Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Buka Posko 24 Jam, PWNU Jateng Ajak Warga Himpun Bantuan

Semarang, Hari Santri 2019. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah telah membuka Pos Komando (Posko) Peduli Bencana di Gedung PWNU Jateng Jl Dr Cipto No 180 Semarang sejak Sabtu (25/1). Posko melayani penerimaan bantuan dari siapapun selama 24 Jam.

PWNU Jateng mengajak masyarakat dari segala suku dan agama, untuk mengumpulkan bantuan. Tim tanggap darurat telah siaga di Posko dan terhubung langsung dengan pos di kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) di kabupaten/kota yang sedang mengalami bencana.

Buka Posko 24 Jam, PWNU Jateng Ajak Warga Himpun Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Posko 24 Jam, PWNU Jateng Ajak Warga Himpun Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Posko 24 Jam, PWNU Jateng Ajak Warga Himpun Bantuan

Sekretaris PWNU Jateng Muhammad Arja Imroni menyatakan, pihaknya telah menerima instruksi dari PBNU untuk menyiapkan Posko tersebut dan di daerah yang terkena bencana dengan Pos di kantor PCNU.

Hari Santri 2019

Selain itu, PWNU Jateng telah memerintahkan seluruh lajnah, lembaga, badan otonom, serta seluruh sumber daya milik NU, untuk memobilisir kaum nahdliyin (warga NU) dan warga masyarakat dalam penerimaan dan penyaluran bantuan.

“Kami mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan kami siap menerima dan menyalurkan segala bentuk bantuan untuk korban bencana di Jawa Tengah,” ujarnya usai memimpin rapat pembukaan Posko di kantornya, Sabtu (25/1).

Hari Santri 2019

Koordinator Posko Peduli Bencana PWNU Jateng M. Puji Wibowo mengatakan, bantuan bisa berupa tenaga relawan, uang, bahan pangan, makanan siap saji, selimut, pakaian pantas pakai, peralatan belajar anak-anak, maupun barang apapun yang bisa dimanfaatkan untuk menolong korban bencana.

“Bantuan yang saat ini dibutuhkan adalah bahan pangan, makanan siap cepat saji, selimut, pakaian pantas pakai dan peralatan belajar anak sekolah,” tuturnya.

Dia menyebutkan, untuk keperluan telepon atau faximile, ia mempersilakan menghubungi nomor 024-8416076 atau ke handphonenya 082133861879. (Mohammad Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU Hari Santri 2019

Selasa, 27 Februari 2018

Ajaib, Pria Berusia 101 Tahun Ditemukan Selamat Seminggu pasca Gempa

Kathmandu, Hari Santri 2019. Jika ajal belum waktunya datang. Usia senja dan tertimbun dalam reruntuhan gempa selama seminggu pun membuat Funchu Tamang, seorang kakek berusia 101 tahun tetap selamat dan hanya cedera ringan. Ia  berhasil ditarik hidup-hidup dari reruntuhan rumah yang menimbunnya, seminggu setelah gempa dahsyat menerjang Nepal.

Ajaib, Pria Berusia 101 Tahun Ditemukan Selamat Seminggu pasca Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajaib, Pria Berusia 101 Tahun Ditemukan Selamat Seminggu pasca Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajaib, Pria Berusia 101 Tahun Ditemukan Selamat Seminggu pasca Gempa

Funchu Tamang diselamatkan Sabtu lalu dan kini sudah berada di sebuah rumah sakit di Nuwakot, barat laut Kathmandu.  Ajaibnya, dia hanya cedera ringan, kata perwira polisi Arun Kumar Singh.

"Dia telah dibawa ke rumah sakit distrik dengan sebuah helikopter. Kondisinya stabil. Dia cedera pada pergelangan kaki kirinya. Keluarganya telah bersama dia," kata Singh seperti dilaporkan AFP.

Hari Santri 2019

Beberapa orang juga berhasil ditemukan hidup-hidup, padahal beberapa hari ditimbun reruntuhan.

Hari Santri 2019

Di antara yang ditemukan hidup-hidup itu adalah tiga wanita yang dikeluarkan dari timbunan puing-puing bagunan di Sundupalchowk yang adalah salah satu daerah paling parah terkena gempa bumi.

Salah satu wanita itu terkubur oleh tanah longsor, sedangkan dua lainnya terjebak dalam himpitan bangunan yang runtuh.

Jumlah korban tewas dalam Gempa Nepal ini sudah mencapai angka 7.000 orang, sedangkan di India dan Tiongkok telah lebih dari 100 orang, demikian AFP. (antara/mukafi niam) foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU, Nasional, Ubudiyah Hari Santri 2019

Minggu, 21 Januari 2018

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Jakarta, Hari Santri 2019

Negeri Sakura juga meramaikan pasar busana Muslim di Indonesia dengan memamerkan koleksi pakaian Muslim yang terbuat dari bahan kimono.

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)
Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Japan Muslim Fashion Chiharu Collection di Indonesia Fashion Week 2016 membawa beragam model busana berpotongan longgar dan santun menutup tubuh dengan motif bunga warna-warni.

"Menurut saya, kimono dan baju Muslim punya kemiripan," kata desainer Chiharu Horiuchi pada Antara News saat ditemui di IFW 2016, Jakarta Convention Center, Jumat.

Chiharu mencari inspirasi lewat gambar busana Muslim yang didapatnya dari berbagai sumber, sampai ke mal Jakarta untuk melihat langsung baju-baju Muslim yang dipakai para pengunjung.

Hasil observasinya dituangkan dalam bentuk kimono, rok-rok lebar, mantel, blus longgar dan kerudung.

Hari Santri 2019

Perempuan paruh baya yang baru pertama kali ke Indonesia itu terpukau dengan gaya berbusana Muslimah Tanah Air yang dinilai modis dan berani memadu padan warna serta motif.

Baju Muslim bahan kimono yang sebagian besar terbuat dari kain sutra itu ditujukan untuk kelas premium dengan kisaran harga Rp3 juta-Rp25 juta. 

Hari Santri 2019

Sementara itu, Koshi Kubo dari Jepang membawa koleksi blus-blus berlengan panjang dari bahan sutra yang bisa dipakai oleh Muslimah. 

Khusus untuk Indonesia, ia membuat dalaman kerudung (inner ninja), syal, manset tangan dan kaos dalam tangan panjang dari bahan yang sama. Koleksinya dijual dengan kisaran harga 50-250 dolar AS.

"Orang Muslim di Indonesia jauh lebih modis dari bayangan saya," komentar Kubo. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 IMNU Hari Santri 2019

Jumat, 19 Januari 2018

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam

Rembang, Hari Santri 2019 - Aksi bom yang terjadi di Masjid Ar-Raudah di Sinai Utara, Mesir, yang menewaskan sedikitnya 305 jiwa menegaskan aksi teror sama sekali tidak terkait dengan Islam.

"Terang sekali bahwa korban dan segala kerugian berada di pihak Islam. Kelompok yang menjalankan aksi teror tersebut jelas tidak mewakili siapapun dalam Islam," jelas Arwani Thomafi saat menggelar silaturrahim dan sosialisasi 4 pilar di Pondok Pesantren Salafiyah Desa Jeruk Kecamatan Pancur, Rembang.

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Bom di Mesir Tegaskan Terorisme Tak Terkait dengan Islam

Ia melanjutkan, aksi tersebut harus dilawan secara bersama-sama khususnya oleh negara-negara Islam karena secara nyata telah merugikan Islam secara keseluruhan.

Kita harus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan tindakan nyata dengan membuat formula untuk mengatasi aksi teror yang difokuskan memberi perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman teror yang sewaktu-waktu bisa muncul dan mengancam semua negara, tanpa pandang negara dan tempat.

Hari Santri 2019

"Mendorong negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) termasuk pemerintah Indonesoa untuk mengambil inisiatif konkret melawan gerakan kelompok teror yang mengatasnamakan Islam dengan menggalang kekuatan antarnegara karena gerakan teror ini nyatanya merupakan gerakan global," jelas anggota Komisi I DPR RI tersebut, Senin (28/11).

Hari Santri 2019

Mendorong aparat keamanan di Tanah Air untuk tetap wasapda dan melakukan deteksi dini atas potensi munculnya teror khususnya menjelang perayaan natal dan peringatan tahun baru yang kerap dijadikan momentum kelompok teror untuk melakukan aksinya.

"Mendorong ormas-ormas keagamaan di Tanah Air melakukan komunikasi intensif dengan kelompok sipil berbasis keagamaan di negara-negara Islam untuk menguatkan penyebaran paham keagamaan yang moderat dan mendorong dialog antaragama untuk meminimalisir gerakan teror yang dibalut dengan isu agama," harapnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Anti Hoax, Sholawat, IMNU Hari Santri 2019

Senin, 15 Januari 2018

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka

Tangeran Selatan, Hari Santri 2019. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menjelaskan, Agustus adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam karena pada bulan itu Muhammad diutus menjadi seorang nabi dan rasul. Selain itu, bulan Agustus juga menjadi spesial bagi bangsa Indonesia karena pada bulan itu Indonesia merdeka. 

“Kapan pertama kali Nabi diutus? bulan Agustus. Sama. Kapan proklamasi (kemerdekaan Indonesia)? bulan Agustus,” kata Mbah Moen saat memberikan ceramah dalam acara Doa dan Dzikir Bersama yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) di Halaman Polres Tangerang Selatan, Senin (6/11) malam.

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

Agustus, Mbah Moen: Bulan Muhammad Diutus dan Indonesia Merdeka

Manurut kiai yang ahli sejarah itu, Bangsa Arab menggunakan bulan untuk menentukan tanggal, bulan, dan tahun. Sedangkan, Indonesia menggunakan matahari. Uniknya, jika dihitung maka tanggal Muhammad diutus dan Indonesia merdeka itu sama tetapi berbeda.

“Pertama kali Nabi diutus tanggal delapan bulan Agustus (atau) tujuh belas Ramadlan. Bangsa Indonesia merdeka tujuh belas Agustus (atau) delapan Ramadlan. Bedo tapi podho, podho tapi bedo (berbeda tapi sama, sama tapi berbeda),” jelasnya.  

“Kalau kita memperingati Agustus (kemerdekaan Indonesia), sama dengan memperingati kapan nabi diutus,” lanjutnya.

Hari Santri 2019

Bulan Oktober

Mbah Moen mengatakan, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad pada dua puluh dua Oktober. Lalu kemudian, tanggal ini ditetapkan oleh pemerintah menjadi Hari Santri Nasional yang diperingati dengan sangat meriah oleh para kaum santri.

“Bangsa Indonesia tanggal dua puluh dua itu Resolusi Jihad, akhirnya sepuluh November hari pahlawan,” ucapnya.

Sedangkan pada bulan Oktober juga, imbuh Mbah Moen, Nabi Muhammad untuk pertama kalinya tiba di Madinah untuk berhijrah. Tanggal satu Oktober Nabi Muhammad membangun Masjid Quba’, dan kemudian sampai di Madinah pada pertengahan bulan Oktober.

Hari Santri 2019

“Nabi hijrah bulan September, Oktober sampai Madinah,” ujarnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Sunnah, IMNU Hari Santri 2019

Selasa, 02 Januari 2018

Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi

Pekalongan, Hari Santri 2019. Tidak ada yang mengelak bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling baik, bahkan sempurna. Satu bukti, ia digelari Al-Amin (seorang yang jujur) oleh kaum Quraisy di zaman pra Islam. ?

Namun demikian, seluruh keturunan yang mempunyai nasab langsung ke Nabi tidak menjamin bahwa akhlak orang tersebut baik. Alasan untuk persoalan tersebut dijelaskan secara lugas oleh Pimpinan Majelis Kanzus Sholawat Pekalongan Habib Luthfi bin Yahya, Selasa (24/1) lalu saat menerima rombongan Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta di kediamannya.

Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi

Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) ini menerangkan, meskipun mempunyai nasab langsung ke Rasulullah, belum tentu akhlak orang itu baik karena ini persoalan ma’shum (dilindungi Allah dari dosa).

“Jangan heran jika (keturunan Nabi, red) ada yang berakhlak tidak baik, lah wong mereka tidak di-ma’shum kok,” tutur Habib Luhtfi dengan gaya bicaranya yang khas.

Dengan demikian, menurutnya, belajar dan memahami sejarah secara tuntas sebagai cerminan berpikir dan bertindak menjadi langkah penting, termasuk sejarah perjalanan Nabi Muhammad yang penuh dengan teladan baik dan akhlak yang mengesankan.

Hari Santri 2019

Sebutan Habib

Hari Santri 2019

Beberapa waktu lalu dalam kunjungannya ke ndalem Gus Mus, Prof HM. Quraish Shihab mengatakan bahwa sebutan Habib mempunyai makna orang yang dicintai sekaligus mencintai. Jadi menurut penulis Kitab Tafsir al-Misbah ini, seseorang dengan sebutan Habib tidak hanya ingin dincintai, tetapi juga harus mencintai.

Prof Quraish memberikan penekanan bahwa ada persoalan mendasar terkait sebutan Habib, yaitu akhlak. Terkait dengan akhlak ini, menjadi alasan fundamental bahwa tidak semua keturunan Rasulullah bisa disebut habib.

Dari beberapa literatur, keturunan Nabi dari Sayyidina Husein disebut sayyid, sedangkan dari Sayyidina Hasan disebut assyarif. Hasan dan Husein merupakan putra Sayyidah Fatimah binti Muhammad dari hasil pernikahannya dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Selama ini, sebutan habib harus melalui komunitas dengan berbagai persyaratan yang sudah disepakati. Hal ini ditekankan oleh organisasi pencatat keturunan Nabi, Rabithah Alawiyah. Di antaranya cukup matang dalam hal umur, memiliki ilmu yang luas, mengamalkan ilmu yang dimiliki, ikhlas terhadap apapun, wara atau berhati-hati, serta bertakwa kepada Allah.

Tak kalah pentingnya, Rabithah Alawiyah yang dipimpin oleh Habib Zen bin Smith (salah satu Mustasyar PBNU) menekankan bahwa akhlak yang baik menjadi salah satu alasan utama keturunan Nabi disebut Habib. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sunnah, IMNU, Aswaja Hari Santri 2019

Senin, 18 Desember 2017

IPNU-IPPNU dan LDNU Trenggalek Jaring Bakat Dai Remaja

Trenggalek, Hari Santri 2019. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Trenggalek menjaring dai remaja berbakat melalui kompetisi.

Kompetisi bertajuk Lomba Dai Remaja dalam rangka menyambut harlah ke-62 dan ke-61, di di aula Kantor Kemenag Kabupaten Trenggalek mulai 19 sampai dengan 21 Februari.

IPNU-IPPNU dan LDNU Trenggalek Jaring Bakat Dai Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU dan LDNU Trenggalek Jaring Bakat Dai Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU dan LDNU Trenggalek Jaring Bakat Dai Remaja

Ketua PC IPNU Trenggalek Muhammad Bangkit menyampaikan, saat ini masih sedikit dai muda berbakat di Trenggalek. Hal ini menggerakkan IPNU-IPPNU untuk menciptakannya. Terlebih dengan makin gencarnya ajaran Islam radikal yang menyusup ke sekolah-sekolah.

Hari Santri 2019

"Upaya membentengi kalangan pelajar dari ajaran radikal akan semakin efektif jika dilakukan oleh sesama pelajar. Istilahnya dari, oleh, dan untuk pelajar. Makanya materi yang dibawakan kontestan seputar Islam yang rahmatan lil alamin, toleran serta Islam yang cinta tanah air," bebernya.

Hari Santri 2019

Lomba Dai Remaja bertema "Dai Super adalah Kita-Kita" tersebut memperebutkan trofi dan sejumlah uang pembinaan. Peserta dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori A untuk usia 13-16,5 tahun dan kategori B untuk usia 16,5-20 tahun. Masing-masing kategori diambil 4 pemenang. Kontestan dinilai tiga juri yang terdiri dari LDNU, MUI, dan Kemenag Kabupaten Trenggalek. Tercatat, ada total 57 peserta yang mendaftar dengan rincian 36 peserta kategori A dan 21 peserta kategori B.

Sebelumnya, organisasi pelajar NU ini menggelar Lomba Catur dan Diklatama CBP. Dan sebagai puncak peringatan Harlah akan diisi dengan gema shalawat di alun-alun Trenggalek, bertepatan dengan tanggal 5 Maret ini.

Di tempat terpisah, Ketua LDNU Trenggalek H. Abd Shomad menyampaikan apresiasinya. Ia berharap dari kegiatan semacam ini akan lahir dai-dai masa depan yang aktif menyemaikan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.

"Juara I sampai IV untuk masing-masing kelas nantinya kita berikan pembinaan lagi secara intensif, kita kader sebagai dai muda Aswaja. Ke depan, mereka dan kita minta untuk berceramah di berbagai tempat di Trenggalek", tambahnya.

Selain bekerja sama dengan LDNU, PC IPNU-IPPNU Trenggalek dalam menggelar Lomba Dai Cilik juga menggandeng beberapa instansi, antara lain Kantor Kemenag, MUI (Majelis Ulama Indonesia), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek. (Abid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ubudiyah, IMNU, Nasional Hari Santri 2019

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock