Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh meluncurkan Gerakan Nasional Berwakaf untuk Kesejahteraan dan Kemartabatan, Kamis (25/1) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Melalui gerakan ini, Nuh ingin semua pihak menyadari empat peran wakaf.

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Badan Wakaf Indonesia Luncurkan Gerakan Berwakaf untuk Kesejahteraan Kemartabatan

Pertama, wakaf adalah aktivitas transenden. Artinya wakaf berdimensi ibadah sehingga setiap aktivitas yang terkait dengan wakaf harus diniatkan dengan lurus dan benar.

Kedua, wakaf untuk kesejahteraan. Artinya, wakaf strategis diharapkan bisa dikelola secara produktif untuk menghasilkan keuntungan optimal yang hasilnya disalurkan untuk program-program kesejahteraan masyarakat.

Hari Santri 2019

Ketiga, wakaf untuk mengembangkan dakwah. Wakaf yang produktif diharapkan bisa membuat gerak dakwah kebaikan menjadi lebih semarak dan lebih baik.

Keempat, wakaf menjaga harkat dan martabat. Dengan wakaf yang dikelola produktif dan menghasilkan keuntungan optimal, ia ingin wakaf membuat umat menjadi mandiri dan menjadi pihak tangan di atas.

Implementasi awal dari gerakan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman BWI dan UNDP Indonesia mengenai Wakaf untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Amalan, Halaqoh, Anti Hoax Hari Santri 2019

Selasa, 27 Februari 2018

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran

Jakarta, Hari Santri 2019 - Menjelang keberangkatan menimba ilmu di Jepang, Medina Janneta El-Rahman (18) khusyuk mengikuti khataman Al-Qur’an. Khataman oleh para penghafal Al-Qur’an dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) ini digelar di rumah dinas orang tuanya, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud di kompleks MAN 4 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (8/9).

Sebelum pembacaan doa khatmil Quran, Medina membaca sepuluh surat di juz 30 secara bil ghaib (hafalan). Usai khataman, Mas’ud selaku shahibul hajat mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka selametan sekaligus syukuran menyambut keberangkatan putrinya melanjutkan studi ke Universitas Hokkaido, Jepang, 17 September 2017. Sebelumnya, Medina dinyatakan lolos seleksi di perguruan tinggi ternama di Negeri Sakura ini Maret 2017 silam.

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran

Mas’ud mengaku bangga prestasi Medina melampaui dirinya. Sebab, pria kelahiran Kudus Jawa Tengah ini berkesempatan kuliah di luar negeri ketika S2 dan S3. Sementara anak ketiganya ini berhasil ke mancanegara ketika masih S1 dengan beasiswa. Apalagi persyaratannya lebih rumit dan complicated, harus lolos tes Bahasa Inggris internasional, tes potensi SAT, wawancara, dan hanya 16 peserta sedunia yang lolos kelas baru di Hokkaido University itu. Atas nama keluarga, ia berterima kasih kepada para guru yang telah mendidik putri satu-satunya tersebut.

Hari Santri 2019

“Tentu yang saya cintai dan hormati adalah para guru Medina, itu yang paling utama dan pertama. Karena para guru lah yang sebetulnya membentuk karakter Medina saat ini. Oleh karenanya, sambutan saya nanti akan saya share, tidak saya monopoli sendiri. Saya mohon sambutan sebagian guru yang isinya kesan dan pesan untuk Medina,” ujar guru besar UIN Walisongo ini kepada para guru dari MAN IC Serpong, MTsN 7 Jakarta, SDIT At-Taufik Cempaka Putih, dan beberapa teman akrab Medina.

Hari Santri 2019

Guru pertama yang didaulat menyampaikan kesan dan pesan adalah Deni Syamsudin Permana. Suatu ketika, Guru Kimia MAN IC Serpong ini pernah diskusi dengan Medina dan teman-teman tentang sebuah capaian sesuatu. Menurut Deni, ada dua pilihan untuk mencapainya. Ada yang mudah, ada pula yang tak mudah. Jalannya terjal dan banyak rintangan.  

“Saya terkejut ketika Medina justru ingin meraih sesuatu dengan tak mudah. Dan ini sangat berharga. Karena, jika kita memperolehnya tak mudah maka membuat seseorang menjadi ramah dan mengapresiasi orang lain. tidak mudah underestimate terhadap proses. Di luar dugaan saya Medina bahkan sekarang sedang tahfiz Al-Quran. Pesan saya ke Medina, jika suatu saat berhasil maka anggap itu bukan keberhasilan individu. Tapi juga keberhasilan orang tua, teman-teman, juga para guru,” ujarnya.

Guru kedua, Wakil Kepala MTsN 7 Jakarta Melda Yohana Anwar. Beberapa saat lamanya Guru Bahasa Inggris ini tak mampu berkata-kata. Hanya linangan air mata yang keluar deras saat dirinya memegang mikrofon. Setelah Medina datang bersimpuh di hadapannya, ibu guru ini kemudian memeluk erat murid kesayangannya itu. Sejurus kemudian, Melda baru memulai kata-katanya.

“Menurut saya, Medina sudah kelihatan prestasinya sejak awal di MTs. Saya melihat potensi yang dimilikinya sejak ia aktif di Paskibra. Saya kira, anak ini aktif sekali. Saya hanya berpesan, di luar negeri tantangan dan godaannya lebih besar. Ingat, untuk meraih prestasi tidak cukup dengan berpangku tangan. Tapi harus kerja keras. Saya doakan Medina sukses di sana,” ujarnya berurai air mata.

Sementara itu, guru SDIT At-Taufik Cempaka Putih, Arum, menceritakan saat Medina baru pindah dari SD NU  Nasima Semarang. “Sebagai anak baru, Medina sering menangis karena di-bully teman-temannya. Saya bilang, kamu kalau terus nangis, mereka tambah senang. Cuekin aja  biar mereka kapok,” ujarnya disambut tawa hadirin. Bu guru Arum secara khusus mendoakan Medina berhasil dalam belajar. Ia berpesan, jika sudah lulus agar kembali ke Indonesia untuk mengamalkan ilmunya.

Hadir dalam acara tersebut keluarga besar Balitbang Diklat Kemenag, antara lain Sekretaris Balitbang Diklat Dr H Rohmat Mulyana Sapdi, Kepala Puslitbang Penda H Amsal Bakhtiar, Kabag Umum dan Perpustakaan H Anshori, Kabag Keuangan Hj Sunarini. Hadir pula Komisioner KPAI Susianah Affandi, Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam, dan beberapa mantan pejabat.

Di akhir acara, pengurus Nusantara Mengaji, KH Ahmad Khatib didampingi Ust Bagus Purnomo, Guru Medina untuk Tahfidz Al-Qur’an memberi hadiah mushaf Al-Qur’an per juz untuk Medina agar dijadikan bekal untuk terus mencintai dan melanjutkan hafalan Al-Qur’an. “Semoga dengan hadiah ini Medina menggenapi utang nadzar hafalan Qurannya kalau diterima kuliah di Jepang,” pungkas Mas’ud. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Doa, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin

Jember, Hari Santri 2019



Tabligh Akbar yang digelar Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafii Jember, yang digelar hari ini, Senin (22/5), ternyata mencatut nama NU. Bahkan di pamflet yang sudah beredar luas, posisi NU (dengan logonya) adalah sebagai pihak yang "turut mengundang".?

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)
STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)

STDI Jember Cantumkan Logo NU Tanpa Izin

Padahal, PCNU Jember hanya pihak yang diundang untuk memberikan sambutan. Tidak hanya soal logo, dalam susunan acara yang juga sudah beredar, panitia Tabligh Akbar secara pasti mencantumkan sambutan Ketua PCNU Jember.

Selain NU, pihak yang diposisikan sebagai "turut mengundang" adalah MUI, Muhammadiyah, Kemenag Jember, DPRD Jember dan Bupati Faida.?

"Yang jelas pemasangan logo (NU) itu tidak ada koordinasi dengan kita. Bisa jadi, dengan yang lain, yang logonya dipasang, juga tidak ada koordinasi. Di Jawa Timur pun, nama PWNU juga mereka catut," jelas Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, Ahad (20/5) malam.?

Gus Aab –sapaan akrabnya— memastikan tak akan hadir ataupun mengirimkan utusannya di acara itu.

Hari Santri 2019

Ia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolres Jember terkait dengan pemasangan logo NU itu.?

"Kapolres telah mengirim tim ke sana. Kalau logo NU juga dipasang di banner panggung, kami berharap itu segera diturunkan," tambahnya.

Terkait hal tersebut, PCNU Jember telah mengirim surat keberatan atas pemasangan logo NU yang tanpa izin itu. Surat yang ditandatangani oleh Rais, Katib Syuriyah, dan Ketua, Sekretaris PCNU Jember itu intinya menyatakan, pertama, NU Jember tidak tahu menahu tentang acara tersebut.?

Kedua, NU Jember menyatakan keberatan atas terteranya logo NU di pamflet acara. Ketiga, meminta pertanggungjawaban kepada panitia Tabligh Akbar yang telah mencantumkan NU karena telah melakukan kebohongan publik.?

Hari Santri 2019

"Surat tersebut sudah kami antar, dan ternyata di panggung acara, tidak ada pencantuman logo NU. Hanya di pamflet, dan itu sudah merugikan kami," ucap Wakil Bendahara NU Jember, Taufiq Hidayat kepada Hari Santri 2019.

Sekadar diketahui, STDI Imam Syafii di Jember adalah lembaga yang yang kerap memecah- belah umat dengan dakwahnya yang penuh caci-maki. Masyarakat sekitarnya sejak awal menentang keberadaan lembaga tersebut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Syariah Hari Santri 2019

Minggu, 25 Februari 2018

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16

Khartoum, Hari Santri 2019



Konferensi Cabang (Konfercab) Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan telah terlaksana pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017 di auditorium Ittihad ‘Am Lil Mar’ah Khartoum, Sudan. Acara dimulai pukul 8 pagi dengan penampilan tim rebana PCINU Sudan Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ).

Setelah acara seremonial selesai, dilanjutkan dengan sidang pleno konfercab yang diikuti oleh seluruh anggota PCINU Sudan yang berjumlah 127 orang. Mereka merupakan peserta penuh, ditambah dua peserta peninjau, yaitu Rasikin dan Yusri (Staf KBRI Khartoum). Sidang pleno dipimpin oleh ketua sidang Budi Sutardi (Steering Committee), wakil sidang Muthiullah, sekretaris sidang Faridhatun Nisa’ dengan pembahasan tata tertib sidang pleno, laporan pertanggungjawaban kepengurusan PCINU Sudan 2016-2017 dan pemilihan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah PCINU Sudan masa khidmah 2017-2018.

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Selenggarakan Konfercab Ke-16

Pemilihan rais syuriyah dilaksanakan dengan sistem Ahlul Hali wal Aqdi (AHWA) yang menetapkan Ribut Nur Huda sebagai Rais Syuriyah 2017. Pemilihan ketua tanfidziyah dilaksanakan dengan pemilihan secara langsung dan terpilihlah Muhammad Luqman Hambali.?

Hadir dalam acara seremonial Burhanuddin Badruzzaman (Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea), Muhammad Afifullah RIfa’i (Staf KBRI Khartoum & Mustasyar PCINU Sudan), Rasikin (Staf KBRI Khartoum), Yusri (Staf KBRI Khartoum), Syekh Abdullah Makki (Direktur Utama Organisasi Perlindungan Pelajar Asing Wafidin & Mustasyar PCINU Sudan), Muhammad Sulaiman Muhammad Ali (Direktur Utama Dewan Dakwah Kementerian Agama Sudan & Mustasyar PCINU Sudan), Thoriq Muhammad Nur (Dewan Hubungan Internasional Kementerian Penddikan Sudan & Mustasyar PCINU Sudan), Sayyidah Hasanat Awad Sati (Mustasyaroh PCI Muslimat NU Sudan), Syekh Idris bin Hasasn bin Muhammad Abu Qurun (Kholifah Thoriqoh Qodiriyah), Syek Sa’ad Thayyib Abu Qurun (CEO Lizatien Co. Sudan), Syekh Muhadis Azhari Muhammad Said Syathut An Najar (Ketua Umum Hizb Barakah, pemikir dan penulis buku).

Dalam sambutannya, Dr. Sulaiman sangat mendukung dengan ditambahnya mahasiswa dari Indonesia ke Sudan. Ia juga berusaha untuk mempermudah semua hal yang berhubungan dengan pendaftaran administrasi mereka. ? Selain itu, dr Thoriq Muhammad juga menambahkan bahwasanya ia sangat senang dengan para mahasiswa Indonesia karena mereka terkenal dengan akhlak baiknya. (Ayik/Mukafi Niam)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Pondok Pesantren, Anti Hoax, Syariah Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Minggu, 18 Februari 2018

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar

Mataram, Hari Santri 2019



Ustadz Ilhamudin, penyandang tunanetra diminta panitia untuk membaca Al-Quran pada acara pembukaan Munas-Konbes NU 2017 di alun-alun Islamic Center, Kota Mataram, Kamis (23/11) siang. Pada pembukaan yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, ia membaca ayat yang menerangkan sifat-sifat ulama.

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Munas-Konbes NU, Penyandang Disabilitas Baca Al-Quran dan Shalawat Badar

Sebagaimana diketahui, Ustadz Ilhamudin adalah juara ketiga MTQ Nasional 2012. Ia dilahirkan di Lombok Tengah.

Ustadz Ilhamudin setelah membaca ayat Al-Quran mengajak para hadirin untuk bersama-sama membaca Shalawat Badar.

"Pembukaan acara kita menghadirkan qari tunanetra. Ini menunjukkan bahwa NU memang care dengan penyandang disabilitas, sejalan dengan pembahasan masalah disabilitas di forum Bahtsul Masail Munas Alim Ulama NU 2017 di Pesantren Darul Falah Lombok," kata panitia Munas-Konbes NU 2017 dalam jumpa pers, Kamis (23/11) pagi.

Hari Santri 2019

Menurut Robikin, penyandang disabilitas adalah juga karunia Allah. Disabilitas bukan keterbatasan. Penyandang disabilitas dapat menggali potensi diri dan dapat kesempatan yang sama dalam meraih prestasi.

Masalah disabilitas ini diangkat sebagai salah satu pembahasan di forum Munas NU 2017 dalam sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah al-Maudhuiyah. Masalah ini akan dibahas secara serius terutama terkait fasilitas peribadatan bagi penyandang disabilitas. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Tegal, Anti Hoax Hari Santri 2019

Rabu, 07 Februari 2018

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

Surabaya, Hari Santri 2019. Menyampaikan ajaran agama harus memperhatikan kondisi masyarakat setempat dari banyak aspek. Juga jangan sampai menyampaikan hal yang menimbulkan perbedaan. Kebersamaan harus dijaga agar ukhuwah terus terawat dengan baik.

Muhammad Dawud mengingatkan hal ini pada acara Evaluasi Dengar Pendapat atau EDP yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Jumat (10/7).

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

"Menyeru pesan agama hendaknya harus dengan mengedepankan kesantunan, sebagaimana telah dipesankan dalam Islam," katanya di hadapan 4 pemohon ijin radio komunitas dan televisi kabel berlangganan.?

Hari Santri 2019

Apalagi, lanjutnya, bagi para pengelola lembaga penyiaran seperti televisi maupun radio untuk bisa memilih mata acara dan program yang tidak lagi menebarkan kebencian atau perbedaan saat bersiaran.

Hari Santri 2019

Salah sorang komisioner KPID Jatim ini juga berharap sekaligus menekankan bahwa masih banyak radio dan televisi yang gemar menyiarkan materi yang menyinggung perbedaan. "Padahal materi seperti ini tidak akan selesai diperdebatkan," ungkap Sekretaris PW ISNU Jatim ini.?

Dawud juga mengkritik sejumlah lembaga penyiaran yang gemar merelay siaran dari beberapa radio kenamaan dengan tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. "Bagaimana mungkin anda merelay berita maupun tayangan dari sumber yang jelas-jelas berseberangan dengan tradisi mayoritas masyarakat sekitar," katanya.

Karenanya sangat mendesak untuk memiliki kearifan dalam menayangkan serta menyampaikan materi siaran yang mampu menjaga kebersamaan dan menghargai keberagaman di masyarakat. "Kami sangat berharap para pemohon bisa menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing, apalagi telah memiliki media baik televisi maupun radio," ungkapnya.

Kegiatan EDP berlangsung sejak 8 hingga 10 Juli. Ada puluhan radio komunitas serta satu televisi kabel berlangganan yang mengajukan izin agar bisa bersiaran sesuai wilayahnya. Para pemohon harus mempresentasikan proposal yang telah diajukan di hadapan para tim penguji, pemberi masukan, serta dari komisioner KPID Jatim. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nasional, Nahdlatul, Anti Hoax Hari Santri 2019

Senin, 22 Januari 2018

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara

Jakarta, Hari Santri 2019. Pemandangan agak berbeda tampak pada acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, Rabu (27/2) malam. Jika biasanya kiai NU yang mengaji kitab, kini ulama asal Lebanon yang tampil fasih menerangkan isi kitab.

Syaikh Khalil ad-Dabbagh, ulama asal lebanon itu, membawa sedikitnya tiga kitab karangan ulama Nusantara, antara lain, at-Tanbihat al-Wajibat karya pendiri NU, Hadaratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Sirajuth Thalibin (Syaikh Muhammad Ihsan Jampes dari Kediri), dan Qathrul Ghaits (Syaikh Imam Nawawi dari Banten).

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara

Dosen Universitas Global Lebanon ini menjelaskan konsep tauhid menurut paham ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja). Allah, katanya, bersifat suci dari seluruh kriteria kemakhlukan, seperti bentuk dan arah sebagaimana pandangan mutajassim (antropomorfis).

Hari Santri 2019

”Allah tidak dapat dikonseptualisasikan atau dibayangkan. Lantas, kenapa kita menengadah ke atas saat berdoa? Itu bukan karena Allah bertempat di atas, melainkan langit merupakan kiblat untuk doa. Kita dapat temukan keterangan tersebut dari kitab ini,” kata Syaikh Khalil dalam bahasa Arab sambil memperlihatkan kitab Sirajuth Thalibin.

Hari Santri 2019

Menurut dia, pandangan ini ditemukan dasarnya pada ayat suci al-Qur’an yang mengatakan bahwa tak ada satupun yang menyerupai Allah. Dia mahasempurna dalam segala hal, tidak membutuhkan apapun atau siapapun.

Syaikh Khalil menambahkan, sebagaimana manusia, arah dan bentuk juga termasuk makhluk Allah. Tuhan terlalu luas untuk digambarkan oleh indra dan pikiran manusia yang terbatas. ”Dan kita tidak akan dapat mengetahui hakikat Allah,” ujarnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Ahlussunnah, Ubudiyah Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock