Kamis, 21 September 2017

Hati-hati, Wahabi Palsukan Kitab Sunni

Kudus, Hari Santri 2019. Umat Islam diajak  berhati-hati terhadap kelompok Wahabi yang belakangan ini menyebarkan ajarannya dengan cara memalsukan kitab-kitab Sunni. Dalam kitab dipalsukan itu  terdapat amalan-amalan sunnah Nabi dilencengkan menjadi “haram”.

Hati-hati, Wahabi Palsukan Kitab Sunni (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Wahabi Palsukan Kitab Sunni (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Wahabi Palsukan Kitab Sunni

Demikian taushiyah yang disampaikan ulama kharismatik asal Kudus KH Sya’roni Ahmadi al-Hafidz dalam acara walimatut tasmiyah putra wakil Rais MWCNU Gebog KH Ahmad Asnawi sekaligus peringatan haul ayahandanya di Madrasah diniyah Darussalam Padurenan Gebog Kudus, Jum’at  (7/6) siang.

KH Sya’roni yang juga Mustasyar PBNU itu mengatakan, upaya yang dilakukan kaum Wahabi yang mengharamkan amalan sunnah Nabi seperti peringatan haul maupun ziarah kubur sangat menyesatkan ummat Islam.

Hari Santri 2019

“Umat Islam harus mengerti supaya  hati-hati terhadap kitab-kitab yang dipalsukan oleh Wahabi tersebut,” tegasnya.

Hari Santri 2019

Saat menerangkan tentang haul, Mbah Sya’roni, sapaan akrabnya, menjelaskan peringatan itu adalah sunnah Nabi. Ia mengutip sebuah kitab Na’jul Balaghah karangan ulama Sunni menceritakan bahwa setiap tahun sekali Nabi Muhammad melakukan ziarah kubur kepada makam sahabat-sahabatnya yang gugur dalam perang Uhud.

“Sekarang kitab itu telah digubah atau dipalsu Wahabi dengan menyebutkan  ziarah kubur haram. Saya memiliki kitab yang palsu  tersebut. Kitab tadi saya taruh di madrasah qudsiyah dan saya tulisi jangan baca kitab ini karena ada ajaran yang melenceng,”tutur Mbah Sya’roni.

Di depan ratusan tamu undangan yang hadir  itu, Mbah Sya’roni menegaskan juga  tasmiyatul maulud (meresmikan nama anak) merupakan sunnah Nabi. “Pengertian sunnah adalah ucapan, perbuatan dan pengakuan Nabi atas kebenaran perbuatan orang lain,” ujarnya.

Untuk mencetak anak yang sholeh, ulama kharismatik ini mendorong orang tua untuk selalu mendo’akan dan mendidiknya. “Berdo’a dan mendidik ini harus dilakukan bersamaan.  Jangan hanya berdo’a saja tetapi tidak mendidiknya, begitu pula sebaliknya,” tegasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Warta, Syariah Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Hati-hati, Wahabi Palsukan Kitab Sunni di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock