Kamis, 05 Oktober 2017

Gus Dur Ajarkan Kesederhanaan Sejak Dini

Jakarta, Hari Santri 2019. Membicarakan sosok Gus Dur memang selalu menarik. Banyak orang yang terkesan dengan Presiden Republik Indonesia keempat itu. Ada yang menyebut Gus Dur sebagai guru bangsa, tokoh reformasi, pembela kaum minoritas, dan mungkin masih banyak lagi julukan bagi Gus Dur, tergantung kesan masing-masing orang.

Gus Dur Ajarkan Kesederhanaan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ajarkan Kesederhanaan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ajarkan Kesederhanaan Sejak Dini

Namun seperti apakah kesan keluarga, terutama putri-putrinya?

“Jarang ketemu,” tutur Alissa Wahid, putri pertama Gus Dur, mengawali perbincangan Sabtu, (19/12/2015) saat mengisi acara bincang tentang Gus Dur di Radio NU Jakarta.

Hari Santri 2019

Alissa mengatakan setiap anak punya banyak memori dengan orangtuanya. “Kalau untuk saya, karena saya lahir di Jombang, Gus Dur belum mengalami problem yang parah dengan penglihatannya, jadi saya mengalami saat Gus Dur naik skuter dari pondok pesantren di Denayar saat Gus Dur mengajar ke Tebuireng.”?

Hari Santri 2019

Alissa yang sengaja diundang untuk wawancara dengan Radio NU, menceritakan banyak hal lagi tentang sosok ayahnya. Alisa lahir tidak jauh dari saat Gus Dur kembali dari Timur tengah. Saat itu mereka tinggal di Jombang. Gus Dur sudah dikenal sebagai salah satu aktivis, yang diundang ke mana-mana dan banyak bepergian. “Gus Dur waktu itu hidup dari menulis dan mengisi seminar, jadi income nggak pasti. Kadang ada kadang enggak,” kata Alisa.

Dalam situasi seperti itu, Sinta Nuriyah Wahid, istri Gus Dur, membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kacang rebus dan es mambo.

Kesederhanaan kepada putri-putrinya ditanamkan sejak dini oleh Gus Dur. “Waktu kecil, kami hidup di lingkungan pesantren yang enggak terlalu banyak godaan belanja,” kata Alissa yang murah senyum itu.

Keadaan agak berubah. Karena aktivitas Gus Dur lebih banyak di Jakarta, Gus Dur pun memboyong keluarganya ke Jakarta.

“Waktu itu saya berumur delapan tahun, penglihatan Gus Dur mulai bermasalah.”

Setelah di Jakarta, keluarga Gus Dur mulai dihadapkan pada dunia konsumerisme. Alissa mendapatkan uang saku saat SMP sebesar empat puluh ribu per bulan. Tetapi biasanya tanggal 20 sudah dipinjam oleh Gus Dur.

“Kamu masih punya uang nggak?” kata Alissa menirukan Gus Dur.

“Masih, Pak.”

“Masih ada berapa?”?

“Lima belas ribu.”

“Sini tak utang dulu.”

Maka sisa uang saku Alissa dipinjam lagi oleh Gus Dur.

Akan tetapi hal-hal semacam itu sangat dimengerti oleh Alissa dan putri-putri Gus Dur yang lain. Pengertian semacam itu justru tertanam sangat kuat. Karena Gus Dur tidak pernah menceramahi harus begini harus begitu, jangan begini jangan begitu. Gus Dur mengajarkan itu melalui keteldanan dalam kehidupan sehari-hari. Itu sebabnya keluarga Gus Dur tidak bersifat konsumtif, karena membiasakan merasa tidak terlalu membutuhkan. (bersambung)

(Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 News, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Gus Dur Ajarkan Kesederhanaan Sejak Dini di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock