Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh meluncurkan Gerakan Nasional Berwakaf untuk Kesejahteraan dan Kemartabatan, Kamis (25/1) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Melalui gerakan ini, Nuh ingin semua pihak menyadari empat peran wakaf.

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan

Pertama, wakaf adalah aktivitas transenden. Artinya wakaf berdimensi ibadah sehingga setiap aktivitas yang terkait dengan wakaf harus diniatkan dengan lurus dan benar.

Kedua, wakaf untuk kesejahteraan. Artinya, wakaf strategis diharapkan bisa dikelola secara produktif untuk menghasilkan keuntungan optimal yang hasilnya disalurkan untuk program-program kesejahteraan masyarakat.

Hari Santri 2019

Ketiga, wakaf untuk mengembangkan dakwah. Wakaf yang produktif diharapkan bisa membuat gerak dakwah kebaikan menjadi lebih semarak dan lebih baik.

Keempat, wakaf menjaga harkat dan martabat. Dengan wakaf yang dikelola produktif dan menghasilkan keuntungan optimal, ia ingin wakaf membuat umat menjadi mandiri dan menjadi pihak tangan di atas.

Implementasi awal dari gerakan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman BWI dan UNDP Indonesia mengenai Wakaf untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Amalan, Halaqoh, Anti Hoax Hari Santri 2019

Senin, 05 Maret 2018

Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI

Jakarta, Hari Santri 2019. Taman Komik Nusantara mengadakan kegiatan “Mencipta Karya 70 Komik Bertema Hari Kemerdekaan RI ke-70” dengan bertutur tentang “Memaknai Bhinneka Tunggal Ika dan Hakikat Kemerdekaan” di Halaman Gedung Teater Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (15/8) pukul 15.00-17.30 WIB lalu.

Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI

Dengan disuguhkan atraksi Gambar Wayang Punakawan tentunya menambah antusias peserta yang hadir yakni para pelajar muda Kota Bekasi dan para remaja yang terbiasa melakukan kegiatan komunitas di jalanan sekitar wilayah Kali Pasir, Cikini, Jakarta Pusat.

“Dari kegiatan ini diharapkan para pelajar berlatih berimajinasi kreatif menggambar dan menemu kenali sejarah bangsa dengan baik, belajar mencintai dengan kesungguhan, merawat dan memelihara rasa kebangsaan. Mereka belajar untuk tidak mudah menebar kebencian namun saling menjaga persatuan di negeri Nusantara tercinta ini,” ujar Pendiri Taman Komik Nusantara, Endah Priyanti lewat rilis yang dikirimkan ke Hari Santri 2019, Senin (17/8).

Hari Santri 2019

Kegiatan diawali dengan pelatihan public speaking yang mengulas tentang sumbangan pemikiran dan perjuangan para tokoh pahlawan nasional seperti Tan Malaka, Soekarno, M Hatta, Sutan Sjahrir, dan sebagainya yang ditampilkan oleh para pelajar muda secara komunikatif di depan publik. Dengan demikian diharapkan para pelajar muda memiliki wawasan kebangsaan dan meneladani sikap positif para tokoh pemimpin bangsa di masa lampau yang telah berjasa bagi Republik ini. 

Kegiatan yang tak kalah menarik adalah apresiasi seni pertunjukan dan narasi kitab sastra klasik bersejarah seperti Arjunawiwaha, Bharatayuda, Gatotkacasraya, Sutasoma dan Negarakertagama. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan workshop pembuatan komik sejarah yang bertema tentang “Memaknai Bhinneka Tunggal Ika dan Hakikat Kemerdekaan”. 

Hari Santri 2019

“Kegiatan bersama Taman Komik Nusantara ini juga menjadi ajang silaturahmi anak-anak jalanan terutama memperkenalkan Budaya Wayang Nusantara melalui media komik. Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mereka tentang makna kebhinekaan yang sudah menjadi suatu keniscahyaan namun tetap menghormati antar pertemanan yang berbeda baik agama, suku maupun latar belakang budayanya,” terang Endah yang juga Guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi.

Merawat Budaya Nusantara

Gerakan kebudayaan berupa Taman Komik Nusantara ini sudah dimulai sejak awal Januari 2015 dan peluncurannya sudah dilakukan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2015 lalu. Menurut Endah, gerakan ini penting ketika makna pendidikan hadir dalam bentuk gerakan sadar budaya di akar rumput sehingga masyarakat memandang bahwa pendidikan berbasis kebudayaan juga bisa diciptakan di ruang-ruang publik yang sederhana. 

“Taman Komik Nusantara ini memiliki visi merawat Budaya Nusantara melalui komik kreatif anak bangsa. Dalam wahana ini, kami merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-70 dengan penuh suka-cita menciptakan taman belajar yang menyenangkan dan humanis sesuai Tut Wuri Handayani,” paparnya.

Melalui wadah ini, Endah mengajak para pelajar muda mengumpulkan serpihan peristiwa sejarah yang terbuang, terlupakan, tersimpan, tersembunyi dan terselip di belantara kekayaan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Mereka serasa diajak menelusuri mesin waktu ke tahun-tahun awal terbentuknya jaringan Nusantara. 

Dia mengungkapkan, penelusuran mesin waktu ini secara pribadi menghentak kesadarannya dan kesadaran para pelajar muda tentang hal yang paling hakiki akan makna bernegara dan berbangsa Indonesia yang selama ini mungkin perlahan mati suri karena melihat situasi dan kondisi bangsa dirusak oleh tercerabutnya akar budaya luhur di segala bidang kehidupan. 

“Kesadaran ini menggelitik nalar kita bahwa sebagai bangsa kita sebenarnya sudah berusia yang cukup untuk bisa menyebut diri sebagai bangsa merdeka jika kita mau menemukan bentuk kemerdekaan yang hakiki yaitu merdekalahir batin dalam pikiran, sikap dan perbuatan,” pungkasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Tegal, Amalan Hari Santri 2019

Minggu, 11 Februari 2018

Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Komnas Perempuan Gandeng PWNU Jabar

Jakarta, Hari Santri 2019 - PWNU Jawa Barat siang ini mendapatkan tamu istimewa. Mereka menerima kunjungan rombongan dari komisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan (Komnas Perempuan) di Kantor PWNU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung, Senin (6/2). Rombongan dari Komnas Perempuan disambut oleh perwakilan pengurus PWNU serta badan otonom perempuan yang terdiri dari PW Muslimat NU, Fatayat NU dan IPPNU.

Masruchah dari Komnas Perempuan menyampaikan, kekerasan terhadap perempuan menjadi isu yang sangat serius dan harus ditangani oleh seluruh pihak. Ia mengapresiasi NU yang selama ini memberikan perhatian terhadap sejumlah isu kekerasan perempuan serta mengapresiasi atas komitmen NU yang kemudian menuangkannya dalam Muktamar dan Munas NU yang lalu atas penyikapan, pencegahan, dan penanganan kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual.

Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Komnas Perempuan Gandeng PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Komnas Perempuan Gandeng PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Komnas Perempuan Gandeng PWNU Jabar

"Peran strategis NU sejak dahulu memang sangat diperhitungkan, NU selalu memberikan pandangan kepada negara dan membentuk sikap umat dan bangsa. Selama ini banyak terjadinya diskriminasi terhadap perempuan atas nama agama. Sehingga peran penting para ulama dan umat beragama sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan rentan pemiskinan dan kekerasan seperti TKW, korban kekerasan dan lainnya," kata Masruchah.

Hari Santri 2019

Komnas perempuan selalu mendorong pemerintah agar selalu bertindak adil kepada semua pihak. Komnas Perempuan memandang, saat ini kekerasan bukan hanya dilakukan di wilayah domestik, tetapi dapat dilakukan oleh publik.

Sekretaris Muslimat NU Jabar Hj Nani menyampaikan, kasus kekerasan perempuan saat ini memang menjadi bagian perhatian penting Muslimat NU. Banyak kiprah Muslimat NU yang betrkaitan dengan penanganan kekerasan perempuan di Jawa Barat.

Menurut Ketua Fatayat NU Jabar Yayah Fajriah, Fataat NU memiliki visi dan misi yang sama dalam penghapus kekerasan perempuan. Saat ini Fatayat telah melakukan pendampingan kepada eks TKW di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat yang memiliki jumlah TKW yang besar. Pendampingan yang dimaksud melalui pemberdayaan ekonomi kreatif. Selain itu juga Fatayat NU membuka layanan konsultasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Hari Santri 2019

"Sebagai organisasi pelajar putri, IPPNU juga memberikan perhatian serius terhadap isu-isu kekerasan perempuan. Ini juga terkait dengan isu moralitas pelajar saat ini yang mengkhawatirkan. Saat ini IPPNU Jawa Barat lebih konsen di bagian kampanye penghapusan pernikahan dini, mengingat tingginya angka perceraian salah satunya dipicu karena menikah di usia dini, dan faktor menikah usia dini salah satunya adalah karena kecelakaan sehingga ini akhirnya saling berkaitan dengan moral," Ketua IPPNU Jawa Barat Nurul Fatonah.

Atas kesamaan visi, Komnas Perempuan memandang PWNU dan banomnya merupakan mitra yang tepat dalam mengatasi permasalahan kekerasan di Jawa Barat. Terlebih NU yang memiliki basis massa yang besar dan mengakar sampai tingkat bawah. Hadir dalam pertemuan ini jaringan Komnas Perempuan di Jawa Barat seperti Safa Institute, Fathimiyah, Jakatarub, dan Fopulis. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Amalan Hari Santri 2019

Rabu, 31 Januari 2018

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa

Yogyakarta,Hari Santri 2019. Bulan Ramadhan tinggal sebentar lagi. Menyambut kedatangannya, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PWNU DIY telah menyiapkan beberapa program dakwah. Salah satunya dakwah lewat media massa.

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa

Salah seorang anggota LDNU DIY Nur Rahman Lathif mengatakan, untuk menyambut Ramadhan tahun ini, pihaknya telah berusaha menjalin kerja sama dengan media massa. Yang sudah dipastkan di antaranya dengan koran Tribun Jogja.

“Bentuk kerja samanya itu menulis artikel tentang Islam yang nantinya akan dimuat di Tribun Jogja setiap hari,” ujarnya saat ditemui Hari Santri 2019 di kantor PWNU DIY, Jl. MT Haryono No.42, Kamis siang (28/05).

Hari Santri 2019

Hal tersebut kemudian dibenarkan oleh Sekretaris LDNU DIY Muhajir saat dikonfirmasi via telepon. “Iya benar, kami mengadakan kerja sama dengan Tribun Jogja. Kami sudah melist dai-dai muda NU DIY yang akan menulis artikel keagamaan untuk Tribun Jogja,” katanya.

Hari Santri 2019

Ia menambahkan, LDNU DIY juga sudah menjalin kerja sama juga dengan Radio RRI Jogja. Bentuknya ya siaran seperti kultum menjelang berbuka puasa. Ini siarannya setiap hari Rabu sore.

Muhajir juga mengungkapkan bahwa timnya sedang mencoba menjalin kerja sama dengan TVRI Jogja. Tetapi belum mencapai kesepakatan bersama.

Ia berharap dengan dakwah lewat media massa, utamanya yang tulisan di Tribun Jogja, dapat menjadi materi dakwah bagi dai-dai muda NU DIY yang akan mengisi kultum selama bulan Ramadhan.

“Selain itu, ya ingin menebarkan ajaran Islam yang sesuai dengan khazanah Nusantara, yang moderat dan yang ramah lewat media masaa,” tegas Dr. Muhajjir. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Amalan Hari Santri 2019

Minggu, 28 Januari 2018

Tiga Jenis Jenggot

Pada sebuah forum, Kiai Masdar berkali-kali menyebut jenggot dengan kesan negatif. Jenggot adalah aksesoris orang-orang kolot. Jenggot adalah tren pencitraan kaum salafi yang tidak keren.

Di sela kerumunan jamaah, samar-samar terlihat kiai NU berjenggot menatapnya serius. Khusyuk menyimak. Tapi sorot matanya ganjil.

Tiga Jenis Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Jenis Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Jenis Jenggot

Kiai Masdar akhirnya sadar, pernyataannya soal ”jenggot” masih butuh syarah. Segera ia menyusuli ceramahnya, ”Jenggot itu tsalatsatu anwa’in (jenggot terdiri dari tiga jenis).”

Hari Santri 2019

”Pertama, jenggot biologis. Jenggotnya orang-orang yang memang dari sono-nya ditakdirkan berjenggot,” katanya.

”Kedua, jenggot ideologis. Itu jenggot paksaan. Karena keyakinan, meski cuma tiga helai juga dipaksa tumbuh. Terus terakhir, jenggot gabungan idiologis-biologis,” tambah Kiai Masdar.

”Nah, jenggot yang saya maksud tadi itu jenggot kedua dan ketiga ini. Kalau jenggotnya NU itu sih biologis. Jadi nggak termasuk!” ujar Kiai Masdar yang tidak berjenggot ini sembari tersenyum. (Mahbib Khoiron)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Humor Islam, Budaya, Amalan Hari Santri 2019

Kamis, 04 Januari 2018

Akhirnya Jilbab Bisa Dikenakan di Gedung Parlemen Turki

Istambul, Hari Santri 2019. Empat anggota parlemen perempuan Turki menghadiri sidang dengan mengenakan jilbab untuk pertama kalinya sejak 1999 ketika seorang anggota disoraki di ruang sidang karena mengenakan jilbab.

Keempat anggota parlemen mengenakan jilbab setelah pihak berwenang mencabut sebagian larangan berjilbab untuk perempuan, termasuk mereka yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Akan tetapi larangan pemakaian jilbab masih tetap berlaku untuk tentara, polisi, hakim, dan jaksa.

Akhirnya Jilbab Bisa Dikenakan di Gedung Parlemen Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya Jilbab Bisa Dikenakan di Gedung Parlemen Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya Jilbab Bisa Dikenakan di Gedung Parlemen Turki

Dalam sidang 31 Oktober di Ankara, keempat anggota parlemen perempuan dari partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan, tidak mengalami penentangan, seperti dilansir oleh BBC Indonesia.

Hari Santri 2019

Bahkan rekan-rekan mereka mengabadikan peristiwa itu dengan mengambil gambar mereka.

Mereka adalah Sevde Beyazit Kacar, Gulay Samanci, Nurcan Dalbudak dan Gonul Bekin Sahkulubey.

Hari Santri 2019

Pencabutan larangan yang telah diterapkan sekitar 10 tahun itu merupakan bagian dari reformasi yang dilakukan pemerintah pimpinan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berlatar belakang Islam.

Ekspresi

Reformasi ini dikecam oleh pihak-pihak di Turki yang khawatir akan peningkatan pengaruh Islam dalam kehidupan sosial.

Para anggota parlemen dari partai sekuler yang beroposisi, CHP, menyatakan tidak menentang pemakaian jilbab oleh empat anggota parlemen dari AKP.

Beberapa politikus CHP sebelumnya menuduh partai berkuasa memanfaatkan masalah jilbab untuk kepentingan politik.

Wakil-wakil AKP di parlemen berpendapat larangan mengenakan jilbab merupakan masalah hak sipil yang mengekang perempuan mengekspresikan diri secara bebas di dunia politik Turki.

"Saya selalu mengatakan bahwa kita melupakan persoalan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, tetapi hari ini saya pikir kita akhirnya mengatasi masalah ini," kata Oznur Calik, anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan.

Pihak yang menentang pencabutan larangan berjilbab di lembaga negara melihat langkah ini sebagai upaya untuk memundurkan aturan-aturan sekuler dan mengedepankan nilai-nilai Islam.

Larangan pemakaian jilbab di lembaga-lembaga negara selama ini dianggap sebagai salah satu peraturan yang sangat peka di masyarakat, terutama bagi pendukung konstitusi sekuler dan mereka yang mendukung hak-hak Islam. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Amalan Hari Santri 2019

Rabu, 03 Januari 2018

Ini Cara JQHNU Sidoarjo Siapkan Kafilah MTQ Tangguh

Sidoarjo, Hari Santri 2019. Ketua PC Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sidoarjo, H Imam Mukozali mengatakan, strategi untuk menyiapkan Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang tangguh di Kabupaten Sidoarjo agar bisa berjaya dikancah Provinsi sampai Nasional yakni dengan cara menggali potensi besar yang ada dari seluruh komponen keagamaan di Kabupaten Sidoarjo.

Ini Cara JQHNU Sidoarjo Siapkan Kafilah MTQ Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara JQHNU Sidoarjo Siapkan Kafilah MTQ Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara JQHNU Sidoarjo Siapkan Kafilah MTQ Tangguh

"Misalnya Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), Pondok Pesantren, Sekolah atau Rumah Tahfidz, Rumah Qori, dan potensi personal yang juga mempunyai peran sangat besar. Dari berbagai lembaga keagamaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo bisa dikembangkan dan dioptimalkan pembinaannya ke arah penyiapan sumber daya manusia yang mumpuni sebagai wujud konkrit dari program yang sudah dicanangkan," kata Imam Selasa, (5/1).

MTQ di setiap daerah ditangani oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang mempunyai otoritas mengelola penuh terhadap pelaksanaan dan keberhasilan MTQ itu sendiri. Kalau visi dan misi ini dikembangkan tidak hanya pada tataran birokrasi tetapi melibatkan masyarakat secara menyeluruh, dan yang lebih spesifik lagi pada lembaga atau ormas yang mengelola dan mengembangkan syiar Al-Quran.

Hari Santri 2019

"Apabila seluruh kemampuan yang ada baik dari pihak pemerintah sebagai otoritas penguasa anggaran dan lembaga keagamaan bersatu padu, maka akan memunculkan kekuatan yang sangat besar. Ibarat filosofi sapu lidi bersatu akan menjadi kuat dan bermanfaat. Dengan kata lain pengelolaan pengembangan MTQ dikerjakan bersama antara pemerintah daerah dengan lembaga atau ormas Islam yang mempunyai visi dan misi sama sehingga bisa membuahkan hasil maksimal," ujarnya.

Kemampuan yang ada baik secara kelembagaan maupun pribadi perlu dicari dan diinventarisir sehingga bisa mendeteksi kemampuan yang ada. Penjaringan sejak dini dilakukan sebagai langkah untuk mencari bibit dalam Kafilah MTQ ke depan. Cara jitu yang dilakukan dalam penjaringan ini adalah dengan sering kali mengadakan event atau perlombaan serta kegiatan yang mendukung potensi tersebut. Dan tidak kalah pentingnya adalah penjaringan dilakukan dengan sangat obyektif sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tanpa pilih kasih karena pertimbangan lainya.

Hari Santri 2019

Untuk mendapatkan bibit yang mumpuni, baik dan unggul harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh komponen yang ada. Karena bibit yang unggul tidak bisa secara instan, tetapi harus dilakukan jauh-jauh sebelum ada kegiatan secara berkesinambungan. "Hal ini bisa kita lihat kesinambungan yang dilakukan di rumah-rumah tahfizh, rumah-rumah qori, sanggar kaligrafi, Pondok Pesantren, JQH dan lain-lain. Mereka sudah menyiapkan calon-calon Kafilah handal karena disiapkan sejak dini dengan fasilitas sangat sederhana," tambanhya.

Kalau potensi itu disinergikan dengan kemampuan anggaran yang ada dari pemerintah daerah, maka bukan mustahil potensi akan tambah lebih besar dan unggul. Bibit unggul itu menjadi tanggung jawab bersama dengan memakai tangan pemerintah daerah untuk mengelolanya. Perawatannya meliputi secara fisik dan nonfisik. Secara fisik terkait dengan bagaimana gizi, kesehatan dan kehidupan ekonomi seorang calon Kafilah. Secara non fisik atau aspek spiritual lebih dititik beratkan kepada memperkuat kemampuan rohani, mental dari seorang calon Kafilah MTQ.

Prestasi dari apapun keahliannya harus mendapatkan reward sesuai tingkat ptrestasi yang dihasilkan. Karena ini akan menjadi stumulus tersendiri bagi para pemenang. Tak terkecuali prestasi yang ditorehkan dari para kafilah MTQ diberbagai event. Dampak dari cara itu adalah besar terhadap kesungguhan para kafilah. Apabila itu dilakukan dengan baik dan perencanaan matang dari segi anggaran, maka akan merangsang para calon Kafilah untuk bersaing dengan sehat sebagai duta Kabupaten Sidoarjo ke event tingkat Provinsi maupun Nasional, serta mempunyai kemampuan dalam menerapkan nilai-nilai Al-Quran ditengah-tengah masyarakat yang sangat majemuk. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Amalan, Budaya, Internasional Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock