Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Gunungkidul, Hari Santri 2019. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Semin menggelar konferensi di Komplek Pondok Pesantren Al-Jauhar Sunan Pandanaran Dusun Tlepok Desa Semin Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul, Ahad (22/4).?

Konferensi kali ini bertemakan “Menjalin Persaudaraan Untuk Membangun Kesadaran Bermasyarakat Berbangsa Dan Bernegara Yang Rohmatan Lil ‘ Alaminn.” Acara ini dibuka langsung oleh Camat semin.?

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Selain itu Pengurus Muhammadiyah serta berbagai kalangan pemerintahan Kecamatan Semin baik sipil maupun militer Juga ikut serta dalam acara pembukaan konferensi tersebut. Konferensi MWCNU Semin Ke 10 ini diikuti 150 peserta dari PRNU se-Kecamatan Semin, Pengurus MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2007-2012 dan dari PCNU Kabupaten Gunungkidul.

Hari Santri 2019

“Rencananya acara pelantikan pengurus terpilih ? MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2012-2017 akan dilaksanakan Pengajian Akbar yang Insyaallah akan dihadiri oleh Al-Habib Syeikh Bin Abdul Qodir Assegaf pada bulan Juni 2012,” tutur Mulyadi selaku Ketua panitia.

Dalam pemilihan Rais Syuriyah dilakukan dengan musyawarah yang memilih KH Mustajib Muhyi. Pemilihan Ketua Tanfidziyah juga dilakukan dengan musyawarah dan berhasil memilih Mulyadi ? sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Semin Periode 2012 – 2017.

Hari Santri 2019

Untuk penyempurnaan kepengurusan dibentuk Badan Formatur yang terdiri dari wakil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ Kabupaten Gunungkidul, KH Mustajib Muhyi Sebagai Rois Syuriah terpilih, Mulyadi dan dibantu oleh 11 anggota yang terdiri dari wakilPengurus MWCNU demisioner dan ranting NU se-Kecamatan Semin.

Redaktur ? ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor : ? Khairul Rasyid

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Budaya, Santri Hari Santri 2019

Selasa, 20 Februari 2018

Asad Said: Kaum Profesional NU Meningkat

Jakarta, Hari Santri 2019. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH As’ad Said Ali mengungkapkan, ada tiga pilar atau soko guru dalam pengembangan NU ke depan, yakni pesantren, perguruan tinggi dan kaum profesional NU. Demikian disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi NU, di kantor PBNU Jakarta, Kamis (9/8).

Dari tiga pilar tersebut, satu yang paling perlu mendapatkan perhatian adalah kaum profesional NU. Menurutnya, kaum profesional yang mempunyai banyak ide dan inovasi akan mampu menggerakkan roda organisasi.

Asad Said: Kaum Profesional NU Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said: Kaum Profesional NU Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said: Kaum Profesional NU Meningkat

“Dulu KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah menunjuk Hassan Gipo dari kalangan sebagai ketua tanfidziyah NU pertama,” katanya.

Hari Santri 2019

As’ad yang juga penanggung jawab program kaderisasi di lingkungan NU mengingatkan, jumlah kaum profesional NU perlu terus ditingkatkan.

“Profesional kita masih belum seimbang. Hampir semua sekolah agama sehingga untuk bersaing di luar bidang agama masih susah,” katanya.

Hari Santri 2019

“Saat Gus Dur menjadi presiden, beliau kesulitan mencari Dirjen dari kalangan orang NU. Sekarang kalangan profesional NU memang sudah semakin banyak, tapi masih  kalah dengan yang lain,” tambahnya.

Menurut As’ad, sebenarnya banyak kader NU atau anak-anak orang NU yang menggeluti dunia profesional, hanya saja mereka tidak aktif di jalur NU. “Maka kita akan merangkul semuanya,” katanya.

Ditambahkan, kaum profesional NU, antara lain, lahir dari perguruan tinggi. Maka program pengembangan perguruan tinggi NU semestinya tidak hanya fokus pada persoalan kualitas dan kuantitas, tetapi juga pada pilihan jurusan.

“Kita persiapkan jurusan-jurusan yang diperlukan masyarakat,” katanya dalam rapat koordinasi perguruan tinggi NU yang dihadiri para rektor, ketua, dan perwakilan perguruan tinggi NU se-Indonesia.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Kamis, 08 Februari 2018

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Solo, Hari Santri 2019. Nama Majelis Ahbabul Musthofa yang diasuh oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf cukup populer bagi masyarakat Aswaja pecinta lantunan shalawat di Indonesia, bahkan dunia. Majelis dzikir dan shalawat yang sudah berdiri puluhan tahun lalu ini menginspirasi orang untuk semakin mencintai Nabi Muhammad saw. melalui pujian shalawat.

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Ahbabul Musthofa sendiri bermakna para pecinta Al-Musthofa, Rasulullah saw. “Kenapa dinamakan Ahbabul Musthofa? Supaya kita diakui menjadi kekasihnya dan di akhirat bersama Rasulullah saw.” kata Habib Syech pada acara Harlah Ke-18 Ahbabul Mustofa di Masjid Agung Surakarta, Sabtu (9/1) malam.

Mustasyar PWNU Jateng itu menambahkan, majelis Ahbabul Musthofa dulu awalnya cuma lima sampai enam orang. “Sekarang alhamdulillah bertambah banyak,” ujarnya.

Hari Santri 2019

Dalam kesempatan ini Habib Syech berpesan kepada ribuan jamaah yang hadir untuk senantiasa menguatkan keyakinan kepada Allah. “Kita kuatkan keyakinan kita, husnuzzhan kepada Allah. Insya Allah selamat di dunia dan akhirat,” ungkap dia.

Ia juga berdoa agar Allah menghentikan pertikaian umat Islam di seluruh dunia. “Pertikaian umat Islam di Syiria, Yaman, dan di manapun semoga Allah menghentikan pertikaian yang ada di sana,” harap dia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Rabu, 07 Februari 2018

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU

Subang, Hari Santri 2019. Hj Imas Aryumningsih, Bupati Subang, Jawa Barat meminta saran dan masukan dari ulama terkait kinerja pemerintah agar pemerintahannya yang akan segera berakhir bisa husnul khotimah. 

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU

Untuk itu, ia beserta rombongan kunjungi kantor PCNU Subang. Dalam kunjungan tersebut Bupati disambut oleh jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, Banom dan Panitia Hari Santri Nasional, Rabu (13/9).

"Kami sampaikan terima kasih karena selama ini NU turut berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Subang, pemerintah dan ulama harus bersinergi dalam keberlangsungan pemerintahan di Kabupaten Subang," ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini di wilayah pesisir Subang sedang berlangsung proses pembangunan pelabuhan internasional yang akan berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, budaya di masyarakat. 

Hari Santri 2019

Dalam menghadapi program tersebut para ulama diminta untuk terlibat dalam proses pembangunan psikis dan mental masyarakatnya.

Sementara itu, KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang menyampaikan beberapa saran dan pendapat diantaranya mengharapkan agar Subang menjadi daerah relijius dan mempunyai daya tarik masyarakat luar sehingga mampu mengundang wisatawan dan dapat meningkatkan Pendapatan Daerah.

"Kami juga bangga karena Subang dapat penghargaan adipura," tambahnya.

Selain itu, dalam pertemuan selama kurang lebih 1 jam tersebut disampaikan bahwa PCNU Subang akan mengadakan hajat besar yaitu peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

Diharapkan Pemerintah Daerah turut aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut karena HSN sudah menjadi hari nasional yang mesti diperingati oleh pemerintah. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Sabtu, 03 Februari 2018

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

Jombang, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat sebagai cabang pemekaran baru sangat membutuhkan perhatian PBNU agar NU dapat berkembangan dengan baik. Tabrauw merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong.?

Katib PCNU Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat, ? Adam Yablow (42), kepada Hari Santri 2019, Senin (3/8/2015) di teras masjid ? Agung Baitul Mukminin mengatakan, PCNU Kabupaten Tabrauw kurang lebih berumur satu tahun. Sebelumnya bergabung dengan PCNU Sorong. Kabupaten Tabrauw ini dibentuk berdasarkan UU RI Tahun 2008 Nomor 56 ? dan diresmikan Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.?

"Tabrauw sendiri dari Sorong dapat ditempuh lewat laut selama 6-7 jam perjalanan dan 4 jam lewat darat. Sedangkan dari Sorong ke Surabaya lewat udara mencapai 3 jam perjalanan. Meski cukup berat tantangannya, kami tidak pernah berhenti mengembangkan Nadhlatul Ulama di tanah Papua ini. Sekalipun hingga kini belum memiliki apa-apa, baik kantor organisasi, sekolah maupun aset lainnya, tapi tetap optimis NU dapat berkembangan Tabrauw ini," kata Adam.? Adam Yeblow sendiri adalah muallaf yang masuk Islam di usia 30 tahun. Lahir di Tabrauw empat puluh dua tahun lalu, kini dikarunia dua putri. Satu masih belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan satu lagi di MTs yang berada di Kabupaten Sorong.?

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

Adam menceritakan, saat kembali memeluk Islam, sempat empat kali dipukuli badannya, diputar kepala ke bawah dan kaki ke atas. Mereka disiksa oleh aparat yang berbeda keyakinan. Selama satu bulan lamanya Adam wajib melaporkan ke kantor aparat keamanan untuk dimintai keterangan, kenapa masuk Islam.?

"Tahun 1993 saya sudah ada niat kembali menyakini Islam. Namun ? masih kuat ancaman dari pihak yang tidak senang saya kembali Islam. Selama hampir 20 tahun saya menjaga jarak dalam kegiatan keagamaan yang sebelumnya saya anut dan juga tidak terlihat aktif pada kegiatan keagamaan Islam. Tapi tahun 2002 sudah bertekad masuk Islam," kata Adam yang tahun 2010 diangkat menjadi PNS di Kabupaten Tabrauw di Satpol PP.

Hari Santri 2019

Adam sendiri menyelesaikan pendidikan di SMA ? Anu Beta Tuba (Mari Kita Membangun Bersama) tahun 1991. Ayahnya sudah wafat sejak kecil, sedangkan ibunya wafat ketika Adam berusia 20 tahun.

Menurut Adam, kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw selama ini berjalan baik dan saling menghormati. Dengan jumlah penduduk sekitar 12,5 ribu jiwa, populasi umat Islam sebesar 40 persen. Sisanya, 60 persen terdiri Katolik, Prostestan, Adven dan Pantekosta.?

"Bukti toleransi kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw, ketika pawai lebaran misalnya, yang ikut pawai bukan hanya umat Islam saja, tapi saudara-saudara kita non-muslim pun turut serta," kata Adam.?

Hari Santri 2019

Bagi masyarakat Papua sendiri, beda keyakinan (agama) tersebut tidak menjadi masalah. Seperti peristiwa yang terjadi di Tolikara, saya yakin karena adanya pihak dari luar Tolikara yang memicunya. Masyarakat Tolikara sendiri tidak mungkin melakukan itu, tambah Adam. ? (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Olahraga Hari Santri 2019

Selasa, 23 Januari 2018

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Bandar Lampung, Hari Santri 2019. Setelah menyelenggarakan lomba penulisan opini bagi pelajar SMA atau sederajat se-Provinsi Lampung, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, kembali menggelar lomba sejenis bagi kalangan mahasiswa.

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Perlombaan hasil kerjasama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung ini mengusung tema "Perlunya APBN/APBD Terbuka untuk Publik". Ketua panitia lomba, Gatot Arifianto, mengatakan dengan kegiatan ini pihaknya mengajak generasi muda berpartisipasi dalam menciptakan transparansi publik terkait anggaran.

"Juara I lomba tersebut berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta, juara II uang pembinaan Rp 750 ribu, juara III uang pembinaan Rp 500 ribu, dan tujuh nominasi masing-masing mendapatkan uang Rp 100 ribu," ujar Gatot di Bandar Lampung, Kamis lalu.

Hari Santri 2019

Sepuluh penulis opini terbaik berhak juga atas sertifikat, paket buku terbitan Indepth Publishing, dan voucher analisa sidik jari gratis untuk mengetahui bakat dan potensi diri dari De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally) Fingerprint.

Selain itu, 10 karya terpilih tersebut akan ditampilkan pada portal teraslampung.com sebagai kampanye publik pentingnya mengetahui informasi penggunaan APBN/APBD. Naskah lomba bisa dikirim mulai 12 Februari hingga 24 Maret 2014. Lalu proses penjurian dilaksanakan pada 25 Maret sampai dengan 5 April 2014, dan pengumuman pemenang pada 7 April 2014.

Hari Santri 2019

"Pengumuman lomba tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan sedunia. Kami ingin dunia kecil bernama Indonesia bebas dari sakit berkepanjangan," kata Gatot lagi.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi didampingi Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan berharap lomba penulisan opini tersebut dapat menggugah generasi muda dalam membangun kesadaran anti terhadap korupsi dan ikut mencegah terjadinya korupsi dengan mengawasi anggaran dari pembahasan hingga realisasi.

"Korupsi menjadi isu hangat pemberitaan media massa dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di pusat, di daerah korupsi juga bermunculan seperti jamur di musim hujan, melibatkan dari pejabat tingkat bawah hingga pimpinan tertinggi baik oknum bupati maupun gubernur,” ujarnya.

Aturan Lomba

Supri lalu menambahkan, ketentuan umum lomba penulisan opini berbasis penggunaan APBD provinsi/kabupaten/kota di Lampung adalah karya berbentuk opini ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai ketentuan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) minimal tiga halaman dan maksimal lima halaman kuarto.

Karya opini dibuat dengan gaya ilmiah populer seperti layaknya opini di media massa (koran/majalah/media online). Karya opini tidak dibuat bab per bab seperti tata penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, atau disertasi.

Inti tulisan berupa pendapat/tesis dan analisis penulis seputar pengetahuan tentang APBN/APBD dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) berikut implementasi dan keharusannya di lapangan.

"Lomba ini terbuka untuk mahasiswa se-Lampung. Karya yang ditulis tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak dua lembar. Naskah opini telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 24 Maret 2014," kata Supri menjelaskan.

Adapun ketentuan khusus lomba penulisan opini tersebut ialah peserta diperkenankan mengirimkan maksimal tiga judul opini.

Karya tulis dikirim belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, termasuk melalui internet. Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain. Opini hasil googling atau mengambil lebih dari 30 persen bahan dari internet melalui mesin pencarian google dan sejenisnya akan langsung didiskualifikasi.

"Naskah diketik dengan page set up ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5," ujarnya.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran (transfer) Rp10.000 per judul opini ke nomor rekening Bank Mandiri 114-00-0943439-3 atas nama Yayasan Shuffah Blambanganumpu sebagai infak/sedekah bagi anak yatim piatu yang disalurkan melalui yayasan tersebut.

Bukti/foto kopi transfer pendaftaran wajib dilampirkan bersama naskah, biodata, surat pernyataan bahwa karya yang dikirimkan asli karyanya, serta scan/fotokopi tanda pengenal masih berlaku dikirim kepada panitia melalui email gpnsorwaykanan@gmail.com.

"Keseluruhan hasil pendaftaran peserta berikut pengunaannya akan dipublikasikan melalui mass media nasional dan lokal, cetak dan online. Panitia tidak mengambil keuntungan atas lomba tersebut. Sekretariat lomba Yayasan Shuffah Blambanganumpu (Galllery Faiz da Faiz), jalan Jenderal Sudirman No. 117 Km 2 Blambanganumpu, Waykanan, Lampung. CP 085769950346," kata Supri lagi.

Dewan juri lomba akan menilai semua karya yang masuk ke panitia berdasarkan, relevansi karya dengan tema lomba, pemakaian bahasa, kedalaman isi, kesatuan (unity).

Para juri tersebut antara lain Juwendra Ardiansyah, jurnalis senior yang juga Wakil Ketua PWNU Lampung masa khidmat 2012-2017; Juniardi (Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung), Yoso Muliawan (Ketua AJI Bandarlampung), Oki Hajiansyah Wahab (esais, penulis buku sekaligus kandidat Doktor Universitas Diponegoro), dan Neneng Rahmadini (Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu). (Syailendra Arif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga, Quote, Pertandingan Hari Santri 2019

Jumat, 19 Januari 2018

Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme

Dalam Islam, kata “amal” bertebaran dalam al-Qur’an. Etos kerja menjadi hal kunci yang cukup mendapat banyak perhatian. Tak hanya kerja untuk kehidupan akhirat kelak, tapi juga kerja untuk keberlangsungan hidup di dunia. Islam melarang umatnya berpangku tangan atau menunggu belas kasihan orang. Sebaliknya, agama samawi ini menekankan pentingnya kerja keras dan profesionalitas.



Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Bapak-bapak, saudara-saudara, para jamaah yang kami muliakan!  

Hari Santri 2019

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, umat Islam diarahkan oleh agamanya agar meningkatkan kualitas takwa dan keimanannya secara terus menerus dan berkesinambungan.

Meningkatkan kualitas taqwa, seorang muslim pasti akan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agamanya secara baik dan lebih sempurna. Islam mengarahkan umatnya agar memiliki etos kerja yang tinggi dan mengarah pada profesionalisme. Bila kita perhatikan ayat-ayat al-Qur’an yang menekankan tentang iman kepada Allah, selalu diikuti dengan amal yang saleh yaitu bekerja secara baik, dengan etos kerja yang tinggi, rencana yang telah disiapkan dan mengarah pada profesionalisme.

Hari Santri 2019

Dalam al-Qur’an banyak kita jumpai bimbingan dan pengarahan pada kegiatan seperti disebutkan di atas, misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Itulah kemenangan yang nyata.” (QS. al-Jatsiah, 45:30)

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia!

Manusia yang beriman dan bekerja dengan baik, sehingga melahirkan karya-karya besar yang bermanfaat bagi sesamanya, disebutkan al-Qur’an sebagai manusia yang paling baik dan terpuji. Sesungguhnya manusia yang paling mulia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya dan makhluk lain secara menyeluruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan pekerjaan yang baik, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. al-Bayyinah, 98:7)

Ayat lain dalam al-Qur’an menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman dan bekerja secara baik dan profesional akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dua kebahagiaan itu merupakan suatu kemenangan yang agung yang kita dambakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.” (QS. al-Buruj, 85:11)

Istilah bekerja dengan menggunakan kata amal dalam al-Qur’an, bukan saja dipakai dalam arti beramal atau bekerja untuk kehidupan akhirat, tapi digunakan juga untuk bekerja bagi kehidupan dunia. Sebagai contoh dapat dikemukakan ayat berikut ini:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (*)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba`, 34:10-11)

Hadits Rasulullah saw banyak yang mengarahkan umat manusia agar beretos kerja yang tinggi dan mengarah kepada profesionalisme sesuai dengan pengarahan dan bimbingan dari al-Qur’an seperti yang disebutkan di atas, diantaranya:



? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, diceritakan bahwa ada seorang sahabat yang meminta bantuan kepada Nabi. Nabi memberi bantuan kepada sahabat itu, tetapi kemudian ia meminta lagi. Nabi memperingatkan sahabat itu dan mengajarkannya supaya ia tidak selalu meminta, mencari belas kasihan orang lain. Karena sesungguhnya tangan di atas atau memberi adalah lebih baik dari tangan di bawah yang meminta.

Selanjutnya Nabi bertanya kepada sahabatnya itu, apakah ia masih memiliki sesuatu di rumahnya. Sahabat itu menjawab bahwa ia tidak memiliki suatu apapun, kecuali sebuah mangkok tua. Nabi berkata padanya, “Besok kamu bawa mangkok itu, akan aku lelangkan kepada sahabat yang lain.” Esok harinya sahabat itu membawa mangkok tersebut dan diserahkan kepada Nabi. Nabi mengumumkan pada para sahabat, siapa yang akan menolong temannya dengan jalan membeli mangkok miliknya. Beberapa sahabat berkenan membelinya, akhirnya diambillah harga yang paling tinggi senilai dua dirham.

Nabi menyerahkan kepada pemilik mangkok itu satu dirham untuk membeli makanan bagi keluarganya. Kata Nabi, yang satu dirham lagi kamu belikan kapak besar, lalu bawa kemari. Setelah diberikan kepada Nabi, Nabi memasangkan gagangnya lalu berkata, “Sekarang kamu pergi cari kayu dan jual ke pasar. Selama lima belas hari aku tidak mau melihatmu. ”Sahabat itu kemudian bekerja sesuai dengan yang disarankan Nabi. Setelah itu ia kembali kepada Nabi dengan membawa keuntungan sepuluh dirham. Nabi bersabda padanya, “Hal ini lebih baik bagimu daripada meminta belas kasihan orang lain yang akan menjadi noda pada wajahmu di hari kiamat.”

Betapa kerasnya Islam mengarahkan umatnya agar mau bekerja keras dan bekerja secara profesional serta mencela mereka yang besikap pemalas dan suka meminta belas kasihan orang lain. Hal itu tergambar dalam hadits berikut ini, Abu Abdirrahman Auf bin Malik al-Asyja’i berkata:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

Ketika kami sedang duduk bersama beberapa orang sahabat, jumlah kami kira-kira tujuh, delapan atau sembilah orang, datang pada kami Rasulullah saw seraya bersabda, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepadanya. Maka kami menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.” Kemudian Nabi saw bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami pun kembali menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.”  Lalu beliau bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami segera mengulurkan tangan untuk berbaiat sambil berkata, “Kami telah berbaiat, wahai Rasulullah, maka baiat apa lagi yang harus kami sampaikan?”. Nabi menjawab, “Berbaiat untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kemudian shalat lima waktu serta taat kepada Allah.” Kemudian Nabi saw merendahkan suaranya sambil bersabda, “Dan jangan meminta-minta suatu apapun kepada orang lain.” Betapa kesungguhan para sahabat menerima baiat Nabi tadi, perawi hadits meriwayatkan bahwa ia melihat sebagian dari mereka yang ada di situ, cambuk kendaraannya jatuh, dan ia tidak meminta pertolongan kepada siapa pun untuk mengembalikannya. (HR. Muslim: No.1729)

Sungguh amat tercela orang yang selalu meminta-minta belas kasihan orang lain, ia akan menghadap kepada Allah di hari kiamat dengan muka bagaikan tengkorak.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda, “Seorang tidak henti-hentinya meminta belas kasihan kepada orang lain, hingga nanti ia akan datang pada hari kiamat dengan bentuk muka yang tidak berdaging (seperti tengkorak).” (HR. Bukhari: No. 1381 dan Muslim: No. 1725)

Keterangan di atas menjelaskan kepada kita betapa besarnya bimbingan ajaran Islam agar manusia memiliki iman dan takwa yang sempurna, beretos kerja tinggi dan mengarah pada profesionalisme. Dengan demikian kehadirannya di dunia ini akan bermakna, memberikan andil yang baik bagi peradaban umat manusia dan dapat melahirkan karya-karya besar yang spektakuler bagi sesama makhluk-Nya.

Para jamaah yang berbahagia!

Memberi bantuan kepada sesama umat manusia yang membutuhkan dan sesuai dengan ajaran agama, adalah merupakan suatu perbuatan yang sangat baik dan terpuji. Islam menetapkan syarat-syarat bagi orang yang boleh meminta bantuan. Diantaranya; (1) orang yang memiliki tanggungan, bisa berupa denda atau tanggungan lainnya. (2) orang yang harta bendanya tertimpa musibah sehingga musnah. Dan (3) orang yang sangat membutuhkan. (HR. Muslim)

Pemberian bantuan seperti itu harus dilakukan oleh setiap umat yang memiliki kemampuan. Namun bantuan itu hendaknya tidak diberikan di jalan-jalan raya, di sekitar lampu pengatur lalu lintas, dan tempat-tempat keramaian lainnya, karena sangat mengganggu dan membahayakan. Pemberian bantuan sebaiknya disalurkan melalui lembaga-lembaga resmi yang banyak tersebar di berbagai wilayah. Dengan cara itu, maka ketertiban dan keselamatan para pengguna lalu lintas dapat terjaga dengan baik. Selain itu, para fuqara, masakin, dan kaum dhuafa hendaknya diperhatikan kehidupan mereka melalui lembaga-lembaga sosial yang resmi.

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia!

Kita semua berharap semoga umat Islam secara keseluruhan dapat memperbaiki kinerjanya secara baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM kita menuju SDM yang unggul dan dapat bersaing dengan dunia internasional. Dengan demikian, kita akan menjadi bangsa yang memiliki keunggulan setarap dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Semoga kita semua memperoleh bimbingan serta ridha dari Allah swt dalam segala kehidupan kita. Amin ya Rabbal ‘Alamin.    

        

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



***

Khutbah Kedua



? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?.

Oleh Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU. Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Olahraga Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock