Senin, 06 November 2017

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional

Bogor, Hari Santri 2019. Peringatan hari lahir (harlah) sekaligus tabligh akbar Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) dihadiri tokoh nasional. Tokoh-tokoh itu di antaranya penyair D. Zawawi Imron, Anggota BPK Ali masykur Musa, KH Sa’adih Al-Batawi, Prof. Nandang Nazmul Munir, serta ketua LESBUMI NU Zastrow Al-Ngatawi. Hadir pula pembina KMNU IPB, Aji Hermawan dan Ismatul Hakim.

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional

Tidak hanya itu, harlah bertajuk “Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya” ini juga dihadiri perwakilan KMNU se-Indonesia, di antaranya KMNU UGM, UNES, UPI, STAN, STAINI Parung, Lembaga Kemahasiswaan IPB, PCNU Kota Bogor, peserta pesantren kilat Mata Air regional Bogor, serta ormas keagamaan lainnya.

Acara dilaksanakan pada Ahad, (3/6) bertempat di Auditorium Sumardi Sastrakusumah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Acara ini merupakan yang terbesar yang digelar KMNU IPB tahun ini.

Hari Santri 2019

Acara dibuka dengan penampilan hadrah KMNU, sambutan-sambutan, dan penyampaian materi dari pembicara. Pada sesi pertama, didaulat tiga pembicara yaitu K.H Nandang Nazmul Munir, D. Zawawi Imron dan Ali Masykur Musa; dipandu moderator Ivan Haryanto.

“Untuk memakmurkan bangsa, dibutuhkan pemuda yang bermoral dan profesional”, kata K.H Nandang di akhir pidatonya. Setelah itu, materi kedua disampaikan D. Zawawi Imron. “Menjadi orang pandai ada gurunya, tetapi menjadi orang mujur tak ada gurunya”.

Hari Santri 2019

Sesi pertama ditutup dengan pembicara ketiga: Ali Masykur Musa. Di akhir materi, ia mengatakan bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempertemukan agama Islam dan budaya dalam bentuk Pancasila.

Usai sesi pertama Zastrow Al Ngatawi mengisi sesi kedua dengan tema, “Menggugah jiwa nasionalis dengan penghayatan makna budaya”.

“Beragama tanpa kebudayaan akan menimbulkan dua tipe manusia, yaitu manusia yang menjadi malaikat dan manusia yang menjadi setan. Pancasila dan Islam tidak bisa dipisahkan”, katanya.

Di ujung acara, tim hadrah KMNU kembali tampil. Kali ini ditemani dengan rekan-rekan dari KMNU universitas lain. Lantunan sholawat simtudduror (mahallul qiyam) menggema di auditorium. Acara pun ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bachtiar Azizi, salah satu perwakilan dari IMAN (Ikatan Mahasiswa Nahdhiyyin) STAN.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Anik Wiati

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Bahtsul Masail, Hikmah, Berita Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock