Kamis, 19 Oktober 2017

Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan

Yogyakarta, Hari Santri 2019. Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Sabtu,(25/11) sore di Aula Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Kota Yogyakarta. 

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta Ahmad Yubaidi, berharap dengan adanya pergantian pengurus baru ini mampu bekerjasama dengan PCNU Kota Yogyakarta dalam membangun dan memberi kontribusi yang jelas bagi pembangunan umat, terkhusus bagi warga Nahdliyin di lingkungan kota Yogyakarta.

Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan

Ia juga memberikan beberapa paparan terkait keadaan dan kondisi internal pengurus, seperti kerja-kerja ke depan serta kondisi warga Nahdliyin di tingkat Kota Yogyakarta.

Ainul Yaqin, perwakilan PW Lakpesdam NU Daerah Istimewa Yogyakarta mengagendakan adanya perubahan besar terkait kerja-kerja pengurus.

Hari Santri 2019

"Tantangan pengurus NU di tingkat Kota Yogyakarta sangat berbeda dengan daerah-daerah yang lain, terkait kultur yang berbeda daripada di Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kulonprogo. NU di daerah yang disebut itu lumayan kuat dibanding di tingkat Kota Yogyakarta," katanya.

Pengurus Lakpesdam Yogyakarta yang sudah mendapat SK dan dilantik agar bekerja ekstra membangun, mengembangkan NU dengan kajian-kajian Islam Nusantara juga perlu dikaji lebih dalam dan meluas ke seluruh masyarakat. Islam sedang mengalami tantangan besar, terkait pemahaman Islam radikal dan beberapa negara mengalami teror seperti bom di tempat-tempat peribadatan.

"Sebagi pengurus NU, kita perlu membentengi masyarakat terhadap pemahaman yang menyeleweng dari ajaran Islam sesungguhnya atau di NU yang mengusung ahlusunnah waljamah (Aswaja)," tambah Ainul Yaqin.

Hari Santri 2019

Ainul Yaqin mengutip kata-kata motivasi yaitu dengan mengurus NU tanpa embel-embel, insyaalah menjadi murid KH. Hasyim Asyarie sebagai tokoh pendiri dan ulama nusantara. 

Ketua PC Lakpesdam NU Kota Yogyakarta, M. Jamil menambahkan program-program yang dibuat oleh jajaran pengurus akan mampu menjawab kebutuhan umat ataupun kebutuhan internal.

"Seperti contoh bidang media dapat menjadi komando untuk menangkal paham Islam radikal melalui media sosial, melakukan pelatihan jurnalistik. Begitupun dengan bidang-bidang yang lain untuk berpikir jauh dalam membuat program kerja dengan basis-basis kajian," katanya. (Hilful Fudhul/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Kajian Islam, Syariah Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Lakpesdam Yogya Bersiap Hadapi Perubahan di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock