Untuk dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dibutuhkan ilmu tajwid. Dari sekian banyak referensi tentang ilmu tajwid ada sebuah kitab karya ulama Nusantara yang berjudul “Nadham Tajwid Sunda”. Kitab ini terhitung unik, karena selain menggunakan bahasa Sunda, kitab itu juga ditulis dengan huruf Arab pegon dan dalam bentuk Nadham.
Seperti umumnya kitab kuning pesantren, kitab setebal 20 halaman tersebut memulai pemaparan dengan bait-bait Nadham memuji kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut kutipan bait pembuka itu:
| Lebih Dekat dengan Karya Nusantara, Nadham Tajwid Sunda (Sumber Gambar : Nu Online) |
Lebih Dekat dengan Karya Nusantara, Nadham Tajwid Sunda
"Ku Bismillah ieu Nadham dikawitan # Mugi Allah nambahan kaberkahanAlhamdulillah kadua kaliyan # Maksad muji Ka Allah nu Nganimatan
Hari Santri 2019
Rohmat salam muga tetep ka Kanjeng Nabi # Gusti Rasul kakabeh Rabbul izzatiKitu deui ka ali sareng ka shahbi # sareng ka umumna mumin umat Nabi ."
Hari Santri 2019
Pada bait berikutnya, walaupun penulis kitab ini tidak menyebut namanya secara langsung, namun ia mencoba mengungkap identitasnya dalam bentuk bait-bait syair berikut ini:"Wabadu bakal ngucap hamba nu hina # Muhammad Kholidi Suminta Bapana
Kampung Lampacang Salamaya Desana # Nurul Huda dingaranan Pesantrena"
Selanjutnya penulis kitab Nadham ini mengakui bahwa bait-bait yang ia gubah merupakan hasil petikan dari beberapa referensi kitab tajwid. Ia pun menyadari bahwa karyanya masih jauh dari nilai sempurna, namun demikian ia tetap berharap karyanya ini bisa menjadi “shadaqah jariyah” sebagai bekal nanti di alam akhirat.
Konten kitab Nadham tajwid ini terbagi menjadi menjadi 8 Fasal yakni:
1. Fasal Fin Nunis Sakinah Wat Tanwin
2. Fasal Fi Ahkamil Mim Wan Nun Almusyaddadatain
3. Fasal Fi Ahkamil Mim Assakinah
4. Fasal Fil Qolqolati
5. Fasal Fi Hukmi Lam Al Wa Lamil Fili
6. Fasal? Fi Hukmil Lamil Waqii Fil Fili
7. Fasal Fi Ahkamir Roi
8. Fasal Fil Maddi
Untuk memudahkan pemahaman, penulis kitab ini tidak menjadikan contoh lafadz Al-Qur’an? ke dalam bentuk bait-bait Nadham, melainkan menggunakan keterangan dan contoh di akhir Nadham per fasalnya.
Walaupun kitab ini terhitung tipis, namun kitab yang diterbitkan oleh Toko Kairo Tasikmalaya ini bisa menjadi salah satu bahan rujukan dalam mempelajari ilmu tajwid, khusunya untuk para santri yang berada di wilayah Jawa Barat.
Nadzoman ini pun bisa dijadikan sebagai pupujian menjelang shalat berjamaah. Selain itu harganya pun cukup terjangkau. Di Toko Kitab H. Atang Purwadadi, Subang, Jawa Barat, hanya dengan mengantongi uang Rp. 2.500 saja kita sudah bisa membelinya. (Aiz Luthfi/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2019 News, Nahdlatul Ulama, Kajian Sunnah Hari Santri 2019
