Sabtu, 25 November 2017

Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad

Cilacap, Hari Santri 2019. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengajak para warga NU di Cilacap untuk kembali mengamati cara beragama umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah di setiap zaman. Mereka, kata Kang Said, mengikuti pemegang otoritas agama di zamannya. Ini berlangsung sejak Rasulullah SAW hingga kini.

Demikian disampaikan Kang Said pada peringatan haul KH Syamsudin Sholeh di pondok pesantren Darul Ulum, Cipari, Cilacap, Selasa (17/11).

Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad

“Ketika Rasulullah masih hidup, maka standar kebenaran adalah beliau. Setelah Rasulullah wafat, maka standar kebenaran adalah semua sahabat. Setelah sahabat wafat, maka standar ? kebenaran adalah ilmunya ulama. Al-Quran menjelaskan secara tegas bahwa standar kebenaran setelah Rasulullah dan para sahabat wafat, adalah ilmunya ulama,” kata Kang Said tegas.

Hari Santri 2019

Sebagai contoh, Kang Said menyebutkan bahwa perintah sholat dalam Al-Quran disebutkan 64 kali. Namun, dari sekian banyak penyebutan itu, Al-Quran tidak menyebut jumlahnya, kapan, dan bagaimana tata cara pelaksanaannya.

Hari Santri 2019

“Ulama kemudian melakukan ijtihad yang didasarkan pada cara-cara yang sudah ditetapkan nabi dan para sahabat. Inilah yang kemudian dikenal Ilmu Fiqih,” kata Kang Said.

Kang Said membawa contoh lainnya. Ia mengatakan, Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW awalnya tidak bertitik, tidak berharakat. Kemudian muncul ulama bernama Imam Abul Aswad Ad-Duali melakukan upaya penyempurnaan kalimat-kalimat dalam Al-Quran soal harakat.

Kho, titik satu di atas. Jim, titik satu di bawah. Ha, non titik. Sudah ada titiknya, namun masih banyak orang salah membacanya. Datang kemudian Imam Kholil bin Ahmad Al-Farohidi meletakkan nuqoth alal huruf (bubuhkan titik),” ujar Kang Said.

Meski sudah ada titik dan harakat, tapi banyak orang yang masih sulit dalam Al-Quran. Maka Imam Abu Ubai Qasim bin Salam menyusun ilmu tajwidi qiroatil quran.

"Walhasil semua ilmu itu bidah, karena bukan ajaran Nabi, bukan ajaran sahabat tapi kreativitas ulama. Tapi, kalau baca Al-Quran tidak menyesuaikan dengan kaidah dalam ilmu tajwid, maka tidaklah benar,” tandas Kang Said. (Ajid Aziz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Lomba, Sholawat Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Kang Said Sebutkan Jasa Konkret Ulama dari Abad ke Abad di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock