

AS juga telah menjalin kerjasama militer dengan Indonesia. Hal itu ditandai dengan hadirnya USNS Mercy di teluk Manado dan rencana latihan bersama Koarmatim dengan sandi CARAT 2012 di Surabaya pada awal Juli ini. 

Hari Santri 2019

Di saat bersamaan, kekuatan China-Rusia semakin terjalin. Anggaran belanja militer meningkat, latihan perang China-Rusia dan uji coba persenjataan Korea Utara menambah fakta bahwa kawasan Pasifik rentan “gesekan”. Khawatirnya berujung menjadi zona pertempuran.

Hari Santri 2019

“Kami tidak mau ASEAN dijadikan zona pertempuran. Kami ingin ASEAN sebagai kawasan damai sesuai deklarasi 27 November 1971, yaitu ASEAN ZOPFAN, Zone Of Peace, Freedom And Neutrality. Deklarasi tersebut menetapkan bahwa ASEAN Sebagai Kawasan Damai, Merdeka Dan Netral,” ujar Iezha, seorang pengunjuk rasa. 

Deklarasi tersebut, sambung Iezha, seharusnya jadi pegangan teguh negara-negara ASEAN guna mencegah dan menghindari kawasan ini menjadi kancah pertempuran serta kepentingan politik-militer. 

Secara serentak, PMII Sulawesi menuntut hal serupa, yaitu menolak hadirnya pangkalan militer AS di seluruh wilayah ASEAN. Menuntut dan mendesak negara-negara ASEAN agar berpegang teguh pada deklarasi ASEAN ZOPFAN. 

Selain itu, PMII juga mendesak pemerintah pusat agar memperkuat secara maksimal sistem dan kekuatan armada pertahanan laut Indonesia terutama di lini strategis seperti Sabang, Selat Malaka, Selat Lombok, Nunukan, Miangas, Morotai,  Biak Numfor, dan Arafuru.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Khutbah, Berita, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Minggu, 11 Februari 2018

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya

Karanganyar,Hari Santri 2019. Para pengurus MWC NU serta banom-banom NU se-kecamatan Mojogedang mengikuti karnaval seni budaya yang digelar pemerintah daerah setempat. Acara tersebut dimulai dengan berjalan kaki dari lapangan Bendo dan berakhir di lapangan Mojogedang, Selasa (19/8).

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya

“Sebelumnya telah dilaksanakan koordinasi dengan Ketua Ranting NU dan banom NU yang ada di kecamatan Mojogedang guna mempersiapkan keikutsertaan NU dalam karnaval budaya ini dan inilah pertama kalinya NU terlibat dalam kegiatan tersebut,” ungkap Ahmad salah satu pengurus Ranting NU kepada Hari Santri 2019, Rabu (20/8).

Jadi selain pengurus MWC, pengurus Ranting NU masing-masing diminta untuk mengirimkan sepuluh orang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sementara dari Muslimat dan Fatayat sudah dikoordinasi langsung oleh ibu Umi Kultsum selaku ketua PAC Muslimat.

Hari Santri 2019

“Meskipun dalam kegiatan antara banyak Fatayat yang bergabung ke Muslimat, namun dalam karnaval kali ini dipisahkan agar ada keterwakilan antara keduanya”, ungkap Musyarofah salah satu kader Fatayat yang memilih merapa ke Muslimat.

Hari Santri 2019

Sedangkan Danang selaku Ketua GP Ansor Mojogedang memilih untuk menampilkan group shalawat yang dipimpinnya. “Mungkin masyarakat sudah sangat kental dengan beberapa pertunjukkan seni seperti kroncongan, klenengan, dan campursari, namun sedikit diantaranya yang mengenal rebana. Oleh sebab itu ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan shalawat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara tujuan keikutsertaan NU dalam karnaval budaya kali ini adalah sebagai salah satu wujud ikut melestarikan seni nusantara yang ada di kecamatan Mojogedang, mendorong kreativitas insan seni, serta sebagai wadah silaturahmi antar warga, sehingga NU semakin dikenal luas oleh masyarakat setempat. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Halaqoh, Berita Hari Santri 2019

Minggu, 04 Februari 2018

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Jakarta, Hari Santri 2019. Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang kini mengalami penderitaan akibat kekejaman militer Israel mengalir dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengutuk serangan Israel yang membabi buta sehingga menghilangkan nyawa ratusan rakyat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Seperti yang dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Universitas Hasyim Asy’Ari (Unhasy) Jombang, Jawa Timur, Selasa (15/7). Mereka menggelar doa bersama dengan memanfaatkan momen buka puasa. Acara juga dirangkai dengan khotmil qur’an dan pembacaan puisi untuk Palestina.

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Di waktu yang bersamaan, kumandang doa juga datang dari Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di Gedung Maarif Centre. Sementara di belahan Pulau Madura, shalat ghaib dan aksi bakar bendera Israel mewarnai protes para kader PC IPNU Sumenep. Para pelajar NU ini mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam dan berharap Palestina segera mendapat kedamaian.

Novi Muklisoh, Ketua IPPNU Unhasy mengatakan, apa yang terjadi terhadap masyarakat di Gaza, Palestina sudah tak bisa ditoleransi. "Bayangkan, anak kecil yang berumur 5 tahun pun mereka (militer Israel) sayat-sayat dagingnya, mereka potong tangannya, dan itu mereka melakukannya dalam keadaan sadar. Kemudian anak kecil yang berumur 3 tahun, dengan beramai-ramai mereka berondong dengan senjata," ungkap santriwati Pesantren Darul Falah 5 ini.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Di Sukoharjo, Jawa Tengah, Pimpinan Anak Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam se-solo Raya menjalankan aksi dengan berjalan jauh (long march), Ahad (14/7). Aksi yang dimulai pukul 09.00 wib ini berjalan melalui Jl. Slamet Riyadi dengan tertib.

Gema Takbir dan Sholawat yang dikumandangkan peserta aksi membuat aksi solidaritas ini tetap damai dan simpatik. Masing-masing perwakilan secara bergantian melakukan orasi terkait tindakan biadab tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Koordinator Aksi dari Pagar Nusa Kartasura, Ulil Albab menuturkan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan sekedar bentuk rasa kasihan. Tapi wujud nasionalisme sebagai warga negara Indonesia. "Setiap warga negara Indonesia tentunya mengetahui bahwa pembukaan UUD 45 kita menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, dan itu adalah jiwa kita sebagai bangsa Indonesia," lanjutnya.

Di beberapa tempat dan kesempatan yang berbeda, keprihatinan terhadap krisis yang terjadi di Palestina juga diungkapkan sejumlah pesantren, badan otonom dan berbagai komunitas NU, seperti PMII, GP Ansor, Jaringan Gusdurian, dan lainnya. (Idris/Kamil/Rosyidi/Anwar/Mahbib)

Foto: Shalat ghaib pelajar NU Sumenep untuk para korban kekejaman Israel

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, Kiai Hari Santri 2019

Kamis, 01 Februari 2018

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari

Jakarta, Hari Santri 2019
Pemerintah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama pada Idul Fitri 2004 menjadi sembilan hari, karena hari besar Islam itu jatuh pada tanggal 14 dan 15 November 2004, atau hari Minggu dan Senin.

Dalam kondisi demikian pemerintah memundurkan hari libur menjadi 15 dan 16 November atau Senin dan Selasa, ditambah cuti bersama selama tiga yakni 17-19 November 2004 (Rabu, Kamis dan Jumat) dan ditambah libur Sabtu dan Minggu dan Sabtu dan Minggu sebelumnya, menjadikan libur Idul Fitri 2004 menjadi sembilan hari.

Menko Kesra Jusuf Kalla mengatakan di Jakarta, Kamis, seusai menyaksikan menandatanganan surat keputusan bersama Menag, Menakertrans, dan Menpan tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama Selama 2004 di Jakarta.

Dikatakan bahwa libur sembilan hari itu sebenarnya efektif lima hari, yakni dua hari libur resmi, tiga hari cuti bersama, dan empat hari libur Sabtu Minggu yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta swasta di seluruh Indonesia.

Sedangkan libur hari besar di luar hari Sabtu dan Minggu untuk tahun 2004, jumlahnya tetap 14 hari kerja dengan catatan hari libur yang jatuh pada Minggu, Selasa, Rabu, dan Kamis dipindahkan ke hari Senin, sehingga tidak mengurangi jumlah hari libur nasional yang sudah ada. Contohnya, tahun baru hijriah yang jatuh pada tanggal 22 Februari (Minggu) dipindah menjadi Senin (23/2).  

Menurut Menko Kesra, tujuan pemindahan hari libur itu agar masyarakat memiliki libur akhir pekan lebih panjang dan memberi kesempatan bersilaturahmi dengan keluarga. 

Selain itu untuk mengefisienkan agar tidak banyak karyawan yang membolos karena adanya hari kerja yang terjepit pada hari libur. Begitui pula untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.

Sementara Menpan Feisal Tamin, meminta instansi pemerintah untuk menindak atau menjatuhkan sanksi bagi karyawan yang masih membolos. Ia mengatakan bahwa dipercepatnya pengumuman hari libur tersebut untuk memudahkan para penerbit kalender  memberi tanda khusus pada hari-hari libur yang dipindahkan, sehingga tidak membingungkan masyarakat.

Pihak swasta tidak mempermasalahkan pemindahan hari libur itu karena sudah dilaksanakan sejak lama.(ant/mkf)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 AlaNu, Warta, Berita Hari Santri 2019

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Libur Idul Fitri 2004 Menjadi Sembilan Hari

Senin, 29 Januari 2018

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Selain bergelut dengan kitab kuning, santri Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta juga terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, termasuk terkait akses teks-teks tersebut dalam format digital.

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital

Hal itu yang terlihat dari antusiasme santri dalam mengikuti Pelatihan Maktabah Syamilah yang diadakan Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah (PPLQ), Ahad (15/2), di Aula PPLQ. Pelatihan yang diikuti santri kelas Alfiyyah ini dipanndu oleh Ustadz Burhanuddin, salah satu ustadz PPLQ.

Ahmad Khafid, ketua LBM AL Luqmaniyyah menjelaskan bahwa tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar para santri lebih mengenal Maktabah Syamilah dan dapat mengoperasikan kumpulan kitab digital tersebut. “Dengan adanya pelatihan ini diharakan seluruh santri dapat menggunakan Maktabah Syamilah sehingga dapat membantu dalam pembelajaran,” terang Ahmad Khafid.

Hari Santri 2019

Menurutnya, penggunaan Maktabah Syamilah sangat membantu santri dalam mencari ibarah (kutipan rekdaksi kitab) untuk menentukan suatu hukum maupun menguji kesahihan (takhrij) hadits. “Pencarian ibarah itu sendiri sangat dibutuhkan dalam aktivitas Bahtsul Masail. Sehingga harapannya para santri dapat lebih aktif dalam Bahtsul Masail maupun dalam diskusi kelas yang rutin dilaksanakan setiap Ahad sore,” pungkas Khafid.

Hari Santri 2019

Pelatihan Maktabah Syamilah merupakan salah satu agenda Bulan Ekspresi Ekstra (BEE) yang dilaksanakan selama bulan Februari. Pelatihan untuk seluruh santri dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada 1 Februari 2015 oleh Ustadz Abdul Aziz dengan peserta santri kelas I’dady. Sesi kedua dilaksanakan pada 8 Februari 2015 oleh Ustadz Burhanuddin dengan peserta santri kelas Jurumiyyah dan oleh Ustadz Irfan Antono dengan peserta kelas Imrithy. Sedangkan pelatihan terakhir dilaksanakan pada 15 Februari 2015 oleh Ustadz Burhanuddin dengan peserta santri kelas Alfiyyah. (Nur Romdlon/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Semarang, Hari Santri 2019

Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Prof Dr Imam Suprayoga menyatakan, sistem pendidikan di Indonesia telah salah besar karena meninggalkan pola pesantren. Ia katakan, pendidikan terbaik adalah model pondok pesantren. Maka jika ingin sekolah atau perguruan tinggi menghasilkan lulusan terbaik, buatkan dengan mengikuti model pesantren.

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Salah Besar Tinggalkan Pola Pesantren dalam Pendidikan

Namun, pesantren juga perlu dikembangkan manajemennya atau bidang entrepreneurshipnya. Beberapa kekurangan di lembaga pesantren seperti tata administrasi juga perlu dibenahi agar semakin sempurna kebaikannya

Guru  besar yang semasa menjadi rektor UIN Malang mengasramakan 4 ribu mahasiswanya ini menyatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Seminar Entrepreneur & Soft Launching 50 Tahun Dies Natalis IKIP Veteran (Ivet) Semarang, di Auditorium kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa, (23/2/2016).

"Filosofi pendidikan itu harusnya menunggui murid sepanjang masa belajar. Seperti ayam betina mengerami telurnya. Maka guru maupun lembaga pendidikan perlu menerapkan pola pengasuhan. Dan itu berarti memakai pola pondok pesantren," ujar guru dosen senior yang pernah 41 tahun menjadi kepala madrasah dan sekolah di Jawa Timur ini.

Ia jelaskan, pesantren menerapkan pendidikan kepada hati. Kepada jiwa. Mendidik akhlak agar sempurna mulia. Hasilnya, tidak hanya hati yang menjadi bercahaya, melainkan otak juga cemerlang. Terbukti, diungkapkannya, semua lulusan terbaik setiap wisuda sarjana di UIN Malang selalu mahasiswa yang tinggal di asrama mahasiswa. Di pesantren kampus. Dan hampir semuanya hafal Al-Quran.

Hari Santri 2019

"UIN Malang mengasramakan mahasiswa dengan maksud mengontrol belajar mereka agar lulus cepat dengan nilai bagus. Ternyata dengan pola pondok pesantren yang menekankan aspek moral, kami dapat bonus. Para mahasiswa yang adalah santri itu tidak hanya menjadi pintar akademiknya, melainkan juga hafal kitab sucinya. Jadi karena mereka menghafalkan Al-Quran, otaknya jadi encer dan ilmu begitu mudah dikuasai," tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Hari Santri 2019

Imam menceritakan, dulu semasa ia pertama menjadi rektor, UIN Malang adalah kampus kecil kelas ndeso. Namanya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Malang. Mahasiswanya hanya sedikit dan hanya berasal dari Malang dan sekitarnya. Dosennya hanya 43 orang dan sudah tua semua. Enam bulan diberi tugas mengajar, sudah tujuh orang yang meninggal dunia.

Lalu dengan keyakinan kuat, ia ajak seluruh elemen kampus untuk memajukan almamater. Caranya dengan mengamalkan sebuah hadis Rasulullah tentang perlunya memiliki tamu yang banyak, karena tamu membawa berkah.

"Kami dulu kampus kecil tidak terlihat. Lalu kami bertekad maju, kami buat agar punya banyak tamu. Dengan mencari celah apapun yang bisa mengundang orang mau datang bertamu. Alhamdulillah hasilnya nyata," paparnya.

Kepada para kepala SMK berbasis pesantren yang hadir dalam seminar tersebut Imam memberi saran, setiap SMK harus mencari dan menonjolkan keunikan masing-masing agar mengundang datangnya tamu. Tamu yang banyak akan membuat para pegawai, dosen, dan mahasiswa bangga. Lalu bersemangat ingin menunjukkan yang terbaik kepada para tamunya. Jadi, tanpa diceramahi rektor, seluruh elemen kampus bergerak, berimprovisasi untuk kemajuan kampusnya. Itulah kunci awal perkembangan.

Pentingkan bahasa asing

Imam mengaku heran dengan para pemangku perguruan tinggi. Semua mengeluh soal kurangnya penguasaan bahasa asing para dosen maupun mahasiswa, tapi tak ada upaya serius mengurai masalah itu. Sehinga seolah semua menjadi jeleh  tidak tahu apa yang harus diperbuat. Hanya berhenti pada keluhan.

Maka iapun membuat gebrakan. Ia langgar silabus dan kurikulum pergurutan tinggi. Jam kuliah bahasa asing di IAIN Malang (kini UIN Malang) dia ubah dari 2 jam seminggu menjadi minimal 4 jam setiap hari. Dia wajibkan mahasiswa baru masuk asrama, wajib mengikuti pelajaran bahasa asing mulai jam 14 sampai malam. Wajib menjadi santri yang aktif berbincang dalam bahasa asing di bawah pengawasan pengasuh asrama.

Hasilnya, kata dia, seluruh mahasiswa mampu berbahasa asing bagus minimal satu bahasa asing. Banyak yang menguasai dua atau lebih bahasa asing. Bahkan rata-rata bisa menulis skripsi dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. Satu orang diantaranya menulis skripsi dalam sembilan bahasa.

"Program kami, minimal bahasa Arab dan Inggris harus menjadi kompetensi setiap lulusan UIN Malang. Alhamdulillah kami cukup berhasil. Mahasiswa kami yang dari luar negeri saja berasal dari 32 negara," ucapnya bangga.

Didik hati, hasilkan profesionalisme

Lebih lanjut Imam memaparkan, mendidik hati manusia, menempa ruh mereka, akan menghasilkan jiwa yang profesional. Dan itulah yang sangat dibutuhkan dalam dunia entrepreneur. Jika orang butuh pegawai yang profesional, jangan mencari dari lulusan manajemen "sekular" tetapi carilah dari orang yang ditempat dengan pendidikan rohani.

Ia ceritakan, Ponpes Sidogiri Pasuruhan punya lembaga keuangan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang asetnya Rp 16 triliun. Padahal di pesantren itu tidak ada sekolah manajemen keuangan atau fakultas ekonomi jurusan perbankan. Sedangkan Universitas Brawijaya yang punya jurusan Koperasi, justru Koperasi Mahasiswanya bangkrut. Sehingga datang ke Sidogiri untuk studi banding belajar mengelola uang.

"Dengan  pesantren mendidik hati para santri, kiai menjadi sentral panutan moral, terciptalah insan profesional. Sehingga disuruh mengelola uang sampai triliunan rupiah mampu. Amanah. Kalau hanya mengajar soal manajemen, hanya ada orang pintar tapi potensial ngakali atau akal-akalan," tandasnya.

Sosok Kiai Mahfud Sobari, pengasuh pesantren Pacet Mojokerto juga ia jadikan contoh kesuksesan di bidang entrepreneurship. Kiai sahabatnya itu, kata Imam, merupakan sosok konglomerat. Usahanya macam-macam, sampai dia tanya ga pernah bisa ngitung penghasilannya.

Namun ketiga dia desak, Kiai Mahfud pernah cerita bahwa penghasilannya setiap bulan tak boleh kurang dari Rp 2 miliar. Sebab dia harus menghidupi empat istri, membiayai 20 anak kandung, puluhan yatim piatu dan membantu ratusan santri yang diasuhnya.

"Saya pernah membawa dosen-dosen UIN Malang ke rumah Kiai Mahfud. Mendengar tuan rumah punya istri empat, ibu-ibu pada jengkel dan menilai buruk beliau. Setelah diberitahu kalau penghasilan beliau per bulan Rp 2 miliar, eh, ibu-ibu itu bilang; lha kalau gitu ya saya mau jadi istrinya," tuturnya disambut tawa hadirin. (Ichwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Berita, News Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock