Kamis, 26 Januari 2017

Ditolak Warga, PT Semen Indonesia Dekati Mbah Mun dan Gus Mus

Rembang, Hari Santri 2019. Pihak PT Semen Indonesia bersikeras merealisasikan pembangunan pabrik semen di Rembang meskipunn terus mendapatkan penolakan warga. Sosialisasi dan berbagai kegiatan hingga pendekatan terhadap tokoh agama di Rembang pun dilakukan.

Ditolak Warga, PT Semen Indonesia Dekati Mbah Mun dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ditolak Warga, PT Semen Indonesia Dekati Mbah Mun dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ditolak Warga, PT Semen Indonesia Dekati Mbah Mun dan Gus Mus

Pimpinan Proyek Pabrik Semen Rembang, Heru Indra Wijayanto mengatakan masyarakat di dekat lokasi pembangunan pabrik semen itu memang sangat religius sehingga pendekatan kepada tokoh agama diperlukan.

"Masyarakat di sini memang religius. Di Rembang ini patuh pada para ulama," kata Heru di kantor proyek pembangunan pabrik semen Rembang, Sabtu (29/11/2014).

Hari Santri 2019

Dua tokoh agama yang sudah dilakukan pendekatan oleh PT Semen Indonesia di Rembang adalah Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Hari Santri 2019

Menurut Heru, Rembang memang istimewa dengan dua tokoh dari NU tersebut. Maka pendekatan dilakukan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat di dekat proyek pembangunan pabrik semen. Bahkan Heru menegaskan Mbah Moen setuju dengan berdirinya pabrik dengan menentukan waktu ground breaking bulan Juni lalu.

"Mbah Moen bahkan yang menentukan tanggal hari baik ground breaking," tegasnya.

Sosok Mbah Moen, lanjut Heru, merupakan tokoh yang berjasa karena ikut memperjuangkan agar PT Semen Gresik tidak dijual kepada pihak asing saat masa pemerintahan Presiden Megawati. Hingga akhirnya BUMN tersebut sudah bisa membeli perusahaan semen di Vietnam yaitu Thang Long.

"Beliau sangat konsen dengan ide Semen Gresik. Beliau ini yang menolak keras PT Semen ini dijual ke pihak asing saat jaman bu Mega," ujarnya.

Heru menambahkan, penolakan-penolakan terhadap pembangunan pabrik semen di Rembang dengan isu kerusakan lingkungan memang masih terjadi namun hanya sebagian orang yang militan. Dari lima desa, setidaknya dua desa masih menolak pabrik dengan dana Rp 4,3 triliun.

"Dua desa Tegal Dowo dan Timbrangan memang ada rekan-rekan yang menolak, jumlahnya tidak banyak. Tegal Dowo dari 1.525 KK (Kepala keluarga), 140 KK yang menolak. Di Timbrangan 45 KK dari 155 KK menolak. Tapi mereka militan," terang Heru. (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Amalan, Hadits Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Ditolak Warga, PT Semen Indonesia Dekati Mbah Mun dan Gus Mus di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock