Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran

Jakarta, Hari Santri 2019 - Menjelang keberangkatan menimba ilmu di Jepang, Medina Janneta El-Rahman (18) khusyuk mengikuti khataman Al-Qur’an. Khataman oleh para penghafal Al-Qur’an dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) ini digelar di rumah dinas orang tuanya, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud di kompleks MAN 4 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (8/9).

Sebelum pembacaan doa khatmil Quran, Medina membaca sepuluh surat di juz 30 secara bil ghaib (hafalan). Usai khataman, Mas’ud selaku shahibul hajat mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka selametan sekaligus syukuran menyambut keberangkatan putrinya melanjutkan studi ke Universitas Hokkaido, Jepang, 17 September 2017. Sebelumnya, Medina dinyatakan lolos seleksi di perguruan tinggi ternama di Negeri Sakura ini Maret 2017 silam.

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Terbang ke Jepang, Lulusan MAN IC Serpong Gelar Khataman Al-Quran

Mas’ud mengaku bangga prestasi Medina melampaui dirinya. Sebab, pria kelahiran Kudus Jawa Tengah ini berkesempatan kuliah di luar negeri ketika S2 dan S3. Sementara anak ketiganya ini berhasil ke mancanegara ketika masih S1 dengan beasiswa. Apalagi persyaratannya lebih rumit dan complicated, harus lolos tes Bahasa Inggris internasional, tes potensi SAT, wawancara, dan hanya 16 peserta sedunia yang lolos kelas baru di Hokkaido University itu. Atas nama keluarga, ia berterima kasih kepada para guru yang telah mendidik putri satu-satunya tersebut.

Hari Santri 2019

“Tentu yang saya cintai dan hormati adalah para guru Medina, itu yang paling utama dan pertama. Karena para guru lah yang sebetulnya membentuk karakter Medina saat ini. Oleh karenanya, sambutan saya nanti akan saya share, tidak saya monopoli sendiri. Saya mohon sambutan sebagian guru yang isinya kesan dan pesan untuk Medina,” ujar guru besar UIN Walisongo ini kepada para guru dari MAN IC Serpong, MTsN 7 Jakarta, SDIT At-Taufik Cempaka Putih, dan beberapa teman akrab Medina.

Hari Santri 2019

Guru pertama yang didaulat menyampaikan kesan dan pesan adalah Deni Syamsudin Permana. Suatu ketika, Guru Kimia MAN IC Serpong ini pernah diskusi dengan Medina dan teman-teman tentang sebuah capaian sesuatu. Menurut Deni, ada dua pilihan untuk mencapainya. Ada yang mudah, ada pula yang tak mudah. Jalannya terjal dan banyak rintangan.  

“Saya terkejut ketika Medina justru ingin meraih sesuatu dengan tak mudah. Dan ini sangat berharga. Karena, jika kita memperolehnya tak mudah maka membuat seseorang menjadi ramah dan mengapresiasi orang lain. tidak mudah underestimate terhadap proses. Di luar dugaan saya Medina bahkan sekarang sedang tahfiz Al-Quran. Pesan saya ke Medina, jika suatu saat berhasil maka anggap itu bukan keberhasilan individu. Tapi juga keberhasilan orang tua, teman-teman, juga para guru,” ujarnya.

Guru kedua, Wakil Kepala MTsN 7 Jakarta Melda Yohana Anwar. Beberapa saat lamanya Guru Bahasa Inggris ini tak mampu berkata-kata. Hanya linangan air mata yang keluar deras saat dirinya memegang mikrofon. Setelah Medina datang bersimpuh di hadapannya, ibu guru ini kemudian memeluk erat murid kesayangannya itu. Sejurus kemudian, Melda baru memulai kata-katanya.

“Menurut saya, Medina sudah kelihatan prestasinya sejak awal di MTs. Saya melihat potensi yang dimilikinya sejak ia aktif di Paskibra. Saya kira, anak ini aktif sekali. Saya hanya berpesan, di luar negeri tantangan dan godaannya lebih besar. Ingat, untuk meraih prestasi tidak cukup dengan berpangku tangan. Tapi harus kerja keras. Saya doakan Medina sukses di sana,” ujarnya berurai air mata.

Sementara itu, guru SDIT At-Taufik Cempaka Putih, Arum, menceritakan saat Medina baru pindah dari SD NU  Nasima Semarang. “Sebagai anak baru, Medina sering menangis karena di-bully teman-temannya. Saya bilang, kamu kalau terus nangis, mereka tambah senang. Cuekin aja  biar mereka kapok,” ujarnya disambut tawa hadirin. Bu guru Arum secara khusus mendoakan Medina berhasil dalam belajar. Ia berpesan, jika sudah lulus agar kembali ke Indonesia untuk mengamalkan ilmunya.

Hadir dalam acara tersebut keluarga besar Balitbang Diklat Kemenag, antara lain Sekretaris Balitbang Diklat Dr H Rohmat Mulyana Sapdi, Kepala Puslitbang Penda H Amsal Bakhtiar, Kabag Umum dan Perpustakaan H Anshori, Kabag Keuangan Hj Sunarini. Hadir pula Komisioner KPAI Susianah Affandi, Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam, dan beberapa mantan pejabat.

Di akhir acara, pengurus Nusantara Mengaji, KH Ahmad Khatib didampingi Ust Bagus Purnomo, Guru Medina untuk Tahfidz Al-Qur’an memberi hadiah mushaf Al-Qur’an per juz untuk Medina agar dijadikan bekal untuk terus mencintai dan melanjutkan hafalan Al-Qur’an. “Semoga dengan hadiah ini Medina menggenapi utang nadzar hafalan Qurannya kalau diterima kuliah di Jepang,” pungkas Mas’ud. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Doa, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Selasa, 20 Februari 2018

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat

Semarang, Hari Santri 2019. Setelah lama vakum kepengurusan, Ahad (2/9) tadi malam, dzurriyyah (keturunan) KH Sholeh Darat bersama ? kaum muslimin ? Kecamatan Semarang Utara dan sekitarnya berhasil menyusun kepengurusan baru dalam musyawarah.

Keberhasilan musyawarah ini diilhami kesuksesan menggelar rangkaian acara akbar dalam rangka Haul ke-112 Mbah Sholeh Darat pada 8-10 syawal 1433 H (26-28/8) lalu. ? Waktu itu yang hadir dan bermusyawarah adalah orang-orang yang aktif bekerja dalam kepanitiaan haul tersebut.

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat

Dari 9 nama panitia aktif yang diusulkan, terpilih tokoh yang dianggap tua di antara hadirin. Khomsin Bisri, pengusaha asal Madura yang telah tinggal di RW 01 Kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara sejak ? 1987, didukung oleh mayoritas peserta musyawarah.

Hari Santri 2019

Pembina paguyuban tukang cukur Madura di Semarang yang menikah dengan perempuan Semarang Utara dan tinggal di dekat masjid Kiai Sholeh Darat ini mendapat 18 suara. Sedangkan ketua RW 01, As’adi Sodiq, mendapat 8 suara. Keduanya didaulat sebagai ketua dan wakil ketua Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat.

Hari Santri 2019

Adapun sekretaris diamanahkan kepada aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Semarang Utara, Agung Slamet Triyono. ? Sedangkan Bendahara, dipercayakan kepada pegiat pengajian, Supriyanto.

Disepakati pula penyusunan pengurus Seksi Kepemudaan, Peribadatan dan ? Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Serta Seksi Pendidikan, Pemeliharaan dan Keamanan. Ada pula ? pembantu umum. Semuanya diisi para pemuda maupun orang tua yang semangat beribadah dan berhaluan ahlussunnah wal jamaah (aswaja).

Adapun keluarga dzurriyyah Mbah Sholeh Darat masuk dalam struktur Pembina. Sedangkan penasehat diisi para kiai dan tokoh masyarakat di Semarang Utara.

Selain menyepakati susunan kepengurusan, musyawirin juga mufakat periode khidmah (pengabdian) selama tiga tahun, 2012-2015, terhitung sejak 1 Oktober 2012. Mereka dibantu tenaga sukarela serbaguna dari dua orang mahasiswa baru Universitas Wahid Hasyim yang berkomitmen tinggal di masjid Kiai Sholeh Darat hingga lulus.

Keduanya adalah Hari Jumandhoni dan Arisyahbanna, berasal dari kudus, pernah mondok di pesantren Kiai Arwani Kudus dan alumni Madrasah Aliyah NU Kradenan Kudus. Dua ? mahasiswa ini siap mengumandangkan adzan, iqomat, membersihkan masjid dan mendidik para santri TPQ dan Madin yang nanti akan terbentuk. Jika darurat tidak ada imam sholat, keduanya ? juga siap.

Perwakilan Dzurriiyah Kiai Sholeh Darat, Agus Taufiq menyampaikan, yang perlu dilakukan ? pengurus takmir adalah memakmurkan masjid dan memberi pelayanan yang baik kepada seluruh umat Islam di Semarang. Hal itu dia sebutkan karena masjid tersebut bukan hanya milik warga kampung Darat atau Kelurahan Dadapsari, melainkan milik Kota Semarang. Terlebih KH Sholeh Darat adalah tokoh nasional yang di zaman dulu menjadi gurunya para ulama Tanah Jawa.

“Pengurus Takmir sekarang ini harus kompak dan fokus berkhidmah untuk memakmurkan masjid dan memberi pelayanan kepada umat Islam di Semarang,” ujar guru SMK swasta keagamaan di Semarang ini.

Berikutnya, salah satu imam masjid Kiai holeh Darat, Agus Tiyanto Hamzah berpesan, seksi pendidikan harus bekerja keras. Sebab masyarakat mengharapkan adanya Madrasah Diniyyah (Madin), dan pihaknya telah mempersiapkan pembukaan Madin sebagai penyambung Taman Pendidikan Al-Quir’an (TPQ) ? yang telah ada.

“Kita perlu menghidupkan Madrasah Diniyyah, agar para santri TPQ melanjutkan ngajinya. Seksi Pendidikan harus bekerja keras,” ? tuturnya.

Gelar Dzikir dan Sholawatan

Ketua terpilih Khomsin Bisri menyampaikan, ia bersama jajaran pengurus takmir akan berusaha maksimal memenuhi harapan-harapan tersebut serta harapan kaum muslimin yang ingin nguri-uri ajaran KH Sholeh Darat.

Pihaknya berjanji akan sering menggelar majlis dzikir bersama dengan membaca ? rotib (susunan wirid) maupun sholawatan, sebagaimana diajarkan Kiai Sholeh Darat. Kerjasama dengan pihak lain seperti jamaah Al-Khidmah maupun lainnya siap dia lakukan.

“Kami akan berusaha memenuhi semua harapan itu. Kami ingin masjid ini makmur ? dengan berbagai kegiatan dzikir dan sholawatan sebagaimana diajarkan Mbah Sholeh Darat. Mohon doa restu dan dukungannya,” tutur Khomsin seraya mengajak berdoa.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Ichwan DS

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris

Jakarta, Hari Santri 2019. Rais Aam PBNU yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin mengaku merasa kehilangan dengan meninggalnya Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Slamet Effendy Yusuf yang dikenal sebagai sosok organisatoris.

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Slamet Effendy Yusuf Sosok Organisatoris

"Slamet adalah seorang organisatoris dengan pengalamannya di organisasi," kata Kiai Ma’ruf saat dihubungi dari Jakarta, Kamis, (3/12)

Menurut Maruf, Slamet banyak bergerak di berbagai organisasi seperti pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor. Selain itu, masih kata Maruf, Slamet juga menjadi Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI).

Hari Santri 2019

Almarhum Slamet Effendy Yusuf sebelumnya juga pernah lama berkecimpung di dunia politik sebagai kader dan pengurus Partai Golkar.

Dia pernah menjabat Ketua MPR-RI periode 1988-1993 dan anggota DPR-RI periode 1992-2009 dari Partai Golkar.

Hari Santri 2019

Slamet juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar dan sempat pula menjabat Ketua PBNU periode 2010-2015, Ketua MUI pada periode 2009-2014 dan Waketum MUI 2015-2020.

"Jadi pengabdian almarhum begitu besar kepada bangsa dan negara serta agama," kata Kiai Ma’ruf.

Slamet Effendy Yusuf meninggal dunia pada Rabu (2/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB di Bandung, Jawa Barat, dalam usia 67 tahun. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2019

Kamis, 15 Februari 2018

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

Kairo, Hari Santri 2019. Dalam sejarah perubahan dukungan besar Arab untuk Palestina, analis telah menunjukkan bahwa koalisi baru negara-negara Arab yang dipimpin Mesir telah memihak Israel dalam serangan terbaru di Gaza yang menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil di Jalur Gaza sebagai akibat langsung dari ketakutan mereka pada Islam politik. 

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

"Kebencian negara-negara Arab dan ketakutan terhadap Islam politik begitu kuat sehingga melebihi alergi mereka pada perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu," kata Aaron David Miller, seorang ilmuwan di Wilson Center di Washington dan mantan negosiator Timur Tengah di bawah beberapa presiden AS, mengatakan kepada New York Times. 

"Aku belum pernah melihat situasi seperti itu, di mana Anda melihat begitu banyak negara Arab mendiamkan kematian dan kehancuran di Gaza dan pukulan bagi Hamas. Keheningan yang memekakkan telinga,"

Hari Santri 2019

Miller, seperti analis lainnya telah melihat perubahan besar dalam sejarah dukungan resmi Arab pro-Palestina. 

Hari Santri 2019

Ketika melancarkan serangan serupa di Gaza dua tahun lalu, Israel mengalami tekanan dari segala sisi oleh tetangga Arab yang tidak ramah untuk segera mengakhiri perang. 

Situasi telah berubah kali ini setelah Presiden Mesir Abdel Fattah-Al-Sisi menggulingkan pemerintahan Islam Mohammad Morsi, yang memimpin koalisi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania yang telah secara jelas memihak Israel melawan gerakan perlawanan Islam Hamas. 

Mesir telah menyalahkan Hamas langsung atau tidak langsung, bukan Israel, atas kematian banyak orang Palestina dalam pertempuran. Mesir juga telah mengejutkan dunia dengan mengusulkan gencatan senjata yang memenuhi sebagian besar tuntutan Israel dan mengatakan tidak pada tuntutan kelompok Palestina. 

"Jelas ada konvergensi kepentingan berbagai rezim dengan Israel," kata Khaled Elgindy, mantan penasihat negosiator Palestina yang kini menjadi anggota di Brookings Institution di Washington. 

Dalam pertempuran dengan Hamas, Elgindy mengatakan, perang Mesir melawan kekuatan Islam politik dan perjuangan Israel terhadap militan Palestina hampir identik. "Siapa proxy perang itu?" tanyanya. 

Lebih ekstrem 

Kritikan anti-Hamas telah muncul secara teratur di Mesir dalam berbagai talk show pro-pemerintah yang kemudian dipancarkan oleh pemerintah Israel ke jalur Gaza. 

"Mereka menggunakannya untuk berkata, Lihat, teman-teman Anda mendorong kita untuk membunuhmu!?" kata Maisam Abumorr, seorang mahasiswa Palestina di Kota Gaza, Jalur Gaza. 

Beberapa talk show Mesir pro-pemerintah yang disiarkan di Gaza mengatakan “tentara Mesir harus membantu tentara Israel menyingkirkan Hamas," katanya. 

Pada saat yang sama, Mesir telah membuat marah warga Gaza dengan melanjutkan kebijakannya untuk menutup penyeberangan perbatasan Rafah. 

"Sisi lebih buruk dari Netanyahu, dan orang-orang Mesir yang bersekongkol melawan kita lebih dari orang-orang Yahudi," kata Salhan al-Hirish, seorang pemilik toko di kota Gaza utara Beit Lahiya. 

"Mereka telah membubarkan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan sekarang adalah Hamas." 

Pergeseran dalam sikap resmi Mesir telah memaksa AS untuk mencari mediator alternatif seperti Qatar dan Turki. 

Untuk Israel, perubahan di negara-negara Arab relatif membebaskan. 

"Bacaannya disini adalah bahwa, selain Hamas dan Qatar, sebagian besar pemerintah Arab acuh tak acuh atau bersedia mengikuti kepemimpinan Mesir," kata Martin Kramer, presiden Shalem College Yerusalem dan seorang sarjana Amerika-Israel Islam dan politik Arab. 

"Tak seorang pun di dunia Arab akan pergi ke Amerika dan mengatakan kepada mereka, stop sekarang?" sebagaimana yang dilakukan Arab Saudi, misalnya, dalam menanggapi tindakan keras Israel sebelumnya di Palestina, katanya. 

"Itu memberi Israel kelonggaran." 

Ketika Mesir mengumumkan pemberian bantuan ke Gaza, beberapa analis berpendapat bahwa pemerintah Mesir sedang berusaha untuk menyeimbangkan ketidaksukaannya pada Hamas terhadap dukungan emosional warganya untuk Palestina, tindakan penyeimbangan yang bisa tumbuh lebih menantang sebagai pembantaian Gaza. 

"Pendulum dari Musim Semi Arab telah berayun dalam mendukung Israel, persis seperti itu sebelumnya berayun ke arah yang berlawanan," kata Elgindy, mantan penasihat Palestina. 

"Tapi saya tidak yakin cerita ini selesai pada saat ini." (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Syariah, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Selasa, 30 Januari 2018

Hukum Menjual Daging Qurban

Dua pekan sebelum hari raya Idul Adha, pasar hewan dadakan bermunculan di tepi jalan raya. Sepekan menjelang hari H, pasar hewan itu makin ramai baik oleh pembeli maupun anak-anak yang terkagum girang melihat kambing, sapi, atau kerbau berkumpul. Ini yang disebut “Dijual Hewan Qurban”. Lalu bagaimana dengan menjual daging qurban?

Mereka yang menjual daging qurban memang sulit ditemukan di tepi jalan seperti penjual hewan qurban. Mereka juga biasanya jadi penjual dadakan paket daging qurban yang mereka terima dari panitia masjid atau tetangganya yang menyembelih hewan qurban.

Hukum Menjual Daging Qurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menjual Daging Qurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menjual Daging Qurban

Menjual hewan qurban jelas mubah. Lalu bagaimana dengan menjual daging qurban? Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam karyanya Busyrol Karim Bisyarhi Masa’ilit Ta‘lim mengatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2019

Al-Bulqini sangsi perihal lemak hewan qurban. Berdasar pada qiyas, tidak cukup membagikan paket qurban berupa lemak seperti keterangan di kitab Tuhfah. Sementara orang dengan kategori faqir boleh mendayagunakan daging qurban seperti menjualnya atau transaksi selain jual-beli kepada orang muslim. Berbeda dengan orang kaya yang menerima daging qurban. Ia boleh mendayagunakan daging itu hanya untuk dikonsumsi, disedekahkan kembali, atau menjamu tamunya. Karena kedudukan tertinggi dari orang kaya sejajar dengan orang yang berqurban.

Hari Santri 2019

Kategori kaya kasarannya ialah mereka yang memunyai kelebihan rezeki untuk menyembelih hewan qurban saat hari raya Id. Ketentuan ini merupakan anjuran bagi orang kaya untuk berqurban selagi tidak ada halangan. Sementara si faqir tidak perlu bimbang untuk menjual daging yang sudah menjadi haknya kepada orang lain bila kondisi menuntut. Dijual mentah boleh, dijual matang tidak masalah. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Jumat, 26 Januari 2018

Sikap PBNU soal Kebijakan Penenggelaman Kapal oleh Menteri Susi

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengatakan, tindakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastusi harus dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menjaga kedaulatan Indonesia di bidang kelautan dan perikanan. 

Menurutnya, tindakan Menteri Susi tidak bisa dianggap sebagai bentuk pelanggaran hukum karena fungsi pemerintah di antaranya menjaga kedaulatan negara, salah satunya di bidang kelautan. 

Sikap PBNU soal Kebijakan Penenggelaman Kapal oleh Menteri Susi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap PBNU soal Kebijakan Penenggelaman Kapal oleh Menteri Susi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap PBNU soal Kebijakan Penenggelaman Kapal oleh Menteri Susi

"Dari data yang ada, pencurian kekayaan laut kita itu luar biasa tinggi," katanya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (10/1). 

Oleh karena itu, kata Robikin, jika tindakan pembakaran dimaksudkan sebagai upaya untuk memberikan peringatan dan efek jera terhadap pihak asing yang melakukan pencurian ikan di laut Indonesia, maka hal tersebut (penenggelaman kapal, red) bisa dimaklumi.

Namun demikian, katanya melanjutkan, jenis hukuman penenggelaman kapal pencuri ikan di laut Indonesia ini cocok hanya untuk situasi tertentu.

Hari Santri 2019

Ketika efek berupa rasa takut itu sudah dicapai, kemudian terjadi pengurangan pencurian ikan secara signifikan, maka lebih baik gunakan cara-cara lain yang lebih bagus. 

"Saya kira bagus kalau ada gagasan dan kemudian kapal-kapal itu di proses saja dan kemudian kapal itu bisa disita dan kemudian dibagikan ke kelompok-kelompok nelayan," ujar alumnus Pesantren Miftahul Huda Gading, Malang ini. 

Menurutnya, pemerintah tinggal menerapkan hukum berupa perampasan terhadap kapal yang melanggar melalui mekanisme yang tersedia. "Dan pada akhirnya kapal dibagikan kepada nelayan. Saya kira itu jauh lebih bermanfaat," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, Kajian Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar

Banyumas, Hari Santri 2019. Sekolah merupakan tempat strategis dalam mengenalkan dan menanamkan pola hidup bersih kepada anak. Guru berperan signifikan dalam menciptakan kebiasaan positif tersebut kepada peserta didiknya untuk disebarluaskan di lingkungan keluarga.

Cara pandang ini menjadi dasar Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Tengah menggelar Workshop Healthy Living di Hotel Queen Garden dan Moroseneng kawasan wisata Baturaden Banyumas, Jawa Tengah. Sejak Ahad sampai Selasa (5/11), sebanyak 85 guru MI dan MTs di bawah LP Maarif NU se-Kabupaten Banyumas dan Cilacap mengikuti pelatihan hidup bersih ini.

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar

Selama tiga hari guru-guru yang mengampu bidang studi olah raga dan kepala Unit Kesehatan Sekolah (UKS) tersebut menerima materi seputar pengelolaan UKS, pola makan sehat, sanitasi, penyakit menular dan berbahaya, imunisasi, narkoba, bahaya rokok, dan materi kesehatan lainnya.

Hari Santri 2019

Selain itu peserta juga memperoleh materi manajemen keterampilan membuat keputusan terkait kesehatan dan membangun komunikasi yang efektif untuk mendukung gaya hidup sehat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Australia’s Education Partership with Indonesia yang digagas LP Maarif NU Jateng dan Pemerintah Australia.

?

Salah seorang peserta, Yayuk Sulistiyowati, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru tentang kesehatan. “Materinya sangat bagus. Tutornya juga sangat berkompeten, menguasai materi, dan tidak membosankan,” kata guru Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Kroya ini.

Hari Santri 2019

“Di samping itu banyak praktiknya. Seperti tadi misalnya, kami guru-guru diminta praktik cara menggosok gigi yang benar. Kemudian ada materi penyakit menular dan cara penangannya.? Ini bekal bagi kami untuk mensosialisasikan kepada murid-murid di sekolah,” ungkapnya.

Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah H Agus Sofwan Hadi berharap para guru peserta workshop bisa menularkan semangat pola hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing. Suasana hidup sehat, lanjutnya, termasuk standar pelayanan minimal yang harus disediakan sekolah. Masih banyak madrasah-madrasah yang belum? menyadari pentingnya hal ini.

“Jumlah dan kondisi toiletnya tidak memenuhi standard, sanitasinya buruk,? dan ketersediaan air bersihnya minim. Padahal hidup sehat adalah modal awal terbentuknya generasi yang berkualitas. Jika? pola hidup sehat diterapkan di? madrasah-madrasa insyaallah sekolah kita juga sehat. Sekolah yang sehat dapat menghasilkan generasi yang? berkualitas,” ungkapnya.

Sebelum Banyumas dan Cilacap Workshop Healthy Living yang dimotori SNIP LP Ma’arif NU Jateng ini juga dilaksanakan di Kebumen pertengahan Oktober lalu. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock