Jombang, Hari Santri 2019. Pesantren melahirkan penulis-penulis handal semisal KH Ma’sum Ali pendiri Pesantren Seblak Jombang. Kiai tersebut menulis kitab Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah, sebuah kitab ilmu sharaf yang amat masyhur di Nusantara, bahkan di luar negeri.
| Pesantren Putri Seblak Hidupkan Tradisi Tulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pesantren Putri Seblak Hidupkan Tradisi Tulis Santri
Untuk meneladani kepenulisan kiai-kiai pesantren, Pesantren Salafiyah Safi’iyyah Putri Seblak berkerja sama dengan Tebuireng Media Group mengadakan pelatihan menulis bagi para santri pada kamis (18/09).“Ini adalah bentuk kesadaran untuk menghidupkan tradisi menulis di pesantren. Santri harus bisa menulis”, ungkap Ida Farida selaku penggagas pelatihan tersebut.
Hari Santri 2019
Nanti, kata mahasiswi Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng semester V tersebut, kalau sudah matang, kita juga ingin buat buletin atau bahkan majalah.Salah satu pengajar di pelatihan tersebut, Ahmad Faozan, mengatakan, pelatihan diadakan setiap Kamis malam pukul 20.00-21.30 WIB dan diikuti oleh 80 santriwati yang terbagi dalam dua kelas. “Sementara untuk awal kita buat kelas besar, nanti kalau sudah ada tenaga pengajar yang cukup, akan kita bagi dalam kelompok-kelompok belajar kecil,” katanya.
Hari Santri 2019
Program ini juga adalah bagian dari gerakan santri menulis yang dilaksanakan oleh Tebuireng Media Group sebagai kelanjutan dari sekolah menulis untuk tingkatan SMA dan Mahasiswa yang telah diadakan tahun ini. “Setelah Seblak kita akan membidik Pondok Pesantren Walisongo dan beberapa pondok pesantren sekitar Tebuireng lainnya,” tambah pimpinan Redaksi Majalah Tebuireng? yang juga Pengelola Sanggar, Komunitas Penulis Muda Tebuireng.“Saya bersyukur ada program ini, saya jadi punya temen untuk belajar tulis menulis,” ungkap Widya, salah satu peserta. (Abror/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2019 Jadwal Kajian, Nusantara Hari Santri 2019
