Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Sumedang, Hari Santri 2019

Sebanyak 54 siswa kelas 12 MA Plus Al-Hikam Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/4), mengikuti kegiatan sidang karya tulis. Kegiatan tersebut memang sengaja dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab siswa setelah diberikan tugas penelitian dalam bentuk karya tulis.

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Kegiatan yang dilaksanakan di aula MA Plus Al-Hikam ini berlangsung dengan sidang terbuka. Setiap peserta diuji hasil karya tulisnya oleh tiga orang penguji. Ketiga penguju tersebut berasal dari guru dan akan menguji materi tentang sistematika penulisan, isi karya tulis, dan teknik-teknik pengambilan data dalam menyelesaikan karya tulisnya.

Kepala MA Plus Al-Hikam Sumpena Saripudin mengatakan bahwa kegiatan sidang karya tulis ini sudah menjadi program tahunan. Malahan kegiatan ini dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan di MA Plus Al-Hikam.

Hari Santri 2019

Sumpena juga menuturkan bahwa banyak hal positif dari kegiatan pembuatan karya tulis ini. di antaranya menyiapkan karakter anak bangsa supaya selalu peka terhadap masalah di lingkungannya untuk dijadikan bahan penelitian dan dituangkan dalam bentuk karya tulis. Selain itu lulusan MA Plus Al-Hikam diharapkan mempunyai kelebihan tersendiri dalam bidang pembuatan karya tulis dan dapat belajar untuk mempertanggungjawabkan karya tulisnya.

Saat ini di MA Plus Al-Hikam ada dua program studi. Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Selama enam bulan siswa diberikan waktu untuk membuat karya tulis dengan masalah sesuai dengan program studi yang diampu. Jurusan IPA masalah yang diteliti seputar alam, dan jurusan IPS meneliti permasalahan sosial.

Hari Santri 2019

Salah seorang peserta sidang Chacha Azhar Koswara menyambut hangat kegiatan ini. Chacha dalam karya tulisnya meneliti pembuatan roket. Roket yang dibuat dan ditelitinya pun ikut dipamerkan dalam sidang karya tulis ini. Banyak yang terkagum-kagum dengan hasil penelitiannya  Chacha tersebut.

"Saya bangga dengan sesuatu yang ditulis dalam karya tulis ini. Kegiatan karya tulis ini membuat saya semakin dewasa. Banyak hal-hal baru yang saya temui selama membuat karya tulis. Semoga kegiatan ini selalu istiqomah," tutur Chacha. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sholawat, Cerita, Kajian Sunnah Hari Santri 2019

Kamis, 22 Februari 2018

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menjelaskan, pembangunan yang dilakukan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di tanah Papua bukan saja pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menekankan kepada pembangunan manusia atau masyarakat Papua.

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Gus Dur Membangun Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Pria yang akrab disapa Cak Imin menegaskan, Gus Dur dalam pembangunan Papua juga memperhatikan konteks sejarah Papua.

"Membangun Papua tidak bisa lepas dari sejarah Papua," kata Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara diskusi “Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan di Graha Gus Dur” di Jakarta, Rabu (26/7).

Gus Dur, imbuh Cak Imin, berusaha untuk membangun kembali kepercayaan diri masyarakat Papua. Salah satu upaya yang dilakukan Gus Dur adalah dengan mengganti nama Irian dengan Papua.

Hari Santri 2019

"Ketika Gus Dur merubah Irian menjadi Papua banyak perdebatan," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, Gus Dur juga menekankan dialog dan menampung aspirasi masyarakat Papua seperti memperbolehkan masyarakat Papua untuk mengibarkan Bendera Bintang Kejora.

Hari Santri 2019

"Gus Dur membolehkan Bendera Bintang Kejora dikibarkan (di Papua) tetapi tingginya di bawah Bendera Merah Putih," terangnya.

"Ketika ditanya (soal kebolehan mengibarkan Bendera Bintang Kejora, Gus Dur menjawab dengan enteng: persatuan sepak bola saja boleh mengibarkan bendera klub," lanjut Cak Imin.

Cak Imin menilai, Gus Dur meletakkan manusia di atas segala-galanya. Oleh karena itu, Gus Dur membangun Papua dengan membangun manusianya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2019

Selasa, 20 Februari 2018

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat

Semarang, Hari Santri 2019. Setelah lama vakum kepengurusan, Ahad (2/9) tadi malam, dzurriyyah (keturunan) KH Sholeh Darat bersama ? kaum muslimin ? Kecamatan Semarang Utara dan sekitarnya berhasil menyusun kepengurusan baru dalam musyawarah.

Keberhasilan musyawarah ini diilhami kesuksesan menggelar rangkaian acara akbar dalam rangka Haul ke-112 Mbah Sholeh Darat pada 8-10 syawal 1433 H (26-28/8) lalu. ? Waktu itu yang hadir dan bermusyawarah adalah orang-orang yang aktif bekerja dalam kepanitiaan haul tersebut.

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbentuk, Pengurus Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat

Dari 9 nama panitia aktif yang diusulkan, terpilih tokoh yang dianggap tua di antara hadirin. Khomsin Bisri, pengusaha asal Madura yang telah tinggal di RW 01 Kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara sejak ? 1987, didukung oleh mayoritas peserta musyawarah.

Hari Santri 2019

Pembina paguyuban tukang cukur Madura di Semarang yang menikah dengan perempuan Semarang Utara dan tinggal di dekat masjid Kiai Sholeh Darat ini mendapat 18 suara. Sedangkan ketua RW 01, As’adi Sodiq, mendapat 8 suara. Keduanya didaulat sebagai ketua dan wakil ketua Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat.

Hari Santri 2019

Adapun sekretaris diamanahkan kepada aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Semarang Utara, Agung Slamet Triyono. ? Sedangkan Bendahara, dipercayakan kepada pegiat pengajian, Supriyanto.

Disepakati pula penyusunan pengurus Seksi Kepemudaan, Peribadatan dan ? Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Serta Seksi Pendidikan, Pemeliharaan dan Keamanan. Ada pula ? pembantu umum. Semuanya diisi para pemuda maupun orang tua yang semangat beribadah dan berhaluan ahlussunnah wal jamaah (aswaja).

Adapun keluarga dzurriyyah Mbah Sholeh Darat masuk dalam struktur Pembina. Sedangkan penasehat diisi para kiai dan tokoh masyarakat di Semarang Utara.

Selain menyepakati susunan kepengurusan, musyawirin juga mufakat periode khidmah (pengabdian) selama tiga tahun, 2012-2015, terhitung sejak 1 Oktober 2012. Mereka dibantu tenaga sukarela serbaguna dari dua orang mahasiswa baru Universitas Wahid Hasyim yang berkomitmen tinggal di masjid Kiai Sholeh Darat hingga lulus.

Keduanya adalah Hari Jumandhoni dan Arisyahbanna, berasal dari kudus, pernah mondok di pesantren Kiai Arwani Kudus dan alumni Madrasah Aliyah NU Kradenan Kudus. Dua ? mahasiswa ini siap mengumandangkan adzan, iqomat, membersihkan masjid dan mendidik para santri TPQ dan Madin yang nanti akan terbentuk. Jika darurat tidak ada imam sholat, keduanya ? juga siap.

Perwakilan Dzurriiyah Kiai Sholeh Darat, Agus Taufiq menyampaikan, yang perlu dilakukan ? pengurus takmir adalah memakmurkan masjid dan memberi pelayanan yang baik kepada seluruh umat Islam di Semarang. Hal itu dia sebutkan karena masjid tersebut bukan hanya milik warga kampung Darat atau Kelurahan Dadapsari, melainkan milik Kota Semarang. Terlebih KH Sholeh Darat adalah tokoh nasional yang di zaman dulu menjadi gurunya para ulama Tanah Jawa.

“Pengurus Takmir sekarang ini harus kompak dan fokus berkhidmah untuk memakmurkan masjid dan memberi pelayanan kepada umat Islam di Semarang,” ujar guru SMK swasta keagamaan di Semarang ini.

Berikutnya, salah satu imam masjid Kiai holeh Darat, Agus Tiyanto Hamzah berpesan, seksi pendidikan harus bekerja keras. Sebab masyarakat mengharapkan adanya Madrasah Diniyyah (Madin), dan pihaknya telah mempersiapkan pembukaan Madin sebagai penyambung Taman Pendidikan Al-Quir’an (TPQ) ? yang telah ada.

“Kita perlu menghidupkan Madrasah Diniyyah, agar para santri TPQ melanjutkan ngajinya. Seksi Pendidikan harus bekerja keras,” ? tuturnya.

Gelar Dzikir dan Sholawatan

Ketua terpilih Khomsin Bisri menyampaikan, ia bersama jajaran pengurus takmir akan berusaha maksimal memenuhi harapan-harapan tersebut serta harapan kaum muslimin yang ingin nguri-uri ajaran KH Sholeh Darat.

Pihaknya berjanji akan sering menggelar majlis dzikir bersama dengan membaca ? rotib (susunan wirid) maupun sholawatan, sebagaimana diajarkan Kiai Sholeh Darat. Kerjasama dengan pihak lain seperti jamaah Al-Khidmah maupun lainnya siap dia lakukan.

“Kami akan berusaha memenuhi semua harapan itu. Kami ingin masjid ini makmur ? dengan berbagai kegiatan dzikir dan sholawatan sebagaimana diajarkan Mbah Sholeh Darat. Mohon doa restu dan dukungannya,” tutur Khomsin seraya mengajak berdoa.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Ichwan DS

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Selasa, 13 Februari 2018

Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan!

Jakarta, Hari Santri 2019. Pada momen hari santri 2017 ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan para santri untuk kian peka terhadap perkembangan zaman di sekitarnya, termasuk teknologi informasi. Ia mendorong mereka untuk aktif memberikan manfaat di dunia digital.

Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan!

“Hari ini santri juga hidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudarat yang sama-sama besar,” ujarnya saat menyampaikan pidato pada apel akbar hari santri yang digelar di pelataran Tugu Proklamasi, Jakarta, Ahad (22/10).

Ia mengatakan, internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks.

Santri, tambahnya, perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan lima filosofi syariat Islam.

Hari Santri 2019

“Yakni untuk menjaga agama (hifdhuddin), jiwa (hifdhun nafs), nalar (hifdhul aql), harta (hifdhul mal), keluarga (hifdhun nasl), dan martabat (hifdhul ‘aradl) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah,” papar Kiai Said.

Kiai asal Cirebon ini juga mengimbau para santri untuk mentransformasikan momentum Hari Santri sebagai ajang gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. “Spirit “nasionalisme bagian dari iman”, hubbul wathan minal iman, perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme,” katanya.

Apel diikuti ribuan santri dan pelajar dari berbagai daerah di Jabodetabek. Usai pembacaan teks Pancasila yang dipimpin Ketua PBNU Robikin Emhas, deklarasi ikrar santri diteriakkan secara serentak yang dipandu oleh Sekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz.

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan sejumlah pejabat tinggi negara. (Mahbib)

Hari Santri 2019

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 AlaNu, Cerita Hari Santri 2019

Minggu, 28 Januari 2018

Guru Madrasah di Sumedang Berlatih Keterampilan Bahasa Indonesia

Sumedang, Hari Santri 2019 - Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menggelar penyuluhan Bahasa Indonesia yang diikuti guru Bahasa Indonesia tingkat MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Sumedang di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor. Penyuluhan yang berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis (23-24/3) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kebahasaan dan menunjang profesionalitas guru.

Penyuluhan ini dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H Hasen. Ia menyambut baik kegiatan yang diprakarsai oleh Balai Bahasa Jawa Barat ini. Sebelum membuka acara, ia menuturkan tentang pentingnya siswa di zaman sekarang menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Guru Madrasah di Sumedang Berlatih Keterampilan Bahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madrasah di Sumedang Berlatih Keterampilan Bahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madrasah di Sumedang Berlatih Keterampilan Bahasa Indonesia

"Saat ini kesadaran siswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar sudah mulai berkurang. Banyak siswa dalam berkomunikasi lebih suka menggunakan bahasa asing yang kurang jelas. Dengan adanya penyuluhan kebahasaan seperti ini diharapkan guru-guru di madrasah dapat termotivasi kembali untuk menerapkan disiplin ilmu Bahasa Indonesia kepada anak didiknya," kata H Hasen.

Penyuluhan ini dipandu oleh dua orang pemateri, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat Muhammad Abdul Khak dan staf di balai bahasa Umi Kulsum. Umi kulsum menjadi narasumber di hari pertama dengan materi ejaan Bahasa Indonesia dan bentuk pilihan kata. Sedangkan Muhammad Abdul Khak memberikan materi di hari kedua tentang kebijakan bahasa dan kalimat efektif.

Hari Santri 2019

Hari Santri 2019

Para peserta yang merupakan guru MI, MTs, dan MA merasa puas dengan adanya kegiatan tersebut. Sebagaimana dituturkan oleh salah seorang peserta yang bernama Lilis Lia Rosnia yang menjabat sebagai Ketua MGMP Bahasa Indonesia tingkat MTs.

"Kami sebagai peserta merasa puas dengan adanya kegiatan penyuluhan kebahasaan ini. Mengingat ilmu dalam berbahasa itu dinamis, kami mengharapkan kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkala dan continue," tutur Lilis. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita Hari Santri 2019

Kamis, 25 Januari 2018

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar

Banyumas, Hari Santri 2019. Sekolah merupakan tempat strategis dalam mengenalkan dan menanamkan pola hidup bersih kepada anak. Guru berperan signifikan dalam menciptakan kebiasaan positif tersebut kepada peserta didiknya untuk disebarluaskan di lingkungan keluarga.

Cara pandang ini menjadi dasar Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Tengah menggelar Workshop Healthy Living di Hotel Queen Garden dan Moroseneng kawasan wisata Baturaden Banyumas, Jawa Tengah. Sejak Ahad sampai Selasa (5/11), sebanyak 85 guru MI dan MTs di bawah LP Maarif NU se-Kabupaten Banyumas dan Cilacap mengikuti pelatihan hidup bersih ini.

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Pun Dilatih Cara Gosok Gigi yang Benar

Selama tiga hari guru-guru yang mengampu bidang studi olah raga dan kepala Unit Kesehatan Sekolah (UKS) tersebut menerima materi seputar pengelolaan UKS, pola makan sehat, sanitasi, penyakit menular dan berbahaya, imunisasi, narkoba, bahaya rokok, dan materi kesehatan lainnya.

Hari Santri 2019

Selain itu peserta juga memperoleh materi manajemen keterampilan membuat keputusan terkait kesehatan dan membangun komunikasi yang efektif untuk mendukung gaya hidup sehat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Australia’s Education Partership with Indonesia yang digagas LP Maarif NU Jateng dan Pemerintah Australia.

?

Salah seorang peserta, Yayuk Sulistiyowati, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru tentang kesehatan. “Materinya sangat bagus. Tutornya juga sangat berkompeten, menguasai materi, dan tidak membosankan,” kata guru Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Kroya ini.

Hari Santri 2019

“Di samping itu banyak praktiknya. Seperti tadi misalnya, kami guru-guru diminta praktik cara menggosok gigi yang benar. Kemudian ada materi penyakit menular dan cara penangannya.? Ini bekal bagi kami untuk mensosialisasikan kepada murid-murid di sekolah,” ungkapnya.

Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah H Agus Sofwan Hadi berharap para guru peserta workshop bisa menularkan semangat pola hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing. Suasana hidup sehat, lanjutnya, termasuk standar pelayanan minimal yang harus disediakan sekolah. Masih banyak madrasah-madrasah yang belum? menyadari pentingnya hal ini.

“Jumlah dan kondisi toiletnya tidak memenuhi standard, sanitasinya buruk,? dan ketersediaan air bersihnya minim. Padahal hidup sehat adalah modal awal terbentuknya generasi yang berkualitas. Jika? pola hidup sehat diterapkan di? madrasah-madrasa insyaallah sekolah kita juga sehat. Sekolah yang sehat dapat menghasilkan generasi yang? berkualitas,” ungkapnya.

Sebelum Banyumas dan Cilacap Workshop Healthy Living yang dimotori SNIP LP Ma’arif NU Jateng ini juga dilaksanakan di Kebumen pertengahan Oktober lalu. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Meminang Keberanian

Robiatul Adawiyah

Bahagia tak layak menjadi jaminan

Meminang Keberanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Meminang Keberanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Meminang Keberanian

Bila bahagia masih menjadi sebuah kemungkinan

Kemungkinan hidup yang saling bergantungan.

Hidup adalah keberanian.

Hari Santri 2019

Keberanian hujan dengan sejuta alasan

Tanpa tahu yang berada dalam gendongan

Yang berada ditepi jalan.

Hari Santri 2019

Seperti gula,

Manis

Larut

Dan mengendap dalam gelas.

Wujudnya tak lagi menarik

Namun rasa adalah penggoda

Darinya keberanian tercipta.

Sementara,

Memandu jalannya kenangan

Tak menuntutmu untuk memberi

Dan lekas tuk disudahi.

Sebab, lelaki separas apapun

Tak akan menarik jika terluka.

Menimang-nimang kenangan

Sungguh membuatku kerepotan

Kenangan menjadi tumpukan bergilir

Dan air mata hanya akan terus mengalir.

Kenangan menjadi sangat luber.

Semua orang sibuk merawat dan menghias kenangan.

Sayangnya, kenangan tak bisa diganti orangnya

Dan tak bisa diubah rasanya.

Jakarta, April 2017

Penulis adalah kader PMII Az-Ziyadah, peserta kelas menulis Hari Santri 2019. Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Nahdlatul Ulama, Cerita, Habib Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock